Dinasti Surya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sebuah roda dari Kuil Matahari di Konark. Konark di Orissa, India, terkenal dengan kuil Mataharinya. Arca di dalam kuil adalah Konaditya. Secara harfiah Konaditya terdiri dari kata Kon+Aditya (Sun in perticuler direction).

Dinasti Surya atau Dinasti Matahari atau Suryawangsa adalah salah satu dinasti terkemuka dalam sejarah dan mitologi agama Hindu."Surwanshi" berarti seseorang dari kalangan dinasti ini. Kaum ini dikenal paling panjang umur dan paling makmur pada zaman India Kuno sampai berdirinya Magadha. Ayodhya adalah ibukota mereka. Kota Ayodhya didirikan oleh Waiwaswata Manu yang merupakan putra sulung Wiwaswan (Surya). Raja penting di Ayodhya yang terakhir adalah Wrehadbala, yang dibunuh oleh Abimanyu dalam perang di Kurukshetra. Raja Ayodhya terakhir dari dinasti ini adalah Sumitra, pada masa Dinasti Nanda. Dinasti penting lainnya adalah Chandrawangsa atau Dinasti Candra. Meskipun para raja banyak memiliki putra dan putri, sebagaimana aturan Manu, maka hak ada pada anak sulung. Menurut aturan ini hanya putera sulung yang berhak mewarisi tahta dan menjadi raja, itu pun jika tidak dilarang oleh para pemuka agama atau tidak memiliki cacat fisik. Meski demikian, putera yang lebih muda juga menurunkan tokoh-tokoh sejarah dari dinasti kasta Ksatria maupun Waisya.

Klan ini banyak dihubungkan dengan Rama, Raja Ayodhya yang layak menurut aturan pewarisan kerajaan namun ia didiskualifikasi oleh ayahnya karena janji yang dibuat untuk permaisuri Kekayi. Raja-raja dalam dinasti ini dimulai semenjak terciptanya dunia dan orang pertama adalah Wiwaswan atau Wiwaswat. Nama Wiwaswan berarti "Penguasa cahaya", yaitu Sang Surya atau Dewa Matahari. Putranya bernama Waiwaswata Manu. Raja terkemuka yang pertama adalah Ikswaku. Oleh karena itu, dinasti ini juga dikenal sebagai Dinasti Ikswaku.

Daftar para raja[sunting | sunting sumber]

