Teknik pertambangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Penambangan batu bara terbuka dengan dump truck membelakanginya

Teknik pertambangan adalah disiplin teknik yang menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengekstraksi mineral dari bumi. Teknik pertambangan dikaitkan dengan banyak disiplin ilmu lainnya, seperti geologi, pengolahan mineral dan metalurgi, serta rekayasa geoteknik dan survei. Seorang insinyur pertambangan dapat mengelola setiap tahap operasi penambangan. Mulai dari eksplorasi dan penemuan sumber daya mineral, studi kelayakan, desain tambang, pengembangan rencana, produksi dan operasi, hingga penutupan tambang.

Dengan proses ekstraksi Mineral, sejumlah limbah dan material tidak ekonomis akan dihasilkan. Limbah dan material tersebut merupakan sumber utama pencemaran di sekitar tambang. Aktivitas penambangan menurut sifatnya menyebabkan terganggunya lingkungan alam di sekitar mineral tersebut berada. Oleh karena itu, para insinyur pertambangan tidak hanya bertanggung jawab terhadap proses eksplorasi, produksi dan pengolahan komoditas mineral, namun juga bertanggung jawab terhadap penanganan mitigasi kerusakan lingkungan baik selama maupun setelah kegiatan penambangan sebagai hasil dari perubahan di wilayah pertambangan.

Seorang insinyur pertambangan bekerja untuk mendapat komoditas tambang mineral dan batubara yang dikelompokkan ke dalam 5 (lima) golongan berikut:

  • Mineral radioaktif meliputi: uranium, radium, thorium, monasit, dan bahan galian radioaktif lainnya
  • Mineral logam meliputi: emas, tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium, mangaan, platina, bismuth,molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium, kromit,antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit, besi,galena, alumina, niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, erbium, ytterbium,dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium,neodymium, hafnium,scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium, iridium,selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin.
  • Mineral bukan logam meliputi: intan, korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa,fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika,magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit,gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batukuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen
  • Batuan meliputi: pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome,tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit,basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert,kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, topas,batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, kerikilsungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu),bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah (laterit),batu gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam atau unsur mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti ditinjau darisegi ekonomi pertambangan
  • Batubara meliputi batubara, bitumen padat, batuan aspal, dan gambut.

Penyelenggara[sunting | sunting sumber]

Perguruan tinggi penyelenggara teknik pertambangan di Indonesia (disusun berdasarkan abjad) yaitu:

Universitas

  1. Universitas 19 November Kolaka
  2. Universitas Bangka Belitung
  3. Universitas Bung Hatta Padang
  4. Universitas Cordova
  5. Universitas Hasanuddin
  6. Universitas Islam Bandung
  7. Universitas Islam Negeri Jakarta
  8. Universitas Jambi
  9. Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong
  10. Universitas Lambung Mangkurat
  11. Universitas Muara Bungo
  12. Universitas Muhammadiyah Mataram
  13. Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
  14. Universitas Mulawarman
  15. Universitas Muslim Indonesia
  16. Universitas Negeri Padang
  17. Universitas Negeri Papua
  18. Universitas Nusa Cendana
  19. Universitas Nusa Tenggara Barat
  20. Universitas Palangka Raya
  21. Universitas Pembangunan Nasional Veteran
  22. Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura
  23. Universitas Sriwijaya
  24. Universitas Syiah Kuala
  25. Universitas Trisakti
  26. Universitas Veteran Republik Indonesia

Institut

  1. Institut Sains Dan Teknologi Td Pardede
  2. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
  3. Institut Teknologi Bandung
  4. Institut Teknologi Medan
  5. Institut Teknologi Sains Bandung

Sekolah tinggi

  1. Sekolah Tinggi Energi & Mineral (PTK AKAMIGAS-STEM)
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Prabumulih
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Trisula
  4. Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
  5. Sekolah Tinggi Teknologi Mineral Indonesia
  6. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional

Akademi

  1. Akademi Pertambangan Makassar
  2. Akademi Teknik Pembangunan Nasional

Politeknik

  1. Politeknik Amamapare
  2. Politeknik Geologi Dan Pertambangan Agp
  3. Politeknik Halmahera
  4. Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi Rantau
  5. Politeknik Ketapang
  6. Politeknik Muara Teweh
  7. Politeknik Negeri Banjarmarmasin

Pranala luar[sunting | sunting sumber]