Felipe Massa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Felipe Massa
Felipe Massa - 2011 Canadian Grand Prix cropped.jpg
Felipe Massa di Grand Prix Kanada 2011
Lahir 25 April 1981 (umur 32)
Bendera Brasil Sao Paulo, Brasil
Sejarah karier dalam ajang Formula Satu
Kebangsaan  Brasil
Tim saat ini WilliamsMercedes
Mobil nomor 4
Jumlah lomba 174 (172 start)
Juara dunia 0
Menang 11
Podium 35
Total poin 704
Posisi pole 15
Lap tercepat 14
Lomba pertama Grand Prix Australia 2002
Menang pertama Grand Prix Turki 2006
Menang terakhir Grand Prix Brasil 2008
Lomba terakhir Grand Prix Brasil 2013
Klasemen 2012 Posisi 7 (122 poin)

Felipe Massa (pelafalan dalam bahasa Portugis: [feˈlipi ˈmasɐ]; lahir di Sao Paulo, Brasil, 25 April 1981; umur 32 tahun), adalah seorang pembalap Formula 1 berkebangsaan Brasil. Debut Massa di ajang F1 dimulai di GP Australia 2002 saat ia bergabung bersama tim Sauber-Petronas. Sementara kemenangan perdananya diraih di GP Turki 2006 bersama tim Ferrari. Prestasi terbaik Massa sampai saat ini adalah saat ia menjadi runner-up dunia 2008 di bawah pembalap McLaren, Lewis Hamilton. Ia juga menjadi pembalap Brasil pertama sejak Ayrton Senna pada tahun 1993 yang berhasil memenangi lomba di rumah sendiri pada GP Brasil 2006.

Pertengahan musim 2009, Felipe Massa sempat mengalami kecelakaan hebat yang nyaris mengakhiri hidupnya di Hongaria. Tim Ferrari lantas mengganti Massa dengan Luca Badoer (dua balapan) dan Giancarlo Fisichella (lima balapan). Sempat dirumorkan akan diganti bila sampai akhir 2009 kondisinya belum baik, Felipe Massa akhirnya bisa bernapas lega saat Ferrari mengumumkan bahwa Massa akan tetap tinggal di Ferrari. Rekan setim Massa saat ini adalah juara dunia 2005-06, Fernando Alonso. Felipe Massa bertahan di tim Ferrari sampai akhir musim 2013.[1] Untuk musim 2014, Felipe beralih memperkuat tim Williams bersama Valtteri Bottas.[2]

Profil[sunting | sunting sumber]

Pribadi[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa lahir dari keluarga imigran di kota São Paulo, Brasil. Kakeknya adalah orang Italia yang berasal dari Cerignola, yang kemudian berimigrasi ke Brasil. Massa kecil banyak bermain seperti layaknya anak Brasil kebanyakkan, yaitu sepak bola. Namun karena tinggi badannya terlalu kecil untuk menjadi seorang pemain sepak bola, akhirnya ia pun memutuskan untuk mencari hobi lain. Dan ketika itulah, hobinya untuk kebut-kebutan mulai tumbuh, walaupun hanya sebatas dalam sepeda biasa.

Pada usia 7 tahun, ia kemudian bekerja sampingan sebagai pengantar pizza, di kala waktu senggang sepulang sekolah. Ia lantas mendapatkan perintah untuk mengantarkan pizza ke sirkuit Interlagos, dimana saat itu tengah berlangsung GP F1 Brasil. Diluar dugaan ia tertarik dengan ajang balapan, dan akhirnya ia memutuskan untuk mencoba hobi membalap. Massa lantas mencoba gokart pertamanya pada usia 9 tahun.

Massa pernah tinggal di Monaco saat ia pertama kali turun di F1 pada 2002. Kemudian setelah ia bergabung sebagai pembalap resmi Ferrari di 2006, Massa lantas pindah ke Swiss, tepatnya di Zürich, berdekatan dengan kediaman Kimi Raikkonen, Fernando Alonso, dan Michael Schumacher. Massa menikah dengan model Brasil, Anna Rafaela Bassi pada tanggal 29 November 2007 di Sao Paulo.[3][4] Namun acara pernikahan ini tidak dihadiri oleh Michael Schumacher dan Kimi Raikkonen, hanya Rubens Barrichello dan Antonio Pizzonia-lah yang terlihat hadir saat acara pemberkatan Massa di gereja. Dari pernikahannya ini, Massa dikaruniai seorang anak laki-laki yang lahir bulan November 2009.[5]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa sedang bersantai di GP Indianapolis 2005.

