Sebastian Vettel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sebastian Vettel
Sebastian Vettel 2011 Sebastian Vettel in Yokohama.jpg
Sebastian Vettel di Yokohama, Jepang tahun 2011.
Lahir 3 Juli 1987 (umur 27)
Bendera Jerman Barat Heppenheim, Jerman Barat
Sejarah karier dalam ajang Formula Satu
Kebangsaan  Jerman
Tim saat ini Red Bull Racing
Mobil nomor 1
Jumlah lomba 120
Juara dunia 4 (2010, 2011, 2012, 2013)
Menang 39
Podium 62
Total poin 1451
Posisi pole 45
Lap tercepat 22
Lomba pertama Grand Prix AS 2007[1]
Menang pertama Grand Prix Italia 2008
Menang terakhir Grand Prix Bahrain 2013
Lomba terakhir Grand Prix Abu Dhabi 2014
Klasemen 2013 Juara dunia (397 poin)

Sebastian Vettel (pengucapan bahasa Jerman: [zɛˈbaːstian ˈfɛtəl]; lahir di Heppenheim, Jerman, 3 Juli 1987; umur 27 tahun) adalah seorang pembalap Formula Satu asal Jerman. Ia pertama kali turun dalam ajang balapan resmi F1 pada GP Turki 2006 ketika ia menjadi pembalap tes hari Jumat untuk tim BMW-Sauber pada usia 19 tahun dan 53 hari. Debut lomba F1 resminya ia mulai di GP AS 2007 juga bersama tim BMW-Sauber. Sejak pertengahan musim 2007 sampai akhir musim 2008 ia bergabung bersama Scuderia Toro Rosso yang kemudian membawanya naik kelas ke tim Red Bull Racing pada 2009. Ia bertahan di RBR sampai akhir musim 2014 untuk kemudian bergabung dengan raksasa Italia Scuderia Ferrari mulai musim 2015.[2]

Julukan Vettel adalah Baby Schumi yang disebabkan oleh gaya membalapnya yang mirip dengan Sang Legenda juara dunia F1 7 kali, Michael Schumacher. Vettel sempat menjadi pembalap F1 termuda yang meraih poin pada GP AS 2007 sebelum rekor ini dipecahkan oleh Daniil Kvyat pada musim 2014. Pada 30 September 2007 di Fuji, ia menjadi pembalap F1 termuda yang memimpin lomba. Selanjutnya pada GP Italia 2008 ia mencetak sejarah lain ketika menjadi pembalap F1 termuda yang meraih pole position[3] dan mencetak kemenangan keesokan harinya.[4] Vettel juga menjadi pembalap termuda yang meraih kemenangan untuk dua tim dalam dua tahun berurutan. Pada 14 November 2010 Sebastian Vettel akhirnya tampil sebagai juara dunia F1 termuda dalam sejarah setelah memenangi balapan di Abu Dhabi. Ia menjadi juara dunia dalam usia 23 tahun dan 134 hari dan memecahkan rekor sebelumnya yang dicatat Lewis Hamilton pada musim 2008 dalam usia 23 tahun dan 300 hari. Rekor itu pun semakin ia pertajam dengan menjadi juara dunia F1 ganda termuda dalam sejarah di musim 2011 dalam usia 24 tahun dan 98 hari, memecahkan rekor sebelumnya atas nama Fernando Alonso yang dicatat di musim 2006 dalam usia 25 tahun dan 85 hari.

Profil[sunting | sunting sumber]

Pribadi[sunting | sunting sumber]

Sebastian Vettel, lahir 3 Juli 1987, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Vettel mengenal ajang motorsport ketika ayahnya, Norbert, memberinya hadiah sebuah gokar Bambini 60cc ketika usia Vettel baru menginjak tiga tahun sebagai hadiah hari Natal. Ayah Vettel merupakan seorang maniak balapan, dan ia sering hadir sebagai penonton dalam beberapa ajang balapan besar di Jerman seperti F1, MotoGP, dan balap turing lokal. Ibunya, Heike, merupakan seorang ibu rumah tangga yang pada awalnya sempat cemas saat mendengar Vettel turun di ajang balapan. Melihat istrinya cemas dan gugup saat melihat Vettel berlaga di ajang gokar junior, Norbert lantas memperkenalkan Heike dan Vettel kecil dengan Michael Schumacher, yang ia kenal dari sebuah ajang balapan F3 Jerman pada tahun 1990. Di luar dugaan, Schumi mau menjelaskan apa itu motorsport kepada Heike. Ia juga bahkan melihat Vettel mempunyai masa depan bagus di ajang motorsport, asalkan ayah dan ibunya mau mendukung kelancaran keinginan putranya tersebut.[5]

Hobi Vettel saat ini adalah bermain video game komputer. Vettel mengakui ia bisa belajar banyak tentang trek-trek F1 saat ini lewat simulasi dan game komputer/PlayStation, dikarenakan saat ini ujicoba trek dengan menggunakan mobil sebenarnya sudah dibatasi oleh FIA. Ia juga gemar menonton film dan mendengarkan musik. Vettel juga gemar membaca buku, dan ia sering bertukar buku dengan sesama pembalap F1, yaitu Nico Rosberg. Vettel juga merupakan penggemar berat klub sepak bola Eintracht Frankfurt dan pendukung setia Timnas Jerman. Saat ini Vettel sedang berpacaran dengan Hanna Prater yang sudah ia kenal sejak masih duduk di bangku sekolah.[6]

Sampai saat ini, Sebastian Vettel tercatat sebagai pembalap pertama sejak Gerhard Berger yang tidak memakai atau memiliki manajer pribadi. Vettel hanya dibantu oleh kedua orang tuanya dalam mendiskusikan beragam klausul kontrak kerjanya.[7][8]

Di awal 2009, Vettel juga mencoba kesibukan lain dengan membeli sebuah tanah pertanian dan peternakan yang kemudian ia beri nama "Neumuli", yang terletak di daerah Kemmental, Thurgau.[9] Sesekali ia menjadi pengurus langsung bagi domba dan sapi yang ia pelihara di lahan tersebut, namun Vettel menolak bila hobinya ini kelak akan menjadi bidang usahanya bila sudah berhenti dari ajang balapan, seperti yang dilakukan oleh Jody Scheckter.[5] Saat ini Vettel tinggal di Danau Zug, Walchwil, Swiss.[10] Ia tinggal di sana semenjak resmi menjadi pembalap Scuderia Toro Rosso pada pertengahan 2007. Sesekali ia juga pulang ke tanah kelahirannya di Heppenheim untuk melepas rindu dengan bertemu orang tua dan saudara-saudaranya.[5]

Ada tiga tokoh yang menjadi inspirasi Vettel sampai saat ini, menurut Vettel dalam sebuah wawancara, mereka bertiga bisa disebut sebagai "Trio Michael": Michael Schumacher (pembalap), Michael Jordan (bola basket), dan Michael Jackson (penyanyi). Saat masih kecil, Vettel sempat kebingungan ingin menjadi apa ia saat dewasa nanti:

