Serajoedal Stoomtram Maatschappij

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Serajoedal Stoomtram Maatschappij N.V
Wilayah Jawa Tengah, sebagian Jawa Barat
Lebar sepur
  • 1.067 mm (3 ft 6 in)
  • 750 mm (2 ft 5 12 in) (khusus Trem kota dan Jalur tebu)
Kantor pusat Purwokerto,  Hindia Belanda sekarang Purwokerto,  Indonesia
Serajoedal Stoomtram Maatschappij
Lokomotif Kereta Uap Serajoedal Stoomtram Maatschappij.jpg
Lokomotif SDS yang dipajang di Purwokerto
Info
Kelas Trem
Sistem Trem
Status Sudah tak beroperasi
Lokal Daop 5 Purwokerto
Stasiun terminus Maos
Purwokerto Timur
Purbalingga
Wonosobo
Jumlah stasiun 36
Rute pelayanan 4
Nomor KA SDS 115-200
Operasional
Dibuka 1896-1917
Ditutup 1978
Operator Daerah Operasi V Purwokerto
Depot Purwokerto Timur, Banjarnegara dan Klampok
Sarana yang dijalankan C14, D10, D13
Lebar sepur 1067 mm
Kecepatan operasi 45-50 km/jam
Peta Rute

Templat:Serajoedal Stoomtram Maatschappij/rute

Lokomotif Kereta Uap seri C 1411 yang pernah dipakai Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS).
Peta rel SDS dan perusahaan gula
Jembatan untuk SDS di Patikraja.
Jembatan untuk SDS di daerah Sokaraja
Kereta Uap SDS melintasi persawahan.
Kereta Uap SDS di daerah Selokromo, Wonosobo

Serajoedal Stoomtram Maatschappij, disingkat sebagai SDS atau SDSM, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai "Perusahaan Kereta Uap Lembah Serayu", adalah sebuah perusahaan kereta api yang melintasi lembah Serayu dan menghubungkan kota-kota Maos, Patikraja, Purwokerto, Sokaraja, Purbalingga, Klampok, Mandiraja, Banjarnegara, sampai Wonosobo. Pembangunan jalur ini tidak dibangun secara bersamaan tetapi dalam tiga tahap. Pembangunan jalur SDS menelan biaya sebesar 1.500.000 Gulden yang dibiayai oleh perusahaan pembiayaan Financiele Maaatscappij van Nijverheidsondernemingen in Ned. Indies dan proyek ini dipimpin oleh Ir. C. Groll. Jalur kereta ini dibangun atas dasar kepentingan ekonomi Belanda, dengan memberikan fasilitas transortasi yang cepat dan murah untuk perusahaan-perusahaan pemerintah Belanda, khususnya perusahaan perkebunan gula.

Sekarang, jalur eks-SDS ini sudah ditutup pada tahun 1978 dan 1980. Namun, aset yang dahulu dimiliki SDS dan sekarang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto sejak 2006 yang sebelumnya dimiliki oleh Departemen Perhubungan RI antara tahun 1980-an sampai otonomi daerah pada 2001 dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah antara tahun 2001 sampai 2006.

Lokomotif yang pernah dipakai[sunting | sunting sumber]

  • Produksi Buyer Peakock C1401-C1414 (14 lokomotif)
  • Produksi Hartmann (Richard Hartmann) D1007-D1011 (5 lokomotif)
  • Produksi Hohenzollern D1301-D1303 (3 lokomotif)

Perusahaan-perusahaan yang menggunakan kereta ini[sunting | sunting sumber]

Tahapan pembangunan jalur[sunting | sunting sumber]

Tahap pertama[sunting | sunting sumber]

Tahap kedua[sunting | sunting sumber]

Tahap ketiga[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]