Massa saat ini dimanajeri oleh putra mantan team principal Ferrari Jean Todt, Nicolas Todt. Nicolas sendiri pertama kali menjadi manajer Massa saat sang ayah, Jean Todt menarik masuk Massa ke Ferrari sebagai test driver pada tahun 2003.

Massa merupakan teman baik dari seorang desainer jam tangan mewah asal Swiss, Richard Mille, yang kemudian membuatkannya beberapa model jam tangan mewah seperti seri RM-005FM, dan seri RM-011[6], agar ia tidak terlalu ketinggalan dibandingkan rekannya Kimi Raikkonen yang menjadi duta ambassador TAG-Heuer.

Massa merupakan penggemar dari klub sepak bola Sao Paulo F.C.[7] Untuk kawasan Eropa sendiri, ia merupakan fans dari klub asal Turki, Fenerbahce, sebab di sanalah sahabat Massa, yaitu Roberto Carlos bermain.[8] Selain dua klub diatas, sebagai salah satu anggota dari kerajaan bisnis FIAT Group, Massa juga mau tidak mau harus mendukung salah satu saudara Ferrari, Juventus F.C.

Karier awal[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa, yang sudah mengenal ajang balapan sejak usia 7 tahun, memulai karier di ajang gokart pada usia 9 tahun. Ia berada di gokart selama 7 tahun, dan malang melintang di ajang nasional Brasil maupun internasional. Pada 1998, ia pindah ke ajang Formula Chevrolet. Dan finish di P5 pada klasemen akhir. Pada tahun 2000, ia pindah ke Eropa dan mengikuti Formula Renault Italia dan Formula Renault Eropa. Di ajang Formula Renault-lah ia sempat bertemu dengan Kimi Raikkonen, walaupun saat itu mereka belum akrab sama sekali. Tujuh tahun kemudian pada tahun 2007, mereka berdua menjadi rekan setim di tim Ferrari.

Massa lantas pindah ke ajang F3000 Euro Series pada 2001. Dengan meraih 6 kemenangan dari 8 balapan, ia ditawari untuk mengetes mobil F1 Sauber pada akhir 2001, dan menandatangani kontrak F1 untuk musim 2002. Sebelum menandatangani kontrak F1 dengan Sauber, ia sempat ditawari untuk membalap bersama Alfa Romeo di ajang European Touring Car Championship.

Bagusnya penampilan Felipe Massa di ajang F3000 Euro Series pada 2001 membuat Peter Sauber terkagum-kagum, dan kemudian memuji Massa dengan ucapan:

"Felipe Massa banyak persamaannya dengan Kimi Raikkonen. Suatu saat nanti, satu di antara mereka, atau bahkan mereka berdua, akan menjadi juara dunia baru di ajang Formula 1."[9]

Formula 1[sunting | sunting sumber]

2002–2005: Sauber-Petronas[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa di GP Inggris 2005.

Debut dan julukan "Si Liar"[sunting | sunting sumber]

Debut F1 Felipe Massa dimulai di GP Australia 2002[10], bersama rekan setimnya yang lebih berpengalaman, Nick Heidfeld. Di musim debutnya ini, Felipe hanya mampu mengumpulkan 4 poin, selebihnya ia sering terlibat insiden dan kecelakaan. Bahkan ia dijuluki "Si Liar" karena gaya mengemudinya yang sesekali kacau. Massa sempat terkena penalti akibat gaya mengemudinya itu di GP Italia.[11] Tim Sauber lalu mengganti Massa dengan pembalap senior Heinz-Harald Frentzen di GP AS[12] dan di musim balap 2003. Massa yang kemudian tersingkir dengan kehadiran H-HF akhirnya pindah ke Ferrari sebagai pembalap uji.[13] Jean Todt kemudian lantas mengiming-imingi Massa dengan peluang kursi Ferrari di masa mendatang, jika penampilannya selama menjadi pembalap uji bagus. Sebelum resmi menjadi pembalap uji Ferrari, Massa sempat ditawari untuk membalap di tim Jordan, menemani Giancarlo Fisichella. Namun nampaknya, rayuan Todt plus sejarah Ferrari yang berpengalaman di F1 akhirnya membuat Massa tetap pada pendiriannya, menerima tawaran sebagai test driver Ferrari.

