David Coulthard
| David Coulthard | |
|---|---|
| Lahir | 27 Maret 1971 (umur 42) |
| Sejarah karier dalam ajang Formula Satu | |
| Kebangsaan | |
| Tahun aktif | 1994–2008 |
| Tim | Williams, McLaren, Red Bull |
| Jumlah lomba | 247 (246 start) |
| Juara dunia | 0 |
| Menang | 13 |
| Podium | 62 |
| Total poin | 535 |
| Posisi pole | 12 |
| Lap tercepat | 18 |
| Lomba pertama | Grand Prix Spanyol 1994 |
| Menang pertama | Grand Prix Portugal 1995 |
| Menang terakhir | Grand Prix Australia 2003 |
| Lomba terakhir | Grand Prix Brasil 2008 |
David Marshall Coulthard[1] (biasa dipanggil DC, lahir di Twynholm, Skotlandia, Britania Raya, 27 Maret 1971; umur 42 tahun) adalah seorang mantan pembalap Formula 1 asal Skotlandia. Ia turun di ajang F1 dari tahun 1994 sampai 2008, dan pernah bergabung dengan tim Williams, McLaren, dan Red Bull. DC (bersama Rubens Barrichello) adalah salah satu pembalap tersukses di F1 era modern yang tidak pernah meraup gelar juara dunia. Selama kariernya di F1, DC telah memenangi 13 lomba, dengan dua gelar juara berurutan di GP Inggris tahun 1999-2000. Prestasi tertingginya saat berkarier di F1 adalah menjadi runner-up dunia di musim 2001. Saat ini DC masih tetap bergabung bersama Red Bull Racing sebagai konsultan balap. Ia juga dikenal sebagai salah satu pemilik dan pengusaha hotel di Monte Carlo, Monaco. Hotel yang ia miliki bernama Colombus.
Daftar isi |
Profil [sunting]
Masa kecil [sunting]
David Coulthard, alias DC lahir di sebuah kawasan pinggiran di Skotlandia.[2] Keluarganya merupakan penduduk yang pindah dari kawasan London, Inggris, dan itu berarti DC bukanlah murni orang Tartan seperti Jackie Stewart.[3]
Ayah DC, Duncan, adalah seorang pengusaha perdagangan yang sukses, dimana ketika ia kecil, ia sempat turun balapan diajang karting, tetapi saat menginjak usia 14 tahun, Duncan menghentikan karier balapnya setelah ayahnya (kakek DC) meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Ibu DC, Joyce Marshall, adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak suka dengan olahraga balapan. Sewaktu DC kecil, Joyce sering menghukumnya dengan menguncinya di kamar saat balapan F1 tengah berlangsung. Saking ketatnya, semua ajang balapan yang disiarkan di TV dari mulai F1, MotoGP, dan masih banyak lagi, ia larang untuk DC tonton.
Di sekolah, DC termasuk murid yang cerdas dan kritis. Pelajaran yang ia sukai adalah IPA (matematika dan fisika). Meskipun begitu, ia sering mengaplikasikan kekritisan ala IPS dalam beragam hal, dan hingga saat ini pun, DC masih seperti itu, cerdas, intelek, dan kritis dalam menghadapi semua hal.
Pribadi [sunting]
David Coulthard bersama Rubens Barrichello adalah dua pembalap F1 sukses yang selalu gagal menggapai gelar juara dunia, walaupun mereka sering menjadi penantang gelar di saat masih ada sang legenda, Michael Schumacher. Mereka bertiga merupakan teman baik sejak awal 1990-an lalu.
Walaupun ia sempat bermasalah dengan Schumi di beberapa balapan (seperti di Belgia 1998 atau di Perancis 2000), namun sampai saat ini hubungan DC dan Schumi bisa dibilang tetap berjalan dengan baik. Bahkan DC pun sempat berdiskusi dengan Schumi dan Ross Brawn soal kemungkinan ia menjadi rekan setimnya di Ferrari untuk musim 2000 pada pertengahan 1999.
Rekan DC yang lain adalah Alex Barros dan Loris Capirossi dari balapan MotoGP/WSBK [4], dan (alm.) Colin McRae[5] juga (alm.) Richard Burns dari ajang WRC. Selain itu ia juga merupakan teman baik dari Dario Franchitti dan Jacques Villeneuve, yang kini turun di ajang NASCAR Sprint Cup Series. Sementara teman masa kecilnya yang masih akrab hingga saat ini adalah Allan McNish[6] dan Johnny Herbert, dimana DC pernah menjadi kawan sekaligus lawan saat mereka bertiga bertarung di ajang karting pada pertengahan 1980-an.
