Bahasa Kei

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bahasa Kei
Veveu Evav, Veu Evav
Dituturkan di Kepulauan Kei (Indonesia)
Wilayah Kei Kecil, Kei Besar (Maluku Tenggara)
Jumlah penutur 85.000  (tidak ada tanggal)
Rumpun bahasa
Austronesia

 Melayu-Polinesia
  Melayu-Polinesia Tengah
   Maluku Tenggara
    Kei-Tanimbar
      Kei-Fordata

       Bahasa Kei
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 kei

Bahasa Kei atau Veveu Evav adalah bahasa yang dituturkan etnik Evav di Provinsi Maluku, terutama di Kabupaten Maluku Tenggara, yakni di 207 desa di Kei Kecil, Kei Besar, dan pulau-pulau sekitarnya. Penduduk Pulau Kur dan Kamear adalah masyarakat penutur bahasa Kur, sedangkan penduduk desa Banda Eli dan Banda Elat di Kei Besar adalah masyarakat penutur bahasa Banda, bahasa Kei mereka gunakan sebagai lingua franca. Tiap pulau, bahkan hampir tiap desa memiliki dialek yang berbeda-beda, sehingga dialek yang digunakan seorang penutur menjadi petunjuk dari pulau atau daerah mana dia berasal. Bahasa Kei tidak memiliki sistem tulisan sendiri. Para misionaris Katolik dari Belanda menuliskan kata-kata Bahasa Kei dengan suatu bentuk variasi penggunaan abjad Romawi.

Kosa kata[sunting | sunting sumber]

Kata-kata dalam bahasa Kei masih memiliki kemiripan dengan bahasa-bahasa rumpun austronesia lainnya, misalnya:

Nomina[sunting | sunting sumber]

Nomina dalam bahasa Kei secara umum terbagi atas nomina independen dan nomina dependen.

Nomina independen adalah golongan kata benda yang dapat diucapkan sendiri, tanpa harus diberi sufiks pronomina, misalnya:

  • Rahan = Rumah
  • Ler = Matahari
  • Nuhu = Pulau

Nomina dependen adalah golongan kata benda yang lazimnya tidak diucapkan tanpa diberi sufiks pronomina, misalnya:

  • Lim-ang = Tangan-ku
  • Ren-am = Ibu-mu
  • Yan-an = Anak-nya

Pronomina[sunting | sunting sumber]

  • Pronomina personal:
    • Ya'au,= saya
    • O = kau
    • I = dia
    • It = kita
    • Am = kami
    • Im = kalian
    • Hir = mereka
  • Pronomina demonstratif:
    • En'i, ain'i = yang ini
    • En'he, ain'he = yang itu
  • Pronomina interogatif:
    • Hira'= siapa
    • Aka = apa
      • Tal aka, niraan aka = mengapa
    • Be = mana, di mana, ke mana
      • Ainbe, enbe = yang mana
      • Fel be = bagaimana
      • Nanan be = bilamana

Adjektiva posesif[sunting | sunting sumber]

Adjektiva posesif dalam bahasa Kei digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atas nomina independen yang mengikutinya, misalnya:

  • Ning Kubang = Uangku
  • Mu kubang = uangmu
  • Ni kubang = uangnya
  • Did kubang = uang kita
  • Mam kubang = uang kami
  • Bir kubang = uang kalian
  • Rir kubang = uang mereka
  • osok renjaan ni kubang = osok renjaan punya uang

Pronomina yang diikuti adjektiva posesif berfungsi sebagai pronomina posesif yang menunjukkan kepemilikan atas nomina independen yang mendahuluinya, misalnya:

  • Nuhu i ya'au ning = pulau ini milikku
  • Nuhu i am mam = pulau ini milik kami

Bergantung pada konteks kalimatnya, jika pronomina yang diikuti adjektiva posesif tersebut mendahului nomina, maka dapat bermakna pronomina posesif, misalnya:

  • O mu nuhu i = milikmulah pulau ini
  • It did nuhu i = milik kitalah pulau ini

Dan dapat pula sekedar mempertegas adjektiva posesif yang mengikutinya, misalnya:

  • Ya'au ning ravit namsait rak = ning ravit namsait rak = bajuku sudah koyak.

