Terorisme di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Salah satu aksi terorisme di Indonesia, Bom Surabaya 2018.

Terorisme di Indonesia merupakan terorisme yang dilakukan oleh kelompok militan Jemaah Islamiyah yang berhubungan dengan al-Qaeda ataupun kelompok militan yang menggunakan ideologi serupa dengan mereka. Sejak tahun 2002, beberapa "target negara Barat" telah diserang. Korban yang jatuh adalah turis Barat dan juga penduduk Indonesia. Terorisme di Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Kedubes Filipina 2000, diikuti dengan serangan-serangan lainnya, termasuk yang paling terbesar dan paling mematikan adalah Bom Bursa Efek Jakarta, Bom Malam Natal 2000 dan Bom Bali 2002, yang keseluruhnya didalangi oleh Dr. Azahari dan Noordin M. Top, dua orang gembong teroris asal Malaysia.

Daftar terorisme di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah beberapa kejadian terorisme yang telah terjadi di Indonesia dan instansi Indonesia di luar negeri:

1981[sunting | sunting sumber]

1985[sunting | sunting sumber]

2000[sunting | sunting sumber]

2001[sunting | sunting sumber]

2002[sunting | sunting sumber]

  • Bom Tahun Baru, 1 Januari 2002. Granat manggis meledak di depan rumah makan ayam Bulungan, Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.
  • Bom Bali, 12 Oktober 2002. Tiga ledakan mengguncang Bali. 202 korban yang mayoritas warga negara Australia tewas dan 300 orang lainnya luka-luka. Saat bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.
  • Bom restoran McDonald's, Makassar, 5 Desember 2002. Bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran McDonald's Makassar. 3 orang tewas dan 11 luka-luka.

2003[sunting | sunting sumber]

2004[sunting | sunting sumber]

2005[sunting | sunting sumber]

  • Dua Bom meledak di Ambon pada 21 Maret 2005
  • Bom Tentena, 28 Mei 2005. 22 orang tewas.
  • Bom Pamulang, Tangerang, 8 Juni 2005. Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.
  • Bom Bali, 1 Oktober 2005. Bom kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan 102 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran.
  • Bom Pasar Palu, 31 Desember 2005. Bom meledak di sebuah pasar di Palu, Sulawesi Tengah yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang.[1]

2009[sunting | sunting sumber]

2010[sunting | sunting sumber]

2011[sunting | sunting sumber]

2012[sunting | sunting sumber]

2013[sunting | sunting sumber]

2016[sunting | sunting sumber]

2017[sunting | sunting sumber]

2018[sunting | sunting sumber]

  • Kerusuhan Mako Brimob, 8-10 Mei 2018, Penyanderaan sejumlah anggota brimob dan densus 88 selama 36 jam oleh 156 Napi Terorisme di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dilaporkan, 5 perwira Polri gugur dan 1 napi teroris tewas, sedangkan 4 perwira Polri luka berat/ringan.
  • Bom Surabaya, 13-14 Mei 2018. Sedikitnya lima belas orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah serangkaian pengeboman bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Pada malam harinya, sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Keesokan harinya, sebuah bom meledak di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada 14 Mei 2018, pukul 08.50 WIB. Semua pelaku yang melakukan rentetan teror bom di Surabaya dan Sidoarjo ini merupakan anggota dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
  • Serangan Mapolda Riau, 16 Mei 2018, Mapolda Riau diserang oleh kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Setidaknya, satu orang polisi gugur, dua orang polisi luka-luka, dan dua jurnalis luka-luka. Empat orang teroris tewas tertembak, sedangkan satu orang teroris yang berperan sebagai pengemudi mobil melarikan diri.
  • Pada 5 Juli 2018, tiga bom meledak di sebuah rumah di Desa Pogar di Bangil di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, melukai anak pelaku, Pemilik bom kabur, tapi istrinya ditangkap polisi.[10]

2019[sunting | sunting sumber]

  • Bom Sibolga, 12-13 Maret 2019. 2 orang luka-luka.
  • Pada 10 Oktober 2019, Menkopolhukam Wiranto ditusuk oleh penyerang menggunakan kunai saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten. Seorang polisi juga ditusuk dari belakang. Setelah kejadian itu Polda Banten menangkap pelaku, pelaku terdiri dari satu pria dan satu wanita. Nama pelaku yaitu Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, dan istrinya Fitri Andriana, diduga terkena ajaran radikal ISIS.[11]
  • Bom Medan, 13 November 2019, 1 pelaku tewas, 6 orang luka-luka.

2020[sunting | sunting sumber]

2021[sunting | sunting sumber]

  • Bom bunuh diri di Makassar, 28 Maret 2021. peristiwa ledakan bom pertama di Indonesia dengan sasaran rumah ibadah yang menewaskan 2 pelaku di Gereja Katedral Makassar. Semua pelaku merupakan anggota dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang juga melakukan serangkaian teror di Surabaya pada 2018.
  • Penembakan di Mabes Polri, 31 Maret 2021. Pelaku menembak sebanyak 6 kali kepada petugas jaga. Polisi melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku, dan pelaku tewas di tempat.[14]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Sumber: Harian KOMPAS edisi 8 Oktober 2005)
  2. ^ Ledakan di JW Marriott dan Ritz, 8 Warga Asing Terkapar, Kompas.com
  3. ^ Bom Bunuh Diri Mapolres Poso, BBC Indonesia
  4. ^ Ledakan bom bunuh diri di Mapolres Solo
  5. ^ "Bom Bunuh Diri Terjadi di Sebuah Gereja di Medan". Okezone.com. 28 Agustus 2016. Diakses tanggal 28 Agustus 2016. 
  6. ^ "Gereja di Samarinda Dilempar Bom Molotov". Indopos. 13 November 2016. Diakses tanggal 14 November 2016. 
  7. ^ "BREAKING NEWS: Vihara Budi Dharma Singkawang Dilempari Bom Molotov". Tribun Pontianak Online. 14 November 2016. [pranala nonaktif permanen]
  8. ^ "Pelaku Bom Panci Cicendo Anggota Kelompok JAD Bandung - Tribunnews.com". Tribunnews.com. 2017-02-27. Diakses tanggal 2018-06-16. 
  9. ^ "Kronologi teror bom di Cicendo, Bandung | Merawat Indonesia". beritagar.id. Diakses tanggal 2018-06-16. 
  10. ^ Indonesia, C. N. N. "Kronologi Tiga Kali Ledakan Diduga Bom di Bangil Pasuruan". nasional. Diakses tanggal 2020-11-09. 
  11. ^ detikcom, Tim. "Kronologi Penusukan Wiranto di Pandeglang". detiknews. Diakses tanggal 2020-11-09. 
  12. ^ Liputan6.com (2020-06-01). "Kronologi Penyerangan Polsek Daha Selatan Kalsel yang Sebabkan 1 Polisi Tewas". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-03-31. 
  13. ^ Qadri, Mohammad (28 November 2020). "Satu Keluarga di Sigi Sulteng Jadi Korban Pembunuhan Sadis oleh OTK". Detik. Diakses tanggal 28 November 2020. 
  14. ^ "Kronologi Lengkap Aksi Terorisme Mabes Polri: Masuk Pintu Belakang hingga Tembak 6 Kali". KOMPAS.tv. Diakses tanggal 2021-04-01. 

https://www.voaindonesia.com/a/site-isis-klaim-tanggung-jawab-atas-serangan-di-polsek-kalimantan/5444706.html

Pranala luar[sunting | sunting sumber]