Jenson Button

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Jenson Button
Jenson Button Hungary 2010.jpg
Button di Hongaria 2010
Lahir 19 Januari 1980 (umur 34)
Bendera Inggris Frome, Somerset, Inggris
Sejarah karier dalam ajang Formula Satu
Kebangsaan Bendera Britania Raya Inggris
Tim saat ini McLaren-Mercedes
Mobil nomor 22
Jumlah lomba 249 (247 start)
Juara dunia 1 (2009)
Menang 15
Podium 49
Total poin 1.072
Posisi pole 8
Lap tercepat 8
Lomba pertama Grand Prix Australia 2000
Menang pertama Grand Prix Hongaria 2006
Menang terakhir Grand Prix Brasil 2012
Lomba terakhir Grand Prix Abu Dhabi 2014
Klasemen 2013 Posisi 9 (73 poin)

Jenson Alexander Lyons Button, MBE (biasa dipanggil Jense[1][2], atau JB[3], lahir di Frome, Somerset, Inggris, 19 Januari 1980; umur 34 tahun) adalah seorang pembalap Formula 1 asal Inggris. Saat ini ia berada di bawah naungan tim McLaren-Mercedes, dan merupakan Juara Dunia Formula 1 musim 2009.

Debut Button di ajang Formula 1 dimulai di GP Australia 2000 bersama tim Williams-BMW (sekarang bernama Williams-Cosworth). Pada tahun 2001, ia membalap untuk tim Benetton-Renault, yang pada tahun 2002 menjadi Renault. Pada tahun 2003-2009, ia membalap untuk tim B.A.R-Honda. Selama periode tersebut, tim telah berganti nama menjadi Honda Racing F1 pada 2006 dan Brawn GP pada 2009.

Setelah harus menunggu selama 113 balapan, Button akhirnya bisa meraih kemenangan pertamanya di GP Hungaria 2006[4] saat masih bergabung bersama tim Honda. Button kemudian berhasil menjadi juara dunia F1 di musim 2009. Ia menjadi orang Inggris kesepuluh yang berhasil menjadi Juara Dunia Formula 1.[5]

Profil[sunting | sunting sumber]

Keluarga dan Teman[sunting | sunting sumber]

John Button muda-1978

Jenson Button merupakan seorang anak yang berasal dari keluarga kelas menengah di Inggris. Dimana ayahnya, John Button ketika muda merupakan seorang pegawai swasta yang juga sesekali turun di ajang reli semi-professional.[6] Sementara ibunya, Simone Lyons adalah seorang ibu rumah tangga. Button merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tiga kakaknya yang kesemuanya adalah perempuan adalah Tania Katrina (lahir tahun 1967), Samantha Chantal (lahir tahun 1970), dan Natasha Michelle (lahir tahun 1970). Keluarga Button tinggal di daerah pinggiran di Frome, Somerset.[7], jauh dari keramaian London. Namun kebahagiaan sebagai sebuah keluarga besar tidak bisa Button nikmati sampai sekarang, karena orang tuanya terpaksa bercerai. Lantas kemudian, penghasilan Button sebagai seorang pembalap F1 menjadikannya sebagai harapan tumpuan keluarga besar John Button dalam mengarungi kerasnya kehidupan.

Sahabat terdekat Button di ajang Formula 1 adalah David Coulthard dan Lewis Hamilton. Sementara di luar F1 sahabat dekatnya adalah Frank Lampard dari klub sepak bola Chelsea. Uniknya, persahabatan Button dan Lampard di mulai ketika majalah F1 Racing mempertemukan mereka dalam sebuah wawancara khusus di London tahun 2006. Button sendiri ternyata bukanlah fans Chelsea, kepada Lampard terang-terangan Button menjelaskan bahwa ia adalah fans Arsenal.

Pribadi[sunting | sunting sumber]

Jenson Button sempat bertunangan dengan penyanyi Louise Griffiths selama dua tahun, sebelum akhirnya mereka putus pada April 2005. Sejak itu, ia bersama rekannya David Coulthard menjadi bahan gunjingan pers Inggris sebagai playboy ulung. Saat ini, Jenson tengah menjalin hubungan khusus dengan model Jepang, Jessica Michibata.

Sebelum tahun 2002, Jenson Button adalah seorang penggemar makanan berbahan dasar daging bebek. Sampai suatu ketika seorang fansnya yang kebetulan juga merupakan anggota salah satu klub pecinta binatang mengiriminya sebuah video tentang penggemukan bebek secara paksa. Button lantas panik, dan akhirnya memutuskan bahwa ia tidak akan pernah lagi memakan daging bebek. Sebagai penggantinya yang terus bertahan hingga sekarang, Button lebih memilih untuk memakan salad ataupun mie.[8]

Hobi Button di kala waktu senggang adalah bersepeda gunung dan body boarding. Ia juga termasuk handal dalam bermain Play Station. Button mengakui bahwa ia bisa mengenali trek-trek baru yang dipakai di ajang F1 dengan cara menjajalnya di video game. Sementara dalam dunia hiburan, khususnya film, Jenson Button memiliki kegemaran yang nyaris sama dengan atlet-selebritis Inggris lainnya. Ia merupakan fans dari serial waralaba media, James Bond, terutama untuk film-film yang dibintangi oleh Sean Connery.

