Lompat ke isi

Negara Islam Irak dan Syam

Halaman yang dilindungi semi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Negara Islam
الدولة الإسلامية
ad-Daulah al-Islāmiyah
Nama lainIS, ISIS, ISIL, Daesh
PendiriAbu Musab al-Zarqawi [2]
Pemimpin|
Daftar
Waktu operasi
2006–Sekarang
Kelompok

Sel yang tidak terorganisir

MarkasTidak diketahui (Maret 2019 – sekarang)
Bekas
Wilayah operasiMap – refer to following caption
Teritori Negara Islam Irak dan Syam, berwarna abu-abu, pada saat wilayah mencapai puncak wilayah terluasnya (Mei 2015)[45]
Map legend
  •   Negara Islam Irak dan Syam
  •   Pemerintah Suriah
  •   Pemerintah Lebanon
  •   Pasukan Kurdistan Irak
  •   pasukan oposisi Suriah
  • Catatan: Irak dan Suriah memiliki wilayah gurun yang luas dengan populasi yang sedikit. Daerah-daerah ini dipetakan sebagai wilayah yang berada di bawah kendali kekuatan yang menguasai jalan dan kota di dalamnya.
Ideologi
StatusOrganisasi Teroris
Jumlah anggota
Daftar jumlah kombatan
  • Di Suriah dan Irak:
    • 5,000–10,000[96] (Laporan Dewan Keamanan PBB tahun 2019)
    • 28,600–31,600[97] (Perkiraan Departemen Pertahanan AS tahun 2016)
    • 200,000[98][99] (2015 klaim oleh Kepala Staf Kurdistan Irak)
    • 100,000[100][99] (2015 klaim Jihadis)
    • 35,000–100,000[101] (at peak, US State Department estimate)
  • Outside Syria and Iraq: 32,600–57,900 (See Military activity of ISIL for more detailed estimates.)
  • Estimated total: 61,200–257,900
Populasi warga sipil
  • In 2015 (near max extent): 8–12 million[102][103]
  • In 2022 (ISWAP): 800,000[104]
Bagian dari al-Qaeda (2004–2014)
Sekutulihat bagian....
Lawan
Pertempuran dan perang

Target utama dari:

 Didahului oleh
Jama'at al-Tawhid wal-Jihad (1999)[146]

Al-Qaeda di Iraq (2004)

Negara Islam Irak (2006)

Negara Islam (NI atau IS), juga dikenal dengan nama Negara Islam Irak dan Syam (ISIL), Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS),[147] Daesh,[148] adalah kelompok khawarij Jihadisme salafi lintas negara dan proto-negara yang tidak diakui. Negara Islam telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara di seluruh dunia, termasuk negara-negara mayoritas Muslim.

Hingga Desember 2015, NI menguasai wilayah dari Irak barat hingga Suriah timur yang diperkirakan berpenduduk 8–12 juta orang. Lewat kelompok lokalnya, NI juga menguasai wilayah kecil di Libya, Nigeria, dan Afganistan. Kelompok ini juga beroperasi atau memiliki afiliasi di berbagai wilayah dunia, termasuk Afrika Utara dan Asia Selatan.[149][150][151][152][153][154]

Dalam bahasa Arab, kelompok ini dikenal dengan nama ad-Dawlah al-Islāmiyah fī 'l-ʿIrāq wa-sy-Syām sehingga terciptalah kata Da'isy atau Daesh (داعش, pelafalan dalam bahasa Arab: [ˈdaːʕiʃ]),[155][156] disingkat "NIIS" dalam bahasa Arab. Pada tanggal 29 Juni 2014, kelompok ini menyatakan dirinya sebagai negara Islam sekaligus kekhalifahan dunia yang dipimpin oleh khalifah Abu Bakr al-Baghdadi dan berganti nama menjadi ad-Dawlah al-Islāmiyah (الدولة الإسلامية, "Negara Islam" (NI). Sebagai kekhalifahan, NI mengklaim kendali agama, politik, dan militer atas semua Muslim di seluruh dunia, dan "keabsahan semua keamiran, kelompok, negara, dan organisasi tidak diakui lagi setelah kekuasaan khilāfah meluas dan pasukannya tiba di wilayah mereka".[147][157][158][159] Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut NI telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang. Amnesty International melaporkan bahwa kelompok ini telah melakukan pembersihan etnis "berskala sangat besar". Kelompok ini dicap sebagai organisasi teroris oleh PBB, Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, Amerika Serikat, India, Indonesia, Israel, Turki, Arab Saudi, Suriah, dan negara-negara lain. Lebih dari 60 negara secara langsung atau tidak langsung berperang melawan Negara Islam.

Kelompok ini awalnya didirikan oleh Abu Mus'ab al-Zarqawi dengan nama Jama'at al-Tawhid wal-Jihad pada tahun 1999, lalu bergabung dengan al-Qaeda pada tahun 2004 menjadi Al-Qaeda di Irak (AQI). Kelompok ini terlibat pemberontakan Irak setelah pasukan koalisi Barat yang dipimpin Amerika menyerbu Irak tahun 2003. Bulan Januari 2006, kelompok tersebut bergabung dengan grup-grup pemberontak Sunni yang tergabung dalam Dewan Syura Mujahidin. Mereka memproklamasikan pembentukan Negara Islam Irak (NII) pada bulan Oktober 2006 dengan Abu Umar al-Baghdadi sebagai amirnya. Setelah serangan Ramadhan kedua 2006, NII menduduki banyak kota-kota di Utara Iraq hingga April 2008. Pada 15 April 2010, sebuah serangan udara militer Amerika membunuh al-Baghdadi dan menteri perangnya, Abu Hamzah al-Muhajir, kemudian diangkatlah Abu Bakar al-Baghdadi sebagai amir baru NII. Setelah Perang Saudara Suriah pecah bulan Maret 2011, NII di bawah kepemimpinan al-Baghdadi mengutus para pejuang ke Suriah pada Agustus 2011. Para pejuang tersebut menyebut dirinya Jabhat an-Nuṣrah li-Ahli asy-SyāmFront al-Nusra—dan menguasai daerah-daerah yang mayoritas dihuni warga Sunni di kegubernuran Ar-Raqqah, Idlib, Deir ez-Zor, dan Aleppo. Bulan April 2013, al-Baghdadi mengumumkan penyatuan NII dengan Front al-Nusra dan nama barunya, Negara Islam Irak dan Syam (NIIS). Namun demikian, Abu Mohammad al-Julani dan Ayman al-Zawahiri, masing-masing pemimpin al-Nusra dan al-Qaeda, menolak penyatuan tersebut. Setelah perebutan kekuasaan selama delapan bulan, al-Zawahiri memutus semua hubungan dengan al-Baghdadi pada tanggal 3 Februari 2014 karena al-Baghdadi enggan berunding dan "luar biasa keras kepala". Di Suriah, NIIS melancarkan serangan darat terhadap pasukan pemerintah Assaad dan faksi pemberontak dalam Perang Saudara Suriah. Mereka mulai dikenal luas setelah mengusir pasukan pemerintah Irak dari kota-kota besar di utara Irak dalam serangan cepat Utara Irak pada awal 2014. Pada 10 Juni 2014, Mosul, kota terbesar kedua di Irak jatuh ke tangan militan NI. Kekhalifahan diproklamasikan dengan Abu Bakar al-Baghdadi al-Husaini al-Qurashi sebagai Khalifah. Negara Islam Irak dan Syam berganti nama menjadi hanya Negara Islam (NI). Hilangnya kendali Irak atas wilayahnya sendiri mengakibatkan pecahnya pemerintahan Irak dan memicu aksi militer Amerika Serikat di Irak.[160][161][162][163]

NI mahir memanfaatkan media sosial. Mereka mengunggah video-video pemenggalan tentara, warga sipil, wartawan, dan pekerja sosial di internet dan dikenal karena menghancurkan situs-situs warisan budaya. Para tokoh Muslim di seluruh dunia mengutuk ideologi dan aksi-aksi NI; mereka berpendapat bahwa kelompok tersebut sudah keluar jauh dari ajaran Islam yang sejati dan segala tindakannya tidak mencerminkan ajaran atau nilai-nilai yang dibawa agama ini.[164][165] Penggunaan nama "Negara Islam" dan konsep kekhalifahan oleh kelompok ini dikritik secara luas. PBB, NATO, berbagai negara, dan sejumlah kelompok Muslim besar menolak keduanya.

Nama

Nama kelompok ini berubah-ubah sejak didirikan.[166]

  1. Kelompok ini didirikan tahun 1999 oleh seorang pria yang berasal dari Yordania, Abu Musab al-Zarqawi, dengan nama Jamāʻat al-Tawḥīd wa-al-Jihād, "Organisasi Tauhid dan Jihad" (JTJ).[146]
  2. Bulan Oktober 2004, al-Zarqawi berbaiat kepada Osama bin Laden dan mengganti nama kelompoknya menjadi Tanẓīm Qāʻidat al-Jihād fī Bilād al-Rāfidayn, "Organisasi Pangkalan Jihad di Mesopotamia", lebih dikenal dengan nama al-Qaeda di Irak (AQI).[166][167] Meski mereka tidak pernah menyebut dirinya al-Qaeda di Irak, nama ini menjadi nama non-resminya selama beberapa tahun.[168]
  3. Bulan Januari 2006, AQI bergabung dengan sejumlah kelompok pemberontak Irak dan membentuk Dewan Syura Mujahidin.[169] Al-Zarqawi tewas pada bulan Juni 2006.
  4. Tanggal 12 Oktober 2006, Dewan Syura Mujahidin bergabung dengan beberapa faksi pemberontak. Keesokan harinya, mereka mengumumkan pembentukan ad-Dawlah al-ʻIraq al-Islāmiyah, juga dikenal dengan nama Negara Islam Irak (NII).[170] Pemimpin kelompok ini adalah Abu Abdullah al-Rashid al-Baghdadi dan Abu Ayyub al-Masri.[171] Setelah keduanya tewas dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Irak bulan April 2010, Abu Bakr al-Baghdadi diangkat sebagai pemimpin baru kelompok tersebut.
  5. Tanggal 8 April 2013, setelah memperluas wilayahnya ke Suriah, kelompok ini mulai menggunakan nama Negara Islam Irak dan al-Syam atau Negara Islam Irak dan Suriah.[172][173][174] Kedua nama tersebut merupakan terjemahan dari bahasa Arab ad-Dawlah al-Islāmīyah fī-l-ʻIrāq wa-sy-Syām;[175][176] al-Syām berarti kawasan Syam atau Suriah Raya.[147] Nama terjemahan tersebut biasa disingkat ISIL atau ISIS dalam bahasa Inggris, tetapi tidak pernah tetap.[147][176] The Washington Post menyimpulkan bahwa perbedaan antara kedua singkatan tersebut "tidak terlalu besar".[147]
  6. Nama Da'isy sering dipakai oleh para penentang NIIS yang berbahasa Arab. Nama ini terdiri dari huruf Dāl, alif, ʻayn, dan syīn sehingga membentuk kata (داعش), singkatan al-Dawlah al-Islamīyah fī al-ʻIrāq wa-al-Syām dalam bahasa Arab.[177][178] Ejaan singkatan tersebut beragam, dan "Daesh" lebih lazim digunakan. NIIS menganggap singkatan Da'isy sangat merendahkan karena dengan konjugasi tata bahasa yang tepat, kata tersebut terdengar seperti Daes yang berarti "seseorang yang menginjak sesuatu", dan Dahes, "seseorang yang menebar kebencian".[155][179] ISIL kabarnya memberi ancaman cambuk[180][181] dan potong lidah[182] kepada orang-orang yang memakai istilah Da'isy di wilayahnya. Pada tahun 2015, lebih dari 120 anggota parlemen Britania meminta BBC memakai nama Daesh seperti John Kerry dan Laurent Fabius.[155][183]
  7. Tanggal 14 Mei 2014, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memutuskan untuk menggunakan nama Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) untuk menyebut kelompok ini.[177] Pada akhir 2014, para petinggi pemerintahan A.S. beralih ke Daesh karena nama tersebut lebih disukai sekutu-sekutunya di Arab.[155]
  8. Tanggal 29 Juni 2014, kelompok ini mengganti namanya menjadi ad-Dawlah al-Islāmiyah (الدولة الإسلامية, Negara Islam (NI)) dan menyatakan dirinya sebagai kekhalifahan dunia.[157][184][185] "Irak dan Syam" dihapus dari semua dokumen dan komunikasi resmi. Sejak saat itu, nama resmi kelompok ini adalah Negara Islam. Nama Negara Islam dan klaim kekhalifahan dikritik habis-habisan. PBB, beberapa negara, dan sejumlah kelompok Muslim besar menolak nama baru tersebut.[183][186][187][188][189][190][191][192]

Sejarah

Pembentukan, 1999–2006

Setelah invasi Irak 2003, jihadis Salafi asal Yordania, Abu Musab al-Zarqawi, dan kelompok militannya, Jama'at al-Tawhid wal-Jihad (didirikan tahun 1999), muncul pada tahap awal pemberontakan Irak lewat serangkaian serangan bunuh diri terhadap masjid Islam Syi'ah, warga sipil, badan pemerintahan Irak, dan tentara Italia yang terlibat dalam Multi-National Force pimpinan Amerika Serikat. Kelompok Al-Zarqawi secara resmi berbaiat kepada jaringan al-Qaeda Osama bin Laden pada bulan Oktober 2004 dan mengganti namanya menjadi Tanzim Qaidat al-Jihad fi Bilad al-Rafidayn (تنظيم قاعدة الجهاد في بلاد الرافدين, "Organisasi Pusat Jihad di Mesopotamia"), biasa dikenal dengan nama al-Qaeda di Irak (AQI).[193][194][195] Serangan terhadap warga sipil, pasukan pemerintah dan pasukan keamanan Irak, diplomat dan tentara asing, dan konvoi Amerika Serikat berlangsung secara intens. Dalam surat kepada al-Zarqawi bulan Juli 2005, wakil ketua al-Qaeda Ayman al-Zawahiri merumuskan rencana empat tahap untuk memperluas Perang Irak. Rencana tersebut mencakup pengusiran pasukan A.S. dari Irak, pembentukan pemerintahan kekhalifahan Islam, penyebaran konflik ke negara tetangga Irak yang sekuler, dan perseteruan dengan Israel. Surat tersebut menyebutkan bahwa rencana ini "bertujuan melawan organisasi Islam baru apapun bentuknya".[196]

Pada bulan Januari 2006, AQI bergabung dengan beberapa kelompok pemberontak Irak kecil di bawah organisasi bernama Dewan Syura Mujahidin (DSM). Menurut Brian Fishman, aksi al-Qaeda merupakan pencitraan semata sekaligus upaya untuk memasukkan unsur-unsur Irak dan mungkin menjauhkan al-Qaeda dari kekacauan taktik al-Zarqawi, khususnya pengeboman tiga hotel di Amman oleh AQI pada tahun 2005.[197] Pada tanggal 7 Juni 2006, serangan udara A.S. menewaskan al-Zarqawi; posisinya digantikan oleh militan asal Mesir, Abu Ayyub al-Masri.[198][199]

Tanggal 12 Oktober 2006, DSM bergabung dengan tiga kelompok kecil dan enam suku Islam Sunni dalam "Koalisi Mutayibin". Kelompok baru ini bersumpah "untuk menyelamatkan umat Sunni dari penindasan kaum pembangkang (Muslim Syi'ah) dan pasukan pendudukan salibis ... untuk mengembalikan hak-hak [kami] sekalipun harus mengorbankan nyawa ... untuk menegakkan janji Allah di muka bumi, dan mengembalikan kejayaan Islam".[200][201] Sehari kemudian, DSM mengumumkan pembentukan Negara Islam Irak (NII) yang terdiri atas enam kegubernuran Arab Sunni di Irak.[202] Abu Omar al-Baghdadi diangkat sebagai amir,[170][203] dan al-Masri diangkat sebagai Menteri Perang dalam kabinet NII yang beranggotakan sepuluh orang.[204]

Negara Islam Irak, 2006–13

Menurut penelitian yang dilakukan oleh badan intelijen Amerika Serikat pada awal 2007, NII—dikenal dengan nama AQI—berencana menggulingkan pemerintahan di Irak bagian tengah dan barat, lalu mengubahnya menjadi kekhalifahan Sunni.[205] Kelompok ini semakin menguat dan, pada masa kejayaannya, menguasai kegubernuran Al Anbar, Diyala, dan Baghdad. Baqubah dipilih sebagai ibu kota Negara Islam Irak.[206][207][208][209]

Kenaikan jumlah tentara Perang Irak tahun 2007 memberi militer Amerika Serikat tambahan pasukan yang cukup untuk menyerbu kelompok tersebut. Akibatnya, banyak anggota AQI yang paling berpengaruh ditangkap atau dibunuh.[210]

Antara bulan Juli dan Oktober 2007, al-Qaeda di Irak dikabarkan kehilangan kendali atas provinsi Al Anbar dan wilayah Baghdad.[211] Sepanjang tahun 2008, serangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Irak mendesak mundur pemberontak AQI dari wilayah kekuasaannya di kegubernuran Diyala dan Al Anbar sampai ke kota Mosul.[212]

Pada tahun 2008, NII mengaku sedang mengalami "krisis luar biasa".[213] Usaha kerasnya untuk mempertahankan wilayahnya dikecam oleh warga Irak Arab Sunni dan kelompok pemberontak lainnya. Kelompok tersebut mengalami kejatuhan sementara yang disebabkan oleh beberapa faktor,[214] salah satunya Kebangkitan Anbar.

Pada akhir 2009, komandan pasukan A.S. di Irak, Jenderal Ray Odierno, menyatakan bahwa NII "telah berubah besar dalam kurun dua tahun terakhir. Kelompok yang dulunya didominasi warga asing akhirnya didominasi oleh orang Irak".[215] Pada tanggal 18 April 2010, dua pucuk pimpinan NII, Abu Ayyub al-Masri dan Abu Omar al-Baghdadi, tewas dalam serangan gabungan AS-Irak di dekat kota Tikrit.[216] Dalam konferensi pers bulan Juni 2010, Jenderal Odierno melaporkan bahwa 80% dari 42 pemimpin NII, termasuk perekrut dan penyalur dana, tewas atau ditangkap; delapan sisanya masih buron. Ia mengatakan bahwa kelompok ini sudah terpisah dari pusat al-Qaeda di Pakistan.[217][218][219]

Tanggal 16 Mei 2010, Abu Bakr al-Baghdadi diangkat sebagai pemimpin baru Negara Islam Irak.[220][221] Al-Baghdadi mengganti para pemimpin yang tewas atau ditangkap dengan mengangkat mantan pejabat militer dan intelijen Ba'athis era Saddam Hussein.[222] Hampir semuanya pernah ditahan oleh militer Amerika Serikat, dan mereka mencakup sepertiga dari 25 komandan tertinggi Baghdadi. Salah satu di antaranya adalah mantan kolonel Samir al-Khlifawi, biasa diapnggil Haji Bakr, yang menjadi komandan militer tertinggi yang mengatur semua operasi kelompok ini.[223][224] Al-Khlifawi berperan penting dalam perencanaan dasar yang kelak mendorong terbentuknya NIIS.[225]

Pada Juli 2012, al-Baghdadi merilis pernyataan audio daring bahwa kelompoknya sudah kembali ke daerah yang dulu mereka kuasai sebelum diusir pasukan Amerika Serikat dan Para Putra Irak tahun 2007 dan 2008.[226] Ia juga mengumumkan serangan baru di Irak bernama Breaking the Walls; serangan ini bertujuan membebaskan para anggotanya yang ditahan di sejumlah penjara di Irak.[226] Kekerasan di Irak mulai meningkat pada Juni 2012 lewat serangkaian serangan bom mobil AQI. Pada Juli 2013, jumlah korban tewas mencapai 1.000 orang per bulan untuk pertama kalinya sejak April 2008.[227]

Perang Saudara Suriah

Pada bulan Maret 2011, unjuk rasa menentang pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah dimulai. Dalam beberapa bulan berikutnya, kerusuhan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan memicu militerisasi konflik secara bertahap.[228] Bulan Agustus 2011, al-Baghdadi mulai mengirimkan anggota NII cabang Suriah dan Irak yang berpengalaman dalam perang gerilya untuk mendirikan organisasi di Suriah. Di bawah pimpinan Abu Muhammad al-Julani asal Suriah, kelompok ini mulai merekrut anggota dan mendirikan sel di seluruh Suriah.[229][230] Bulan Januari 2012, kelompok ini meresmikan dirinya dengan nama Jabhat al-Nusra li Ahl as-ShamJabhat al-Nusra—biasa dikenal dengan nama Front al-Nusra. Al-Nusra berkembang menjadi pasukan tempur berpengalaman. Mereka didukung oleh warga Suriah yang menentang pemerintahan Assad.[229]

Negara Islam Irak dan Syam, 2013–14

Pada tanggal 8 April 2013, al-Baghdadi merilis pernyataan audio bahwa Front al-Nusra didirikan, didanai, dan dibantu oleh Negara Islam Irak,[231] dan keduanya bergabung menjadi "Negara Islam Irak dan al-Syam".[172] Al-Julani mengeluarkan pernyataan yang membantah penggabungan kedua kelompok tersebut dan mengaku bahwa tak satupun petinggi al-Nusra yang diberitahu soal penggabungan ini.[232] Pada Juni 2013, Al Jazeera melaporkan bahwa mereka menerima surat dari pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri yang ditujukan kepada pemimpin al-Nusra dan NII; ia menolak penggabungan tersebut dan mengutus seseorang untuk mengawasi hubungan sekaligus meredam ketegangan antara kedua kelompok tersebut.[233] Pada bulan yang sama, al-Baghdadi merilis pesan audio yang isinya menolak keputusan al-Zawahiri dan menyatakan bahwa penggabungan akan tetap berjalan.[234] Sementara itu, kampanye NIIS untuk membebaskan anggota-anggotanya yang dipenjara memuncak pada Juli 2013. NIIS melancarkan serangan bersamaan terhadap penjara Abu Ghraib dan Taji yang membebaskan lebih dari 500 tahanan, kebanyakan di antaranya veteran pemberontakan Irak.[227][235] Bulan Oktober 2013, al-Zawahiri memerintahkan pembubaran NIIS dan mengangkat Front al-Nusra sebagai pemimpin operasi jihadis di Suriah,[236] tetapi al-Baghdadi menolak keputusan al-Zawahiri atas dasar fikih Islam.[234] Kelompok al-Baghdadi melanjutkan operasinya di Suriah. Pada Februari 2013, setelah delapan bulan berebut kekuasaan, al-Qaeda memutuskan hubungan dengan NIIS.[162]

Menurut wartawan Sarah Birke, ada "perbedaan besar" antara Front al-Nusra dan NIIS. Bila al-Nusra aktif mendukung penggulingan pemerintahan Assad, NIIS "justru berfokus pada pendirian pemerintahan di wilayah yang didudukinya". NIIS "jauh lebih kejam" dalam pembentukan negara Islam. Mereka "melancarkan serangan sektarian dan langsung menegakkan hukum syariah saat itu juga". Front al-Nusra memiliki "kontingen pejuang asing berjumlah besar" dan dipandang sebagai kelompok dalam negeri oleh sebagian besar warga Suriah. Sebaliknya, para pengungsi Suriah justru memandang pejuang NIIS sebagai "pasukan 'penjajah' asing".[237] NIIS menguasai Suriah timur dan utara, dan menerapkan hukum syariah di beberapa kota di sana.[237] Kelompok ini kabarnya menguasai empat kota perbatasan Atmeh, al-Bab, Azaz, dan Jarablus dengan tujuan mengendalikan arus perpindahan manusia dari Suriah ke Turki.[237] Pejuang asing di Suriah mencakup para jihadis berbahasa Rusia yang awalnya merupakan anggota Jaish al-Muhajireen wal-Ansar (JMA).[238] Pada November 2013, pemimpin JMA asal Chechnya, Abu Omar al-Shishani, berbaiat kepada al-Baghdadi.[239] JMA kemudian terbelah antara pihak pendukung al-Shishani dan pihak yang melanjutkan operasi JMA secara terpisah di bawah kepemimpinan baru.[240]

Pada bulan Januari 2014, pemberontak yang berafiliasi dengan Front Islam dan Pasukan Suriah Bebas yang dilatih Amerika Serikat[241] melancarkan serangan melawan militan NIIS di dalam dan sekitar kota Aleppo.[242][243] Bulan Mei 2014, Ayman al-Zawahiri meminta Front al-Nusra untuk menghentikan serangan terhadap pesaingnya, NIIS.[244][Verifikasi gagal] Bulan Juni 2014, setelah pertempuran berlarut-larut antara kedua kelompok tersebut, cabang al-Nusra di kota Al-Bukamal, Suriah, berbaiat kepada NIIS.[245][246] Pada pertengahan Juni 2014, NIIS menduduki perlintasan Trabil di perbatasan Yordania–Irak,[247] satu-satunya perlintasan perbatasan antara kedua negara ini.[248] NIIS didukung oleh sebagian kecil masyarakat di Yordania walaupun tidak banyak karena faktor penindasan pemerintah di Yordania.[249] NIIS melakukan perekrutan di Arab Saudi[250] karena suku-suku di utara Arab Saudi berhubungan dekat dengan suku-suku di Irak barat dan Suriah timur.[251]

Negara Islam, 2014–sekarang

Pada tanggal 29 Juni 2014, organisasi ini mengklaim diri sebagai kekhalifahan dunia.[252] Abu Bakr al-Baghdadi—dikenal oleh para pendukungnya dengan sebutan Amirul Mu'minin, Khalifah Ibrahim—diangkat sebagai khalifah, dan kelompok ini mengganti namanya menjadi ad-Dawlah al-Islāmiyah (الدولة الإسلامية, "Negara Islam" (NI)).[157] Sebagai "kekhalifahan", NIIS mengklaim kendali agama, politik, dan militer atas umat Islam di seluruh dunia.[159][253] Konsep kekhalifahan dan nama "Negara Islam" ditolak oleh pejabat pemerintahan dan tokoh-tokoh Islam di seluruh dunia.[186][187][188][189][190][191][192]

Pada bulan Juni dan Juli 2014, Yordania dan Arab Saudi mengerahkan pasukannya ke perbatasan Irak setelah Irak kehilangan kendali atas titik-titik perlintasan strategis yang dikuasai NIIS atau suku-suku pendukung NIIS.[248][254] Kala itu muncul spekulasi bahwa Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki memerintahkan penarikan tentara dari perbatasan Irak–Saudi untuk "menekan Arab Saudi dan menciptakan ancaman bahwa NIIS juga akan menyeberang ke Arab Saudi".[251]

Pada Juli 2014, NIIS merekrut lebih dari 6.300 orang menurut Syrian Observatory for Human Rights. Beberapa di antaranya diduga pernah menjadi bagian dari Pasukan Suriah Bebas.[255] Tanggal 23 Juli 2014, pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Totoni Hapilon, dan sejumlah pria bertopeng berbaiat kepada al-Baghdadi lewat rekaman video sehingga NIIS juga hadir di Filipina.[154][256] Bulan September 2014, kelompok ini mulai menculik orang-orang untuk dimintai tebusan atas nama NIIS.[257]

Pengungsi Yazidi dan pekerja sosial Amerika Serikat di Gunung Sinjar, Agustus 2014

Tanggal 3 Agustus 2014, NIIS menduduki kota Zumar, Sinjar, dan Wana di Irak utara.[258] Ribuan orang Yazidi mengungsi ke Gunung Sinjar untuk menghindari militan NIIS. Penderitaan warga Yazidi yang membutuhkan pangan dan air, ancaman genosida oleh NIIS, serta perlunya melindungi warga A.S. di Irak dan membantu Irak melawan NIIS merupakan alasan intervensi Amerika Serikat di Irak tanggal 7 Agustus[259] dan kampanye pengeboman udara di Irak tanggal 8 Agustus 2014.

Tanggal 11 Oktober 2014, NIIS dikabarkan mengerahkan 10.000 militan dari Suriah dan Mosul untuk menduduki ibu kota Irak, Baghdad.[260] Angkatan Darat Irak dan suku Anbar mengancam desersi apabila Amerika Serikat tidak menerjunkan tentara untuk menghambat laju NIIS.[261] Tanggal 13 Oktober, pasukan NIIS terletak 25 kilometer (16 mi) dari Bandar Udara Baghdad.[262]

Pada akhir Oktober 2014, 800 militan radikal menguasai sebagian kota Derna, Libya, dan berbaiat kepada Abu Bakr al-Baghdadi. Derna menjadi kota pertama di luar Suriah dan Irak yang menjadi bagian dari "Kekhalifahan Negara Islam".[263] Tanggal 2 November 2014, menurut Associated Press, sebagai tanggapan atas serangan udara koalisi, perwakilan Ahrar ash-Sham bertemu dengan Front al-Nusra, Khorasan Group, NIIS, dan Jund al-Aqsa untuk menyatukan kekuatan untuk melawan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan kelompok pemberontak moderat Suriah.[264] Namun demikian, pada tanggal 14 November 2014, terungkap bahwa perundingan tersebut tidak menemukan titik terang.[265] Tanggal 10 November 2014, faksi besar dari kelompok militan Ansar Bait al-Maqdis asal Mesir menyatakan berbaiat kepada NIIS.[266]

Serangan udara koalisi terhadap target-target NIIS, Oktober 2014

NIIS sering memanfaatkan air sebagai senjata perang. Penutupan gerbang bendungan kecil Nuaimiyah di Fallujah pada bulan April 2014 mengakibatkan banjir di wilayah sekitarnya sekaligus memutus aliran air ke Irak selatan yang didominasi penduduk Syi'ah. Sekitar 12.000 keluarga kehilangan tempat tinggal dan 200 km² desa dan lahan pertanian banjir atau mengering. Ekonomi wilayah tersebut juga terdampak oleh gagal panen dan terputusnya aliran listrik.[267]

Pada pertengahan Januari 2015, seorang pejabat Yaman mengatakan bahwa NIIS memiliki "puluhan" anggota di Yaman, dan mereka berebut kekuasaan dengan al-Qaeda di Jazirah Arab.[268] Pada bulan itu juga, pejabat Afghanistan membenarkan bahwa NIIS hadir di Afghanistan[269] setelah merekrut 135 militan pada akhir Januari. Pada akhir Januari 2015, 65 militan telah ditangkap atau dibunuh oleh Taliban. Perekrut utama NIIS di Afghanistan, Mullah Abdul Rauf, tewas akibat serangan pesawat nirawak Amerika Serikat pada bulan Februari 2015.[270][271][272]

Pada akhir Januari 2015, dikabarkan bahwa anggota NIIS telah menyusup ke Uni Eropa dengan berpura-pura menjadi pengungsi sipil yang mengungsi dari zona perang Irak dan Syam.[273] Seorang perwakilan NIIS mengklaim bahwa NIIS berhasil menyelundupkan 4.000 anggotanya, dan mereka merencanakan rangkaian serangan di Eropa sebagai balasan atas serangan udara terhadap target-target NIIS di Irak dan Suriah. Namun demikian, para pengamat yakin bahwa klaim tersebut dibesar-besarkan demi menyebarkan rasa takut. Mereka juga mengakui bahwa sejumlah negara Barat sudah tahu soal penyusupan anggota NIIS.[274]

Pada awal Februari 2015, militan NIIS di Libya berusaha menduduki sebagian pedesaan di sebelah barat Sabha dan wilayah yang mencakup kota Sirte, Nofolia, dan pangkalan militer di selatan kedua kota tersebut. Pada bulan itu juga, sebagian anggota Ansar al-Sharia di Yaman berpisah dari al-Qaeda dan berbaiat kepada NIIS.[275]

Tanggal 16 Februari 2015, Mesir melancarkan serangan udara di Libya sebagai balasan atas pemenggalan 21 penganut Kristen Mesir oleh NIIS. Pada hari itu pula, 64 militan NIIS di Libya tewas akibat serangan udara tersebut, termasuk 50 militan di Derna.[276] Akan tetapi, pada awal Maret 2015, NIIS menduduki sebagian kecil wilayah Libya, termasuk sebuah kota di sebelah barat Derna, wilayah sekitar Sirte, sepetak lahan di Libya selatan, sebagian wilayah dekat Benghazi, dan sebagian wilayah di sebelah timur Tripoli.

Tanggal 7 Maret 2015, Boko Haram menyatakan berbaiat kepada NIIS sehingga NIIS hadir di Nigeria, Niger, Chad, dan Kamerun.[277][278][279] Tanggal 13 Maret 2015, kelompok militan dari Gerakan Islam Uzbekistan berbaiat kepada NIIS;[280] kelompok tersebut merilis video lain pada 31 Juli 2015 yang menampilkan baiat pemimpin spiritualnya kepada NIIS.[281] Tanggal 30 Maret 2015, pejabat syariah senior Ansar al-Sharia di Libya, Abdullah Al-Libi, pindah ke NIIS.[282]

Sejak Maret sampai pertengahan April 2015, serbuan pasukan Irak di wilayah NIIS lebih diutamakan di Tikrit dan Kegubernuran Saladin.[283]

Pada bulan Juni 2015, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan bahwa NIIS kehilangan lebih dari 10.000 anggota akibat serangan udara selama sembilan bulan.[284] Pada bulan itu juga, tiga serangan bersamaan terjadi: dua hotel diserang oleh pria bersenjata di Tunisia, satu orang dipenggal di Prancis, dan sebuah bom meledak di masjid Syi'ah di Kuwait. NIIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kuwait dan Tunisia. Bendera NIIS dikibarkan di TKP di Prancis, tetapi NIIS tidak mengaku bertanggung jawab. NIIS juga mengaku bertanggung jawab atas serangan Paris November 2015.[285]

Ideologi dan kepercayaan

NIIS adalah kelompok Salafi atau Wahhabi.[286][287][288] NIIS mengikuti penafsiran Islam ekstrem, mendukung kekerasan agama, dan menganggap Muslim yang tidak sepakat dengan penafsirannya sebagai kafir atau murtad.[289] Menurut Hayder al Khoei, pemikiran NIIS diwakili oleh simbolisme Bendera Hitam yang digunakan Muhammad saat bertempur. Bendera tersebut menampilkan lambang Muhammad di dalam lingkaran putih disertai tulisan "Tiada Tuhan selain Allah".[290] Simbolisme seperti itu mengacu pada kepercayaan NIIS bahwa kelompoknya akan mengembalikan kejayaan kekhalifahan Islam zaman dulu beserta seluruh pengaruh politik, agama, dan eskatologinya.[291]

Menurut sejumlah pengamat, NIIS terbentuk dari ideologi Ikhwanul Muslimin, kelompok Islamis pasca-Utsmaniyah pertama yang berdiri pada akhir 1920-an di Mesir.[292] NIIS mengikuti prinsip jihadis global dan ideologi garis keras al-Qaeda dan kelompok jihadis modern lainnya.[160][289] Namun demikian, sumber-sumber lain menyebutkan bahwa kelompok ini berakar dari Wahhabisme.

