Tiranosaurus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
"T. rex" beralih ke halaman ini. Untuk grup musik rock yang digawangi Marc Bolan, lihat T. Rex (grup musik). Untuk penggunaan lain, lihat T. rex (disambiguasi).
Tyrannosaurus
Rentang fosil: Cretaceous Akhir, 68.5–65.5 Jtl
Palais de la Decouverte Tyrannosaurus rex p1050042.jpg
Tengkorak Tyrannosaurus rex, Palais de la Découverte, Paris.
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Superordo: Dinosauria
Ordo: Saurischia
Subordo: Theropoda
Superfamili: Tyrannosauroidea
(tidak termasuk): Coelurosauria
Famili: Tyrannosauridae
Subfamili: Tyrannosaurinae
Genus: Tyrannosaurus
Osborn, 1905
Spesies
  • Tyrannosaurus rex
    Osborn, 1905
Sinonim

Tiranosaurus[nb 1] adalah sebuah genus dari dinosaurus teropoda coelurosaurian. Spesies Tyrannosaurus rex (rex artinya "raja" dalam bahasa Latin) adalah salah satu teropoda besar yang paling banyak terwakili. Tiranosaurus tinggal di sepanjang apa yang sekarang menjadi barat Amerika Utara, di apa yang sat itu merupakan sebuah benua pulau yang dikenal sebagai Laramidia. Tyrannosaurus memiliki persebaran yang lebih besar dari tyrannosaurid lainnya. Fosil-fosil ditemukan di berbagai formasi batu yang tertanggal dari zaman Maastrichtian dari Periode Kretaseus tinggi, 68 sampai 66 juta tahun lampau.[2] Ini adalah anggota terakhir yang diketahui dari tyrannosaurid,[3] dan salah satu dinosaurus non-unggas yang ada sebelum kepunahan Kretaseus–Paleogen.

Seperti tyrannosaurid lainnya, Tyrannosaurus adalah seekor karnivora bipedal dengan tengkorak masif yang seimbang dengan ekornya yang berat dan panjang. Memiliki kaki yang kuat dan besar, Tyrannosaurus berkaki pendek namun secara tak lazim kuat karena ukuran mereka dan memiliki dua buah cakar. Spesimen paling lengkapnya memiliki panjang 123 m (404 ft),[4] tinggi 366 meters (1.201 ft),[5] dan menurun perkiraan paling modern, memiliki massa 84 metric tons (93 short tons) sampai 14 metric tons (15,4 short tons).[4][6][7] Meskipun teropoda lainnya menyaingi atau melampaui Tyrannosaurus rex dalam hal ukuran, ini masih menjadi salah satu predator darat terbesar yang diketahui dan diperkirakan memiliki gigitan terbesar di antara seluruh hewan terestrial.[8][9] Selama menjadi karnivora terbesar di lingkungannya, Tyrannosaurus rex nampaknya adalah seekor predator puncak, yang memangsa hadrosaurus, herbivora-herbivora seperti ceratopsia dan ankylosaurus, dan mungkin sauropod.[10] Beberapa pakar meyakini bahwa dinosaurus tersebut utamanya adalah seekor pebangkai. Pertanyaan apakah Tyrannosaurus adalah predator puncak atau pebangkai murni adalah salah satu perdebatan terpanjang yang sedang berlangsung dalam paleontologi.[11] Tyrannosaurus rex saat ini diyakini bertindak sebagai predator, dan secara kebetulan memangsa mamalia modern dan predator-predator terbang.

Lebih dari 50 spesimen Tyrannosaurus rex diidentifikasi, beberapa nyaris merupakan tengkorak lengkap. Lapisan lembut dan protein dikabarkan pada setidaknya salah satu spesimen. Keberadaan material fosil membolehkan riset signifikan dalam beberapa aspek biologinya, termasuk sejarah kehidupannya dan biomekanika. Perilaku makan, fisiologi dan kecepatan potensial dari Tyrannosaurus rex adalah beberapa subyek perdebatan. Taksonominya juga kontroversial, karena beberapa ilmuwan menganggap Tarbosaurus bataar dari Asia merupakan spesies Tiranosaurus kedua sementara yang lainnya menganggap Tarbosaurus merupakan genus terpisah. Beberapa genera lain dari tyrannosaurid Amerika Utara juga disinonimkan dengan Tiranosaurus.

