Sabah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sabah
—  Negara Bagian  —
Negeri di Bawah Bayu

Bendera

Lambang
Slogan: Sabah Maju Jaya
Lagu kebangsaan: Sabah Tanah Airku
  Sabah di   Malaysia
Koordinat: 5°15′LU 117°0′BT / 5,25°LU 117°BT / 5.250; 117.000Koordinat: 5°15′LU 117°0′BT / 5,25°LU 117°BT / 5.250; 117.000
Ibu kota Kota Kinabalu
Pemerintahan
 • Yang di-Pertua Negeri Juhar Mahiruddin
 • Ketua Menteri Musa Aman (BN)
Luas[1]
 • Total 73.631 km2 (28,429 mil²)
Populasi (2010)[1]
 • Total 3.117.405
 • Kepadatan Bad rounding here42/km2 (Bad rounding here110/sq mi)
Demonim Sabahan
Indeks Pembangunan Manusia
 • IPM (2010) 0.643 (sedang) (ke-14)
Zona waktu MYT (UTC+8)
Kode pos 88xxx to 91xxx
Kode telepon 087 (Distrik Dalam)
088 (Kota Kinabalu & Kudat)
089 (Lahad Datu, Sandakan & Tawau)
Plat kendaraan SA,SAA,SAB (Kota Kinabalu & Kota Belud)
SB (Beaufort)
SD (Lahad Datu)
SK (Kudat)
SS (Sandakan)
ST (Tawau)
SU (Keningau)
Nama sebelumnya Borneo Utara
Kesultanan Brunei 15th century[2]
Kesultanan Sulu (Sabah Timur) 1658
Borneo Utara Britania Raya 1882
Masa Pendudukan Jepang 1941–1945
Koloni Kerajaan Inggris 1946
Pemerintahan sendiri 31 August 1963[3][4]
Penyatuan dengan Federasi Malaya untuk membentuk Malaysia[5] 16 September 1963[6]
Situs web www.sabah.gov.my
Perjanjian Malaysia 1963 (dokumen)
Perjanjian pendirian negara Malaysia dalam bahasa Melayu (documen)

Sabah (Jawi:صباح) adalah salah satu negara bagian di Malaysia dan juga merupakan salah satu dari empat negara pendiri Malaysia[6] di Pulau Borneo. Terletak di timur laut pulau Kalimantan, Sabah adalah negara bagian kedua terbesar di Malaysia setelah tetangganya di barat daya, Sarawak. Sabah juga berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia, di selatan. Ibukota negara bagian ini adalah Kota Kinabalu. Sabah sering disebut sebagai "Negeri di Bawah Bayu" (Land Below the Wind), sebuah frase yang digunakan oleh pelaut di masa lalu untuk menggambarkan daratan di selatan sabuk topan.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Asal mula nama Sabah masih belum jelas, dan banyak teori yang muncul. Salah satu teori adalah bahwa pada masa Sabah merupakan bagian dari Kesultanan Brunei, di daerah pantai wilayah tersebut banyak ditemukan pisang saba, salah satu jenis pisang. Teori lainnya adalah karena lokasi Sabah berkaitan dengan [[Brunei Darussalah|Brunei, "Sabah" adalah suatu kata dalam bahasa Melayu Brunei yang berarti hulu[7] atau sisi utara sungai[8]. Teori lain menyatakan bahwa nama itu berasal dari kata dalam bahasa Melayu sabak yang berarti tempat gula aren diekstrak. Sabah juga merupakan satu kata dalam bahasa Arab yang berarti matahari terbit. Banyaknya teori menyebabkan asal mula sebenarnya dari nama Sabah sulit ditentukan.[9]

Pernah dikatakan bahwa Sabah dulunya adalah Seludang yang disebutkan dalam naskah Jawa tahun 1365, Kakawin Nagarakretagama karya Empu Prapañca.[10]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Bagian barat Sabah umumnya adalah pegunungan, terdiri atas tiga gunung tertinggi di Malaysia. Jajaran gunung yang paling terkenal adalah Banjaran Crocker tempat berdirinya beberapa gunung dengan ketinggian antara 1.000 hingga 4.000 meter. Dengan tinggi 4.095 meter, gunung Kinabalu adalah gunung tertinggi di Kepulauan Melayu (tidak termasuk pulau Papua) dan tertinggi ke-10 di Asia Tenggara. Hutan-hutan di Sabah diklasifikasikan sebagai hutan hujan tropis dan memiliki beragam spesies tumbuhan dan hewan. Taman Nasional Kinabalu telah dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2000 karena kekayaannya dalam keanekaragaman tumbuhan dikombinasikan dengan keunikan geologi, topografi, dan kondisi iklimnya.[11]

Berdiri dekat gunung Kinabalu adalah gunung Tambuyukon. Dengan tinggi 2.579 meter, gunung ini adalah gunung tertinggi ketiga di Malaysia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Diambil alih oleh British North Borneo Company pada tahun 1881, dan menjadi protektorat Britania Raya dengan masalah internal tetap diadministrasi oleh perusahaan tersebut tahun 1888. Pada 1946, pemerintahan perusahaan tersebut berakhir dan Sabah menjadi koloni dari Borneo Utara Britania sampai tergabung dalam Federasi Malaysia pada 1963.

Lihat Demografi Malaysia untuk penjelasan lebih lanjut tentang populasinya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Laporan Kiraan Permulaan 2010". Department of Statistics Malaysia. hlm. iv. Diarsipkan dari aslinya tanggal 27 Desember 2010. Diakses 24 Januari 2011. 
  2. ^ Rozan Yunos (21 September 2008). "How Brunei lost its northern province". The Brunei Times. Diarsipkan dari aslinya tanggal 28 Oktober 2013. Diakses 28 Oktober 2013. 
  3. ^ Oxford Business Group. The Report: Sabah 2011. Oxford Business Group. hlm. 13–. ISBN 978-1-907065-36-1. Diakses 26 Mei 2013. 
  4. ^ Frans Welman. Borneo Trilogy Volume 1: Sabah. Booksmango. hlm. 159–. ISBN 978-616-245-078-5. Diakses 28 Mei 2013. 
  5. ^ Malaysia Act 1963
  6. ^ a b "No. 10760: Agreement relating to Malaysia (between between United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland, and Federation of Malaya, North Borneo, Sarawak and Singapore" (pdf). United Nations Treaty Collection. United Nations. Juli 1963. Diakses 22 Januari 2014. 
  7. ^ Allen R. Maxwell (1981–1982). "The Origin of the name 'Sabah'". Sabah Society Journal. VII (No. 2). 
  8. ^ W. H. Treacher (1891). British Borneo: Sketches of Brunai, Sarawak, Labuan, and North Borneo. The Project Gutenberg eBook. hlm. 95. Diakses 15 Oktober 2009. 
  9. ^ Kaur, Jaswinder (16 September 2008). "Getting to Root of the Name Sabah". New Straits Times. 
  10. ^ Origin of Place Names – Sabah. National Library of Malaysia. Diakses 3 Juni 2010. 
  11. ^ "Kinabalu Park – Justification for inscription". UNESCO World Heritage Centre. Diakses 24 Juni 2007. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]