Sebagai prinsip penuntunnya, para pemimpin Negara Islam ... membuka dan memperjelas komitmennya terhadap aliran Wahhabi Islam Sunni. Kelompok ini menyebarkan gambar-gambar buku teks agama Wahhabi dari Arab Saudi di sekolah-sekolah yang dikendalikannya. Video dari wilayah NIIS menampilkan teks-teks Wahhabi yang ditemplekan di samping mobil dakwah resmi.

David D. Kirkpatrick, The New York Times[293]

Menurut The Economist, para penentang di ibu kota NIIS, Ar-Raqqah, melaporkan bahwa "kedua belas hakim yang saat ini menjalankan sistem peradilan [di sana] ... adalah orang Saudi". Praktik Wahhabi Saudi yang juga dianut kelompok ini adalah pembentukan polisi agama untuk menertibkan masyarakat dan mewajibkan salat di masjid, pelaksanaan hukuman mati, dan penghancuran atau penataan ulang bangunan keagamaan non-Sunni.[294] Bernard Haykel menyebut niat al-Baghdadi sebagai "Wahhabisme yang belum dijinakkan".[293]

NIIs bertujuan mengembalikan masa-masa kejayaan awal Islam dan menolak segala bidah atau penyesuaian agama Islam yang dianggap menyesatkan tujuan aslinya. NIIS mengutuk rezim-rezim modern dan Kesultanan Utsmaniyah karena keluar dari Islam yang sejati.[295] NIIS juga berusaha membangkitkan kembali proyek pendirian kekhalifahan Wahhabi yang diatur oleh doktrin Salafis yang ketat. Mengikuti tradisi Salafi-Wahhabi, NIIS mencap para pengikut hukum sekuler, termasuk pemerintah Arab Saudi, sebagai kaum murtad.[296]

Kaum Salafi seperti NIIS percaya bahwa hanya kewenangan sahlah yang dapat memimpin jihad, dan prioritas utama di wilayah pertempuran seperti negara-negara non-Muslim adalah penyucian umat Islam. Contohnya, NIIS menganggap kelompok Sunni Palestina, Hamas, kafir yang tidak punya kewenangan sah untuk memimpin jihad. Mereka juga menganggap pertempuran melawan Hamas sebagai tahap pertama pertempuran melawan Israel oleh NIIS.[293][297]

Eskatologi

Salah satu perbedaan antara NIIS dan gerakan Islamis atau jihadis lainnya seperti al-Qaeda adalah penekanannya pada eskatologi dan apokaliptisme—iman kepada Hari Akhirat dan keyakinan bahwa kedatangan Imam Mahdi sudah dekat. NIIS percaya bahwa mereka akan mengalahkan pasukan "Romawi" (Rum) di kota Dabiq sesuai takdir yang telah digariskan.[52] Mengikuti penafsiran Hadits Dua Belas Imam, NIIS juga percaya bahwa al-Baghdadi akan digantikan oleh empat khalifah yang sah.[52]

Seorang pakar Islamisme militan, William McCants, menulis:

Hari Kiamat memenuhi propaganda Negara Islam. [Hari Kiamat] merupakan nilai jual utama untuk para pejuang asing yang ingin mendatangi tempat-tempat yang diramalkan menjadi ajang pertempuran terakhir [umat Islam]. Perang saudara yang berkobar di negara-negara tersebut [Irak dan Suriah] menguatkan ramalan ini. Negara Islam terus mengompori api-api kiamat. [...] Bagi generasi Bin Laden, hari kiamat bukan alasan perekrutan yang efektif. Dua dasawarsa lalu, sejumlah negara di Timur Tengah jauh lebih stabil dan berhasil meredam sektarianisme. Saat itu lebih baik mengangkat isu pemberantasan korupsi dan tirani daripada perlawanan terhadap Antikristus [Dajjal]. Kini, hari kiamat menjadi alasan perekrutan yang dirasa lebih masuk akal.

Tujuan dan strategi

Tujuan

Sejak tahun 2004, tujuan utama kelompok ini adalah pembentukan negara Islam Sunni.[299][300] NIIS lebih tepatnya ingin mendirikan sebuah kekhalifahan, negara Islam yang dipimpin oleh pemerintahan keagamaan (religius) di bawah pemimpin agung—khalifah—yang diyakini sebagai pengganti Nabi Muhammad.[301] Pada bulan Juni 2014, NIIS menerbitkan dokumen yang mengklaim bahwa silsilah al-Baghdadi dapat ditelusuri hingga Muhammad.[301] Setelah mendeklarasikan kekhalifahan baru pada tanggal 29 Juni, NIIS mengangkat al-Baghdadi sebagai khalifahnya. Selaku khalifah, ia meminta semua Muslim taat di seluruh dunia untuk berbaiat kepadanya sesuai fikih Islam.[302]

ISIL menjabarkan tujuan organisasinya dalam majalah Dabiq, yaitu terus memperluas kekuasaan dan menguasai dunia sampai:

Benderanya yang diberkati [Allah]...berkibar di ujung timur dan barat Bumi, menyemaikan benih-benih kebenaran dan keadilan Islam di seluruh dunia, dan mengakhiri kepalsuan dan tirani kaum jahiliyah [tersesat] sekalipun Amerika Serikat beserta koalisinya menolaknya.

Dabiq edisi ke-5, majalah Negara Islam berbahasa Inggris[303]

Menurut wartawan Jerman Jürgen Todenhöfer yang menghabiskan sepuluh hari bersama NIIS di Mosul, ia sering mendengar seruan bahwa NIIS ingin "menguasai dunia" dan semua yang tidak percaya dengan penafsiran Quran versi NIIS akan dibunuh. Todenhöfer dikejutkan oleh keyakinan para anggota NIIS bahwa "semua agama yang menyetujui demokrasi harus lenyap”[304] dan "semangatnya yang luar biasa"—termasuk semangat untuk membunuh "ratusan juta" orang.[305]

Peta yang menyebar di Internet terkait bekas wilayah negara Islam di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika yang menjadi target perluasan NIIS dibuat oleh pendukung luar dan tidak berhubungan resmi dengan NIIS.[295][306][307][308][309][310][311]

Saat kekhalifahan diproklamasikan, NIIS menyatakan bahwa, "keabsahan semua keamiran, kelompok, negara, dan organisasi tidak diakui lagi setelah kekuasaan khilāfah meluas dan pasukannya tiba di wilayah mereka."[301] Ini merupakan penolakan terhadap pemecahan wilayah di Timur Tengah yang dirancang oleh negara-negara Eropa semasa Perang Dunia I lewat Perjanjian Sykes–Picot.[312][313][314]

Strategi

Menurut Jason Burke, seorang wartawan yang menulis tentang Salafisme Jihadi, tujuan NIIS adalah "meneror, mengerahkan, [dan] memecah belah".[315][316] Bila diperinci lagi, tujuan NIIS adalah meneror untuk mengintimidasi warga sipil dan memaksa pemerintah musuh "mengambil keputusan tergesa-gesa yang sebenarnya tidak ingin diambil," mengerahkan para pendukungnya lewat serangkaian motivasi seperti serangan besar mematikan di negara musuh seperti serangan Paris November 2015, dan memecah belah dengan menjauhkan Muslim—khususnya di Barat—dari pemerintah naungannya sehingga menaikkan citra NIIS. Selain itu, NIIS juga "melenyapkan pihak netral dengan memaksa mereka bergabung atau menghancurkan mereka".[315][317]

Sebuah artikel daring berjudul Management of Savagery[318] (Idarat at Tawahoush) tahun 2014, yang disebut-sebut berpengaruh terhadap kemunculan NIIS[319][320][321] dan memaparkan strategi pembentukan kekhalifahan Islam baru,[322] menyarankan strategi serangan di luar negeri agar para pejuangnya:

Meragamkan dan memperluas serangan gangguan terhadap musuh Salibis-Zionis di semua tempat di dunia Islam, bahkan di luarnya bila memungkinkan, untuk mengacaukan upaya persekutuan musuh dan membuat mereka sangat lelah.

Scott Atran, Paris: The War ISIS Wants[323]

Serangan teror terhadap target-target lunak seperti tempat liburan akan menaikkan anggaran belanja keamanan yang kemudian melemahkan "para salibis".

Apabila sebuah resor wisata yang dilindungi Salibis ... diserang, semua resor wisata di semua negara di dunia akan diperketat keamanannya oleh pasukan tambahan sehingga jumlah personilnya berlipat ganda dan anggarannya naik drastis,

Scott Atran, Paris: The War ISIS Wants[323]

sekaligus menginspirasi para pemuda yang pada dasarnya penuh semangat dan enerjik. Teror seperti ini akan:

memotivasi banyak orang untuk pindah ke wilayah kekuasaan kami, terutama para pemuda. ... [Karena] pemuda bangsa memiliki semangat dan jiwa berontak yang sangat tinggi dan lebih dekat dengan sifat [manusia] yang paling dasar.

Scott Atran, Paris: The War ISIS Wants[323]

Teror tersebut juga akan menyeret "Salibis" ke dalam konflik militer yang serba kacau:

[Kami] berusaha mengungkapkan kelemahan kekuasaan Amerika Serikat yang terpusat dengan memaksa mereka meninggalkan perang psikologis lewat media dan perang lewat pihak ketiga sampai mereka memutuskan untuk berperang secara langsung di lapangan.

Scott Atran, Paris: The War ISIS Wants[323]

Seorang pengamat menyebut publikasi eksekusi massal dan pembunuhan warga sipil oleh NIIS sebagai bagian dari "rencana yang sengaja dirancang untuk memunculkan anggapan misi yang suci dan terhormat di kalangan pengikutnya, tetapi juga menggentarkan para pihak yang tidak berbuat apa-apa serta musuhnya."[323] Pengamat lainnya mengatakan bahwa tujuan publikasi tersebut adalah "mematahkan" semangat para penduduk di bawah kekuasaannya secara psikologis "untuk menjamin kesetiaan mutlak mereka melalui rasa takut dan intimidasi", tetapi pada saat yang bersamaan juga membangkitkan "rasa kebencian dan balas dendam" di kalangan musuhnya.[324]

Dokumen yang ditemukan setelah kematian Samir Abd Muhammad al-Khlifawi, mantan kolonel dinas intelijen pasukan pertahanan udara Saddam Hussein dan "kepala strategi" NIIS, merincikan rencana penaklukan Suriah utara oleh NIIS yang memungkinkan "pergerakan kelompok ini ke Irak". Al-Khlifawi mengusulkan penyusupan mata-mata ke wilayah yang hendak dikuasai. Mata-mata tersebut akan mencari "informasi sebanyak mungkin tentang kota targetnya: Siapa yang tinggal di sana, siapa yang berkuasa, keluarga mana yang taat agamanya, pengikut mazhab Islam manakah mereka, berapa banyak masjid di sana, siapa imamnya, berapa banyak istri dan anak-anaknya, dan berapa usia mereka." Setelah diintai, terjadilah pembunuhan dan penculikan yang "[melenyapkan] setiap orang yang berpotensi menjadi pemimpin atau oposisi". Di Raqqa, setelah pasukan pemberontak mengusir pasukan Assad, NIIS menyusup ke kota tersebut, lalu "pertama-tama puluhan orang hilang, kemudian ratusan orang hilang." [325]

Sejauh ini tidak diketahui keterlibatan NIIS dalam penyelesaian konflik apapun. Pada musim gugur 2015, mediator Irlandia, Jonathan Galway-Jackson, meminta pemimpin oposisi anti-perang di Britania Raya, Jeremy Corbyn, untuk menyusun rencana "perundingan diplomatik jalur kedua" di INCORE, Irlandia, yang melibatkan semua pihak, termasuk perwakilan politik NIIS.

Misi kekhalifahan dunia

Klaim wilayah dan perluasan internasional

     Wilayah yang dikuasai (per 21 Oktober 2015)      Sisa wilayah negara-negara tempat bercokolnya NIIS

Di Irak dan Suriah, NIIS menggunakan pembagian administratif yang sudah ada untuk menata wilayahnya. NIIS menyebut pembagian administratifnya wilayah atau provinsi.[326] Pada Juni 2015, NIIS mendirikan cabang resmi di Libya, Mesir (Semenanjung Sinai), Arab Saudi, Yaman, Aljazair, Afghanistan, Pakistan, Nigeria, dan Kaukasus Utara.[327] Di luar Irak dan Suriah, NIIS hanya menguasai wilayah di Sinai, Afghanistan, dan Libya.[151] NIIS juga memiliki anggota di Maroko, Lebanon, Yordania, Turki, dan Israel, tetapi tidak mendirikan cabang resmi di sana.[328]

Provinsi Libya

Situasi militer saat ini di Libya:
  Di bawah kekuasaan NIIS dan Ansar al-Sharia

NIIS membagi Libya menjadi tiga provinsi bersejarah. Mereka mengklaim wilayah Cyrenaica di timur, Fezzan di selatan, dan Tripolitania di barat, sekitar ibu kota Tripoli.[329]

Pada tanggal 5 Oktober 2014, Dewan Syura Pemuda Islam dan militan lainnya di Libya bergabung dan membentuk Provinsi Cyrenaica.[330][331] NIIS cabang Libya merupakan cabang yang paling aktif dan sukses di luar Irak dan Suriah. NIIS lebih aktif di seputaran Derna dan Sirte, kampung halaman Gaddafi.[332][333]

Tanggal 4 Januari 2015, pasukan NIIS di Libya menguasai pedesaan timur Sabha dan mengeksekusi 14 tentara Libya.[334][335] Mereka sempat menguasai sebagian Derna sebelum terusir pada pertengahan 2015.[336] Laporan dari Sirte mengindikasikan bahwa militan NIIS yang ditempatkan di sana merupakan campuran militan asing dan loyalis eks-Gaddafi.[337] Pasukan pro-Dawn yang berkaitan dengan Misrata dan Operasi Dawn terlibat pertempuran melawan militan NI di Sirte.[butuh rujukan][338][339] Pertempuran antara pasukan Libya Dawn dan militan NIIS juga terjadi di Daheera, sebelah barat Sirte, dan Harawa, sebelah timur Sirte.[340]

Sumber yang belum dikonfirmasi mengklaim bahwa NIIS menggunakan pangkalannya di Libya untuk menyelundupkan anggota-anggotanya ke Uni Eropa dengan berpura-pura menjadi pengungsi.[341][342]

Provinsi Sinai

Tanggal 10 November 2014, banyak anggota Ansar Bait al-Maqdis yang berbaiat kepada al-Baghdadi.[266] Setelah itu, NIIS mendirikan Provinsi Sinai (Wilayat Sinai).[330][343][344][345] NIIS cabang Sinai diperkirakan memiliki 1.000–2.000 anggota.[154][346] NIIS cabang Sinai juga beroperasi di Jalur Gaza dengan nama Negara Islam di Gaza.[347] Tanggal 19 Agustus 2015, sejumlah anggota NIIS mengebom markas pasukan keamanan Mesir di Kairo utara. Serangan tersebut melukai 30 orang.[348] NIIS juga diduga sebagai dalang jatuhnya Metrojet Penerbangan 9268 yang menewaskan 224 penumpangnya. NIIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut lewat rekaman video, tetapi pemerintah Mesir membantah klaim NIIS.[349]

Provinsi Aljazair

Para anggota Jund al-Khilafah berbaiat kepada NIIS pada bulan September 2014.[350] NIIS di Aljazair mulai mendapat perhatian setelah mereka memenggal wisatawan Prancis, Herve Gourdel, bulan September 2014. Sejak saat itu, kelompok ini tidak terdengar lagi kabarnya. Pemimpinnya, Khalid Abu-Sulayman, dilaporkan tewas akibat serangan pasukan Aljazair pada Desember 2014.[327]

Provinsi Khorasan

Tanggal 26 Januari 2015, Provinsi Khorasan (Wilayat Khorasan) didirikan. Hafiz Saeed Khan diangkat sebagai Wāli (gubernur) dan Abdul Rauf diangkat sebagai wakilnya setelah keduanya berbaiat kepada al-Baghdadi. Nama Khorasan mengacu pada wilayah lama yang mencakup Afghanistan, Pakistan, dan "daerah sekitarnya".[272][351][352][353]

Pada tanggal 9 Februari 2015, Mullah Abdul Rauf tewas akibat serangan udara NATO.[272] Tanggal 18 Maret 2015, Hafiz Wahidi, pengganti wakil amir NIIS di Afghanistan, bersama sembilan militan NIIS lainnya tewas akibat serangan Angkatan Bersenjata Afghanistan.[354] Pada bulan Juni, Reuters menerima laporan bahwa sejumlah desa di beberapa distrik Provinsi Nangarhar, Afghanistan, telah diduduki oleh NIIS.[151] Tanggal 10 Juli 2015, Hafiz Saeed Khan, amir Provinsi Khorasan NIIS, dikabarkan tewas dalam serangan pesawat nirawak A.S. di Afghanistan timur.[355] Provinsi Khorasan merilis pesan audio yang diklaim sebagai suara Hafiz Saeed Khan pada tanggal 13 Juli 2015,[356] dan ia dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat pada tanggal 29 September 2015.[357]

Provinsi Yaman

Pada tanggal 13 November 2014, militan tak dikenal di Yaman berbaiat kepada NIIS.[350] Pada bulan Desember 2014, NIIS sudah memiliki anggota aktif di Yaman. NIIS dan al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP) berebut anggota di Yaman.[268][358] Pada Februari 2015, dikabarkan bahwa sejumlah anggota Ansar al-Sharia di Yaman berpisah dari AQAP dan berbaiat kepada NIIS.[359] Saat Perang Saudara Yaman pecah bulan Maret 2015, sedikitnya tujuh provinsi NIIS yang perbatasannya mengikuti provinsi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Houthi, termasuk Provinsi Hadhramaut, Shabwah, dan Sana'a.[360][361]

Houthi Syi'ah (Komite Revolusi) merupakan musuh utama NIIS cabang Yaman.[362][363] Amerika Serikat mendukung intervensi pimpinan Arab Saudi di Yaman melawan pasukan Houthi,[364] tetapi banyak anggota U.S. SOCOM yang mendukung Houthi karena mereka dianggap mampu mendesak mundur al-Qaeda dan NIIS di Yaman, "sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh ratusan serangan pesawat nirawak A.S. dan penasihat militer Yaman".[365] The Guardian melaporkan bahwa "hanya NIIS dan al-Qaeda yang mengambil untung dari konflik yang telah memecah-belah Yaman dan membuat 20 juta orang membutuhkan bantuan darurat."[366]

Provinsi Afrika Barat

Pada tanggal 7 Maret 2015, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Syam melalui pesan audio yang dikirimkan di akun Twitter Boko Haram.[367][368] Tanggal 12 Maret 2015, juru bicara NIIS Abu Mohammad al-Adnani merilis pesan audio yang isinya menerima baiat Boko Haram dan menyebutnya sebagai perluasan wilayah NIIS di Afrika Barat.[369] Material NIIS yang terbit bulan Maret 2015 mencantumkan bahwa anggota Boko Haram adalah bagian dari Wilayat Gharb Afriqiya (Provinsi Afrika Barat).[361]

Provinsi Kaukasus Utara

Sejumlah komandan Keamiran Kaukasus di Chechnya dan Dagestan berbaiat kepada NIIS pada akhir 2014 dan awal 2015.[370] Pada tanggal 23 Juni 2015, juru bicara NIIS Abu Mohammad al-Adnani menerima baiat Kaukasus dan mengumumkan pembentukan Provinsi Kaukasus (Wilayat al-Qawqaz) di bawah kepemimpinan Rustam Asildarov.[327][371]

Asia Tenggara

Pada tanggal 23 Juli 2014, pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Totoni Hapilon, di Filipina berbaiat kepada Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin NIIS.[256] Pada September 2014, kelompok ini mulai menculik orang untuk dimintai tebusan atas nama NIIS.[257]

Wilayah operasi lainnya

  • Militan tak dikenal di Arab Saudi berbaiat kepada NIIS dan ditetapkan sebagai provinsi NIIS.[350]
  • Free Sunni of Baalbek Brigade (Lebanon) berbaiat kepada NIIS.[154]
  • Sons of the Call for Tawhid and Jihad (Yordania) berbaiat kepada NIIS.[372]

Kepemimpinan dan pemerintahan

Foto al-Baghdadi yang direkam oleh militer A.S. saat masih ditahan di Camp Bucca tahun 2004

Kelompok ini dipimpin dan dijalankan oleh Abu Bakr al-Baghdadi yang dibantu oleh kabinet penasihat. Ia dibantu oleh dua wakil ketua, Abu Muslim al-Turkmani (KIA) di Irak dan Abu Ali al-Anbari di Suriah, dan 12 gubernur lokal di Irak dan Suriah. Tokoh ketiga, Abu Ala al-Afri, diyakini memegang jabatan penting di NIIS dan kabarnya merupakan wakil ketua NIIS. Ketiganya diduga berasal dari etnis Turkmen. Mantan penguasa Irak, Saddam Hussein, juga kabarnya dikelilingi oleh pejabat Turkmen senior.[373][374] Meski al-Baghdadi memberitahu pengikutnya untuk "menasihatinya apabila [ia] membuat kesalahan" dalam khutbahnya, menurut sejumlah pengamat, "ancaman, perlawanan, atau bahkan perbedaan pendapat apapun langsung dibungkam".[375] Di bawah para pemimpin terdapat dewan keuangan, kepemimpinan, militer, hukum—termasuk urusan eksekusi—bantuan pejuang asing, keamanan, intelijen, dan media. Selain itu, NIIS mendirikan dewan syura yang menjamin kesesuaian segala keputusan gubernur dan dewan dengan penafsiran syariah NIIS.[376] Sebagian besar jajaran pemerintahan NIIS didominasi oleh warga Irak, khususnya mantan pejabat pemerintahan Ba'ath era Saddam Hussein yang kehilangan pekerjaan sekaligus pensiunnya dalam proses de-Ba'athifikasi setelah rezimnya digulingkan.[224][377] Warga Irak dan Suriah lebih diutamakan daripada warga negara lain di dalam NIIS karena kelompok ini membutuhkan kesetiaan penduduk Sunni setempat di Irak dan Suriah agar bisa terus berdiri.[378][379] Namun demikian, laporan lainnya menunjukkan bahwa warga Suriah merasa terusir oleh pejuang NIIS dari luar negeri. Beberapa pejuang asli Suriah menolak "favoritisme" (kesukaan) upah dan akomodasi yang diterima pejuang asing.[380][381]

Pada bulan September 2014, The Wall Street Journal memperkirakan bahwa delapan juta warga Irak dan Suriah tinggal di wilayah yang dikuasai NIIS.[382] Ar-Raqqah di Suriah merupakan ibu kota de facto sekaligus tempat uji coba pemerintahan NIIS.[383] Per September 2014, pemerintahan di Ar-Raqqah dikuasai sepenuhnya oleh NIIS. NIIS telah membangun ulang struktur pemerintahan modern kurang dari satu tahun. Mantan pejabat pemerintahan era Assad yang berbaiat kepada NIIS tetap memegang jabatan yang sama. Lembaga pemerintah yang difungsikan dan ditata ulang menyediakan jasa bagi masyarakat. Hanya lembaga kepolisian dan militer yang diisi oleh para pejuang NIIS; mereka menerima rumah milik warga non-Sunni dan warga lainnya yang sudah mengungsi. Pemerintah menyediakan layanan kesejahteraan, pengendalian harga, dan pajak bagi penduduk kelas atas. NIIS menjalankan program kekuasaan lembut di daerah-derah kekuasaannya di Irak dan Suriah, termasuk layanan sosial, khutbah keagamaan, dan dakwah bagi penduduk setempat. NIIS juga melaksanakan layanan masyarakat seperti perbaikan jalan dan pengelolaan arus listrik.[384]

Pakar keamanan Britania Raya Frank Gardner menyimpulkan bahwa prospek penguasaan NIIS lebih besar pada tahun 2014 daripada tahun 2006. Walaupun masih sama brutalnya, keberadaan NIIS "diterima dengan baik" oleh penduduk setempat dan mungkin tidak bisa terusir oleh pasukan Suriah atau Irak yang kurang efektif. NIIS menggantikan pemerintah sebelumnya yang korup dengan pemerintah yang berfungsi dengan baik, menjalankan kembali layanan masyarakat, dan menyediakan suplai air dan minyak. Seiring mengecilnya kemungkinan intervensi Barat, kelompok ini akan "terus mempertahankan daerahnya" dan menguasai wilayah "seluas Pennsylvania sampai waktu yang tak ditentukan".[326][385] NIIS juga mempertahankan produksi pangan, faktor penting bagi kelangsungan pemerintahan dan dukungan masyarakat.[386] Penguasaan 40% produksi gandum Irak oleh NIIS semakin memperkuat cengkeramannya di Irak.

Sistem keuangan

Pada tanggal 11 November 2014, NIIS mengumumkan rencananya untuk mencetak koin emas, perak, dan tembaga sendiri berdasarkan koin Kekhalifahan Umayyah pada abad ke-7. Setelah pengumuman tersebut, NIIS mulai membeli emas, perak, dan tembaga di pasar-pasar di Irak utara dan barat. Para anggota kelompok ini juga kabarnya mulai mencabut insulasi kabel listrik untuk memanfaatkan kabel tembaganya.[387][388] Koin tersebut menampilkan peta dunia, pedang dan tameng, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, dan bulan sabit. Pakar ekonomi seperti Steven H. Hanke dari Universitas Johns Hopkins tidak yakin dengan rencana tersebut.[388][389] Laporan selanjutnya menduga bahwa koin yang diedarkan di Mosul hanya dilapisi emas dan nilainya tidak sama seperti koin emas asli.[390]

Non-pejuang

Meski NIIS menarik pengikut dari berbagai penjuru dunia dengan menggembar-gemborkan perang suci, tidak semua anggotanya menjadi pejuang. Banyak anggota baru yang berharap menjadi mujahidin setelah bertempur di Suriah, tetapi kecewa karena harus melakukan pekerjaan sehari-hari seperti mencari air atau membersihkan toilet. Mereka juga kecewa atas larangan penggunaan telepon genggam saat latihan militer.[391]

NIIS menerbitkan material media terkait wanita. Karena wanita tidak diizinkan memegang senjata, NIIS meminta mereka memainkan peran pendukung di dalam organisasi tersebut, misalnya memberi pertolongan pertama, memasak, membesarkan anak, dan menjahit agar menjadi "istri-istri jihad yang baik".[392] Dalam dokumen berjudul Women in the Islamic State: Manifesto and Case Study yang dirilis oleh divisi media Brigade Al-Khanssaa NIIS, pernikahan dan peran keibuan (sejak usia 9 tahun) sangat diutamakan. Wanita harus menjalani hidup "sedenter", memenuhi "peran keibuannya yang mulia" di rumah, kecuali ketika mereka bekerja sebagai guru atau dokter.[393][394] NIIS menolak kesetaraan wanita dan pendidikan non-agama yang tergolong "ilmu duniawi tak berguna".[394]

Militer dan sumber daya

Militer

Pejuang NIIS di Provinsi Anbar, Irak

Militer NIIS diperkirakan beranggotakan puluhan ribu[395] sampai 200.000 orang.[396]

Pejuang asing di Suriah dan Irak

Pada awal 2015, wartawan Mary Anne Weaver memperkirakan bahwa separuh pejuang NIIS adalah pendatang asing.[397] PBB memperkirakan bahwa NIIS beranggotakan 15.000 pejuang dari lebih dari 80 negara pada November 2014.[398] Intelijen Amerika Serikat memperkirakan peningkatan jumlah pejuang asing sebesar 20.000 orang pada Februari 2015, termasuk 3.400 orang dari negara-negara Barat.[399]

Daftar negara asal pejuang NIIS (500 orang atau lebih)
Negara Population
 Tunisia
3,000
 Arab Saudi
2,500
 Rusia
1,700
 Yordania
1,500
 Maroko
1,500
 Prancis
1,200
 Turki
1,000
 Lebanon
900
 Jerman
700
 Libya
600
 Britania Raya
600
 Indonesia
500
 Uzbekistan
500
 Pakistan
500

Statistik per negara: 3.000 pejuang dari Tunisia,[400][401] 2.500 dari Arab Saudi,[400][401] 1.700 dari Rusia,[402] 1.500 dari Yordania,[401] 1.500 dari Maroko,[401] 1.200 dari Prancis,[401] 1.000 dari Turki,[403] 900 dari Lebanon,[401] 700 dari Jerman,[404] 600 dari Libya,[401] 600 dari Britania Raya,[400][401] 500 dari Indonesia,[405] 500 dari Uzbekistan,[401] 500 dari Pakistan,[401] 440 dari Belgia,[401] 360 dari Turkmenistan,[401] 360 dari Mesir,[401] 350 dari Serbia,[406] 330 dari Bosnia,[401] 300 dari Ciina,[407] 300 dari Kosovo,[408] 300 dari Swedia,[409] 250 dari Australia,[410] 250 dari Kazakhstan,[401] 250 dari Belanda,[401] 200-300 dari Azerbaijan,[411] 200 dari Austria,[412] 200 dari Aljazair,[401] 200 dari Malaysia,[405] 190 dari Tajikistan,[401] 180 dari Amerika Serikat,[399] 150 dari Norwegia,[413] 150 dari Denmark,[401] 140 dari Albania,[406] 133 dari Spanyol,[414] 130 dari Kanada,[415] 110 dari Yaman,[401] 100 dari Sudan,[401] 100 dari Kyrgyzstan,[401] 80 dari Italia,[401] 70–80 dari Palestina,[416] 70 dari Somalia,[401] 70 dari Kuwait,[401] 70 dari Finlandia,[401] 50 dari Ukraina,[401] 40–50 dari Israel,[416][417] 40 dari Irlandia,[418] 40 dari Swiss,[401] sedikitnya 30 dari Georgia,[419] 23 dari Argentina,[420] 18 dari India,[421] 10–12 dari Portugal,[422][423] dan 3 dari Filipina.[424]

Menurut pernyataan mantan pemimpin senior NI, para pejuang mendapatkan suplai makanan, bensin, dan rumah tanpa upah, tidak seperti pejuang Irak atau Suriah.[425]

Senjata

Senjata konvensional

NIIS cenderung bergantung pada senjata rampasan. Sumber terbesarnya adalah arsenal Saddam Hussein pada masa pemberontakan Irak 2003–11[426] dan senjata milik pasukan pemerintah dan oposisi pada masa Perang Saudara Suriah serta pemberontakan Irak pasca-AS. Senjata yang mereka rampas, termasuk kendaraan lapis baja, bedil, rudal darat-ke-udara, dan bahkan sejumlah pesawat terbang, memungkinkan NIIS memperluas wilayahnya dengan cepat dan merampas peralatan militer lainnya.[427]

Senjata non-konvensional

Kelompok ini dikenal sering memanfaatkan bom mobil dan truk, pengebom bunuh diri, dan peledak rakitan, serta senjata kimia di Irak dan Suriah. NIIS merampas material nuklir dari Universitas Mosul pada Juli 2014, tetapi tidak mampu mengubahnya menjadi senjata.[428][429] Dalam majalah bulanan Dabiq, John Cantlie mengarang skenario pembelian senjata nuklir dari pejabat-pejabat korup di Pakistan oleh NIIS.[430] Menteri Pertahanan India menanggapi, "Dengan bangkitnya NIIS di Asia Barat, [kami] khawatir mereka mampu mendapatkan akses persenjataan nuklir dari negara-negara seperti Pakistan".[431]

Pada September 2015, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa NIIS membuat dan menggunakan gas mustar di Suriah dan Irak, dan memiliki tim peneliti senjata kimia aktif.[432][433]

Propaganda dan media sosial

NIIS dikenal karena propagandanya yang luas dan efektif.[434][435] NISS memakai Bendera Hitam Islam dan merancang lambang yang memiliki makna simbolis di kalangan umat Islam.[436]

Pada bulan November 2006, tidak lama setelah mengubah namanya menjadi "Negara Islam Irak", kelompok ini mendirikan Al-Furqan Foundation for Media Production untuk keperluan pembuatan CD, DVD, poster, pamflet, dan produk propaganda web sekaligus pernyataan resmi.[437] NIIS mulai memperluas kehadiran medianya pada tahun 2013 lewat pembentukan sayap media keduanya bernama Al-I'tisam Media Foundation pada bulan Maret[438][439] dan Ajnad Foundation for Media Production untuk pembuatan nasyid dan konten suara pada bulan Agustus.[440] Pada pertengahan 2014, NIIS mendirikan Al-Hayat Media Center yang menargetkan masyarakat Barat dan memproduksi material berbahasa Inggris, Jerman, Rusia dan Prancis.[441][442] Ketika NIIS mengumumkan perluasannya ke negara lain pada November 2014, organisasi ini mendirikan departemen media untuk cabang-cabang barunya. Sayap media NIIS menjamin bahwa cabang-cabangnya mengikuti model pemasaran yang dipakai di Irak dan Suriah.[443]

Bulan Desember 2014, Direktur FBI James Comey menyatakan bahwa "propaganda NIIS sangat bagus. Mereka mengudara... dalam kurang lebih 23 bahasa".[444]

