Sidoarjo, Sidoarjo
Sidoarjo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Sidoarjo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Gundari, S.Sos, M.Si. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 200.170 jiwa | ||||
| Kode pos | 61211 - 61219 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.15.08 | ||||
| Kode BPS | 3515110 | ||||
| Luas | 62,03 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 24 | ||||
| |||||
Sidoarjo (atau sering disebut Sidoarjo Kota) adalah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang berperan sebagai ibu kota kabupaten. Kecamatan ini terletak di jalur strategis yang menghubungkan Kota Surabaya di utara dengan Malang dan Pasuruan di selatan. Sidoarjo merupakan kecamatan yang kepadatan penduduknya tinggi dengan jumlah penduduk lebih dari 200 ribu jiwa pada tahun 2024.[1] Sidoarjo adalah pusat ekonomi kabupaten dengan banyaknya pusat perbelanjaan modern hingga industri besar. Kecamatan Sidoarjo memiliki infrastruktur yang lengkap seperti Stasiun Sidoarjo, rumah sakit, gelanggang olahraga (termasuk Stadion Gelora Delta), taman kota, dan pusat peribadatan.
Jalur utama di kecamatan ini adalah jalan nasional yang menghubungkan Surabaya dengan Malang seperti Jalan Jenggolo. Jalan tersebut melintasi alun-alun serta pusat pemerintahan. Jalur penting lainnya adalah Jalan Lingkar Timur yang terdapat Mal Pelayanan Publik, pasar ikan, serta kawasan industri terbesar di kecamatan ini yaitu Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE). Sedangkan ke arah barat terdapat kawasan bundaran besar di sekitar GOR dan jika terus ke barat terdapat Gerbang Tol Sidoarjo di ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol. Beberapa wilayah di kecamatan ini berada di barat tol seperti Cemeng Kalang, Suko, dan Lebo yang terdapat jalan penghubung menuju Sidoarjo bagian barat seperti Krian.
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Sidoarjo adalah kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang terletak di timur. Geografinya berupa dataran rendah dan wilayahnya memanjang dari perbatasan Wonoayu hingga Selat Madura. Sebagian besar wilayahnya berupa kawasan urban padat penduduk dan banyak industri, kecuali bagian timurnya yang banyak ditemukan areal tambak. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kawasan urban di kecamatan ini melebar ke kecamatan sekitarnya seperti Candi dan Buduran. Walaupun merupakan ibu kota kabupaten, tetapi masih terdapat kampung-kampung terpencil yang berada di tengah tambak seperti Kalikajang dan Pucukan.
Batas wilayah Kecamatan Sidoarjo adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | Kecamatan Buduran dan Kecamatan Sukodono |
| Timur | Selat Madura |
| Selatan | Kecamatan Sidoarjo |
| Barat | Kecamatan Wonoayu |
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Sejarah Kecamatan Sidoarjo berkaitan erat dengan terbentuknya Kabupaten Sidokare (Regentschap Sidokarie). Kabupaten ini terbentuk berdasarkan surat Gubernur Jenderal Belanda tahun 1859 dan merupakan pemisahan dari Kabupaten Surabaya. Kabupaten Sidokare mencakup Distrik Djenggolo I, II, III, IV dan Rawapoeloe I dan II. Bupati pertama Sidokare adalah RTP. Tjokronegoro I yang dimakamkan di komplek Makam Asri Hing Pendhem belakang Masjid Agung Sidoarjo.[2] Selanjutnya, nama kabupaten diubah menjadi Kabupaten Sidoarjo dan distrik atau kawedanan ditata ulang menjadi Kawedanan Sidoarjo, Taman, Krian, dan Porong. Kawedanan Sidoarjo berpusat di Kecamatan Sidoarjo dan mencakup Kecamatan Sidoarjo, Candi, dan Buduran.[3]
