Alexander Albon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Alexander Albon
Alex albon (51383514844) (cropped).jpg
KebangsaanBendera Thailand Thailand
Lahir23 Maret 1996 (umur 25)
London, Inggris
Karier FIA Formula 2
Musim debut2017
No. mobil5
Mantan timART Grand Prix, DAMS
Start44
Menang4
Pole3
Lap tercepat1
Hasil terbaik3rd di 2018
Ajang sebelumnya
2017-2018
2016
2015
20122014
20132014
2012
FIA Formula 2
GP3 Series
FIA Formula 3 European Championship
Eurocup Formula Renault 2.0
Formula Renault 2.0 NEC
Formula Renault 2.0 Alps

Alexander Albon Ansusinha (bahasa Thai: อเล็กซานเดอร์ อัลบอน อังศุสิงห์) (lahir 23 Maret 1996) merupakan seorang pembalap mobil kelahiran Inggris yang dalam karier profesionalnya memakai paspor Thailand. Ia sekarang berkompetisi di Deutsche Tourenwagen Masters bersama Liam Lawson. Sebelumnya, Albon pernah masuk ajang Formula Satu pada musim 2019 dengan membalap bersama tim Toro Rosso, sebelum naik pangkat ke Red Bull Racing sampai musim 2020.[1][2] Ia akan kembali ke F1 bersama tim Williams F1.[3]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Albon lahir di Portland Hospital di London, Inggris pada 23 Maret, 1996. Ayahnya, Nigel Albon, adalah seorang mantan pembalap asal Inggris yang berpartisipasi di Kejuaraan British Touring Car dan Porsche Carrera Cup.[4] Ibunya, Kankamol, berasal dari Thailand.

Besar di Bures, Suffolk bersama tiga saudara perempuan dan satu adik laki-laki, Albon bersekolah di Ipswich School sebelum keluar untuk mengejar karier balap profesionalnya, menyebut Michael Schumacher and Valentino Rossi sebagai tokoh inspirasi ketika masih muda.[5] Albon memiliki kewarganegaraan Inggris dan Thailand secara bersamaan, dan membalap dengan bendera Thailand. Albon diketahui menganut Buddha dan sekarang tinggal di Monako dan Milton Keynes dekat dengan kantor pusat Red Bull Racing.[6] Saat ini ia sedang dalam hubungan dengan pemain Ladies Professional Golf Association "Lily" Muni He.[7]

Dalam sebuah wawancara, Albon membicarakan bahwa ibunya pernah dipenjara saat ia baru berumur 15 tahun di tahun 2012 dengan alasan penipuan penjualan mobil. Albon menggambarkan tahun tersebut sebagai "sejauh ini yang terburuk dalam hidup saya".[8]

Karier Formula Satu[sunting | sunting sumber]

Toro Rosso (Januari–Juli 2019)[sunting | sunting sumber]

Pada 26 November 2018, Albon dikonfirmasi bahwa ia dilepas dari kontrak dengan tim Formula E-nya Nissan e.dams setelah rumor bahwa ia akan membalap bersama Toro Rosso. Di hari yang sama, Toro Rosso mengumumkan Albon akan bergabung untuk musim 2019 bersama Daniil Kvyat. Dia adalah pembalap asal Thailand kedua yang berkompetisi di F1, yang pertama sejak Pangeran Bira di musim 1954.[9][10]

Di Grand Prix Bahrain, balapan kedua di karier Formula Satu Albon, dia finis di posisi ke-9 dan mencetak poin pertamanya. Di balapan selanjutnya di China, Albon memulai balapan di pit setelah tabrakan besar di Free Practice 3 dan tidak bisa mengikuti kualifikasi. Albon finis di posisi ke-10 dan mendapatkan pengargaan 'Driver Of The Day'.[11] Albon kembali mencetak poin setelah finis di posisi ke-8 di Monako.[12] Setelah sebuah DNF di Grand Prix Kanada 2019 dan tiga finis berturut-turut diluar poin, Albon finis dengan kuat di posisi ke-6 di Grand Prix Jerman 2019, dengan rekan setimnya Kvyat finis di podium, yang kedua dalam sejarah Toro Rosso.[13][14] Albon kembali mencetak poin setelah finis di posisi ke-10 di Grand Prix Hongaria.

