Bahasa Laki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Laki
لەکی
Lekî
Dituturkan diIran dan Turki
WilayahProvinsi Hamadan, Ilam, Lorestan, dan Kermanshah di Iran, dan sedikit di Turki
EtnisKurdi (Laki)
Penutur bahasa
1.000.000 (tahun 2000), termasuk 150.000 penutur satu bahasa (tidak tercantum tanggal)[1]
Abjad Arab-Persia (Abjad Kurdi)
Kode bahasa
ISO 639-3lki
Glottologlaki1244[3]
Linguasfer58-AAC-aac

Bahasa Laki (bahasa Kurdi: له‌کی ,لکي, bahasa Persia: لکی) adalah salah satu bahasa Iran Barat Laut yang terdiri dari dua dialek; Pish-e Kuh Laki dan Posht-e Kuh Laki.[4] Laki dianggap sebagai salah satu dialek Kurdi,[1][5][6][7][8][9] oleh hampir seluruh ahli bahasa.[2] Laki dituturkan di Khorramabad dan Kermanshah oleh sekitar sejuta jiwa.[1][10]

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Laki dituturkan di Iran dan Turki. Di Iran, isoglosa Laki terbentang dari Khorramabad hingga ke timur di Kermanshah, dari Holeylan ke Harsin.[10] Laki adalah bahasa utama di Selseleh, Delfan, Kuhdasht, dan Khawa, di Provinsi Lorestan,[11] termasuk Oshtorinan di Borujerd,[12] dan sekitar Malayer dan Nahavand di Provinsi Hamadan.[13] Di Provinsi Kermanshah, Laki adalah bahasa utama di Harsin, Kangavar, Sahneh, and in the southern halves of Kermanshah, dan Eslamabad-e Gharb.[14] Ada juga kantong Laki di Khorasan, Kerman dan sekitar 100.000 penutur di 70 desa di sekitar Kelardasht di Mazandaran.[15]

Di Turki, bahasa ini dituturkan oleh suku Şêxbizin, yang tersebar di seluruh penjuru negeri.[16]

Penggolongan[sunting | sunting sumber]

Laki digolongkan sebagai dialek Kurdi Selatan atau ragam dari Kurdi yang masih diperdebatkan,[2] tetapi perbedaan antara Laki dan dialek Kurdi Selatan lainnya sebenarnya sangat sedikit.[8] Namun, ahli bahasa bernama berpendapat bahwa Laki tidak dapat dianggap sebagai dialek dari Kurdi Selatan karena Laki bersifat ergativus dan dengan demikian merupakan bahasa Kurdi keempat.[17]

Ahli bahasa lain berpendapat bahwa Laki mirip dengan bahasa Kurdi tetapi penggolongannya masih belum jelas pada rumpun bahasa Iran Barat Laut.[4]

Terkadang Laki juga digolongkan sebagai dialek dari Luri, etapi penutur Luri mengklaim bahwa Laki merupakan "bahasa yang sulit dipahami".[5] Ahli bahasa bernama Shahsavari menunjukkan bahwa Laki kadang-kadang dilihat sebagai 'bahasa transisi antara Kurdi dan Luri'.[18]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sastra lisan[sunting | sunting sumber]

Dua bagian penting yang membagi sastra lisan Laki adalah sastra lisan keagamaan dan sastra astronomi. Sastra lisan keagamaan didominasi oleh pujian lisan Syiah dan Yarsan, sedangkan sastra astronomi menjelaskan tentang peristiwa luar angkasa keseluruhan dan pengaruhnya, kekuatan matahari, bulan, minggu, dan kisah tentang bintang-bintang. Bagian ketiga dan sedikit dari sastra lisan Laki adalah ayat-ayat tentang alam dan kehidupan sehari-hari. Dalam cerita rakyat daerah pedesaan, fal gərtən atau peramalan juga termasuk dalam sastra lisan.[19]

Sastra tulisan[sunting | sunting sumber]

Halaman kamus Persia–Laki, dibuat pada tahun 1811 M.

