Terorisme di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Terorisme di Indonesia merupakan terorisme di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok militan Jemaah Islamiyah yang berhubungan dengan al-Qaeda ataupun kelompok militan yang menggunakan ideologi serupa dengan mereka. Sejak tahun 2002, beberapa "target negara Barat" telah diserang. Korban yang jatuh adalah turis Barat dan juga penduduk Indonesia. Terorisme di Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan empat serangan besar lainnya, dan yang paling mematikan adalah Bom Bali 2002.

Daftar terorisme di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah beberapa kejadian terorisme yang telah terjadi di Indonesia dan instansi Indonesia di luar negeri:

1981[sunting | sunting sumber]

1985[sunting | sunting sumber]

2000[sunting | sunting sumber]

2001[sunting | sunting sumber]

2002[sunting | sunting sumber]

  • Bom Tahun Baru, 1 Januari 2002. Granat manggis meledak di depan rumah makan ayam Bulungan, Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.
  • Bom Bali, 12 Oktober 2002. Tiga ledakan mengguncang Bali. 202 korban yang mayoritas warga negara Australia tewas dan 300 orang lainnya luka-luka. Saat bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.
  • Bom restoran McDonald's, Makassar, 5 Desember 2002. Bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran McDonald's Makassar. 3 orang tewas dan 11 luka-luka.

2003[sunting | sunting sumber]

2004[sunting | sunting sumber]

2005[sunting | sunting sumber]

  • Dua Bom meledak di Ambon pada 21 Maret 2005
  • Bom Tentena, 28 Mei 2005. 22 orang tewas.
  • Bom Pamulang, Tangerang, 8 Juni 2005. Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.
  • Bom Bali, 1 Oktober 2005. Bom kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan 102 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran.
  • Bom Pasar Palu, 31 Desember 2005. Bom meledak di sebuah pasar di Palu, Sulawesi Tengah yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang.[1]

2009[sunting | sunting sumber]

2010[sunting | sunting sumber]

2011[sunting | sunting sumber]

2012[sunting | sunting sumber]

2013[sunting | sunting sumber]

  • Bom Polres Poso 2013, 9 Juni 2013 dengan target personel polisi yang sedang apel pagi. Bom meledak di depan Masjid Mapolres Poso, Sulawesi Tengah. 1 orang petugas bangunan terluka di tangan sebelah kiri, sementara pelaku bom bunuh diri tewas di tempat.[3]

2016[sunting | sunting sumber]

2017[sunting | sunting sumber]

2018[sunting | sunting sumber]

  • Pada 8 Mei 2018, Penyanderaan sejumlah anggota brimob dan densus 88 selama 36 jam oleh 156 Napi Terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dilaporkan, 5 perwira Polri gugur dan 1 napi teroris tewas, sedangkan 4 perwira Polri luka berat/ringan.
  • Bom Surabaya, 13-14 Mei 2018. Sedikitnya lima belas orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah serangkaian pengeboman bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Pada malam harinya, sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Keesokan harinya, sebuah bom meledak di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Mei 2018, pukul 08.50 WIB. Semua pelaku yang melakukan rentetan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo ini merupakan anggota dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
  • Pada 16 Mei 2018, Mapolda Riau diserang oleh kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Setidaknya, satu orang polisi gugur, dua orang polisi luka-luka, dan dua jurnalis luka-luka. Empat orang teroris tewas tertembak, sedangkan satu orang teroris yang berperan sebagai pengemudi mobil melarikan diri.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Sumber: Harian KOMPAS edisi 8 Oktober 2005)
  2. ^ Ledakan di JW Marriott dan Ritz, 8 Warga Asing Terkapar, Kompas.com
  3. ^ Bom Bunuh Diri Mapolres Poso, BBC Indonesia
  4. ^ Ledakan bom bunuh diri di Mapolres Solo
  5. ^ "Bom Bunuh Diri Terjadi di Sebuah Gereja di Medan". Okezone.com. 28 Agustus 2016. Diakses tanggal 28 Agustus 2016. 
  6. ^ "Gereja di Samarinda Dilempar Bom Molotov". Indopos. 13 November 2016. Diakses tanggal 14 November 2016. 
  7. ^ "BREAKING NEWS: Vihara Budi Dharma Singkawang Dilempari Bom Molotov". Tribun Pontianak Online. 14 November 2016. 
  8. ^ "Pelaku Bom Panci Cicendo Anggota Kelompok JAD Bandung - Tribunnews.com". Tribunnews.com. 2017-02-27. Diakses tanggal 2018-06-16. 
  9. ^ "Kronologi teror bom di Cicendo, Bandung | Merawat Indonesia". beritagar.id. Diakses tanggal 2018-06-16. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]