Bahasa dagang dan kreol Melayu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Selain bentuk klasik dan sastranya, bahasa Melayu sudah memiliki beragam dialek regional sebelum berdirinya Kesultanan Malaka. Bahasa Melayu menyebar melalui kontak antaretnis dan perdagangan di seluruh kepulauan Melayu sampai Filipina. Kontak ini menghasilkan lingua franca yang disebut bahasa Melayu Pasar atau bahasa Melayu rendah. Umumnya diyakini bahwa Melayu Pasar adalah bahasa pidgin yang dipengaruhi kontak antara pedagang Melayu dan Cina.

Selain penyederhanaan umum bahasa pidgin, lingua franca Melayu memiliki sejumlah karakteristik. Salah satunya adalah kepemilikan yang ditandai kata punya dan pronomina jamak ditandai kata orang. Satu-satunya afiks Melayu yang masih dipakai sampai sekarang adalah tər- dan bər-.

Ciri khas lainnya:

  • Ada menjadi partikel progresif.
  • Penyusutan bentuk ini dan itu sebelum kata benda menjadi penentu (determiner).
  • Kata kerja pərgi disusutkan dan menjadi kata depan yang bermakna 'ke'.
  • Konstruksi kausatif dibentuk menggunakan kasi, bəri, bikin, atau buat.
  • Kata depan tunggal, biasanya sama, dipakai untuk sejumlah fungsi, termasuk objek langsung dan tidak langsung.[1]

Contoh:[2]

  • Rumah-ku menjadi Saya punya rumah
  • Saya pukul dia menjadi Saya kasi pukul dia
  • Megat dipukul Robert menjadi Megat dipukul dek Robert

Bahasa Melayu Pasar masih dipakai dengan lingkup terbatas di Singapura dan Malaysia. Efek terpentingnya adalah bahasa pidgin Melayu mengalami kreolisasi dan memunculkan beberapa bahasa baru.

Melayu Baba[sunting | sunting sumber]

Melayu Baba
Dituturkan di Singapura, Malaysia
Etnis 250.000–400.000 (1986)
Jumlah penutur 12.000  (1986)[3]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 mbf
Peranakan
Indonesia Baba
Dituturkan di Jawa
Jumlah penutur (20.000 cited 1981)[4]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 pea

Melayu Baba, dulunya grup bahasa pidgin yang besar, dipertuturkan di Malaysia namun saat ini nyaris punah. Ada sejumlah variasi bahasa Melayu yang dipertuturkan kaum Peranakan, yaitu keturunan Cina yang tinggal di Malaysia, Singapura, dan Indonesia sejak abad ke-15.[5] Melayu Baba dekat dengan bahasa pidgin dagang yang mengalami kreolisasi di seluruh kepulauan Melayu, sehingga menghasilkan variasi kreol Melayu yang bertahan sampai sekarang. Satu jenis bahasa Melayu Baba, Peranakan, dipertuturkan di kalangan Tionghoa di Jawa Timur. Bahasa ini adalah campuran bahasa Melayu atau Indonesia dengan elemen-elemen bahasa Jawa (dialek Jawa Timur) dan bahasa Cina (Hakka). Varietas khas ini hanya ditemukan di Jawa Timur, khususnya Surabaya dan daerah sekitarnya. Jika warga Tionghoa cenderung mempertuturkan variasi bahasa tempat mereka tinggal (Tionghoa Jawa Tengah memakai bahasa Jawa halus atau standar dalam percakapan sehari-hari antara sesamanya; di Jawa Barat, mereka menggunakan bahasa Sunda), di Surabaya pemuda-pemudi Tionghoa cenderung berbicara dengan bahasa Jawa murni (dialek Surabaya) dan belajar bahasa Mandarin melalui kursus.

Contoh frasa (digunakan di Surabaya):

  • Lu bo' gitu! : Jangan seperti itu!
  • Yak apa kabarnya si Eli? : Apa kabarnya Eli?
  • Nti' kamu pigio ambek cecemu ae ya : Nanti kamu pergi dengan kakakmu saja, ya?
  • Nih, makanen sa'adae : Makanlah seadanya!
  • Kamu cari'en bukune koko ndhek rumae Ling Ling : Carikan buku adikmu di rumah Ling Ling.