  1. Wiwaswan atau Wiwaswat (Surya) – Dewa Matahari, yang mendirikan Dinasti Surya. Putra Kasyapa dan Aditi. Di kemudian hari ia dikenal sebagai Surya.
  2. Waiwaswata Manu – Raja umat manusia yang pertama dalam legenda Hindu. Pemimpin Manwantara ketujuh. Ia mendirikan kota Ayodhya.
  3. Ikswaku – Raja terkemuka yang pertama dalam Dinasti Surya. Ia memiliki seratus putra. Setengahnya memerintah Utarapata (India Utara) dan sebagian lagi memerintah Daksinapata (India Selatan).
  4. Wikuksi
  5. Kakutsta atau Puranjaya
  6. Anena atau Anaranya
  7. Pertu
  8. Wiswagaswa
  9. Ardra atau Candra
  10. Yuwanaswa I
  11. Srawasta – Raja Ayodhya. Pendiri kota Srawasti, dekat Kosala.
  12. Wrehadaswa I
  13. Kubalayaswa
  14. Dredaswa
  15. Pramoda
  16. Haryaswa I
  17. Nikumba
  18. Santaswa
  19. Kersaswa
  20. Prasenjit I – Raja Ayodhya. Puterinya yang bernama Renuka menikahi Bagawan Jamadagni. Putranya bernama Parasurama.
  21. Yuwanaswa II – Raja Ayodhya. Ia menikahi Gori, puteri Matinara dari Dinasti Candra.
  22. Mandata – Raja Ayodhya. Ia merupakan seorang raja terkenal yang bergelar Cakrawartin (penakluk dunia).
  23. Purukutsa – Raja Ayodhya. Ia membantu para Naga berperang melawan Gandarwa.
  24. Tradasyu
  25. Sambuta
  26. Anaranya II
  27. Trasdaswa
  28. Haryaswa II
  29. Basuman
  30. Tridanwa
  31. Triyaruna
  32. Satyabrata atau Trisangku – Raja Ayodhya. Ia menikah dengan putri dari Kekaya yang bernama Satyaraksha. Hariscandra adalah putranya. Raja Trisangku terkenal dengan kisah "Surga Trisangku" karena keinginannya yang keras untuk masuk surga dengan badan kasar.
  33. Hariscandra – Putra Trisangku. Ia seorang raja yang terkenal akan kejujurannya dan kesetiannya terhadap dharma.
  34. Rohitaswa – Putra Hariscandra. Ia mendirikan kota Rohtas Garh di India.
  35. Harita
  36. Cancu
  37. Wijaya
  38. Rusaka
  39. Wreka
  40. Bahu atau Asita – Raja Ayodhya. Ia diserang dan ditaklukkan oleh wangsa kesatria lain. Meninggalkan Ayodhya dan pergi ke Himalaya bersama permaisurinya. Pada saat itu permaisurinya hamil lalu melahirkan Sagara.
  41. Sagara – Putera Asita. Ia merebut Ayodhya kembali yang telah diduduki oleh kesatria "Haihaya" dan "Taljanghi". Ia memiliki permaisuri bernama Kesini dan Sumati. Ia memiliki enam puluh ribu putera.
  42. Asamanjasa atau Asmanja – Putera Sagara. Ia diusir oleh anaknya sendiri yang bernama Ansuman karena tindakannya yang buruk.
  43. Ansuman – Putera Asamanjas. Ia mencoba untuk membawa Gangga dari surga demi membersihkan arwah paman-pamannya, namun usahanya tidak berhasil.
  44. Dilipa I – Putera Ansuman. Ia mencoba untuk membawa Gangga dari surga, namun usahanya tidak berhasil.
  45. Bhagiratha – Putera Dilipa. Ia berhasil membawa Gangga turun dari surga untuk membersihkan arwah leluhurnya.
  46. Sruta
  47. Nabaga
  48. Ambarisa
  49. Sindhu Dwipa
  50. Pratayu
  51. Srutuparna
  52. Sarwakama
  53. Sudasa
  54. Sodasa atau Mitrasaha
  55. Sarwakama II
  56. Ananaranya III
  57. Nigna
  58. Raghu I
  59. Duliduha
  60. Dilipa II atau Khatwang Dilipa
  61. Raghu II atau Dirghbahu – Putra Dilipa. Ia terkenal sebagai raja dalam legenda yang menaklukkan beberapa wilayah di Asia. Setelah kemenangannya, Dinasti Surya juga dikenal sebagai Dinasti Raghu atau Raghuwangsa.
  62. Aja – Putra Raghu. Ia menikah dengan seorang bidadari yang bernama Indumati. Ia memiliki putera bernama Dasarata.
  63. Dasarata – Putra Aja. Ia memiliki tiga permaisuri bernama Kosalya, Sumitra, dan Kekayi. Ia memiliki empat putra bernama Rama, Bharata, Laksmana, dan Satruga. Di antara keempat putranya, Rama yang terkenal.
  64. Rama – Putra Dasarata. Ia dipandang sebagai awatara Wisnu yang ketujuh oleh umat Hindu. Ia dikenal sebagai pembunuh raksasa Rahwana dalam wiracarita terkenal bernama Ramayana. Ia menikah dengan Sita dari Mithila dan memiliki dua orang putera bernama Lawa dan Kusa.
  65. Lawa dan Kusa – Putra Rama dan Sita. Lawa memerintah Dakshina Kosala dan Kusa memerintah Uttara Kosala. Ayodhya dipimpin oleh Kusha.
  66. Atiti
  67. Nisada
  68. Nala
  69. Naba
  70. Pundarika
  71. Ksemandawa
  72. Dewanika
  73. Ahinagu
  74. Paripatra
  75.  ? (tidak diketahui)
  76. Bala
  77. Ukta
  78. Bajranaba
  79. Sangka
  80. Wiswasaha
  81. Hiranyanaba
  82. Pusya
  83. Druwasandi
  84. Sudarsana
  85. Agniwarna
  86. Sigaraga
  87. Maru
  88. Prasuta
  89. Susandi
  90. Amarsa
  91. Wisrutawana
  92. Wisrawabahu
  93. Prasenjit II
  94. Taksaka
  95. Wrehadbala atau Brihadbala – Raja Ayodhya. Ia turut serta dalam sebuah perang besar antara Pandawa dan Korawa di daratan Kurukshetra. Ia memihak Korawa dan akhirnya gugur di tangan Abimanyu.
  96. Brahataksatra
  97. Arukasaya
  98. Watsawyuha
  99. Pratiwyuma
  100. Diwakara
  101. Sahadewa
  102. Wrehadaswa II
  103. Banurata
  104. Pratitaswa
  105. Supratika
  106. Marudewa
  107. Sunaksetra
  108. Antariksa
  109. Susena
  110. Anibajit
  111. Wrihadabanu
  112. Dharmi
  113. Kretanjaya
  114. Rananjaya
  115. Sanjaya
  116. Prasenjit III
  117. Ksudaraka
  118. Kulaka
  119. Surata
  120. Sumitra – Raja Ayodhya terakhir dari Dinasti Surya. Pada abad 4 SM, Raja Mahapadma Nanda dari Dinasti Nanda mendesaknya untuk meninggalkan Ayodhya. Ia melarikan diri ke Rohtas bersama putra-putranya. Kemudian puteranya yang bernama Kurma memimpin Rohtas.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]