Gereja Santo Antonius, Surakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gereja Santo Antonius Purbayan

Gereja Katolik Santo Antonius Surakarta (atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan (Hanacaraka:ꦒꦿꦺꦗ​ꦏꦠꦸꦭꦶꦏ꧀​ꦱꦤ꧀ꦠꦺꦴ​ꦄꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤꦶꦪꦸꦱ꧀​ꦥꦸꦂꦧꦪꦤ꧀, Gréja Katulik Santo Antonius Purbayan) adalah gereja Katolik pertama yang ada di Kota Solo. Gereja ini berdiri pada bulan November 1916. Tanggal 13 Juni dipilih menjadi Hari Jadi/Ulang tahun Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan, karena pada tanggal tersebut merupakan hari peringatan Santo Pelindung Gereja yaitu Santo Antonius dari Padua. Gereja Santo Antonius Purbayan pada awalnya merupakan Stasi dari Gereja Gedangan Semarang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun (2 Agustus) 1859 tersebut, bagian tenggara stasi Semarang mulai dipisah. Berdirilah Gereja Ambarawa yang menjangkau wilayah; Ambarawa, Salatiga, Solo, Madiun, Pacitan. Pada tahun 1862 sudah ada Jesuit (Yohannes F van der Hagen, SJ) yang ditempatkan bertugas di Ambarawa dan Yogyakarta. Tahun 1865 stasi kedua dipisahkan dari Semarang.

Gereja Santo Antonius Purbayan hadir sejak 13 Juni 1913. Gereja Katolik pertama di kota Solo, yang dulunya adalah merupakan bagian/Stasi dari Gereja Gedangan, Semarang. Setelah menjadi Paroki, kini Paroki Purbayan memiliki banyak anak, dan cucu. Diantaranya Paroki di sekitar Purbayan, Paroki St Petrus Purwosari -anak pertama- dilanjutkan, Paroki SP Maria Regina Purbowardayan, Paroki San Inigo Dirjodipuran, Paroki St Maria Kartasura, Paroki St Paulus Kleco, dan lainnya sungguh banyak tidak dapat disebutkan satu persatu.

Gereja St. Antonius Purbayan merupakan salah satu dari sekian banyak arsitektur peninggalan kolonial Belanda di Solo yang berdiri pada tahun 1916. Sembilan tahun sebelumnya sudah ada aktivitas gereja di Purbayan yang dimulai di gedung Pastoran pada tahun 1907, yang merupakan cikal bakal berdirinya Gereja St. Antonius Purbayan yang pada waktu itu masih menjadi stasi dari gereja Gedangan Semarang. Dalam fakta sejarah, gereja ini merupakan saksi salah satu peninggalan arsitektur kolonial dari masa ke masa kota Solo, dimana denyut nadi kehidupan baik politik, ekonomi, budaya, maupun agama bermuara disekitar lanskap itu. Benteng Vastenburg, Bank Indonesia, Balaikota Surakarta, Pasar Gede. Diperluas dan diberkati oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Julius Darmaatmaja, SJ pada tahun 1986.

Gereja Katolik St. Antonius Purbayan didirikan oleh Romo Cornelis Stiphout,SJ. Pada tanggal 24 Desember 1949, di gereja ini dibaptis seorang pahlawan bernama Slamet Riyadi yang mengambil nama baptis Ignatius. Gereja ini pernah dipugar pada tahun 1988 pada zaman Rama Leonard Smit,SJ. Kardinal Julius Darmaatmadja,SJ juga pernah menjadi Pastor Paroki Purbayan yang melahirkan Paroki SP. Maria Regina Purbowardayan, Surakarta. Pastor Paroki mulai tahun 2006 sampai sekarang ialah Rm.Romanus Wahana Wegig,SJ lalu Rm.J.Abdi Pranata,SJ lalu pindah ke tangan Rm.Albertus Mardi Santosa,SJ dan sekarang berada di tangan Rm.Stefanus Bagus Aris Rudiyanto,SJ(mulai 15 September 2018). Gereja ini mempunyai lonceng yang diberi nama St.Maria dan St.Ignatius yang dibunyikan pada doa Angelus, atau sebelum misa dimulai. Lalu juga ada patung rohani yang diimpor dari Belanda.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan teretak di Jalan Arifin No. 1, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Solo. Lokasi Gereja yang sangat strategis, yaitu di sebelah Balai Kota Solo, dan berada di pusat Kota Solo, menjadikan Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan sering dikunjungi oleh umat Katolik dari luar kota. Selain itu Gereja ini juga dilindungi oleh UU Cagar Budaya, karena Gereja ini merupakan salah satu dari banyak bangunan kuno di Kota Solo.

Daerah sekitar Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan di juga masih ada beberapa bangunan kuno yang masih terjaga keasliannya di antaranya Pasar Gede, Gedung Bank Indonesia, Benteng Vastenburg, Keraton Kasunanan. Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan memiliki perbedaan dibandingan pada awal mula pembangunan Gereja ini. Perbedaan yang mencolok adalah sisi dalam Gereja diperlebar tanpa mengurangi sisi historis bangunan ini.

Jadwal Perayaan Ekaristi[sunting | sunting sumber]

  • Harian pk.05.30, pk.06.15 WIB
  • Jumat Pertama pk.05.30, pk.06.15, pk.12.00 WIB, pk.18.00 WIB
  • Sabtu Sore pk.16.30, pk.18.00 WIB
  • Minggu Pagi: pk.05.30, pk.07.00, pk.08.30 WIB, Sore: pk.16.30, pk.18.00 WIB

Referensi[sunting | sunting sumber]