Saya sewaktu kecil sangat mengidolakan "Tiga Michael", yaitu Michael Schumacher, Michael Jordan, dan Michael Jackson. Saya bahkan ingin menjadi seperti mereka bertiga. Saya mencoba main basket, sayang postur tubuh saya tidak mencukupi. Saya mencoba bernyanyi, sayang suara saya jelek, akhirnya saya memutuskan untuk turun menjadi pembalap saja seperti Schumi[11]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sebastian Vettel, bersama Robert Kubica, adalah dua pembalap F1 aktif saat ini yang mengantungi ijazah diploma. Pada April 2006, empat hari sebelum ia meraih kemenangan perdananya di ajang Formula 3, Vettel langsung bergegas pergi ke kampusnya di Abitur karena hari itu ia akan melaksanakan ujian tertulis untuk kelulusan akademiknya. Vettel berhasil menyelesaikan ujian tersebut dengan baik.[12]

Perbandingan dengan Schumi[sunting | sunting sumber]

Setelah Sebastian Vettel berhasil memenangi balapan pertamanya di Monza tahun 2008, media massa mulai membuat julukan baru bagi Vettel yaitu sebagai "Baby Schumi" atau "Schumacher Baru", tetapi Vettel merendah ketika ditanya tentang hal itu.[13] Menurut Vettel sah-sah saja jika media massa menjulukinya sebagai penerus Schumi, karena ia sama-sama berasal dari Jerman, agresif dalam membalap, punya kedekatan teknik dengan para mekanik, dan terkadang sering disebut arogan. Satu perbedaan mencolok antara Schumi dan Vettel adalah, Schumi tidak pernah menamai mobil balapnya, sementara Vettel menamai hampir seluruh mobil balapnya yang dipakai di F1: Julie (2008), Kate, Kate's Dirty Sister (2009), Luscious Liz dan Randy Mandy (2010), serta Kinky Kylie (2011).[14] Nama Luscious Liz diberikan Vettel kepada mobilnya setelah ia bermasalah di GP Monaco 2010 yang menyebabkannya kalah dari Mark Webber. Sasis yang bermasalah tersebut kemudian diberikan kepada Mark Webber dan lucunya Webber mampu menang dengan sasis tersebut di Inggris dan Jerman.

Persamaan-persamaan lainnya antara Vettel dan Schumi adalah: Vettel dan Schumi lahir dan besar di kota kecil di Jerman; keluarga mereka merupakan keluarga kelas menengah bawah (ayah Schumi bekerja sebagai tukang batu, sementara ayah Vettel bekerja sebagai tukang kayu); Schumi dan Vettel mengawali karier gokarnya di Kerpen; dan ketika kecil mereka berdua sama sekali tidak pernah memimpikan menjadi seorang pembalap yang sukses di ajang F1.[15] Selain itu baik Vettel maupun Schumi sama-sama memenangi gelar juara dunia F1 dengan tim non-pabrikan, dan mereka berdua menyandang status juara dunia ganda termuda di eranya masing-masing.

Desain helm[sunting | sunting sumber]

Helm Vettel, seperti kebanyakan pembalap lain yang didukung Red Bull, sangat dipengaruhi oleh logo perusahaan minuman energi tersebut.

Sejak musim 2008, Vettel menempelkan logo salib merah Kreis Bergstraße di bagian depannya, tepat di bawah visor untuk menghormati daerah tempat kelahirannya, Heppenheim.

Selama pra-musim pengujian untuk tahun 2010, Vettel memulai debut helm barunya yang menyerupai kaleng minuman Red Bull yang kemudian menjadi elemen berulang dalam helmnya untuk musim ini. Selama musim 2010, Vettel telah menggunakan tiga desain helm utama, meskipun ia membuat beberapa perubahan kecil untuk beberapa dalam balapan tertentu. Selain helm standar berlatar belakang hitam, ia juga menggunakan satu dengan desain yang sama tetapi dalam warna silver. Untuk GP Jepang 2010, Vettel memakai helm berdesain putih-merah khusus, dengan perpaduan elemen huruf kanji hitam dan hiragana yang berartikan "Memberikan Anda sebuah sayap (gives your wings)". Pada tahun 2011 ia kembali menggunakan helm tradisional seperti pada tahun 2008, dengan beberapa perubahan yang teratur, seperti bagian atas hitam dan daerah dagu dengan titik bergaya biru, mirip dengan helm hitam yang digunakan pada tahun 2010. Produsen helm Arai mengatakan bahwa Vettel selalu mengganti helmnya setiap usai lomba.

Karier awal[sunting | sunting sumber]

Vettel sedang mendemonstrasikan mobil Formula 3 Euroseries pada tahun 2006.

Vettel memulai karier balapnya di ajang balap mobil pada 1995 dengan memenangkan beberapa turnamen gokar, salah satunya adalah Junior Monaco Kart Cup pada tahun 2001. Pada 2003 ia pindah ke ajang balapan roda terbuka, yaitu Formula BMW Jerman, dan memenangi ajang tersebut pada 2004 dengan raihan 18 kemenangan dari 20 lomba. Pada 2005 ia membalap untuk ASL Mucke Motorsport di F3 Euroseries dan finis di P5 klasemen akhir dengan 64 poin dan memenangkan gelar Rookie of The Year. Ia tidak memenangkan satu balapan pun di F3 Euroseries karena ajang tersebut didominasi oleh Lewis Hamilton.

Kemudian ia mengetes mobil F1 Williams FW27 pada 27 September 2005 sebagai hadiah atas kemenangannya di Formula BMW. Karena Williams berpisah dengan pemasok mesin BMW pada akhir 2005, Vettel ditarik untuk menjadi test driver di tim BMW-Sauber untuk musim 2006.

Pada 2006 Vettel finis sebagai runner-up di ajang F3 Euroseries di belakang Paul di Resta. Ia lalu mengikuti ajang World Series by Renault di Misano dan menang setelah Pastor Maldonado didiskualifikasi.[16] Namun di balapan selanjutnya di Spa, salah satu jari tangannya teriris hebat akibat terkena serpihan mobil yang terbang akibat kecelakaan, akibatnya ia divonis harus istirahat selama beberapa balapan demi menyembuhkan lukanya.[17]

Vettel lalu memutuskan untuk pindah ke ajang balapan lain, yaitu Ultimate Masters of F3 di sirkuit Zandvoort minggu selanjutnya. Secara mengejutkan dengan kondisi tangan yang luka ia mampu mencatat putaran tercepat dan mengejutkan bosnya di F3, Frederic Vasseur. Kata Vasseur:

Sangat mengangumkan melihat semangat dan performanya, sebab minggu lalu ia divonis dokter tidak boleh ikut balapan, tetapi ia mampu menunjukkan hasil bagus di acara itu, dan kita percaya bahwa ia dapat turun di seri berikutnya dari F3 Euroseries di Nurburgring.[18]

Karier Formula Satu[sunting | sunting sumber]

2007: BMW-Sauber[sunting | sunting sumber]

Vettel memulai debut balap resmi F1 di GP AS 2007 bersama tim BMW Sauber.