David merupakan seorang playboy. Beberapa kali ia kerap gonta-ganti pacar. Pada awal tahun 2000 ia santer diberitakan akan menikah dengan Heidi Wichlinski, seorang model professional asal AS.[7] Kemudian pada 2003 ia ganti pacar, kali ini ia jatuh cinta kepada model asal Brazil, Simone Abdelnour.[8] DC bertemu dengan Simone di bandara Hearthrow, London, saat ia akan menjemput temannya yang baru pulang dari Brazil. Lantas mereka kemudian bertunangan, tetapi lagi-lagi gagal saat akan melaju ke pelaminan.
Dan kemudian pada 2006 ia kembali lagi ganti pacar, kali ini kepada reporter TV asal Belgia, Karen Minier.[9] Pertengahan 2007 mereka kemudian bertunangan kembali. DC pun berjanji bahwa pertunangan mereka kali ini adalah pertunangannya yang terakhir. Pasangan ini kemudian mengumumkan akan menikah "dalam waktu dekat ini", dan pada 20 November 2008, pasangan DC-Minier kemudian dikaruniai seorang bayi yang kemudian diberi nama Dayton Minier.[10]
Kegiatan lain [sunting]
Sejak pertengahan 2000, DC menjadi pemilik sekaligus bos dari sebuah hotel di Monte Carlo, Monaco. Hotel tersebut David namai Colombus.[11] Usaha ini masih DC tekuni sampai saat ini, walaupun sempat beredar isu di pertengahan 2008 lalu bahwa hotel tersebut akan DC jual kembali.[12]
Hobi DC di kala ia senggang adalah mengurus burung. Dimana sejak kecil, DC memang menjadi seorang penggemar dari hewan tersebut. Burung favoritnya saat ini adalah seekor kakaktua yang terawat dengan baik di apartemennya di Monte Carlo. Nama panggilan DC sendiri sewaktu kecil adalah Budgie.
Selain hobi mengurus burung, DC juga gemar bermain permainan komputer, atau PlayStation. Teman baiknya dalam urusan bermain video game adalah mantan juara dunia F1 1997, Jacques Villeneuve. DC juga suka bermain golf dan berselancar ketika musim balap usai, dimana kawasan laut favoritnya adalah laut Karibia di Amerika Tengah, yang mana DC datang ke daerah ini melalui kapal pesiar pribadinya..
Dalam hal musik, DC adalah fans Queen dan U2. Lagu favoritnya adalah We Will Rock You dan Beautiful Day. Sedangkan untuk film, DC menyukai film-film buatan atau yang dibintangi oleh aktor-aktris Inggris, terutama James Bond yang dibintangi oleh Sean Connery dan Roger Moore.
Karier awal [sunting]
Karier David di karting sangat sukses dimana ia beberapa kali menjadi juara kejuaraan nasional karting Skotlandia sampai akhir 1988, dan kemudian ia meneruskan jenjangnya ke ajang Formula Ford di 1989, di mana ia meraih penghargaan McLaren/Autosport Young Driver of the Year untuk pertama kalinya. Hadiahnya adalah kesempatan untuk menjajal mobil F1. Lantas, ia sempat mengecap beberapa kategori junior, meski di 1990 David terpaksa kehilangan beberapa pertandingan akibat patah kaki saat kecelakaan di Spa-Francorchamps, Belgia.[13][14]
Reputasi David kian cemerlang di 1991, dengan menjuarai dua lomba Formula 3 Internasional di Zandvoort dan Macau. David finis ke sembilan di Formula 3000 pada 1992 bersama Paul Stewart Racing, dan ketiga di 1993 bersama tim Pasific Racing Team. Di musim 1993 juga DC akhirnya bisa memperoleh kursi test driver F1 untuk tim Williams.[15]
Di luar single seater, DC juga adalah fans reli. Pada usia 14 tahun ia sempat mencoba turun di ajang reli amatir, namun akhirnya setelah lama mempertimbangkan, DC akhirnya memilih untuk fokus diajang single seater. Meskipun katanya, tidak tertutup kemungkinan untuk terjun diajang reli pada masa mendatang.
