Bahasa Cia-Cia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bahasa Cia-Cia
바하사 찌아찌아
Dituturkan di Pulau Buton, Sulawesi
Jumlah penutur 80,000 (pada 2005)[1]  (tidak ada tanggal)
Rumpun bahasa
Sistem penulisan Hangul (pada 2009), asalnya Gundul
Kode-kode bahasa
ISO 639-3 cia

Bahasa Cia-Cia atau Bahasa Buton Selatan, ialah sejenis bahasa Austronesia yang ditutur di sekitar Kota Bau-Bau di selatan Pulau Buton di yang terletak di tenggara Pulau Sulawesi di Indonesia.

Pada tahun 2009, bahasa ini menarik perhatian dunia ketika Kota Bau-Bau menerima tulisan Hangul Korea untuk dijadikan sistem tulisan bahasa Cia-Cia.[2]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005 ada 80,000 orang penutur bahasa Cia-Cia[1], 95% diantaranya beragama Islam[3] yang juga berbicara dalam bahasa Wolio. Bahasa Wolio semakin dilupakan sebagai bahasa penulisan kaum Cia-Cia, karena bahasa Indonesia kini diajar dengan abjad Latin di sekolah.[4]

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Bahasa Cia-Cia ditutur di Sulawesi Tenggara, Pulau Buton Selatan, Pulau Binongko, dan Pulau Batu Atas.[1] Menurut kisah lama, penutur bahasa Cia-Cia di Binongko berketurunan bala tentara Buton yang dipimpin oleh Sultan Buton.[5]

Nama[sunting | sunting sumber]

Nama bahasa ini berasal dari perkataan cia yang berarti 'tidak'.[1] Cia-Cia juga disebut bahasa Buton, Butung, atau Boetoneezen (dari bahasa Belanda) bersama dengan bahasa Wolio, dan bahasa Buton (atau Butung) Selatan.[1]

Logat[sunting | sunting sumber]

Keadaan bahasa di pulau Buton rumit sekali dan kurang dipahami secara teliti.[6] Antara logat-logat Cia-Cia termasuk Kaesabu, Sampolawa (Mambulu-Laporo), Wabula dan Masiri.[1][7] Loghat Masiri paling banyak kosakatanya dibanding logat baku.[1]

Tulisan[sunting | sunting sumber]

Dulunya, bahasa Cia-Cia menggunakan sejenis abjad Arab bernama "Gundul" yang tidak memakai tanda untuk bunyi vokal.

Pada tahun 2009, bahasa Cia-Cia menarik perhatian dunia karena Kota Bau-Bau memutuskan agar tulisan Hangul dari Korea digunakan untuk menulis bahasa Cia-Cia, dan mengajar anak-anaknya sistem tulisan baru ini berpandukan buku teks yang dihasilkan oleh Persatuan Hunminjeongeum.[2][8][9][10] Institut tersebut telah bertahun-tahun bertungkus-lumus menyebarkan penggunaan abjad Korea ke kaum-kaum minoritas yang tiada sistem tulisan sendiri di merata Asia.[2]

Abjad Cia-Cia [11]
Konsonan ᄙ*
Latin g k n d dh t r, l m b v bh p s tiada (awal), ', ng (tengah, akhir) j c h
IPA [ɡ] [k] [n] [ɗ] [d] [t] [r], [l] [m] [ɓ] [β] [b] [p] [s] -, [ʔ], [ŋ] [dʒ] [tʃ] [h]
Vokal
Latin a e o u i
IPA [a] [e] [o] [u] [i]

* ᄙ bukanlah huruf yang terpisah. Konsonan /r/ dan /l/ tengah dibedakan dengan menulis huruf ㄹ tunggal untuk /r/ dan ganda untuk /l/. Huruf ㄹ ganda harus ditulis dalam dua suku kata. Konsonan /l/ akhir ditulis dengan huruf ㄹ tunggal; untuk konsonan /r/ akhir, huruf vokal kosong ㅡ ditambah. Huruf vokal kosong (으) juga digunakan untuk /l/ awal.