Vettel diangkat menjadi pembalap cadangan BMW-Sauber sejak GP Turki 2006 menggantikan Robert Kubica yang naik jabatan menjadi pembalap utama menggantikan Jacques Villeneuve yang mengundurkan diri secara tiba-tiba sejak GP Hungaria 2006. Ia lantas menunjukan performa bagus saat babak latihan bebas GP Turki dengan mencetak waktu tercepat saat sesi latihan bebas kedua hari Jumat.[19] Performa bagus Vettel kembali terlihat saat babak latihan bebas di GP Italia 2006 dengan mencatat putaran tercepat di dua sesi latihan bebas hari Jumat. Minggunya, Robert Kubica finis podium di tempat ketiga.

Vettel dikontrak menjadi test driver BMW pada musim 2007[20] dan berkompetisi di World Series by Renault, dengan kemenangan pertama di Nurburgring. Namun pada tanggal 14 Juli 2007, ia dipanggil membalap untuk BMW di GP A.S. menyusul kecelakaan yang dialami Robert Kubica minggu sebelumnya di Kanada.[1] Saat itu ia sedang memimpin kejuaraan World Series, dan kursinya terpaksa diambil alih oleh Michael Ammermuller.[21]

Sejak debutnya di GP A.S. 2007 bersama BMW-Sauber untuk menggantikan Robert Kubica yang cedera[1][22], Vettel sudah banyak menarik perhatian para pecinta F1. Ia finis di posisi 8 dan meraih satu poin pada balapan debutnya. Selain itu ia juga memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang membalap di ajang F1 dan pembalap F1 termuda yang meraih poin[23] saat itu dalam usia 19 tahun dan 53 hari.

Debutnya di Indianapolis Motor Speedway pada tanggal 16 Juli 2007 juga diwarnai dengan denda sebesar 1.000 dolar A.S. karena melanggar kecepatan di pitlane, sekaligus menobatkan ia sebagai pembalap rookie tercepat yang mendapatkan denda. Namun dalam poling MOTY F1 Racing, Vettel kalah oleh “anak super” McLaren, Lewis Hamilton. Beberapa orang dari tim BMW dan Toro Rosso yakin bahwa kemenangan Hamilton semata karena kehebatan mobil McLaren; ada kemungkinan jika seandainya Vettel mendapatkan mobil sama baiknya dengan yang didapatkan Hamilton di McLaren, maka mungkin prestasinya juga tidak akan berbeda jauh dengan yang diraih Hamilton.

2007–2008: Scuderia Toro Rosso[sunting | sunting sumber]

Penampilan labil[sunting | sunting sumber]

Vettel bersama tim Scuderia Toro Rosso di GP Brazil 2007.

Tanggal 31 Juli 2007, menjelang GP Prancis, pihak Scuderia Toro Rosso secara mengejutkan memecat Scott Speed dan menggantinya dengan Vettel.[24] Selanjutnya mulai GP Hungaria, Vettel membalap untuk Toro Rosso. Diumumkan pula oleh tim, bahwa Vettel akan tetap bersama STR untuk musim 2008[25], dengan rekan setim juara dunia ChampCar World Series 4 kali berturut-turut, Sebastien Bourdais.[26] Penampilan Vettel di empat balapan awal bersama STR terkesan biasa saja bila dibandingkan dengan rekan setimnya saat itu, Vitantonio Liuzzi, karena ia masih menyesuaikan diri dengan handling mobil STR2. Sampai akhir musim 2007, Vettel dikabarkan mendapat bayaran sebesar 165.000 dollar Amerika Serikat.[27]

Sejarah kemudian tercetak di GP Jepang 2007 di sirkuit Fuji. Ia menjadi pembalap F1 termuda yang memimpin balapan. Namun, walaupun sepanjang lomba ia ada di P3, ia gagal naik podium akibat terlibat kecelakaan dengan Mark Webber, dan menurut Webber dan Vettel semua itu diakibatkan oleh manuver Lewis Hamilton yang tiba-tiba saat berada di belakang safety car.[28] Vettel terlihat menangis di garasi setelah kecelakaan tersebut. Namun pada malam harinya setelah balapan, pihak wartawan memergoki ia sedang asyik berjoget di diskotek.

Kesalahannya di Jepang dibayar di GP Cina ketika ia finis keempat.[29] Seusai balapan, bos Red Bull Dietrich Mateschitz berujar bahwa Vettel memiliki talenta besar yang akan mengguncang dunia suatu hari nanti. Bahkan mungkin Vettel bisa melebihi apa yang telah diraih Sang Legenda, Michael Schumacher.[30] Di akhir musim, Ron Dennis sempat menawarkan uang besar kepada Mateschitz untuk menjual Vettel kepada McLaren untuk menggantikan Fernando Alonso yang pulang ke Renault. Namun negoisasi tersebut gagal terwujud, dan Vettel tetap bertahan di tim Scuderia Toro Rosso.

Serangan 2008[sunting | sunting sumber]

Vettel mengemudikan mobil Toro Rosso di GP Kanada 2008.

Tahun 2008, dengan ditemani rookie asal Prancis, Sebastien Bourdais, Vettel kembali tampil menggebrak. Walaupun sempat dua kali gagal finis di empat balapan pertama, Vettel bangkit dengan fantastis di Monaco, dan kemudian Kanada, ketika ia sempat bertarung dengan keras melawan Heikki Kovalainen. Menjelang GP Inggris, diumumkan kepada publik bahwa Vettel akan membalap untuk tim Red Bull Racing mulai musim 2009. Namun, ketika balapan di Silverstone, Vettel malah menyeruduk pembalap yang akan ia gantikan di RBR untuk 2009, David Coulthard. Kemudian di Eropa, Vettel berhasil finis di P6 saat balapan, sementara posisinya ketika kualifikasi juga berada di P6.

Puncaknya adalah ketika di Monza, saat ia mampu meraih pole position[31], dan kemudian mampu menerjemahkannya menjadi sebuah kemenangan pada keesokan harinya.[32][33][34] Dengan hasil ini, Vettel menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang mampu memenangi balapan F1, mematahkan rekor sebelumnya yang tercetak atas nama Fernando Alonso di GP Hungaria 2003. Usia Vettel saat menjuarai GP Italia adalah 21 tahun dan 74 hari. Seusai balapan, publik Jerman mulai menyamakan penampilan Vettel dengan Schumi, yang kemudian melahirkan julukan "Baby Schumi" untuk Vettel.[35][36]

Di Brazil, ia nyaris saja menjadi pahlawan bagi warga Sao Paulo dan tim Ferrari saat berhasil menyalip Lewis Hamilton yang ada di P5, sampai kemudian Timo Glock yang ada di P4 melambat dan menyebabkan Vettel dan Hamilton mampu menyalipnya, sekaligus mengamankan gelar juara dunia untuk Hamilton.