Hingga sekarang, kehidupan Button di Inggris termasuk yang paling sederhana di antara seluruh selebritis-atlet Inggris. Button masih bisa leluasa berkeliaran di London tanpa kejaran paparazzi. Ia juga masih sering bisa kita temui di sekitar London Utara, jika musim balapan usai atau dalam masa liburan. Tempat tinggal Button yang lain adalah Monaco, dimana di sana ia menyimpan beberapa koleksi pribadi seperti VW Campervan tahun 1956 dan Honda S600 yang ia dapatkan secara gratis ketika ia menandatangani kontrak dengan B.A.R-Honda tahun 2003.[9]

Dalam sebuah poling pada tahun 2007, nama Jenson Button sempat masuk nominasi untuk penghargaan Pria Berpenampilan Rapi Tahun 2007. Sayangnya ia gagal menang, dan hanya mampu berada di posisi lima di belakang Daniel Craig, David Beckham, Pangeran William, dan Frank Lampard.[10]

Karier Awal[sunting | sunting sumber]

Karting[sunting | sunting sumber]

Button kecil mengawali kebut-kebutan di ajang balap sepeda motor. Motor yang ia dapatkan merupakan hadiah Natal dari sang ayah saat usia Button saat itu lima tahun. Button sendiri baru mulai turun di gokart pada usia 8 tahun, setelah sebelumnya ia menyerahkan motor kecil tersebut kepada ayahnya dengan alasan kurang kencang. Lantas kemudian John tersadarkan bahwa anaknya memang benar-benar berkeinginan menjadi pembalap.

Di 1989 ia turun di ajang gokart dan menjuarai British Kart Super Prix. Sejak saat itu, sampai empat tahun berikutnya, Jenson terus menjuarai beberapa ajang karting seperti the British Cadet, British Open dan seri British Junior TKM Kart. Rekor fantastis ia catat pada tahun 1991 saat memenangi 34 balapan dalam ajang British Cadet.[11] Di 1994, ia meraih tempat keempat di seri British Junior Kart serta menjuarai balapan Junior Intercontinental A European dan seri Junior Intercontinental A Italian Winter Kart. Tahun 1997, ia tak hanya juara di seri Senior ICA Italian Kart, namun juga menjadi runner-up termuda di seri World Formula A Kart. Jenson tetap bertahan di dunia karting, dan terus mencatat kemenangan hingga 1998.

Formula Junior[sunting | sunting sumber]

Pada 1998 ia pindah ke seri British Formula Ford dan Formula Ford Eropa. Membalap untuk Haywood Racing, Jenson menjuarai British Formula Ford, dan kedua di seri Eropa, di belakang calon juara Indianapolis 500, Dan Wheldon. Pada tahun yang sama, ia juga menjuarai Formula Ford Festival. Akhir 1998, Button mendapatkan gelar McLaren Autosport BRDC Young Driver Award, dan sebagai hadiahnya, ia mendapatkan kesempatan menjajal mobil F1 pada akhir tahun tersebut.

Memasuki tahun 1999, Jenson meraih tempat ketiga di seri British Formula 3 bersama tim Promatecme, di belakang Luciano Burti, dan digelari top rookie. Selain itu, ia juga berhasil finish di P5 dalam Ultimate Masters of Formula 3 dan Macau Grand Prix. Frank Williams, yang tak puas dengan performa pembalapnya saat itu, Alex Zanardi, melihat bahwa Jenson yang masih belia itu ternyata memiliki potensi bakat yang besar.

Karier Formula 1[sunting | sunting sumber]

2000: Williams-BMW[sunting | sunting sumber]

Jenson Button pertama kali tertangkap radar Frank Williams pada tanggal 15 Desember 1999 saat Frank hadir dalam acara Gala Dinner FIA. Saat itu salah seorang undangan tanpa sengaja menceritakan kehebatan Button saat tes dengan mobil Prost. Kemudian tanpa ragu, Frank menelepon Button dan mengajaknya tes minggu berikutnya. Button lantas bersaing dengan Bruno Junqueira dan Jorg Muller untuk memperebutkan kursi kedua Williams pada tahun 2000.[12]

Secara mengejutkan Frank kemudian merekrutnya untuk mendampingi Ralf Schumacher pada tahun 2000. Saat itu, Button mendapat banyak tekanan. Terutama dari publik Inggris, yang tengah mengharapkan juara dunia Inggris masa depan, sepeninggal Damon Hill. Meskipun usianya masih sangat muda, namun ia berhasil membuktikan prestasinya kepada publik dengan meraih 12 poin di akhir musim dan finis ke delapan di klasemen pembalap. Pada GP Belgia 2000, Paddock F1 sempat dibuat gempar olehnya saat ia berhasil menempati P3 di kualifikasi. Di akhir musim, Button meraih gelar Rookie of the Year dari majalah F1 Racing atas prestasinya pada tahun debutnya tersebut.[13]. Sangat disayangkan, performa hebatnya tak membuat Frank Williams berniat mempertahankan. Frank lebih memilih Juan Pablo Montoya untuk menemani Ralf Schumacher dibanding Jenson Button pada tahun 2001. Button terdepak.