Adjektiva[sunting | sunting sumber]

Adjektiva bahasa Kei senantiasa mengikuti nomina yang diterangkannya, misalnya:

  • Vat la'ai = Batu besar (la'ai = besar)
  • Ravit kamumum = Baju ungu (kamumum = ungu), atau baju kebesaran (karena baju berwarna ungu atau lembayung lazimnya dikenakan dalam upacara tradisional Kei)
  • Ai baloat = Kayu panjang (baloat/bloat/blawat = panjang)

Verba[sunting | sunting sumber]

Dalam percakapan, verba bahasa Kei biasanya dirangkai dengan awalan yang menunjukkan pelaku, misalnya:

  • kata dasar: tod = hela
    • utod = saya menghela
    • umtod = engkau menghela
    • entod = dia menghela
    • ittod = kita menghela
    • amtod = kami menghela
    • imtod = kalian menghela
    • ertod = mereka menghela

Pengimbuhan awalan yang menunjukkan pelaku tersebut tidak mengubah pengucapan kata dasarnya (kecuali pada beberapa verba tertentu), sehingga perlu dipisahkan dengan verba yang diawali huruf vokal, agar tidak dibaca bersambung, misalnya:

  • kata dasar: eak = ikat
    • u'eak = saya mengikat
    • um'eak = engkau mengikat

Pada Verba tertentu, terjadi variasi awalan yang menunjukkan pelaku, misalnya:

  • kata dasar: fla = lari
    • ufla = saya lari
    • mufla = engkau lari
    • nefla = dia lari
    • tefla = kita lari
    • mefla = kami lari
    • befla = kalian lari
    • refla = mereka lari
  • kata dasar: an = makan
    • uan= saya makan
    • muan = engkau makan
    • na'an = dia makan
    • ta'an = kita makan
    • maan = kami makan
    • mian = kalian makan
    • ra'an = mereka makan

konjungsi[sunting | sunting sumber]

  • Ma = maka, lalu, kemudian
  • Ne = dan, tetapi, sedangkan
  • ibo = terus
  • hov, enhov = dan, dengan

Fonologi[sunting | sunting sumber]

  • Fonem konsonan asli: b, d, f, h, j, k, l, m, n, r, s, t, v, w, y, ng, ny.
  • Fonem konsonan serapan: c, g, p, q, x, z.
  • Fonem vokal: a, i, u, e, o (pendek); aa, ii, uu, ee, oo (panjang); ai, au, oi, eu (diftong).

Kata Majemuk[sunting | sunting sumber]

Keterbatasan kosa kata untuk mengungkapkan gagasan tertentu diatasi dengan penggunaan kata majemuk, yakni gabungan-kata yang mewakili gagasan atau makna baru yang berbeda dari gagasan atau makna yang dikandung masing-masing kata pembentuk gabungan-kata tersebut. Berikut ini adalah beberapa kata majemuk dalam bahasa Kei.

  • Ingan-lulin (semangat(nya)/gairah(nya) - baik/indah) = (dia) rajin
  • Ingan-sian (semangat(nya)/gairah(nya) - buruk/rusak) = (dia) malas
  • Ken-sa (benar - salah) = cepat, segera, singkat
  • Yamad-aad (bapak kita - saudara tua kita) = pemimpin puak (kita)
  • Ye-lim (kaki - tangan) = bantuan, sumbangan, pertolongan, dukungan
  • Dir-u (berdiri - depan) = pemimpin, ketua
  • Ham-wang (membagi - jatah) = administrator, pengelola
  • Yanan-ubun (anaknya - cucunya) = keturunan(nya)
  • Yaman-ubun (bapaknya - kakeknya, kata 'ub(un)' beerarti 'generasi kedua' sebelum dan sesudah ego) = tetua(nya), leluhur(nya)
  • Isu-maneran (pinang - sirih) = persembahan, sesaji, suguhan, sekapur-sirih
  • Renan-te (Ibunya - puan/nyonya/sapaan penghormatan untuk perempuan) = Ibu mertua(nya)
  • Yaman-toran (Ayahnya - tuan/sapaan penghormatan untuk lelaki) = Bapak mertua(nya)
  • Bes-atmaan (besi - tembaga) = logam

Bilangan dalam bahasa Kei[sunting | sunting sumber]

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
sa ru tel faak lim nean fit wau siuw vut
Angka Kata
11 vut ensa
12 vut enru
13 vut entel
14 vut enfaak
15 vut enlim
16 vut ennean
17 vut enfit
18 vut enwau
19 vut ensiu
20 vutru
21 vutru ensa
22 vutru enru
23 vutru entel
30 vuttel
40 vutfaak
50 vutlim
60 vutnean
100 ratut
101 ratut ensa
102 ratut enru
120 ratut vutru
121 ratut vutru ensa
200 ratru
500 ratlim
1.000 rivun
1.001 rivun ensa
1.002 rivun enru
1.010 rivun envut
1.011 rivun vut ensa
1.020 rivun vutru
1.021 rivun vutru ensa
1.500 rivun ratlim
1.520 rivun ratlim vutru
1.522 rivun ratlim vutru enru
2.000 rivunru
5.000 rivunlim
10.000 rivunvut
99.999 rivunvutsiu ratsiu vutsiu ensiu