Sebagai teropoda tipe besar, Tyrannosaurus adalah salah satu dinosaurus paling terkenal sejak abad ke-20, dan telah muncul dalam film, iklan, dan perangko pos, serta beberapa jenis media lainnya.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Ukuran (hijau) berbanding dengan teropoda-teropoda raksasa pilihan

Tyrannosaurus rex adalah salah satu karnivora darat terbesar sepanjang masa; spesimen lengkap terbesarnya, yang berada di Field Museum of Natural History dengan nama FMNH PR2081 dan dijuluki Sue, berukuran sepanjang 123 meters (404 ft),[4] dan memiliki tinggi 366 meters (1.201 ft) saat tegak,[5] dan menurut kajian paling terkini, diperkirakan memiliki massa antara 84 metric tons (93 short tons) sampai 14 metric tons (15,4 short tons) saat hidup.[4][6][7] Tak setiap spesimen Tiranosaurus dewasa bertumbuh besar. Pada masa lalu, rata-rata massa dewasa diperkirakan sangat beragam sepanjang tahun, dari yang terendah 45 metric tons (50 short tons),[12][13] sampai yang lebih dari 72 metric tons (79 short tons),[14] dengan perkiraan paling modern terbentang antara 54 metric tons (60 short tons) dan 80 metric tons (88 short tons).[4][15][16][17][18] Hutchinson et al. (2011) menyatakan bahwa massa maksimum dari Sue, spesimen Tiranosaurus lengkap terbesar, adalah antara 95 and 185 metric tons (93–182 long tons; 105–204 short tons), meskipun para pengarang menyatakan bahwa perkiraan kurang-lebih mereka berdasarkan pada model dengan tingkat kesalahan besar dan bahwa mereka "menganggap[nya] terlalu berkulit, terlalu gemuk, atau terlalu tak umum" dan menyediakan perkiraan ukuran 14 metric tons (15,4 short tons) untuk spesimen ini.[4] Packard et al. (2009) menguji prosedur-prosedur estimasi pada gajah dan menyatakan bahwa perkiraan dari dinosaurus-dinosaurus tersebut mengambang dan memproduksi estimasi yang salah; sehingga, massa Tiranosaurus, serta dinosaurus-dinosaurus lainnya, dapat lebih kurang.[19] Perkiraan lainnya menyatakan bahwa spesimen-spesimen Tiranosaurus terbesar yang diketahui memiliki massa mencapai[6] atau melampaui 9 ton.[4][7]

Restorasi hidup T. rex dengan bulu-bulu, sebuah perkiraan yang dihasilkan oleh phylogenetic bracketing

Karena jumlah yang relatif kecil dari spesimen-spesimen yang diangkat dan populasi besar individual yang hadir pada masa yang ditentukan saat Tiranosaurus hidup, ini dengan mudah menjadi spesimen-spesimen yang lebih besar ketimbang spesimen-spesimen yang sekarang diketahui termasuk "Sue", meskipun penemuan individual-indiviaul terbesar tak dapat ditemukan selamanya karena alam yang tak lengkap dari catatan fosil.[20] Holtz juga berpendapat bahwa "alasan yang paling mungkin menduga bahwa terdapat individual-individual yang 10, 15, atau bahkan 20 persen lebih besar ketimbang Sue dalam populasi T. rex manapun."[21]