2001: Benetton-Renault[sunting | sunting sumber]

Button membalap untuk Benetton di musim 2001.

Pada tahun 2001, Button pindah ke tim Benetton-Renault, dimana ia mengalami musim yang mengecewakan. Berpartner dengan Giancarlo Fisichella, tim berjuang mengembangkan mobil dan mesti menghabiskan sebagian besar balapan dari belakang grid. Di akhir musim, Button masih kesulitan dengan handling mobil B201 meskipun rekan setimnya, Fisichella sukses finish P3 di Spa-Francorchamps. Button akhirnya hanya mampu meraih 2 poin di akhir musim, yang ia dapat dari hasil finis P5 di Hockenheim

2002: Renault F1[sunting | sunting sumber]

Di 2002 tim Benetton berganti nama menjadi Renault F1, dan performanya jauh lebih baik ketimbang di 2001. Jenson Button kali ini ditemani oleh Jarno Trulli, yang pada tahun 2000 sempat mengalami masalah dengan Button akibat beberapa kali Trulli selalu celaka karena ditabrak Button. Jenson secara ajaib mampu bangkit dari keterpurukan di 2001. Bahkan ia nyaris meraih podium di Malaysia, setelah sampai lap terakhir berada di P3, sayangnya suspensi belakangnya macet tepat di lap terakhir, dan ia harus merelakan posisi podiumnya untuk Michael Schumacher. Di balapan berikutnya di Brazil, Button kembali finish ke empat.

Pada bulan Juli 2003, Williams secara mengejutkan memutuskan bahwa mereka akan tetap mempertahankan duet Juan Pablo Montoya dan Ralf Schumacher untuk musim 2003. Ini berarti Jenson Button tidak bisa kembali ke Williams. Saat itu banyak tim yang mencoba meraih Button, di antaranya Ferrari dan McLaren. Di saat Ferrari memperpanjang kontrak Rubens Barrichello dan Michael Schumacher sambil terus menanti skill dari Felipe Massa dan tim McLaren yang memperpanjang kontrak David Coulthard untuk menemani Kimi Raikkonen, akhirnya Button memutuskan untuk menerima tawaran David Richards dari B.A.R-Honda untuk tahun 2003. Di akhir musim Jenson berhasil mengumpulkan keseluruhan 15 poin, dan berada di P7 klasemen pembalap musim 2002.

2003—2005: B.A.R-Honda[sunting | sunting sumber]

Di musim 2003, Jenson beralih ke tim B.A.R-Honda untuk mendampingi mantan juara dunia 1997 Jacques Villeneuve (JV), dan posisinya di Renault digantikan oleh Fernando Alonso.[14] Jenson tampil cemerlang dengan meraih total 17 poin dan menduduki posisi ke sembilan klasemen pembalap, jauh mengungguli rekannya, Jacques Villeneuve. Sebelumnya di Australia, Button sempat bersitegang dengan JV akibat kesalahan radio yang kemudian memanggil keduanya masuk pit dalam waktu bersamaan. Perlu dua bulan untuk bisa meluruskan masalah tersebut antara JV dan JB. Walaupun ia harus absen satu balapan di Monaco akibat kecelakaan[15], dan juga belum berhasil naik podium pada tahun 2003, Jenson berhasil memperoleh tempat keempat di Austria dan di putaran terakhir Suzuka, saat JV cabut dan digantikan tester Takuma Sato. Dua minggu sebelumnya di Indianapolis, Jenson Button berhasil memimpin balapan untuk pertama kalinya, walaupun hanya bertahan selama beberapa lap saja.

Jenson Button di Belgia 2004.

Tahun 2004 adalah tahun terbaik Jenson selama karier Formula 1-nya. Ia mencatat podium pertama di GP Malaysia, di belakang Michael Schumacher dan Juan Pablo Montoya. Sementara pole pertama diraih di GP San Marino.[16] Nyaris sepanjang musim, Button selalu bisa finish di P2 atau P3. Pengecualian untuk di Belgia, sebab saat itu ban Michelin yang dipakai Button secara tiba-tiba kempes, dan membuat ia menabrak tembok. Jenson Button juga seharusnya bisa menang di Monaco dan Italia. Di Monaco, ia nyaris menyalip Jarno Trulli, sayangnya handling Renault sangat hebat di sini.[17] Sementara di Italia, Button sempat memimpin hingga lap 40 sebelum aksi roket yang diperlihatkan duet Ferrari di 13 lap terakhir berhasil menyudahi balapan dengan hasil P1 dan P2 untuk Barrichello dan Schumi. Button pun harus puas ada di P3. Meskipun begitu, tim B.A.R sukses diangkatnya ke posisi runner-up klasemen konstruktor, mengalahkan tim Renault, yang nota bene, berhasil memenangi balapan lewat Jarno Trulli di Monaco, sementara B.A.R belum pernah sekalipun.