Selama musim 2003 berjalan, Massa terus mengasah kemampuannya di Ferrari. Di sana ia belajar banyak dari Michael Schumacher dan Rubens Barrichello. Sesekali ia pun terlibat dalam diskusi teknik dengan kedua pembalap tersebut, dan juga dengan sesama test driver lainnya, Luca Badoer. Gaya balap Massa yang sebelumnya acak-acakan perlahan mulai berubah. Dan berkat kemajuannya tersebut, tim lamanya, Sauber-Petronas akhirnya memutuskan untuk kembali menarik Felipe Massa sebagai pembalap regular untuk musim balap 2004, walaupun dilain pihak banyak terdengar suara sumbang atas keputusan Peter Sauber untuk kembali menarik Massa ke tim Sauber. Di tim tempat ia memulai karier F1-nya tersebut, Massa akan berpasangan dengan Giancarlo Fisichella. Hasil musim 2004 untuk Massa tidak terlalu mengecewakan, ia berhasil mencetak 12 poin dari total 34 poin Sauber, dengan prestasi terbaik finish di P4 di GP Belgia.[14]

Mengalahkan senior[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa di GP Italia 2005.

Di musim 2005, Massa mendapat rekan setim yang baru, yaitu mantan juara dunia F1 musim 1997 asal Kanada, Jacques Villeneuve (JV). Villeneuve, yang sebelum musim balapan dimulai sudah menyombongkan diri akan mengalahkan Massa, terpaksa harus mengakui bahwa ia kalah bagus dibanding rekan setimnya yang masih muda tersebut. Momen paling unik antara JV-Massa adalah ketika di GP Monaco.[15] Saat itu keduanya berebut masuk tikungan Ste-Devote. Akhirnya yang terjadi adalah kecelakaan. Sejak saat itu pulalah, pertemanan JV-Massa sedikit renggang. Hasil akhir untuk Felipe Massa di musim 2005 adalah di P13 klasemen pembalap dengan 11 poin.

Akhir 2005, Ferrari melalui Jean Todt secara tiba-tiba memutus kontrak Rubens Barrichello yang sedianya akan berakhir di penghujung musim 2006, dan kemudian secara mengejutkan memenuhi janjinya untuk menarik Felipe Massa ke kursi pembalap menemani Michael Schumacher.[16] Massa sendiri kemudian mendapat seorang manajer baru, yang tidak lain adalah putra dari Jean Todt sendiri, yaitu Nicolas Todt. Sebetulnya, Massa disarankan oleh Peter Sauber agar tetap tinggal di Sauber (yang kemudian dibeli BMW). Namun Massa menolak dengan alasan kesempatan untuk menjadi juara dunia di Ferrari lebih besar ketimbang jika dirinya tetap bertahan di Sauber/BMW.

2006–kini: Scuderia Ferrari[sunting | sunting sumber]

Massa merayakan kemenangan di kandang sendiri pada GP Brasil 2006.

Bersama Schumi dan Kimi[sunting | sunting sumber]

Pada musim 2006, Massa mendapat sebuah tantangan besar dengan menjadi tandem Michael Schumacher di tim Ferrari. Berbeda dengan rekan setim Schumi sebelumnya (semacam Eddie Irvine atau Rubens Barrichello), kali ini Massa merasa bahwa dia bukan menjadi "pelindung" atau "mengalah untuk Schumi". Diluar dugaan, Michael Schumacher secara terang-terangan membimbing Massa seperti guru pada muridnya. Hasilnya adalah kemenangan pertama di Turki.[17] Sebelumnya, secara mengejutkan pula, Felipe Massa mampu memimpin lomba di GP Amerika Serikat di sirkuit Indianapolis, walaupun pada akhirnya ia harus rela menyerahkan posisinya tersebut melalui sebuah team order halus kepada Michael Schumacher.

