Lompat ke isi

Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur
Peta jaringan kereta api SDS pada Juli 1918
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas utama
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusMaos
Purwokerto Timur
Stasiun9
Operasi
Dibangun olehSerajoedal Stoomtram Maatschappij
Dibuka16 Juli 1896
PemilikSerajoedal Stoomtram Maatschappij
Data teknis
Panjang rel30 km
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi40 s.d. 60 km/jam
Peta rute
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

CP–YK
Maos
Left arrow Sikampuh  Kasugihan Right arrow
Pasar Maos
Glempang
Sampang (Banyumas)
Gambarsari (Banyumas)
ke Kebasen
(Left arrow CKP–CN–KYA)
Terowongan Kebasen
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Logawa
ke Notog
(CKP–CN–KYA Right arrow)
Mandirancang
Jembatan Patikraja
Sungai Serayu
Patikraja
Karanggude
PWT–WS
Purwokerto Timur
Left arrow Pasar Wage  Purwokerto Right arrow


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur adalah jalur kereta api non-aktif di Jawa Tengah sepanjang 30 km. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto serta menghubungkan Stasiun Purwokerto Timur dengan Stasiun Maos. Jalur ini dibangun pada zaman Hindia Belanda oleh perusahaan swasta Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS).

SDS merupakan perusahaan kereta api swasta yang pertama kali membangun jalur kereta api di Bumi Banyumas. Agar mobilitas pengangkutan penumpang dan hasil bumi dari Maos ke Banjarnegara (dan selanjutnya Wonosobo) lancar, SDS membangun jalur kereta api mulai dari Stasiun Maos menuju Stasiun Purwokerto Timur.[1] Berdasarkan besluit tertanggal 24 April 1894 yang disahkan oleh kolonial Belanda, dan segera melaksanakan konsesi pembangunan jalur kereta api dari Maos menuju Purwokerto Timur bersambung ke Banjarnegara.[2]

Dengan bermodal awal 1.500.000 gulden, jalur Maos–Purwokerto Timur akhirnya selesai pada tanggal 16 Juli 1896. Selanjutnya jalur ini diperpanjang hingga Sokaraja pada tanggal 5 Desember 1896, kemudian berakhir di Wonosobo pada tanggal 7 Juni 1917.[3]

Pada tanggal 1 Juli 1916, segmen jalur SS PatuguranKroya Staatsspoorwegen (SS) telah selesai dibangun. Agar memungkinkan pengguna jasa SS berpindah moda untuk ke Wonosobo, dibangunlah jalur kereta api transit dari Purwokerto menuju Purwokerto Timur.[4]

Jalur ini dibongkar pada masa pendudukan Jepang di Indonesia.

Jalur terhubung

[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif

[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif

[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Tidak ada layanan yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiun

[sunting | sunting sumber]
NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraWonosobo
Segmen MaosPurwokerto Timur
Diresmikan pada tanggal 16 Juli 1896
oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto
2016MaosMAKarangreja, Maos, Cilacapkm 390+078 lintas Bogor-Yogyakarta
km 0+000 lintas Maos-Cilacap
km 0+000 lintas Maos-Purwokerto Timur-Banjarnegara-Wonosobo
+8 mBeroperasi
Pasar Maos PMANasional 8 Jalan Raya Kesugihan–Maos–Sampang, Maos Kidul, Maos, Cilacapkm 3+400Tidak beroperasi
Glempang GLPNasional 8 Jalan Raya Panisihan, Glempang, Maos, Cilacapkm 5+800Tidak beroperasi
Sampang (Banyumas) SPNasional 8 Jalan Raya Kesugihan–Maos–Sampang, Sampang, Sampang, Cilacapkm 9+800Tidak beroperasi
Gambarsari GBSJalan Kebasen, Gambarsari, Kebasen, BanyumasTidak beroperasi
Mandirancang MDGJalan Serayu, Mandirancan, Kebasen, BanyumasTidak beroperasi
Patikraja PTRNasional 8 Jalan Raya Purwokerto–Patikraja, Patikraja, Patikraja, BanyumasTidak beroperasi
Karanggude KGDNasional 8 Jalan Raya Purwokerto–Patikraja, Sidabowa, Patikraja, BanyumasTidak beroperasi
2240 Purwokerto Timur PKTKranji, Purwokerto Timur, Banyumaskm 28+986
km 2+739 (dari Purwokerto SS)
+75 mTidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [5][6]
  • Pengidentifikasi stasiun: [7]
  • Tanggal pembukaan jalur: [8]:106–124

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Oemar, Mohammad; Sudarjo; Abu Suud (1994). Sejarah Daerah Jawa Tengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI.
  2. Staatsblad van Nederlandsch-Indië, 1895
  3. Zuhdi, Susanto (2002). Cilacap (1830-1942): bangkit dan runtuhnya suatu pelabuhan di Jawa. Jakarta: Gramedia.
  4. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "verslag"
  5. Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). {{cite book}}:
  6. Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  7. Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  8. Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.