Bahasa Manado

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bahasa Melayu Manado
Bahasa Manado
Dituturkan di Indonesia
Wilayah Sulawesi Utara
Jumlah penutur 850,000 (2001)  (tidak ada tanggal)
Rumpun bahasa
Melayu Kreol
  • Bahasa Melayu Manado
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 xmm

Bahasa Manado dituturkan penduduk di Kota Manado, Bitung, Tomohon, Langoan, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara dan sekitarnya. Memiliki kesamaan dengan dialek bahasa di Sulawesi Tengah dan Maluku. Sebagian besar kata-kata dalam bahasa Manado sama seperti kata-kata dalam bahasa Indonesia. Karena bahasa Manado hanya digunakan untuk komunikasi lisan, tidak ada standar ortografi/tulisan yang pernah disahkan.

Bahasa Manado berhubungan dekat dengan bahasa Indonesia. Perbedaannya yang paling mendasar adalah dengan adanya kata-kata serapan dari bahasa Belanda dan Portugis, serta penggunaan "kita" sebagai kata ganti orang pertama tunggal (yang dalam bahasa Indonesia digunakan untuk kata ganti orang jamak tunggal).

Kata ganti[sunting | sunting sumber]

Dalam penjelasan mengenai bahasa Manado menggunakan singkatan-singkatan berikut:

  • kata disingkat k
  • bahasa disingkat b
  B.Indonesia baku Bahasa Manado
k.ganti orang pertama tunggal saya kita
k.ganti orang pertama jamak kami torang
k.ganti orang kedua tunggal anda ngana
k.ganti orang kedua jamak kalian ngoni
k.ganti orang ketiga tunggal dia dia
k.ganti orang ketiga jamak mereka dorang

Variasi torang: tong (terutama sebelum pe). Selain itu dorang juga seringkali disingkat menjadi dong, terutama sebelum pe.


Kata ganti kepunyaan[sunting | sunting sumber]

Bahasa Manado menggunakan pe untuk mengartikan kepunyaan.

B.Indonesia baku Bahasa Manado
Bukuku kita pe buku / ta pe buku
Bukumu ngana pe buku / nga pe buku
Bukunya dia pe buku / de pe buku
Buku kami torang pe buku / tong pe buku
Buku kalian ngoni pe buku
Buku mereka dorang pe buku / dong pe buku
Buku ini milik kalian ini ngoni pe buku

Kata serapan dari bahasa asing[sunting | sunting sumber]

Bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda yang mengkolonisasi daerah Sulawesi Utara pada zaman kolonial telah memperkaya perbendaharaan kata Bahasa Manado, seperti beberapa sampel kata pada tabel di bawah ini:

B.Indonesia baku Bahasa Manado serapan dari bahasa
bosan fastiu Bahasa Portugis (fastio)
topi capeo bahasa Portugis (chapéu)
kursi kadera Bahasa Portugis (cadeira)
dahi testa bahasa Portugis (testa)
jagung milu bahasa Portugis (milho)
roti isi panada bahasa Portugis (panada)
penyu tuturuga Bahasa Portugis (tartaruga)
tenggorokan gargantang Bahasa Portugis (garganta)
saputangan lenso Bahasa Portugis (lenço)
pagi-pagi vruk Bahasa Belanda (vroeg)
garpu vork Bahasa Belanda (vork)
nenek oma Bahasa Belanda (oma)
kakek opa Bahasa Belanda (opa)
tetapi mar Bahasa Belanda (maar)
untuk vor bahasa Belanda (voor)
secara menyeluruh helemaar Bahasa Belanda (helemaal)
sudut huk Bahasa Belanda (hoek)
besar goros Bahasa Jerman (groß)
teduh sombar Bahasa Perancis (sombre)

Kata kerja[sunting | sunting sumber]

Beberapa kata kerja dalam bahasa Indonesia dengan akhiran n, pada bahasa Manado ditambahkan g seperti makang (makan), jalang (jalan), sirang (siram).