2009–2014: Red Bull Racing[sunting | sunting sumber]

Runner-up dunia[sunting | sunting sumber]

Vettel di GP Inggris 2009, kemenangan ketiganya, dan juga kemenangan pertamanya dalam balapan kondisi kering.

Penampilan Vettel di tim RBR terbilang cukup baik di musim 2009. Di Australia ia nyaris finis di P3, andaikan saja tidak salah dalam menyalip Robert Kubica yang berada di P2, yang kemudian berakibat kecelakaan bagi keduanya. Sesudah balapan, Vettel lantas mendatangi Mario Theissen, meminta maaf atas kejadian tersebut. Pada balapan berikutnya di Malaysia, Vettel gagal meraih angka karena terpelintir saat hujan lebat.[37][38] Sejarah lain tercatat di GP Cina, setelah mampu meraih pole position, Vettel lantas memimpin Mark Webber di posisi 1-2 untuk mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim Red Bull Racing.[39]

Di GP Bahrain, Vettel start di P3 dan kemudian finis di P2 saat lomba. Di Spanyol ia mampu berada di P2 saat kualifikasi, tetapi saat lomba ia turun ke P4 akibat salah strategi. Vettel lantas memenangi GP Inggris setelah merebut pole sehari sebelumnya.[40] Di Jerman ia menjadi bagian tim saat mengawal Mark Webber meraih kemenangan pertamanya di ajang F1.[41] Kemudian di Belgia ia berhasil finis di P3, setelah sebelumnya di Hungaria ia gagal finis gara-gara disundul Kimi Raikkonen.[42] Namun di Monza Vettel hanya mampu finis di P8, itupun karena terbantu kecelakaan Lewis Hamilton satu putaran sebelum finis. Berlanjut ke Singapura, Vettel berhasil tampil bagus saat kualifikasi dan sempat membayangi Lewis Hamilton. Sayang gara-gara melindas garis putih jalur keluar pitlane, Vettel terkena hukuman, dan akibatnya ia hanya mampu finis di P4. Kesalahannya ia bayar saat GP Jepang, ketika secara spektakuler ia mampu memenangi lomba dari posisi pole, sekaligus mengantarkannya menjadi salah satu penantang gelar juara dunia musim 2009. Namun impiannya untuk bisa menjadi juara dunia 2009 pupus setelah di GP Brazil ia terjebak di P16 saat kualifikasi dan hanya mampu finis P4 saat balapan, pada saat saingan utamanya, Jenson Button, hanya finis di P5. Pada balapan terakhir F1 musim 2009 di Abu Dhabi, Sebastian Vettel akhirnya memastikan posisi runner-up dunia dengan memenangi balapan di negara Uni Emirat Arab tersebut.

Juara dunia termuda[sunting | sunting sumber]

Vettel di GP Bahrain 2010.

Musim 2010 Vettel melanjutkan musim bagusnya bersama tim Red Bull Racing. Ia meraih dua kali pole position di Bahrain dan Australia namun gagal memenangi kedua balapan tersebut. Di Malaysia Vettel akhirnya mampu meraih kemenangan pertamanya di musim 2010 walaupun saat kualifikasi ia hanya mampu meraih posisi start kedua. Di GP Cina, Vettel kembali lagi meraih pole position, tetapi strategi perjudian memakai ban intermediate akhirnya memupuskan harapan Vettel menjuarai balapan, dan ia harus puas finish doi P6. Vettel kemudian berhasil finish podium kembali setelah berada di P3 di GP Spanyol setelah sebelumnya Lewis Hamilton mengalami kempes ban satu lap sebelum balapan usai.. Di Monaco, setelah berhasil menyalip Robert Kubica saat start, Vettel mengamankan posisi kedua dibelakang Mark Webber yang menjuarai balapan. Namun kesalahan fatal ia perlihatkan di Turki ketika akan mencoba menyalip Webber yangs sedang memimpin yang malah menyebabkan keduanya saling senggol dan keluar dari arena. Setelah hanya mampu finish P4 di Kanada, Vettel kembali bangkit dengan memenangi balapan di Valencia secara dominan, yang kemudian dilanjutkan dengan raihan podium ketiga sebanyak dua kali di Jerman dan Hungaria. Di Belgia, kembali lagi Vettel melakukan kesalahan fatal saat akan mencoba menyalip Jenson Button, yang menyebabkan Button tersingkir dari arena namun Vettel masih bisa lanjut walaupun akhirnya hanya mampu finish di P15. Kemudian setelah gagal di Korsel, Vettel berhasil memenangi balapan di Jepang dan Brasil. Sebastian Vettel akhirnya berhasil menjadi juara dunia F1 2010 setelah menang di Abu Dhabi dimana saingan beratnya Fernando Alonso dan Mark Webber hanya finish di P7 dan P8.[43][44] Sebastian Vettel sendiri kemudian mencatatkan sejarah sebagai juara dunia F1 termuda dalam sejarah dalam usia 23 tahun dan 134 hari. Ia memecahkan rekor Lewis Hamilton yang sempat menjadi juara dunia F1 termuda di musim 2008 dalam usia 23 tahun dan 300 hari.

Musim 2011 Vettel melanjutkan penampilan apiknya dengan memenangi dua balapan pembuka musim di Australia[45] dan Malaysia.[46] Namun di Cina Vettel harus puas finish P2 usai bannya kehilangan grip di akhir lomba yang menyebabkan ia tersalip oleh Lewis Hamilton. Vettel kemudian berhasil menyapu tiga kemenangan beruntun di Turki, Spanyol dan Monako sebelum ia berhasil di kalahkan Jenson Button di Kanada. Vettel pun kembali ke jalur kemenangan di Eropa yang disusul oleh "krisis kemenangan" selama tiga seri berturut-turut dan kembali berhasil memenangi lomba di Belgia. Lewat kemenangannya di Belgia, Vettel berhasil melewati catatan poinnya di musim 2010 (256 poin) dengan 259 poin. Ia pun kembali menang di Italia yang juga menjadi kemenangan perdana mesin Renault sejak tahun 1995 dan di Singapura. Vettel pun resmi menjadi juara dunia ganda termuda dalam sejarah F1 setelah ia finish di P3 di Jepang. Dominasi Vettel kembali ia perlihatkan di India saat ia mencetak grand chelem perdananya di ajang F1. Vettel juga berhasil menyamai rekor pole position terbanyak dalam satu musim milik Nigel Mansell yaitu 14 kali yang berhasil ia peroleh di Abu Dhabi. Ironisnya saat balapan Vettel harus tersingkir di lap pertama setelah ia mengalami masalah teknis pada suspensi belakangnya. Sementara itu di balapan terakhir musim 2011 di Brasil, Vettel hanya finis kedua setelah menjalankan strategi team order halus dengan alasan masalah girboks untuk membantu rekan setimnya sendiri yaitu Mark Webber memenangi lomba.