Pertengahan musim, santer beredar kabar bahwa Jenson Button telah menandatangani kontrak dengan Williams untuk musim 2005. David Richards (DR) panik, dan kemudian ia menghubungi Contract Recognition Board (CRB) untuk meluruskan masalah tersebut, sebab yang sahnya, Button masih punya kontrak untuk 2005 bersama B.A.R. Celakanya, Jenson merasa bahwa kontraknya dengan B.A.R sudah berakhir, dan ia bisa bebas pindah ke Williams. Walaupun Frank Williams sempat menawari DR sejumlah uang, DR tetap pada pendiriannya untuk mengajukan masalah ini ke CRB. DR kemudian menang, dan itu berarti Button tetap berada di B.A.R untuk 2005[18], namun di sisi lain, CRB juga menambahkan, jika poin Button kurang dari 75% poin yang dimiliki oleh sang pemuncak klasemen di 2005, maka ia bisa bebas pindah ke Williams, tanpa uang sepeser pun.[19]

Pada 2005, B.A.R kembali ke performa asalnya, tidak kompetitif. Malah Button yang sempat finish di posisi 3 GP San Marino harus terkena sial, karena mobilnya didiskualifikasi dan kemudian dilarang tampil dalam dua balapan. Dalam dua balapan tersebut, di Monaco tepatnya, Jenson Button mencoba salah satu pekerjaan lain, ia menjadi komentator ITV untuk kualifikasi dan balapan. Setelah turun kembali lomba di Kanada 2005, Button pun masih belum bisa meraih poin. Akhirnya poin murni pun bisa diraih di GP Prancis 2005 dengan finish di posisi 4. Sementara podium perdana murni Button di musim 2005 diraih di GP Jerman, dengan mengalahkan Michael Schumacher untuk duduk di P3.

Di akhir musim, walaupun poinnya kurang dari 75% poin yang dimiliki oleh sang juara dunia Fernando Alonso, akhirnya Jenson Button memutuskan untuk tetap berada di B.A.R yang kemudian berubah nama menjadi Honda F1.[20] Ia melihat tim Williams kurang meyakinkan untuk 2006 setelah pemasok mesin BMW meninggalkan tim itu dan berpaling ke tim Sauber-Petronas mulai musim 2006.[21] Kemudian tim B.A.R-Honda mengumumkan pada public bahwa mereka membeli kontrak Button untuk musim 2006 dari tim Williams dengan harga 30 juta poundsterling. Partner Button untuk musim 2006 adalah Rubens Barrichello, yang secara mengejutkan didepak dari Ferrari dan digantikan oleh Felipe Massa.

2006—2008: Honda Racing F1[sunting | sunting sumber]

Jenson Button di AS 2006.

Di musim 2006, Jenson tampil sedikit lebih baik ketimbang di musim 2005. Kali ini nama tim B.A.R-Honda berubah menjadi Honda Racing F1 Team. Di GP Malaysia, Button berhasil meraih podium ketiga. Namun nasib sial menghinggapinya di Australia, setelah kehilangan posisi podium hanya beberapa meter saja menjelang finish akibat mesin Honda-nya meledak. Padahal sehari sebelumnya, ia sukses menempatkan Honda di posisi pole position.

GP Hungaria, tanggal 13 Agustus 2006, di kualifikasi, Jenson Button harus puas berada di P14. Tapi nasibnya akan berubah keesokan harinya, dimana pada hari Minggu, hujan deras melanda sirkuit Hungaroring. Saat balapan Button sedikit terbantu oleh Kimi Raikkonen yang terlibat insiden kecelakaan dengan Vitantonio Liuzzi, dan Michael Schumacher salah dalam menerapkan strategi pit. Selepas pit pertama, ia berada di belakang Fernando Alonso yang memimpin lomba. Ketika Alonso masuk pit kedua, Button memimpin. Alonso, yang saat pitstop kedua mekanik pemasang baut bannya salah mengencangkan mur, akhirnya harus tersingkir setelah bannya macet karena tidak bisa berputar. Button kemudian dengan santai menjalani pitstop kedua. Dan akhirnya ia pun menang di Hungaroring, setelah tanpa perlawanan berarti dari Pedro de la Rosa dan Nick Heidfeld yang harus puas di P2 dan P3.[22][23] Dengan kemenangan ini, Button mencatatkan diri sebagai pembalap asli Inggris pertama (di luar Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara) yang mampu memenangi lomba setelah kemenangan Johnny Herbert di Nurburgring 1999. Ia juga menyamai prestasi Damon Hill yang juga memenangi balapan pertamanya di Hungaria 1993.