Memasuki balapan kandang sendiri di Interlagos, Brasil, beban mental menumpuk pada Felipe. Ia mau tidak mau harus mempertunjukan kebolehannya di depan publik sendiri. Namun kematangan Massa terlihat dengan mantapnya ia saat meraih pole position dan kemudian mengubahnya menjadi sebuah kemenangan spektakuler pada balapan besoknya. Dengan kemenangan gemilang ini, Felipe Massa memecahkan telur yang dierami Brasil selama 13 tahun. Sebab terakhir kali orang Brasil menang dikandang sendiri adalah pada GP Brasil 1993 yang dimenangi oleh almarhum Ayrton Senna.[18] Di akhir musim, Michael Schumacher memutuskan pensiun dan posisinya akan digantikan oleh mantan pembalap McLaren yang pernah bertarung dengan Massa di Formula Renault tahun 2000, Kimi Raikkonen. Massa sendiri finish di P3 dalam klasemen akhir pembalap musim 2006, dengan total 80 poin.

Felipe Massa di GP Inggris 2007.

Memasuki musim 2007, banyak orang yang menggunjingkan bahwa Kimi dan Massa tidak akur. Banyak yang menganggap bahwa keduanya itu ibarat api dan es. Yang satu dingin (Raikkonen), yang satunya panas karena Latino (Massa). Namun ternyata fakta dilapangan berbalik 180 derajat. Justru malah di tim lawan (McLaren) yang seperti itu. Sudah bukan rahasia umum, bahwa Fernando Alonso dan Lewis Hamilton tidak harmonis. Sementara di Ferrari, walaupun status pembalap utama dihapus oleh Luca Montezemolo selaku presiden Ferrari, namun hubungan Massa dan Kimi tetap harmonis dan saling membantu demi membawa Ferrari kembali ke tahta juara dunia.

Massa memenangi lomba secara spektakuler di Bahrain[19][20] dan Spanyol.[21] Di GP Eropa ia bersitegang dengan Alonso yang dari rekaman video TV terlihat mengolok-olok Massa yang dianggap Alonso sebagai pembalap amatir. Kontan Massa marah, namun berhasil diredam oleh Michael Schumacher yang menjadi tamu istimewa GP Eropa di sirkuit Nurburgring. Kemudian di GP Turki pada 26 Agustus 2007, Massa kembali mengulangi apa yang ia raih tahun 2006. Memenangi lomba dengan posisi 1-2 untuk Ferrari. Setelah balapan, ia berkata bahwa sirkuit Istanbul Park adalah salah satu sirkuit keramat baginya, karena di sinilah ia meraih kemenangan pertamanya di musim 2006, dan kemudian mengulanginya lagi di 2007.[22]

Namun harapan Massa untuk menjadi kampiun dunia 2007 kandas di GP Jepang setelah dia gagal merangsek kedepan akibat hujan deras. Massa akhirnya memutuskan untuk membantu Kimi semaksimal mungkin demi meraih gelar juara dunia pembalap 2007 (gelar konstruktor diperoleh Ferrari tanpa perjuangan setelah McLaren didiskualifikasi akibat kasus "Stepney-gate").[23]

Pada balapan kandangnya di Brasil, Massa memainkan perannya dengan sempurna. Start dari pole, Massa akhirnya mengalah pada Kimi dalam strategi pit. Publik Brasil juga menerima apa yang Massa lakukan dan turut bergembira saat Kimi menang dan dinyatakan "sah" sebagai juara dunia F1 2007 (walaupun gelar Kimi baru sah pada tanggal 15 November 2007).[24][25]

Penantang gelar dan kecelakaan[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa di GP Kanada 2008.

Felipe Massa mengawali musim 2008 dengan buruk. Ia dua kali gagal finish di dua balapan awal (Australia dan Malaysia). Namun ia berhasil bangkit dengan menang di Bahrain[26], dan (lagi-lagi) Turki. Namun ambisi Massa untuk bisa menguasai klasemen teratas pembalap juga terhalangi oleh beberapa kesalahan konyol dari timnya sendiri. Di Monaco, tim Ferrari salah menerapkan strategi, dan akhirnya mengakibatkan Massa yang start dari pole harus rela finish di P2. Meski begitu ia berhasil bangkit dan menang di Prancis, itu pun setelah Kimi Raikkonen mengalami masalah dengan knalpotnya.

