Kabupaten Aceh Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Aceh Tengah)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 4°31′N 96°52′E / 4.517°N 96.867°E / 4.517; 96.867

Kabupaten Aceh Tengah
Sumatra 1rightarrow blue.svg Aceh
Lambang Kabupaten Aceh Tengah.png
Lambang
Motto: 
Keramat Mupakat
Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Tengah.svg
Kabupaten Aceh Tengah berlokasi di Sumatra
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Aceh Tengah berlokasi di Indonesia
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Aceh Tengah
Koordinat: 4°20′00″N 96°20′00″E / 4.3333°N 96.3333°E / 4.3333; 96.3333
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
Ibu kotaTakengon
Pemerintahan
 • BupatiDrs. Shabela Abubakar
 • Wakil BupatiH. Firdaus, SKM
Luas
 • Total4,318,39 km²[1] km2 (Formatting error: invalid input when rounding sq mi)
Populasi
 ((2017)[1])
 • Total208,407 jiwa jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0643
Kode Kemendagri11.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan14[1]
Jumlah kelurahan-
Jumlah desa295 gampong[1]
DAURp603.737.495.000,00(2018)[2]
PADRp183.064.444.080,00
APBDRp1.286.923.980.964,00[2]
IPM72,04 (2016)[3]
Situs webwww.acehtengahkab.go.id

Kabupaten Aceh Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Ibu kotanya adalah Takengon, sebuah kota kecil berhawa sejuk yang berada di salah satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatra.[1][4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Tengah berada di kawasan Dataran Tinggi Gayo. Kabupaten lain yang berada di kawasan ini adalah Kabupaten Bener Meriah serta Kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya yaitu Takengon, Blang Kejeren, dan Simpang Tiga Redelong. Jalan yang menghubungkan ketiga kota ini melewati daerah dengan pemandangan yang sangat indah. Pada masa lalu daerah Gayo merupakan kawasan yang terpencil sebelum pembangunan jalan dilaksanakan di daerah ini.

Kabupaten Aceh Tengah memiliki 14 kecamatan yang terdiri dari 295 desa, yaitu: [5]

No. Kecamatan Jumlah Kampung Kode Pos
1 Atu Lintang 11 24563
2 Bebesen 28 24552
3 Bies 12 24561
4 Bintang 24 24571
5 Celala 17 24562
6 Jagong Jeget 10 24563
7 Kebayakan 20 24517 - 24519
8 Ketol 25 24562
9 Kute Panang 24 24568
10 Linge 26 24563
11 Laut Tawar 18 24511 - 24516
12 Pegasing 31 24561
13 Rusip Antara 16 24562
14 Silih Nara 33 24562

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Bireuen
Timur Kabupaten Aceh Timur
Selatan Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Barat, dan Kabupaten Nagan Raya
Barat Kabupaten Pidie dan Kabupaten Nagan Raya

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Kedatangan kaum kolonial Hindia Belanda sekitar tahun 1904, tidak terlepas dari potensi perkebunan Tanah Gayo yang sangat cocok untuk budidaya kopi arabika, tembakau dan damar. Pada periode itu wilayah Kabupaten Aceh Tengah dijadikan Onder Afdeeling Nordkus Atjeh dengan Sigli sebagai ibu kotanya. Dalam masa kolonial Hindia Belanda tersebut di kawasan Takengon didirikan sebuah perusahaan pengolahan kopi dan damar. Sejak saat itu pula kawasan Takengon mulai berkembang menjadi sebuah pusat pemasaran hasil bumi Dataran Tinggi Gayo, khususnya sayuran dan kopi.

Masa penjajahan Jepang[sunting | sunting sumber]

Sebutan Onder Afdeeling Takengon di era Hindia Belanda, berubah menjadi Gun pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Gun dipimpin oleh Gunco.

Masa kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, sebutan tersebut berganti menjadi wilayah yang kemudian berubah lagi menjadi kabupaten. Aceh Tengah berdiri sebagai satuan administratif pada tanggal 14 April 1948 berdasarkan Oendang-Oendang Nomor 10 Tahoen 1948 dan dikukuhkan kembali sebagai sebuah kabupaten pada tanggal 14 November 1956 melalui Undang-Undang Nomor 7 (Darurat) Tahun 1956. Wilayahnya meliputi tiga kawedanan, yaitu Kawedanan Takengon, Kawedanan Gayo Lues, dan Kawedanan Tanah Alas.