Kemudian di Brazil, dimana Michael Schumacher menjalani balapan F1 terakhirnya, Jenson kembali meraih podium dengan finish di P3. Ia pun mendapat konfirmasi bahwa ia akan tetap bertahan di Honda untuk 2007. Posisi Button di klasemen akhir musim 2006 adalah di P6 dengan 56 poin. Namun catatan luar biasa Button di paruh musim kedua sangatlah mengagumkan, dimana ia mampu meraih 35 poin dalam sisa enam balapan, saat para pembalap lain tidak bisa menyamai prestasi dirinya.[24]

Jenson Button di GP Inggris 2007.

Pada 2007, Jenson kembali harus merasakan tidak kompetitifnya mobil Honda. Di awal musim ia sempat kesulitan mengemudikan mobil karena masih menahan rasa sakit akibat kecelakaan saat mengendarai gokart.[25] Namun dia masih lebih beruntung dan mampu mencetak poin dibanding rekan setimnya Rubens Barrichello yang tidak mampu meraih poin sedikitpun sampai akhir musim 2007. Kedatangan Lewis Hamilton yang sensasional di ajang Formula 1 nampaknya juga memberikan efek negatif bagi Button. Banyak fans F1 yang mencemooh dirinya sebagai Jean Alesi atau Olivier Panis baru (baik Alesi dan Panis hanya mampu memenangi satu balapan saja selama kariernya di F1).[26] Di klasemen akhir, Jenson hanya mampu berada di P14 dengan 6 poin.[27].

Pada musim 2008, Button masih bergabung bersama Honda.[28] Nyaris sepanjang musim tersebut, ia kalah prestasi dibanding Rubens Barrichello yang berhasil meraup satu podium di GP Inggris. Sampai musim 2008 berakhir, Button hanya mampu berada di P18 klasemen dengan raihan 3 poin. Musibah lain kemudian datang ke hadapan Button, sebab pada pertengahan Desember 2008 secara mengejutkan tim Honda memutuskan mundur dari ajang F1 akibat imbas dari krisis global.[29] Ia lantas sempat terombang-ambing posisinya di F1, sampai akhirnya datang penyelamat, yaitu Ross Brawn yang memutuskan akan mengambil alih aset tim Honda pada tanggal 6 Maret 2009.

2009: Brawn GP[sunting | sunting sumber]

Button sedang memimpin lomba di GP Malaysia 2009.

Posisi Jenson Button di F1 akhirnya selamat setelah Ross Brawn membeli seluruh aset tim Honda dan mengubah namanya menjadi Brawn GP. Partner Button untuk musim 2009 adalah Rubens Barrichello. Untuk pasokan mesin, Ross berhasil mendapatkan kontrak dengan pabrikan Mercedes-Benz. Semua hal di atas hanya terjadi kurang dari satu bulan sebelum balapan perdana musim 2009 di Australia.[30] Lantas kemudian dalam debut resmi tim Brawn GP di Australia 2009, Jenson Button secara mengejutkan langsung meraih pole dan mampu menerjemahkannya menjadi sebuah kemenangan.[31][32] Banyak orang yang kemudian menganggap bahwa kemenangan Button dan Brawn di Australia adalah kecelakaan balapan biasa karena Ferrari, McLaren, BMW, dan Renault belum menemukan setingan mobil terbaik ditambah mereka masih kesulitan mengembangkan KERS. Sukses di Melbourne kemudian Jense lanjutkan di Malaysia yang diguyur hujan, dimana ia tampil heroik di balapan basah tersebut.[33][34] Namun Button dan timnya sempat cemas ketika beberapa tim lawan mengadukan alat diffuser double decker yang dimiliki Brawn GP. Akhirnya setelah lama menunggu, pada 14 April 2009, FIA memutuskan bahwa diffuser milik Brawn GP sah, dan itu berarti Jenson Button bisa tetap terus bersaing di barisan depan untuk menggapai cita-citanya meraih gelar juara dunia 2009, dimana setelah itu dirinya secara spektakuler berhasil memenangi empat balapan beruntun di Bahrain, Spanyol, Monte Carlo, dan Turki.

Memasuki pertengahan musim, Button sempat mengalami kesulitan mengembangkan mobil Brawn GP. Dirinya harus rela melihat dua saingan terberatnya, Sebastian Vettel dan Mark Webber dari tim Red Bull Racing menguasai beberapa balapan. Di balapan-balapan sulit seperti Inggris, Jerman, Hungaria dan Valencia, Button akhirnya lebih memilih untuk mengamankan dirinya sebagai pemuncak klasemen dengan tetap berusaha finish di delapan besar. Kemudian di Belgia, Button harus rela tersingkir dari balapan akibat ulah Romain Grosjean yang menyeruduk dirinya dan kemudian juga melibatkan Lewis Hamilton dan Sebastien Buemi. Memasuki balapan di Italia, Button akhirnya kembali bisa bangkit dengan finish di P2, dimana rekan setimnya, Rubens Barrichello secara brilian berhasil memenangi lomba di sirkuit Monza tersebut. Kemudian setelah gagal di Singapura dan Jepang, Jenson Button akhirnya mengunci gelar juara dunianya saat ia finish di P5 GP Brazil 2009.