Formula 1 [sunting]
Williams-Renault [sunting]
Pada 1994 DC masih belum juga bisa mendapat kursi F1 yang diharapkannya, hingga David terus berkiprah di Formula 3000 dan test-driving. Tapi, nasib berbicara lain. Kecelakaan tragis yang menewaskan Ayrton Senna di Imola 1994 membuatnya mengisi posisi di Williams sebagai pembalap full time. Dan meski hanya berlomba di delapan balapan, karena posisinya bergantian dengan Nigel Mansell, DC akhirnya mampu finis ke delapan dalam klasemen pembalap.
Di 1995 David masih berkiprah di Williams dengan menjadi rekan setim dari Damon Hill. Ia kemudian menjuarai GP pertamanya di Portugal, mengalahkan rekan setimnya dan Michael Schumacher (Benetton). Namun ia juga harus menanggung malu ketika sedang memimpin GP Australia 1995, dimana ia masuk pit namun salah dalam menyalakan pit limiter dan akhirnya malah menabrak dinding. Beberapa detik setelah kejadian tersebut, DC masih berdiam diri di dalam kokpitnya, ia lantas berujar bahwa itulah kejadian paling bodoh yang ia alami selama kariernya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. DC lantas finis ketiga di musim itu dengan 49 poin. Dengan prestasinya tersebut, beberapa orang dalam Williams yakin bahwa David akan meraih gelar juara dunia pada tahun 1996 dan 1997. Sayangnya nasib berkata lain, David Coulthard akhirnya tergiur dengan tawaran dari tim McLaren.[16] Ia akhirnya hengkang dari Williams di akhir 1995.[17]
McLaren-Mercedes [sunting]
1996-1999 [sunting]
Pada 1996 setelah hengkang dari Williams, David berpasangan dengan Mika Hakkinen di McLaren. Sempat terjadi sedikit masalah antara Mika dan David pada balapan di Estoril.[18] Namun David yang terkenal santun terkesan tidak mau membesar-besarkan masalah tersebut dan lebih memilih untuk meminta maaf kepada Mika. David kemudian menjuarai putaran pembuka di Australia 1997, dan membawa McLaren kembali ke jalur kemenangannya.[19] Ia kemudian kembali menjadi juara di Monza, dan finis di tempat ketiga di klasemen pembalap, bersama Jean Alesi. Sebelumnya, ia sempat jadi korban team order di balapan pamungkas 1997 di Jerez. Atas perintah tim, David disuruh untuk menyingkir dan memberi jalan kepada Mika Hakkinen agar Mika bisa meraih kemenangan pertamanya di ajang F1.
Pada musim 1998, McLaren berhasil meraih gelar konstruktor, namun David hanya memperoleh satu kemenangan saja di San Marino.[20] Meski didera berbagai masalah seperti kesalahan pit stop, kecelakaan dan masalah mesin yang lumrah terjadi, ia tetap mampu finis ketiga dalam klasemen pembalap dengan total 56 poin, di belakang persaingan antara Michael Schumacher dan Mika Hakkinen. Sekali lagi, pada balapan pembuka di Australia, David kembali mengalah kepada Mika lagi-lagi atas perintah tim. Pada balapan tersebut, Mika Hakkinen salah mendengar instruksi radio dari pit, dimana ia malah masuk pit dan membuat David memimpin. Tanpa protes, David pun memberikan posisi P1-nya kepada Mika hanya beberapa meter dari garis finish.[21]
Pada GP Belgia 1998 David sempat bermasalah dengan Michael Schumacher. Dimana David yang tertinggal satu lap di balapan yang diwarnai hujan tersebut tiba-tiba diseruduk oleh Schumi yang saat itu tengah memimpin lomba.[22] Seusai balapan, Schumi sempat merangsek masuk ke garasi McLaren dan hendak akan mengajak David berduel, namun untungnya berhasil dipisahkan oleh para mekanik McLaren sebelum Schumi sempat melemparkan pukulan kepada DC. DC sendiri saat itu masih mengenakan helm ketika Schumi mencoba untuk mengajaknya berkelahi.