Sejak Juli 2014, al-Hayat mulai menerbitkan majalah digital bernama Dabiq, dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris. Menurut majalah tersebut, namanya diambil dari nama kota Dabiq di Suriah utara yang disebutkan dalam sebuah hadits mengenai Hari Kiamat.[445] Al-Hayat juga menerbitkan majalah digital berbahasa Turki bernama Konstantiniyye, nama Istanbul dalam bahasa Turki Utsmaniyah, pada bulan Juni 2015.[446][447] Kelompok ini juga mengoperasikan jaringan radio Al-Bayan yang menyiarkan buletin berbahasa Arab, Rusia, dan Inggris, dan meliput aktivitasnya di Irak, Suriah, dan Libya.[448]

Pemanfaatan media sosial oleh NIIS diakui "lebih hebat daripada sebagian besar perusahaan Amerika Serikat".[434][449] Organisasi ini sering menggunakan media sosial, terutama Twitter, untuk menyebarkan pesan-pesannya dengan melakukan kampanye tagar, mengepos kicauan di tagar populer, dan memanfaatkan aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan propagandanya tersebar secara otomatis lewat akun para pendukungnya.[449][450] Seorang pengamat mengatakan bahwa "NIIS lebih mahir memanfaatkan media sosial daripada kelompok-kelompok jihad lainnya... Kehadiran mereka di media sosial sangat teratur."[451] Pada Agustus 2014, Twitter menutup beberapa akun yang berhubungan dengan NIIS. NIIS membuat lagi dan memublikasikan akun-akun barunya keesokan harinya, tetapi ditutup lagi oleh Twitter.[452] Kelompok ini berusaha beralih ke situs media sosial alternatif seperti Quitter, Friendica, dan Diaspora. Namun demikian, Quitter dan Friendica berusaha melenyapkan akun-akun NIIS dari situs mereka.[453]

Penerbitan video dan foto pemenggalan, penembakan, pembakaran atau penenggelaman tahanan dijuluki sebagai "prestasi" NIIS.[454] Wartawan Abdel Bari Atwan menyebut konten media NIIS sebagai bagian dari "kebijakan yang diterapkan secara sistematis". Kekejaman pembunuhannya "menjamin" naiknya perhatian media dan masyarakat. Sesuai rencana strategiwan al-Qaeda Abu Bakr Naji, NIIS berharap bahwa "kekejaman" akan membuat musuh-musuh Baratnya "jengkel dan lelah" dan menarik Amerika Serikat ke lapangan untuk melawan NIIS. Pasukan yang tidak berniat untuk memenangkan perang berkelanjutan akan "dibuat lelah" secara militer.[375]

Selain pencitraan yang brutal, NIIS mencitrakan dirinya sebagai "negara impian yang emosional, tempat orang-orang 'kembali', ketika semua orang adalah 'saudara' atau 'saudari'. Adaptasi atau singkatan istilah Islam yang disesuaikan dengan bahasa prokem mulai merebak di akun-akun media sosial berbahasa Inggris untuk menciptakan citra 'jihadi keren'."[375] "Alasan psikologis yang paling manjur" dari propaganda media NIIS adalah janji surga bagi para pejuang yang syahid. Media NIIS sering mengepos foto jihadis syahid dengan wajah tersenyum, 'salam' NIIS berupa 'telunjuk yang mengarah ke langit', dan kesaksian para janda pejuang yang bahagia.[375]

NIIS juga berusaha memaparkan "argumen [yang lebih] rasional" dalam seri "pernyataan pers/diskusi" yang dibawakan oleh John Cantlie dan dipublikasikan di YouTube. Salah satu "presentasi Cantlie" mengutip berbagai pejabat Amerika Serikat, baik petahana maupun mantan, seperti Presiden Barack Obama dan pejabat CIA Michael Scheuer.[455] Bulan April 2015, sekelompok peretas yang mengaku berbaiat kepada NIIS meretas 11 saluran televisi global milik TV5Monde selama beberapa jam dan mengambil alih halaman media sosialnya selama hampir satu hari.[456] Perusahaan keamanan siber Amerika Serikat, FireEye, melaporkan bahwa serangan tersebut diyakini dilakukan oleh kelompok peretas asal Rusia bernama APT28 yang diduga berhubungan dengan pemerintah Rusia.[457]

Anonymous

Setelah serangan Paris November 2015, grup hacktivis Anonymous "menyatakan perang" terhadap NIIS.[458] Beberapa hari setelah serangan, Anonymous mengumumkan bahwa mereka telah menutup "lebih dari 5.500" akun Twitter milik pendukung NIIS. Kelompok ini juga merilis "daftar target" untuk para anggotanya, termasuk "akun Twitter anggota NIS, penyedia layanan Internet Suriah, dan surel dan server web NIIS."[459] Sebuah akun Telegram yang diduga terkait dengan NIIS menanggapi aksi Anonymous dengan menyebut mereka "idiot".[460] Juru bicara Twitter memberitahu The Daily Dot bahwa Twitter tidak memakai daftar akun yang dilaporkan Anonymous karena terbukti "sangat tidak akurat" dan mencakup akun milik para akademisi dan wartawan.[461]

Pendanaan

Menurut penelitian Financial Action Task Force tahun 2015, lima sumber pendapatan utama NIIS adalah sebagai berikut (menurut nilai):

  • rampasan dari pendudukan wilayah (termasuk penguasaan bank, sumber minyak dan gas, pajak, pemerasan, dan perampokan aset-aset ekonomis)
  • tebusan penculikan
  • sumbangan dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk, biasanya beralasan "sumbangan kemanusiaan"
  • bantuan material oleh pejuang asing
  • penggalangan dana lewat jaringan komunikasi modern[462]

Tahun 2014, RAND Corporation menganalisis sumber pendanaan NIIS dari dokumen yang diperoleh antara tahun 2005 dan 2010[463] dan menemukan bahwa sumbangan luar negeri hanya mencakup 5% dari total anggaran operasional kelompok ini.[463] Sel-sel di Irak diwajibkan mengirim 20% pendapatannya yang diperoleh dari penculikan, pemerasan, dan aktivitas lain ke induknya. Induk organisasi tersebut akan menyalurkannya ke sel-sel provinsi atau lokal yang membutuhkan dana untuk melancarkan serangan.[463][463]

Pada pertengahan 2014, intelijen Irak mendapatkan informasi bahwa NIIS memiliki aset senilai US$2 miliar[464] dan menjadikannya kelompok jihadis terkaya di dunia.[465] Sekitar tiga per empat jumlah tersebut dirampok dari bank sentral Mosul dan bank-bank komersial di Mosul.[466][467] Akan tetapi, sebagian pihak meragukan apakah NIIS mampu merampok uang sedemikian besarnya dari bank sentral[468] dan apakah perampokan bank benar-benar terjadi.[469]

Sejak 2012, NIIS merilis laporan tahunan layaknya laporan operasional perusahaan untuk menarik calon donatur.[434][470]

Pendapatan minyak

Seorang pejabat Kementerian Keuangan Amerika Serikat memperkirakan bahwa NIIS memiliki pendapatan US$1 juta per hari lewat aktivitas ekspor minyak.[471] Pada tahun 2014, analis energi asal Dubai memperkirakan bahwa pendapatan minyak gabungan dari wilayah Irak dan Suriah yang diduduki NIIS mencapai US$3 juta per hari.[472] Tahun 2014, sebagian besar pendanaan kelompok ini berasal dari produksi dan penjualan energi; NIIS menguasai kurang lebih 300 sumur minyak di Irak. Pada puncaknya, NIIS mengoperasikan 350 sumur minyak di Irak, tetapi kehilangan 45 sumur akibat serangan udara pasukan asing. NIIS telah menguasai 60% kapasitas produksi minyak Suriah. Sekitar seperlima kapasitas totalnya dioperasikan oleh NIIS. NIIS mendapatkan US$2,5 juta per hari dengan menjual 50.000–60.000 barel minyak per hari.[471][473] Penjualan luar negeri bergantung pada pasar gelap ekspor ke Turki. Banyak penyelundup dan penjaga perbatasan Turki korup yang membantu Saddam Hussein menghindari sanksi justru membantu NIIS mengekspor minyak dan mengimpor uang tunai.[464][473][474] Pendapatan energi NIIS juga mencakup penjualan listrik dari pembangkit listrik di Suriah utara; sebagian listrik tersebut kabarnya dijual kembali ke pemerintah Suriah.[475]

Penjualan barang antik

Penjualan artefak diduga merupakan sumber pendanaan NIIS terbesar kedua.[473] Lebih dari sepertiga situs sejarah Irak dikuasai oleh NIIS. NIIS menjarah istana raja Asiria Ashurnasirpal II di Kalhu (Nimrud) yang sudah berdiri sejak abad ke-9 SM. Tablet, manuskrip, dan kuneiform dijual senilai ratusan juta dolar. Artefak jarahan diselundupkan ke Turki dan Yordania. Abdulamir al-Hamdani, arkeolog SUNY Stony Brook, mengatakan bahwa NIIS "menjarah... akar terdasar umat manusia, artefak dari peradaban tertua di dunia".[473]

Pajak dan pemerasan

NIIS juga mengumpulkan kekayaannya lewat pajak dan pemerasan.[471] Terkait pajak, umat Kristen dan orang asing wajib membayar pajak jizyah. Selain itu, kelompok ini rutin melakukan pemerasan dengan meminta uang dari sopir truk dan mengancam mengebom toko. Merampok bank dan toko emas merupakan salah satu sumber pendapatan NIIS.[476] Pemerintah Irak secara tidak langsung mendanai NIIS karena pemerintah masih terus membayar gaji ribuan karyawan pemerintah yang bekerja di wilayah NIIS; NIIS kemudian memangkas separuh gaji karyawan pemerintah Irak.[477] Polisi, guru, dan tentara yang sebelumnya bekerja untuk rezim sekuler Irak masih diizinkan bekerja apabila mereka membayar iuran kartu pertobatan yang harus diperpanjang setiap tahunnya.[478]

Perdagangan narkotika

Menurut Victor Ivanov, kepala badan narkotika nasional Rusia, NIIS mengumpulkan kekayaan dengan menyelundupkan heroin Afghanistan melintasi wilayahnya seperti yang dilakukan Boko Haram.[479] Pendapatan dari aktivitas ini bisa mencapai $1 miliar per tahunnya.[479]

Pertanian

Lahan pertanian antara sungai Tigris dan Eufrat menghasilkan separuh produksi gandum tahunan Suriah dan sepertiga produksi gandum tahunan Irak. NIIS mampu memproduksi hasil tani senilai US$200 juta per tahun bila lahannya dikelola dengan baik.[478]

Sumbangan Arab Saudi dan negara-negara Teluk

Pada Juni 2014, surat kabar The Daily Beast menuduh Arab Saudi, Kuwait, dan Qatar mendanai NIIS.[480][481] Iran dan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki juga menuduh Arab Saudi dan Qatar mendanai kelompok tersebut.[480][482][483] Menjelang konferensi pro-Irak anti-NIIS yang diselenggarakan di Paris tanggal 15 September 2014, menteri luar negeri Prancis mengakui bahwa sejumlah negara yang hadir (Saudi, Qatar, dan Kuwait) "sangat mungkin" mendanai operasi NIIS.[484] Menurut The Atlantic, NIIS bisa jadi merupakan badian dari strategi operasi rahasia Bandar bin Sultan di Suriah.[485]

Beberapa organisasi amal tak terdaftar menjadi perantara dana ke NIIS dengan alasan "sumbangan kemanusiaan". Arab Saudi menerapkan larangan menyeluruh untuk sumbangan tak berizin ke Suriah demi menghentikan arus dana tersebut.[473] Namun demikian, sejumlah sumber menegaskan tidak ada bukti bahwa NIIS didukung langsung oleh negara-negara Teluk.[250][483][486]

Pendukung

Warga Irak dan Suriah

Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber "ideolog jihadis", 90% pejuang NIIS di Irak adalah warga Irak dan 70% pejuang di Suriah adalah warga Suriah. Artikel tersebut menyatakan bahwa kelompok tersebut memiliki 40.000 pejuang dan 60.000 pendukung di Irak dan Suriah.[487]

Warga asing

Menurut laporan Dewan Keamanan PBB bulan Maret 2015, 22.000 pejuang asing dari 100 negara telah berangkat ke Suriah dan Irak, sebagian besar hendak mendukung NIIS. Laporan tersebut memperingatkan bahwa Suriah dan Irak telah menjadi "tempat pendidikan ekstremis tahap akhir".[488] Pada pertengahan 2014, pemimpin NIIS Abu Bakr al-Baghdadi menyerukan, "Berangkatlah, wahai umat Islam, ke negaramu ...".[489]

Laporan PBB bulan Mei 2015 menunjukkan bahwa 25.000 "pejuang teroris asing" dari 100 negara telah bergabung dengan berbagai kelompok "Islamis". Banyak di antaranya yang bekerja untuk NIIS atau al-Qaeda.[490]

Kelompok pendukung

Terrorism Research and Analysis Consortium (TRAC) mengidentifikasi 60 kelompok jihadis di 30 negara yang telah berbaiat atau mendukung NIIS per November 2014. Kelompok-kelompok ini sebelumnya berafiliasi dengan al-Qaeda sehingga menunjukkan adanya peralihan kepemimpinan jihad global ke NIIS.[491]

Kelompok-kelompok berikut telah menyatakan dukungannya kepada NIIS:

Dugaan bantuan Turki

Berbagai pengamat, warga Kurdi Suriah, dan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden menduga Turki mendukung atau bekerja sama dengan NIIS.[508][509][510] Menurut wartawan Patrick Cockburn, ada "bukti kuat bahwa terjadi kerja sama" antara dinas intelijen Turki dan NIIS walaupun "kepastian sifat hubungan tersebut ... masih belum jelas".[511] David L. Phillips dari Columbia University Institute for the Study of Human Rights, yang menyusun daftar tuduhan dan klaim bantuan Turki terhadap NIIS, menulis bahwa dugaan tersebut "berkisar antara kerja sama militer dan transfer senjata hingga bantuan logisitik, bantuan keuangan, dan penyediaan layanan kesehatan".[512] Beberapa pejuang dan komandan NIIS mengklaim bahwa Turki membantu NIIS.[513][514][515] Di dalam Turki sendiri, NIIS diyakini mengakibatkan polarisasi politik antara kaum sekuler dan Islamis.[516]

Pada Juli 2015, serbuan pasukan khusus Amerika Serikat ke rumah "kepala pejabat keuangan" NI, Abu Sayyaf, menemukan bukti bahwa pejabat Turki memiliki hubungan langsung dengan para petinggi NIIS. Menurut seorang pejabat senior Barat, dokumen dan stik USB yang disita dalam serbuan tersebut mengungkapkan hubungan yang "jelas" dan "tak terbantahkan" antara Turki dan NIIS "sehingga hubungan keduanya memiliki dampak kebijakan yang mendalam terhadap hubungan [Barat] dan Ankara".[508]

Turki dihujani kritik karena membiarkan orang-orang luar masuk wilayahnya dan bergabung dengan NIIS di Suriah.[517][518] Dengan banyaknya pejuang Islamis yang melintasi Turki menuju Suriah, Turki dituduh sebagai negara transit bagi para pejuang Islamis dan dijuluki "Gerbang Masuk Jihad".[519] Polisi perbatasan Turki kabarnya membiarkan orang-orang yang masuk Suriah yang bersedia memberi suap.[519] Laporan Sky News mengungkapkan bahwa paspor pejuang Islamis asing yang hendak bergabung dengan NIIS lewat Suriah sudah dicap oleh pemerintah Turki.[520] Seorang komandan NIIS menyatakan bahwa "sebagian besar pejuang yang bergabung dengan kami saat perang pertama kali pecah datang lewat Turki, demikian halnya pasokan peralatan dan persediaan kami".[512][515] Ia juga menambahkan bahwa para pejuang NIIS dirawat di sejumlah rumah sakit Turki.[515]

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa "tindakan Turki merupakan perlindungan de facto terhadap Negara Islam. ... Kabar ini tidak mengejutkan karena kami punya informasi mengenai kepentingan finansial langsung sejumlah pejabat Turki terkait pasokan produk minyak dari pabrik penyulingan yang dikuasai NIIS.”[521] Mantan Wakil Menteri Bidang Terorisme dan Intelijen Keuangan Amerika Serikat, David Cohen (sekarang Wakil Direktur Central Intelligence Agency), mengatakan bahwa Negara Islam mendapatkan $1 juta per hari dari penjualan minyak saja. Menurut informasi yang didapatnya, "NIIS menjual minyak dengan harga yang didiskon besar-besaran kepada sejumlah distributor, termasuk distributor dari Turki, yang kemudian menyelundupkannya untuk dijual kembali. Tampaknya sebagian minyak dari wilayah operasi NIIS dijual kepada warga Kurdi di Irak dan dijual lagi ke Turki”.[522]

Tanggal 10 Desember 2015, anggota DPR dari Partai Rakyat Republik, Eren Erdem, mengklaim bahwa teroris Negara Islam di Suriah menerima semua material yang diperlukan untuk membuat gas sarin lewat Turki. Pernyataannya didasarkan pada bukti dari kasus pidana yang mendadak ditutup. Penyelidikan selanjutnya mengungkapkan bahwa beberapa warga Turki terlibat dalam perundingan dengan perwakilan NIIS terkait pasokan gas sarin.[523]

Dugaan bantuan Qatar

Negara Qatar sudah lama diduga menjadi perantara arus pendanaan NIIS. Meski tidak ada bukti bahwa pemerintah Qatar terlibat dalam pergerakan uang dari Qatar ke NIIS, negara ini dikritik karena tidak berusaha keras untuk menghambat arus pendanaan. Donatur pribadi di Qatar yang bersimpati terhadap misi kelompok-kelompok radikal, misalnya Front al-Nusra dan NIIS, diyakini mengirimkan dana untuk membantu mereka.[524][525] Menurut Departemen Keuangan Amerika Serikat, sejumlah penyalur dana teroris beroperasi di Qatar. Warga negara Qatar, Abd al Rahman al Nuaymi, berperan sebagai perantara bagi donatur Qatar dan para pemimpin al-Qaeda di Irak (AQI). Nuaymi kabarnya menangani transfer dana senilai US$2 juta per bulan ke AQI dalam satu kurun waktu tertentu. Nuaymi juga merupakan satu dari beberapa penyalur dana al-Qaeda di Qatar yang dijatuhi sanksi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Beberapa pejabat Amerika Serikat percaya bahwa pangsa terbesar sumbangan pribadi untuk NIIS dan al-Qaeda justru berasal dari Qatar, bukan Arab Saudi.[526]

Pada bulan Agustus 2014, Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Gerd Müller menuduh Qatar memiliki hubungan dengan NIIS. Ia mengatakan, "Anda perlu bertanya siapa yang mempersenjatai dan mendanai pasukan NIIS. Jawaban yang tersedia hanya Qatar". Menteri Luar Negeri Qatar, Khalid bin Mohammad Al Attiyah, membantah pernyataan tersebut: "Qatar tidak mendukung kelompok ekstremis, termasuk [NIIS], dengan cara apapun. Kami dikejutkan oleh pandangan mereka, metode mereka yang kejam, dan ambisi mereka."[527][528][529][530]

Dugaan bantuan Arab Saudi

Meski pemerintah Arab Saudi menolak klaim yang beredar,[486] mantan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menuduh Arab Saudi mendanai NIIS.[482] Sejumlah media seperti NBC, BBC, dan The New York Times, dan wadah pemikir Washington Institute for Near East Policy menerbitkan laporan terkait sumbangan pribadi dari Arab Saudi ke NIIS dan dukungan Saudi terhadap gerakan Wahhabisme di seluruh dunia, tetapi tidak menemukan bukti bantuan langsung dari pemerintah Saudi terhadap NIIS.[531][532]

Dugaan bantuan Suriah

Serangan NIIS di Suriah: 1 Januari – 21 November 2014[533][tidak imbang? ]

  Serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah (13%)
  Serangan terhadap kelompok lainnya (FSA, dll.) (64%)
  Lainnya (23%)

Semasa Perang Saudara Suriah, walaupun NIIS telah berkali-kali membantai warga sipil Alawiyah dan mengeksekusi tentara Angkatan Darat Suriah Alawiyah,[534][535][536] dan banyak warga Alawiyah mendukung Presiden Bashar al-Assad yang juga Alawiyah,[537] berbagai pihak oposisi dan partai anti-Assad yang menuduh pemerintahan Bashar Assad terlibat kolusi dengan NIIS.[538][539] Kuatnya penolakan NIIS terhadap pemerintah Bashar al-Assad akan menguatkan klaim bahwa pemerintah Suriah sedang diserang oleh "teroris" dan menjadi "rezim sekuler yang melawan al-Qaida dan kelompok jihad fanatik".[540]

Beberapa sumber mengaku bahwa tahanan NIIS secara strategis dibebaskan dari penjara-penjara Suriah pada awal Perang Saudara Suriah tahun 2011.[541] Pemerintah Suriah membeli minyak secara langsung dari NIIS.[542] Pada Maret 2015, laporan Uni Eropa mengungkapkan bahwa pemerintah Suriah dan NIIS bersama-sama mengoperasikan pabrik gas HESCO di Tabqa, Suriah tengah; pabrik ini masih memasok gas ke wilayah yang dikuasai pemerintah, dan pembangkit listrik pemerintah masih memasok listrik ke wilayah NIIS.[543] Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyatakan bahwa pemerintah Suriah sengaja menghindari pasukan NIIS untuk melemahkan oposisi moderat seperti Pasukan Suriah Bebas (FSA),[539] sekaligus "sengaja menyerahkan sebagian wilayahnya ke [NIIS] agar NIIS tampak seperti sumber masalah utama sehingga [Assad] bisa beralasan bahwa ia adalah pelindung Suriah dari [NIIS]".[544] Analisis pangkalan data IHS Jane's Terrorism and Insurgency Center mengonfirmasi bahwa sejak 1 Januari hingga 21 November 2014 hanya 6% serangan pasukan pemerintah Suriah yang diarahkan ke NIIS dan hanya 13% serangan NIIS yang diarahkan ke pasukan pemerintah.[533] Koalisi Nasional Pasukan Revolusi dan Oposisi Suriah menyatakan bahwa pemerintah Suriah memiliki agen di dalam NIIS,[545] demikian halnya dengan Ahrar ash-Sham.[546] Anggota ISIL yang ditangkap FSA mengklaim bahwa mereka diperintahkan untuk melancarkan serangan oleh agen pemerintah Suriah.[547]

Pada tanggal 1 Juni 2015, Amerika Serikat menyatakan bahwa pemerintah Suriah "melakukan serangan udara mendukung" laju NIIS terhadap oposisi Suriah di utara Aleppo.[548] Presiden Koalisi Nasional Suriah Khaled Koja menuduh Assad berperan "sebagai angkatan udara [NIIS]".[549] Menteri Pertahanan Koalisi Nasional Suriah Salim Idris menyatakan bahwa kurang lebih 180 pejabat pemerintahan Suriah juga bekerja untuk NIIS dan memimpin serangan kelompok tersebut bersama Angkatan Darat Arab Suriah.[550]

Laporan tanggal 25 Juni 2015 menyatakan bahwa NIIS menyalurkan gas ke pembangkit listrik yang dikuasai pemerintahan Assad. Selain itu, NIIS memasok gandum dari wilayah timur laut yang dikuasai Kurdi ke wilayah yang dikuasai pemerintah dengan pajak 25%.[551]

Pada tanggal 28 Juni 2015, sebuah sumber yang dekat dengan Organisasi Intelijen Nasional mengklaim bahwa pemerintahan Assad dan NIIS sepakat untuk menghancurkan FSA di Suriah utara, melanjutkan perdagangan minyak, membunuh Zahran Alloush, dan menyerahkan Tadmur dan Sukhna. Sumber tersebut mengatakan bahwa beberapa komandan dari kedua belah pihak bertemu di pabrik gas alam di al-Shaddadi, Hasaka, pada tanggal 28 Mei 2015. Bukannya menyepakati gencatan senjata, mereka justru berfokus menghancurkan musuh bersama, yaitu pasukan pemberontak Suriah, khususnya FSA.[552] Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoğlu menuduh NIIS bangkit karena komunitas internasional tidak mampu membendung rezim Assad sehingga menciptakan kekosongan kekuasaan yang kemudian direbut oleh NIIS.[553]

Pelanggaran HAM dan kejahatan perang

Pada Juli 2014, BBC melaporkan bahwa kepala penyelidik PBB menyatakan, "Para pejuang Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) akan dimasukkan ke daftar terduga pelaku kejahatan perang di Suriah."[554] Per Juni 2014, menurut laporan PBB, NIIS telah membunuh ratusan tahanan perang[555] dan lebih dari 1.000 warga sipil.

Bulan November 2014, Komisi Penyelidikan Suriah PBB menyatakan bahwa NIIS melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.[556][557] Laporan Human Rights Watch bulan November 2014 menuduh NIIS di Derna, Libya, melakukan kejahatan perang dan pelanggaran HAM karena meneror penduduk setempat. Human Rights Watch mendokumentasikan tiga eksekusi di tempat dan sepuluh pelaksanaan hukuman cambuk secara terbuka oleh Dewan Syura Pemuda Islam yang bergabung dengan NIIS bulan November. HRW juga mendokumentasikan pemenggalan tiga penduduk Derna dan pembunuhan puluhan hakim, pejabat publik, anggota pasukan keamanan, dan unsur masyarakat lainnya dengan alasan politik. Sarah Leah Watson, Direktur HRW Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan, "Para komandan [NIIS] harus tahu bahwa mereka akan menghadapi penolakan dalam negeri atau luar negeri atas pelanggaran hak asasi yang dilakukan oleh bawahan mereka."[558]

Mengenai metode NIIS, Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangs menyatakan bahwa kelompok tersebut "berusaha menundukkan warga sipil di bawah kekuasaannya dan mengambil alih segala aspek kehidupan mereka lewat teror, indoktrinasi, dan penyediaan layanan masyarakat bagi penduduk yang mau mematuhi mereka".[559]

Penindasan agama dan kelompok minoritas

Pengungsi Yazidi di Gunung Sinjar, Agustus 2014

NIIS memaksa orang-orang di wilayahnya untuk menjalani hidup sesuai hukum syariah versi NIIS.[560][561] Ada banyak laporan mengenai penggunaan ancaman hukuman mati, penyiksaan, dan mutilasi untuk memaksa perpindahan agama ke Islam,[560][561] dan pembunuhan sejumlah ulama karena menolak berbaiat kepada Negara Islam.[562] NIIS menargetkan tindakan kekerasannya terhadap Muslim Syiah, Alawi, Asiria, dan Kristen Armenia, Yazidi, Druze, Shabak, dan Mandea.[563]

Para pejuang NIIS menargetkan sekte minoritas Alawi di Suriah.[534][537] Negara Islam dan kelompok-kelompok jihadis lainnya kabarnya memimpin serangan terhadap desa-desa Alawi di Kegubernuran Latakia, Suriah, bulan Agustus 2013.[535][564]

Amnesty International menyatakan bahwa NIIS bertanggung jawab atas pembersihan etnis terhadap etnis dan kelompok minoritas agama tertentu di Irak utara dalam "skala yang belum pernah terjadi sebelumnya". Aksi mereka membuat kaum minoritas "terancam terhapus dari peta Irak". Dalam laporan khusus yang dirilis tanggal 2 September 2014, NIIS "secara sistematis menargetkan permukiman Muslim non-Arab dan non-Sunni, membunuh atau menculik ratusan, mungkin ribuan, orang dan memaksa lebih dari 830.000 orang mengungsi dari wilayah yang didudukinya sejak 10 Juni 2014". Di antara orang-orang tersebut terdapat kaum Kristen Asiria, Syiah Turkmen, Syiah Shabak, Yazidi, Kaka'i, dan Mandea Sabea yang sudah hidup bersama selama berabad-abad di Provinsi Nineveh, sebagian besar wilayahnya diduduki oleh NIIS.[565][566]

Beberapa kasus pembunuhan warga sipil dari kalangan agama dan etnis minoritas oleh NIIS terjadi di desa dan kota Quiniyeh (70–90 orang Yazidi tewas), Hardan (60 orang Yazidi tewas), Sinjar (500–2.000 orang Yazidi tewas), Ramadi Jabal (60–70 orang Yazidi tewas), Dhola (50 orang Yazidi tewas), Khana Sor (100 orang Yazidi tewas), Hardan (250–300 orang Yazidi tewas), al-Shimal (puluhan orang Yazidi tewas), Khocho (400 orang Yazidi tewas dan 1.000 diculik), Jadala (14 orang Yazidi tewas),[567] dan Beshir (700 orang Turkmen Syiah tewas).[568] Kasus pembunuhan lainnya terjadi di dekat Mosul (670 tahanan Syiah di penjara Badush tewas)[568] dan penjara Tal Afar, Irak (200 orang Yazidi tewas karena menolak pindah agama).[567] PBB memperkirakan bahwa 5.000 etnis Yazidi dibunuh oleh NIIS saat sebagian wilayah Irak utara dicaplok kelompok tersebut bulan Agustus 2014.[569] Pada akhir Mei 2014, 150 anak laki-laki Kurdi dari Kobani berusia 14–16 tahun diculik dan disiksa, menurut laporan Human Rights Watch.[570] Di kota Ghraneij, Abu Haman, dan Kashkiyeh, 700 anggota suku Al-Shaitat yang beraliran Sunni dibunuh karena merencanakan pemberontakan terhadap NIIS.[571][572] PBB melaporkan bahwa pada bulan Juni 2014, NIIS telah membunuh puluhan ulama Islam Sunni yang menolak berbaiat kepada kelompok tersebut.[562]

Umat Kristen yang ingin tetap tinggal di wilayah pendudukan NIIS diberi tiga pilihan: pindah agama ke Islam, membayar jizyah, atau dibunuh.[573][574] Sesuai pernyataan NIIS, "Kami menawarkan mereka tiga pilihan: Islam; kontrak dzimmi yang mencakup pembayaran pajak jizyah; bila menolak, jalan keluarnya hanyalah pedang."[575] NIIS telah menerapkan aturan serupa bagi umat Kristen di Raqqa, kota yang dulunya sangat liberal di Suriah.[576][577]

Pada tanggal 23 Februari 2015, menanggapi serangan besar-besaran Kurdi di Kegubernuran Al-Hasakah, NIIS menculik 150 orang Kristen Asiria dari pedesaan dekat Tal Tamr (Tell Tamer) di Suriah timur laut setelah melancarkan serangan di kawasan tersebut.[578][579]

Kampanye NIIS di permukiman Kurdi Dan Yazidi di Irak dan Suriah diduga merupakan bagian dari rencana Arabisasi yang terorganisasi. Misalnya, seorang pejabat Kurdi di Kurdistan Irak mengklaim bahwa kampanye NIIS di Sinjar merupakan bagian dari program Arabisasi.[580]

Perlakuan warga sipil

Semasa konflik Irak tahun 2014, NIIS merilis puluhan video yang menampilkan perlakuan buruk terhadap warga sipil. Banyak di antaranya yang menjadi target atas dasar agama atau etnis. Navi Pillay, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, memperingatkan soal kejahatan perang di zona perang Irak. Ia juga merilis laporan PBB mengenai pembunuhan tentara Irak dan 17 warga sipil di satu jalan raya Mosul oleh militan NIIS. PBB melaporkan bahwa dalam kurun 17 hari sejak 5 Juni sampai 22 Juni, NIIS telah membunuh lebih dari 1.000 warga sipil Irak dan menceerai lebih dari 1.000 orang.[581][582][583] Setelah NIIS merilis foto para pejuangnya menembaki beberapa pemuda, PBB menyatakan bahwa "eksekusi" berdarah dingin oleh militan di Irak utara sudah bisa digolongkan sebagai kejahatan perang.[584]

Laju NIIS di Irak pada pertengahan 2014 diiringi oleh berlanjutnya kekerasan di Suriah. Tanggal 29 Mei, NIIS menyerbu sebauh desa di Suriah dan 15 warga sipil di sana dibunuh, termasuk sedikitnya enam anak, menurut Human Rights Watch.[585] Sebuah rumah sakit di kawasan tersebut menerima 15 jenazah pada hari yang sama.[586] Syrian Observatory for Human Rights melaporkan bahwa pada tanggal 1 Juni, seorang pria berusia 102 tahun dibunuh bersama keluarganya di sebuah desa di Kegubernuran Hama.[587] Menurut Reuters, 1.878 orang dibunuh oleh NIIS di Suriah sepanjang paruh akhir 2014, kebanyakan di antaranya merupakan warga sipil.[588]

Di Mosul, NIIS memperkenalkan kurikulum syariah yang melarang pelajaran kesenian, musik, sejarah nasional, sastra, dan Kristen. Meski teori evolusi Charles Darwin tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah Irak, pelajaran tersebut dihapus dari kurikulum sekolah. Lagu-lagu patriotik dinyatakan sebagai bentuk pengkhianatan, dan foto-foto tertentu dihapus dari buku teks sekolah.[589][590][591][592] Banyak orang tua di Irak yang memboikot sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum baru.[593]

Setelah merebut kota di Irak, NIIS mengeluarkan panduan memakai pakaian dan cadar. NIIS memerintahkan agar perempuan di Mosul mengenakan cadar yang menutup muka atau menghadapi hukuman berat.[594] Seorang ulama memberitahu Reuters di Mosul bahwa NIIS menyuruhnya untuk membacakan peraturan tersebut di hadapan jamaah masjidnya. NIIS memerintahkan agar wajah manekin pria dan wanita ditutup dan melarang penggunaan manekin telanjang.[595] Di Al-Raqqah, NIIS memanfaatkan dua batalyon pejuang perempuan di kota tersebut untuk menegakkan peraturan terkait tindak perilaku perempuan.[596]

NIIS merilis 16 catatan berjudul "Kontrak Kota", serangkaian peraturan untuk warga sipil di Nineveh. Salah satu aturan tersebut menyatakan bahwa perempuan harus diam di dalam rumah dan tidak keluar rumah kecuali mendesak. Peraturan lainnya menyatakan bahwa segala bentuk pencurian akan diganjar hukuman potong tangan.[384][597] Selain melarang menjual dan mengonsumsi alkohol, NIIS juga melarang penjualan dan konsumsi rokok dan shisha. NIIS juga melarang "musik dan lagu di mobil, pesta, toko, dan ruang terbuka, serta pajangan bergambar manusia di jendela toko".[598]