Setelah menang secara spektakuler di Valencia, walaupun sempat terancam akan di DQ akibat ulahnya yang nyaris menyebabkan Adrian Sutil celaka di pit exit, Massa kembali menang di Belgia. Kali ini kemenangannya sedikit berbau kontroversial, karena Lewis Hamilton yang sebelumnya dinyatakan menang, harus terkena penalti 25 detik akibat bersenggolan dengan Kimi. Massa yang start dari P2, dan kemudian turun ke P3, dan tidak menyalip siapapun akhirnya dinyatakan sebagai pemenang, tiga jam seusai balapan.

Di Singapura, Massa start dari pole.[27], sayangnya ia kembali gagal menang akibat insiden pit yang salah dari Ferrari. Memasuki China, ia adalah satu-satunya pembalap yang masih mempunyai peluang untuk menjadi juara dunia. Menjelang akhir balapan, Kimi Raikkonen yang sudah tidak punya peluang menjadi juara kemudian memberikan jalan kepada Massa untuk duduk di P2.[28]

Felipe Massa sebenarnya bisa saja menjadi juara dunia, karena ia menang secara spektakular di kandangnya sendiri di Brasil. Sayang beberapa ratus meter dibelakangnya, Lewis Hamilton secara baik mampu mengambil kesempatan saat Timo Glock yang berada di P5 mengalami masalah. Hamilton berhasil finish di P5, dan memupus impian Massa untuk jadi juara dunia. Saat Massa masuk parc ferme, ia menangis, tetapi ia pun tidak kecewa, karena sudah berusaha memberikan hasil yang cukup baik bagi para pendukungnya di Sao Paulo.[29][30]

Felipe Massa di GP Turki 2009.

Musim 2009 ternyata tidak seindah yang diharapkan oleh tim Ferrari dan juga dua pembalapnya (Felipe Massa dan Kimi Räikkönen).[31][32] Massa hanya mampu meraih podium ketiga di Jerman. Selanjutnya di Hungaria ia terlibat kecelakaan hebat yang disebabkan pecahan mobil dari Rubens Barrichello, dimana salah satu pecahannya mengenai helm Massa.[33][34] Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit Állami Egészségügyi Központba (dalam bahasa Indonesia: pusat kesehatan masyarakat) di Budapest, dan hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa Massa mengalami gegar otak. Sebagai penggantinya di Valencia pada 23 Agustus, tim Ferrari kemudian menyiapkan Luca Badoer dan terhitung sejak tanggal 3 September 2009, Giancarlo Fisichella akan mengisi posisi Felipe Massa sampai musim 2009 berakhir.[35] Sebagai salah satu upaya penyembuhan dirinya, Massa kemudian banyak melakukan latihan dengan memakai mobil gokart. Ia kemudian tampil sebagai tamu istimewa di GP Brasil 2009 dengan menjadi pengibar bendera finish.

Prestasi menurun[sunting | sunting sumber]

Akhir Agustus 2009, Ferrari secara diam-diam telah mengontrak Fernando Alonso untuk membalap bersama Ferrari mulai 2010.[36] Saat itu publik menduga bahwa Massa-lah yang akan tersingkir dikarenakan kondisinya yang belum begitu membaik pasca kecelakaan di Hungaria. Tetapi secara mengejutkan sehabis GP Singapura 2009, tim Ferrari mengumumkan bahwa kontrak Kimi Raikkonen akan diputus di musim 2010, dan itu berarti Fernando Alonso akan bertandem dengan Felipe Massa.[37] Massa sendiri tampak tidak berkeberatan kalau Alonso menjadi tandemnya di musim 2010, karena menurutnya akan lebih mudah bagi Ferrari untuk merajai setiap balapan jika dua pembalapnya mempunyai kualitas yang sama.