Leher Tyrannosaurus rex membentuk kurga berbentuk S alami seperti teropoda lainnya, namun kecil dan berotot untuk mendukung kepala masif. Lengan-lengan depan hanya memiliki dua jari bercakar,[22] bersama dengan metakarpal kecil tambahan yang mewakili sisa digit ketiga.[23] Selain itu, lengan-lengan tersembunyi tersebut adalah salah satu yang terpanjang dalam proporsi ukuran tubuh dari terapoda manapun. Ekornya berat dan panjang, terkadang berisi lebih dari empat puluh vertebra, dalam rangka menyeimbangkan kepala masif dan torso. Untuk menunjang sebagian besar tubuh hewan tersebut, beberapa tulang di sepanjang tengkorak berlubang, mengurangi beratnya tanpa kehilangan kekuatan signifikan.[22]

Pemandangan profil dari sebuah tengkorak (AMNH 5027)

Tengkoran Tyrannosaurus rex terbesar yang diketahui memiliki ukuran panjang 152 meters (499 ft).[5] Denestrae (bagian pembuka) panjang dalam tengkorak tersebut mengurangi massa dan menyediakan ruang-ruang untuk pergerakan otot, seperti seluruh teropoda karnivora. Namun pada tengkorak Tyrannosaurus lainnya secara signifikan berbeda dari teropoda-teropoda non-tyrannosauroid besar. Rongga mulutnya sangat besar namun moncongnya semput, membolehkan visi binokular yang baik secara tak lazim.[24][25] Tulang-tulang tengkorak bersifat masif dan nasal dan beberapa tulang lainnya berpadu, menghindari pergerakan di antara mereka; namun beberapa terpneumasi (berisi "lubang madu" dari ruang-ruang udara sempit) yang membuat tulang-tulang tersebut lebih lentur serta lebih ringan. Hal tersebut dan fitur-fitur lainnya yang memperkuat tulang merupakan bagian dari tren tiranosaurid terhadap gigitan yang sangat kuat, yang dengan mudah melampaui seluruh non-tiranosaurid.[8][9][26] Ujung rahang atas berbentuk U (kebanyakan karnivora non-tiranosaurid memiliki rahang atas berbentuk V), yang meningkatkan jumlah lapisan dan tulang yang seekor tiranosaurus dapat cabik dengan satu gigitan, meskipun juga meningkatkan tekanan pada gigi depan.[27][28]

Gigi Tyrannosaurus rex menyimpan heterodonti menonjol (berbeda dalam hal bentuk).[22][29] Gigi premaksila di depan rahang atas bersifat tertutup, berbentuk D di bagian silang, yang menunjang permukaan belakang, adalah incisiform (ujungnya tajam seperti alat ukir) dan terkurva ke belakang. Bagian menyilang berbentuk D, menghimpun rintang dan kurva bagian belakang mengurangi resiko gigi menjadi terjepit saat Trianosaurus menggigit dan mendorong. Bagian gigi yang tersisa bersifat kuat, seperti "pisang kulit" ketimbang belati, lebih beruang dan juga memiliki penghimpunan rintang.[30] Gigi di rahang atas lebih besar ketimbang semuanya selain bagian belakang rahang bawah. Yang terbesar yang ditemukan sejauh ini diperkirakan memiliki panjang 305 sentimeters (120 in) termasuk akarnya saat hewan tersebut hidup, menjadikannya gigi terbesar dari dinosaurus karnivora manapun yang pernah ditemukan.[31]

Kulit dan kemungkinan bulu[sunting | sunting sumber]

Model kepala yang menunjukkan kulit telanjang "tradisional" dan rahang tak berbibir, Museum Sejarah Alam Wina

Meskipun tak ada bukti langsung bahwa Tyrannosaurus rex memiliki bulu, beberapa ilmuwan sekarang nampaknya menganggap bahwa T. rex memiliki bulu-bulu di setidaknya sebagian tubuhnya,[32] karena keberadaan mereka dalam spesies-spesies terkait. Mark Norell dari American Museum of Natural History menjelaskan keseimbangan bukti dengan berkata bahwa: "Kami memiliki banyak bukti bahwa T. rex berbulu, setidaknya pada beberapa tahap hidupnya, seperti halnya australopitesina-australopitesina seperti Lucy yang kami katakan memiliki rambut."[33]