Menurut The Economist, praktik yang diterapkan pemerintah Arab Saudi juga ditiru oleh NIIS. Contohnya, NIIS membentuk kepolisian agama untuk mencegah "tindak kejahatan" dan mewajibkan salat berjamaah, penerapan hukuman mati secara luas, dan penghancuran gereja Kristen dan masjid non-Sunni atau pengalihgunaan bangunan tersebut.[294]

NIIS melakukan eksekusi terhadap pria dan wanita yang diduga melanggar hukum dan terbukti melakukan kejahatan terhadap Islam seperti homoseksualitas, perselingkuhan, menonton pornografi, memakai dan memiliki barang selundupan, pemerkosaan, penistaan agama, sihir,[599] murtad dari Islam, dan pembunuhan. Sebelum tersangka dieksekusi, tuduhan dibacakan di hadapan tersangka dan penonton eksekusi. Eksekusi dilakukan dalam berbagai cara, termasuk dilempari batu sampai mati, disalib, dipenggal, dibakar hidup-hidup, dan dilempar dari bangunan tinggi.[600][601][602][603]

Tentara anak

Menurut laporan majalah Foreign Policy, anak-anak berusia enam tahun direkrut atau diculik dan dikirim ke kamp pelatihan militer dan agama. Di sana mereka berlatih memenggal kepala boneka dan didoktrin tentang pandangan agama NIIS. Anak-anak dijadikan tameng manusia di garis depan dan sumber transfusi darah bagi tentara Negara Islam, menurut Shelly Whitman dari Roméo Dallaire Child Soldiers Initiative. Episode kedua dokumenter Vice News tentang NIIS berfokus pada bagaimana kelompok ini mempersiapkan anak-anak untuk pertempuran masa depan. Seorang juru bicara memberitahu Vice News bahwa anak-anak di bawah usia 15 tahun dikirim ke kamp syariah untuk mempelajari agama Islam, sedangkan anak-anak di atas 16 tahun dikirim ke kamp pelatihan militer. Anak-anak juga digunakan sebagai bahan propaganda. Menurut laporan PBB, "Pada pertengahan Agustus, NIIS memasuki rumah sakit kanker di Mosul, memaksa sedikitnya dua pasien anak memegang bendera NIIS dan mengepos fotonya di Internet." Misty Buswell, perwakilan Save the Children yang menangani pengungsi di Yordania, mengatakan, "Perkiraan bahwa kita akan kehilangan satu generasi anak-anak akibat trauma itu tidak dilebih-lebihkan."[604]

Kekerasan dan perbudakan seksual

Kekerasan seksual yang dilakukan oleh NIIS mencakup: pemerkosaan sebagai senjata perang;[605] nikah paksa bagi para pejuangnya;[606] dan perdagangan perempuan sebagai budak seks.[607]

Ada banyak laporan pelecehan dan perbudakan seks terhadap perempuan di wilayah kekuasaan NIIS, khususnya dari kalangan minoritas Kristen dan Yazidi.[608][609] Para pejuang diberitahu bahwa mereka bebas berhubungan seks atau memerkosa tahanan perempuan non-Muslim.[610] Haleh Esfandiari dari Woodrow Wilson International Center for Scholars menyoroti pelecehan perempuan lokal oleh militan NIIS setelah mereka merebut suatu wilayah. Katanya, "Mereka biasanya membawa perempuan yang agak tua ke pasar budak dan menjualnya. Perempuan yang lebih muda ... diperkosa atau dinikahi dengan para pejuang". Ia menambahkan, "Sistem ini didasarkan pada pernikahan sementara. Setelah para pejuang ini berhubungan seks dengan gadis-gadis tersebut, mereka digilir ke pejuang lainnya."[611]

Penaklukan kota-kota di Irak oleh NIIS bulan Juni 2014 diiringi oleh naiknya jumlah kejahatan terhadap wanita, termasuk penculikan dan pemerkosaan.[612][613][614] Menurut Martin Williams di The Citizen, sejumlah penganut Salafi garis keras tampaknya menganggap seks luar nikah dengan beberapa orang sebagai bentuk perang suci yang sah dan "sulit sekali mengaitkan hal ini dengan agama yang mewajibkan wanita untuk menutup tubuhnya dari rambut sampai kaki dengan sedikit celah di bagian mata".[615]

Per Agustus 2015, perdagangan budak seks tampaknya masih melibatkan perempuan Yazidi saja.[607] Perbudakan seks kabarnya dijadikan teknik perekrutan untuk menarik para lelaki dari komunitas Muslim konservatif yang melarang pacaran dan seks luar nikah.[607] Nazand Begikhani mengatakan, "Para wanita [Yazidi] diperlakukan layaknya ternak ... Mereka mengalami kekerasan fisik dan seksual, termasuk pemerkosaan sistematis dan perbudakan seks. Mereka pernah diperjualbelikan di pasar [budak] di Mosul dan Raqqa, Suriah, dengan label harga masing-masing."[616] Menurut laporan PBB< daftar harga budak seks NI berkisar antara 40 sampai 160 dolar Amerika Serikat. Semakin muda budaknya, semakin mahal harganya. Anak perempuan dan laki-laki berusia 1–9 tahun dianggap yang paling mahal. Harga termurah diberikan kepada perempuan berusia antara 40 sampai 50 tahun.[617] Menurut sumber lainnya, harga seorang budak setara dengan harga satu senapan AK-47.[618]

Laporan PBB yang dirilis tanggal 2 Oktober 2014 berdasarkan wawancara dengan 500 saksi mata menyatakan bahwa NIIS menculik 450–500 perempuan ke kawasan Nineveh, Irak, pada bulan Agustus. Dari situ, "150 perempuan yang belum menikah, kebanyakan dari kalangan Yazidi dan Kristen, kabarnya dipindahkan ke Suriah, lalu dihadiahkan kepada pejuang NIIS atau dijual sebagai budak seks".[609] Pada pertengahan Oktober, PBB membenarkan bahwa 5.000–7.000 perempuan Yazidi diculik oleh NIIS dan dijual sebagai budak.[569][619] Bulan November 2014, The New York Times menerbitkan laporan penangkapan dan penyiksaan berdasarkan kesaksian lima orang yang kabur dari NIIS.[620] Bulan Desember 2014, Kementerian Hak Asasi Manusia Irak mengumumkan bahwa NIIS telah membunuh lebih dari 150 perempuan di Fallujah yang menolak terlibat dalam jihad seks.[621][622] Perempuan non-Muslim kabarnya dinikahkan dengan para pejuang tanpa seizin mereka. NIIS mengklaim bahwa perempuan menyediakan mualaf baru dan anak-anak yang diperlukan untuk memperluas wilayah kendali NIIS.[623]

Tidak lama setelah kematian sandera asal Amerika Serikat, Kayla Mueller, dikonfirmasi tanggal 10 Februari 2015,[624] sejumlah media melaporkan bahwa komunitas intelijen Amerika Serikat yakin bahwa ia diperistri oleh seorang pejuang NIIS.[625][626][627] Pada Agustus 2015, muncul pernyataan resmi bahwa Mueller dipaksa menikah[628] dengan Abu Bakr al-Baghdadi yang memerkosanya berkali-kali.[629][630][631][632][633][634][635] Keluarga Mueller diberitahu oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) bahwa Abu Bakr al-Baghdadi telah melakukan pelecehan seks terhadap Mueller dan menyiksanya.[634] Istri Abu Sayyaf, Umm Sayyaf, membenarkan bahwa suaminya merupakan pelaku utama penyiksaan Mueller.[636]

Dalam majalah digital Dabiq, NIIS secara eksplisit mengesahkan perbudakan perempuan Yazidi dengan dasar agama.[637][638][639] Menurut The Wall Street Journal, NIIS mengacu pada kepercayaan kiamat dan mencari "pembenaran [dari] sebuah hadits tafsiran mereka yang menyebut kebangkitan perbudakan sebagai awal dari akhir dunia".[640] NIIS merujuk pada hadits dan Quran saat mengklaim hak memperbudak dan memerkosa tahanan wanita non-Muslim.[637][641][642] Menurut Dabiq, "memperbudak keluarga kuffar dan menjadikan perempuan di dalamnya sebagai selir adalah bagian resmi dari syariah; bila seseorang membantah atau memperoloknya, ia dianggap membantah atau memperolok ayat-ayat Quran dan perkataan Nabi ... dan lantas murtad dari Islam." Perempuan Yazidi yang diculik dibagi-bagikan ke para pejuang yang menculiknya; seperlima dari jumlah yang didapat diambil sebagai pajak.[642][643] NIIS dihujani kritik dari para cendekiawan Muslim dan tokoh lainnya di negara-negara Islam karena memanfaatkan ayat Quran untuk mengambil keputusan sendiri alih-alih mempertimbangkan seisi Quran dan hadits.[637][641][642] Menurut Mona Siddiqui, "tafsir [NIIS] mungkin saja beralasan jihad dan 'berjuang di jalan Allah', tetapi tafsir tersebut setara dengan menghancurkan semua dan siapapun yang tidak sepakat dengan mereka"; ia menyebut NIIS mencerminkan "campuran mematikan antara kekerasan dan kekuasaan seks" dan "pandangan keperkasaan yang sangat melenceng".[623] Dabiq menyebut "perbudakan besar-besaran" non-Muslim ini terjadi "mungkin untuk pertama kalinya sejak hukum syariah ditinggalkan".[642][643]

Pada akhir 2014, NIIS merilis selebaran yang berfokus pada perlakuan budak perempuan.[644][645] Selebaran tersebut mengklaim bahwa Quran mengizinkan para pejuang NIIS berhubungan seks dengan tahanan, termasuk anak kecil, dan memukul budak sebagai bentuk hukuman disiplin. Selebaran tersebut juga mengizinkan pejuang NIIS memperdagangkan budak, termasuk untuk keperluan seks, asalkan mereka tidak dihamili oleh pemiliknya.[644][645][646] Charlie Winter, peneliti wadah pemikir kontra-ekstremis Quilliam, menyebut selebaran tersebut "menjijikkan".[646][647] Menanggapi dokumen tersebut, Abbas Barzegar, dosen agama Georgia State University, mengatakan bahwa Muslim di seluruh dunia menganggap "penafsiran Islam [versi NIIS] mengerikan dan menjijikkan".[648] Para pemimpin dan cendekiawan Muslim di seluruh dunia menolak keabsahan klaim NIIS. Mereka mengaku bahwa perbudakan bukan tindakan yang Islami dan mereka diwajibkan melindungi "ahli kitab", termasuk umat Kristen, Yahudi, Muslim, dan Yazidi. Mereka juga mencap fatwa NIIS tidak sah karena tidak ada kewenangan agama dan tidak konsisten dengan ajaran Islam.[649][650]

The Independent melaporkan pada tahun 2015 bahwa penggunaan budak seks Yazidi menciptakan perpecahan di kalangan pejuang NIIS. Sajad Jiyad, peneliti dan anggota Iraqi Institute for Economic Reform, memberitahu surat kabar tersebut bahwa banyak pendukung dan pejuang NIIS yang membantah perdagangan perempuan Yazidi sebelum Dabiq menerbitkan artikel yang membenarkan praktik tersebut.[651][652] The New York Times menulis pada Agustus 2015 bahwa "pemberontakan sistematis perempuan dari kalangan minoritas Yazidi sangat tertanam dalam organisasi ini dan teologi radikal Negara Islam satu tahun setelah kelompok tersebut mengumumkan akan meresmikan kembali perbudakan."[607] Artikel tersebut mengklaim bahwa NIIS tidak hanya membangkitkan perbudakan, melainkan juga menyucikannya. Artikel ini memaparkan kesaksian para korban yang berhasil kabur. Seorang korban berusia 15 tahun mengatakan bahwa ketika ia dilecehkan, pemerkosanya "terus mengatakan kepada[nya] bahwa ini merupakan ibadah"; seorang korban berusia 12 tahun mengatakan bahwa pemerkosanya mengaku, "dengan memerkosa[nya], ia merasa lebih dekat dengan Tuhan";[607] dan seorang tahanan dewasa mengatakan bahwa ia sempat menanyakan penculiknya tentang memerkosa anak berusia 12 tahun berkali-kali dan dijawab, "Bukan. Ia bukan anak kecil. Ia adalah budak dan ia tahu cara berhubungan seks dan berhubungan seks dengannya adalah tindakan yang dipuji Tuhan."[607]

Serangan terhadap wartawan

Committee to Protect Journalists menyatakan: "Tanpa pers bebas, hak asasi manusia lainnya tak dapat diperjuangkan."[653] NIIS telah menyiksa dan membunuh wartawan lokal.[654][655] Reporters Without Borders menyebut aksi tersebut menciptakan "lubang hitam berita" di daerah-daerah yang diduduki NIIS. Para pejuang NIIS kabarnya diberi perintah tertulis untuk membunuh atau menangkap wartawan.[656]

Bulan Desember 2013, dua pengebom bunuh diri menyerbu markas TV Salaheddin dan membunuh lima wartawan karena stasiun tersebut dianggap "memberi citra buruk bagi masyarakat Sunni Irak". Reporters Without Borders melaporkan bahwa pada tanggal 7 September 2014, NIIS menculik Raad al-Azzawi, kamerawan TV Salaheddin, dari desa Samra, sebelah timur Tikrit; al-Azzawi dipenggal secara terbuka tanggal 11 Oktober.[657] Per Oktober 2014, menurut Journalistic Freedoms Observatory, NIIS menahan sembilan wartawan dan mengintai sembilan lainnya di Mosul dan provinsi Salahuddin.[656]

Sepanjang tahun 2013 dan 2014, sebuah satuan NIIS bernama the Beatles menculik dan menyandera 12 wartawan Barat beserta pekerja sosial dan sandera asing lainnya. Jumlah sandera diketahui mencapai 23 atau 24 orang. Wartawan Polandia Marcin Suder diculik bulan Juli 2013, tetapi kabur empat bulan kemudian.[658] Satuan tersebut mengeksekusi wartawan Amerika Serikat, James Foley dan Steven Sotloff, dan merilis video pemenggalannya. Delapan wartawan lain dibebaskan setelah tebusannya dibayar: wartawan Denmark Daniel Rye Ottosen; wartawan Prancis Didier François, Edouard Elias, Nicolas Hénin, dan Pierre Torres; dan wartawan Spanyol Marc Marginedas, Javier Espinosa, dan Ricardo García Vilanova. Satuan ini masih menyandera wartawan Britania John Cantlie dan seorang pekerja sosial wanita.[659]

Grup keamanan siber Citizen Lab merilis laporan bahwa mereka menemukan potensi hubungan antara NIIS dan serangan digital terhadap grup media warga Suriah Raqqa Is Being Slaughtered Silently (RSS). Para pendukung grup media tersebut menerima surel tautan yang mengarah ke foto serangan udara. Tautan tersebut justru menanamkan malware ke komputer pengguna yang mengirimkan rincian alamat IP dan sistem komputer pengguna setiap kali komputer dinyalakan ulang. Informasi tersebut cukup bagi NIIS untuk melacak pendukung RSS. Menurut laporan tersebut, "[RSS] menjadi target penculikan, serbuan rumah, dan sedikitnya satu dugaan pembunuhan terencana. ... Saat laporan ini ditulis, NIIS diduga sedang menyandera beberapa wartawan warga di Raqqa".[660]

Tanggal 8 Januari 2015, anggota NIIS di Libya mengklaim telah mengeksekusi wartawan Tunisia, Sofiene Chourabi dan Nadhir Ktari, yang menghilang bulan September 2014.[661] Pada bulan itu juga, wartawan Jepang Kenji Goto diculik dan dipenggal setelah tebusan senilai $200 juta tidak dibayarkan.[662]

Pemenggalan dan eksekusi massal

Banyak warga Suriah dan Irak, beberapa tentara Lebanon, sedikitnya sepuluh warga Kurdi, dua wartawan Amerika Serikat, satu pekerja bantuan Amerika Serikat dan dua dari Britania Raya, dan tiga warga Libya dipenggal oleh Negara Islam Irak dan Syam.[butuh rujukan] NIIS menggunakan pemenggalan untuk mengintimidasi penduduk setempat dan merilis sejumlah video propaganda yang ditujukan kepada negara-negara Barat.[663] Mereka juga melakukan eksekusi terbuka tentara dan warga sipil Suriah dan Irak secara massal,[537] kadang memaksa tahanan untuk menggali kuburannya sendiri sebelum menembaki barisan tahanan dan mendorong para tahanan ke dalam.[664][665] NIIS kabarnya memenggal sekitar 100 pejuang asing yang berusaha desersi dan kabur dari Raqqa.[666]

Penggunaan senjata kimia

Warga Kurdi di Irak utara kabarnya diserang oleh NIIS dengan senjata kimia pada Agustus 2015.[667] NIIS diduga kuat melepaskan gas klorin di Kobani. Senjata kimia tersebut mungkin berasal dari tempat penyimpanan snejata kimia di Al-Muthanna yang berisi 2.500 roket kimia. Meski kandungan kimia roketnya sudah kurang ampuh, NIIS mungkin menggunakannya secara terpusat.[668]

Penghancuran warisan budaya dan agama

Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova memperingatkan bahwa NIIS sedang menghancurkan warisan budaya Irak lewat operasi pembersihan budaya. "Kita tidak punya banyak waktu karena para ekstremis hendak melenyapkan identitas, karena mereka tahu bahwa apabila identitas tidak ada, hilang pula ingatan, hilang pula sejarah", katanya. Mengacu pada kebudayaan kuno umat Kristen, Yazidi, dan kaum minoritas lain, ia mengatakan, "Ada cara untuk menghancurkan identitas. Hilangkan saja budaya mereka, hilangkan sejarah mereka, warisan mereka, dan itu sebabnya tindakan ini setara dengan genosida. Selain penindasan fisik, mereka hendak melenyapkan – menghapus – ingatan akan keragaman budaya ini. ... Menurut kami, tindakan ini mengejutkan dan tidak dapat diterima."[669] Saad Eskander, kepala Arsip Nasional Irak, mengatakan, "Untuk pertama kalinya umat manusia mengalami pembersihan budaya. ... Bagi kaum Yazidi, agama itu dari mulut ke mulut, tidak ada yang ditulis. Dengan menghancurkan tempat ibadah mereka ... Anda membunuh ingatan budaya. Sama halnya dengan umat Kristen - ini memang suatu ancaman yang tak dapat dibayangkan."[670]

Pada Juli 2014, NIIS menghancurkan masjid yang dipersembahkan kepada Yunus di Mosul

Untuk mendanai aktivitasnya, NIIS mencuri artefak dari Suriah[671] dan Irak dan menjualnya ke Eropa. NIIS diperkirakan meraup US$200 juta per tahun lewat penjarahan budaya saja. UNESCO meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengendalikan penjualan barang antik sama seperti yang pernah dilakukan DK PBB setelah Perang Irak 2003. UNESCO bekerja sama dengan Interpol, otoritas bea cukai nasional, museum, dan rumah lelang besar untuk mencegah penjualan barang jarahan.[670] ISIL menduduki Museum Mosul, museum terpenting kedua di Irak, menjelang pembukaannya kembali setelah direnovasi bertahun-tahun pasca-Perang Irak. NIIS menyatakan bahwa patung-patung di dalamnya berlawanan dengan ajaran Islam dan mengancam menghancurkan isi museum tersebut.[672][673]

NIIS menganggap berdoa di kuburan sebagai tindakan syirik dan berupaya menyucikan kaum kafir. NIIS menggunakan alat berat untuk menghancurkan berbagai bangunan dan situs arkeologi.[673] Bernard Haykel menyebut tindakan al-Baghdadi sebagai "Wahhabisme yang belum jinak". Ia mengatakan, "Bagi Al Qaeda, kekerasan adalah cara mencapai tujuan; bagi NIIS, [kekerasan] adalah tujuan itu sendiri".[293] Penghancuran makam dan tempat suci nabi Yunus, masjid Imam Yahya Abu al-Qassimin abad ke-13, tempat suci nabi Jerjis abad ke-14, dan upaya penghancuran menara Hadba di Masjid Agung Al-Nuri abad ke-12 pada bulan Juli 2014 dijuluki sebagai "tindakan Wahhabisme ekstrem yang tidak dicegah".[674] "Ada serangakain ledakan yang menghancurkan bangunan zaman Asiria", kata direktur Museum Nasional Irak, Qais Rasyid, mengacu pada penghancuran tempat suci Yunus. Ia menyebut kasus lain ketika "Daesh (NIIS) mengumpulkan lebih dari 1.500 manuskrip dari kuil dan tempat suci lainnya dan membakarnya di alun-alun kota".[675] Pada Maret 2015, NIIS kabarnya menghancurkan kota Nimrud yang dibangun pada zaman Asiria abad ke-13 SM dengan alasan syirik. Direktur Jenderal UNESCO menganggap tindakan tersebut sebagai kejahatan perang.[676]

Eksploitasi kejadian bencana alam

NIIS dilaporkan mengeksploitasi kejadian gempa bumi brutal di Turki dan Suriah 6 Februari 2023 untuk konten propagandanya yang dianggap merampas hak korban gempa bumi, tidak sesuai sains kontemporer (oversimplifikasi proto-ilmiah), aksi "main hakim sendiri" secara verbal, "kesempatan dalam kesempitan" menarasikannya sebagai berikut:

"amukan Ilahi kepada bangsa Turki karena meninggalkan hukum Syariah, menegakkan hukum bangsa kafir, menjalani gaya hidup bangsa kafir, menyatakan perang melawan NIIS dan bersekutu dengan bala tentara bangsa kafir (NATO)"

dalam narasi propagandanya.[677]

Klasifikasi

Status organisasi teroris

OrganisasiTanggalLembagaReferensi
Organisasi multinasional
 Perserikatan Bangsa-Bangsa18 Oktober 2004 (dengan nama al-Qaeda di Irak)
30 Mei 2013 (setelah berpisah dari al‑Qaeda)
Dewan Keamanan PBB[678][679][680]
 Uni Eropa2004Dewan UE (melalui penerapan Daftar Sanksi al-Qaeda PBB)[681]
Negara
 Britania RayaMaret 2001 (bagian dari al-Qaeda)
20 Juni 2014 (setelah berpisah dari al‑Qaeda)
Kementerian Dalam Negeri Britania[682]
 Amerika Serikat17 Desember 2004 (dengan nama al-Qaeda di Irak)Departemen Luar Negeri Amerika Serikat[683]
 Australia2 Maret 2005 (dengan nama al-Qaeda di Irak)
14 December 2013 (setelah berpisah dari al‑Qaeda)
Jaksa Umum Australia[684]
 Kanada20 Agustus 2012Parlemen Kanada[685]
 Turki30 Oktober 2013Majelis Nasional Besar Turki[686][687]
 Arab Saudi7 Maret 2014Dekret Raja Arab Saudi[688]
 Indonesia1 Agustus 2014Badan Nasional Penanggulangan Terorisme[689]
 Uni Emirat Arab20 Agustus 2014Kabinet Uni Emirat Arab[690]
 Malaysia24 September 2014Kementerian Luar Negeri[691]
 Mesir30 November 2014Pengadilan Urusan Mendesak Kairo[692][693]
 India16 Desember 2014Kementerian Dalam Negeri[694][695]
 Russia29 Desember 2014Mahkamah Agung Rusia[696]
 Kirgizstan25 Maret 2015Komite Keamanan Nasional Kirgizstan[697]
 Suriah[698]
 Yordania[699]
 Pakistan29 Agustus 2015Kementerian Dalam Negeri[700]

Resolusi 1267 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (1999) mencantumkan Osama bin Laden dan rekan sejawatnya di al-Qaeda sebagai operator jaringan kamp pelatihan teroris.[701] Komite Sanksi Al-Qaida PBB pertama kali memasukkan NIIS ke daftar sanksinya dengan nama "Al-Qaida in Iraq" tanggal 18 Oktober 2004 sebagai badan/kelompok yang berkaitan dengan al-Qaeda. Pada tanggal 2 Juni 2014, kelompok ini terdaftar dengan nama "Islamic State in Iraq and the Levant". Uni Eropa mengadopsi daftar sanksi PBB pada tahun 2002.[681]

Masyarakat meletakkan bunga di luar kedutaan besar Prancis di Moskow setelah serangan Paris November 2015.

Banyak pemimpin dunia dan juru bicara pemerintahan yang mencap NIIS sebagai kelompok teroris atau melarang pendiriannya tanpa menetapkannya sebagai organisasi teroris resmi.

Pemerintah Jerman melarang NIIS pada bulan September 2014. Aktivitas yang dilarang meliputi sumbangan dana, perekrutan anggota, pertemuan NIIS dan penyebaran propaganda, pengibaran bendera dan simbol NIIS, dan segala aktivitas NIIS. Menurut politikus Jerman Thomas de Maizière, "organisasi teror Negara Islam adalah ancaman terhadap keamanan masyarakat di Jerman. ... Larangan tersebut ditujukan kepada teroris yang memanfaatkan agama untuk meraih tujuan kejahatannya." Larangan tersebut tidak berarti NIIS telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing di Jerman karena penetapan semacam itu memerlukan keputusan pengadilan.[702]

Pada bulan Oktober 2014, Swiss melarang aktivitas NIIS di negara tersebut, termasuk propaganda dan bantuan keuangan untuk para pejuang, dengan ancaman kurungan penjara.[703]

Pada pertengahan Desember 2014, India melarang NIIS setelah menangkap operator akun Twitter pro-NIIS.[704]

Pakistan menetapkan NIIS sebagai organisasi terlarang pada akhir Agustus 2015. Semua elemen yang menyatakan simpatinya terhadap keloompok tersebut akan masuk daftar hitam dan dijatuhi sanksi.[700]

Sumber media di seluruh dunia telah menetapkan NIIS sebagai organisasi teroris.[147][224][434][476][560][689]

Kelompok teroris, milisi, atau penguasa wilayah

Pada tahun 2014, NIIS cenderung dipandang sebagai milisi alih-alih kelompok teroris.[705] Ketika kota-kota besar di Irak jatuh ke tangan NIIS bulan Juni 2014, Jessica Lewis, mantan pejabat intelijen Angkatan Darat A.S. di Institute for the Study of War, menjelaskan bahwa NIIS

Templat:Quote

Lewis menyebut NIIS

Templat:Quote

Meski sejumlah pejabat khawatir NIIS akan memicu serangan di Amerika Serikat lewat simpatisan atau veteran NIIS, badan intelijen A.S. tidak menemukan rencana atau ancaman tertentu. Mantan Menteri Pertahanan A.S. Chuck Hagel melihat "ancaman mendesak terhadap segala kepentingan kita," tetapi mantan penasihat kontra-terorisme Daniel Benjamin menyebut pernyataan penuh peringatan semacam itu "omong kosong" yang membuat masyarakat panik.[706]

Mantan Menteri Luar Negeri Britania Raya David Miliband mengakui bahwa invasi Irak 2003 memicu terbentuknya NIIS.[707]

Sejumlah komentator berita seperti kolumnis harian internasional Gwynne Dyer,[708] dan sampel opini publik Amerika Serikat seperti survei NPR,[709] mendukung tanggapan kuat tetapi teratur terhadap tindakan provokasi NIIS. Di The Guardian, Pankaj Mishra menolak pandangan bahwa kelompok ini merupakan kebangkitan Islam abad pertengahan dan menyatakan bahwa

Templat:Quote

Kritik dan kontroversi

Templat:Anchor

Kritik dari kalangan Muslim

Templat:Main Ekstremisme Islam sudah ada sejak abad ke-7 di kalangan kaum Khawarij. Dari posisi politiknya, mereka mengembangkan doktrin ekstrem yang membedakan golongannya dengan golongan Muslim Sunni dan Syi'ah. Kaum Khariji dikenal karena mengadopsi pendekatan radikal terhadap konsep takfiri; mereka menyatakan bahwa Muslim selain mereka adalah kafir dan layak dibunuh.[710][711][712]

NIIS dihujani banyak kritik dari sesama Muslim, khususnya alim ulama dan teolog. Pada akhir Agustus 2014, Mufti Agung Arab Saudi, Abdul-Aziz ibn Abdullah Al ash-Sheikh, mengutuk Negara Islam dan al-Qaeda dengan menyatakan, "Ide dan terorisme ekstremis dan militan yang menyebarkan kerusakan di muka Bumi [dan] menghancurkan peradaban manusia bukan bagian dari Islam, melainkan musuh Islam nomor satu, dan Muslim adalah korban pertama mereka".[713] Pada akhir September 2014, 126 imam Sunni dan ulama Islam—terutama Sufi[714]—dari seluruh dunia menandatangani surat terbuka kepada pemimpin Negara Islam, al-Baghdadi, yang isinya menolak dan membantah penafsiran teks-teks Islam, Quran dan hadits, versi NIIS yang dimanfaatkan untuk membenarkan segala tindakannya.[650][715] Menurut surat tersebut, "[NIIS] memelintirkan Islam menjadi agama kekerasan, kebrutalan, penyiksaan, dan pembunuhan ... ini melenceng sekali dan merupakan pelanggaran terhadap Islam, Muslim, dan seluruh dunia."[649] Surat tersebut menegur Negara Islam karena membunuh tahanan, dan menyatakan pembunuhan tersebut adalah "kejahatan perang yang hina" dan penindasan kaum Yazidi di Irak "sangat terkutuk". Terkait "klaim 'Negara Islam'", surat tersebut menolak eksistensi kelompok tersebut karena melaksanakan pembunuhan dan aksi brutal dengan alasan jihad—perjuangan suci—dan menyatakan bahwa "pengorbanan" tanpa sebab, tujuan, dan niat yang jelas "bukanlah jihad, melainkan seruan perang dan tindak kejahatan".[649][716] Surat tersebut juga menuduh NIIS melakukan fitnah dengan melakukan perbudakan yang berlawanan dengan kesepakatan anti-perbudakan yang dikemukakan berbagai ulama.[649] Sejumlah ulama juga mencap NIIS bukan golongan Sunni, melainkan Khawarij.[710]

Unjuk rasa Kurdi terhadap NIIS di Wina, Austria, 10 Oktober 2014

Templat:Anchor

Menurut The New York Times, "semua teoriwan jihadis paling berpengaruh mengkritik Negara Islam karena melenceng [dari ajaran asli] dan menyatakan [Negara Islam] tidak sah". Mereka juga menolak NIIS karena memenggal wartawan dan pekerja sosial.[293] Eksistensi NIIS ditolak olah berbagai pemuka agama Islam, termasuk ulama Saudi dan al-Qaeda.[286][293] Templat:Anchor

Kritikus Sunni, termasuk mufti Salafi dan jihadis seperti Adnan al-Aroor dan Abu Basir al-Tartusi, mengatakan bahwa NIIS dan kelompok teroris lainnya bukan Sunni, melainkan Khawarij modern—Muslim yang keluar dari arus utama Islam—yang berusaha mengusung agenda anti-Islam imperialis.[717][718] Kritikus NIIS lainnya meliputi kaum Salafis yang sebelumnya mendukung kelompok-kelompok jihadis seperti al-Qaeda, misalnya pejabat pemerintahan Saudi Saleh Al-Fawzan yang dikenal karena pandangan-pandangan ekstremnya. Al-Fawzan mengklaim bahwa NIIS adalah ciptaan "kaum Zionis, Salibis, dan Safavid". Penulis Yordania-Palestina, Abu Muhammad al-Maqdisi, mantan pengajar spiritual Abu Musab al-Zarqawi, dibebaskan dari penjara di Yordania bulan Juni 2014 dan menuduh NIIS berusaha memecah-belah persatuan Muslim.[718]

Deklarasi kekhalifahan NIIS dikritik dan legitimasinya dipertanyakan oleh sejumlah negara di Timur Tengah, kelompok jihadis,[719] dan ulama dan sejarawan Muslim Sunni. Penyiar TV dan ulama Qatar Yusuf al-Qaradawi menyatakan, "Deklarasi yang dikeluarkan Negara Islam tidak sah menurut syariah dan memiliki dampak berbahaya bagi umat Sunni di Irak dan pemberontakan di Suriah". Ia juga menambahkan bahwa gelar khalifah "hanya dapat dianugerahkan oleh seluruh umat Islam", bukan satu kelompok saja.[720] Kritik juga dilontarkan karena NIIS memberlakukan hukuman mati bagi Muslim yang melanggar hukum syariah tradisional, tetapi pada saat yang bersamaan melanggarnya (contohnya meminta perempuan pindah ke wilayahnya tanpa wali—pendamping laki-laki—dan tanpa keinginannya).[721] NIIS juga dikritik karena menggembar-gemborkan pencitraan lama (penunggang kuda dan pedang), tetapi melakukan bidah (pemutakhiran agama) dengan membentuk kepolisian agama perempuan (Brigade Al-Khansaa).[722]

Dua hari setelah pemenggalan Hervé Gourdel, ratusan Muslim berkumpul di Masjid Agung Paris untuk menunjukkan solidaritas terhadap korban pemenggalan tersebut. Unjuk rasa ini dipimpin oleh ketua Dewan Umat Islam Prancis, Dalil Boubakeur, dan diikuti oleh ribuan Muslim di seluruh Prancis dengan slogan "Not in my name" ("jangan bawa-bawa agama saya").[723][724] Presiden Prancis François Hollande menyatakan bahwa pemenggalan Gourdel merupakan "tindakan pengecut" dan "keji". Ia juga membenarkan bahwa serangan udara terhadap target-target NIIS di Irak akan terus berlanjut. Hollande juga mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Bendera di seluruh Prancis dikibarkan setengah tiang dan keamanan di seluruh Paris diperketat.[723]

Seorang hakim pengadilan syariah Front Islam di Aleppo, Mohamed Najeeb Bannan, menyatakan bahwa, "Hukum mengacu pada syariah Islam, Kasusnya beragam, mulai dari perampokan, penggunaan obat-obatan terlarang, hingga kejahatan moral. Tugas kami adalah mempertimbangkan semua tindak kejahatan yang dilaporkan kepada kami. ... Setelah rezim [Assad] runtuh, kami yakin mayoritas Muslim di Suriah akan mendukung pembentukan negara Islam. Tentu saja, penting sekali untuk mengatakan bahwa syariah Islam akan memotong tangan dan kepala orang-orang, tetapi ini hanya berlaku untuk penjahat. Membunuh, menyalib orang-orang tanpa alasan yang jelas tidak benar sama sekali." Terkait perbedaan antara syariah versi Front Islam dan NIIS, ia mengatakan, "Salah satu kesalahan mereka adalah mereka mulai menerapkan syariah sebelum rezim [Assad] jatuh dan sebelum memiliki tamkin [negara yang stabil]. Mereka mengira Tuhan mengizinkan mereka menguasai wilayah dan langsung mendirikan kekhalifahan. Ini jelas-jelas bertentangan dengan ajaran para alim ulama di seluruh dunia. Di sinilah kesalahan [NIIS]. Mereka justru akan membawa banyak masalah. Semua orang yang menolak [NIIS] akan dianggap menolak syariah dan dihukum berat."[725][726]

Al-Qaeda & Al-Nusra sudah lama mencoba memanfaatkan kebangkitan NIIS dengan mengklaim ideologinya "lebih moderat" dibandingkan NIIS yang "lebih ekstrem" meski tujuannya sama-sama menerapkan syariah dan mendirikan kekhalifahan. Kedua kelompok tersebut mengaku melakukannya secara bertahap, tidak seperti NIIS.[727][728][729][730][731] Al-Nusra mengkritik penerapan syariah yang terlalu cepat oleh NIIS karena malah mengusir banyak orang. Al-Nusra justru memilih pendekatan bertahap a la al-Qaeda dengan mempersiapkan masyarakat untuk menerimanya lewat pendidikan sebelum melaksanakan aspek-aspek hudud dalam syariah seperti melempar kaum homoseksual dari atas bangunan, memotong tangan, dan rajam.[303] Nusra dan ISIL sama-sama menolak aliran Druze. Perbedaannya adalah Nusra tampaknya lebih puas menghancurkan tempat-tempat ibadah Druze dan memperkenalkan aliran Sunni ke umat Druze, sedangkan NIIS ingin melenyapkan umat Druze seperti yang mereka lakukan terhadap kaum Yazidi.[732]

Ayman al-Zawahiri meminta konsultasi (syura) dengan "cara-cara nabawi" saat hendak mendirikan kekhalifahan. Ia mengkritik Baghdadi karena tidak mengikuti cara resmi. Ia juga meminta anggota NIIS bergabung dengan al-Qaeda untuk berjuang melawan Assad, Syi'ah, Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat dan menghentikan perselisihan antara sesama kelompok jihadis. Ia meminta para jihadis untuk mendirikan negara Islam di Mesir dan Syam, pelan-pelan menerapkan hukum syariah sebelum mendirikan kekhalifahan, dan melakukan serangan besar terhadap Amerika Serikat dan BArat.[733]

Kelompok Jaysh al-Islam di Front Islam mengkritik NIIS dengan alasan, "Mereka membunuh umat Islam dan membiarkan para pemuja berhala" dan "mereka memanfaatkan ayat-ayat tentang orang kafir dan menggunakannya terhadap sesama Muslim".[734] Kritik utama yang dilontarkan para desertir NIIS adalah NIIS memerangi dan membunuhi sesama Muslim Sunni,[735] jadi bukan non-Sunni saja yang menjadi korban kekerasan NIIS.[736][737] Akan tetapi, sejumlah desertir NIIS merupakan mata-mata dan agen yang masih bekerja untuk NIIS dan memalsukan desersi mereka.