Kembalinya Felipe Massa di musim 2010 diawali dengan baik saat ia berhasil menduduki posisi kedua saat lomba di Bahrain dibelakang rekan setimnya sendiri, Fernando Alonso. Masuk ke Australia, setelah sempat salah taktik di awal lomba, Felipe Massa akhirnya berhasil finish di P3, di depan rekan setimnya sendiri. Di empat balapan selanjutnya (Cina, Spanyol, Monako, dan Turki), Felipe hanya mampu finish dibawah lima besar. Kekecewaan Felipe semakin bertambah setelah ia sama sekali tidak mampu meraih angka di Kanada, Eropa, dan Inggris, yang kemudian menyebabkannya keluar dari persaingan perebutan gelar juara dunia. Sementara itu di Jerman, Massa sempat memimpin balapan sejak awal sebelum akhirnya diperintahkan oleh tim untuk mengalah dan menyerahkan gelar juara yang sudah di depan mata kepada Fernando Alonso.[38][39] Kasus ini kemudian dibawa ke meja sidang FIA di Paris tanggal 8 September, namun FIA kemudian memutuskan bahwa tindakan Ferrari di Jerman tersebut tidak bersalah. Massa kemudian berhasil finish podium di Italia dengan berada di P3. Hasil yang sama kemudian ia peroleh kembali di Korsel yang sekaligus menjadi podium terakhirnya di musim 2010. Massa finish di P6 klasemen dengan raihan 144 poin.

Felipe Massa di Barcelona tahun 2011.

Musim 2011 diawali Massa dengan buruk. Ia sempat bertarung hebat dengan Jenson Button di Australia dan kemudian Button terkena penalti akibat memotong tikungan. Penampilan ban yang buruk kemudian memaksa Massa finish di P9. Di Malaysia Massa berhasil finish P5 di depan rekan setimnya Fernando Alonso. Di Cina Massa sebetulnya berpeluang meraih podium, tetapi usahanya kandas karena kesalahan dalam penggunaan strategi pit yang menyebabkannya harus puas finish di P6, lagi-lagi di depan Alonso. Setelah hanya finish P11 di Turki dan kemudian dua kali tersingkir masing-masing karena masalah girboks di Spanyol dan terlibat kecelakaan dengan Lewis Hamilton di Monako[40], Felipe Massa kembali bangkit dan meraih poin di tiga balapan selanjutnya (Kanada, Eropa dan Inggris). Untuk pertama kalinya di musim 2011, Massa berhasil mengalahkan Alonso di sesi kualifikasi Belgia tetapi ia hanya mampu finis P8 saat lomba. Momen besar untuk Massa datang di Singapura saat ia bersenggolan dengan Lewis Hamilton. Usai balapan, Massa yang masih larut dalam emosi kemudian menepuk bahu Hamilton dan mengatakan "kerja bagus, kawan!"[41] Selanjutnya di Jepang dan Korea, Massa kembali bersenggolan dengan Hamilton dan bahkan sempat meminta kepada FIA untuk memberikan tindakan tegas kepada Hamilton yang Massa nilai sering merusak balapan orang lain.[42] Di India untuk kesekian kalinya Massa terlibat senggolan dengan Hamilton namun kali ini Massa yang terkena penalti drive-thru. Perselisihannya dengan Lewis Hamilton baru bisa berakhir sesudah balapan penutup musim di GP Brasil saat ia dan Hamilton saling berpelukan dan berjabatan tangan di depan kamera para wartawan. Baik Massa maupun Hamilton sama-sama mengklaim bahwa mereka kini akan menjadi rival sekaligus sahabat seperti dulu lagi.

Untuk musim 2012, Felipe Massa masih bertahan di Ferrari. Usai mendapat hasil buruk di tiga lomba awal, Massa meraih poin perdananya di musim 2012 di Bahrain saat finis di posisi 9. Setelah mengalami beragam hasil buruk dan sempat terancam akan keluar dari Ferrari pada akhir 2012, Massa mulai bangkit dengan raihan posisi empat di Inggris. Podium yang dinantikan Massa sejak 2010 akhirnya berhasil ia raih di Jepang dimana pada saat yang sama rekan setimnya Fernando Alonso kandas akibat insiden di lap pertama. Usai finis di posisi Korea, Ferrari akhirnya memutuskan untuk memperpanjang kontrak Massa selama satu musim. Massa kemudian meraih satu kali posisi podium lagi lewat peringkat ketiga di Brasil dan mengakhiri musim di posisi 7 klasemen.