Dalam proses menyesuaikan hangul dalam struktur bahasa Cia-Cia, huruf ㅸ yang tidak terpakai dalam bahasa Korea, digunakan lagi untuk mewakili konsonan /v/.[12]

Contoh:[13]

아디 세링 빨리 노논또 뗄레ᄫᅵ시. 아마노 노뽀옴바에 이아 나누몬또 뗄레ᄫᅵ시 꼴리에 노몰렝오.
Adi sering pali nononto televisi. Amano nopo'ombae ia nanumonto televisi kolie nomolengo.

Kosakata[sunting | sunting sumber]

Angka 1–10[sunting | sunting sumber]

Angka 1–10[14]
Bahasa Indonesia satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh
Bahasa Cia-Cia (Hangul) 디세 루아 똘루 빠아 을리마 노오 삐쭈 활루 시우아 옴뿔루
Latin dise rua tolu pa'a lima no'o picu walu siua ompulu

Kata kerja[sunting | sunting sumber]

  • 부리 buri 'menulis'
  • 뽀가우 pogau 'berbicara'
  • 바짜안 baca'an 'membaca.'[15][13]

Kata nama[sunting | sunting sumber]

  • 까아나 ka'ana 'rumah'
  • 시골라 sigola 'sekolah'
  • 사요르 sayor 'sayur'
  • 보꾸 boku 'buku'[16][17]

Ucapan[sunting | sunting sumber]

  • 따리마 까시 Tarima kasi 'Terima kasih'
  • 인다우 미아노 찌아찌아 Indau miano Cia-Cia 'Saya orang Cia-Cia'
  • 인다우 뻬엘루 이소오 Indau pe'elu iso'o 'Saya cinta kamu'
  • 모아뿌 이사우 Moapu isau 'Maafkan saya'
  • 움베 Umbe 'Ya'
  • 찌아 Cia 'Tidak'[18]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g (Inggris) Bahasa Cia-Cia di Ethnologue
  2. ^ a b c Agence France-Presse, "Southeast Sulawesi Tribe Using Korean Alphabet to Preserve Native Tongue", Jakarta Globe, 6 Agustus 2009
  3. ^ Joshua Project - Cia-Cia
  4. ^ Butonese - Introduction
  5. ^ Noorduyn, J. 1991. "A critical survey of studies on the languages of Sulawesi" p. 131.
  6. ^ Noorduyn, J. 1991. "A critical survey of studies on the languages of Sulawesi" p. 130.
  7. ^ Donohue, Mark. 1999. "A grammar of Tukang Besi". p. 6.
  8. ^ Korea Times, 2009-08-06[1]
  9. ^ Indonesian tribe to use Korean alphabet
  10. ^ (LEAD) Indonesian tribe picks Korean alphabet as official writing system
  11. ^ slideshow
  12. ^ (Korea) "사라질 소수민족 언어 ‘한글’로 새 생명(Hangul which brings the new life to the Cia-Cia people)" (dalam bahasa ko). 경향신문 (京鄉新聞)/Kyunghyang Sinmun. 2009-08-06. Diakses 2009-08-09. 
  13. ^ a b (Korea) 印尼 소수민족, '한글' 공식 문자로 채택
  14. ^ Numbers in Austronesian languages
  15. ^ (Korea) 인도네시아에 한글 사용하는 섬 생겼다
  16. ^ [2]
  17. ^ [3]
  18. ^ [4]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • van den Berg, René. 1991. "Preliminary notes on the Cia-Cia language (South Buton)." In Harry A. Poeze and Pim Schoorl (eds.), Excursies in Celebes: Een bundel bijdragen bij het afscheid van J. Noorduyn als directeur-secretaris van het KITLV, 305-24. Leiden: KITLV.
  • Mustafa Abdullah. 1985. Struktur bahasa Cia-Cia. Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Sulawesi Selatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pautan luar[sunting | sunting sumber]