Radio Rimba Raya[sunting | sunting sumber]

Radio Rimba Raya (Desember 1948 - ... 1949) adalah Radio Republik Indonesia Darurat yang disiarkan dari Takengon, Aceh Tengah oleh Tentara Republik Indonesia Divisi X/Aceh pimpinan Kolonel Husin Yusuf. Radio ini mulai bersiaran sejak terjadinya Agresi Belanda I sampai dengan Konferensi Meja Bundar berakhir dan tentara pendudukan Belanda ditarik dari Indonesia.

Potensi[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Tengah memiliki beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, diantaranya, Sekolah Tinggi Agama Negeri Gajah Putih Takengon, Universitas Gajah Putih Takengon, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah (STIHMAD), Sekolah Tinggi Ilmu Kependidikan Muhammadiyah, dan Perguruan Tinggi Al-Wasliyah.

Pariwisata, adat, dan budaya[sunting | sunting sumber]

Beberapa objek wisata di Kabupaten Aceh Tengah adalah Danau Laut Tawar, Pantan Terong (atraksi pemandangan), Taman Buru Linge Isak (berburu), Gua Loyang Koro, Loyang Pukes, Loyang Datu, Burni Klieten (hiking), Gayo Waterpark (wahana wisata keluarga) dan Krueng Peusangan arum jeram.

Didong merupakan salah satu kesenian asli yang berasal dari daerah dataran tinggi ini. Sekelompok orang duduk bersila membentuk lingkaran. Salah seorang ceh akan mendendangkan syair-syair dalam bahasa Gayo dan anggota yang lain akan mengiringi dengan tepukan tangan dan tepukan bantal kecil dengan ritme yang harmonis.

Masyarakat Aceh Tengah memiliki tradisi tahunan pada saat perayaan proklamasi Indonesia yaitu pacu kuda tradisional. Hal yang unik dari pacu kuda tradisional ini adalah jokinya yang muda berumur antara 10-16 tahun. Selain itu, joki juga tidak menggunakan sadel dan mulai tahun 2011, Pacuan Kuda diselengarakan 2 kali dalam setahun, di bulan Agustus pada saat perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan bulan Februari untuk memperingati hari ulang tahun kota Takengon yang jatuh pada tanggal 17 Februari setiap tahunnya.

Pertanian dan perkebunan[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar masyarakat Kabupaten Aceh Tengah berprofesi sebagai petani. Kabupaten Aceh Tengah menghasilkan salah satu jenis kopi arabika terbaik di dunia dengan luas lahan mencapai 48.300 Hektar, dengan rata-rata produksi per hektare sebanyak 720 kilogram. Komoditas penting selain kopi adalah tebu dengan luas areal 8.000 Hektar, serta kakao seluar 2.322 hektare, kemudian terdapat pula tanaman sayur mayur dan palawija.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduknya berasal dari suku Gayo. Selain itu terdapat pula suku-suku lainnya, seperti Suku Aceh, Suku Jawa, Suku Minang, Suku Batak, Suku Tionghoa. 99 persen masyarakat Aceh Tengah beragama Islam.

Pada umumnya, orang Gayo, dikenal dari sifat mereka yang sangat menentang segala bentuk penjajahan. Daerah ini dulu dikenal sebagai kawasan yang sangat menentang pemerintahan kolonial Belanda. Masyarakat Gayo adalah penganut Islam yang kuat. Masyarakat di Gayo banyak yang memelihara kerbau, sehingga ada yang mengatakan jika melihat banyak kerbau di Aceh maka orang itu sedang berada di Gayo.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah Daftar Bupati Aceh Tengah dari masa ke masa.

