Banjarsari, Surakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kecamatan Banjarsari)
Jump to navigation Jump to search
Banjarsari
Kecamatan
Banjarsari.svg
Peta lokasi Kecamatan Banjarsari
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kota Solo
Luas 14,81 km²
Jumlah penduduk 157.438 (2010)
Kepadatan 10.630 per km²
Desa/kelurahan 13

Banjarsari (Hanacaraka: ꦧꦚ꧀ꦗꦂꦱꦫꦶ , Jawa: Banjarsari) adalah kecamatan yang terletak di pusat kota Solo. Di kecamatan ini terletak stasiun Solo Balapan yang melayani perjalanan kereta api menuju Jakarta/Yogyakarta, Surabaya dan Semarang. Selain itu di sini terletak pula Terminal Tirtonadi yang merupakan terminal bus.

Selain itu di kecamatan ini terletak Pura Mangkunagaran, istana kerajaan Mangkunegara, salah satu ahli waris kerajaan Mataram Baru. Kecamatan ini adalah kecamatan terbesar di Solo dan kebetulan juga kecamatan yang paling kaya. Banyak hotel berbintang internasional terletak di kecamatan ini.

Selain itu terdapat tiga pemakaman penting di kecamatan ini: TPU Bonoloyo, Astana Utara Nayu, dan Astana Bibis Luhur.

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar 13 kelurahan di Banjarsari:

Lokasi-Surakarta-Banjarsari.png Kode Pos
Banjarsari 57130
Timuran 57131
Keprabon 57131
Ketelan 57132
Punggawan 57132
Kestalan 57133
Setabelan 57133
Gilingan 57134
Nusukan 57135
Kadipiro 57136
Banyuanyar 57137
Sumber 57138
Manahan 57139
Mangkubumen 57139

Kadipiro merupakan kelurahan paling utara di Solo

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Banjarsari berbatasan dengan empat kecamatan di Solo dan dua kabupaten:

Yang terletak di kecamatan ini[sunting | sunting sumber]

Monumen 45 Banjarsari[sunting | sunting sumber]

Monumen yang baru saja selesai di renovasi pada akhir tahun 2015, dengan menelan biaya sebesar Rp3.346.681.000,- (tiga miliar tiga ratus empat puluh enam juta enam ratus delapan puluh satu ribu rupiah) yang berasal dari APBD Kota Surakarta adalah monumen yang menggambarkan perjuangan rakyat Surakarta dan sekitarnya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengusir penjajah Belanda dari bumi Surakarta.

Pasar Legi[sunting | sunting sumber]

Salah satu Pasar Tradisional terbesar di Kota Surakarta. Terletak di sebelah tenggara Monumen 45 Banjarsari. Pasar Legi ini adalah pasar yang menjadi urat nadi perekonomian di Kota Surakarta, bahkan menjadi barometer harga sembako di kawasan Surakarta dan sekitarnya. Sampai dengan saat ini Pasar Legi masih bercorak pasar tradisional yang jauh dari kesan modern. Di tengah gencarnya pembangunan pusat-pusat perbelanjaan modern, Pasar Legi masih dapat bertahan dan tetap menjadi pusat perkulakan untuk barang-barang kebutuhan pokok semisal beras, terigu, sayur mayur, bumbu dapur, ikan dan produk olahannya, daging ayam/sapi dan olahannya serta minyak curah. di beberapa bagian Pasar Legi (Los/Kios) juga dikhususkan untuk pedagang yang menjual beragam motif kain dan pakaian.

Terminal Tirtonadi[sunting | sunting sumber]

Terminal utama Bus baik itu jurusan antar kota, antar provinsi, antar pulau maupun bus dengan trayek dalam kota. Terminal Tirtonadi ini juga baru saja selesai direnovasi. Rencananya di atas terminal tirtonadi ini akan dibangun sebuah mall, sehingga bisa menjadi daya tarik baik bagi konsumen lokal ataupun konsumen/penumpang dari luar kota yang kebetulan singgah di stasiun tirtonadi. Namun sampai dengan saat ini proyek tersebut belum berjalan, baru pada tahap pembuatan atap beton di atas terminal tirtonadi.

Beberapa trayek yang cukup banyak diminati penumpang adalah trayek bus : Solo - Surabaya PP, Solo - Yogyakarta PP, Solo - Jakarta PP, Solo - Tawangmangu PP dan Solo - Wonogiri PP

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi dan pranala luar[sunting | sunting sumber]