2010—kini: McLaren-Mercedes[sunting | sunting sumber]

Jenson Button di musim 2010.
Jenson Button di musim 2012.

Sehubungan dengan dibelinya Brawn GP oleh Mercedes-Benz di akhir musim 2009, Button pada tanggal 18 November 2009 membuat pernyataan mengejutkan bahwa ia akan meninggalkan Brawn GP (sekarang Mercedes GP), tim yang telah ia bela selama 7 tahun dan mengantarnya sebagai juara dunia, dan memilih bergabung dengan juara dunia F1 2008, Lewis Hamilton di bawah bendera McLaren-Mercedes. Button menandatangani kontrak berdurasi 3 tahun dengan bayaran 6 juta euro per musim. Kepada BBC, Button mengatakan bahwa alasannya pindah ke McLaren bukan karena uang, melainkan ia ingin mencari tantangan baru dan bersaing dengan Lewis Hamilton.

Banyak kalangan menyebutkan bahwa keputusannya untuk membela McLaren merupakan keputusan yang salah, dan memprediksi kalau Button akan ditenggelamkan oleh rekan setimnya, Lewis Hamilton. Namun, Button berhasil membungkam kritik para media dengan berhasil menjuarai GP Australia 2010 dengan sangat brilian, mengalahkan Lewis Hamilton yang hanya mampu finis di posisi ke-6. Kemudian dengan dibantu strategi yang bagus, Jenson berhasil menang di China[35] setelah sebelumnya gagal total di Malaysia akibat terganggu hujan sesi kualifikasi. Dua balapan selanjutnya di Spanyol dan Monako Button hanya mampu finish sekali di P5 di Spanyol, karena di Monako ia mengalami kegagalan mesin. Button kemudian kembali ke penampilan baik saat ia finish kedua di Turki dan Kanada. Masuk ke pertengahan musim 2010, Button sempat kecewa saat dirinya ditabrak Sebastian Vettel di Belgia, namun ia bisa kembali tersenyum saat finish kedua di Italia, setelah sebelumnya ia sempat memimpin di paruh pertama lomba sebelum akhirnya kalah dari Fernando Alonso dalam strategi pit stop. Namun usahanya untuk mempertahankan gelar juara dunia kandas setelah ia hanya mampu meraih dua kali P4 di Singapura dan Jepang yang disusul P12 di Korsel akibat kesalahan strategi. Jenson kemudian menutup musim 2010 dengan meraih podium di Abu Dhabi dan ia finish di P5 klasemen pembalap dengan raihan 214 poin.

Musim 2011 Jenson Button sukses meraih podium kedua di Malaysia disusul dengan dua kali podium ketiga di Spanyol dan Monako. Button lantas memenangi Kanada secara dramatis usai Sebastian Vettel yang memimpin lomba terpleset di lap terakhir. Button kemudian mengalami gagal finis secara berurutan di Inggris dan Jerman. Namun kesabarannya terbayar saat ia memenangi lomba di Hongaria yang merupakan balapan F1-nya yang ke-200.[36] Di Belgia Button kembali mampu naik podium setelah di kualifikasi ia hanya berada di P13. Berkat penampilan gemilangnya dalam beberapa balapan, McLaren kemudian menawarkan perpanjangan kontrak sampai pensiun kepada Button yang selanjutnya Button tanggapi dengan menandatangani kontrak tersebut beberapa hari sebelum GP Jepang.[37] Kontrak baru Button bersama McLaren diperkirakan bernilai 85 juta poundsterling.[38] Dalam sebuah wawancara di sela-sela GP India, bosnya yaitu Martin Whitmarsh menerangkan bahwa kontrak baru Button bersama McLaren berdurasi tiga tahun. Button pun sukses membayar kepercayaan McLaren ini melalui raihan podium di India dan Abu Dhabi, sekaligus memastikan diri menjadi orang pertama yang berhasil mengalahkan Lewis Hamilton sepanjang kariernya di tim McLaren. Pada balapan terakhir di Brasil, Button memastikan diri sebagai runner-up klasemen usai ia finis ketiga di belakang Mark Webber dan Sebastian Vettel.