No. Foto Nama Bupati Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan Ref.
1 Abdul Wahab 1945 1949
2 Zaini Bakri 1949 1952
3 M. Husin 1952 1953
4 Mude Sedang 1953 1955
5 M. Sahim Hasimi 1955 1958
6 Abdul Wahab 1958 1964
7 M. Saleh Aman Sari 1964 1966
8 M. Isa Amin 1966 1969
9 Nyak Abas 1969 1970
10 Nurdin Sufi 1970 1975
11 M. Beni Banta Cut, BA 1975 1985
12 M. Jamil 1985 1990
13 Drs. Zainuddin Mard 1990 1991
14 Drs. T.M. Yoesoef Zainoel 1991 1992
15 Drs. Buchari Isaq 1992 1998
16 Drs. Mustafa M. Tamy, M.M. 1998 2004
17 Ir. H. Nasaruddin, M.M. 2004 2006
18 Drs. H. Syahbuddin, B.P. 2006 2007
19 Ir. Nasaruddin, M.M. 2007 4 April 2012
20 Ir. Mohd. Tanwier. M.M. 4 April 2012 27 Desember 2012
21 Ir. H. Nasaruddin, M.M. 27 Desember 2012 28 Desember 2017 Drs. H. Khairul Asmara
22 Drs Shabela Abubakar 28 Desember 2017 sekarang H Firdaus SKM [6]

Sekretaris kabupaten[sunting | sunting sumber]

  1. H. Darul Aman (1946-1955)
  2. M. Yacub Daud, B.A. (1955-1961)
  3. H. Mohd. Rizal, S.H. (1957-1961)
  4. Drs. H. Mahmud Ibrahim (1961-1985)
  5. Drs. M. Syarif (1985-1991)
  6. Drs. Buchari Isaq (1991-1992)
  7. Fauzi Abdullah, S.E. (1992-1994)
  8. Armia, S.E. (1994-1999)
  9. Drs. Ibnu Hadjar Laut Tawar (1999-2002)
  10. Ir. H. Nasaruddin (2002-2005)
  11. Muhammad Ibrahim, SE (2005-2009)
  12. Drs. H. Khairul Asmara (2009 - 2012)
  13. Drs. H. Taufik. MM (2012 - 2015)
  14. Karimansyah. I, SE, MM (2015 - sekarang)

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Aceh Tengah dalam dua periode terakhir.[7][8]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 2 Steady 2
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 4
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 3 5
GolkarLogo.png Golkar 4 Steady 4
Partai NasDem.svg NasDem 4 3
Logo Partai Berkarya.svg Berkarya (baru) 1
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 0 2
Logo PPP.svg PPP 3 2
Logo PAN.svg PAN 3 2
Logo Hanura.svg Hanura 2 1
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 4 3
Partai Aceh - Aceh Party.jpg Partai Aceh 2 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 10 12

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Tengah memiliki 14 kecamatan dan 295 gampong dengan kode pos 24511-24571 (dari total 243 kecamatan dan 5827 gampong di seluruh Aceh). Per tahun 2010 jumlah penduduk di wilayah ini adalah 175.329 (dari penduduk seluruh provinsi Aceh yang berjumlah 4.486.570) yang terdiri atas 88.812 pria dan 86.517 wanita (rasio 102,65). Dengan luas daerah 445.404 ha (dibanding luas seluruh provinsi Aceh 5.677.081 ha), tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini adalah 41 jiwa/km² (dibanding kepadatan provinsi 78 jiwa/km²). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 208.407 jiwa dengan luas wilayahnya 4.318,39 km² dan sebaran penduduk 48 jiwa/km².[1][4]

Sampai dengan tahun 2017, Kabupaten Aceh Tengah terdiri dari 14 kecamatan dan 295 desa, antara lain;

  1. Linge
  2. Silih Nara
  3. Bebesen
  4. Pegasing
  5. Bintang
  6. Ketol
  7. Kebayakan
  8. Kute Panang
  9. Celala
  10. Laut Tawar
  11. Atu Lintang
  12. Jagong Jeget
  13. Bies
  14. Rusip Antara

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Désémber 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Permendagri-137-2017" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  2. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  4. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  5. ^ "Data Kode Pos Aceh Tengah". 
  6. ^ "Shabela dan Firdaus Pimpin Aceh Tengah - Serambi Indonesia". Serambi Indonesia. 2017-12-29. Diakses tanggal 2018-11-28. 
  7. ^ Perolehan Kursi DPRK Aceh Tengah 2014-2019
  8. ^ Perolehan Kursi DPRK Aceh Tengah 2019-2024

Pranala luar[sunting | sunting sumber]