Melayu Betawi[sunting | sunting sumber]

Melayu Kreol Malaka[sunting | sunting sumber]

Melayu Kreol Malaka
Melayu Kreol Chitties
Dituturkan di Malaysia
Etnis 300
Jumlah penutur moribund  (tidak ada tanggal)[6]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 ccm

Bahasa ini dipertuturkan sejak abad ke-16 oleh para keturunan pedagang Tamil di Selat Malaka. Bahasa ini bisa jadi terkait secara historis dengan bahasa Melayu Kreol Sri Lanka.

Melayu Sri Lanka[sunting | sunting sumber]

Pidgin Broome[sunting | sunting sumber]

Bahasa pidgin yang digunakan oleh buruh industri mutiara di Australia Barat.

Melayu Sabah[sunting | sunting sumber]

Melayu Sabah
Dituturkan di Sabah
Jumlah penutur (tidak diketahui)
Sedikit tetapi berkembang[7]
Rumpun bahasa
Pidgin berbasis Melayu Brunei
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 msi

Sebagai varian pidgin dari bahasa Melayu Brunei, Melayu Sabah adalah bahasa dagang setempat. Ada beberapa penutur asli di kawasan perkotaan, termasuk anak-anak yang menuturkan dua bahasa asli.

Melayu Makassar[sunting | sunting sumber]

Melayu Makassar
Dituturkan di Makassar, Sulawesi Selatan
Jumlah penutur Tidak ada  (tidak ada tanggal)[8]
Bahasa kedua: 1.900 juta (2000)
Rumpun bahasa
Campuran MelayuMakassar
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 mfp

Bahasa Melayu Makassar bukan bahasa kreol, tetapi campuran bahasa Melayu–Makassar dengan leksikon Melayu, infleksi Makassar, dan campuran sintaks Melayu/Makassar.[9]

Melayu Bali[sunting | sunting sumber]

Melayu Bali
Dituturkan di Bali
Jumlah penutur 25,000  (2000 census)[10]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 mhp

Bahasa Melayu Bali adalah bahasa dagang di pulau ini.

Melayu Indonesia Timur[sunting | sunting sumber]

Kreol di Indonesia timur tampaknya terbentuk ketika bahasa Melayu dan Jawa, dengan lingua franca Melayu, mulai mendominasi perdagangan rempah sebelum era kolonial Eropa. Bahasa-bahasa ini memiliki beberapa kesamaan:

  • ə menjadi a, e, atau berasimilasi dengan huruf vokal selanjutnya
  • i, u kadang berubah menjadi e, o
  • ada kehilangan huruf plosif akhir p, t, k, dan netralisasi nasal akhir di sejumlah kata
  • penanda perfektif sudah diciutkan menjadi su atau so[1]

Contohnya:[2]

  • makan menjadi makang
  • pergi menjadi pigi atau pi
  • terkejut menjadi takajo
  • lembut menjadi lombo
  • dapat menjadi dapa

Bacan mungkin merupakan bahasa yang paling arkaik dan sangat erat dengan bahasa Melayu Brunei (non-kreol).

Melayu Bacan[sunting | sunting sumber]

Melayu Bacan
Dituturkan di Bacan, Maluku Utara
Jumlah penutur 6  (2012)[11]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu Brunei?
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 btj

Dipertuturkan di Pulau Bacan dan sekitarnya di Maluku Utara.

Melayu Manado[sunting | sunting sumber]

Melayu Manado adalah kreol lain yang menjadi lingua franca di Manado dan Minahasa, Sulawesi Utara. Bahasa ini berasal dari Melayu Ternate dan sangat dipengaruhi oleh bahasa Ternate, Belanda, Minahasa, dan beberapa kosakata Portugal.

Contoh:

  • Kita = Saya
  • Ngana = Kamu
  • Torang = Kami
  • Dorang = Mereka
  • Io = Ya
  • Nyanda' = Tidak (' = perhentian glotal)

Kalimat:

  • Kita pe mama ada pi ka pasar = Ibu saya pergi ke pasar
  • Ngana so nyanda' makan dari kalamareng = Kamu belum makan dari kemarin
  • Ngana jang badusta pa kita = Kamu jangan berdusta padaku
  • Torang so pasti bisa = Kami sudah pasti bisa

Gorap[sunting | sunting sumber]

Gorap
Dituturkan di Pulau Morotai, Halmahera Tengah
Jumlah penutur 1.000  (1992)[12]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
  • Indonesia Timur
    • Gorap
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 goq

85% kosakata Gorap berasal dari bahasa Melayu, namun juga memiliki beberapa kosakata Ternate. Tata katanya berbeda dengan bahasa-bahasa Austronesia dan Halmahera. Anak-anak sudah tidak menguasai lagi bahasa ini.

