Mandata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mandata
मन्धत
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaMandata
Ejaan Dewanagariमन्धत
Ejaan IASTMandhata
Nama lainMandatri
Kitab referensiWisnupurana
AsalAyodhya, Kerajaan Kosala
Kastaksatria
Profesiraja
DinastiSurya
Anak50 putri

Mandata (Sanskerta: मन्धत; Mandhata) atau Mandatri adalah seorang tokoh dalam mitologi Hindu, putra Raja Yuwanaswa dari dinasti Surya. Mandata dikenal sebagai salah satu Cakrawartin, atau penguasa dunia. Mandata memiliki 50 putri.

Mitologi[sunting | sunting sumber]

Menurut kitab Wisnupurana, pada masa pemerintahannya, ada seorang resi bernama Subari yang hidup di bawah air selama 12 tahun. Sang resi sering bermain dengan keluarga raja ikan sehingga timbul hasrat untuk memiliki keturunan. Kemudian ia menuju istana Mandata untuk melamar salah satu putri sang raja. Mandata merasa jijik melihat tubuh sang resi yang sudah tua dan berpenyakit. Ia tidak berani menolak permohonan sang resi karena takut dikutuk. Maka Mandata berkata bahwa hanya sang putrilah yang berhak menentukan calon suaminya, dan itu sudah menjadi tradisi pada saat itu. Sang resi menyadari bahwa itu hanya siasat Mandata agar para putrinya tidak menikahi seorang pria tua renta. Lalu sang resi meminta kesempatan untuk mengunjungi para putri satu per satu. Bila ada putri yang berkenan, maka putri itu akan dinikahi. Bila tidak ada yang berkenan, maka sang resi akan pergi dengan lapang dada. Mandata pun menyetujui usul sang resi.

Dengan kesaktiannya, sang resi mengubah wujudnya menjadi seorang pria tampan. Konon, karena ketampanannya, seluruh putri Mandata ingin menikahinya. Kemudian sang resi membawa seluruh putri ke asramanya. Di sana ia memanggil Wiswakarma, arsitek para dewa, untuk membangun sebuah istana megah untuk setiap putri. Wiswakarma berhasil melaksanakannya dan seluruh putri merasa nyaman.

Setelah beberapa hari, Mandata mengunjungi asrama sang resi untuk melihat keadaan para putrinya. Di sana ia terkesima karena banyak istana megah. Ia memasuki salah satu istana dan menemui salah satu putrinya. Putrinya berkata bahwa ia merasa sangat nyaman dengan istana dan pelayanan yang diberikan Subari, namun ia kecewa karena Subari mampu menemaninya sepanjang waktu sehingga para putri lainnya mungkin terabaikan. Saat Mandata memasuki istana berikutnya, ia pun mendengar keluhan yang sama dari putrinya, dan hal itu terjadi berulang hingga ia menemui putrinya yang terakhir. Putrinya yang terakhir mengatakan keluhan yang sama seperti para saudaranya yang lain, sehingga Mandata sadar bahwa sang resi adalah orang yang sangat sakti.

Ternyata, dengan kekuatan saktinya, Subari menggandakan dirinya hingga berjumlah 50, lalu seluruhnya menemani 50 putri Mandata. Itulah yang membuat para putri Mandata merasa Subari menemaninya sepanjang waktu. Mandata belum pernah melihat fenomena seperti itu, kemudian ia bersujud di hadapan sang resi.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]