Imam Besar al-Azhar dan mantan presiden Universitas al-Azhar, Ahmed el-Tayeb, mengutuk keras Negara Islam Irak dan Syam karena bertindak "dengan alasan agama suci dan menggunakan nama 'Negara Islam' untuk menyebarkan ajaran Islam mereka yang keliru".[738][739] Ia mengutip Quran: "Hukuman bagi mereka yang berperang melawan Tuhan dan Nabinya dan mereka yang berusaha menyebarkan kerusakana di muka Bumi adalah kematian, penggantungan, pemotongan tangan dan kaki di bagian tubuh berbeda, atau pengusiran dari tempat tinggalnya. Ini merupakan hukuman bagi mereka di dunia, dan mereka akan mendapatkan hukuman berat di akhirat." Meski El-Tayeb dikritik karena tidak menganggap Negara Islam melakukan bidah,[740][741] mazhab Ash'ari yang diikuti El-Tayeb tidak membolehkan mencap murtad seseorang yang mengucapkan kalimat syahadat.[740] El-Tayeb sangat menolak praktik takfirisme (mencap murtad seorang Muslim) yang dilakukan Negara Islam untuk "menghakimi dan menuduh siapapun yang tidak mengikuti aliran mereka sebagai orang murtad dan melenceng dari ajaran mereka". Ia juga mengkritik NIIS karena mendeklarasikan "Jihad terhadap Muslim damai" berlandaskan "penafsiran ayat-ayat Quran yang melenceng, Sunnah nabi, dan pandangan sejumlah Imam yang salah meyakini bahwa mereka adalah pemimpin pasukan Muslim melawan bangsa kafir di tanah kafir."[742]

Mehdi Hasan, seorang wartawan politik Britania Raya, menyatakan di New Statesman,

Templat:Quote

Hassan Hassan, seorang analis di Delma Institute, menulis di The Guardian bahwa karena Negara Islam "mendasarkan ajaran-ajarannya pada teks agama yang tidak ingin ditangani oleh pemuka agama Islam arus utama, para anggota baru yang meninggalkan kamp pelatihan [NIIS] merasa telah menemukan ajaran Islam yang sejati".[287] Pada pertengahan Februari 2015, Graeme Wood, seorang pengajar ilmu politik di Universitas Yale, mengatakan di The Atlantic bahwa, "Agama yang di diajarkan oleh para pengikutnya yang setia berasal dari penafsiran Islam yang sangat utuh dan cermat."[52]

Kritik dari dunia internasional

NIIS mendapat kritik dari dunia internasional karena pandangan ekstremnya, termasuk pemerintahan dan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amnesty International. Pada tanggal 24 September 2014, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-Moon menyatakan: "Seperti yang telah dikatakan oleh para pemuka agama Islam di seluruh dunia, kelompok-kelompok seperti NIIS, atau Da'isy, tidak ada hubungannya dengan Islam, dan mereka jelas-jelas bukan negara. Mereka lebih pantas disebut 'Non-Negara Non-Islam'."[743] Kelompok ini dicap sebagai kultus oleh Steven Hassan dalam kolomnya di Huffington Post.[744]

Kritik terhadap nama dan deklarasi

Deklarasi kekhalifahan NIIS pada Juni 2014 dan penggunaan nama "Negara Islam" telah dikritik dan diabaikan oleh para pemuka agama Islam dan Islamis lainnya di dalam dan luar wilayah kekuasaannya.[186][187][188][745] Dalam pidato bulan September 2014, Presiden Obama mengatakan bahwa NIIS tidak Islami karena tidak ada agama yang membenarkan pembunuhan orang tak bersalah dan tak satu negara pun yang mengakui eksistensi kelompok ini sebagai sebuah negara,[192] sedangkan banyak pihak yang keberatan dengan nama "Negara Islam" karena klaim kekuasaan agama dan politiknya dalam nama tersebut terlalu besar. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, Kanada, Turki, Australia, Rusia, Britania Raya,[189][190][191][192][746][747][748] dan sejumlah negara lain menyebut kelompok ini "NIIS" atau "ISIL", sedangkan sebagian besar negara Arab menggunakan akronim "Dāʻisy" dalam bahasa Arab. Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan, "Ini adalah kelompok teroris, bukan negara. Saya tidak menyarankan nama Negara Islam karena nama tersebut mengaburkan batas antara Islam, Muslim, dan Islamis. Orang Arab memakai nama 'Daesh' dan saya akan menyebut mereka 'Daesh si pemotong leher.'"[749] Jenderal Purnawirawan John Allen, utusan Amerika Serikat untuk koalisi melawan NIIS, Letnan Jenderal James Terry, kepala operasi melawan NIIS, dan Menteri Luar Negeri John Kerry mulai beralih menggunakan nama Daesh pada Desember 2014.[750]

Pertempuran Kobani

Pada akhir Agustus 2014, badan pendidikan Islam ternama Mesir, Dar al-Ifta al-Misriyyah, meminta agar Muslim tidak lagi menyebut kelompok ini "Negara Islam" dan beralih ke istilah "Separatis Al-Qaeda di Irak dan Suriah" atau SQIS karena memiliki "ciri-ciri yang tidak Islami".[751][752] Dalam pidatonya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan September 2014, perdana Menteri Australia Tony Abbott merangkum semua keberatan terhadap penggunaan nama "Negara Islam": "Penggunaan istilah [Negara Islam] merupakan tindakan yang malah mengagung-agungkan sebuah kultus kematian; kultus kematian yang telah menyatakan perang melawan seluruh dunia dengan klaim kekhalifahannya".[753] Kelompok ini sangat sensitif dengan namanya. Menurut seorang saksi mata di Mosul, "[NIIS] akan memotong lidah Anda apabila Anda menyebut mereka NIIS. Anda harus menyebut mereka Negara Islam."[754]

Pada pertengahan Oktober 2014, perwakilan Islamic Society of Britain, Association of British Muslims, dan Association of Muslim Lawyers mengusulkan bahwa "Negara Tak Islami (NTI) [atau Un-Islamic State (UIS)] dapat dijadikan nama alternatif yang akurat dan adil untuk menyebut kelompok ini dan agenda-agendanya." Mereka menyatakan, "Kita perli bekerja sama dan memastikan agar kaum fanatik ini tidak termakan propaganda yang dijejalkan oleh mereka."[755][756] "Negara Islam" menjadi bahan olok-olok di sejumlah situs web media sosial seperti Twitter dan YouTube lewat tagar, iklan perekrutan palsu, artikel berita palsu, dan video YouTube palsu.[757]

Teori konspirasi

Teori konspirasi di dunia Arab menyatakan bahwa Amerika Serikat diam-diam merupakan dalang pembentukan dan penguatan NIIS sebagai bagian dari upaya destabilisasi Timur Tengah. Setelah rumor tersebut menyebar, kedutaan besar Amerika Serikat di Lebanon mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah tuduhan tersebut dan menyatakan klaim tersebut mengada-ada.[758] Rumor tersebut mengklaim bahwa pemimpin NIIS al-Baghdadi adalah agen Mossad dan aktor Israel bernama Elliot dan dokumen NSA yang dibocorkan Edward Snowden mengungkapkan hubungan tersebut. Pengacara Snowden menyebut cerita tersebut "kabar burung semata".[759]

Menurut The New York Times, banyak orang di Timur Tengah yang percaya bahwa persekongkolan antara Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi bertanggung jawab atas terbentuknya NIIS. Berbagai badan berita di Mesir, Tunisia, Palestina, Yordania, dan Lebanon menerbitkan laporan teori konspirasi ini.[760][761]

Negara dan kelompok penentang NIIS

Peta negara penentang NIIS
Biru - Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve
Hijau - Negara penentang lainnya
Merah - Wilayah kekuasaan NIIS

Klaim wilayah NIIS membuat kelompok ini terseret ke dalam konflik bersenjata dengan pemerintah, milisi, dan kelompok bersenjata lainnya. Penolakan internasional terhadap NIIS beserta klaim pendiriannya menyeret kelompok ini ke dalam konflik melawan berbagai negara di seluruh dunia.

Penolakan di Asia dan Afrika

Templat:Col-4

Penentang di Irak Templat:Flagicon

Angkatan Bersenjata Irak

Templat:Flagicon Kurdistan Irak

Templat:Flagicon image Pasukan Pelindung Sinjar (HPŞ)[762]

Templat:Flagicon image Koma Civakên Kurdistan

Templat:Flagicon image Pasukan Mobilisasi Rakyat

Templat:Flagicon image Front Turkmen Irak[765]

Templat:Flagicon image Milisi Shabak[766]

Penentang lain di Syam
Templat:Flagicon image Hizbullah[767]

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Lebanon[768]

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Yordania[769]

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Turki[770]

Templat:Col-4 Penentang di Suriah
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Suriah[771]

Templat:Flagicon image Pasukan Pertahanan Nasional

Templat:Flagicon image Brigade Ba'ath

Templat:Flagicon image Pemberontak Suriah

Templat:Flagicon image Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina – Komando Umum

Pasukan Pembebasan Palestina

Fatah al-Intifada

Liwa Abu al-Fadhal al-Abbas

Templat:Flagicon Oposisi Suriah[772][773][774]

Templat:Flagicon Kurdistan Suriah[776]

Templat:Flagicon image al-Qaeda

Templat:Col-4 Penentang di Afrika Utara

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Mesir[782]

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Libya

Brigade Syahid Abu Salim (milisi Libya)[785]

Batalyon Fajr Libya (milisi Libya)[786]

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Aljazair[787]

Penentang di Afrika Barat

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Nigeria[279]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Niger[788]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Chad[789]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Kamerun[788]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Benin[788]

Templat:Col-4 Penentang di Jazirah Arab

Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Yaman[268]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Arab Saudi[790]
Templat:Flagicon Pasukan Pertahanan BahrainTemplat:Citation needed
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata KuwaitTemplat:Citation needed
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Sultan OmanTemplat:Citation needed
Templat:Flagicon Pasukan Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA)[791]
Templat:Flagicon image al-Qaeda di Jazirah Arab[268]
Templat:Flagicon image Houthi[792]

Penentang di Asia Selatan
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Afganistan[269]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata India[793]
Templat:Flagicon image Taliban[271][794][795]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Pakistan[796][797]

Penentang di Asia Tenggara
Templat:Flagicon Tentara Nasional Indonesia[798]
Templat:Flagicon Angkatan Tentara Malaysia[798]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Myanmar[798]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Filipina[256][799][800]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Singapura[798]
Templat:Flagicon Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand[798]

Irak dan SyamAfrikaAsia lainnya

Koalisi Global Melawan Negara Islam Irak dan Syam

Templat:See also

Serangan udara di Suriah tanggal 24 September 2014

Koalisi Global Melawan Negara Islam Irak dan Syam (NIIS), disebut juga Koalisi Kontra-NIIS atau Koalisi Kontra-DAESH,[801] adalah kumpulan negara dan aktor non-negara pimpinan Amerika Serikat yang berkomitmen akan "bekerja dengan strategi bersama, multitahap, dan jangka panjang untuk menyerang dan mengalahkan NIIS/Daesh". Menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh 59 negara dan Uni Eropa tanggal 3 Desember 2014, para peserta Koalisi Kontra-NIIS berfokus pada upaya-upaya berikut ini:[802]

  1. Membantu operasi militer, pembangunan kapasitas, dan pelatihan;
  2. Menghentikan arus pejuang teroris asing;
  3. Menghambat akses pendanaan NIIS/Daesh;
  4. Menangani bantuan dan krisis kemanusiaan; dan
  5. Mengungkap sifat sejati NIIS/Daesh (delegitimisasi ideologi).

Operation Inherent Resolve adalah nama yang diberikan oleh Amerika Serikat untuk serangkaian operasi militer terhadap NIIS dan organisasi afiliasi al-Qaeda Suriah. Combined Joint Task Force – Operation Inherent Resolve (CJTF–OIR) adalah koordinasi militernya.

Organisasi multinasional berikut merupakan bagian dari Koalisi Kontra-NIIS:[802]
Templat:Flag — mengoordinasikan operasi negara-negara anggotanya[803]
Templat:Flagu – menyatakan ikut serta, 27 anggota ikut serta, tidak termasuk Malta;[802]
Templat:Flagu – seluruh 28 anggotanya ikut serta;
Templat:Flagdeco Dewan Kerja Sama Negara-Negara Arab di Teluk atau GCC – seluruh enam anggota dan dua calon anggota, Yordania dan Maroko, ikut serta.

Templat:Col-3

Templat:Flagdeco

Anggota NATO:

Templat:Flagdeco Anggota dan calon anggota CCASG:

Lainnya:

Bagian dari koalisi anti-ISIL yang melakukan operasi militer di dalam negaranya sendiri[802]

Catatan: Negara di dalam kotak ini mungkin juga memasok bantuan militer dan kemanusiaan serta berkontribusi dengan cara lain. Templat:Col-3 Templat:Flagdeco Anggota NATO (juga anggota UE kecuali Albania):

Templat:Flagu[826]

Catatan: Negara di dalam kotak ini mungkin juga memasok bantuan militer dan kemanusiaan serta berkontribusi dengan cara lain. Templat:Col-3 Templat:Flagdeco Anggota NATO (juga anggota UE kecuali Islandia):

Templat:Flagdeco Anggota Uni Eropa (tidak di NATO):

Templat:Flagdeco Anggota CCASG:

Lainnya:

Operasi militer di Irak dan/atau Suriah;
serangan udara, bantuan udara, dan pelatihan pasukan darat
Memasok peralatan militer untuk pasukan oposisi
di Irak dan/atau Suriah bekerja sama dengan UE/NATO/rekan
Bantuan kemanusiaan dan lainnya
untuk target koalisi yang sudah ditandai

Negara penentang non-Koalisi

Templat:Flagu[829][830] – tentara darat, pelatihan, dan serangan udara (lihat intervensi Iran di Irak)

Templat:Flagu[831][832] – pemasok senjata untuk pemerintah Irak dan Suriah. Pada Juni 2014, militer Irak menerima pesawat tempur Sukhoi Su-25 dan Sukhoi Su-30 untuk operasi melawan NIIS.[833] Operasi keamanan di dalam negeri tahun 2015.[834][835] Serangan udara di Suriah (lihat intervensi militer Rusia pada Perang Saudara Suriah).[836][837][838]

Templat:Flagu[839][840] – operasi keamanan di dalam negeri

Templat:Flagu – pengerahan militer di perbatasan Arab Saudi-Irak. Menangkap tokoh-tokoh NIIS di Pakistan.[841][842][843]

Penentang non-negara lainnya

Templat:Flagicon image al-Qaeda[844]

Templat:Flagicon Taliban[794][847]
Hamas[848]
Templat:Flagicon image Partai Pekerja Kurdistan—tentara darat di Kurdistan Irak dan Kurdistan Suriah[849]
Templat:Flagicon image Partai Demokrat Kurdistan Iran—tentara darat di Kurdistan Irak[849]
Templat:Flagicon image Houthi—faksi Syiah di Yaman, memperjuangkan kekuasaan negara[792]

Al-Qaeda

Front Al-Nusra adalah cabang al-Qaeda yang beroperasi di Suriah. Al-Nusra melancarkan serangkaian serangan dan pengeboman, kebanyakan di antaranya terhadap target-target yang terkait dengan atau mendukung pemerintah Suriah.[850] Media melaporkan bahwa banyak pejuang asing al-Nusra yang beralih ke NIIS pimpinan al-Baghdadi.[851]

Pada bulan Februari 2014, setelah berlarutnya ketegangan, al-Qaeda secara terbuka memutuskan segala hubungan dengan NIIS,[162] namun ISIL dan Front al-Nusra kadang-kadang masih bisa bekerja sama dengan satu sama lain saat berperang melawan pemerintah Suriah.[852][853][854]

Templat:Quote

Pada tanggal 10 September 2015, pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri merilis pesan suara yang isinya mengkritik klaim kekhalifahan NIIS dan menuduh NIIS melakukan "pemberontakan [terhadap al-Qaeda]". Sejumlah media menyebut pesan tersebut sebagai "pernyataan perang".[855] Akan tetapi, meski al-Zawahiri menolak legitimasi NIIS, ia mengakui masih ada kesempatan kerja sama untuk melawan musuh bersama dan mengatakan bahwa apabila ia berada di Irak, ia akan berperang bersama NIIS.[856]

Templat:Anchor

Lihat pula

Referensi

Templat:Reflist

Daftar pustaka

Templat:Refbegin

Templat:Refend

Pranala luar

Templat:Sister project links

Templat:Negara Islam Irak dan Syam Templat:Intervensi militer terhadap NIIS Templat:Islamisme Templat:Perang Saudara Suriah Templat:Authority control