Red Bull (Agustus 2019–2021)[sunting | sunting sumber]

2019[sunting | sunting sumber]

Albon membalap untuk Red Bull di Grand Prix F1 Italia 2019.

Pada 12 Agustus 2019, Red Bull mengumumkan Albon akan menggantikan Pierre Gasly dari Grand Prix Belgia dan seterusnya, dengan Gasly kembali ke Toro Rosso.[15] Perubahan tersebut datang setelah Gasly kesusahan menyamakan kecepatannya dengan Max Verstappen. Red Bull mengatakan bahwa mereka akan "menggunakan sembilan balapan selanjutnya untuk mengevaluasi performa Alex untuk memutuskan siapa yang akan menjadi rekan Max di musim 2020.” Tentang pemecatan Gasly, Ketua tim Red Bull Christian Horner mengatakan: "Pierre benar-benar harus mengambil waktu untuk refleksi, dan belajar. Kami sangat butuh ia memahami potensial dari mobilnya."[16]

Di balapan pertamanya dengan Red Bull Grand Prix Belgia, Albon terpaksa memulai dari posisi ke-17 karena mengganti power unit, lalu ia finis di posisi ke-5 setelah menyalip Sergio Pérez.[17][18] Sepasang finis di posisi ke-6 di Italia dan Singapura kemudian menyusul. Setelah tabrakan di kualifikasi di Russia, yang mengharuskan Albon memulai dari pit, Albon finis di posisi ke-5 lagi.[19] Albon dan Verstappen mencetak waktu yang sama persis saat kualifikasi di Grand Prix Jepang, namun memulai balapan dari posisi ke-6, karena mencetak waktu setelah Verstappen. Albon pun menyelesaikan balapan di posisi ke-4, yang tertinggi di karirnya.[20] Ia finis di posisi ke-5 dua kali berturu-turut di Grand Prix Meksiko dan Amerika Serikat. Di Brasil, Albon berada di posisi ke-2 di Brazil sebelum bersentuhan dengan Lewis Hamilton, yang menyebabkan Albon merosot ke posisi ke-14. Hamilton kemudian menerima penalti 5 detik karena menyebabkan tabrakan tersebut.[21] Di balapan terakhir di Abu Dhabi, Albon adalah salah satu kandidat yang bisa finis di posisi ke-6 di kejuaraan, namun ia finis ke-6 di balapan tersebut, dan tidak bisa melebihi poin Carlos Sainz dan Pierre Gasly. Ia pun menyelesaikan debutnya di F1 di posisi ke-8, dengan total 92 poin.[22] Di akhir musim, Albon menerima penghargaan Rookie of the Year.[23]

2020[sunting | sunting sumber]

Albon di Barcelona dalam sesi testing pramusim.

Albon melanjutkan karirnya dengan Red Bull bersama dengan Verstappen untuk musim 2020.[24] Di balapan pembuka di Austria, Albon memulai dari posisi ke-4 dan naik ke posisi ketiga setelah rekannya Verstappen keluar dari balapan. Ketika Albon mencoba menyalip Hamilton untuk posisi kedua, keduanya saling bersentuhan, menyebabkan Albon melebar ke area runoff. Hamilton menerima penalti 5 detik, yang menurunkannya dari posisi kedua menjadi keempat di klasifikasi final.[25] Albon masih bisa melanjutkan balapan tapi akhirnya keluar dari balapan karena masalah elektrikal yang mungkin disebabkan tabrakan tersebut.[26] Di balapan selanjutnya, Ia qualified 5th in the wet, 3 posisi dibelakang rekannya Max Verstappen. Di dalam balapan, Albon kurang kecepatan dibandingkan rekan setimnya, menyelesaikan balapan dengan jarak 10 detik meski hanya masuk pit sekali. Albon berada dibawah tekanan Sergio Pérez, sebelum kerusakan sayap depan pada mobilnya setelah kontak dengan Albon, yang membuat Albon finis di urutan ke-4. Red Bull mengatakan mereka tidak tahu kenapa Albon kekurangan kecepatan dalam balapan.[27]

Saat kualifikasi di Grand Prix Hungaria, Albon tertahan, mengorbankan putarannya. Ia tidak bisa ikut di bagian kedua kualifikasi, dan berakhir di urutan ketiga belas tercepat. Dia berhasil naik kembali ke posisi kelima di balapan. Tempat kelimanya berada terancam saat Red Bull dipanggil ke steward karena mengeringkan grid Albon, tetapi akhirnya dia tidak dihukum.[28][29] Albon menyelesaikan Grand Prix Belgia di posisi keenam setelah disalip oleh pembalap Renault Esteban Ocon pada lap terakhir.[30]

Alex Albon di Grand Prix Toskana 2020, dimana ia memperoleh podium untuk pertama kalinya.