Felipe Massa di Malaysia 2013.

Awal musim yang kuat diperlihatkan oleh Felipe Massa di musim 2013 dengan raihan poin yang ia dapatkan di Australia dan Malaysia. Di Cina Massa sempat memimpin sebelum kemudian finis keenam. Di Bahrain, Massa mengalami masalah dengan ban yang menyebabkannya finis di urutan 15. Massa sukses mencuri posisi podium di Spanyol saat ia finis ketiga. Di Monako Massa mengalami dua kali kecelakaan yaitu di sesi latihan bebas dan saat lomba.[43][44] Masalah ban kemudian mewarnai lomba Massa di Inggris sebelum ia berhasil bangkit dan finis di urutan 6. Pada lomba di Belgia, Felipe Massa nyaris meraih pole position sebelum kesalahan analisa strategi dari Ferrari mengagalkannya. Pada lomba di India, Felipe Massa sempat memimpin lomba di awal musim sebelum kemudian menurun dan hanya mampu finis di urutan 4. Massa akhiri perjalanan karier Ferrari-nya pada musim 2013 dengan peringkat 8 klasemen.

2014: Williams[sunting | sunting sumber]

Felipe Massa umumkan pengunduran dirinya dari Ferrari pada tanggal 10 September 2013. Sehari berikutnya Ferrari mengumumkan Kimi Raikkonen yang pernah menjadi rekan setim Massa akan kembali ke Ferrari mulai musim 2014. Dua bulan kemudian, Felipe Massa mencapai kesepakatan dengan Williams untuk bergabung mulai musim 2014 menggantikan Pastor Maldonado.

Catatan karier[sunting | sunting sumber]

Musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Seri Tim Balapan Menang Pole F/Lap Podium Poin Posisi
1998 Formula Chevrolet Brasil  ?  ?  ?  ?  ?  ?  ? ke-5
1999 Formula Chevrolet Brasil Team Mastercard[45] 10 3  ?  ?  ?  ? Juara
2000 Formula Renault 2000 Eurocup Cram Competition 9 3  ?  ? 4 140 Juara
Formula Renault 2000 Italia Cram Competition 8 4 4 3 5 147 Juara
2001 Euro Formula 3000 Draco Junior Team 8 6 6 5 6 60 Juara
European Supertouring Championship Team Nordauto 4 0 0 0 0 71 ke-23
24 Hours of Sicily  ? 1 0 0 0 2 N/A ke-2
2002 Formula Satu Sauber Petronas 16 0 0 0 0 4 ke-13
2004 Formula Satu Sauber Petronas 18 0 0 0 0 12 ke-12
2005 Formula Satu Sauber Petronas 19 0 0 0 0 11 ke-13
2006 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 18 2 3 2 7 80 ke-3
2007 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 17 3 6 6 10 94 ke-4
2008 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 18 6 6 3 10 97 ke-2
2009 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 10 0 0 1 1 22 ke-11
2010 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 19 0 0 0 5 144 ke-6
2011 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 19 0 0 2 0 118 ke-6
2012 Formula Satu Scuderia Ferrari Marlboro 20 0 0 0 2 122 ke-7

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • 2007: Penerima tropi Lorenzo Bandini Awards