Bentuk pertama untuk bulu pada tiranosaurid berasal dari spesies kecil Dilong paradoxus, yang ditemukan di Pegunungan Yixian, Tiongkok, dan dikabarkan pada 2004. Seperti halnya beberapa teropoda lainnya yang ditemukan di Yixian, tengkorak fosil tersebut menunjukkan struktur filamentusyang umumnya diakui sebagai prosekusor bulu.[34] Karena seluruh impresi kulit yang diketahui dari tiranosaurus yang lebih besar pada masa itu menunjukkan bukti skala-skala, para peneliti yang mempelajari Dilong berspekulasi bahwa bulu dapat terkorelasi secara negatif dengan ukuran tubuh—hewan-hewan remaja dapat menjadi berbulu, kemudian memelihara bulu dan hanya mengekspresikan skala-skala karena hewan menjadi lebih besar dan tak terlalu membutuhkan insulasi untuk mempertahankan hangat.[34] Penemuan-penemuan berikutnya menunjukkan bahwa beberapa tiranosaurid besar memiliki bulu yang menutupi sebagian besar tubuh mereka, menimbulkan keraguan tentang hipotesis bahwa mereka merupakan sebuah fitur terkait ukuran.[35]

Model ukuran penuh di Polandia, menggambarkan Tyrannosaurus dengan bulu dan skala, serta rahang berbibir

Disamping impresi kulit dari sebuah spesimen Tyrannosaurus rex berjuluk "Wyrex" (BHI 6230) ditemukan di Montana pada 2002,[36] serta beberapa spesimen tiranosaurid raksasa lainnya, yang menunjukkan setidaknya wadah-adah kecil dari skala-skala mozaik,[37] yang lainnya, seperti Yutyrannus huali (yang memiliki panjang lebih dari 9 meters (30 ft) dan massa sekitar 1.400 kilograms (3.100 lb)), menampilkan bulu di berbagai bagian tubuh, yang sangat mensugestikan bahwa seluruh tubuhnya ditutupi bulu.[35] Bulu yang ada dan alami diyakini menyelimuti tiranosaurid berubah sepanjang waktu selaras dengan ukuran tubuh, iklim yang lebih hangat, atau faktor lainnya.[35] Pada 2017, berdasarkan pada impresi kulit yang ditemukan di ekor, pinggang dan leher spesimen "Wyrex" (BHI 6230) dan tiranosaurid terkait lainnya, ini menunjukkan bahwa tiranosaurid bertubuh besar bersisik dan, jika sebagian berbulu, ini terbatas pada bagian atas.[38]

Sebuah kajian pada tahun 2016 memproporsalkan bahwa teropoda-teropoda besar seperti Tiranosaurus memiliki gigi yang diselimuti bibir seperti kadal-kadal yang masih ada alih-alih gigi telanjang seperti para crocodilia (buaya). Ini berdasarkan pada keberadaan enamel, yang menurut kajian tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan hidrasi, sebuah masalah yang tak dihadapi oleh hewan-hewan akuatik seperti crocodilian atau hewan-hewan tak bergigi seperti burung-burung.[39][40]

Berdasarkan pada perbandingan tekstur tulang Daspletosaurus dengan crocodilian-crocodilian yang masih ada, sebuah kajian pada 2017 oleh Thomas D. Carr et al. menemukan bahwa tiranosaurus memiliki rongga mulut yang datar dan luas yang tak meninggalkan ruang untuk bibir. Mereka juga menemukan bahwa bagian tengah rongga mulut tersebut adalah wadah kecil terkeratinisasi. Pada crocodilian, wadah semacam itu menyelimuti bundel-bundel neuron sensori yang dapat mendeteksi stimuli mekanikal, termal dan kimia.[41][42] Mereka memproporsalkan bahwa tiranosaurus mungkin juga memiliki bundel-bundel neuron sensori di bawah rongga mulut depan mereka dan dipakai untuk mengidentifikasikan obyek-obyek, mengukur suhu kandang mereka dan mengambil telur dan melakukan penetasan.[43]