Di Grand Prix Italia, Albon lolos ke urutan kesembilan, empat posisi di belakang rekan setimnya Max Verstappen. Albon mengatakan dia tidak berpikir larangan mode mesin kualifikasi akan menyakiti Red Bull, meskipun tampil buruk. Balapan tersebut dimenangkan Pierre Gasly, sedangkan ia mengakhiri balapan di posisi ke-15.[31] Albon meraih podium Formula Satu pertamanya di Grand Prix Toskana, menyalip Daniel Ricciardo di lap ke-51 setelah balapan dimulai kembali. Podium Albon merupakan podium pertama bagi pebalap Formula Satu asal Thailand di Kejuaraan Dunia.[32] Dia mengambil podium kedua di karier Formula Satunya di Grand Prix Bahrain setelah Sergio Pérez keluar dari posisi ketiga karena kegagalan mesin, membuatnya menjadi pembalap asal Asia pertama yang naik podium lebih dari satu kali di Formula 1.[33]

Albon menyelesaikan musim 2020 di urutan ke-7 dengan 105 poin dan 2 podium.[34]

2021[sunting | sunting sumber]

Albon diturunkan menjadi pembalap cadangan dan pengembangan di 2021, dan ia digantikan oleh Sergio Pérez.[35] Setelah diturunkan, Albon mengatakan bahwa "ini menyakitkan" tapi ia masih berharap untuk kembali ke F1 dengan Red Bull.[36]

Williams (2022 dan seterusnya)[sunting | sunting sumber]

Albon akan membalap untuk Williams di musim 2022 bersama Nicholas Latifi, menggantikan George Russell yang akan membalap untuk Mercedes.[3]

Karier DTM[sunting | sunting sumber]

Albon sekarang berpartisipasi di beberapa ronda Deutsche Tourenwagen Masters musim 2021, bergantian dengan pembalap Formula E Nick Cassidy. Dia membalap untuk tim asal Italia AF Corse bersama pembalap Formula 2 Liam Lawson, dengan dukungan dari Red Bull.[37]