  1. Gander, Kashmira (7 Juli 2015). "Isis flag: What do the words mean and what are its origins?". The Independent.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Breslow, Jason M. (17 Mei 2016). "Who Was the Founder of ISIS?". Frontline. PBS.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Islamic State Confirms Death of Its Leader, Names Replacement" (3 August 2023). Reuters. Retrieved 7 August 2023.
  4. 1 2 "Islamic state confirms death of its leader, names new chief". Reuters. 10 Maret 2022. Diakses tanggal 10 Maret 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Cumhurbaşkanı Erdoğan: MİT, DEAŞ'ın sözde liderini etkisiz hale getirdi" [President Erdoğan: The so-called leader of the terrorist organization DAESH was neutralized by the operation carried out by the MIT in Syria.]. TRT Haber (dalam bahasa Turki). 2023-04-30. Diakses tanggal 2023-04-30.
  6. Kourdi, Eyad (30 November 2022). "ISIS acknowledges the death of its leader, announces his successor". CNN. Diakses tanggal 18 Juni 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Islamic State confirms Baghdadi is dead, appoints successor". Reuters. 31 Oktober 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Rubin, Alissa J. (5 Juli 2014). "Militant Leader in Rare Appearance in Iraq". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Al-Tamimi, Aymenn Jawad (24 Januari 2016). "An Account of Abu Bakr al-Baghdadi & Islamic State Succession Lines". Aymenn Jawad Al-Tamimi's Blog.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. "Islamic State Syria chief Maher al-Agal killed in US drone strike: Pentagon". Juni 13, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "Eastern Libyan forces say they killed Islamic State leader". Reuters. 23 September 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. "ISIS Leadership". Frontline. PBS. 2015. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. 1 2
  14. Garland, Chad (14 Juli 2016). "Islamic State says top commander is dead; Pentagon unsure". Stars and Stripes.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Worley, Will (13 Juli 2016). "Isis confirms death of hugely popular 'minister of war' Omar al-Shishani". The Independent.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. Starr, Barbara (15 Maret 2016). "U.S. assesses ISIS operative Omar al-Shishani is dead". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. "Tarkhan Tayumurazovich Batirashvili". Rewards for Justice. U.S. Department of State, Bureau of Diplomatic Security. 5 Mei 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. "IS 'minister of war' killed in Syria air attack, claims Russia". Middle East Eye. 8 September 2017. Diakses tanggal 24 Juni 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. "Gulmurod Khalimov". Rewards for Justice. Diarsipkan dari asli tanggal 21 April 2021. Diakses tanggal 24 Juni 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. "Iraqi forces capture deputy of IS slain leader Baghdadi – PM". Reuters. 11 Oktober 2021. Diakses tanggal 11 Oktober 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. "IS confirms death of propaganda chief Abu Mohammed al-Furqan". BBC News. 11 Oktober 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "Chulov310816"
  23. "Islamic State group names its new leader as Abu Ibrahim al-Hashemi". BBC News. 31 Oktober 2019. Diakses tanggal 1 November 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. 3 min (2022-03-10). "Islamic State names new leader, confirms death of predecessor". France24.com. Diakses tanggal 2022-03-14.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  25. Mroue, Bassem (3 Agustus 2023). "The Islamic State group says its leader was killed by militants in Syria and names his successor". ABC News.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. Holmes, Oliver (3 Februari 2014). "Al Qaeda breaks link with Syrian militant group ISIL". Reuters.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  27. Pool, Jeffrey (16 Desember 2004). "Zarqawi's Pledge of Allegiance to Al-Qaeda: From Mu'Asker Al-Battar, Issue 21". Terrorism Monitor. Vol. 2, no. 24. Jamestown Foundation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2007.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
     "Al-Qaeda disavows ISIS militants in Syria". BBC News. 3 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. Laskar, Rezaul H. (29 Januari 2015). "IS announces expansion into AfPak, parts of India". Hindustan Times. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. Elbagir, Nima; Cruickshank, Paul; Tawfeeq, Mohammed (7 Maret 2015). "Boko Haram purportedly pledges allegiance to ISIS". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. Gambhir, Harleen (23 Juni 2015). "ISIS Declares Governorate in Russia's North Caucasus Region". Institute for the Study of War.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. 1 2 Prothero, Mitchell (4 Februari 2022). "ISIS Leader Killed in US Raid Was a SNITCH Who Orchestrated the Yazidi Genocide". VICE News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Februari 2022. Diakses tanggal 6 Februari 2022.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. "#Egypt: #ISIS 'Misr' released video 'And fight the polytheists collectively..' focusing primarily on Egypt's #Coptic Christians". 19 Februari 2017. Diakses tanggal 3 Agustus 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. "IS Delineates 'Khorasan Province' from 'Pakistan Province' in Attack Claims, One Involving Targeted Killing in Rawalpindi". Jihadist Threat. SITE Intelligence Group. 24 November 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 18 November 2022. Diakses tanggal 7 Maret 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. "Syrian army captures Mayadin from ISIS near Deir ez-Zor". Rudaw. 14 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. Benhaida, Sarah; al-Rubaye, Ahmad (26 Oktober 2017). "Iraq forces launch 'last big fight' against IS". Rudaw.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. "Anti-IS forces converge on Syria border town". Agence France-Presse. 4 November 2017 via Yahoo News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  37. Bussoletti, Francesco (29 Juni 2018). "Syria, the Isis pockets of resistance at Deir Ezzor are reduced to two". Difesa & Sicurezza.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  38. Aboufadel, Leith (13 Desember 2018). "Breaking: SDF captures Daesh's de facto capital in Syria". Diarsipkan dari asli tanggal 6 Juli 2019. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  39. "US-backed fighters seize east Syria village from ISIS". The National. 16 Januari 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  40. Aboufadel, Leith (24 Januari 2019). "ISIL's reign over eastern Euphrates nearing its end – map". Al-Masdar News. Diarsipkan dari asli tanggal 11 November 2020. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  41. Callimachi, Rukmini (24 Januari 2019). "Down to Its Last 2 Villages in Syria, ISIS Still Fights Back". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  42. Aboufadel, Leith (7 Februari 2019). "ISIS squeezed into last areas as SDF troops capture 2 villages east of the Euphrates (MAP)". Al-Masdar news. Diarsipkan dari asli tanggal 19 November 2020. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  43. Hussein, Rikar (9 Februari 2019). "US-backed Fighters Launch Final Push to Defeat IS in Syria". Voice of America.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  44. "US-allied Syrian force declares victory over Islamic State". The Washington Post. 23 Maret 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Maret 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  45. Fairfield, Hannah; Wallace, Tim; Watkins, Derek (21 Mei 2015). "How ISIS Expands". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Mei 2015. Diakses tanggal 15 September 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  46. 1 2 Poljarevic, Emin (2021). "Theology of Violence-oriented Takfirism as a Political Theory: The Case of the Islamic State in Iraq and Syria (ISIS)". Dalam Cusack, Carole M.; Upal, Muhammad Afzal (ed.). Handbook of Islamic Sects and Movements. Brill Handbooks on Contemporary Religion 21. Boston; Leiden, Netherlands: Brill Publishers. hlm. 485–512. doi:10.1163/9789004435544_026. ISBN 978-90-04-43554-4. ISSN 1874-6691.
  47. Manne, Robert (2017). Mind of the Islamic state: ISIS and the ideology of the caliphate. Carlton, Victoria, Australia: Prometheus Books. hlm. 12. ISBN 978-1-63388-371-0. ... several scholars have termed the ideology that provided the foundation of the Islamic State 'Qutbism'.
  48. Badara, Mohamed; Nagata, Masaki (November 2017). "Modern Extremist Groups and the Division of the World: A Critique from an Islamic Perspective". Arab Law Quarterly. 31 (4). Leiden, Netherlands: Brill Publishers: 305–335. doi:10.1163/15730255-12314024. ISSN 1573-0255.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. 1 2 3 Bunzel, Cole (Maret 2015). "From Paper State to Caliphate: The Ideology of the Islamic State" (PDF). The Brookings Project on U.S. Relations with the Islamic World. 19. Washington, D.C.: Center for Middle East Policy (Brookings Institution): 1–48. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 Maret 2015. Diakses tanggal 13 September 2020.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. 1 2 3 Saltman, Erin Marie; Winter, Charlie (November 2014). Islamic State: The Changing Face of Modern Jihadism (PDF) (Laporan). Quilliam. ISBN 978-1-906603-98-4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 26 Februari 2015.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  51. 1 2 3 4 5 Wood, Graeme (Maret 2015). "What ISIS Really Wants". The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 Februari 2015.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "what-isis-really-wants" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  52. 1 2 Crooke, Alastair (30 Maret 2017) [27 August 2014]. "You Can't Understand ISIS If You Don't Know the History of Wahhabism in Saudi Arabia". The Huffington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  53. 1 2 Meleagrou-Hitchens, Alexander; Hughes, Seamus; Clifford, Bennett (2021). "The Ideologues". Homegrown: ISIS in America (Edisi 1st). London; New York City: I. B. Tauris. hlm. 111–148. ISBN 978-1-78831-485-5.
  54. "4 years ago: the genocide against the Yazidis in northern Iraq (August 3, 2014)". Gesellschaft für bedrohte Völker e.V. (GfbV) (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2019. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  55. Spencer, Richard (14 Oktober 2014). "Isil carried out massacres and mass sexual enslavement of Yazidis, UN confirms". The Daily Telegraph (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0307-1235. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2019. Diakses tanggal 18 Mei 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  56. Taylor, Lin (9 Mei 2017). "Nearly 10,000 Yazidis killed, kidnapped by Islamic State in 2014, study finds" (dalam bahasa American English). Reuters. Diakses tanggal 3 Mei 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  57. 1 2 3 Baele, Stephane J. (Oktober 2019). Giles, Howard (ed.). "Conspiratorial Narratives in Violent Political Actors' Language" (PDF). Journal of Language and Social Psychology. 38 (5–6). SAGE Publications: 706–734. doi:10.1177/0261927X19868494. hdl:10871/37355. ISSN 1552-6526. S2CID 195448888. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2022. Diakses tanggal 3 Januari 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. 1 2 Rickenbacher, Daniel (Agustus 2019). Jikeli, Gunther (ed.). "The Centrality of Anti-Semitism in the Islamic State's Ideology and Its Connection to Anti-Shiism". Religions. 10 (8: "The Return of Religious Antisemitism?"). Basel, Switzerland: MDPI: 483. doi:10.3390/rel10080483. eISSN 2077-1444.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. Ghasemi, Faezeh (2020). Anti-Shiism Discourse (PhD). University of Tehran.
  60. Rickenbacher, Daniel (2019). "The Centrality of Anti-Semitism in the Islamic State's Ideology and Its Connection to Anti-Shiism". Religions. 10 (8): 483–492. doi:10.3390/rel10080483.
  61. Ghasemi, Faezeh (2017). "Anti-Shiite and Anti-Iranian Discourses in ISIS Texts". Discourse. 11 (3): 75–96.
  62. Matthiesen, Toby (21 Juli 2015). "The Islamic State Exploits Entrenched Anti-Shia Incitement". Sada. Carnegie Endowment for International Peace.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  63. "Islamic State claims Pakistan bombing that kills 56 at Shiite mosque". ABC News. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2022. The Islamic State affiliate in the region known as Islamic State in Khorasan province and headquartered in Afghanistan claimed Friday's devastating attack in a statement translated by the SITE Intelligence group. The statement was posted on the group's Amaq News Agency. The statement identified the attacker as Afghan, posted his picture and said 'Islamic State fighters are constantly targeting Shi'ites living in Pakistan and Afghanistan despite the intense security measures adopted by the Taliban militia and the Pakistani police to secure Shi'a temples and centers.'{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  64. Rohrlich, Justin (25 Maret 2022). "Three ISIS Fanboys Plotted Spring Break Attack on Shia Mosque, Feds Say". The Daily Beast. Diakses tanggal Maret 27, 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. Soliman, Muhammad (20 Maret 2017). "From Cairo to Berlin: Why is ISIS Targeting Christians?". Fikra Forum. The Washington Institute for Near East Policy.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. Nassif, Hicham Bou (25 Juli 2014). "Here Are The Parts Of The Quran That ISIS Uses To Justify Violence Against Iraqi Christians". Business Insider.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  67. "Daesh Lay Claim To Target Killing Of Christian, Sikh Men In Peshawar". Voice PK (dalam bahasa English). Pakistan. April 3, 2023. Dayal Singh, a Sikh trader, and Kashif Masih, a Christian sanitary worker, were gunned down in different incidents on March 31 and April 1 respectively. Separately, a Hindu ophthalmologist and former senior director of health at the Karachi Metropolitan Corporation (KMC), Dr. Birbal Genani was also shot dead by unknown assailants along the Lyari Expressway in Karachi on March 30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  68. "ISIS claims responsibility for killing of Hindu priest in Bangladesh". The Guardian. 21 Februari 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. "'Hindus need to be targeted in mass numbers in India', says militant in Islamic State magazine". Firstpost. 14 April 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  70. "ISIS threatens to rid India of Hindus in latest issue of its magazine". One India. 14 April 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  71. "11 killed in Kabul gurdwara attack, IS claims responsibility". The Times of India. Maret 25, 2020. Diarsipkan dari asli tanggal November 21, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  72. "ISIS threatens India, Hindus with bloodshed; Claims role in Coimbatore, Mangaluru blasts". Hindustan Times. Maret 7, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  73. "ISIS claims attack on Sikhs, Hindus in Afghanistan". CTV News (dalam bahasa English). Juli 2, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. "Anti-Gay Rhetoric in English-Language ISIS and Al Qaeda Magazines". Anti-Defamation League. 15 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  75. "ISIS's Persecution of Gay People". Counter Extremism Project. Mei 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. "The Islamic State's shocking war on homosexuals". The Washington Post. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Desember 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  77. "What ISIS Is Saying About the Orlando Shooter". Vice. 15 Juni 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  78. "ISIS targets gay people using Facebook and phone contacts". Global News. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Desember 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. "Inside look at ISIS' brutal persecution of gays". CBS News. 2 Desember 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  80. "Amid brazen, deadly attacks, gay Syrians tell of fear of ISIS persecution". CNN. 6 Maret 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Maret 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  81. "ISIS calls on operatives to target Jews with chemical weapons". The Jerusalem Post (dalam bahasa English). Januari 28, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  82. "ISIS threatens Jews, Israel with 'big war' in second Hebrew video". The Jerusalem Post (dalam bahasa English). November 1, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. "Turkey arrests ISIS members allegedly targeting Istanbul synagogues". Jewish Telegraph Agency (dalam bahasa English). Februari 6, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  84. "ISIS Sympathizers Suspected of Bomb Plot on Northern Israeli High School". Haaretz (dalam bahasa English). Oktober 2, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  85. "Islamic State urges attacks against Jews in effort to thwart Trump plan". Reuters (dalam bahasa English). Januari 27, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  86. "ISIS Plans Attacks on Jewish Children in Turkey". Business Insider (dalam bahasa English). Maret 29, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. "ISIS suspects planned attacks on Jews in Mumbai". Wionews (dalam bahasa English). April 21, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  88. "ISIS Suicide Bombers at Brussels Airport 'Targeted U.S. Airline, Jews'". Newsweek (dalam bahasa English). Januari 24, 2017. The suicide bombers who attacked Brussels airport last year, killing 16 people, were targeting an American airline, its passengers and Jewish people, according to a report citing sources close to the investigation. Another source said that Laachraoui was standing among dozens of students before changing tack and following two Hasidic Jews, usually recognizable by their long beards, sidecurls known as peyot and dark overclothes. "The attacker seemed to rush towards two Orthodox Jews," the source said. "He really, clearly wanted to kill a Jew."{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  89. "Islamic State Unleashes Propaganda Blitz Calling for Attacks Against Jews". Vice News (dalam bahasa English). Oktober 19, 2015. The Islamic State released a series of videos Sunday praising attacks against Jews in Israel and encouraging more violence.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  90. Cottee, Simon; Bloom, Mia (8 September 2017). "The Myth of the ISIS Female Suicide Bomber". The Atlantic. Diakses tanggal 19 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  91. Crockett, Emily (23 Mei 2017). "Why Manchester Bomber Targeted Girls". Rolling Stone (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 19 Agustus 2022.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  92. "The Girl Who Beat Isis: My Story review – inside the horror of Isis". The Guardian. 2016-08-01. Diakses tanggal 19 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  93. "Why Women Join ISIS". Time. Diakses tanggal 2022-08-19.
  94. "Eighth report of the Secretary-General on the threat posed by ISIL (Da'esh) to international peace and security and the range of United Nations efforts in support of Member States in countering the threat" (PDF). United Nations Security Council. UN. 1 Februari 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  95. "Operation Inherent Resolve and other overseas contingency operations" (PDF). US Department of Defense. 31 Desember 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  96. Cockburn, Patrick (16 November 2014). "War with Isis: Islamic militants have army of 200,000, claims senior Kurdish leader". The Independent.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. 1 2 Gartenstein-Ross, Daveed (9 Februari 2015). "How many Fighters Does the Islamic State Really Have?". War on the Rocks.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  98. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "secret of Baghdadi's success"
  99. "Briefing With Special Representative for Syria Engagement and Special Envoy for the Global Coalition To Defeat ISIS Ambassador James Jeffrey". state.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Mei 2019. Diakses tanggal 11 Mei 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  100. Shinkman, Paul D. (27 Desember 2017). "ISIS By the Numbers in 2017". U.S. News & World Report.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  101. Jones, Seth G.; Dobbins, James; Byman, Daniel; et al. (2017). "Rolling Back the Islamic State". RAND Corporation. Diakses tanggal 1 April 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  102. "After Shekau: Confronting Jihadists in Nigeria's North East". 29 Maret 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  103. "Operation IMPACT". National Defence and the Canadian Armed Forces. 19 Agustus 2014. Diakses tanggal 6 Maret 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  104. "IAF strikes kill 7 ISIS militants 200 meters from Golan Heights border". The Jerusalem Post.
  105. "Isis and Israel clash for first time after jihadis open fire on IDF". The Independent.
  106. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 "México aparece entre los países amenazados por el ISIS" [Mexico appears among the countries threatened by ISIS]. El País (dalam bahasa Spanyol). 25 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  107. Khettab, Djamila Ould (30 Desember 2015). "Algeria a 'symbolic target' for ISIL". Al Jazeera English.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  108. "OKRA Home". Global Operations. Department of Defense – Government of Australia. Diakses tanggal 25 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  109. Stonington, Joel (9 September 2014). "Is This Cyclops Baby the Muslim Antichrist?". Vocativ. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Oktober 2020. Diakses tanggal 24 Agustus 2023.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  110. "Bosnia donates 550 tonnes of arms to Iraq, more may follow: minister". Reuters. 16 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  111. Romero, Simon; Schmidt, Michael (1 Agustus 2016). "As ISIS Posts in Portuguese, U.S. and Brazil Bolster Olympics Security". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  112. Osbourne, Samuel (1 Maret 2017). "Isis threatens China and vows to 'shed blood like rivers'". The Independent.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  113. "Ethiopian authorities say Al-Shabaab, Islamic State planning attacks on hotels". Africanews. 23 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  114. "Country Reports on Terrorism 2020".
  115. "Germany to strip dual-nationals who fight for Isis of citizenship". Financial Times.[perlu rujukan lengkap]
  116. Kalmouki, Nikoleta (25 September 2014). "Greece Brings War Against the Islamic State". Greekreporter.com.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  117. "L'Italia pronta a bombardare Isis in Iraq. La Difesa: ipotesi da valutare". Corriere della Sera. 6 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  118. Kumenov, Almaz (14 Mei 2019). "Kazakhstan evacuates citizens from Syria, arrests some". Eurasianet.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  119. "Pro-Isis hackers attack North Korean airline Facebook page". The Guardian. AFP. 14 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  120. Paraszczuk, Joanna (15 Maret 2015). "Kyrgyzstan Bans IS, Designates It As Terror Group". Radio Free Europe/Radio Liberty.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  121. Ellis-Petersen, Hannah (20 Juli 2018). "Malaysia launches crackdown on Isis after threats to kill the king and prime minister". The Guardian.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  122. Ucko, David H. (28 Desember 2017). "Trouble in Paradise: Mauritius Tries to Ward off Islamic Radicalization". World Politics Review.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  123. "Islamic State group: Nicaragua arrests four suspected members". BBC News. 26 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  124. Johnson, Bridget (30 Desember 2018). "Barcelona Terror Alert Coincides with New Spanish-Language ISIS Threats". Homeland Security Today.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  125. "Sri Lanka bombings: Isis claims responsibility for deadly church and hotel attacks on Easter Sunday". The Independent. 23 April 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  126. Callimachi, Rukmini; Kramer, Andrew E. (31 Juli 2018). "Video Purports to Show Tajikistan Attackers Pledging Allegiance to ISIS". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  127. McAdams, John (7 Agustus 2017). "The President of Turkmenistans Anti-ISIS Propaganda Video is Straight out of an '80s Action Movie". Wide Open Spaces.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  128. Patience Atuhaire; James Gregory (17 Juni 2023). "Uganda school attack: Dozens of pupils killed by militants linked to Islamic State group". BBC News. Diakses tanggal 27 Juni 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  129. "Uzbekistan to receive and rehabilitate 148 women and children from ISIS". Al Shahid Witness. 3 Juni 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Oktober 2020. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  130. Kajjo, Sirwan (25 Agustus 2016). "Who Are The Turkey-backed Syrian Rebels?". Extremism Watch. Voice of America.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  131. Aydınlı, Ersel (2018). "The Jihadists after 9/11". Violent Non-State Actors: From Anarchists to Jihadists. Routledge Studies on Challenges, Crises, and Dissent in World Politics (Edisi 1st). London and New York: Routledge. hlm. 110–149. ISBN 978-1-315-56139-4. LCCN 2015050373.
  132. "Badr Organization Destroys ISIS Car Bomb". Military.com. 5 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  133. Illingworth, Andrew (22 Desember 2017). "Combat footage: Iraqi forces battle ISIS in east Syria". Al Masdar News. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Juni 2019. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  134. Khader, Abdul Rahman (14 Juli 2020). "هيئة-تحرير-الشام"-تقتل-وتعتقل-منتمين-لـ"داعش"-في-إدلب ""هيئة تحرير الشام" تقتل وتعتقل منتمين لـ"داعش" في إدلب" [The Headquarters for the Liberation of Al-Sham kills and arrests ISIS-affiliates in Idlib]. The New Arab (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 14 Juli 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  135. Musa, Rami (10 Juni 2015). "Al-Qaida-linked militants attack IS affiliate in Libya". Military Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  136. "الحشد الشعبي يوسع نطاق متابعة فلول داعش الى محافظة حمص السورية" [The Popular Mobilization Forces expands the scope of follow-up to ISIS remnants to the Syrian province of Homs]. Iraq Today (dalam bahasa Arab). 13 April 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  137. Kittleson, Shelly (11 April 2018). "Iraqi police who fought for tribal PMUs won't return to force". Al-Monitor.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  138. "ISIS kills 6 militants from Hezbollah-backed Quwat al-Ridha in Homs". Zamanalwsl.net. 23 September 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Agustus 2020. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  139. Aboufadel, Leith (21 Maret 2016). "Iranian special forces arrive in Palmyra to help liberate the city". Al-Masdar News. Diarsipkan dari asli tanggal 2 April 2016. Diakses tanggal 10 Januari 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  140. "التعرف على جثة امر لواء زينبيون الايراني الذي قتل في سوريا بنيران داعش الارهابي قبل عامين" [Identification of the body of the order of the Iranian Zainabiyoun Brigade, who was killed in Syria by ISIS terrorist fire two years ago]. IraqNewspaper.net (dalam bahasa Arab). 12 Juni 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  141. "لماذا أوقفت كتائب الحر والجبهة الإسلامية قتال داعش في جنوب دمشق؟" [Why did the Free and Islamic Front Brigades stop the fight against ISIS in southern Damascus?]. akhbaralaan.net (dalam bahasa Arab). 27 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  142. "عملية نوعية لـ "كتائب البعث" خلف خطوط "داعش"" [A qualitative operation by the "Baath Brigades" behind the lines of ISIS]. DamPress.net (dalam bahasa Arab). 5 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  143. Juan Guaidó [@jguaido] (4 September 2019). "Desde la @AsambleaVE hemos declarado a la disidencia de las FARC, ELN, Hamas, Hezbollah e ISIS como grupos terroristas, ordenándoles a todos los cuerpos de seguridad del Estado proteger nuestra soberanía e integridad territorial frente a la amenaza que representan estos grupos" (Kicauan) via Twitter.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  144. 1 2 Zelin, Aaron Y. (Juni 2014). The War between ISIS and al-Qaeda for Supremacy of the Global Jihadist Movement (PDF). Research Notes (Laporan). Vol. 20. The Washington Institute for Near East Policy. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Februari 2015. Diakses tanggal 9 Februari 2023.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  145. 1 2 3 4 5 6 Tharoor, Ishaan (18 Juni 2014). "ISIS or ISIL? The debate over what to call Iraq's terror group". The Washington Post. Diakses tanggal 21 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  146. "What is Islamic State?". BBC News. 26 September 2014. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  147. "Kurds accused of 'ethnic cleansing' by Syria rebels". CBS News. 15 Juni 2015. Diakses tanggal 22 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    Islamic State is not a state, since it lacks international recognition. See: "Statehood (international law)". Wex. Cornell University. Diakses tanggal 20 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  148. "Islamic State-controlled parts of Syria, Iraq largely out of reach: Red Cross". Reuters. 13 Maret 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-13. Diakses tanggal 25 Juni 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  149. 1 2 3 "Exclusive: In turf war with Afghan Taliban, Islamic State loyalists gain ground". Reuters. 29 Juni 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-07. Diakses tanggal 6 Oktober 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  150. "Militant Attack and Support Zones in Afghanistan" (PDF). Institute for the Study of War. 18 September 2015. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-09-23. Diakses tanggal 22 September 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  151. 1 2 "Pakistan Taliban splinter group vows allegiance to Islamic State". Reuters. 18 November 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 19 November 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  152. 1 2 3 4 5 Zavadski, Katie (23 November 2014). "ISIS Now Has a Network of Military Affiliates in 11 Countries Around the World". New York. Diakses tanggal 25 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  153. 1 2 3 4 Schwartz, Felica (23 Desember 2014). "One More Name for Islamic State: Daesh". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 25 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  154. Guthrie, Alice (19 Februari 2015). "Decoding Daesh: Why is the new name for ISIS so hard to understand?". Free Word Centre. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-17. Diakses tanggal 15 November 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  155. 1 2 3 Withnall, Adam (29 Juni 2014). "Iraq crisis: Isis changes name and declares its territories a new Islamic state with 'restoration of caliphate' in Middle East". The Independent. London. Diakses tanggal 29 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  156. Roggio, Bill (29 Juni 2014). "ISIS announces formation of Caliphate, rebrands as 'Islamic State'". Long War Journal.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  157. 1 2 "Abu Bakr al-Baghdadi: The man who would be caliph". The Week. 13 September 2014. Diakses tanggal 7 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  158. Sly, Liz (23 Juli 2013). "Islamic law comes to rebel-held Syria". The Washington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  159. 1 2 3 Sly, Liz (3 Februari 2014). "Al-Qaeda disavows any ties with radical Islamist ISIS group in Syria, Iraq". The Washington Post. Diakses tanggal 7 Februari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  160. "Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL)". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 1 Februari 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  161. al-Taie, Khalid (13 Februari 2015). "Iraq churches, mosques under ISIL attack". Al-Shorfa. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-19. Diakses tanggal 27 Februari 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  162. Hasan, Mehdi (10 Maret 2015), "Mehdi Hasan: How Islamic is Islamic State?", New Statesman, diakses tanggal 7 Juli 2015, Consider the various statements of Muslim groups such as the Organisation of Islamic Co-operation, representing 57 countries (Isis has "nothing to do with Islam"); the Islamic Society of North America (Isis's actions are "in no way representative of what Islam actually teaches"); al-Azhar University in Cairo, the most prestigious seat of learning in the Sunni Muslim world (Isis is acting "under the guise of this holy religion . . . in an attempt to export their false Islam"); and even Saudi Arabia's Salafist Grand Mufti, Abdul Aziz al ash-Sheikh (Isis is "the number-one enemy of Islam"). {{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  163. 1 2 Uppsala Data Conflict Programme: Conflict Encyclopaedia (Iraq). Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-27. Diakses tanggal 2015-11-26. {{cite book}}: (See One-sided violence – ISIS-civilians – Actor information-ISIS.) Retrieved 5 August 2014.
  164. Whitlock, Craig (10 Juni 2006). "Death Could Shake Al-Qaeda in Iraq and Around the World". The Washington Post. Diakses tanggal 22 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  165. Knights, Michael (29 Mei 2014). "The ISIL's Stand in the Ramadi-Falluja Corridor". Combating Terrorism Center. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-22. Diakses tanggal 12 Juli 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  166. Fishman 2008, hlm. 48–9 Akan tetapi, aksi al-Qaeda merupakan pencitraan sepele sekaligus upaya untuk memberi sentuhan Irak dan mungkin menjauhkan al-Qaeda dari kekacauan taktik al-Zarqawi, khususnya pengeboman tiga hotel di Amman oleh AQI pada tahun 2005.
  167. 1 2 Roggio, Bill (16 Oktober 2006). "The Rump Islamic Emirate of Iraq". Long War Journal. Diakses tanggal 2 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  168. Fishman 2008, hlm. 49–50
  169. 1 2 "ISI Confirms That Jabhat Al-Nusra Is Its Extension in Syria, Declares 'Islamic State of Iraq And Al-Sham' As New Name of Merged Group". MEMRI. Middle East Media Research Institute. 8 April 2013. Diakses tanggal 10 April 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  170. "Key Free Syria Army rebel 'killed by Islamist group'". BBC News. 12 Juli 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  171. "Al-Qaeda in Iraq confirms Syria's Nusra Front is part of its network". Al Arabiya. 9 April 2013. Diakses tanggal 15 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  172. "Profile: Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL)". BBC News. 11 Juni 2014. Diakses tanggal 16 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  173. 1 2 Saxena, Vivek (18 Juni 2014). "ISIS vs ISIL – Which One Is It?". The Inquisitr. Diakses tanggal 20 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  174. 1 2 "Terrorist Designations of Groups Operating in Syria". United States Department of State. 14 Mei 2014. Diakses tanggal 18 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  175. "Isis, Isil or Da'ish? What to call militants in Iraq". BBC News. 24 Juni 2014. Diakses tanggal 16 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  176. Randal, Collin. "Why Does a Simple Word like Daesh Disturb Extremists so Much". thenational.ae/. Diakses tanggal 22 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  177. Abouzeid, Rania (16 Januari 2014). "Syria's uprising within an uprising". European Council on Foreign Relations. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Januari 2014. Diakses tanggal 15 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  178. Keating, Joshua (16 Juni 2014). "Who Is Abu Bakr al-Baghdadi?". Slate. Diakses tanggal 22 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  179. Vultaggio, Maria (16 November 2015). "ISIL, ISIS, Islamic State, Daesh: What's The Difference?". International Business Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  180. 1 2 Martinson, Jane (29 Juni 2015). "BBC to review use of 'Islamic State' after MPs protest against term". The Guardian. Diakses tanggal 1 Juli 2015. More than 120 MPs, backed by David Cameron, sign letter saying name gives legitimacy to terrorist group that is neither Islamic nor a state... It urges the BBC and other broadcasters to adopt the name "Daesh" for the group.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  181. "ISIL renames itself 'Islamic State' and declares Caliphate in captured territory". Euronews. 30 Juni 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-25. Diakses tanggal 30 Juni 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  182. Khosla, Simran (30 Juni 2014). "This Is What The World's Newest Islamic Caliphate Might Look Like". Business Insider. GlobalPost. Diakses tanggal 22 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  183. 1 2 3 Moore, Jack (2 Juli 2014). "Iraq Crisis: Senior Jordan Jihadist Slams Isis Caliphate". International Business Times UK. Diakses tanggal 2 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  184. 1 2 3 Mandhai, Shafik (7 Juli 2014). "Muslim leaders reject Baghdadi's caliphate". Al Jazeera. Diakses tanggal 12 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  185. 1 2 3 Goodenough, Patrick (6 Juli 2014). "Self-Appointed 'Caliph' Makes First Public Appearance". CNS News. Diakses tanggal 26 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  186. 1 2 3 Templat:Cite web
  187. 1 2 3 Templat:Cite news
  188. 1 2 3 Templat:Cite news
  189. 1 2 3 4 Templat:Cite web
  190. Pool, Jeffrey (16 Desember 2004). "Zarqawi's Pledge of Allegiance to Al-Qaeda: From Mu'Asker Al-Battar, Issue 21". Terrorism Monitor. 2 (24): The Jamestown Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2007. Diakses tanggal 30 Juli 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  191. "Zarqawi pledges allegiance to Osama". Dawn. Agence France-Presse. 18 Oktober 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2007. Diakses tanggal 13 Juli 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  192. "Al-Zarqawi group vows allegiance to bin Laden". NBC News. Associated Press. 18 Oktober 2004. Diakses tanggal 13 Juli 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  193. Whitaker, Brian (13 Oktober 2005). "Revealed: Al-Qaida plan to seize control of Iraq". The Guardian. Diakses tanggal 19 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  194. Fishman 2008, hlm. 48–9.
  195. "Al-Qaeda in Iraq names new head". BBC News. 12 Juni 2006.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  196. Tran, Mark (1 Mei 2007). "Al-Qaida in Iraq leader believed dead". The Guardian.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  197. Roggio, Bill (12 Oktober 2006). "al Qaeda's Grand Coalition in Anbar". Long War Journal. Diakses tanggal 11 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  198. "Jihad Groups in Iraq Take an Oath of Allegiance". MEMRI. Middle East Media Research Institute. 17 Oktober 2006. Diakses tanggal 10 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  199. Negus, Stephen (15 Oktober 2006). "Call for Sunni state in Iraq". Financial Times. Diakses tanggal 15 Januari 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  200. "Al-Qaida in Iraq (AQI)". Dudley Knox Library. Naval Postgraduate School. Diarsipkan dari asli tanggal 1 April 2007. Diakses tanggal 14 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  201. "Islamic State of Iraq Announces Establishment of the Cabinet of its First Islamic Administration in Video Issued Through al-Furqan Foundation". SITE Institute. 19 April 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2007. Diakses tanggal 20 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  202. Mahnaimi, Uzi (13 Mei 2007). "Al-Qaeda planning militant Islamic state within Iraq". The Sunday Times. London. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Mei 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  203. Ricks, Thomas E. (11 September 2006). "Situation Called Dire in West Iraq". The Washington Post. Diakses tanggal 13 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  204. Linzer, Dafna; Ricks, Thomas E. (28 November 2006). "Anbar Picture Grows Clearer, and Bleaker". The Washington Post. Diakses tanggal 18 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  205. Engel, Richard (27 Desember 2006). "Reporting under al-Qaida control". MSNBC. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-12. Diakses tanggal 28 Oktober 2009. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  206. Engel, Richard (17 Januari 2007). "Dangers of the Baghdad plan". MSNBC. Diarsipkan dari asli tanggal 2 November 2007. Diakses tanggal 28 Oktober 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  207. Roggio, Bill (13 November 2007). "Targeting al Qaeda in Iraq's Network". The Weekly Standard.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  208. Ricks, Thomas; DeYoung, Karen (15 Oktober 2007). "Al-Qaeda in Iraq Reported Crippled". The Washington Post. Diakses tanggal 13 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  209. Samuels, Lennox (20 Mei 2008). "Al Qaeda in Iraq Ramps Up Its Racketeering". Newsweek. Diakses tanggal 13 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)(perlu berlangganan) Accessible via Google.
  210. Phillips, Andrew (2009). "How al Qaeda lost Iraq" (PDF). Australian Journal of International Affairs. 63 (1): 64–84. doi:10.1080/10357710802649840. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-01-28. Diakses tanggal 2015-11-29. {{cite journal}}:
  211. Kahl, Colin H . (2008). "When to Leave Iraq: Walk Before Running". Foreign Affairs. 87 (4): 151–154. JSTOR 20032727.
  212. Christie, Michael (18 November 2009). "Al Qaeda in Iraq becoming less foreign-US general". Reuters.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  213. Arango, Tim (22 Agustus 2014). "Top Qaeda Leaders in Iraq Reported Killed in Raid". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  214. Shanker, Thom (4 Juni 2010). "Qaeda Leaders in Iraq Neutralized, US Says". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  215. "US says 80% of al-Qaeda leaders in Iraq removed". BBC News. 4 Juni 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  216. "Attacks in Iraq down, Al-Qaeda arrests up: US general". Google News. Agence France-Presse. 4 Juni 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Januari 2015. {{cite news}}: Stempel waktu |archive-date= / |archive-url= tidak sama; 25 Februari 2014 disarankanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  217. Shadid, Anthony (16 Mei 2010). "Iraqi Insurgent Group Names New Leaders". The New York Times. Diakses tanggal 22 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  218. "Abu Bakr al-Baghdadi: Islamic State's driving force". BBC World News. 31 Juli 2014. Diakses tanggal 19 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  219. Sly, Liz (5 April 2015). "How Saddam Hussein's former military officers and spies are controlling Isis". Independent. United Kingdrom. Diakses tanggal 21 April 2015. But American officials didn't anticipate that they would become not only adjuncts to al-Qaeda, but core members of the jihadist group.
    They were instrumental in the group's rebirth from the defeats inflicted on insurgents by the US military, which is now back in Iraq bombing many of the same men it had already fought twice before.
    {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    Sly, Liz (4 April 2015). "The hidden hand behind the Islamic State militants? Saddam Hussein's". The Washington Post. United States. Diakses tanggal 21 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  220. Arango, Tim; Schmidtt, Eric (10 Agustus 2014). "U.S. Actions in Iraq Fueled Rise of a Rebel". The New York Times. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  221. 1 2 3 Hubbard, Ben; Schmitt, Eric (27 Agustus 2014). "Military Skill and Terrorist Technique Fuel Success of ISIS". The New York Times. Diakses tanggal 28 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  222. Smith, Samuel (21 April 2015). "ISIS' Rise in Iraq Masterminded by Former Saddam Hussein Intelligence Officer, Recently Published Caliphate 'Blueprint' Documents Reveal". The Christian Post. Diakses tanggal 21 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    "Former Saddam Hussein spy masterminded the rise of Isis, says report". The Guardian. United Kingdom. Reuters. 20 April 2015. Diakses tanggal 21 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    Bryan Suits (19 April 2015). "Dark Secret Place 04/18". KFI (Podcast). iHeartRadio. Terjadi pada 8:50. http://www.kfiam640.com/media/podcast-dark-secret-place-darksecretplace/dark-secret-place-0418-25982682/. Diakses pada 21 April 2015.
    Dettmer, Jamie; Siegel, Jacob (21 April 2015). "What Saddam Gave ISIS". The Daily Beast. United States. Diakses tanggal 21 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