Mendominasi balapan[sunting | sunting sumber]

Vettel mengawali musim 2012 dengan finis kedua di Australia.[47] Di Malaysia Vettel start kelima dan bertahan di posisi empat saat hujan turun sepanjang balapan. Mendekati akhir balapan ia bersenggolan dengan Narain Karthikeyan dan terpaksa harus puas finis di P11. Usai lomba kedua pembalap ini saling beradu mulut. Vettel menyebut Karthikeyan sebagai "ketimun"[48], sementara Karthikeyan menyebut Vettel sebagai "bayi cengeng".[49] Di Cina Vettel start di luar posisi 10 besar. Saat balapan ia sempat berada di P2 sebelum akhirnya finis di P5 akibat salah strategi ban. Vettel berhasil meraih kemenangan pertamanya di musim 2012 di Bahrain. Pada balapan selanjutnya di Spanyol, Vettel hanya mampu finis P6 usai start dari P7 setelah memutuskan tidak mengikuti sesi kualifikasi. Setelah hanya finis keempat di Monako, Vettel bangkit dan meraih pole di Kanada. Tetapi saat lomba berjalan Vettel hanya finis keempat usai bannya melepuh di akhir lomba dan terpaksa masuk pitstop tambahan yang sebenarnya tidak direncanakan. Di Eropa, Vettel kembali meraih pole position namun sialnya saat lomba ia gagal finis usai alternator mesinnya rusak. Vettel dengan cepat bangkit dan finis ketiga di Inggris. Di balapan berikutnya di Jerman, Vettel berhasil tampil apik dengan menempel Fernando Alonso sepanjang balapan. Nasib nahas mendatanginya ketika ia bertarung melawan Jenson Button saat memperebutkan posisi kedua. Tidak lama usai finis, pengawas lomba kemudian menghukum Vettel dengan menurunkannya ke posisi lima. Usai finis keempat di Hongaria, Vettel harus tersingkir di Italia saat alternator mobilnya bermasalah. Vettel berhasil mencetak empat kemenangan beruntun di Singapura, Jepang, Korea dan India. Usai finis kedua di AS dan finis keenam di Brasil, Vettel berhasil meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya sekaligus yang termuda dalam sejarah F1 memecahkan rekor sebelumnya atas nama Ayrton Senna.

Musim 2013 diawali Vettel dengan meraih pole position di Australia sebelum kemudian ia harus puas finis di posisi tiga.[50] Di Malaysia ia memenangi lomba setelah melakukan manuver kontroversi menyalip rekan setimnya, Mark Webber, sekalipun tim Red Bull sudah memperingatkan Vettel agar tidak menyalip Webber.[51] Usai finis di posisi empat di China, Vettel bangkit dan memenangi lomba di Bahrain sebelum akhirnya finis di posisi empat di Spanyol. Pada GP Monako Vettel finis kedua dibelakang pembalap Mercedes Nico Rosberg yang ia sebut sebagai "bis silver besar". Usai memenangi lomba di Kanada, Vettel tersingkir di Inggris karena masalah teknis. Vettel kemudian memenangi balapan di kandang sendiri di Jerman dan finis ketiga di balapan yang cukup panas di Hongaria. Selanjutnya ia mencatat 9 kemenangan beruntun di sisa 9 lomba dari mulai Belgia sampai dengan Brasil. Vettel sendiri mengunci gelar 2013 di India.

Musim keterpurukan[sunting | sunting sumber]

Perubahan aturan FIA membuat setiap pembalap diperbolehkan untuk memilih nomor mobil yang mereka inginkan pada musim 2014. Sebastian Vettel memilih nomor permanen #5 tetapi karena ia merupakan juara dunia musim 2013 maka Vettel tetap memakai nomor #1 di mobilnya. Pada musim 2014 ini juga Vettel ditemani rekan setim baru yaitu Daniel Ricciardo yang naik kelas dari tim STR.

Untuk pertama kalinya dalam lima musim sejak 2009, Vettel alami beragam masalah yang membuatnya terpuruk sepanjang musim 2014 berjalan diantaranya adalah masalah software mobil di lomba pembuka di Australia yang membuatnya harus menepi ketika lomba baru berjalan tiga lap.[52][53] Selanjutnya masalah yang mirip menghinggapi Vettel di Monako, Austria, Inggris dan Hongaria. Kejutan terjadi di sesi kualifikasi GP Rusia karena untuk pertama kalinya dalam sejarah karier Vettel ia dikalahkan oleh rekan setimnya sendiri. Vettel mengaku ia tidak bisa berbuat banyak selama musim 2014 karena mobil RB10-nya tidak sesuai dengan gaya balapannya.[54][55] Vettel gagal memenangi lomba sementara Ricciardo sukses mencuri tiga kemenangan selama musim 2014 berjalan.

Pada tanggal 4 Oktober 2014 jelang berlangsungnya GP Jepang, Vettel umumkan pengunduran diri dari tim Red Bull. Bos tim Christian Horner mengindikasikan Vettel mundur dari Red Bull untuk mencari tantangan baru sekaligus mewujudkan impian masa kecil yaitu bergabung dengan Scuderia Ferrari.

2015–...: Scuderia Ferrari[sunting | sunting sumber]

Scuderia Ferrari umumkan kedatangan Sebastian Vettel pada 20 November 2014. Bagi Vettel bergabungnya ia ke Ferrari dianggap sebagai perwujudan mimpi masa kecil karena ketika ia masih anak-anak ia melihat dominasi sang idola yaitu Michael Schumacher yang berjaya bersama Ferrari. Rekan setim Vettel untuk musim 2015 adalah Kimi Raikkonen.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Sebastian Vettel terkenal sebagai salah satu pembalap yang agresif, tetapi terkadang dirinya sering kali kurang perhitungan dan ceroboh terutama saat akan menyalip lawannya. Beberapa kejadian yang melibatkan Vettel selama karirnya di F1 antara lain:

  • 2007 Fuji Television Japanese Grand Prix (Fuji Speedway):
    Ini adalah insiden besar pertama Vettel yang ia dapatkan pada tahun debutnya. Saat itu Vettel bermaksud akan menyalip calon rekan setimnya Mark Webber. Baik Webber dan Vettel saat itu berada di P2 dan P3, dibelakang Lewis Hamilton yang sedang memimpin lomba dan trek dalam keadaan basah dengan safety car. Di lap 45 secara tiba-tiba Vettel menyeruduk bagian belakang dari mobil Red Bull Mark Webber, menyebabkan Webber tersingkir secara instan dan Vettel kehilangan suspensi depannya.[56] Vettel lantas kembali ke pit dengan harapan bisa memperbaiki mobil, namun sayangnya kondisi mobilnya sudah terlalu parah. Vettel kemudian tertangkap kamera menangis usai kejadian tersebut. Sementara itu Webber menyalahkan Vettel sebagai "pembalap pendatang yang belum mengerti seni balapan".
  • 2010 Turkish Grand Prix (Istanbul Park):
    Duet Red Bull berhasil memimpin lomba 1-2 secara meyakinkan di balapan kali ini dengan Mark Webber di P1 dan Vettel di P2. Lap 40 Vettel yang lebih cepat ketimbang Webber bermaksud untuk menyalip rekan setimnya tersebut di tikungan keduabelas. Sayangnya Vettel salah perhitungan dan ia menyenggol ban belakang Webber. Vettel kemudian kehilangan suspensi depannya dan langsung tersingkir di TKP, sementara Webber berhasil melanjutkan lomba dan masih sanggup finish P3 dibelakang duet McLaren. Sesaat setelah tersingkir, Vettel menyebutkan Webber sebagai pembalap yang ceroboh. Usai lomba Webber balik menyerang Vettel sebagai pembalap yang kurang teliti.[57] Bos Red Bull, Hermut Marko kemudian mempertemukan keduanya sepekan kemudian untuk memperbaiki hubungan antar keduanya sebagai sesama rekan setim. Ia menambahkan bahwa seharusnya Vettel lebih bersabar sedikit karena tujuan tim di GP Turki sebenarnya adalah mengamankan posisi 1-2 sampai finish tanpa perlu saling bertarung antar rekan setim.[58]
  • 2010 Belgian Grand Prix (Spa-Francorchamps):
    Lomba kali ini berlangsung dalam kondisi basah setelah diguyur hujan, dengan lomba yang dipimpin oleh Lewis Hamilton. Rekan setim Hamilton, Jenson Button berada di P2 dan dibelakangnya menguntit Sebastian Vettel. Pada lap 16, Vettel yang mencari celah untuk menyalip Button tiba-tiba melintir dan ia menghantam bagian radiator mobil Button, menyebabkan Button tersingkir sementara Vettel masih bisa lanjut lomba dan finish di P15. Usai lomba Martin Whitmarsh menyatakan Vettel sebagai pembalap bocah karena terlalu tergesa-gesa untuk menyalip. Sementara itu dari kubu Red Bull, Vettel menyatakan bahwa Button sengaja menghalang-halanginya untuk menyalip dengan maksud untuk memperlebar jarak bagi Lewis Hamilton. Christian Horner kemudian mendukung pendapat Vettel dengan memberikan kesaksian bahwa setiap lapnya, Vettel kehilangan waktu 1,4 detik karena tertahan Button.[59]
  • 2013 Malaysia Grand Prix (Sirkuit Sepang):
    Vettel memenangi lomba dengan cara menyalip rekan setimnya sendiri Mark Webber sekalipun tim Red Bull memperingatkan agar Vettel mematuhi team order untuk tidak menyalip Webber. Usai disalip Vettel, Webber menunjukan kemarahannya dengan menunjukan jari tengah kepada Vettel. Dengan santai Vettel berujar bahwa hasil di Malaysia adalah pembalasan atas apa yang dilakukan Mark Webber di [[Grand Prix F1 Brasil 2012|dua lomba sebelumnya dan merasa bahwa Webber tidak layak jika menang di Malaysia.[60] Vettel kemudian meminta maaf kepada tim atas ulahnya tetapi ia tidak meminta maaf kepada Mark Webber.[61]

Diluar Formula 1[sunting | sunting sumber]

Race of Champions[sunting | sunting sumber]

Sebastian Vettel dalam Race of Champions 2007.

Vettel ikut serta dalam Race of Champions 2007 mewakili tim Jerman[62] dan berpasangan bersama idolanya, Michael Schumacher. Tim pasangan Vettel dan Schumi berhasil memenangi gelar Nation’s Cup; pada saat final ia berhasil mengalahkan pasangan terkuat RoC, Heikki Kovalainen dan Marcus Gronholm. Namun dalam kategori individual, Vettel kalah oleh Heikki.

Berlanjut di 2008, ia kembali berpasangan dengan Schumi dalam RoC, dan lagi-lagi pasangan ini memenangi gelar Nation’s Cup setelah mengalahkan dua Skandinavia yang sama (Kovalainen dan Gronholm). Dalam Driver’s Cup, Vettel berhasil mengalahkan wakil Australia yang juga juara dunia WSBK 2008, Troy Bayliss, tetapi kalah dari juara dunia WRC asal Perancis, Sebastien Loeb di perempat final.

Pada 2009 Vettel kembali berpasangan dengan Schumi dalam RoC, dan kali ini duet Vettel-Schumi berhasil memenangi gelar Nation's Cup usai mengalahkan pasangan Inggris Jenson Button dan Andy Priaulx. Untuk 2010 ia masih berpasangan dengan Schumi, Vettel kembali mengantar Jerman memenangi gelar Nation's Cup untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Sayangnya dalam kategori individual, Vettel kalah oleh pembalap Portugis Filipe Albuquerque, yang keluar sebagai juara umum kategori individu.

Olahraga lain[sunting | sunting sumber]

Beberapa hari sebelum GP Jepang 2008, Sebastian Vettel bersama beberapa rekannya sesama pembalap F1 seperti Alexander Wurz dan Mark Webber, dengan dibantu tim pecinta alam Jepang mencoba mendaki gunung Fuji. Dan mereka akhirnya berhasil mencapai puncak pada hari Rabu pagi, mereka kemudian turun kembali dengan selamat pada hari Rabu petang sehari sebelum berlangsungnya babak latihan bebas GP Jepang.[63]

Dalam sebuah pertandingan sepakbola menjelang GP Monaco 2008, Vettel bersama Fernando Alonso, Rubens Barrichello, Felipe Massa, Nico Rosberg, dan Mark Webber menjadi satu tim saat mereka bermain sepakbola dengan dibantu beberapa pembalap mobil lainnya dari ajang yang berbeda melawan tim selebritis all stars. Dalam pertandingan amal ini, tim pembalap dan tim selebritis berbagi angka imbang 6-6.

Mobil Infiniti edisi khusus Vettel[sunting | sunting sumber]

Pada awal 2011, salah satu sponsor Red Bull Racing yaitu Infiniti memulai diskusi dengan Vettel mengenai kemungkinan pembuatan mobil Infiniti khusus bercitrakan dirinya. Vettel sudah memiliki mobil Infiniti FX50, menyatakan minatnya pada kemampuan kinerja dari platform FX, dan sebagai hasil dari enam bulan penelitian intensif dan pengembangan, Infiniti meluncurkan seri FX Sebastian Vettel, yang resmi diperkenalkan di Frankfurt Motor Show pada tanggal 13 September 2011. Pada tanggal 10 Oktober 2011, Infiniti memastikan mobil ini akan masuk dalam pembuatan massal sekalipun akan dibuat dalam jumlah terbatas.[64]

Statistik[sunting | sunting sumber]

Musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Seri Tim Balapan Menang Pole F/Lap Podium Poin Klasemen
2003 Formula BMW Eifelland Racing 19 5 5 4 12 216 ke-2
2004 Formula BMW ADAC Berlin-Brandenburg 20 18 14 13 20 387 Juara
2005 Formula 3 Euro Series ASL Mücke Motorsport 20 0 0 1 5 57 ke-5
Masters of Formula 3 1 0 0 0 0 N/A ke-11
Formula 3 Spanyol Racing Engineering 1 0 0 0 1 8 ke-15
Grand Prix Makau ASM F3 1 0 0 0 1 N/A ke-3
2006 Formula 3 Euro Series ASM Formule 3 20 4 1 5 9 75 ke-2
Grand Prix Makau 1 0 0 0 0 N/A ke-23
Formula Renault 3.5 Carlin Motorsport 3 1 1 0 2 28 ke-15
Masters of Formula 3 ASL Mücke Motorsport 1 0 0 0 0 N/A ke-6
2007 Formula Renault 3.5 Carlin Motorsport 7 1 1 1 4 74 ke-5
Formula Satu BMW Sauber F1 Team 1 0 0 0 0 6 ke-14
Scuderia Toro Rosso 7 0 0 0 0
2008 Formula Satu Scuderia Toro Rosso 18 1 1 0 1 35 ke-8
2009 Formula Satu Red Bull Racing 17 4 4 3 8 84 ke-2
2010 Formula Satu Red Bull Racing 19 5 10 1 10 256 Juara
2011 Formula Satu Red Bull Racing 19 11 15 3 17 392 Juara
2012 Formula Satu Red Bull Racing 20 5 6 6 10 281 Juara
2013 Formula Satu Infiniti Red Bull Racing 19 13 9 7 16 397 Juara
2014 Formula Satu Infiniti Red Bull Racing 19 0 0 2 4 167 ke-5

Rekor pribadi[sunting | sunting sumber]

Rekor Di capai pada
Pembalap yang mencetak poin terbanyak dalam satu musim[65] 2011 (27 November, 392 poin)
Pembalap yang mencetak posisi start baris depan terbanyak dalam satu musim 2011 (26 November 2011, 18 kali start dari posisi 1 atau 2).
Peraih pole position terbanyak dalam satu musim 2011 (26 November 2011, 15 pole position)[66]
Pembalap yang paling banyak memimpin dalam satu musim 2011 (27 November 2011, 739 lap yang dipimpin)
Pembalap yang paling banyak memenangi balapan dari pole dalam satu musim 2011 (30 October 2011, 9 kemenangan dari pole position)[66]
Pembalap termuda yang berpartisipasi dalam kegiatan F1 resmi[67] Turki 2006 (25 August 2006 dalam usia 19 tahun dan 53 hari)
Pembalap termuda yang mencetak waktu tercepat dalam sesi resmi balapan F1[68]
Pembalap termuda yang meraih poin[69] AS 2007 (17 Juni 2007 dalam usia 19 tahun dan 349 hari)
Pemimpin balapan termuda (minimal satu lap)[70] Jepang 2007 (30 September 2007 dalam usia 20 tahun dan 89 hari)
Peraih pole position termuda[69] Italia 2008 (13 September 2008 usia 21 tahun dan 72 hari)
Pembalap termuda yang meraih podium[71] Italia 2008 (14 September 2008 dalam usia 21 tahun dan 73 hari)
Pembalap termuda yang memenangi balapan[69]
Pembalap termuda yang mencetak double
(pole position dan kemenangan)
Juara dunia termuda[69] Musim 2010 (14 November 2010 dalam usia 23 tahun dan 135 hari)
Runner-up dunia termuda[70] Musim 2009 (1 November 2009, dalam usia 22 tahun dan 121 hari)
Pembalap termuda yang mencetak triple
(pole position, kemenangan dan lap tercepat)
Inggris 2009 (usia 21 tahun dan 353 hari)
Pembalap termuda yang mencetak grand chelem
(pole position, menang, lap tercepat, memimpin tiap lap)
India 2011 (usia 24 tahun dan 119 hari)
Pembalap debutan tercepat yang menerima penalti AS 2007 (6 detik, melebihi kecepatan di pitlane)

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Harvey, Timm (2010). Sebastian Vettel: Deutschlands neuer Formel-1-Weltmeister. FastBook Publishing. ISBN 6-130-11050-2. 