Pada 22 Agustus 2021, Albon mendapatkan pole dan kemenangan pertamanya di balapan DTM kedua di Nürburgring, membuatnya pembalap asal Thailand pertama untuk memenangkan balapan DTM.[38]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Alexander Albon replaces Brendon Hartley at Toro Rosso for 2019 | Formula 1®" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 November 2018. Diakses tanggal 26 November 2018. 
  2. ^ "Red Bull promote Alexander Albon to replace Pierre Gasly for rest of F1 season". the Guardian (dalam bahasa Inggris). 12 Agustus 2019. Diakses tanggal 08 September 2021. 
  3. ^ a b Valantine, Henry (08 September 2021). "Williams confirm Alex Albon and Nicholas Latifi as 2022 line-up". PlanetF1 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08 September 2021. 
  4. ^ "Nigel Albon | Racing career profile | Driver Database". www.driverdb.com. Diakses tanggal 09 September 2021. 
  5. ^ "Get To Know Your Driver: Alex Albon". Red Bull (dalam bahasa Inggris). 03 September 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Oktober 2021. Diakses tanggal 09 September 2021. 
  6. ^ "Alex Albon hoping to earn new Red Bull deal and move out of parents' house". The Independent (dalam bahasa Inggris). 23 Oktober 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 November 2021. Diakses tanggal 09 September 2021. 
  7. ^ "10 Fun Things About Alex Albon". www.redbull.com. 24 Agustus 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Mei 2021. Diakses tanggal 09 September 2021. 
  8. ^ Stubbings, Dave (29 Februari 2020). "Mum of F1 star Alex Albon was jailed for fraud when Red Bull racer was just 15". Mirror.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Februari 2021. Diakses tanggal 09 September 2021. 
  9. ^ "Alexander Albon replaces Brendon Hartley at Toro Rosso for 2019 | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 26 November 2018. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  10. ^ Adam, Cooper (26 November 2018). "Albon now free to join Toro Rosso for 2019". www.motorsport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  11. ^ "Chinese Grand Prix Driver Of The Day: Albon dedicates first F1 point to his mechanics after FP3 smash". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 14 April 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  12. ^ "Alex Finishes 8th on Monaco Grand Prix Debut | Alexander Albon". www.alexalbon.com. 27 Mei 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  13. ^ "New father Kvyat caps 'surreal' weekend with surprise podium | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 28 Juli 2019. Diakses tanggal 2021-09-14. 
  14. ^ "Historic podium at the German GP 2019! | SCUDERIA TORO ROSSO". scuderiaalphatauri.com (dalam bahasa Inggris). 29 Juli 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  15. ^ "Red Bull drops Pierre Gasly for Alexander Albon". Motor Sport Magazine (dalam bahasa Inggris). 2019-08-12. Diakses tanggal 2021-09-14. 
  16. ^ "Albon to replace Gasly at Red Bull". BBC Sport (dalam bahasa Inggris). 12 Agustus 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  17. ^ Abdillah, Didit (30 Agustus 2019). "Baru Mau Debut di Red Bull Racing, Alex Albon Sudah Kena Penalti di F1 Belgia - GridOto.com". otorace.gridoto.com. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  18. ^ "Alex Albon says his car 'came alive' on Red Bull debut | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 01 September 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  19. ^ Roberts, James W. (29 September 2019). "Verstappen and Albon produce superb drives to finish strongly in Russia". www.redbull.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  20. ^ "Japanese Grand Prix 2019: Japan 'definitely my best weekend with Red Bull' says Albon after career-best finish | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 14 Oktober 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  21. ^ "Brazilian Grand Prix 2019: Hamilton admits Albon crash 'completely my fault'". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 17 November 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  22. ^ "2019 Driver Standings: Alexander Albon". Formula 1® - The Official F1® Website (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  23. ^ Duncan, Lewis (9 Desember 2019). "Red Bull F1 star Albon wins Rookie of the Year". www.autosport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  24. ^ "Alex Albon to remain alongside Max Verstappen at Red Bull for 2020 | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 12 November 2019. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  25. ^ Smith, Luke (5 Juli 2020). "Albon: Hamilton clash denied me potential F1 race win at Austrian GP". www.autosport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  26. ^ Mitchell, Scott (10 Juli 2020). "Albon's DNF likely caused by Hamilton clash, not Honda fault". The Race (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  27. ^ Noble, Jonathan (14 Juli 2020). "F1 news: Red Bull baffled by Albon's Styrian GP struggles". www.motorsport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  28. ^ Rencken, Dieter; Collantine, Keith (19 Juli 2020). "Albon's fifth place confirmed after Red Bull 'grid drying' investigation · RaceFans". RaceFans (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  29. ^ Smith, Luke (19 Juli 2020). "F1 Hungarian GP: Red Bull summoned by stewards for drying Albon's grid slot". www.autosport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  30. ^ Barretto, Lawrence (31 Agustus 2020). "The Winners and Losers of the 2020 Belgian Grand Prix | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Agustus 2021. 
  31. ^ "Italian Grand Prix 2020 race report and highlights: Gasly beats Sainz to maiden win in Monza thriller, as Hamilton recovers to P7 after penalty | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 6 September 2021. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  32. ^ "Tuscan GP Facts & Stats: Hamilton just one win shy of Schumacher record | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 13 September 2020. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  33. ^ Kalinauckas, Alex (30 November 2020). "F1 Bahrain GP: Hamilton wins following Grosjean's fireball crash". www.autosport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 September 2021. 
  34. ^ "Standings". Formula 1® - The Official F1® Website (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 29 November 2021. 
  35. ^ "Perez to partner Verstappen at Red Bull in 2021, as Albon becomes reserve driver | Formula 1®". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 18 Desember 2020. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  36. ^ "'It hurts, but I'm not giving up' - Albon resolute as he breaks silence on losing Red Bull race seat". www.formula1.com (dalam bahasa Inggris). 20 Desember 2020. Diakses tanggal 14 September 2021. 
  37. ^ Thukral, Rachit (4 Januari 2021). "Albon to contest DTM in 2021 with Red Bull backing alongside Lawson". www.autosport.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08 September 2021. 
  38. ^ Valantine, Henry (22 Agustus 2021). "Alex Albon takes maiden pole and victory in DTM at Nurburgring". PlanetF1 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 08 September 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]