Bahasa Sogdiana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bahasa Sogdiana
Dituturkan di Sogdiana
Wilayah Asia Tengah, China
Era 100 SM – 1000 M[1]
berkembang menjadi bahasa Yaghnobi
Indo-Eropa
Aksara Sogdiana
Abjad Suryani[3]
Abjad Mani
Kode bahasa
ISO 639-2 sog
ISO 639-3 sog
Glottolog sogd1245[4]
Naskah berbahasa Sogdiana—surat dari seorang rentenir yang berasal dari kira-kira abad ke-9 hingga abad ke-13.
Pendeta Maniisme menulis naskah bahasa Sogdiana, Khocho, Cekungan Tarim, lk. abad ke-8 atau 9 Masehi.
Fragmen sebuah kain brokat sutra Sogdiana, kira-kira 700 M.
Orang Sogdiana memberi persembahan kepada Buddha, Bezeklik, Cekungan Tarim Timur, China, abad ke-8.
Patung keramik dari zaman Dinasti Tang yang menggambarkan pedagang Sogdiana mengendarai unta.

Bahasa Sogdiana (ᠰᠤᠬᠳᠢᠠᠤ swγδyʼw) adalah sebuah bahasa dari rumpun bahasa Iran yang dahulu digunakan di wilayah Sogdiana, Asia Tengah yang kini mencakup daerah negara Uzbekistan dan Tajikistan, serta di beberapa komunitas imigran di China dahulu. Bahasa Sogdiana adalah salah satu bahasa Iran Pertengahan terbesar bersama bahasa Baktria, Saka Khotan, bahasa Persia Pertengahan, dan Parthia. Bahasa Sogdiana terekam di dalam koleksi pustaka yang besar.

Bahasa Sogdiana umumnya dikelompokkan dengan bahasa-bahasa Iran Timur Laut yang sebetulnya bukan sebuah rumpun namun sebuah sprachbund. Tidak ada bukti primer yang ditemukan mengenai versi awal dari bahasa Sogdiana ("Sogdiana Lama"), walaupun penyebutan area Sogdiana telah ditemukan di naskah bahasa Persia Lama yang menunjukkan daerah Sogdiana yang terpisah paling tidak sejak zaman Kekaisaran Akhemeniyah (559-323 SM).

Bahasa Sogdiana seperti bahasa Khotan memiliki gramatika dan morfologi yang lebih konservatif daripada bahasa Persia Pertengahan. Sebuah bahasa Iran Timur modern yaitu Yaghnobi merupakan perkembangan dari sebuah dialek bahasa Sogdiana yang digunakan kira-kira pada abad ke-8 di Ustrashana, sebuah wilayah di selatan Sogdiana.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada zaman Dinasti Tang berkuasa di China (kira-kira abad ke-7 M), bahasa Sogdiana menjadi lingua franca di Jalur Sutra di Asia Tengah,[5][6] sehingga bahasa Sogdiana dapat memiliki banyak kata-kata lewat proses penyerapan seperti tym (hotel) dari bahasa Tionghoa Pertengahan /tem/ ((Tionghoa)).[7]

Kedudukan politik dan ekonomi bahasa Sogdiana membuatnya dapat bertahan hingga beberapa abad setelah Penaklukan Islam di Sogdiana di awal abad ke-8. Pada abad tersebut pula, sebuah dialek digunakan oleh masyarakat di Ustrashana (ibu kota di Bunjikat, kini di dekat Istaravshan, Tajikistan), sebuah wilayah di selatan Sogdiana. Kini dialek Sogdiana tersebut telah berkembang menjadi bahasa Yaghnobi[8] yang masih digunakan oleh masyarakat Yaghnobi.

Penemuan naskah-naskah bahasa Sogdiana[sunting | sunting sumber]

Penemuan fragmen-fragmen naskah bahasa Sogdiana di daerah Xinjiang, China memicu penelitian terhadap bahasa ini. Robert Gauthiot dan Paul Pelliot memulai penerjemahan naskah-naskah bahasa Sogdiana yang telah Pelliot temukan dari penjelajahannya di Dunhuang. Gauthiot kemudian menerbitkan banyak artikel berdasarkan penelitiannya terhadap naskah-naskah Pelliot. Salah satu artikel ternama Gauthiot adalah sebuah glosarium naskah Sogdiana, yang tengah dalam proses pengerjaan saat ia meninggal di Perang Dunia Pertama. Karyanya kemudian dilanjutkan oleh Émile Benveniste setelah kematian Gauthiot's .[9]

Berbagai naskah-naskah Sogdiana telah ditemukan di koleksi naskah Turfan dari Ekspedisi Jerman yang dikelola oleh Museum Etnologi Berlin.[9] Naskah-naskah yang ditemukan hampir seluruhnya adalah naskah keagaamaan Maniisme dan Kristen. Kebanyakan dari naskah keagamaan bahasa Sogdiana berasal dari abad ke-9 dan 10.[10]

Dunhuang dan Turfan merupakan dua situs utama yang memiliki koleksei naskah Mani, Buddha, dan Kristen dalam bahasa Sogdiana terbesar. Naskah yang ditemukan di Sogdiana sendiri berjumlah lebih sedikit. Naskah-naskah tersebut menuliskan hubungan ekonomi dari seorang raja kecil Sogdiana bernama Divashtich. Naskah-naskah tersebut berasal dari masa penaklukkan Islam kira-kira pada tahun 700.[10]

Aksara[sunting | sunting sumber]

Seperti bahasa-bahasa Iran Pertengahan lainnya, aksara Sogdiana merupakan pengembangan dari Abjad Aram. Seperti aksara Pahlavi, bahasa Sogdia ditulis dengan campuran logogram atau ideogram berupa kata-kata Aram yang ditulis sebagai lambang kata bahasa Sogdiana. Aksara Sogdiana merupakan asal dari aksara Uyghur Lama, yang kemudian menjadi asal aksara Mongolia.

