Teknologi industri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Teknologi industri adalah penggunaan ilmu teknik dan teknologi manufaktur untuk menjadikan produksi lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih efisien. Program studi teknologi industri biasanya mencakup instruksi teori optimisasi, faktor manusia, perilaku organisasi, proses industri, prosedur perencanaan industri, aplikasi komputer, dan pelaporan serta presentasi.[1]

Industri 4.0[sunting | sunting sumber]

Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan kontribusi pada perkembangan dunia industri. Industri dengan konsep penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional ini membawa perubahan baik dari segi produktifitas, efesiensi dan layanan konsumen yang signifikan. Adanya revolusi industri menjadi tantangan dunia industri untuk berpacu dengan perkembangan teknologi agar kompatible dan tak tergilas perkembangan zaman.[2]

Dampak[sunting | sunting sumber]

Adanya kemudahan dalam memperoleh informasi dan komunikasi dan juga adanya efektifitas dan efesiensi suatu produk yang nantinya akan berdampak pada ekonomi suatu negara. Jika efektifitas dan efesiensi negara lebih mudah maka dipastikan barang-barang atau produk yang dihasilkan akan lebih murah. Barang- barang atau produk yang tidak mahal berdampak pada kemudahan pengalokasian pendapatan nasional akan lebih meningkat, standart hidup lebih tinggi, ekonomi menjadi stabil, dan membawa kesejahteraan warga pada suatu negara[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]