Awalan[sunting | sunting sumber]

Awalan ba[sunting | sunting sumber]

Awalan ber dalam bahasa Indonesia diubah menjadi ba dalam bahasa Manado. Contoh: bajalang (berjalan), batobo (berenang), baspool (berpancuran - mandi menggunakan pancuran), batolor (bertelur).

Awalan me[sunting | sunting sumber]

Awalan me dalam bahasa Indonesia diubah menjadi ma atau "mo" dalam bahasa Manado. Contoh: mangael (mengail), manari (menari), mancari (mencari), momasa' (memasak), manangis (menangis).

Kata-kata yang lain[sunting | sunting sumber]

Beberapa kata dari bahasa Indonesia dipendekkan dalam bahasa Manado. Contohnya:
pi (bahasa Indonesia: pergi)

mo pi mana ngoni? (mau pergi kemana kalian?)

co (bahasa Indonesia: coba)

co lia ini oto (coba lihat mobil ini)

so (bahasa Indonesia: sudah)

so klar? (sudah selesai?), "so maleleh?" (sudah lumer?), "so kanyang?" (sudah kenyang?)

ta (bahasa Indonesia: awalan ter)

tasono? (tertidur?), tajatung? (terjatuh?), tagoso (tergesek?)

Beberapa kata atau partikel sering muncul dalam kalimat. Contoh:
"mar"(bahasa Indonesia:tapi) ""dia ada datang, mar so pigi ulang"" (catatan: "mar" dalam kata seru ""pe mar!"" mempunyai arti dan tujuan yang berbeda, yaitu untuk mengumpat)

"vor" (bahasa Indonesia: untuk) Diucapkan mirip "for" dalam bahasa Inggris, dan mempunyai arti yang sama.

""ini vor ngana"" (ini untuk kamu)

"kwa'"

Adalah salah satu partikel yang biasa muncul dalam kalimat. Jika muncul di pertengahan kalimat maka dia berfungsi menunjukkan pengakuan atas kemampuan seseorang (setara dengan "sih" dalam bahasa Indonesia). Contoh: ""kalo dia kwa' memang so pande"" (kalau dia sih, emang sudah (terkenal) cerdas)

Jika muncul di akhir kalimat maka kwa' menandakan permintaan.

Contoh: ""kita pinjam kwa'"" (aku pinjam dong? Atau tolong pinjamkan aku)

"Noh"

Biasanya muncul di akhir kalimat. Menandakan penyesalan atas suatu situasi atau kondisi.

Contoh: ""Nyanda' ada doi kita noh...""(sayangnya,aku (sedang) tidak punya uang)

Tetapi, jika didahului oleh partikel "jo" (menjadi "...jo noh!"), maka gabungan itu menghasilkan kata seru yang menyatakan kekaguman,pujian,atau bahkan sindiran. Tergantung dari konteks dan tone suara.

Contoh: ""Mama' jo noh!"" ( Itu baru ibuku!)

atau, misalnya si Roni terlambat lagi hari ini, maka ungkapan ""Roni jo noh!" setara dengan sindiran "Namanya juga Roni...(telat melulu)"

Kata tanya[sunting | sunting sumber]

  • Kyapa ngana manangis? (kenapa kamu menangis?)
  • Sapa lai? (siapa lagi?)
  • Bagimana Torang Pe nasib ini? (bagaimana nasib kami sekarang?)
  • Mo/Mau Pigi Kamana? (mau pergi kemana?)
  • Jam Barapa Sakarang? (sekarang jam berapa)

Kata serapan dari bahasa Manado[sunting | sunting sumber]

Beberapa kata yang diserap dari bahasa Manado ke dalam bahasa Indonesia antara lain:

  • baku (yang artinya saling) contoh : baku hantam (saling menghantam satu sama lain), baku ajar (saling menghajar satu sama lain), baku veto (adu mulut satu sama lain), baku sedu (bercanda, bersenda gurau), bakudapa (bertemu, berjumpa), "baku gigi" (saling menggigit).