Musim 2012 Jenson Button mengawalinya dengan baik lewat kemenangan di Australia setelah menyalip Lewis Hamilton selepas start. Namun di Malaysia Button gagal menampilkan performanya setelah menyenggol Narain Karthikeyan. Di Cina Button berhasil finis kedua dan membayangi pemenang lomba Nico Rosberg sepanjang balapan. Kesialan Button dimulai pada Bahrain saat knalpotnya mendadak rusak ketika lomba tersisa dua lap lagi. Selanjutnya usai finis P9 di Spanyol, Button kembali kandas saat dirinya bersenggolan dengan Heikki Kovalainen di Monako. Di Kanada Button kembali harus puas finis di posisi ke-16. Button selanjutnya mendapat nasib baik saat dirinya berhasil finis di P8 di Eropa dan P10 di balapan negeri sendiri di Inggris. Jenson lantas bangkit dengan kemenangan mengejutkan di Belgia setelah insiden awal lomba yang mengandaskan Lewis Hamilton, Fernando Alonso, Romain Grosjean dan Sergio Perez. Podium lainnya yang ia dapatkan adalah posisi kedua di Singapura dibelakang Sebastian Vettel. Button menutup musim 2012 lewat kemenangan di trek basah di Brasil.

Sebelum musim 2013 dimulai, Jenson Button mengatakan bahwa ia akan bertahan di McLaren sampai pensiun dari F1.[39] Musim 2013 ia berpasangan dengan pembalap baru, Sergio Perez. Di luar perkiraan semua pihak, McLaren mengalami musim yang cukup buruk pada tahun 2013. Pada awal musim, Jenson percaya McLaren akan secepatnya bangkit usai ia meraih posisi finis ke-9 di Australia dan ke-5 di Cina.[40][41] Pada lomba di Bahrain Button malah terlibat pertarungan internal di trek dengan Perez. Sampai pertengahan musim, Button hanya mampu meraih finis rata-rata di lima besar. Peluang meraih podium sebetulnya nyaris Button dapatkan di India dan Brasil namun gagal diraih karena beragam masalah teknis. Button harus rela finis urutan 9 klasemen pembalap musim 2013.

Statistik[sunting | sunting sumber]

Button di depan Giancarlo Fisichella dalam GP Australia 2009.

Musim ke musim[sunting | sunting sumber]

  • 1989: Karting – British Kart Super Prix, Juara Umum
  • 1990: Karting – British Kart Super Prix, Juara Umum
  • 1991: Karting – British Cadet, Juara Umum
  • 1992: Karting – British Open, Juara Umum
  • 1993: Karting – British Junior TKM Kart, Juara Umum
  • 1994: Karting – British Junior Kart, ke-4
  • 1995: Karting – Junior Intercontinental A European Championship, Juara Umum
  • 1996: Karting – Senior ICA Italian Championship, Juara Umum
  • 1997: Karting – European Super A Championship, Juara Umum
  • 1998: Formula Ford Inggris – Haywood Racing, Juara Umum dan runner-up seri Eropa
  • 1999: Formula 3 Inggris – Promatecme Team, ke-3
  • 2000: Formula 1 – BMW.WilliamsF1, ke-8 (12 poin)
  • 2001: Formula 1 – Benetton-Renault, ke-17 (2 poin)
  • 2002: Formula 1 – Renault, ke-7 (14 poin)
  • 2003: Formula 1 – B.A.R-Honda, ke-9 (17 poin)
  • 2004: Formula 1 – B.A.R-Honda, ke-3 (85 poin) - pole pertama di San Marino
  • 2005: Formula 1 – B.A.R-Honda, ke-9 (37 poin)
  • 2006: Formula 1 – Honda, ke-6 (56 poin) - kemenangan pertama di Hungaria
  • 2007: Formula 1 – Honda, ke-14 (6 poin)
  • 2008: Formula 1 – Honda, ke-18 (3 poin)
  • 2009: Formula 1 – Brawn GP-Mercedes, Juara Dunia (95 poin)
  • 2010: Formula 1 – McLaren-Mercedes, ke-5 (214 poin)
  • 2011: Formula 1 – McLaren-Mercedes, ke-2 (270 poin)
  • 2012: Formula 1 – McLaren-Mercedes, ke-5 (188 poin)
  • 2013: Formula 1 – McLaren-Mercedes, ke-9 (73 poin)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • 1998: McLaren Autosport BRDC Award
  • 2000: Autosport Rookie of the Year
  • 2000: F1 Racing Rookie of the Year
  • 2001: Peraih Lorenzo Bandini Trophy
  • 2003: British Competition Driver of the Year
  • 2004: International Driver of the Year
  • 2006: British Competition Driver of the Year
  • 2009: International Driver of the Year
  • 2009: British Competition Driver of the Year
  • 2010: Laureus World Breakthrough of the Year