Pada 1999, David kembali menghadapi beberapa masalah pada mobilnya, namun ia akhirnya berhasil memenangi GP Inggris, dimana di balapan yang sama, rival sekaligus temannya, Michael Schumacher mengalami kecelakaan parah yang menyebabkannya harus absen beberapa bulan.[23] Selain di Inggris, DC juga berhasil menjadi juara di Belgia. Namun DC juga nyaris saja menjadi musuh bagi tim McLaren saat ia menyeruduk Mika Hakkinen di Austria dan kemudian insiden tersebut nyaris menggagalkan usaha Mika untuk mempertahankan gelar juara dunia. Di klasemen pembalap di akhir musim, DC memperoleh posisi keempat dengan raihan 48 poin, dengan selisih empat poin di atas Schumi (44 poin). Di akhir musim sempat tersiar kabar bahwa ia akan bertukar tempat dengan Eddie Irvine di Ferrari sebagai mitra Michael Schumacher, hal ini diperkuat dengan kedekatan DC dengan Ross Brawn, namun akhirnya yang terpilih sebagai rekan setim Schumi ternyata adalah Rubens Barrichello, Eddie Irvine sendiri akhirnya hengkang ke Jaguar Racing, dan DC tetap bertahan di McLaren.
2000-2004 [sunting]
David masih bertahan di 2000 untuk mendampingi rekan setimnya yang saat itu telah berhasil menjadi juara dunia dua kali, Mika Hakkinen. Ia sempat shock saat mengalami kecelakaan pesawat yang menewaskan kedua pilotnya, tepat menjelang berlangsungnya GP Spanyol.[24] Pada tahun itu, David kembali menempati posisi tiga klasemen pembalap. Sebelumnya ia kembali lagi memenangi balapan di kandangnya sendiri, di Silverstone, dan juga di Prancis, dimana ia sempat unjuk jari kepada Schumi.[25] Namun setelah balapan, DC merasa tidak enak hati, dan ia langsung meminta maaf kepada Schumi atas ulahnya tersebut. Diluar hal-hal tadi, sebenarnya DC bisa saja maju sebagai kandidat juara dunia tahun 2000, kalau saja tim McLaren mengizinkannya menang di Austria, dan tidak melakukan kesalahan konyol di Jerman. Peluang DC untuk menjadi juara dunia 2000 tertutup setelah ia hanya mampu finish P4 di Belgia dan gagal finish di Italia akibat terlibat dalam insiden kecelakaan beruntun yang menewaskan seorang marshall.
Tahun 2001 merupakan tahun berat yang dipenuhi dengan masalah reliabilitas bagi tim McLaren. Di luar usahanya yang cemerlang dengan menjadi pemimpin tim dan penantang gelar dunia dengan menggantikan Mika Hakkinen yang terpuruk, DC tetap tidak bisa menandingi performa dominan Michael Schumacher dan tim Ferrari. DC lantas berhasil menang di Brazil, dalam kondisi basah setelah Juan Pablo Montoya retired akibat ditabrak Jos Verstappen.[26], dan juga di Austria setelah duo Williams salah strategi.[27] Namun kekecewaannya memuncak di Monaco, saat ia harus start dari grid belakang setelah mesinnya macet saat lap pemanasan, padahal sehari sebelumnya ia sukses meraih pole position, dan kemudian saat lomba berlangsung ia harus tertahan Enrique Bernoldi sepanjang hampir setengah balapan.[28][29]
Di Italia, tak lama setelah Mika Hakkinen mengumumkan pengunduran dirinya, tim McLaren mengumumkan bahwa Kimi Raikkonen akan menjadi tandem DC untuk musim 2002. Dan kemudian di sisa tiga balapan akhir musim 2001, Schumi mencoba untuk menghalang-halangi DC ketika berlangsungnya lomba, untuk memberikan jalan kepada Rubens Barrichello agar bisa menempati posisi kedua klasemen, namun DC, yang tetap konsisten, akhirnya berhasil menutup musim 2001 dengan meraih posisi runner-up klasemen, dengan selisih 9 angka di atas peringkat ketiga, Rubens Barrichello.