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Felipe Massa to stay at Ferrari until 2012". formula1.com (Formula One Administration). 2010-06-09. Diakses 2010-06-09. 
  2. ^ "Massa to partner Bottas at Williams for 2014". Formula1.com (Formula One Administration). 11 November 2013. Diakses 11 November 2013. 
  3. ^ "Massa ties the knot". f1technical.com. 2007-12-02. Diakses 2007-12-02. 
  4. ^ Felipe Massa menikah di Brasil
  5. ^ Massa akan segera menjadi ayah, f1-live.com
  6. ^ Seri jam tangan mewah Felipe Massa oleh Richard Mille
  7. ^ Massa: Saya suka Sao Paulo FC
  8. ^ Massa: I’m fans of Fenerbahce
  9. ^ Majalah F1 Racing Januari 2002 – New Sauber Boy: Felipe Massa
  10. ^ Australian GP 2002, newsonf1.com
  11. ^ F1 Italian GP 2002 news, grandprix.com
  12. ^ Review GP AS 2002
  13. ^ Peter Sauber mengontrak Heinz-Harald Frentzen untuk 2003
  14. ^ Belgian GP 2004 review, grandprix.com
  15. ^ Review GP Monaco 2005, f1fanatic.co.uk
  16. ^ Massa akhirnya jadi pindah ke tim Ferrari
  17. ^ Review GP Turki 2006, f1fanatic.co.uk
  18. ^ Review GP F1 Brasil 2006: Felipe Massa Menang!
  19. ^ Statistik dan fakta GP Bahrain 2007, F1fanatic.co.uk
  20. ^ Review GP F1 Bahrain 2007, F1fanatic.co.uk
  21. ^ Review GP Spanyol 2007, F1fanatic.co.uk
  22. ^ Review GP Turki 2007, F1fanatic.co.uk
  23. ^ "McLaren hit with constuctors' ban". news.bbc.co.uk. 2007-09-13. Diakses 2007-09-13. 
  24. ^ "End of Season Drama will Raikkonen take Victory after all?". Forumula1.net. October 21, 2007. Diakses 2007-10-21. 
  25. ^ "McLaren lose Brazilian GP appeal". bbc.co.uk. 2007-11-16. 
  26. ^ "Felipe Massa of Ferrari wins in Bahrain Grand Prix". iht.com. 2008-04-06. Diakses 2008-04-06. 
  27. ^ "The Official Formula 1 Website". F1.com. 2008-10-20. Diakses 2009-05-09. 
  28. ^ "Massa: Title fight isn't over yet - F1 | ITV Sport". Itv-f1.com. 2008-10-20. Diakses 2009-05-09. 
  29. ^ "The Official Formula 1 Website". Formula1.com. 2008-11-04. Diakses 2009-05-09. 
  30. ^ "Manipe F1". Manipe F1. 2008-11-05. Diakses 2009-05-09. 
  31. ^ "Erro de estratégia deixa Massa em 16º" (dalam bahasa portuguese). globoesporte.com. 2009-04-04. 
  32. ^ "Massa admits qualifying error". BBC Sport. 4 April 2009. Diakses 5 April 2009. 
  33. ^ Elizalde, Pablo; Noble, Jonathan (2009-07-25). "Massa undergoes successful surgery". autosport.com (Haymarket Publications). Diakses 2009-07-25. 
  34. ^ "Ferrari's Massa in 'life-threatening' state". ESPN. 2009-07-26. Diakses 2009-09-04. 
  35. ^ Ferrari pilih Fisichella
  36. ^ Benson, Andrew (30 September 2009). "Ferrari confirm capture of Alonso". BBC Sport. Diakses 2009-09-30. 
  37. ^ Official: Fernando Alonso Joins Ferrari For 2010
  38. ^ Collantine, Keith (2010-07-25). "Massa ordered to hand win to Alonso". F1 Fanatic (Keith Collantine). Diakses 2010-07-25. 
  39. ^ "Formula 1 highlights - German Grand Prix". BBC Sport (BBC). 2010-07-25. Diakses 2010-07-29. 
  40. ^ Straw, Edd; O'Leary, Jamie (29 May 2011). "Massa: More penalties for Hamilton". Autosport (Haymarket Publications). Diakses 30 May 2011. 
  41. ^ "Felipe Massa criticises Lewis Hamilton's driving in Singapore". BBC Sport (BBC). 25 September 2011. Diakses 30 September 2011. 
  42. ^ Straw, Edd; Noble, Jonathan (9 October 2011). "Massa asks FIA to get tough with Hamilton after Japanese Grand Prix clash". Autosport (Haymarket Publications). Diakses 10 October 2011. 
  43. ^ "Monaco GP: Felipe Massa crashes out of practice". bbc.co.uk (BBC Sport). 25 May 2013. Diakses 28 May 2013. 
  44. ^ "Felipe Massa crash at Monaco Grand Prix down to suspension failure". bbc.co.uk (BBC Sport). 28 May 2013. Diakses 28 May 2013. 
  45. ^ teamdan.com, 1999 Brasilian Formula Chevrolet Championship Retrieved 2009-08-20

Pranala luar[sunting | sunting sumber]