Pat Symonds

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pat Symonds
Lahir 11 Juni 1953 (umur 61)
Bendera Inggris Inggris
Pekerjaan Manajer, Insinyur
Tahun aktif 1980 – sekarang
Tempat kerja Virgin Racing

Pat Symonds (lahir di Inggris, 11 Juni 1953; umur 61 tahun) adalah seorang insinyur ahli aerodinamika mobil Formula 1 asal Inggris. Saat ini ia bergabung bersama tim Renault F1. Prestasi terbaiknya adalah saat mobil karyanya berhasil mengantarkan Michael Schumacher (1994-95) dan Fernando Alonso (2005-06) menjadi juara dunia pembalap.

Profil[sunting | sunting sumber]

Sebelum masuk ke dunia F1, Symonds adalah seorang insinyur magang di Ford Motor Company. Ia baru lulus kuliah pada tahun 1976 dari Cranfield Institute of Technology. Pada 1978 ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Rory Byrne, yang kelak akan menjadi temannya di tim Toleman.

Pada 1980 duet Symonds dan Rory berhasil mengantar Toleman merebut gelar juara F2, dan pada tahun berikutnya, tim kecil ini mencoba peruntungannya di F1. Bahkan mereka tidak main-main saat memasang Ayrton Senna sebagai pembalap pada 1984, namun prestasinya kurang memuaskan karena Toleman kesulitan dana, hingga akhirnya Senna hengkang di akhir 1984.

Pada 1986 tim kecil ini kemudian dibeli oleh pengusaha pakaian asal Italia, Luciano Benetton. Dan posisi Symonds saat itu adalah sebagai chief mechanic. Selanjutnya pada 1991 ia sempat hengkang ke Reynard Motorsport di AS, namun kembali lagi ke Benetton diakhir tahun..

Pada 1994 ia dipromosikan sebagai race engineer Michael Schumacher, dimana diakhir musim, Schumi berhasil menjadi juara dunia pembalap walaupun dengan beragam kontroversi..

Pada 1996 seiring dengan hengkangnya Schumi, Ross Brawn, dan Rory Byrne ke Ferrari, Symodns kemudian diangkat sebagai technical director Benetton sampai akhir 1999 saat tim itu dibeli oleh Renault. Selanjutnya dari tahun 2000 sampai sekarang, Symonds menjabat sebagai executive director of engineering Renault F1 Team.

Symonds kemudian dipecat dari Renault F1 di musim 2009 setelah dirinya terbukti menjadi tersangka kasus Crashgate di Singapura 2008. Pada 2010 ia kembali lagi ke F1 kali ini sebagai konsultan untuk Virgin Racing.