Manu (Hindu)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama Hindu
HINDUISME
Topik
Sejarah • Mitologi • Kosmologi • Dewa-Dewi
Keyakinan
Brahman • Atman • Karmaphala • Samsara • Moksa • Ahimsa • Purushartha • Maya
Filsafat
Samkhya • Yoga • Mimamsa • Nyaya • Waisesika • Wedanta (Dwaita • Adwaita • Wisistadwaita)
Pustaka
Weda (Samhita • Brāhmana •
Aranyaka • Upanishad) • Wedangga • Purana • Itihasa • Bhagawadgita • Manusmerti • Arthasastra • Yogasutra • Tantra
Persembahyangan
Puja • Meditasi • Yoga • Bhajan • Upacara • Mantra • Murti
Hari Raya
Dipawali • Nawaratri • Siwaratri • Holi • Janmashtami • Durgapuja • Nyepi
OM Portal agama Hindu

Dalam agama Hindu, Manu adalah leluhur manusia pada setiap Manwantara, yaitu suatu kurun zaman dalam satu kalpa. Ada empat belas Manwantara, sehingga ada empat belas Manu. Menurut mitologi Hindu, zaman sekarang adalah Manwantara ketujuh, dan umat manusia diturunkan oleh Manu ketujuh yang bernama Waiwaswata, sebab merupakan putra Dewa Wiwaswat alias Surya.

Manu yang pertama adalah Swayambu Manu, yang dipercaya sebagai kakek moyang manusia pada Manwantara pertama. Menurut mitologi Hindu, Swayambu Manu menikah dengan Satarupa dan memiliki keturunan. Anak cucu dari Manu disebut Manawa (secara harfiah berarti keturunan Manu), merujuk kepada spesies manusia. Menurut agama Hindu, Swayambu Manu dan Satarupa merupakan pria dan wanita pertama di dunia—sama seperti Adam dan Hawa dalam agama Yahudi, Kristen dan Islam—pada Manwantara pertama, atau era kehidupan pertama.

Waiwaswata Manu, atau Manu yang sekarang, dikatakan merupakan putra dari Surya (Wiwaswan), yaitu dewa matahari menurut mitologi Hindu. Waiwaswata Manu terlahir pada zaman Satyayuga dan mendirikan kerajaan bernama Kosala, dengan pusat pemerintahan di Ayodhya. Ia memiliki sepuluh anak: Wena, Dresnu (Dresta), Narisyan (Narisyanta), Nabaga, Ikswaku, Karusa, Saryati, Ila, Persadru (Persadra), dan Nabagarista. Dalam kitab Matsyapurana, ia muncul sebagai raja yang menyelamatkan umat manusia dari bencana air bah setelah mendapat pesan dari Wisnu yang berwujud ikan (Matsya Awatara).

Manwantara[sunting | sunting sumber]

Menurut agama Hindu, keberadaan alam semesta tak lepas dari siklus kalpa. Satu kalpa berlangsung selama jutaan tahun, dan satu kalpa terdiri dari empat belas Manwantara (siklus Manu). Pada setiap Manwantara, umat manusia diturunkan oleh seorang Manu. Menurut Purana, enam Manwantara telah berlalu dan Manwantara yang ketujuh sedang berlangsung. Pada Manwantara yang sekarang, umat manusia merupakan keturunan Waiwaswata Manu. Jadi, tujuh Manwantara lainnya akan terjadi pada masa depan, dan umat manusia diturunkan oleh seorang Manu yang baru. Daftar para Manu dipaparkan di bawah ini:

Manwantara Manu
Pertama Swayambu
Kedua Swarocisa
Ketiga Utama
Keempat Tamasa
Kelima Raiwata
Keenam Caksusa
Ketujuh Waiwaswata
Kedelapan Sawarni
Kesembilan Daksasawarni
Kesepuluh Brahmasawarni
Kesebelas Darmasawarni
Kedua belas Rudrasawarni
Ketiga belas Rocya atau Dewasarni
Keempat belas Botya atau Indrasawarni

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]