Serupa dengan aksara Proto-Sinai lainnya, tidak ada tanda khusus untuk bunyi vokal. Huruf konsonan ’ y w seperti pada bahasa Aram dapat digunakan sebagai matres lectionis untuk bunyi vokal panjang [a: i: u:]. Akan tetapi, pada bahasa Sogdiana, huruf konsonan juga terkadang dipakai untuk bunyi vokal pendek (yang terkadang juga tidak dipakai karena pada bahasa Aram, bunyi terebut merupakan bunyi bawaan/selalu ada).[11] Untuk membedakan vokal panjang dan pendek, huruf alif dapat ditulis sebelum huruf yang berbunyi panjang.[11]

Bahasa Sogdiana juga ditulis dalam aksara Mani dengan huruf berjumlah 29 huruf.[12] Dalam transkripsi aksara Sogdiana ke huruf Latin, ideogram Aram sering dilambangkan dengan huruf kapital.

Gramatika[sunting | sunting sumber]

Kata benda[sunting | sunting sumber]

Stemmer halus[sunting | sunting sumber]

Kasus mask. a neut. a fem. ā mask. u fem. ū mask. ya fem. jamak
nominatif -i -u -a, -e -a -a -i -yā -ta, -īšt, -(y)a
vokatif -u -u -a -i, -u -iya -yā -te, -īšt(e), -(y)a
akusatif -u -u -u, -a -u -u -(iy)ī -yā(yī) -tya, -īštī, -ān(u)
genitif/datif -yē -ya -(uy)ī -uya -(iy)ī -yā(yī) -tya, -īštī, -ān(u)
lokatif -ya -ya -ya -(uy)ī -uya -(iy)ī -yā(yī) -tya, -īštī, -ān(u)
instrumental/ablatif -a -a -ya -(uy)ī -uya -(iy)ī -yā(yī) -tya, -īštī, -ān(u)

Stemmer keras[sunting | sunting sumber]

Kasus mask. fem. jamak
nominatif -t
vockatif Ø, -a -e -te
akusatif -tī, -ān
genitif/datif -tī, -ān
lokatif -tī, -ān
instrumental/ablatif -tī, -ān

Stemmer terikat[sunting | sunting sumber]

Kasus mask. aka neut. aka fem. ākā mask. jamak fem. jamak
nominatif (-ō), -ē -ēt -ēt, -āt
vokatif (-ā), -ē (-ō), -ē (-āte), -ēte -ēte, -āte
akusatif (-ō), -ē (-ō), -ē -ētī, -ān -ētī, -ātī
genitif/datif -ētī, -ān -ētī, -ātī
lokatif -ētī, -ān -ētī, -ātī
instrumental/ablatif (-ā), -ē (-ā), -ē -ētī, -ān -ētī, -ātī

Kata kerja[sunting | sunting sumber]

Indikatif kala kini[sunting | sunting sumber]

Sudut pandang
orang
Halus Keras
Pertama tunggal -ām -am
Dua tunggal -ē, (-Ø) -Ø, -ē
Tiga tunggal -ti -t
Pertama jamak -ēm(an) -ēm(an)
Kedua jamak -θa, -ta -θ(a), -t(a)
Ketiga jamak -and -and

Indikatif imperfek[sunting | sunting sumber]

Sudut pandang
orang
Halus Keras
Pertama tunggal -u -Ø, -u
Dua tunggal -i -Ø, -i
Tiga tunggal -a
Pertama jamak -ēm(u), -ēm(an) -ēm(u), -ēm(an)
Kedua jamak -θa, -ta -θ(a), -t(a)
Ketiga jamak -and -and

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Bahasa Sogdiana at MultiTree on the Linguist List
  2. ^ Jacques Gernet (31 Mei 1996). A History of Chinese Civilization. Cambridge University Press. hlm. 282–. ISBN 978-0-521-49781-7. 
  3. ^ Sigfried J. de Laet; Joachim Herrmann (1 Januari 1996). History of Humanity: From the seventh century B.C. to the seventh century A.D. UNESCO. hlm. 467–. ISBN 978-92-3-102812-0. 
  4. ^ Nordhoff, Sebastian; Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2013). "Sogdian". Glottolog. Leipzig: Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. 
  5. ^ Rachel Lung (7 September 2011). Interpreters in Early Imperial China. John Benjamins Publishing Company. hlm. 151–. ISBN 978-90-272-8418-1. 
  6. ^ Weinberger, E., "China's Golden Age", The New York Review of Books, 55:17. Diakses pada 2008-10-19.
  7. ^ Hanson, Valerie (2012). The Silk Road: A New History. Oxford University Press. hlm. 136. 
  8. ^ Paul Bergne (15 Juni 2007). The Birth of Tajikistan: National Identity and the Origins of the Republic. I.B.Tauris. hlm. 6–. ISBN 978-1-84511-283-7. 
  9. ^ a b Utz, David. (1978). Survey of Buddhist Sogdian studies. Tokyo: The Reiyukai Library.
  10. ^ a b "Iranian Languages"(2009). Encyclopædia Britannica. Diakses pada 2009-04-09
  11. ^ a b Clauson, Gerard. 2002. Studies in Turkic and Mongolic linguistics. P.103-104.
  12. ^ Gershevitch, Ilya. (1954). A Grammar of Manichean Sogdian. p.1. Oxford: Blackwell.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]