Pada musim 2002, David disandingkan dengan pembalap muda belia Kimi Raikkonen.[30] Namun harapan tim untuk kembali bersinar belum terwujud. David hanya menempati tempat kelima di klasemen pembalap sementara McLaren melorot ke posisi tiga konstruktor. Meskipun begitu, DC sukses menyumbangkan kemenangan satu-satunya bagi McLaren di GP Monaco[31], di musim yang didominasi oleh Ferrari tersebut. DC bersama Ralf Schumacher (Williams) yang menang di Malaysia, adalah dua pembalap yang sukses mengalahkan duet maut tim Ferrari (Schumi dan Rubinho) di dua dari 17 balapan yang digelar di musim tersebut
Di awal musim 2003, David berhasil menjuarai putaran pembuka di Australia, namun posisinya berada semakin jauh dari rekan setimnya, Kimi Raikkonen yang sukses menjadi penantang serius Michael Schumacher untuk gelar juara dunia musim 2003.[32] Di akhir musim David terpaksa harus puas di tempat ketujuh klasemen pembalap, sementara Kimi mampu melejit menjadi runner-up dunia dibelakang sang juara dunia, Michael Schumacher. David lantas harus menghadapi tantangan berat untuk tetap bisa bertahan di timnya pada musim 2004, karena McLaren telah memutuskan untuk merekrut Juan Pablo Montoya di 2005.[33] Setelah hanya mampu meraih 24 angka di musim 2004, dan tanpa meraih satu kemenangan pun, David akhirnya hengkang dari McLaren, dan saat itu tidak jelas ia akan berlabuh ke tim mana.
Red Bull Racing [sunting]
Ditolong RBR [sunting]
Bulan Januari 2005 datanglah malaikat penolong bagi David. Setelah sempat memikirkan untuk pensiun dari ajang F1, DC akhirnya diajak oleh tim Red Bull Racing untuk bergabung sebagai pembalap utama bersama tim yang dulunya bernama Jaguar Racing tersebut. Bersama Red Bull, David seolah mendapat semangat baru. Ia nyaris mengantar Red Bull ke podium di GP Eropa, sebelum akhirnya gagal gara-gara terkena drive-trough penalty. Sepanjang musim 2005, DC menjadi satu-satunya penyumbang poin terbanyak bagi Red Bull. Walaupun baru satu musim bergabung bersama Red Bull, David serasa mendapatkan semangat dan motivasi baru, dimana manajemen Red Bull yang bercitra anak muda membuatnya kembali bergairah dalam menjalani balapan. Berbeda jauh dengan semasa ia berada di McLaren yang dirasa David sangat kaku dan tidak bebas. Dua rekan setimnya saat itu yang masih muda, Christian Klien dan Vitantonio Liuzzi bahkan sering memanggil DC dengan panggilan uncle (paman).
Awal musim 2006, masuklah tokoh yang juga adalah teman baik David selama ia masih bergabung di McLaren, Adrian Newey.[34] Newey mengaku ia pindah ke Red Bull adalah berkat desakan dari David, selain alasan gaji yang lebih besar ketimbang di McLaren. Kemudian setelah Newey, David juga berhasil meyakinkan Peter Prodromou yang juga merupakan teman baik DC selama ia berada di McLaren untuk pindah ke tim Red Bull. David lantas mempersembahkan podium pertama untuk Red Bull di GP Monaco[35], dimana saat itu ia finish ke tiga, di belakang Fernando Alonso dan Juan Pablo Montoya.
Pada 2007 David mendapat rekan setim baru, Mark Webber. Meskipun Webber sukses meraih podium untuk Red Bull di GP Eropa, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan David lebih konsisten ketimbang Mark di musim 2007 tersebut. Pada GP Jepang di sirkuit Fuji, DC mendengar bahwa salah satu sahabatnya, Colin McRae tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter.[36] Untuk mengenang dan menghormati McRae, David kemudian mendesain sebuah helm khusus dengan corak yang sama persis dengan helm yang dipakai McRae di ajang WRC. Helm itu kemudian ia gunakan di GP Jepang, dan sesudahnya dikabarkan helm itu ia serahkan kepada keluarga McRae sebagai barang kenang-kenangan terakhir dari DC untuk Colin McRae.
Akhir karier [sunting]
David mengawali musim 2008 dengan sedikit berat. Di Australia ia bertabrakan dengan Felipe Massa. Kemudian di Malaysia, suspensi mobilnya jebol dan memupus harapannya untuk meraih poin. Sampai GP Monaco, David belum meraih satu poin pun. Namun dengan kejadian unik di GP Kanada, David akhirnya mampu meraih poin dan bukan cuma poin, sebab ia mampu finish podium di balapan yang penuh drama tersebut.[37]
Hari Jumat sebelum berlangsungnya GP Prancis, DC mengumumkan bahwa ia akan pensiun di akhir musim.[38] Posisinya di tim Red Bull akan digantikan oleh pembalap Jerman, Sebastian Vettel. Sebagai kenang-kenangan untuk DC, tim Red Bull lantas memberikannya sebuah mobil RB4. Sementara bekas tim DC terdahulu, McLaren, juga memberikan sebuah hadiah, yaitu ujicoba mobil McLaren two seat, dan DC diperbolehkan membawa tiga tamu ke markas McLaren di Woking. Yang beruntung diajak oleh DC adalah pacarnya sendiri, Karen Minier, mantan bos teknik McLaren, Adrian Newey, dan bos RBR, Christian Horner.