Penggunaan Laki dalam penulisan sastra merupakan fenomena yang lebih baru dan oleh karena itu belum banyak dikembangkan.[20] Penggunaannya terhambat oleh status Gorani sebagai basantara di antara orang Kurdi, yang menunjukkan bahwa penutur Laki menulis puisi mereka dalam bahasa Gorani.[21] eskipun demikian, beberapa karya Laki awal termasuk sajak empat baris berjudul al-shi'r bi-l-fahlawīya (tahun 716 Hijriyah) yang disimpan dalam manuskrip abad ke-14, dan Jang-i Hamawan yang merupakan versi Laki yang diadaptasi secara bebas dari Syahnamah oleh Ferdowsi.[22] Mele Perîşan (1356–1431) juga menulis diwan dalam bahasa Gorani yang sangat dipengaruhi oleh bahasa Laki.[23]

Manzuma paling terkenal di Laki adalah Darcenge ditulis oleh Sayid Nushad Abu al-Wafa'i, seorang rekan Sultan Sahak dan sezaman dengan Nader Shah. Darcenge berisi pertanyaan tentang peristiwa yang terjadi di dunia dengan jawaban yang canggih. Periode ini juga melihat banyak versi Laki dari Kalâm-e Saranjâm.[24]

Selain itu, banyak manuskrip berjudul Kule bad (berarti "angin terus-menerus") bertebaran di sekitar wilayah tersebut. Manuskrip-manuskrip ini banyak muncul pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 dan digunakan untuk mengungkapkan berkah pada alam dan untuk meminta angin yang sesuai untuk alasan pertanian. Nama-nama penting dari abad ke-18 hingga ke-20 termasuk Najaf Kalhuri (1739–1799), Tirkamir (wafat 1815), Yaqub Maydashti,[25] Mila Manuchichr Kuliwand, dan Mila Haqq Ali Siyahpush.[26]

Fonologi[sunting | sunting sumber]

Fonologi Laki identik dengan dialek Kurdi Selatan lainnya, yang menyimpang dari Kurmanji dan Soran yang juga memiliki bunyi /øː/, /oː/, dan /ʉː/.[27]

Fonem Vokal[28]
  Depan Tengah Belakang
Nirbundar Bundar Nirbundar Nirbundar
Tinggi ʉ
ɨ
ʊ
Separuh tinggi øː o
Separuh-rendah ɛ
Rendah a ɑː

Perbandingan kosakata kerabat[sunting | sunting sumber]

Kosakata[29] Laki Kurmanji Luri
(Khorramabadi)
garam xöwa xwê nəmak
minyak rīn řûn reğo
api āgör agir taš
pergi šī, ra čû ra
datang hawt hat ōma
jatuh kat ket oftā
berkata vöt, gōt got got
lapar vörsönī, versörnī biřčî gosna
sini īra vir īčö
sana ūra wir ūčö

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Ethnologue ().
  2. ^ a b c Anonby (2021).
  3. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Laki". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  4. ^ a b Anonby (2004), hlm. 7.
  5. ^ a b Anonby (2003), hlm. 180.
  6. ^ Windfuhr (2009), hlm. 587.
  7. ^ Schmitt (2000), hlm. 85.
  8. ^ a b Hamzeh’ee (2009).
  9. ^ Dehqan (2008).
  10. ^ a b Fattah (2000), hlm. 56.
  11. ^ Dehqan (2008), hlm. 295 & 297.
  12. ^ Department of Studies and Planning of Lorestan Province ().
  13. ^ Vajehyab ().
  14. ^ "Sensus Republik Islam Iran, 1385 (2006)". Republik Islam Iran. Diarsipkan dari versi asli (Excel) tanggal 2011-11-11. 
  15. ^ Fattah (2000), hlm. 57.
  16. ^ Dr. Mikaîlî (2020), hlm. 8–10.
  17. ^ Fattah (2000), hlm. 55-56.
  18. ^ Shahsavari (2010), hlm. 79.
  19. ^ Dehqan (2008), hlm. 299.
  20. ^ Ahmadzadeh (2021), hlm. 704.
  21. ^ Dehqan (2008), hlm. 296 & 299.
  22. ^ Dehqan (2008), hlm. 296.
  23. ^ Hamzeh’ee (1990), hlm. 60 & 238.
  24. ^ Dehqan (2008), hlm. 296–297.
  25. ^ Dehqan (2016), hlm. 118.
  26. ^ Dehqan (2008), hlm. 298.
  27. ^ Fattah (2000).
  28. ^ Mirdehghan & Moradkhani (2010), hlm. 513–531.
  29. ^ Anonby (2004), hlm. 20.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Pustaka lanjutan[sunting | sunting sumber]