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah F1 Racing September 2000Kartu Pos dari GP Belgia, halaman 108
  2. ^ Majalah F1 Racing Juli 2005When Jense meets Frank Lampard – halaman 56-60
  3. ^ Inisial JB diberikan media massa Inggris setelah melihat penampilan Jenson yang impresif di musim 2009, dimana kemudian para jurnalis Inggris menyamakan visi Jenson di musim 2009 dengan visi agen fiksi MI6, Komandan James Bond, Jenson sendiri merupakan seorang fans fanatik dari waralaba James Bond 007
  4. ^ "Button takes first Grand Prix win". BBC Sport. 6 Agustus 2006. Diakses 18 April 2009. 
  5. ^ Jenson Button: The 10 F1 British Driver who held a world championship, Formula1.com, diakses 19 Oktober 2009.
  6. ^ Rallycross Yearbook 1979, by Eddi Laumanns (page 93, John Button portrait)
  7. ^ "Formula One winner reflects Somerset’s engineering & racing skills". Into Somerset. 31 Maret 2009. Diakses 18 April 2009. 
  8. ^ Majalah F1 Racing Agustus 2001Pitpass – Jenson Button: Saya Pilih Salad Saja! – halaman 20
  9. ^ Majalah F1 Racing Februari 2003Jenson, Berhati-hatilah! – halaman 54-60
  10. ^ Daniel Craig sebagai Pria Berpakaian Terbaik 2007, China Daily, Februari 2008
  11. ^ "Who's Who: Jenson Button". F1Fanatic.co.uk. 2007. Diakses 02/08/2011. 
  12. ^ Majalah F1 Racing Desember 2000Williams F1: Hasrat Untuk Menang – halaman 96-101
  13. ^ Majalah F1 Racing Desember 2000F1 Racing MOTY Awards: Rookie of the Year – halaman 56-57
  14. ^ Eason, Kevin (9 September 2005). "Alonso making life cheap and cheerful for his paymaster". The Times (News International). Diakses 1 November 2006. 
  15. ^ BBC reporting on Button's 180mph crash in Monaco, 31 Mei 2003
  16. ^ Majalah F1 Racing Juni 2004Naik Daun – halaman 36-42
  17. ^ Majalah F1 Racing Juni 2004 – Laporan GP Monaco: Ferrari Ternyata Bisa Dikalahkan – halaman 102-107
  18. ^ BBC reports on how BAR retained Button's services for 2005 20 October, 2004
  19. ^ Majalah F1 Racing Februari 2005Jenson Speaks! – halaman 38-42
  20. ^ BBC reporting on Honda taking complete ownership of BAR 10 Januari 2005
  21. ^ BBC reports on how BAR retain Button's services after yet another contract dispute 21 September 2005
  22. ^ FIA lap chart for 2006 Grand Prix of Hungary www.fia.com Retrieved 20 Agustus 2006
  23. ^ Majalah F1 Racing September 2006 – Laporan GP Hungaria: Akhirnya Jenson Berjaya… – halaman 100-103
  24. ^ "F1 2006 review: stats". F1Fanatic.co.uk. 2006. Diakses 12-08-2007. 
  25. ^ ITVF1.COM reporting on Jenson sustaining karting injuries which ruled him out of winter testing.
  26. ^ "Debate - Is it all over for Button?". F1Fanatic.co.uk. 2007. Diakses 12-08-2007. 
  27. ^ Interview with Ian Stafford, UK Mail On Sunday 11/11/07
  28. ^ "Honda keep Button & Barrichello". news.bbc.co.uk. 19-07-2007. Diakses 20-07-2007. 
  29. ^ "Global crisis ends Honda F1 dream". BBC Sport. 
  30. ^ "Honda team to return as Brawn GP". BBC Sport. 
  31. ^ "Brilliant Button wins on Brawn debut". Eurosport. 29-03-2009. Diakses 29-03-2009. 
  32. ^ Majalah F1 Racing April 2009 – Laporan GP Australia: Button (dan Brawn GP) Tampil Mengejutkan – halaman 90-92
  33. ^ Malaysian GP - Button takes rain-shortened victory, Yahoo! Sport, retrieved 06-04-2009
  34. ^ Majalah F1 Racing April 2009 – Laporan GP Malaysia: Button Makin Tidak Bisa Dibendung – halaman 94-96
  35. ^ Vesty, Marc (2010-04-18). "Jenson Button beats Lewis Hamilton to China victory". BBC Sport (BBC). Diakses 2010-04-20. 
  36. ^ Holt, Sarah (31 July 2011). "Jenson Button beats Sebastian Vettel in Hungary". BBC Sport (BBC). Diakses 31 July 2011. 
  37. ^ "Button signs new, multi-year deal with McLaren". Formula1.com (Formula One Administration). 5 October 2011. Diakses 5 October 2011. 
  38. ^ Young, Byron (6 October 2011). "Button signs £85 million deal". Daily Mirror (Trinity Mirror). Diakses 6 October 2011. 
  39. ^ "Formula One: Jenson Button says McLaren will be his last team". London Evening Standard. 11 March 2013. Diakses 13 March 2013. 
  40. ^ Collantine, Keith (17 March 2013). "McLaren will “look at anything” but see no quick fix". F1 Fanatic (Keith Collantine). Diakses 20 March 2013. 
  41. ^ "Raikkonen opens F1 season with Melbourne win". ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Reuters. 17 March 2013. Diakses 20 March 2013. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Lewis Hamilton
2008
Juara dunia pembalap Formula Satu
2009
Diteruskan oleh:
Sebastian Vettel
2010