Daftar kelurahan dan desa
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Sidoarjo terdiri dari 10 desa dan 14 kelurahan yang dibagi menjadi beberapa rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT), yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Wilayah | Tipe | Jumlah RW / RT | Jumlah Penduduk (2024) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Banjarbendo | Desa | 14 / 38 | 8.883 |
| 2 | Bluru Kidul | Desa | 16 / 82 | 18.804 |
| 3 | Bulusidokare | Kelurahan | 8 / 48 | 8.323 |
| 4 | Celep | Kelurahan | 6 / 19 | 5.685 |
| 5 | Cemengbakalan | Desa | 5 / 24 | 4.450 |
| 6 | Cemengkalang | Kelurahan | 6 / 16 | 4.035 |
| 7 | Gebang | Kelurahan | 9 / 44 | 7.281 |
| 8 | Jati | Desa | 10 / 41 | 10.197 |
| 9 | Kemiri | Desa | 6 / 24 | 7.628 |
| 10 | Lebo | Desa | 5 / 18 | 5.876 |
| 11 | Lemahputro | Kelurahan | 6 / 39 | 12.266 |
| 12 | Magersari | Kelurahan | 7 / 44 | 14.019 |
| 13 | Pekauman | Kelurahan | 3 / 12 | 2.575 |
| 14 | Pucang | Kelurahan | 7 / 30 | 5.915 |
| 15 | Pucanganom | Kelurahan | 5 / 24 | 6.052 |
| 16 | Rangkah Kidul | Desa | 4 / 22 | 4.513 |
| 17 | Sarirogo | Desa | 7 / 26 | 5.347 |
| 18 | Sekardangan | Kelurahan | 8 / 31 | 7.501 |
| 19 | Sidokare | Kelurahan | 16 / 64 | 15.658 |
| 20 | Sidoklumpuk | Kelurahan | 6 / 18 | 5.302 |
| 21 | Sidokumpul | Kelurahan | 6 / 30 | 5.964 |
| 22 | Suko | Desa | 14 / 76 | 17.489 |
| 23 | Sumput | Desa | 9 / 62 | 8.569 |
| 24 | Urangagung | Kelurahan | 10 / 35 | 7.838 |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]


- Alun-alun Sidoarjo dan Monumen Jayandaru
- Stasiun Sidoarjo
- Masjid Agung Sidoarjo
- Pendopo Delta Wibawa
- Stadion Gelora Delta dan GOR
- Mal Pelayanan Publik
- Taman Tandjoeng Poeri
Pusat perbelanjaan dan industri
[sunting | sunting sumber]- Suncity Mall Sidoarjo dan Waterpark
- Lippo Plaza Sidoarjo
- Ciplaz Sidoarjo
- Mitra10 Jenggolo
- Pasar ikan Jalan Lingkar Timur[4]
- Pasar ikan hias[5]
- Kampung Batik Jetis[6]
- Sidoarjo Rangkah Industrial Estate (SiRIE)
Fasilitas kesehatan
[sunting | sunting sumber]- RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo
- RS Delta Surya
- RS DKT
- RSI Siti Hajar
- RSU Jasem
- Puskesmas Sidoarjo
- Puskesmas Sekardangan
- Puskesmas Urangagung
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Sidoarjo. 2025-02-28.
- ↑ "MENGENAL SIDOARJO : SEKILAS SEJARAH SIDOARJO". www.sidoarjokab.go.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Diakses tanggal 2026-05-23.
- ↑ [Administratieve indeling van Java en Madoera] - sheet 3 (Oost Java). Leiden University Libraries Digital Collections. 1936.
- ↑ Annisa Firdausi (2023-10-16). "Yuk Lihat Tempat Pelelangan Ikan Sidoarjo di Lingkar Timur". RADAR SIDOARJO.
- ↑ Vega Dwi Arista (2023-02-27). "Sepi Pengunjung, Pedagang Pasar Ikan Hias Sidoarjo Minta Dukungan Pemasaran". RADAR SIDOARJO.
- ↑ Savira Oktavia (2023-10-02). "Mengenal Batik Jetis Khas Sidoarjo yang Sudah Ada Sejak 1675". DETIK JATIM.