Sejarah riset[sunting | sunting sumber]

Restorasi tengkorak oleh William D. Matthew dari tahun 1905, rekonstruksi pertama dari dinosaurus ini yang pernah diterbitkan[44]

Henry Fairfield Osborn, presiden American Museum of Natural History, menamai Tyrannosaurus rex pada 1905. Nama generik tersebut datang dari kata Yunani τυράννος (tyrannos, artinya "tiran") dan σαύρος (sauros, artinya "kadal"). Osborn memakai kata Latin rex, artinya "raja", untuk nama spesifik. Sehingga, Binomial lengkapnya dapat diterjemahkan menjadi "raja kadal tiran",[45] mengingat ukuran hewan tersebut dan anggapa bahwa hewan tersebut mendominasi spesies lainnya pada masanya.[46]

Pembagian Genetik[sunting | sunting sumber]

Sinonim[sunting | sunting sumber]

  • Manospondylus Cope, 1892
  • Dynamosaurus Osborn, 1905
  • Nanotyrannus Bakker, Williams et Currie, 1988
  • Dinotyrannus Olshevsky, 1995
  • Stygivenator Olshevsky, 1995

Posisi Taksonomi[sunting | sunting sumber]

Hasil Penelitian Tyrannosaurus[sunting | sunting sumber]

Cara Berdiri[sunting | sunting sumber]

Tipe Gozila (gambar-1)
Tipe Balance (gambar 2)

Dalam Cara Berdiri awalnya diperkirakan T-rex berjalan seperti gozila(seperti kangguru ketika berdiri). Tetapi akhir-akhir ini diperkirakan T-rex lebih bongkok Seperti yang ada di gambar-2.

Kecerdasan[sunting | sunting sumber]

Otak dan indra penciuman T-rex sangat bagus dan matanya pun terletak dibagian yang baik sehingga T-rex Bisa menyerang mangsa nya dengan baik karena T-rex bisa memperkirakan berapa jauh nya dengan mangsa dan bisa menyusun strategi. Dan ditambah dengan saluran setengah lingkaran yang bagus senhingga keseimbangannyapun bagus.

Kecepatan[sunting | sunting sumber]

Tentang Kecepatan T-rex Masih banyak Teori-teori yang kuat, disebabkan oleh fosil jejak T-rex yang langka, saat T-Rex akan berlari dia akan mundur terlebih dahulu untuk mencari power yang tepat atau untuk memfokuskan serangannya... Di bawah ini akan dijelaskan teori-teoritersebut

Teori 40 km/h~50 km/h
Berat T-rex diperkirakan sekitar 4-5ton sehingga para ilmuwan menyimpulkan bhwa kecepatan T-rex adalah 40-50km/h. Tetapi karena ditemukannya fosil-fosil T-rex, bisa dibilang bahwa berat T-rex lebih berat.
Teori Susah Lari
Donald Henderson membuat allosaurus dan Tyrannosaurus dengan gambar 3D dan membuat simulasi dan membandingkanya, dan dia menyatakan bahwa kecepatan T-rex paling cepat adalah 18km/h karena panjang langkah nya tidak terlalu besar pada tahun 1999. dan pada tahun 2002 John Hutchinson menyatakan bahwa T-rex tidak bisa lari.
Teori 30 km/h
Bill Sellers dari universitas Manchester membuat simulasi T-rex dan menyimpulkan bahwa berat T-rex adalah 6 ton dan kecepatan T-rex bisa mencapai 29km/h. di dalam teorinya pun dinyatakan kecepatan minimum T-rex 20km/h sampai 50km/h.