    Reuter, Christoph (18 April 2015). "The Terror Strategist: Secret Files Reveal the Structure of Islamic State". Der Spiegel. Germany. Diakses tanggal 21 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  223. 1 2 "Al-Qaida: We're returning to old Iraq strongholds". Associated Press. 22 Juli 2012. Diakses tanggal 22 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  224. 1 2 "Al Qaeda in Iraq Resurgent" (PDF). Institute for the Study of War. September 2013. Diakses tanggal 13 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  225. Abouzeid, Rania (14 Maret 2014). "Syria: The story of the conflict". BBC News. Diakses tanggal 22 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  226. 1 2 Abouzeid, Rania (23 Juni 2014). "The Jihad Next Door". Politico. Diakses tanggal 22 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  227. "Jabhat al-Nusra A Strategic Briefing" (PDF). Quilliam Foundation. 8 Januari 2013. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-03-28. Diakses tanggal 22 Agustus 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  228. "Qaeda in Iraq confirms Syria's Nusra is part of network". GlobalPost. Agence France-Presse. 9 April 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-13. Diakses tanggal 9 April 2013. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  229. "Al-Nusra Commits to al-Qaida, Deny Iraq Branch 'Merger'". Naharnet Agence France-Presse. 10 April 2013. Diakses tanggal 18 Mei 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  230. Atassi, Basma (9 Juni 2013). "Qaeda chief annuls Syrian-Iraqi jihad merger". Al Jazeera. Diakses tanggal 10 Juni 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  231. 1 2 Atassi, Basma (15 Juni 2013). "Iraqi al-Qaeda chief rejects Zawahiri orders". Al Jazeera. Diakses tanggal 15 Juni 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  232. "Al Qaeda says it freed 500 inmates in Iraq jail-break". Reuters. 23 Juli 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-06. Diakses tanggal 22 Agustus 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  233. "Zawahiri disbands main Qaeda faction in Syria". The Daily Star. 8 November 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-09. Diakses tanggal 8 November 2013. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  234. 1 2 3 Birke, Sarah (27 Desember 2013). "How al-Qaeda Changed the Syrian War". New York Review of Books.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  235. Platov, Vladimir (18 Januari 2014). "Growth of International Terrorist Threat from Syria". New Eastern Outlook. Diakses tanggal 11 Juni 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  236. Joscelyn, Thomas (27 November 2013). "Chechen-led group swears allegiance to head of Islamic State of Iraq and Sham". Long War Journal. Diakses tanggal 13 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  237. "Syria crisis: Omar Shishani, Chechen jihadist leader". BBC News. 3 Desember 2013. Diakses tanggal 8 Desember 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  238. Cloud, David S.; Abdulrahim, Raja (21 Juni 2013). "U.S. training Syrian rebels; White House 'stepped up assistance'". Los Angeles Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  239. Saad, Hwaida; Gladstone, Rick (4 Januari 2014). "Qaeda-Linked Insurgents Clash With Other Rebels in Syria, as Schism Grows". The New York Times. Diakses tanggal 16 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  240. Casey, Mary Joshua Haber (7 Januari 2014). "Rebel factions continue fight against ISIL in Northern Syria". Foreign Policy. Diakses tanggal 7 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  241. "ISIS-rebel clashes resume in Deir al-Zor". The Daily Star. 18 Juni 2014. Diakses tanggal 23 Juli 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  242. "Syrian branch of al Qaeda vows loyalty to Iraq's ISIS". France 24. 25 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  243. "Al Nusra pledges allegiance to Isil". Gulf News. 25 Juni 2014. Diakses tanggal 29 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  244. Gaouette, Nicole; Ajrash, Kadhim; Sabah, Zaid (23 Juni 2014). "Militants Seize Iraq-Jordan Border as Kerry Visits Baghdad". Bloomberg News. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  245. 1 2 Arango, Tim; Gordon, Michael R. (23 Juni 2014). "Iraqi Insurgents Secure Control of Border Posts". The New York Times. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  246. Abuqudairi, Areej (5 Juli 2014). "Anger boils over in the 'Fallujah of Jordan'". Al Jazeera. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  247. 1 2 Carey, Glen; Almashabi, Deema (16 Juni 2014). "Jihadi Recruitment in Riyadh Revives Saudi Arabia's Greatest Fear". Bloomberg News. Diakses tanggal 17 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  248. 1 2 Solomon, Erika; Kerr, Simeon (3 Juli 2014). "Saudi Arabia sends 30,000 troops to Iraq border". Financial Times. Diakses tanggal 6 Juli 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  249. Lawrence, Jessica. "Iraq crisis: Could an ISIS caliphate ever govern the entire Muslim world?". ABC News (Australia). Diakses tanggal 22 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  250. "What does ISIS' declaration of a caliphate mean?". Al Akhbar English. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-01-19. Diakses tanggal 25 November 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  251. 1 2 Spencer, Richard (3 Juli 2014). "Saudi Arabia sends 30,000 troops to Iraq border". The Telegraph. London. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  252. "Syrians adjust to life under ISIS rule". The Daily Star. 29 Agustus 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-06. Diakses tanggal 29 Agustus 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  253. 1 2 3 Ressa, Maria A. (4 Agustus 2014). Rappler. Pasig City, Philippines http://www.rappler.com/nation/65199-abu-sayyaf-leader-oath-isis. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  254. 1 2 Oltermann, Philip (24 September 2014). "Islamists in Philippines threaten to kill German hostages". The Guardian.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  255. Arango, Tim (3 Agustus 2014). "Sunni Extremists in Iraq Seize 3 Towns From Kurds and Threaten Major Dam". The New York Times. Diakses tanggal 20 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  256. "Statement by the President". The White House. 7 Agustus 2014. Diakses tanggal 18 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  257. "CNN Video - Breaking News Videos from CNN.com". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-29. Diakses tanggal 25 November 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  258. Smith-Spark, Laura; Wedeman, Ben; Botelho, Greg (11 Oktober 2014). "Leaders of Iraq's Anbar province call for U.S. ground forces to stop ISIS". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  259. Lucas, Mary Grace (13 Oktober 2014). "ISIS nearly made it to Baghdad airport, top U.S. military leader says". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  260. "Libyan city declares itself part of Islamic State caliphate". CP24.
  261. Riechmann, Deb (13 November 2014). "IS, al-Qaeda reach accord in Syria". Associate Press. Diakses tanggal 13 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  262. "Negotiations failed between the IS, Jabhat al-Nusra and Islamic battalions". Syrian Observatory For Human Rights. 14 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  263. 1 2 "Egypt jihadists vow loyalty to IS as Iraq probes leader's fate". Agence France-Presse. 10 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  264. Water and Violence Link: Crisis of Survival in the Middle East (PDF) (Laporan). Mumbai, India: Strategic Foresight. Desember 2014. ISBN 978-81-88262-24-3.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  265. 1 2 3 4 5 "ISIS gaining ground in Yemen, competing with al Qaeda". CNN. 21 Januari 2015. Diakses tanggal 21 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  266. 1 2 "Officials confirm ISIL present in Afghanistan". Al Jazeera.
  267. "ISIS Reportedly Kills Afghan Taliban Commander; Modi to Visit China; Pakistan Tests Cruise Missile". Foreign Policy. Diakses tanggal 6 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  268. 1 2 "ISIS active in south Afghanistan, officials confirm for first time". CBS News. 12 Januari 2015. Diakses tanggal 6 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  269. 1 2 3 "Afghanistan drone strike 'kills IS commander Abdul Rauf'". BBC News. 9 Februari 2015. Diakses tanggal 24 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  270. sohranas. "EXCLUSIVE: 'It is not the end of fighting in Kobani' – expert fears IS could return". Syrian Observatory For Human Rights.
  271. Giglio, Mike; al-Awad, Munzer. "ISIS Operative: This Is How We Send Jihadis To Europe". BuzzFeed.
  272. Von Drehle, David (26 Februari 2015). "What Comes After the War on ISIS". Time.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  273. Fahny, Omar; Bayoumy, Yara (16 Februari 2015). "Egypt bombs Islamic State targets in Libya after 21 Egyptians beheaded". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-15. Diakses tanggal 16 Februari 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  274. Elbagir, Nima; Cruickshank, Paul; Tawfeeq, Mohammed (7 Maret 2015). "Boko Haram purportedly pledges allegiance to ISIS". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  275. "Boko Haram swears formal allegiance to ISIS". Associated Press. Fox News Channel. 8 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  276. 1 2 Templat:Cite news
  277. "Uzbek militants in Afghanistan pledge allegiance to ISIS in beheading video". khaama.com.
  278. "IMU Pledges Allegiance to Islamic State". EurasiaNet. 1 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  279. Joscelyn, Thomas (9 April 2015). "Ansar al Sharia Libya relaunches social media sites". Long War Journal. Diakses tanggal 10 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  280. Daragahi, Borzou (12 Maret 2015). "Iraqi forces advance further into Tikrit". Financial Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  281. "More than 10,000 jihadists killed since coalition raids: US". Yahoo News Singapore. 3 Juni 2015. Diakses tanggal 8 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  282. Al-Othman, Hannah (14 November 2015). "Paris attacks: Islamic State claims responsibility as French President Francois Hollande promises "merciless" revenge". London Evening Standard. Diakses tanggal 14 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  283. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "huffpost-wahhabi"
  284. 1 2 Hassan, Hassan (24 Januari 2015). "The secret world of Isis training camps – ruled by sacred texts and the sword". The Guardian. Diakses tanggal 2 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  285. Bradley, Matt (1 Februari 2015). "Islamic State Affiliate Takes Root Amid Libya's Chaos". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 2 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  286. 1 2 "Islamic State". Australian National Security. Australian Government. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-08. Diakses tanggal 22 Juli 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  287. Prusher, Ilene (9 September 2014). "What the ISIS Flag Says About the Militant Group". Time. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-09. Diakses tanggal 2015-11-30. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  288. Speckhard, Anne (29 Agustus 2014). "Endtimes Brewing". Huffington Post (UK). Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-17. Diakses tanggal 2015-11-30. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  289. Hussain, Ghaffar (30 Juni 2014). "Iraq crisis: What does the Isis caliphate mean for global jihadism?". The Independent. London. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  290. 1 2 3 4 5 6 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "ISIS-NYT"
  291. 1 2 "Crime and punishment in Saudi Arabia: The other beheaders". The Economist. 20 September 2014. Diakses tanggal 7 November 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  292. 1 2 Fernholz, Tim (1 Juli 2014). "Don't believe the people telling you to freak out over this "ISIL" map". Quartz. Atlantic Media.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  293. al-Ibrahim, Fouad (22 Agustus 2014). "Why ISIS is a threat to Saudi Arabia: Wahhabism's deferred promise". Al Akhbar. Beirut, Lebanon. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-24. Diakses tanggal 27 Oktober 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  294. Mamouri, Ali (29 Juli 2014). "Why Islamic State has no sympathy for Hamas". Al-Monitor. Diakses tanggal 1 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  295. McCants, William (2015). The ISIS Apocalypse: The History, Strategy, and Doomsday Vision of the Islamic State. New York: St. Martin's Press. hlm. 147. ISBN 978-1-250-08090-5.
  296. Beauchamp, Zack (2 September 2014). "17 things about ISIS and Iraq you need to know". Vox. Diakses tanggal 5 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  297. Abu Mohammad. "Letter dated 9 July 2005" (PDF). Office of the Director of National Intelligence. See page 2 onwards. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-05-22. Diakses tanggal 22 Juli 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  298. 1 2 3 Johnson, M. Alex (3 September 2014). "'Deviant and Pathological': What Do ISIS Extremists Really Want?". NBC News. Diakses tanggal 5 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  299. Kubba, Laith (7 Juli 2014). "Who is the U.S. targeting in Iraq air strikes?". Al Jazeera.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  300. 1 2 Joscelyn, Thomas (29 September 2015). "US counterterrorism efforts in Syria: A winning strategy?". Long War Journal.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  301. Withnall, Adam (21 Desember 2014). "Middle East. Inside Isis: The first Western journalist ever to be given access to the 'Islamic State' has just returned – and this is what he discovered". The Independent. Diakses tanggal 3 Oktober 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  302. Greyvenstein, Hester Maria (15 Januari 2015). "Q&A: German journalist on surviving ISIL". Al Jazeera. Diakses tanggal 4 Oktober 2015. Something that I don't understand at all is the enthusiasm in their plan of religious cleansing, planning to kill the non-believers... They also will kill Muslim democrats because they believe that non-ISIL-Muslims put the laws of human beings above the commandments of God. These were very difficult discussions, especially when they were talking about the number of people who they are willing to kill. They were talking about hundreds of millions. They were enthusiastic about it, and I just cannot understand that.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  303. Bender, Jeremy (1 Juli 2014). "ISIS' Five Year Expansion Map Is Fake - Business Insider". Business Insider.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  304. "That ISIS Five Year Expansion Plan Map Is Fake". Business Insider.
  305. "ISIS' five-year expansion plan map branded a fake". Al Arabiya. 2 Juli 2014. Diakses tanggal 13 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  306. Strauss, Mark. "That ISIS 'Caliphate Map' Is Bogus, So Stop Freaking Out". io9.
  307. Kilburn, Josh. "Seriously, NBC? Station Posts 'Terrifying ISIS Expansion Map' Created By Neofascists on Twitter". Americans Against the Tea Party.
  308. Dewey, Caitlin (3 Juli 2014). "What was fake on the Internet this week: Glee, 'bubbling' and a modeling contract for 'hot felon' Jeremy Meeks". The Washington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  309. Tran, Mark; Weaver, Matthew (30 Juni 2014). "Isis announces Islamic caliphate in area straddling Iraq and Syria". The Guardian. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  310. McGrath, Timothy (2 Juli 2014). "Watch this English-speaking ISIS fighter explain how a 98-year-old colonial map created today's conflict". Los Angeles Times. GlobalPost. Diakses tanggal 22 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  311. Caillet, Romain (27 Desember 2013). "The Islamic State: Leaving al-Qaeda Behind". Carnegie Endowment for International Peace.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  312. 1 2 Gude, Ken (November 2015). Anti-Muslim Sentiment Is a Serious Threat to American Security (PDF). Center for American Progress. hlm. 3. Diakses tanggal 4 Desember 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  313. Jason Burke, “Islamic State ‘Goes Global’ with Paris Attacks,” The Observer, November 14, 2015
  314. Harleen Gambhir, “ISIS Global Intelligence Summary: January 7 – February 18” (Washington: Institute for the Study of War, 2015)
  315. Abu Bakr Naji (23 Mei 2006). The Management of Savagery: The Most Critical Stage Through Which the Umma Will Pass (PDF). John M. Olin Institute for Strategic Studies at Harvard University. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2019-04-13. Diakses tanggal 20 November 2015. {{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  316. McCoy, Terrence McCoy (12 Agustus 2014). "The calculated madness of the Islamic State's horrifying brutality". The Washington Post. Diakses tanggal 1 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  317. Alastair, Crooke (30 Juni 2014). "The ISIS' 'Management of Savagery' in Iraq". The Huffington Post. Diakses tanggal 1 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  318. Hassan, Hassan (8 Februari 2015). "Isis has reached new depths of depravity. But there is a brutal logic behind it". The Guardian. Diakses tanggal 10 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  319. Wright, Lawrence (16 Juni 2014). "ISIS's Savage Strategy in Iraq". The New Yorker. Diakses tanggal 1 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  320. 1 2 3 4 5 Atran, Scott; Hamid, Nafees (16 November 2015). "Paris: The War ISIS Wants". The New York Review of Books. Diakses tanggal 20 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  321. Reardon, Martin (6 Jul 2015). "ISIL and the management of savagery". Al Jazeera. Diakses tanggal 20 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  322. Reuter, Christoph (April 18, 2015). "The Terror Strategist: Secret Files Reveal the Structure of Islamic State". Spiegel Online International. Diakses tanggal 4 Desember 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  323. 1 2 Caris, Charles C.; Reynolds, Samuel (Juli 2014). "ISIS Governance in Syria" (PDF). Institute for the Study of War.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  324. 1 2 3 "Islamic State moves in on al-Qaeda turf". BBC News. 25 Juni 2015. Diakses tanggal 7 Juli 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  325. Gambhir, Harleen (18 Februari 2015). ISIS Global Intelligence Summary, January 7 – February 18, 2015 (PDF) (Laporan). Institute for the Study of War.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  326. Schmitt, Eric; Kirkpatrick, David D. (14 Februari 2015). "Islamic State Sprouting Limbs Beyond Its Base". The New York Times. Diakses tanggal 23 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  327. 1 2 "Islamic State Expanding into North Africa". Der Spiegel. Hamburg, Germany. 18 November 2014. Diakses tanggal 25 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  328. "ISIS comes to Libya". CNN. 18 November 2014. Diakses tanggal 20 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  329. Laessing, Ulf (21 Mei 2015). "Gaddafi's home town falls to Islamic State in anarchic Libya". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-20. Diakses tanggal 17 Agustus 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  330. Morajea, Hassan (6 Juni 2015). post.com/world/middle_east/in-libyas-civil-war-the-islamic-state-shows-itself-as-the-main-threat/2015/06/06/65766592-0879-11e5-951e-8e15090d64ae_story.html "Libyan gains may offer ISIS a base for new attacks". The Washington Post. Diakses tanggal 10 Juni 2015. {{cite news}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  331. "Middle East updates / ISIS kills 14 Libyan soldiers, official government says". Haaretz. Tel Aviv, Israel. 3 Januari 2015. Diakses tanggal 29 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  332. Ditz, Jason (4 Januari 2015). "ISIS Fighters Kill 14 Soldiers in Southern Libya". Antiwar.com. Diakses tanggal 29 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  333. Eljarh, Mohamed (24 Juni 2015). "A Victory Over the Islamic State in Libya". Foreign Policy. Diakses tanggal 4 Juli 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  334. Ryan, Yasmine (16 Maret 2015). "Isis in Libya: Muammar Gaddafi's soldiers are back in the country and fighting under the black flag of the 'Islamic State'". The Independent. London. Diakses tanggal 17 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  335. "Libya Islamist militia attacks Daesh in Sirte". Anadolu Agency. 14 Maret 2015. Diakses tanggal 14 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  336. "Islamic State fighters and force allied with Tripoli clash in central Libya". Reuters. 14 Maret 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-30. Diakses tanggal 14 Maret 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  337. "Fighting between GNC-Libyan Dawn's Sunrise and IS forces – deaths and injuries reported". Libya Herald. 14 Maret 2015. Diakses tanggal 14 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  338. Piggott, Mark (17 Mei 2015). "Isis militants are being 'smuggled to Europe in migrant boats', Libyan government adviser". International Business Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  339. "11,000 migrants land in Italy in a week, ISIS had warned of sending over 500,000". The Independent. Malta. 17 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  340. "Egyptian militant group pledges loyalty to Islamic State in audio clip". Reuters. 10 November 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-11. Diakses tanggal 11 November 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  341. Joscelyn, Thomas (14 November 2014). "Sinai-based jihadist group rebranded as Islamic State's official arm". Long War Journal. Diakses tanggal 15 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  342. Zelin, Aaron Y. (14 November 2014). "The Islamic State's Archipelago of Provinces". Washington Institute for Near East Policy. Diakses tanggal 15 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  343. "Interior Ministry analyzes Ansar Bayt al-Maqdis statement over assassination attempt". Cairo, Egypt. State Information Services. 10 September 2013. Diakses tanggal 26 Desember 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  344. "IS claims responsibility for Gaza's French Cultural Centre blast, reports". Middle East Eye. 8 Oktober 2014. Diakses tanggal 9 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  345. King, Laura (20 Agustus 2015). "Egypt's grim summer: Islamic State affiliate claims latest bombing". Los Angeles Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  346. Starr, Barbara; Shoichet, Catherine E. (5 November 2015). "Russian plane crash: U.S. intel suggests ISIS bomb brought down jet". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  347. 1 2 3 Fadel, Leila (18 November 2014). "With Cash And Cachet, The Islamic State Expands Its Empire". NPR.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  348. Laskar, Rezaul H. (29 Januari 2015). "IS announces expansion into AfPak, parts of India". Hindustan Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-14. Diakses tanggal 22 Februari 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  349. Roul, Animesh (3 April 2015). "'Wilayat Khurasan': Islamic State Consolidates Position in AfPak Region". Terrorism Monitor. 13 (7). Jamestown Foundation. Diakses tanggal 13 April 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  350. Roggio, Bill (2 Februari 2015). "Pakistani Taliban emir for Bajaur joins Islamic State". Long War Journal.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  351. "Afghan Army Kills Commander of ISIL Affiliate". Al-Masdar News. 18 Maret 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-13. Diakses tanggal 2015-11-30. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  352. Raghavan, Sudarsan; Salahuddin, Sayed (11 Juli 2015). "Officials: Top Islamic State leader killed in Afghanistan strike". The Washington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  353. "Islamic State audio tape raises doubt whether Afghan leader dead". Reuters. 13 Juli 2015. Diakses tanggal 13 Juli 2015 via Yahoo! News. Islamic State on Monday released an audio tape it said was of the movement's leader for Afghanistan, raising doubts over whether he was killed in a U.S. drone strike on Friday{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  354. "Treasury Sanctions Major Islamic State of Iraq and the Levant Leaders, Financial Figures, Facilitators, and Supporters". US Treasury Department. 29 September 2015. Diakses tanggal 29 September 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  355. "Yemeni Al-Qaeda leader hails ISIS gains in Iraq". Al Arabiya. 13 August 2014.
  356. "Al-Qaeda Supporters in Yemen 'Pledge Allegiance to Islamic State'". Newsweek. Reuters. 11 Februari 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  357. "Gale Cengage Product Failure". galegroup.com. {{cite web}}:
  358. 1 2 Gambhir, Harleen (10 Mei 2015). ISIS Global Intelligence Summary, March 1 – May 7, 2015 (PDF) (Laporan). Institute for the Study of War. Diakses tanggal 12 Mei 2015.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  359. "Islamic State bomb attack on Houthi rebel leaders in Yemen leaves 28 dead". The Guardian. 30 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  360. Loveluck, Louisa (30 Juni 2015). "Islamic State targets Houthi mourners in Yemen with car bomb". The Telegraph. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  361. "US steps up arms for Saudi campaign in Yemen". Al Jazeera. 8 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  362. Perry, Mark (17 April 2015). "US generals: Saudi intervention in Yemen 'a bad idea'". Al Jazeera.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  363. Shaheen, Kareem (7 Juli 2015). "Jihadis likely winners of Saudi Arabia's futile war on Yemen's Houthi rebels". The Guardian.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  364. "Nigeria's Boko Haram pledges allegiance to Islamic State". BBC News. 7 Maret 2015. Diakses tanggal 7 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  365. Chandler, Adam (9 Maret 2015). "The Islamic State of Boko Haram? :The terrorist group has pledged its allegiance to ISIS. But what does that really mean?". The Atlantic.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  366. "IS welcomes Boko Haram allegiance: tape". Yahoo!. Agence France-Presse. 12 Maret 2015. Diakses tanggal 12 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  367. "Caucasus Emirate and Islamic State Split Slows Militant Activities in North Caucasus". Eurasia Daily Monitor. 12 (29). 13 Februari 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  368. Gambhir, Harleen (23 Juni 2015). "ISIS Declares Governorate in Russia's North Caucasus Region". Institute for the Study of War.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  369. Luck, Taylor (23 Juli 2014). "Local jihadist group pledges allegiance to Islamic State". The Jordan Times. Amman, Jordan: Jordan Press Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Juli 2014. Diakses tanggal 6 Juni 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  370. "The Islamic State" (PDF). Soufan Group. November 2014. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-07-13. Diakses tanggal 23 April 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  371. "ISIS Replace Injured Leader Baghdadi With Former Physics Teacher". Newsweek. 22 April 2015. Diakses tanggal 7 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  372. 1 2 3 4 Ruthven, Malise. "Inside the Islamic State. Review of Islamic State: The Digital Caliphate by Abdel Bari Atwan". New York Review of Books (9 July 2015). {{cite journal}}: |access-date= membutuhkan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  373. Thompson, Nick; Shubert, Attika (18 September 2014). "The anatomy of ISIS: How the 'Islamic State' is run, from oil to beheadings". CNN. Diakses tanggal 21 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  374. Sly, Liz (5 April 2015). "How Saddam Hussein's former military officers and spies are controlling Isis". The Independent. London. Diakses tanggal 5 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  375. "Foreign Recruits Are Islamic State's Cannon Fodder". February 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-23. Diakses tanggal February 2015. {{cite web}}: ; Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  376. "Iraqis, Saudis call shots in Raqa, ISIL's Syrian 'capital'". June 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-12. Diakses tanggal February 2015. {{cite web}}: ; Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  377. Abi-Habib, Maria (9 Maret 2015). "Splits in Islamic State Emerge as Its Ranks Expand". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  378. Trofimov, Yaroslav (4 Februari 2015). "In Islamic State Stronghold of Raqqa, Foreign Fighters Dominate". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  379. "The Islamic State: How Its Leadership Is Organized". YouTube.
  380. Hubbard, Ben (24 Juli 2014). "Life in a Jihadist Capital: Order With a Darker Side". The New York Times. Diakses tanggal 5 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  381. 1 2 Zelin, Aaron Y. (13 Juni 2014). "The Islamic State of Iraq and Syria Has a Consumer Protection Office". The Atlantic. Diakses tanggal 17 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  382. Gardner, Frank (9 Juli 2014). "'Jihadistan': Can Isis militants rule seized territory?". BBC News. Diakses tanggal 17 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  383. Flick, Maggie (30 September 2014). "Special Report: Islamic State uses grain to tighten grip in Iraq". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2015-11-30. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  384. "Isis to mint own Islamic dinar coins in gold, silver and copper". The Guardian. 21 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  385. 1 2 "Islamic State reportedly buying silver, gold as it prepares to issue currency". McClatchy. 20 November 2014. Diakses tanggal 21 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  386. Ensor, Josie (14 November 2014). "Islamic State announces its own currency". The Telegraph. London. Diakses tanggal 21 November 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  387. Jabbar, Marwan (3 September 2015). "Gold at End of Extremist Rainbow: Islamic State Release Their Own 'Fake' Currency". Niqash. Baghdad. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-24. Diakses tanggal 2015-11-30. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  388. Tomlinson, Simon (1 Desember 2014). "'ISIS made me clean the toilets... and my iPod didn't work': How disenchanted Islamic fanatics are returning home because jihad isn't as glamorous as they hoped". Daily Mail. London. Diakses tanggal 22 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  389. Saul, Heather (31 Oktober 2014). "Isis now targeting women with guides on how to be the 'ultimate wives of jihad'". The Independent. London. Diakses tanggal 22 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  390. Abdul-Alim, Jamaal (8 Maret 2015). "ISIS 'Manifesto' Spells Out Role for Women". The Atlantic. Diakses tanggal 23 November 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  391. 1 2 Winter, Charlie (5 Februari 2015). "QUILLIAM Translation and Analysis of Islamic State Manifesto on Jihadist Brides". Quilliam Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-01-19. Diakses tanggal 23 November 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  392. "Sa është numri i xhihadistëve të ISIS-it?" [How Many Jihadists ISIS?] (dalam bahasa Albanian). Tirana, Albania: Top Channel. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-21. Diakses tanggal 22 Februari 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  393. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "Kurdish"
  394. Weaver, Mary Anne (19 April 2015). "Her Majesty's Jihadists". The New York Times. Diakses tanggal 14 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  395. "UN Report on 15,000 Foreigners Joining ISIS Fighters in Syria And Iraq Will Shock You". International Business Times. Diarsipkan dari asli tanggal 10 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  396. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "NBCforeignfighters"
  397. 1 2 3 "The names: Who has been recruited to ISIS from the West". CNN. 25 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  398. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Neumann, Peter R. (26 Januari 2015). "Foreign fighter total in Syria/Iraq now exceeds 20,000; surpasses Afghanistan conflict in the 1980s". ICSR. Department of War Studies, King’s College London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  399. "Nearly 1,700 Russians Fighting For ISIS in Iraq: Report". International Business Times. 20 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  400. Yeginsu, Ceylan (15 September 2014). "ISIS Draws a Steady Stream of Recruits From Turkey". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  401. "100 deutsche ISIS-Kämpfer in Syrien und im Irak getötet". BILD.de.
  402. 1 2 Gradot, Julien (21 Oktober 2015). "Why Malaysia has a problem with Islamic State". The Malay Mail. Diakses tanggal 21 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  403. 1 2 Tomovic, Dusica (17 September 2014). "Hundreds of Balkan Jihadists Have Joined ISIS, CIA Says". Balkan Insight. Diakses tanggal 23 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  404. "300 Chinese are fighting alongside ISIS in Iraq, Syria". The New York Post. 15 Desember 2014. Diakses tanggal 3 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  405. "Kosovo Charges Seven With Islamist Terrorism". Balkan Insight. 3 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  406. "Fears up to 300 Swedes fighting with Isis". The Local. Sweden. 23 November 2014. Diakses tanggal 7 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  407. "HOW many? Authorities claim 'up to 250' Australians are linked to ISIS terrorists". Daily Mail. London. 31 Oktober 2014. Diakses tanggal 4 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  408. "Azerbaijanis Killed In Syria, Pro-Government Outlets Report". Radio Free Europe/Radio Liberty.
  409. "Austria passes controversial reforms to Islam law banning foreign funding". The Telegraph. London. 25 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  410. "New Norwegians take top roles in Isis jihadi group". The Local. Norway. 12 Februari 2015. Diakses tanggal 7 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  411. "Police arrest seven for recruiting women for Isis". The Local. Spain. 16 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  412. "Canadians have joined ISIS to fight – and die – in Syria". CNN. 10 September 2014. Diakses tanggal 3 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  413. 1 2 Carlstrom, Gregg (3 Oktober 2014). "ISIL a distant threat for Israel". Al Jazeera. The London-based International Centre for the Study of Radicalisation estimates that just 120 people from Israel and the Palestinian territories are now fighting in Syria and Iraq.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  414. "Israelis Are Joining ISIS". Vocativ. 7 November 2014. Diakses tanggal 3 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) "According to Israeli security service estimates, there are now 40 to 50 Arab-Israelis fighting in Syria and Iraq, most of them as part of ISIS. That’s not a huge number, given that there are 1.3 million Muslims living in Israel."
  415. Quann, Jack (10 Februari 2015). "EXCLUSIVE: Newstalk speaks to former ISIS operative about Irish fighters". Newstalk. Diakses tanggal 1 Juli 2015. It is estimated that some 40 Irish men have gone to fight for ISIS in Syria and Iraq{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  416. Machaidze, Rusiko (16 Juni 2015). "Four people detained in Georgia for links to ISIS". Democracy & Freedom Watch. Diakses tanggal 18 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  417. "Argentinos aparecen entre los "yihadistas exóticos"". Clarín (dalam bahasa Spanish). 5 Oktober 2014. Diakses tanggal 21 Desember 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  418. "India tracking 18 desi jihadis in Iraq, Syria". The Times of India Mobile Site. 9 Juli 2014. Diakses tanggal 26 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  419. "Portugal Fails to Heed Warnings from Spain About Jihadis". The Clarion Project. 16 September 2014. Diakses tanggal 21 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  420. "Portugal's Jihadists gain prominence". The Portugal News. 5 Februari 2015. Diakses tanggal 21 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  421. Fonbuena, Carmela (22 September 2014). "Filipino jihadists killed in Syria - reports". Rappler. Diakses tanggal 24 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  422. "World's Richest Terror Army". BBC. 24 April 2015. hlm. 25:06 – within a 59 minute programme. excerpt from, interview with Abu Hajjar, a former "senior leader of IS": "How much money would a foreign fighter receive as a wage?" "A foreigner? They aren't given a salary. They are given food and housing, not money."{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  423. Ismay, John (17 Oktober 2013). "Insight into How Insurgents Fought in Iraq". The New York Times. Diakses tanggal 22 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  424. Lister, Charles (7 Agustus 2014). "Not Just Iraq: The Islamic State Is Also on the March in Syria". The Huffington Post. Diakses tanggal 11 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  425. Cowell, Alan (10 Juli 2014). "Low-Grade Nuclear Material Is Seized by Rebels in Iraq, U.N. Says". The New York Times. Diakses tanggal 15 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  426. Sherlock, Ruth (10 Juli 2014). "Iraq jihadists seize 'nuclear material', says ambassador to UN". The Telegraph. London. Diakses tanggal 15 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  427. "Islamic State says it could buy nuclear weapon from Pakistan within a year". The Express Tribune. Karachi, Pakistan.
  428. Khan, Maria. "Isis: India warns Islamic State can obtain nuclear weapons from Pakistan". International Business Times.
  429. Blake, Paul (11 September 2015). "US official: 'IS making and using chemical weapons in Iraq and Syria'". BBC. Diakses tanggal 16 September 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  430. Dearden, Lizzie (11 September 2015). "Isis 'manufacturing and using chemical weapons' in Iraq and Syria, US official claims". The Independent. London. Diakses tanggal 16 September 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  431. 1 2 3 4 Khalaf, Roula; Jones, Sam (17 Juni 2014). "Selling terror: how Isis details its brutality". Financial Times. Diakses tanggal 18 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  432. Stone, Jeff (17 Juni 2014). "ISIS Attacks Twitter Streams, Hacks Accounts To Make Jihadi Message Go Viral". International Business Times. Diakses tanggal 19 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  433. Prusher, Ilene (9 September 2014). "What the ISIS Flag Says About the Militant Group". Time. Diakses tanggal 29 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  434. Roggio, Bill (28 Oktober 2007). "US targets al Qaeda's al Furqan media wing in Iraq". Long War Journal. Diakses tanggal 24 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  435. Bilger 2014, hlm. 1.
  436. Zelin, Aaron Y. (8 Maret 2013). "New statement from the Global Islamic Media Front: Announcement on the Publishing of al-I'tiṣām Media Foundation – A Subsidiary of the Islamic State of Iraq – It Will Be Released Via GIMF". JIHADOLOGY. Diakses tanggal 24 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  437. "New statement from the Islamic State of Iraq and al-Shām: "Announcing Ajnād Foundation For Media Production"". JIHADOLOGY. Diakses tanggal 8 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  438. Gertz, Bill (13 Juni 2014). "New Al Qaeda Group Produces Recruitment Material for Americans, Westerners". The Washington Free Beacon. Diakses tanggal 24 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  439. "ISIS Declares Islamic Caliphate, Appoints Abu Bakr Al-Baghdadi As 'Caliph', Declares All Muslims Must Pledge Allegiance To Him". MEMRI. 30 Juni 2014. Diakses tanggal 7 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  440. Zelin, Aaron Y. (28 Januari 2015). "The Islamic State's model". The Washington Post. Diakses tanggal 30 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  441. Sullivan, Kevin (8 Desember 2014). "Three American teens, recruited online, are caught trying to join the Islamic State". The Washington Post. Diakses tanggal 9 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  442. "Dabiq: What Islamic State's New Magazine Tells Us about Their Strategic Direction, Recruitment Patterns and Guerrilla Doctrine". The Jamestown Foundation. 1 Agustus 2014. Diakses tanggal 18 Agustus 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  443. Akkoc, Raziye (2015-10-12). "Ankara bombings: Islamic State is main suspect, says Turkish PM Ahmet Davutoglu". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 2015-12-02.
  444. Hunter, Isabel (2015-07-22). "Suruc bombings: Turkish President accused of not doing enough to help Kurds fight Isis threat across its border in Syria". The Independent. Diakses tanggal 2015-12-02.
