Bahasa Berau
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Bahasa Berau atau Dialek Melayu Berau (bve) adalah suatu bahasa Austronesia yang dituturkan suku Berau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bahasa Berau merupakan salah satu dialek Melayu Lokal sehingga dapat pula disebut Bahasa Melayu Berau.
[sunting] Kamus Bahasa Berau
- anu; yang
- aliapa; ada apa/mengapa
- agai; panggilan untuk laki-laki
- annik; sedikit
- atar; antar
- allan; malu
- angkup; hantam
- alaw; ambil
- barakkat; bungkusan/oleh-oleh
- amma; bapak
- babbal; tidak mudah diatur
- bala; nakal
- babiran; mengomel
- bayi; babi
- bassai; dayung
- bassar; besar
- bangsa; seperti
- butur; judi
- carian; kangen
- currik; tidak mendengar
- culu; korek api
- gaman; pegang
- dampa; mau
- dangkita; kalian
- danggan; teman/kawan
- darup; cuci muka
- gayyu; sibuk
- gaddang; buah pepaya
- gatta; getah
- inda; ibu
- inni; nenek
- indangnya; begitulah
- jajjal; tidak mau mendengar ucapan
- jampayi; besok
- jinnya; katanya
- kawal; teman
- kawalli; temani
- kail; pancing
- karamian; sore/petang
- kappak; tuli
- kurik; korek
- kurru; tidur
- karring; kering
- karra; monyet
- karrat; raut
- karitan; hiu
- kedayaw; biawak/sejenis kadal
- kalamayi; kemarin
- karajja; kerjaan
- kinsum; senyum
- kamayi; kesini
- lallai; malas
- limpa : berhamburan
- linyak : hancur
- tumpis : banyak omong
- lalai; piring
- kula; keluarga/ famili
- lungku; bengong
- lawas; lama
- laga; ajak
- lanting; batang pohon yang mengapung di air yang dirakit dijadikan tempat mandi dan buang air
- minjam : Pinjam
- miris; mau
- marrang; senang
- muta; muntah
- mulang; pulang
- nda warna : Beraneka ragam
- ntayi; tadi
- nta; kita
- panningal; tidak mendengar
- paluntai; pemalas
- pandak; pendek
- pattang; gelap
- ruku; rokok
- siring; sisi
- sulipi; bantal
- siyyin; uang
- sambat; pagi
- sannai; santai/diam
- saluar; celana
- sarubit; sedikit
- sallu; jengkel
- suru; pasang ( biasa digunakan untuk air )
- tampiling; tempeleng
- rabba limpa : tumpah berhamburan
- rabba : Rubuh tambing; samping
- taddung; ular
- tattak tukul; diam di tempat
- tittik; pukul
- taggar; karat
- taggari; pegang
- tabbak; lempar
- tattak; potong
- talla; sudah
- tutung; terbakar
- tuku; dekat
- uluk : Olok
- ulai; perempuan
- walla; gila
- Jukut, Ikan
- Lanting, WC dipinggir sungai
- Lapau, Pondok
- Busak, Bunga
- Mallur, Melati
- Ilat, Lidah
- Ijai, Dagu
- Kalitak, Ketiak
- Inda, Mama
- Amma, Bapak
- Kayi, Kakek
- Inni, Nenek
- Ading, Adik
- Battis, Kaki
- Balimpang, Berbaring
- Sulipi, Bantal
[sunting] Pranaa uar
- (id) Kamus Bahasa Berau
| Artikel mengenai bahasa ini adalah suatu tulisan rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia mengembangkannya. |