Dalam Kebudayaan Populer[sunting | sunting sumber]

Sejak pertama ditemukan T-rex menjadi amat terkenal. Salah satu kemunculannya yang paling terkenal adalah dalam film Jurassic Park. Mereka juga dimunculkan dalam serial dokumenter seperti serial 'walking with' dan juga game serta buku.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan

  1. ^ Dibaca /tˌrænəˈsɔːrəs, t-/, artinya "kadal tiran", dari bahasa Yunani Kuno tyrannos (τύραννος), "tiran", dan sauros (σαῦρος), "kadal"[1]

Kutipan

  1. ^ "Tyrannosaurus". Online Etymology Dictionary. 
  2. ^ Hicks, J. F.; Johnson, K. R.; Obradovich, J. D.; Tauxe, L.; Clark, D. (2002). "Magnetostratigraphy and geochronology of the Hell Creek and basal Fort Union Formations of southwestern North Dakota and a recalibration of the Cretaceous–Tertiary Boundary" (PDF). Geological Society of America Special Papers 361: 35–55. ISBN 0-8137-2361-2. doi:10.1130/0-8137-2361-2.35. 
  3. ^ DiChristina, Mariette (Apr 14, 2015). "Rise of the Tyrants". ... was merely the last survivor of a startling variety of tyrannosaurs that lived across the globe right up until the asteroid impact 66 million years ago ... 
  4. ^ a b c d e f g Hutchinson, J. R.; Bates, K. T.; Molnar, J.; Allen, V.; Makovicky, P. J. (2011). "A Computational Analysis of Limb and Body Dimensions in Tyrannosaurus rex with Implications for Locomotion, Ontogeny, and Growth". PLoS ONE 6 (10): e26037. PMC 3192160. PMID 22022500. doi:10.1371/journal.pone.0026037. 
  5. ^ a b c "Sue Fact Sheet" (PDF). Sue at the Field Museum. Field Museum of Natural History. 
  6. ^ a b c Hartman, Scott (July 7, 2013). "Mass estimates: North vs South redux". Scott Hartman's Skeletal Drawing.com. Diakses tanggal August 24, 2013. 
  7. ^ a b c Therrien, F.; Henderson, D. M. (2007). "My theropod is bigger than yours ... or not: estimating body size from skull length in theropods". Journal of Vertebrate Paleontology 27 (1): 108–115. ISSN 0272-4634. doi:10.1671/0272-4634(2007)27[108:MTIBTY]2.0.CO;2. 
  8. ^ a b Snively, Eric; Henderson, Donald M.; Phillips, Doug S. (2006). "Fused and vaulted nasals of tyrannosaurid dinosaurs: Implications for cranial strength and feeding mechanics" (PDF). Acta Palaeontologica Polonica 51 (3): 435–454. Diakses tanggal October 8, 2008. 
  9. ^ a b Meers, Mason B. (August 2003). "Maximum bite force and prey size of Tyrannosaurus rex and their relationships to the inference of feeding behavior". Historical Biology 16 (1): 1–12. doi:10.1080/0891296021000050755. 
  10. ^ Switeck, Brian (April 13, 2012). "When Tyrannosaurus Chomped Sauropods". Smithsonian Media. Diakses tanggal August 24, 2013. 
  11. ^ Hutchinson, John (July 15, 2013). "Tyrannosaurus rex: predator or media hype?". What's in John's Freezer?. Diakses tanggal August 26, 2013. 
  12. ^ Anderson, J. F.; Hall-Martin, A. J.; Russell, Dale (1985). "Long bone circumference and weight in mammals, birds and dinosaurs". Journal of Zoology 207 (1): 53–61. doi:10.1111/j.1469-7998.1985.tb04915.x. 
  13. ^ Bakker, Robert T. (1986). The Dinosaur Heresies. New York: Kensington Publishing. hlm. 241. ISBN 0-688-04287-2. OCLC 13699558. 
  14. ^ Henderson, D. M. (January 1, 1999). "Estimating the masses and centers of mass of extinct animals by 3-D mathematical slicing". Paleobiology 25 (1): 88–106. 