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Turun hanya untuk satu balapan saja menggantikan Robert Kubica yang cedera
  2. ^ "Red Bull: Sebastian Vettel announced Ferrari intentions on Friday". Autosport. 4 October 2014. Diakses 4 October 2014. 
  3. ^ "VETTEL MAKES HISTORY IN TAKING POLE AT ITALIAN GRAND PRIX". TSN. 2008-09-13. Diakses 2008-09-13. 
  4. ^ "VETTEL MAKES HISTORY WITH ITALIAN GRAND PRIX WIN". TSN. 2008-09-14. Diakses 2008-09-14. 
  5. ^ a b c Wawancara ekslusif: Sebastian Vettel, sebastianvettel.de
  6. ^ "Hanna Prater: F1 Sebastian Vettel’s Girlfriend (Photos, Video)". Right Fielders. Right Pundits. 10 November 2010. Diakses 23 November 2010. 
  7. ^ Majalah F1 Racing: F1 to One with Vettel, edisi Agustus 2007, halaman 20
  8. ^ "Vettel: No Manager!". Yahoo! News. 20 Oktober 2007. Diakses 24 November 2009. 
  9. ^ "Vettel membeli tanah pertanian". Tagblatt.ch. Diakses 24 November 2009. 
  10. ^ "Vettel switch to Switzerland". Nzz.ch. Diakses 20 Oktober 2009. 
  11. ^ "The Secret Life of Sebastian Vettel". formula1.com (Formula One Administration). 2010-03-17. Diakses 2010-03-18. 
  12. ^ http://www.motorsport-magazin.com/motorsport/news-31937-nachricht-vettel-sieg-abi-stress.html
  13. ^ Arron, Simon (2008-09-15). "Sebastian Vettel joins Formula One's young fast set with Monza victory". The Daily Telegraph (Telegraph Media Group). Diakses 2010-08-11. 
  14. ^ "Sebastian Vettel, Luscious Liz...and police called Michael Schumacher". crash.net (Crash Media Group). 2010-03-09. Diakses 2010-08-11. 
  15. ^ Gray, Will (2009-08-09). "My life in cars: Sebastian Vettel". The Sunday Times (News Corporation). Diakses 2010-07-19. 
  16. ^ "WS: Misano 2006 - Maldonado DQ gives Vettel win.". crash.net. 2006-07-17. Diakses 2007-06-01. 
  17. ^ "WS: Injury to sideline Vettel for weeks.". crash.net. 2006-07-30. Diakses 2007-06-01. 
  18. ^ Autosport magazine, August 10, 2006, page 27
  19. ^ "2006 Turkish Grand Prix – Fri Prac 2". formula1.com. 2006-08-25. Diakses 2007-06-01. 
  20. ^ "BMW names same drivers for 2007". grandprix.com. 2006-10-19. Diakses 2007-06-01. 
  21. ^ "Ammermuller replaces Vettel at Carlin". autosport.com. 2007-08-15. Diakses 2007-08-19. 
  22. ^ "Vettel to replace Kubica at Indianapolis". autosport.com. 2007-06-14. Diakses 2007-06-14. 
  23. ^ "Vettel becomes F1's youngest scorer". itv-f1.com. 2007-06-17. Diakses 2007-06-18. 
  24. ^ "U.S. driver Scott Speed dropped by Toro Rosso, replaced by Sebastian Vettel". Associated Press. 2007-07-31. Diarsipkan dari aslinya tanggal 2008-09-29. Diakses 2008-07-21. 
  25. ^ "Vettel to race for Toro Rosso in 2008". autosport.com. 2007-08-02. Diakses 2007-08-02. 
  26. ^ "Toro Rosso confirm Bourdais for 2008". grandprix.com. 2008-08-10. Diakses 2008-08-10. 
  27. ^ "Vettel to earn $165, 000 at STR". flagworld.auto123.com. 2007-08-01. Diakses 2007-08-01. 
  28. ^ "Stewards investigating Hamilton for Webber-Vettel crash". f1.gpupdate.net. 2007. Diakses 2007-10-04. 
  29. ^ "Flawless Vettel storms to fourth". F1Fanatic.co.uk. 2007. Diakses 2007-10-07. 
  30. ^ www.autosport.com Retrieved January 30, 2008
  31. ^ http://www.skysports.com/story/0,19528,12433_4139388,00.html
  32. ^ New Talent Star: Sebastian Vettel, BBC.co.uk, diakses: 27 November 2009
  33. ^ Incredible result from Baby Schumi, Guardian.co.uk, diakses: 27 November 2009
  34. ^ Vettel becomes a youngest F1 driver who won the race, ITV-F1.com, diakses: 27 November 2009
  35. ^ New nickname for Vettel: Baby Schumi, BBC.co.uk, diakses: 27 November 2009
  36. ^ Vettel: New Schumacher Era?, Planet-F1, diakses: 27 November 2009
  37. ^ "Vettel gets grid penalty for Malaysia". autosport.com. Diakses 2009-03-31. 
  38. ^ "Malaysian Grand Prix as it happened". bbc.co.uk/sport. Diakses 2009-04-05. 
  39. ^ "Vettel leads Red Bull 1-2 in China". bbc.co.uk. Diakses 23 November 2009. 
  40. ^ "British Grand Prix: Sebastian Vettel claims win to chip away at Jenson Button’s lead". The Telegraph. 2009-06-21. Diakses 2009-06-25. 
  41. ^ "Webber clinches first grand prix win at Nurburgring". F1.GPUpdate.net. Diakses 19 Oktober 2009. 
  42. ^ "Hamilton clinches first win of the season". F1.GPUpdate.net. 26/07/2009. Diakses 10 Oktober 2009. 
  43. ^ "Sebastian Vettel wins Formula One world championship in Abu Dhabi". The Guardian (Guardian Media Group). 14 November 2010. Diakses 15 November 2010. 
  44. ^ Cary, Tom (14 November 2010). "Red Bull's Sebastian Vettel is crowned Formula One world champion". The Daily Telegraph (Yas Marina Circuit, Abu Dhabi: Telegraph Media Group). Diakses 15 November 2010. 
  45. ^ Update Finis: Vettel Menang, BolaNews
  46. ^ Vettel Menang Lagi, detik.com
  47. ^ Benson, Andrew (18 March 2012). "Jenson Button wins Australian Grand Prix for McLaren". BBC Sport (BBC). Diakses 18 March 2012. 
  48. ^ Benson, Andrew (26 March 2012). "Sebastian Vettel criticises ‘idiot’ backmarker in Malaysian GP". BBC Sport (BBC). Diakses 31 March 2012. 
  49. ^ Benson, Andrew (30 March 2012). "Karthikeyan keen to move on from Vettel 'cry baby' comment". BBC Sport (BBC). Diakses 31 March 2012. 
  50. ^ Collantine, Keith (16 March 2013). "Australian GP qualifying postponed to Sunday morning". F1 Fanatic (Keith Collantine). Diakses 29 March 2013. 
  51. ^ Collantine, Keith (24 March 2013). "Webber: Vettel will be ‘protected’ in team orders row". F1 Fanatic (Keith Collantine). Diakses 29 March 2013. 
  52. ^ "Engine software issue hinders Vettel". GPUpdate.net (GPUpdate). 15 March 2014. Diakses 16 March 2014. 
  53. ^ Anderson, Ben (16 March 2014). "Nico Rosberg dominates in Melbourne for Mercedes". Autosport (Haymarket Publications). Diakses 16 March 2014. 
  54. ^ http://www1.skysports.com/f1/news/22058/9279295/mark-hughes-on-why-daniel-ricciardo-is-showing-sebastian-vettel-the-way-at-red-bull
  55. ^ http://www1.skysports.com/f1/news/12433/9478167/sebastian-vettel-says-a-combination-of-factors-at-root-of-his-2014-struggles
  56. ^ "Captured image from the race on sunday" (dalam bahasa Japanese). Formula One Administration. 2007-09-30. Diakses 2007-09-30. 
  57. ^ "Red Bull collision 'not ideal' says Mark Webber". The Daily Telegraph (Telegraph Media Group). 2010-05-30. Diakses 2010-06-05. 
  58. ^ "Red Bull 'threw away easy one-two' in Turkey, says McLaren's Tim Goss". The Guardian (Guardian Media Group). Press Association. 2010-05-31. Diakses 2010-06-05. 
  59. ^ Rae, Richard (2010-08-29). "Lewis Hamilton wins incident-packed Belgian Grand Prix". BBC Sport (BBC). Diakses 2010-08-29. 
  60. ^ Noble, Jonathon; Beer, Matt (11 April 2013). "Red Bull team orders row: Vettel says he would probably do it again". Autosport.com (Haymarket Publications). Diakses 11 April 2013. 
  61. ^ Noble, Jonathon (24 March 2013). "Malaysian GP: Red Bull sure Vettel flouted team order deliberately". Autosport.com (Haymarket Publications). Diakses 29 March 2013. 
  62. ^ "Vettel to represent Germany at RoC". planet-f1.com. 2007-10-26. Diakses 2007-10-26. 
  63. ^ Majalah F1 Racing - November 2008 - Mendaki gunung bersama Vettel - halaman 60-64.
  64. ^ Condon, Joshua (10 October 2011). "Sebastian Vettel-Inspired Infiniti FX Headed for Production". MSN Autos (Microsoft). Diakses 12 October 2011. 
  65. ^ http://f1-grandprix.com/?page_id=3158
  66. ^ a b Rekor berbagi bersama Nigel Mansell (1992).
  67. ^ "Sebastian Vettel – A Short Biography". redbullreporter.com. 23 March 2011. Diakses 7 July 2011. 
  68. ^ "Today's race in Montreal gives Austin a glimpse of its F1 future". Statesman.com. 11 June 2011. 
  69. ^ a b c d "Superman Seb! Youngest F1 champion cried with joy at his triumph for Red Bull". Daily Mail. 14 November 2010. Diakses 7 July 2011. 
  70. ^ a b "Sebastian Vettel: F1 driver profile". Daily Telegraph. 9 March 2010. Diakses 7 July 2011. 
  71. ^ "I don't have blood, but engine fuel, running through my veins!". redbullreporter.com. 4 April 2011. Diakses 7 July 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]