Di GP Inggris terakhirnya, DC harus pulang dengan tangan hampa setelah terlibat insiden dengan penggantinya di Red Bull, Sebastian Vettel.[39] Sepanjang 2008 DC hanya mampu mencetak dua kali finish dengan angka. Selain di Kanada ia finish dengan poin di Singapura saat berada di P7. Total DC hanya mampu meraup 8 poin saja. Balapan terakhirnya di F1, yaitu di GP Brazil harus berakhir dengan kekecewaan setelah ia terlibat insiden di tikungan pertama. Total kemenangan DC selama berada di F1 adalah 13 kemenangan, dengan dua kali kemenangan di GP Inggris (1999-2000) dan Monaco (2000, 2002).[40] Dan sebagai wujud penghargaan kepada DC, sebuah museum khusus telah di bangun di kampung halaman DC di Tywnholm, Skotlandia. Museum ini dikabarkan berisi pernak-pernik dan memorabilia DC baik ketika masih kecil maupun ketika ia berada di F1 sampai pensiun di akhir 2008 lalu.
Setelah Formula 1 [sunting]
Setelah pensiun dari F1, DC masih tetap berkecimpung di dunia balap, tepatnya di Formula 1 sebagai konsultan balap bagi tim Red Bull (seperti Michael Schumacher di Ferrari). Diluar itu, ia juga masih terus menekuni usahanya sebagai manajer hotel di Monte Carlo, Monaco. Selain menjadi konsultan balap bagi Red Bull Racing, DC juga terjun ke dunia televisi dengan menjadi pembawa acara balap F1 untuk stasiun TV Inggris, BBC.[41] Dengan pengalamannya membalap selama 14 musim, pihak BBC yakin DC bisa memberikan warna baru yang lebih segar dalam membawakan balapan F1 di TV. DC sendiri dengan profesinya sebagai pembawa acara ini, berarti menyamai apa yang telah dilakukan manajernya, mantan pembalap F1 Martin Brundle yang sebelumnya juga menjadi komentator bagi stasiun TV rival BBC, ITV. Tak lama setelah diangkat menjadi presenter acara F1 di BBC, DC kemudian mendapatkan teman presenter lainnya yang juga merupakan mantan team principal tim Jordan Grand Prix, Eddie Jordan (EJ). Duet DC dan EJ kerap kali membuat pemirsa TV Inggris merasa terhibur saat menantikan start balapan, namun tidak bagi sebagian pembalap F1 dan kru-kru tim yang ada di grid karena mereka merasa pembicaraan dan joke yang kerap kali DC dan EJ lontarkan selalu ngelantur dan tidak jelas berarah kemana. Hal lain yang juga mungkin dicoba oleh DC pada masa mendatang selain menjadi konsultan RBR dan pembawa acara TV adalah turun di ajang reli, yang juga merupakan impiannya sejak masih kanak-kanak.
Pada GP Jerman 2009, DC kembali turun ke dalam kokpit mobil F1. Kali ini ia menjadi tamu istimewa Mercedes-Benz untuk memperingati 60 tahun keikutsertaan Mercy di ajang Formula 1. DC turun dengan memakai mobil McLaren MP4-13 lansiran tahun 1998, dimana disampingnya juga ikut serta rekan-rekan DC yang lain seperti Alexander Wurz dan Heikki Kovalainen yang memilih untuk turun dengan mobil-mobil F1 zaman tahun 1950-an.
Memasuki tahun 2010, David Coulthard kemudian mendapatkan penghargaan dari Ratu Elizabeth II. Ia diangkat menjadi salah satu anggota kehormatan kerajaan Inggris Raya.[42] DC juga akhirnya kembali turun sebagai pembalap dengan bergabung di ajang Deutsche Tourenwagen Masters, dengan membalap untuk tim Mücke Motorsport.[43] yang menjalankan mobil Mercedes-Benz. Selain di ajang DTM, DC juga masih aktif di belakang kotpit mobil F1 tim Red Bull Racing dengan menjadi test driver khusus bersama Daniel Ricciardo dan Brendon Hartley.