  15. ^ Erickson, Gregory M.; Makovicky, Peter J.; Currie, Philip J.; Norell, Mark A.; Yerby, Scott A.; Brochu, Christopher A. (2004). "Gigantism and comparative life-history parameters of tyrannosaurid dinosaurs". Nature 430 (7001): 772–775. PMID 15306807. doi:10.1038/nature02699. 
  16. ^ Farlow, J. O.; Smith, M. B.; Robinson, J. M. (1995). "Body mass, bone 'strength indicator', and cursorial potential of Tyrannosaurus rex". Journal of Vertebrate Paleontology 15 (4): 713–725. doi:10.1080/02724634.1995.10011257. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-23. 
  17. ^ Seebacher, Frank (2001). "A new method to calculate allometric length–mass relationships of dinosaurs". Journal of Vertebrate Paleontology 21 (1): 51–60. doi:10.1671/0272-4634(2001)021[0051:ANMTCA]2.0.CO;2. 
  18. ^ Christiansen, Per; Fariña, Richard A. (2004). "Mass prediction in theropod dinosaurs". Historical Biology 16 (2–4): 85–92. doi:10.1080/08912960412331284313. 
  19. ^ Boardman, T. J.; Packard, G. C.; Birchard, G. F. (2009). "Allometric equations for predicting body mass of dinosaurs". Journal of Zoology 279 (1): 102–110. doi:10.1111/j.1469-7998.2009.00594.x. 
  20. ^ Hone, David (2016). The Tyrannosaur Chronicles. Bedford Square, London: Bloomsbury Sigma. hlmn. 145–146. ISBN 978-1-4729-1125-4. 
  21. ^ Switek, Brian (17 October 2013). "My T. Rex Is Bigger Than Yours". National Geographic. Diakses tanggal 5 February 2017. 
  22. ^ a b c Brochu, C.R. (2003). "Osteology of Tyrannosaurus rex: insights from a nearly complete skeleton and high-resolution computed tomographic analysis of the skull". Society of Vertebrate Paleontology Memoirs 7: 1–138. JSTOR 3889334. doi:10.2307/3889334. 
  23. ^ Lipkin, Christine; Carpenter, Kenneth (2008). "Looking again at the forelimb of Tyrannosaurus rex". Dalam Carpenter, Kenneth; Larson, Peter E. Tyrannosaurus rex, the Tyrant King (Life of the Past). Bloomington: Indiana University Press. hlmn. 167–190. ISBN 0-253-35087-5. 
  24. ^ Stevens, Kent A. (June 2006). "Binocular vision in theropod dinosaurs". Journal of Vertebrate Paleontology 26 (2): 321–330. doi:10.1671/0272-4634(2006)26[321:BVITD]2.0.CO;2. 
  25. ^ Jaffe, Eric (July 1, 2006). "Sight for 'Saur Eyes: T. rex vision was among nature's best". Science News 170 (1): 3–4. JSTOR 4017288. doi:10.2307/4017288. Diakses tanggal October 6, 2008. 
  26. ^ Erickson, G.M.; Van Kirk, S.D.; Su, J.; Levenston, M.E.; Caler, W.E.; Carter, D.R. (1996). "Bite-force estimation for Tyrannosaurus rex from tooth-marked bones". Nature 382 (6593): 706–708. doi:10.1038/382706a0. 
  27. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama holtz1994
  28. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama paul1988
  29. ^ Smith, J. B. (December 2005). "Heterodonty in Tyrannosaurus rex: implications for the taxonomic and systematic utility of theropod dentitions". Journal of Vertebrate Paleontology 25 (4): 865–887. doi:10.1671/0272-4634(2005)025[0865:HITRIF]2.0.CO;2. 
  30. ^ Douglas, K.; Young, S. (1998). "The dinosaur detectives". New Scientist. Diakses tanggal October 16, 2008. One palaeontologist memorably described the huge, curved teeth of T. rex as 'lethal bananas' 
  31. ^ "Sue's vital statistics". Sue at the Field Museum. Field Museum of Natural History. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 29, 2007. Diakses tanggal September 15, 2007. 
  32. ^ Hone, D. (2012) "Did Tyrannosaurus rex have feathers?" The Guardian, October 17, 2012. Accessed online August 8, 2013.
