Hubungan Indonesia dengan Peru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hubungan Indonesia–Peru
Peta memperlihatkan lokasiIndonesia and Peru

Indonesia

Peru

Hubungan diplomasi Indonesia dengan Peru sudah terjalin sejak 12 Agustus 1975. Kedua negara melihat bahwa pasar di masing-masing negara merupakan pasar yang atraktif, potensial dan memiliki prospek yang baik[1][2], kedua negara berupaya untuk meningkatkan hubungan dagangnya[3]. Indonesia memiliki keduataan yang terletak di Lima, sedangkan Peru memiliki keduataan di Jakarta. Indonesia dan Peru sama-sama tergabung ke dalam beberapa organisasi multilateral seperti Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Gerakan Non-Blok and Forum of East Asia-Latin America Cooperation.

Sejarah Hubungan Diplomatik[sunting | sunting sumber]

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru terjalin secara resmi pada 12 Agustus 1975. Saat itu misi diplomatik Indonesia ke Peru diakreditasi melalui Kedutaan Besar Indonesia di Brasil. Pemerintahan Peru membuka kedutaan besar di Jakarta pada 1 November 1992. Menimbang ketidakefektifan dan perlunya memperkuat hubungan dengan Peru, Pemerintah Indonesia membuka Kedutaan Besar Indonesia di Lima pada 20 Februari 2002[4].

Perdagangan dan investasi[sunting | sunting sumber]

Investor Peru mencari peluang di Indonesia seperti perusahaan minuman ringan, Big Cola yang masuk ke pasar Indonesia dan memiliki kinerja yang baik sehingga menginspirasi investor asal Peru yang lain untuk berinvestasi di Indonesia di masa yang akan datang. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) perdagangan antara Peru dan Indonesia mencapai US$213,37 juta pada 2011[1]. Neraca perdagangan sangat menguntungkan Indonesia yang memiliki komoditas ekspor utama seperti karet, olahan kayu, sepatu olahraga, kertas, garmen, onderdil sepeda motor, alumunium, kaca, keramik, plastik dan peralatan elektronik ke Peru. Di lain pihaka, Indonesia mengimpor tepung ikan, pakan ternak, obat-obatan, anggur, gandum, dan pupuk dari Peru[2] Pada Oktober 2013, Indonesia dan peru menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait dengan kerja sama pertanian[1].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Veeramalla Anjaiah (October 13, 2012). "Peru cozying up to 'attractive' Indonesia". The Jakarta Post. Diakses tanggal April 19, 2014. 
  2. ^ a b Carrasco-Villanueva, Marco; Wong-Ramírez, Sailin (2013). Relación comercial Perú-Indonesia análisis y proyecciones (dalam bahasa Spanish). Lima: UPC. 
  3. ^ Manuel Vigo (March 19, 2012). "Peru and Indonesia agree to boost trade relations". Peru This Week. Diakses tanggal April 19, 2014. 
  4. ^ "Country Profile and Bilateral Cooperation, Republic of Peru". Embassy of Republic of Indonesia in Lima, Peru. Diakses tanggal April 19, 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]