Statistik [sunting]
Musim ke musim [sunting]
| Musim | Seri | Tim | Balapan | Pole | Menang | Poin | Klasemen | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1989 | Formula Ford 1600 Dunlop/Autosport | ? | ? | ? | ? | ? | Juara | |
| Formula Ford 1600 P&O Ferries Junior | ? | ? | ? | ? | ? | Juara | ||
| Formula Ford Festival | ? | 1 | 0 | 0 | N/A | ke-3 | ||
| 1990 | Formula Opel Lotus Euroseries | ? | 11 | 1 | ? | ? | ke-5 | |
| Formula Vauxhall Lotus | ? | ? | ? | ? | 80 | ke-4 | ||
| British Touring Car Championship | Cook Racing | 1 | 0 | 0 | 4 | ke-33 | ||
| 1991 | British Formula Three | Paul Stewart Racing | 16 | 0 | 5 | 66 | 2nd | |
| Macau Grand Prix | Paul Stewart Racing | 1 | 0 | 1 | N/A | Juara | ||
| Masters of Formula Three | Paul Stewart Racing | 1 | 0 | 1 | N/A | Juara | ||
| Formula Three Fuji Cup | ? | 1 | 1 | 0 | N/A | ke-2 | ||
| 1992 | Formula 3000 | Paul Stewart Racing | 10 | 0 | 0 | 11 | ke-9 | |
| Grand Prix Makau | Paul Stewart Racing | 1 | 0 | 0 | N/A | NC | ||
| 1993 | Formula 3000 | Pacific Racing | 9 | 0 | 1 | 25 | ke-3 | |
| Formula Satu | Williams | - | - | - | - | Test driver | ||
| Le Mans 24 Hours GT Class | TWR Jaguar Racing | 1 | - | - | N/A | DSQ | ||
| 1994 | Formula Satu | Williams | 8 | 0 | 0 | 14 | ke-8 | |
| Formula 3000 | Vortex | 1 | 0 | 0 | 6 | 9th | ||
| 1995 | Formula Satu | Williams | 17 | 5 | 1 | 49 | ke-3 | |
| 1996 | Formula Satu | McLaren | 16 | 0 | 0 | 18 | ke-7 | |
| 1997 | Formula Satu | McLaren | 17 | 0 | 2 | 36 | ke-2 | |
| 1998 | Formula Satu | McLaren | 16 | 3 | 1 | 56 | ke-3 | |
| 1999 | Formula Satu | McLaren | 16 | 0 | 2 | 48 | ke-4 | |
| 2000 | Formula Satu | McLaren | 17 | 2 | 3 | 73 | ke-3 | |
| 2001 | Formula Satu | McLaren | 17 | 2 | 2 | 65 | ke-2 | |
| 2002 | Formula Satu | McLaren | 17 | 0 | 1 | 41 | ke-5 | |
| 2003 | Formula Satu | McLaren | 16 | 0 | 1 | 51 | ke-7 | |
| 2004 | Formula Satu | McLaren | 18 | 0 | 0 | 24 | ke-10 | |
| 2005 | Formula Satu | Red Bull | 19 | 0 | 0 | 24 | ke-12 | |
| 2006 | Formula Satu | Red Bull | 18 | 0 | 0 | 14 | ke-13 | |
| 2007 | Formula Satu | Red Bull | 17 | 0 | 0 | 14 | ke-10 | |
| 2008 | Formula Satu | Red Bull | 18 | 0 | 0 | 8 | ke-16 | |
| 2009 | Formula Satu | Red Bull | Pembalap tes | |||||
| 2010 | Deutsche Tourenwagen Masters | Mücke Motorsport | 11 | 0 | 0 | 1 | ke-16 | |
| 2011 | Deutsche Tourenwagen Masters | Mücke Motorsport | 10 | 0 | 0 | 1 | ke-16 | |
Penghargaan [sunting]
| Tahun | Penghargaan |
|---|---|
| 1989 | Autosport British Club Driver of the Year |
| McLaren Autosport BRDC Award | |
| 1991 | Autosport National Racing Driver of the Year |
| 1994 | Autosport British Competition Driver of the Year |
| 1995 | Tropi Lorenzo Bandini |
| 1998 | Hawthorn Memorial Trophy |
| 2000 | Hawthorn Memorial Trophy |
| Autosport British Competition Driver of the Year | |
| 2001 | Hawthorn Memorial Trophy |
| Autosport British Competition Driver of the Year | |
| 2002 | Hawthorn Memorial Trophy |
| Autosport British Competition Driver of the Year | |
| 2003 | Hawthorn Memorial Trophy |
| 2010 | Anggota kehormatan (MBE) Kerajaan Britania Raya |
Referensi [sunting]
- ^ "Famous Person Scotland no. 378". Geo.ed.ac.uk. Diakses 15 November 2009.