  33. ^ Keim, B. (2012). "Giant Feathered Tyrannosaur Found in China." Wired, April 4, 2012. Accessed online August 8, 2013.
  34. ^ a b Xing Xu; Norell, Mark A.; Xuewen Kuang; Xiaolin Wang; Qi Zhao; Chengkai Jia (October 7, 2004). "Basal tyrannosauroids from China and evidence for protofeathers in tyrannosauroids". Nature 431 (7009): 680–684. PMID 15470426. doi:10.1038/nature02855. 
  35. ^ a b c Xing Xu; Wang, Kebai; Ke Zhang; Qingyu Ma; Xing, Lida; Sullivan, Corwin; Dongyu Hu; Shuqing Cheng; Shuo Wang (5 April 2012). "A gigantic feathered dinosaur from the Lower Cretaceous of China" (PDF). Nature 484: 92–95. PMID 22481363. doi:10.1038/nature10906. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 17 April 2012. 
  36. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama larson2008
  37. ^ Paul, Gregory S. (2008). "The extreme lifestyles and habits of the gigantic tyrannosaurid superpredators of the Late Cretaceous of North America and Asia". Dalam Carpenter, Kenneth; Larson, Peter E. Tyrannosaurus rex, the Tyrant King (Life of the Past). Bloomington: Indiana University Press. hlm. 316. ISBN 0-253-35087-5. 
  38. ^ Bell, P. R., Campione, N. E., Persons, W. S., Currie, P. J., Larson, P. L., Tanke, D. H., & Bakker, R. T. (2017). Tyrannosauroid integument reveals conflicting patterns of gigantism and feather evolution. Biology Letters, 13(6), 20170092.
  39. ^ Reisz, R. R.; Larson, D. (2016). "Dental anatomy and skull length to tooth size ratios support the hypothesis that theropod dinosaurs had lips". 4th Annual Meeting, 2016, Canadian Society of Vertebrate Palaeontology. ISSN 2292-1389. 
  40. ^ Kassam, A. Tyrannosaurus rouge: lips may have hidden T rex's fierce teeth. The Guardian, 21 May 2016.
  41. ^ Leitch, Duncan B.; Catania, Kenneth C. (2012-12-01). "Structure, innervation and response properties of integumentary sensory organs in crocodilians". Journal of Experimental Biology (dalam bahasa Inggris) 215 (23): 4217–4230. ISSN 0022-0949. PMID 23136155. doi:10.1242/jeb.076836. 
  42. ^ Di-Poï, Nicolas; Milinkovitch, Michel C. (2013-07-02). "Crocodylians evolved scattered multi-sensory micro-organs". EvoDevo 4: 19. ISSN 2041-9139. doi:10.1186/2041-9139-4-19. 
  43. ^ Carr, Thomas D.; Varricchio, David J.; Sedlmayr, Jayc C.; Roberts, Eric M.; Moore, Jason R. (2017-03-30). "A new tyrannosaur with evidence for anagenesis and crocodile-like facial sensory system". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris) 7: 44942. ISSN 2045-2322. doi:10.1038/srep44942. 
  44. ^ "The First Tyrannosaurus Skeleton, 1905". Linda Hall Library of Science, Engineering and Technology. Diarsipkan dari versi asli tanggal September 28, 2006. Diakses tanggal August 3, 2008. 
  45. ^ Berbanding dengan Oedipus Rex, yang diterjemahkan menjadi Oedipus sang Raja, sebagai bagian kedua dari nama spesies yang secara sintaktikal merupakan sebuah aposisi untuk nama genus tersebut.
  46. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama osborn1905

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Farlow, J. O.; Gatesy, S. M.; Holtz, T. R., Jr.; Hutchinson, J. R.; Robinson, J. M. (2000). "Theropod Locomotion". American Zoologist (The Society for Integrative and Comparative Biology) 40 (4): 640–663. doi:10.1093/icb/40.4.640. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Exhibits