Melayu Ternate/Maluku Utara[sunting | sunting sumber]

Kreol ini menyerupai bahasa Melayu Manado, namun dengan aksen dan kosakata yang berbeda. Sebagian besar kosakatanya dipinjam dari bahasa Ternate, seperti:

  • Ngana = Kamu
  • Ngoni = Kalian
  • Bifi = Semut
  • Ciri = Jatuh

Bahasa ini digunakan di Ternate, Tidore, dan Halmahera, Maluku Utara, untuk komunikasi antarkelompok. Bahasa ini juga dipertuturkan di Kepulauan Sula.

Contoh:

  • Jang bafoya : Jangan berbohong.

Melayu Kupang[sunting | sunting sumber]

Melayu Kupang
Dituturkan di Kupang, Timor Barat
Jumlah penutur 200.000  (1997)[13]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
  • Indonesia Timur
    • Melayu Kupang
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 mkn

Bahasa ini dipertuturkan di Kupang, ujung barat Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Bahasa ini didasarkan pada bahasa Melayu arkaik yang mencampuradukkan bahasa Belanda, Portugal, dan bahasa setempat, tetapi mirip bahasa Melayu Ambon dengan sejumlah perbedaan kosakata dan aksen. Sistem tata bahasanya menyerupai kreol-kreol Melayu lain di Indonesia Timur.

Contoh:

  • beta = Saya
  • lu = Kamu
  • sonde = Tidak
  • Beta sonde tau, lai = Saya tidak tahu

Melayu Ambon[sunting | sunting sumber]

Melayu Banda[sunting | sunting sumber]

Melayu Banda
Dituturkan di Kepulauan Banda
Jumlah penutur 3.700  (2000)[14]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
  • Indonesia Timur
    • Melayu Banda
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 bpq

Sebagai varian dari bahasa Melayu Maluku, bahasa ini dipertuturkan di Kepulauan Banda, Maluku, dan memiliki aksen unik. Berbeda dengan Melayu Ambon, bahasa Melayu Banda dianggap terdengar unik bagi banyak orang karena aksentuasinya.

Contoh:

  • Beta : Saya
  • pane : Kamu
  • katorang : Kami
  • mir : Semut (diserap dari bahasa Belanda: mier)

Melayu Papua/Irian[sunting | sunting sumber]

Melayu Papua
Melayu irian
Dituturkan di Papua Barat
Jumlah penutur 500.000  (2007)[15]
Rumpun bahasa
Kreol berbasis Melayu
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 pmy

Awalnya digunakan sebagai bahasa kontak di kalangan suku Nugini Indonesia (Papua dan Papua Barat) untuk berdagang dan komunikasi sehari-hari, bahasa ini sekarang memiliki banyak penutur asli. Penduduk Papua dan Irian menyatakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar mereka sejak 1926, jauh sebelum Sumpah Pemuda. Saat ini mereka cenderung memakai bahasa Indonesia formal. Varian bahasa ini juga diguankan di Vanimo, Papua Nugini, dekat perbatasan Indonesia.

Contoh:

  • Ini tanah pemerintah punya, bukan ko punya! = Ini tanah pemerintah, bukan kamu!
  • Kitorang tar pernah bohong = Kita tidak pernah berbohong.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Wurm, Mühlhäusler, & Tryon, Atlas of languages of intercultural communication in the Pacific, Asia and the Americas, 1996:673ff.
  2. ^ a b MALAY DIALECT RESEARCH IN MALAYSIA: THE ISSUE OF PERSPECTIVE1.
  3. ^ Referensi Baba Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  4. ^ Referensi Peranakan Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  5. ^ Baba Malay of Malacca.
  6. ^ Referensi Malaccan Creole Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  7. ^ Referensi Sabah Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  8. ^ Referensi Macassar Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  9. ^ Wurm, Mühlhäusler, & Tryon, Atlas of languages of intercultural communication in the Pacific, Asia and the Americas, 1996:682.
  10. ^ Referensi Balinese Malay di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  11. ^ Referensi Melayu Bacan di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  12. ^ Referensi Gorap di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  13. ^ Referensi Melayu Kupang di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  14. ^ Referensi Melayu Banda di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)
  15. ^ Referensi Melayu Papua di Ethnologue (ed. ke-17, 2013)