- ^ "David Coulthard Profile". Formula1 About?. Diakses 15 November 2009.
- ^ My profile: David Coulthard
- ^ "Coulthard and Wurz visit Brno for MotoGP". GP Update. 21/08/2002. Diakses 13 Desember 2008.
- ^ "Coulthard mengenang Colin McRae". Times Online. 16/09/2007. Diakses 01/01/2008.
- ^ "Back to basic". News of the World. Diakses 01/01/2008.
- ^ "Looking out for No. 1". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Sundaymirror.co.uk". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Coulthard to marry true love". itv-f1.com. 2006-06-12. Diakses 2007-06-01.
- ^ "David Coulthard enjoys first child birth". Auto Racing Daily. Diakses 01/11/2009.
- ^ Official site for Colombus Hotel
- ^ "David Coulthard Colombus Hotel up for sale again". Caterer Search. 23/02/2009. Diakses 01/11/2009.
- ^ "Coulthard in history picture". F1 Fanatic. 09/01/2009. Diakses 21/05/2009.
- ^ http://forum.grandprix.com/viewtopic.php?f=1&t=10483
- ^ David Coulthard Profile on F1 Blog
- ^ "Coulthard pindah ke McLaren". Team Dan. December 1994. Diakses 21/05/2009.
- ^ "Coulthard got free transfer". Team Dan. August 1995. Diakses 24/08/2009.
- ^ "Archieve from 1996 Portuguese Grand Prix". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Results from 1997 Australian Grand Prix". News on F1. March 1997. Diakses 25/12/2007.
- ^ "San Marino Grand Prix 1998". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Hakkinen got victory in Melbourne after Coulthard slowing down in last lap". News on F1. March 1998. Diakses 25/02/2007.
- ^ "Video from Schuey vs. DC". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "David Coulthard reigns British GP 1999". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ BBC News | SCOTLAND | Coulthard survives plane crash
- ^ "Review French Grand Prix 2000". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ Coulthard Story from Brazil 2001, BBC Sports
- ^ "Review Austrian Grand Prix 2001". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ Video Coulthard vs. Bernoldi - GP Monaco 2001, You Tube
- ^ "David Coulthard ketiban sial di Monaco 2001". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ Hamilton, Maurice - "No fuss, just fast". The Guardian 2008-03-09
- ^ "Cerita dari GP Monaco 2002 - David Coulthard singkirkan Schumi". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Coulthard wins Australian GP 2003". The Independent. March 2003. Diakses 21/11/2009.
- ^ "Juan Pablo Montoya resmi pindah ke McLaren". KOMPAS. Maret 2004. Diakses 25/05/2008.
- ^ "Newey hengkang ke Red Bull". Kapan Lagi. Februari 2006. Diakses 25/05/2007.
- ^ Coulthard bantu RBR raih podium di Monaco
- ^ "Colin McRae tewas setelah helikopternya jatuh". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Report from 2008 Canadian Grand Prix". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Coulthard announces retirement from F1". autosport.com. 3 July 2008. Diakses 3 July 2008.
- ^ "Coulthard announces retirement from F1". autosport.com. 2008-07-03. Diakses 2008-07-03.
- ^ "Coulthard career statistic from 1994-2008". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ "Coulthard confirmed as BBC F1 commentator". Unknown parameter
|site=ignored (help) - ^ London Gazette: (Suplemen) no. 59446. hal. 15. 12 June 2010.
- ^ Beer, Matt (2010-04-03). "Coulthard seals Mercedes DTM drive". autosport.com (Haymarket Publications). Diakses 2010-04-06.
Pranala luar [sunting]
| Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: |
- (Inggris) Situs resmi
- (Inggris) David Coulthard Museum
- (Inggris) Jelang balap bersama David Coulthard
- (Inggris) David Coulthard dalam F1database
- (Inggris) Statistik David Coulthard