  445. "Islamic State launches English-language radio bulletins". The Daily Telegraph. London. 7 April 2015. Diakses tanggal 18 Mei 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  446. 1 2 Berger, J. M. (16 Juni 2014). "How ISIS Games Twitter". The Atlantic. Diakses tanggal 19 Juni 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  447. "ISIS Propaganda Campaign Threatens U.S." Anti-Defamation League. 27 Juni 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-29. Diakses tanggal 27 Juni 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  448. Sheera, Frenkel (16 Juni 2014). "Meet The 'ISIS Fanboys' Spreading The Message of Iraq's Most Feared Terror Group". BuzzFeed.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  449. Friedman, Dan (17 Agustus 2014). "Twitter stepping up suspensions of ISIS-affiliated accounts: experts". Daily News. New York. Diakses tanggal 8 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  450. "ISIS Faces Resistance From Social Media Companies". Anti-Defamation League. 23 Juli 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-29. Diakses tanggal 24 Juli 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  451. Lee, Ian; Hanna, Jason (12 Agustus 2015). "Croatian ISIS captive reportedly beheaded". CNN. Diakses tanggal 12 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  452. Walsh, Michael (23 September 2014). "ISIS releases second 'lecture video' of British hostage John Cantlie". Daily News. New York. Diakses tanggal 6 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  453. Steinberg, Joseph (11 April 2015). "ISIS Blacks Out French Television Station Broadcasts". Forbes. Diakses tanggal 12 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  454. "France probes Russian lead in TV5Monde hacking: sources". Reuters. 10 Juni 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-23. Diakses tanggal 9 Juli 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  455. "Anonymous declares 'war' on ISIS, vows cyberattacks following Paris attacks". News.com.au. 17 November 2015. Diakses tanggal 18 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  456. Reisinger, Don (17 November 2015). "ISIS Calls Anonymous 'Idiots' As Cyber War Heats Up". Fortune. Diakses tanggal 19 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  457. Reisinger, Don (17 November 2015). "ISIS Calls Anonymous 'Idiots' as Cyber War Heats Up". Time. Diakses tanggal 18 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  458. "Twitter: Anonymous's lists of alleged ISIS accounts are 'wildly inaccurate'". The Daily Dot. 20 November 2015. Diakses tanggal 22 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  459. "Financing of the Terrorist Organisation Islamic State in Iraq and the Levant" (PDF). Financial Action Task Force. Februari 2015. Diakses tanggal 19 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  460. 1 2 3 4 Allam, Hannah (23 Juni 2014). "Records show how Iraqi extremists withstood U.S. anti-terror efforts". McClatchy News. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-25. Diakses tanggal 25 Juni 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  461. 1 2 Chulov, Martin (15 Juni 2014). "How an arrest in Iraq revealed Isis's $2bn jihadist network". The Guardian. Diakses tanggal 17 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  462. Moore, Jack (11 Juni 2014). "Mosul Seized: Jihadis Loot $429m from City's Central Bank to Make Isis World's Richest Terror Force". International Business Times. Diakses tanggal 19 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  463. McCoy, Terrence (12 Juni 2014). "ISIS just stole $425 million, Iraqi governor says, and became the 'world's richest terrorist group'". The Washington Post. Diakses tanggal 18 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  464. Carey, Glen; Haboush, Mahmoud; Viscusi, Gregory (26 Juni 2014). "Financing Jihad: Why ISIS Is a Lot Richer Than Al-Qaeda". Bloomberg News. Diakses tanggal 19 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  465. Windrem, Robert (24 Juni 2014). "U.S. Official Doubts ISIS Mosul Bank Heist Windfall". NBC News. Diakses tanggal 22 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  466. Daragahi, Borzou (17 Juli 2014). "Biggest bank robbery that 'never happened' – $400m Isis heist". Financial Times. Diakses tanggal 21 Juli 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  467. Matthews, Dylan (24 Juli 2014). "The surreal infographics ISIS is producing, translated". Vox. Diakses tanggal 25 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  468. 1 2 3 Bronstein, Scott; Drew Griffin (7 Oktober 2014). "Self-funded and deep-rooted: How ISIS makes its millions". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  469. Leigh, Karen (2 Agustus 2014). "ISIS Makes Up To $3 Million a Day Selling Oil, Say Analysts". ABC news. Diakses tanggal 8 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  470. 1 2 3 4 5 di Giovanni, Janine; McGrath Goodman, Leah; Sharkov, Damien (6 November 2014). "How Does ISIS Fund Its Reign of Terror?". Newsweek.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  471. Solomon, Erika (28 April 2014). "Syria's jihadist groups fight for control of eastern oilfields". Financial Times. Diakses tanggal 17 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  472. Fisher, Max (12 Juni 2014). "How ISIS is exploiting the economics of Syria's civil war". Vox. Diakses tanggal 17 Juni 2014. {{cite web}}: Kutipan memiliki paramater tidak diketahui : |1=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  473. 1 2 Lister, Tim (13 Juni 2014). "ISIS: The first terror group to build an Islamic state?". CNN. Diakses tanggal 14 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  474. Peritz, Aki (4 Februari 2015). "How Iraq Subsidizes Islamic State". The New York Times. Diakses tanggal 25 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  475. 1 2 Simpson, Cam; Philips, Matthew (19 November 2015). "Why ISIS has all the money it needs". Bloomberg Business. Diakses tanggal 19 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  476. 1 2 "ISIS economy based on illegal drug trade – Russian anti-drug chief". RT. 23 Juli 2015. Diakses tanggal 24 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  477. 1 2 Rogin, Josh (14 Juni 2014). "America's Allies Are Funding ISIS". The Daily Beast. Diakses tanggal 21 September 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  478. Cockburn, Patrick (13 Juli 2014). "Iraq crisis: How Saudi Arabia helped Isis take over the north of the country". The Independent. London. Diakses tanggal 9 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  479. 1 2 Parker, Ned; Ireland, Louise (9 Maret 2014). "Iraqi PM Maliki says Saudi, Qatar openly funding violence in Anbar". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal 2014-07-31. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  480. 1 2 Bozorgmehr, Najmeh; Kerr, Simeon (25 Juni 2014). "Iran-Saudi proxy war heats up as Isis entrenches in Iraq". Financial Times. Diakses tanggal 29 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  481. Stanglin, Doug (15 September 2014). "As summit strategizes on ISIL, French jets fly over Iraq". USA Today.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  482. Clemons, Steve (23 Juni 2014). "'Thank God for the Saudis': ISIS, Iraq, and the Lessons of Blowback". The Atlantic. Diakses tanggal 9 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  483. 1 2 Black, Ian (19 Juni 2014). "Saudi Arabia rejects Iraqi accusations of Isis support". The Guardian. Diakses tanggal 19 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  484. "Saddam's former army is secret of Baghdadi's success". Reuters. 16 Juni 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-03. Diakses tanggal 1 Juli 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  485. "UN says '25,000 foreign fighters' joined Islamist militants". BBC News. 2 April 2015. Diakses tanggal 2 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  486. "Isis leader calls on Muslims to 'build Islamic state'". BBC News. 1 Juli 2014. Diakses tanggal 6 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  487. Burke, Jason (26 Mei 2015). "Islamist fighters drawn from half the world's countries, says UN". The Guardian. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Mei 2015. Diakses tanggal 26 Mei 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  488. Mohammed, Riyadh (16 November 2014). "ISIS Beheads Another American As 60 New Terror Groups Join". The Fiscal Times. Diakses tanggal 28 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  489. "ISIS accepts Boko Haram pledge, says would-be recruits can go to Nigeria". CBC News. Canadian Broadcasting Corporation. Associated Press. 13 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  490. Arfaoui, Jamel (8 Juli 2014). "Tunisia: Ansar Al-Sharia Tunisia Spokesman Backs Isis". Tunis, Tunisia: AllAfrica. Diakses tanggal 25 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  491. Abdallah Suleiman Ali (3 Juli 2014). "Global jihadists recognize Islamic State". Al-Monitor. Diakses tanggal 25 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  492. Chikhi, Lamine (14 September 2014). "Splinter group breaks from al Qaeda in North Africa". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal 24 September 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  493. al-Ghoul, Asmaa (27 Februari 2014). "Gaza Salafists pledge allegiance to ISIS – Al-Monitor: the Pulse of the Middle East". Al-Monitor. Diakses tanggal 25 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  494. 1 2 Witular, Rendi A. (13 Agustus 2014). "Sons, top aides abandon Ba'asyir over ISIL, form new jihadist group". The Jakarta Post.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  495. Rottenberg, Chris (2012). "Jamaah Ansharut Tauhid, The Perpetual threat" (PDF). Osgood Center for International Studies. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 2015-12-25. {{cite web}}:
  496. "Uzbek militants declare support for Islamic State". Dawn. Agence France-Presse. 7 Oktober 2014. Diakses tanggal 25 Mei 2015. "Hereby, on behalf of all members of our movement, in line with our sacred duties, I declare that we are in the same ranks with the Islamic State in this continued war between Islam and [non-Muslims]," Usman Gazi wrote in an online statement on Sept 26.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  497. "IMU Declares It Is Now Part Of The Islamic State". Radio Free Europe/Radio Liberty. 6 Agustus 2015. Diakses tanggal 6 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  498. "Caucasus Emirate and Islamic State Split Slows Militant Activities in North Caucasus". Jamestown Foundation. 13 Februari 2014. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  499. Fuller, Liz (2 Januari 2015). "Six North Caucasus Insurgency Commanders Transfer Allegiance To Islamic State". Radio Free Europe/Radio Liberty. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  500. "What Caused the Demise of the Caucasus Emirate?". Jamestown Foundation. 18 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  501. "ISIS: We Are Operating in Gaza". Vocative: The extremist terror organization is establishing a toehold inside Gaza, despite Hamas' claims to the contrary. 9 Juni 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-16. Diakses tanggal 2 Juni 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  502. Dean, Sarah (21 Agustus 2014). "PM Tony Abbott warns Australians of threats from Indonesian Jemaah Islamiyah group". Daily Mail. London. Diakses tanggal 23 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  503. Emasquel II, Paterno (17 September 2014). "Philippines condemns, vows to 'thwart' ISIS". Rappler. Diakses tanggal 19 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  504. "BIFF, Abu Sayyaf pledge allegiance to Islamic State jihadists". GMA News Online. Quezon City, Philippines: GMA Network. Agence France-Presse. 16 Agustus 2014. Diakses tanggal 22 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  505. 1 2 Bertrand, Natasha (28 Juli 2015). "Senior Western official: Links between Turkey and ISIS are now 'undeniable'". Yahoo!. Business Insider.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  506. Zaman, Amberin (10 Juni 2014). "Syrian Kurds continue to blame Turkey for backing ISIS militants". Al-Monitor.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  507. Wilgenburg, Wladimir van (6 Agustus 2014). "Kurdish security chief: Turkey must end support for jihadists". Al-Monitor.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  508. Cockburn, Patrick (6 November 2014). "Whose side is Turkey on?". London Review of Books. 36 (21): 8–10.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  509. 1 2 Phillips, David L. (9 November 2014). "Research Paper: ISIS-Turkey List". The Huffington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  510. Guiton, Barney (7 November 2014). "'ISIS Sees Turkey as Its Ally': Former Islamic State Member Reveals Turkish Army Cooperation". Newsweek.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  511. Ben-Solomon, Ariel (30 Juli 2014). "Islamic State fighter: 'Turkey paved the way for us'". The Jerusalem Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  512. 1 2 3 Faiola, Anthony; Mekhennet, Souad (12 Agustus 2014). "In Turkey, a late crackdown on Islamist fighters". The Washington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  513. Williams, Lauren (4 Januari 2015). "ISIS Has Polarized Turkey Domestically". Assyrian International News Agency. Daily Star, Lebanon. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-13. Diakses tanggal 2015-12-25. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  514. Tattersall, Nick; Karouny, Mariam (26 Agustus 2014). "Turkey's 'Open Border' Policy With Syria Has Backfired As ISIS Recruitment Continues". Business Insider.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  515. Schanzer, Jonathan (25 September 2014). "Boosting Turkey as it backs terror". New York Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  516. 1 2 Greenhill, Sam (25 Agustus 2014). "How seven radicalised young Britons a week are taking the Gateway to Jihad". Daily Mail. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  517. "New report further exposes Turkey links to ISIL militants". Tehran, Iran: Press TV. 21 Oktober 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-11. Diakses tanggal 2015-12-25. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  518. "Ankara defends ISIS, Turkish officials have financial interest in oil trade with group - PM Medvedev". RT. 25 November 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  519. "Ankara's oil business with ISIS". RT. 2015-11-25. Diakses tanggal 2015-12-02.
  520. EXCLUSIVE: Sarin materials brought via Turkey & mixed in Syrian ISIS camps – Turkish MP to RT
  521. "Qatar and ISIS Funding: The U.S. Approach". The Washington Institute. Agustus 2014. Diakses tanggal 8 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  522. "Islamic State: Where does jihadist group get its support?". BBC. 1 September 2014. Diakses tanggal 8 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  523. "Qatar Is a U.S. Ally. They Also Knowingly Abet Terrorism. What's Going On?". New Republic. 6 Oktober 2014. Diakses tanggal 8 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  524. "German minister accuses Qatar of funding Islamic State fighters". Reuters. 20 Agustus 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-13. Diakses tanggal 8 Mei 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  525. "Qatar allows money to flow to Islamic State, other terrorists: report". Washington Times. 10 Desember 2014. Diakses tanggal 8 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  526. "Who funds ISIS? Qatar and state-sponsoring allegations". Security Observer. 23 Desember 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-06-03. Diakses tanggal 8 Mei 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  527. "Qatar denies backing Islamic State group". Al Jazeera. 24 Agustus 2014. Diakses tanggal 8 Mei 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  528. Husain, Ed (22 Agustus 2014). "ISIS Atrocities Started With Saudi Support For Salafi Hate". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  529. "Saudi Funding of ISIS". washingtoninstitute.org.
  530. 1 2 Vinograd, Cassandra; Omar, Ammar Cheikh (11 Desember 2014). "Syria, ISIS Have Been 'Ignoring' Each Other on Battlefield, Data Suggests". NBC. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  531. 1 2 "Turkey's Arab Alawites stand at a crossroads". The National. 6 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  532. 1 2 Sherlock, Ruth (11 Agustus 2013). "Syrian rebels accused of sectarian murders". The Daily Telegraph. London. Hundreds of Alawite civilians have been killed, kidnapped or have disappeared during a rebel offensive on President Bashar al-Assad's heartland province of Latakia, local residents have reported.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  533. Sly, Liz (9 September 2014). "Syria's Assad thinks he is winning. He could be wrong". The Washington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  534. 1 2 3 "ISIS reportedly massacres dozens in Syrian village". CBS News. 31 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  535. "CFR Backgrounders – The Islamic State". Council on Foreign Relations. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-07-01. Diakses tanggal 6 Juli 2015. Some analysts have even described a tacit nonaggression pact between Islamic State militants and Bashar al-Assad regime, with each focused on fighting the main antigovernment opposition forces for territorial control. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  536. 1 2 Baker, Aryn (27 Januari 2014). "Is the Assad Regime in League with al-Qaeda?". Time. Diakses tanggal 6 Juli 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  537. Black, Ian (14 Juli 2015). "Bashar al-Assad is west's ally against Isis extremists, says Syria". The Guardian. Diakses tanggal 6 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  538. Cordall, Simon Speakwell (21 Juni 2014). "How Syria's Assad Helped Forge ISIS". Newsweek. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  539. Kelley, Michael, B (21 Januari 2014). "It's Becoming Clear That Assad Fueled The Al-Qaeda Surge That Has Kept Him in Power". Business Insider. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  540. Blair, David (7 Maret 2015). "Oil middleman between Syria and Isil is new target for EU sanctions". The Daily Telegraph. London. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  541. "Kerry: There Is Evidence That Assad Has Played "Footsie" With ISIL". Real Clear Politics. 18 September 2014. Diakses tanggal 9 Maret 2015. JOHN KERRY: Regrettably Congressman, no we're not going to be undercut, because. If Assad's forces indeed do decide to focus on ISIL significantly, which they haven't been doing throughout this period, one of our judgements is there is evidence that Assad has played footsie with them, and he has used them as a tool of weakening the opposition. He never took on their headquarters, which were there and obvious, and other assets that they have. So we have no confidence that Assad is either capable of or willing to take on ISIL."{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  542. "Has Assad infiltrated rebel forces inside Syria?". Channel Four News. 24 April 2014. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  543. Ridley, Yyonne (22 September 2014). "EXCLUSIVE: Shaikh Hassan Abboud's final interview". Middle East Monitor. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-03-19. Diakses tanggal 9 Maret 2015. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  544. "AlQaeda detainees reveal ties with Assad". Al Arabiya News. 20 Januari 2014. Diakses tanggal 9 Maret 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  545. U.S. Embassy Syria [@USEmbassySyria] (1 Juni 2015). "Reports indicate that the regime is making air-strikes in support of #ISIL's advance on #Aleppo, aiding extremists against Syrian population" (Kicauan). Diakses tanggal 2 Juni 2015 via Twitter.
  546. Barnard, Anne (2 Juni 2015). "Assad's Forces May Be Aiding New ISIS Surge". The New York Times. Diakses tanggal 5 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  547. Bar'el, Zvi (3 Juni 2015). "Assad's cooperation with ISIS could push U.S. into Syria conflict". Haaretz. Diakses tanggal 4 Juni 2015. Salim Idris, defense minister in the rebels' provisional government, said approximately 180 Syrian Army officers are currently serving with ISIS and coordinating the group's military operations with the army.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  548. Philps, Alan (25 Juni 2015). "Rebels are close to Raqqa – but what happens next?". The National. Diakses tanggal 20 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  549. Selman İnanc, Yusuf (28 Juni 2015). "ISIS and Assad cooperate locally on mutual interests to destroy FSA". Daily Sabah. Diakses tanggal 29 Juni 2015. speaking on the condition of anonymity, told Daily Sabah that President Bashar Assad's Syrian regime and ISIS made an agreement on that day at the gas production plant.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  550. Krever, Mick (27 Juli 2015). "ISIS exists because world ignored al-Assad in Syria, Turkish leader says". CNN. Diakses tanggal 28 Juli 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  551. "UN 'may include' Isis on Syrian war crimes list". BBC News. 26 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  552. "Video shows Islamic State executes scores of Syrian soldiers Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine.". Reuters. 28 August 2014.
  553. "ISIS accused of crimes against humanity". Al Arabiya. Dubai, United Arab Emirates. 14 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  554. Larson, Nina (14 November 2014). "UN probe: ISIS committing 'crimes against humanity' in Syria". The Daily Star. Beirut, Lebanon.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  555. "Libya: Extremists Terrorizing Derna Residents". Human Rights Watch. Diakses tanggal 28 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  556. "Rule of Terror: Living under ISIS in Syria" (PDF). United Nations Commission on Human Rights. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Februari 2015. Diakses tanggal 29 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  557. 1 2 3 McCoy, Terrence (13 Juni 2013). "ISIL, beheadings and the success of horrifying violence". The Washington Post. Diakses tanggal 23 Juni 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  558. 1 2 Bulos, Nabih (20 Juni 2014). "Islamic State of Iraq and Syria aims to recruit Westerners with video". Los Angeles Times. Diakses tanggal 17 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  559. 1 2 Zarocostas, John (8 Juli 2014). "U.N.: Islamic State executed imam of mosque where Baghdadi preached". McClatchyDC. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-30. Diakses tanggal 10 Oktober 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  560. Abi-Habib, Maria (26 Juni 2014). "Iraq's Christian Minority Feels Militant Threat". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 6 Juli 2014 via Google. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  561. "Syria: Executions, Hostage Taking by Rebels". Human Rights Watch. 10 Oktober 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  562. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "amnestyethnic"
  563. "Iraq crisis: Islamic State accused of ethnic cleansing". BBC News. 2 September 2014. Diakses tanggal 25 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  564. 1 2 Report on the Protection of Civilians in Armed Conflict in Iraq: 6 July – 10 September 2014 (PDF). ohchr.org (Laporan). Human Rights Office of the High Commissioner for Human Rights and United Nations Assistance Mission for Iraq.
  565. 1 2 "UN: ISIS Massacred 700 Turkmen—Including Women, Children, Elderly". CNS News. Diakses tanggal 20 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  566. 1 2 "UN confirms 5,000 Yazidis men were executed and 7,000 women are now sex slaves". Daily Mail. London. 14 Oktober 2014. Diakses tanggal 20 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  567. LUCAS, RYAN (4 November 2014). "ISIS Tortured Kurdish Children Captured in Kobani: Group". The Huffington Post. Associated Press. Diakses tanggal 4 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  568. "Islamic State group 'executes 700' in Syria". Al Jazeera. Diakses tanggal 20 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  569. Sly, Liz (20 Oktober 2014). "Syria tribal revolt against Islamic State ignored, fueling resentment". The Washington Post. Diakses tanggal 7 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  570. Van, FERNANDE (7 Agustus 2014). "Isis takes Iraq's largest Christian town as residents told – 'leave, convert or die'". The Independent. London. Beirut. Diakses tanggal 5 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  571. Jadallah, Ahmed (18 Juli 2014). "Convert, pay tax, or die, Islamic State warns Christians". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-05. Diakses tanggal 5 Januari 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  572. "Convert, pay tax, or die, Islamic State warns Christians". The Guardian. Reuters. 18 Juli 2014. Diakses tanggal 27 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  573. Abedine, Saad; Mullen, Jethro (28 Februari 2014). "Islamists in Syrian city offer Christians safety – at a heavy price". CNN. Diakses tanggal 27 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  574. Hubbard, Ben (23 Juli 2014). "Life in a Jihadist Capital: Order With a Darker Side". The New York Times. Diakses tanggal 27 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  575. Suleiman Al-Khalidi; Oliver Holmes (23 Februari 2015). Tom Heneghan (ed.). "Islamic State in Syria abducts at least 150 Christians". Reuters. Diakses tanggal 23 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  576. "Islamic State 'abducts dozens of Christians in Syria'". BBC. 23 Februari 2015. Diakses tanggal 23 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  577. "Rudaw Mobile". Rudaw. Diakses tanggal 25 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  578. "ISIL Militants Killed More Than 1000 Civilians in Recent Onslaught in recent Onslaught in Iraq: UN". RT News. Diakses tanggal 4 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  579. "Iraq violence: UN confirms more than 2000 killed, injured since early June". UN News Centre. 24 Juni 2014. Diakses tanggal 4 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  580. "UN warns of war crimes as ISIL allegedly executes 1,700". Today's Zaman. 15 Juni 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-04. Diakses tanggal 4 Juli 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  581. Spencer, Richard (16 Juni 2014). "Iraq crisis: UN condemns 'war crimes' as another town falls to Isis". The Telegraph. London. Diakses tanggal 6 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  582. "Syria: ISIS Summarily Killed Civilians". Human Rights Watch. 14 Juni 2014. Diakses tanggal 5 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  583. "Syria conflict: Amnesty says ISIS killed seven children in north". BBC News. 6 Juni 2014. Diakses tanggal 5 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  584. "NGO: ISIS kills 102-year-old man, family in Syria". Al Arabiya. Diakses tanggal 7 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  585. Holmes, Oliver (28 Desember 2014). "Islamic State executed nearly 2,000 people in six months: monitor". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-28. Diakses tanggal 2015-12-26. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  586. Bacchi, Umberto. "ISIS Medieval School Curriculum: No Music, Art and Literature for Mosul Kids". International Business Times.
  587. Spencer, Richard (16 September 2014). "Islamic State issues new school curriculum in Iraq". The Telegraph. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  588. "ISIS eradicates art, history and music from curriculum in Iraq". CBS News. 15 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  589. Sabah, Zaid; Al-Ansary, Khalid (17 September 2014). "Mosul Schools Go Back in Time With Islamic State Curriculum". Bloomberg News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  590. Philp, Catherine (17 September 2014). "Parents boycott militants' curriculum". The Times. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  591. "Islamic State says women in Mosul must wear full veil or be punished". The Irish Times. 26 Juli 2014. Diakses tanggal 23 Agustus 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  592. McElroy, Damien (23 Juli 2014). "Islamic State tells Mosul shopkeepers to cover up naked mannequins". The Telegraph. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  593. "ISIS Is Actively Recruiting Female Fighters To Brutalize Other Women". Business Insider.
  594. Taylor, Adam (12 Juni 2014). "The rules in ISIS' new state: Amputations for stealing and women to stay indoors". The Washington Post. Diakses tanggal 2 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  595. "ISIS bans music, imposes veil in Raqqa". Al-Monitor. 20 Januari 2014. Diakses tanggal 13 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  596. "IS beheads two civilian women in Syria: monitor". Yahoo News. 30 June 2015.
  597. Saul, Heather (22 Januari 2015). "Isis publishes penal code listing amputation, crucifixion and stoning as punishments – and vows to vigilantly enforce it". independent.co.uk. London. Diakses tanggal 3 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  598. Withnall, Adam (18 Januari 2015). "Isis throws 'gay' men off tower, stones woman accused of adultery and crucifies 17 young men in 'retaliatory' wave of executions". independent.co.uk. London. Diakses tanggal 3 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  599. Rush, James (3 Februari 2015). "Images emerge of 'gay' man 'thrown from building by Isis militants before he is stoned to death after surviving fall'". independent.co.uk. London. Diakses tanggal 3 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  600. Daragahi, Borzou (25 Februari 2015). "Isis brutality in Iraq reawakens Sunni resistance". ft.com. Diakses tanggal 25 Februari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  601. Brannan, Kate. "Children of the Caliphate". foreignpolicy.com/. Foreign Policy Magazine. Diakses tanggal 30 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  602. Peritz, Aki; Maller, Tara (16 September 2014). "The Islamic State of Sexual Violence". foreignpolicy.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  603. Saul, Heather (18 Februari 2015). "Isis Raqqa wives subjected to 'brutal' sexual assaults after marrying militants". The Independent. London. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  604. 1 2 3 4 5 6 Callimachi, Rukmini (13 Agustus 2015). "ISIS Enshrines a Theology of Rape". nytimes.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  605. Wood, Paul (22 Desember 2014). "Islamic State: Yazidi women tell of sex-slavery trauma". BBC News. Diakses tanggal 4 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  606. 1 2 Nebehay, Stephanie (2 Oktober 2014). "Islamic State committing 'staggering' crimes in Iraq: U.N. report". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-10. Diakses tanggal 2 Oktober 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  607. Lagerwall, Katarina (23 September 2014). "Det jag har bevittnat i al-Raqqa kommer alltid förfölja mig" [What I have witnessed in al-Raqqa will always haunt me]. Dagens Nyheter (dalam bahasa Swedish). Stockholm, Sweden. Diakses tanggal 25 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  608. Brekke, Kira (8 September 2014). "ISIS Is Attacking Women, And Nobody Is Talking About It". The Huffington Post. Diakses tanggal 11 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  609. "Surging Violence Against Women in Iraq". Inter Press Service. 27 Juni 2014. Diakses tanggal 5 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  610. Winterton, Clare (25 Juni 2014). "Why We Must Act When Women in Iraq Document Rape". The Huffington Post. Diakses tanggal 10 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  611. Giglio, Mike (27 Juni 2014). "Fear of Sexual Violence Simmers in Iraq As ISIL Advances". BuzzFeed. Diakses tanggal 9 Juli 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  612. Williams, Martin (25 September 2013). "Sexual jihad is a bit much". The Citizen. Gauteng, South Africa. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-16. Diakses tanggal 7 Juli 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  613. Watson, Ivan (30 Oktober 2014). "'Treated like cattle': Yazidi women sold, raped, enslaved by ISIS". CNN. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  614. Yoon, Sangwoon (4 Agustus 2015). "Islamic State Circulates Sex Slave Price List". BloombergBusines. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  615. Todenhöfer, Jürgen (2015). Inside IS- 10 Tage im <Islamischen Staat> [Inside IS: 10 days in 'Islamic State'] (dalam bahasa German). Munich, Germany: C. Bertelsmann Verlag. ISBN 978-3-570-10276-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  616. Spencer, Richard (14 Oktober 2014). "Isil carried out massacres and mass sexual enslavement of Yazidis, UN confirms". The Telegraph. London. Diakses tanggal 3 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  617. Semple, Kirk (14 November 2014). "Yazidi Girls Seized by ISIS Speak Out After Escape". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  618. "ISIS Just Executed More Than 150 Women in Fallujah". Business Insider. NOW News. 17 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  619. Chastain, Mary (17 Desember 2014). "ISIS Slaughters 150 Females in Iraq for Refusing to Marry, Have Sex with Them". Breitbart News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  620. 1 2 Siddiqui, Mona (24 Agustus 2014). "Isis: a contrived ideology justifying barbarism and sexual control". The Observer. Diakses tanggal 1 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  621. Callimachi, Rukmini (10 Februari 2015). "Death of Kayla Mueller, ISIS Hostage, Confirmed by Family and White House". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  622. "U.S. believes hostage was given to ISIS fighter as bride". CBS News. 11 Februari 2015. Diakses tanggal 17 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  623. Meek, James Gordon; Schwartz, Rhonda (10 Februari 2015). "Officials: Kayla Mueller May Have Been Given to ISIS Commander". ABC News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  624. Wagner, Meg; Siemaszko, Corky (10 Februari 2015). "Kayla Jean Mueller, American aid worker held hostage, may have been forced to marry ISIS leader: report". Daily News. New York.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  625. Dilanian, Ken (14 Agustus 2015). "Islamic State Leader Raped American Hostage, US Finds". Yahoo!. Associated Press.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  626. Neurink, Judit (14 Agustus 2015). "Isis leader Abu Bakr al-Baghdadi repeatedly raped US hostage Kayla Mueller and turned Yazidi girls into personal sex slaves". The Independent. London. Diakses tanggal 17 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  627. "Islamic State leader reportedly raped American hostage". Fox News Channel. Associated Press. 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  628. "ISIS leader repeatedly raped American hostage, U.S. finds". CBS News. Associated Press. 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  629. "Islamic State leader Baghdadi 'raped' Kayla Mueller". BBC News. 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  630. Dilanian, Ken (14 Agustus 2015). "Islamic State Leader Raped American Hostage, US Finds". ABC News.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  631. 1 2 Goldman, Adam; Miller, Greg (14 Agustus 2015). "Leader of Islamic State took American hostage as sexual slave". The Washington Post.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  632. "'ISIS leader al-Baghdadi repeatedly raped US hostage Mueller before her death'". The Jerusalem Post. 14 Agustus 2015. We were told Kayla was tortured, that she was the property of al-Baghdadi. Mueller's parents, Carl and Marsha Mueller, told ABC News{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  633. Meek, James Gordon (14 Agustus 2015). "ISIS Leader Abu Bakr Al-Baghdadi Sexually Abused American Hostage Kayla Mueller, Officials Say". Washington DC: ABC News. Diakses tanggal 14 Agustus 2015. The information about al-Baghdadi's extraordinary direct role in the captivity and physical abuse of Kayla Mueller was drawn from, among many sources, the U.S. debriefings of at least least two Yezedi teenage girls, ages 16 and 18, held as sex slaves in the Sayyaf compound as well as from the interrogation of Abu Sayyaf's wife Umm Sayyaf, who was captured in the U.S. raid, the officials told ABC News. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  634. 1 2 3 Abdelaziz, Salma (13 Oktober 2014). "ISIS states its justification for the enslavement of women". CNN. Diakses tanggal 1 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  635. Spencer, Richard (13 Oktober 2014). "Thousands of Yazidi women sold as sex slaves 'for theological reasons', says Isil". The Telegraph. London. Diakses tanggal 3 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  636. "Slavery in Islam: To have and to hold". The Economist. 18 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  637. Malas, Nour (18 November 2014). "Ancient Prophecies Motivate Islamic State Militants: Battlefield Strategies Driven by 1,400-year-old Apocalyptic Ideas". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 22 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  638. 1 2 Sypher, Ford (28 Agustus 2014). "Rape and Sexual Slavery Inside an ISIS Prison". The Daily Beast. Horror. Diakses tanggal 5 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  639. 1 2 3 4 Kumar, Anugrah (13 Oktober 2014). "ISIS Claims Islam Justifies Making 'Infidel' Women Sex Slaves". The Christian Post. Diakses tanggal 1 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  640. 1 2 "ISIL seeks to justify enslaving Yazidi women and girls in Iraq". Today's Zaman. abril. 14 Oktober 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-15. Diakses tanggal 2 Januari 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  641. 1 2 Smith, Amelia (12 September 2014). "ISIS Publish Pamphlet On How to Treat Female Slaves". Newsweek.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  642. 1 2 Taher, Abul (13 Desember 2014). "Our faith condones raping underage slaves: ISIS publishes shocking guidebook telling fighters how to buy, sell and abuse captured women". Daily Mail. London.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  643. 1 2 Withnall, Adam (10 Desember 2014). "Isis releases 'abhorrent' sex slaves pamphlet with 27 tips for militants on taking, punishing and raping female captives". The Independent.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  644. Lodge, Carey (15 Desember 2014). "Islamic State issues abhorrent sex slavery guidelines about how to treat women". Christianity Today.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  645. Botelho, Greg (13 Desember 2014). "ISIS: Enslaving, having sex with 'unbelieving' women, girls is OK". CNN.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  646. 1 2 3 4 Templat:Cite web
  647. 1 2 Templat:Cite news
  648. Saul, Heather (10 April 2015). "Yazidi sex slaves 'gang-raped in public' by Isis fighters, harrowing accounts reveal". The Independent. London. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  649. Saul, Heather (21 Februari 2015). "Isis infighting: Tensions rise over use of Yazidi sex slaves, loss of Kobani and poor services in areas controlled by group". The Independent. London. Diakses tanggal 11 April 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  650. "About CPJ". Committee to Protect Journalists. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-11. Diakses tanggal 2015-12-26. {{cite web}}:
  651. Al Fares, Zaid (5 September 2014). "The Forgotten Isis Beheadings: The World Mourns Steven Sotloff, but who Remembers Bassam al-Rayes?". International Business Times UK. Diakses tanggal 17 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  652. Kestler-D'Amours, Jillian (6 Oktober 2014). "Syria journalists 'on the margins of history'". Al Jazeera. Diakses tanggal 17 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  653. 1 2 "Areas controlled by Islamic State are news 'black holes'". Reporters Without Borders. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2015-12-26. {{cite web}}:
  654. "ISIL 'publicly executes Iraqi journalist'". Al Jazeera. 11 Oktober 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  655. Callimachi, Rukmini (25 Oktober 2014). "ISIS Hostages Endured Torture and Dashed Hopes, Freed Cellmates Say". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  656. Yourish, Karen (25 Oktober 2014). "The Fates of 23 ISIS Hostages in Syria". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  657. Johnston, Chris (9 Desember 2014). "Islamic State suspected of cyber-attack on Raqqa opponents". The Guardian. Diakses tanggal 28 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  658. "Libya's ISIS branch claims execution of two Tunisian journalists". Al Akhbar English.
  659. McCurry, Justin (31 Januari 2015). "Isis video purports to show beheading of Japanese hostage Kenji Goto". The Guardian. Diakses tanggal 1 Juli 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  660. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "PropagandaVideos"
  661. "Seeking Information: Help Identify Individuals Traveling Overseas for Combat". Federal Bureau of Investigation. 7 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  662. "Syrian Soldiers Digging Their Own Graves Before Being Executed by ISIS". YouTube. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-28. Diakses tanggal 2015-12-26. {{cite web}}:
  663. Solomon, Erika (19 Desember 2014). "Isis morale falls as momentum slows and casualties mount". Financial Times. Diakses tanggal 20 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  664. "Kurdish forces fighting Isis report being attacked with chemical weapons". The Guardian. Agence France-Presse. 13 Agustus 2015. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  665. "ISIS's Financial and Military Capabilities". Crethiplethi. Winter 2014. Diakses tanggal 14 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  666. "Iraq's heritage needs protection from Islamic State – UNESCO". Reuters. 2 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  667. 1 2 Arraf, Jane (8 November 2014). "Islamic State seeking to 'delete' entire cultures, UNESCO chief warns in Iraq". The Christian Science Monitor.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  668. Lamb, Franklin (8 Mei 2014). "SYRIA: "Raqqa is Being Slaughtered Silently"". Intifada Palestine. Diakses tanggal 28 Desember 2014. transcript of an interview conducted by the author at the National Museum of Syria with an employee of the Directorate General of Antiquities and Museums (DGAM). The gentleman had been working in the governorate of Raqqa, in eastern Syria, when armed groups were looting museums and conducting illegal excavations of heritage sites.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  669. Block, Melissa (9 Juli 2014). "The Plight of Mosul's Museum: Iraqi Antiquities At Risk Of Ruin". NPR.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  670. 1 2 Dickey, Christopher (7 Juli 2014). "ISIS Is About to Destroy Biblical History in Iraq". The Daily Beast. Diakses tanggal 1 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  671. Al-Alawi, Irfan. "Extreme Wahhabism on Display in Shrine Destruction in Mosul". Gatestone Institute. Diakses tanggal 4 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  672. "Islamic State: Jihadists destroying and looting Iraqi heritage sites for artefacts, UNESCO warns". ABC News. Agence France-Presse.
  673. "Nimrud: Outcry as IS bulldozers attack ancient Iraq site". BBC News. 6 Maret 2015. Diakses tanggal 6 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  674. Botobekov, Uran (27 Februari 2023). "How ISIS and al-Qaeda Exploit the Earthquake in Turkey to Mobilize Support" (dalam bahasa Inggris). Homeland Security Today. Diakses tanggal 5 Januari 2024.
  675. "Al-Qaida Sanctions List". United Nations. Diarsipkan dari asli tanggal 25 September 2014. Diakses tanggal 2 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  676. "The Al-Qaida and Taliban Sanctions Committee – 1267". United Nations Web Services Section. United Nations.
  677. "Security Council Al-Qaida Sanctions Committee Amends Entry". Diakses tanggal 8 Juni 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  678. 1 2 Wahlisch, Martin (2010). "EU Terrorist Listing – An Overview about Listing and Delisting Procedures" (PDF). Berghof Foundation. Diakses tanggal 3 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  679. "Proscribed Terrorist Organisations, pp.13–15" (PDF). Home Office. 20 Juni 2014. Diakses tanggal 7 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  680. "Foreign Terrorist Organizations". Bureau of Counterterrorism. United States Department of State. Diakses tanggal 28 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  681. "Listed terrorist organisations". Australian National Security. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 31 Juli 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  682. "Currently listed entities". Public Safety Canada. Diakses tanggal 31 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  683. Kaplan, Hilal (3 September 2014). "Charging Turkey for ISIS". Daily Sabah. Istanbul, Turkey. Diakses tanggal 28 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  684. Mahcupyan, Etyen (20 September 2014). "ISIS, Turkey and the US". Daily Sabah. Istanbul, Turkey. Diakses tanggal 28 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  685. "Saudi Arabia designates Muslim Brotherhood terrorist group". Reuters. 7 Maret 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-03. Diakses tanggal 31 Juli 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  686. 1 2 "BNPT Declares ISIS a Terrorist Organization". Tempo.co. 2 Agustus 2014. Diakses tanggal 4 Agustus 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  687. "List of terror groups published by United Arab Emirates". Diarsipkan dari asli tanggal 28 Januari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  688. "Malaysia designates ISIS as terrorist group, vows tough action: Report". The Straits Times. 25 September 2014. Diakses tanggal 25 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  689. "Court affirms ISIS' 'terrorist group' designation". Daily News Egypt.
  690. "Egypt brands jihadist ISIL a 'terrorist group'". Hürriyet Daily News. Istanbul, Turkey. 30 November 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  691. "Banned Organisations". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-23. Diakses tanggal 16 Desember 2014. {{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  692. "India bans IS". The Hindu. Chennai, India. Press Trust of India. 16 Desember 2014. Diakses tanggal 16 Desember 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  693. "Russia calls on all states to put Islamic State, Jabhat al-Nusra on terrorist lists". Russian News Agency TASS. 29 Desember 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-29. Diakses tanggal 29 Desember 2014. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  694. Paraszczuk, Joanna. "Kyrgyzstan Bans IS, Designates It As Terror Group". Radio Free Europe/Radio Liberty. Diakses tanggal 26 Maret 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  695. Manal. "Syria condemns terrorist acts in Iraq, expresses solidarity with Iraqi government, army and people". Syrian Arab News Agency.
  696. "Jordan launches airstrikes against ISIS". News Corp Australia. 6 Februari 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-19. Diakses tanggal 7 Agustus 2015. {{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  697. 1 2 Templat:Cite news
  698. #invoke:citation/CS1
  699. #invoke:citation/CS1
  700. Templat:Cite news
  701. Templat:Cite news
  702. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "Time"
  703. Templat:Cite news
  704. Templat:Cite news
  705. Templat:Cite web
  706. Templat:Cite web
  707. 1 2 Templat:Cite news
  708. Templat:Cite report
  709. Templat:Cite news
  710. Templat:Cite news
  711. Templat:Cite web
  712. Templat:Cite news
  713. Templat:Cite news
  714. Templat:Cite web
  715. 1 2 Templat:Cite news
  716. Templat:Cite news
  717. Templat:Cite news
  718. Templat:Cite journal
  719. Templat:Cite journal
  720. 1 2 Templat:Cite news
  721. Templat:Cite news
  722. Templat:Cite av media
  723. Templat:Cite web
  724. Templat:Cite news
  725. Templat:Cite news
  726. Templat:Cite news
  727. Templat:Cite news
  728. Templat:Cite news
  729. Templat:Cite web
  730. Templat:Cite news
  731. Templat:Cite av media
  732. Templat:Cite news
  733. Templat:Cite news
  734. Templat:Cite web
  735. Templat:Cite news
  736. Templat:Cite news
  737. 1 2 Templat:Cite news
  738. Templat:Cite news
  739. Templat:Cite web
  740. Templat:Cite web
  741. Templat:Cite news
  742. Templat:Cite news
  743. Templat:Cite web
  744. Templat:Cite news
  745. Templat:Cite web
  746. Templat:Cite news
  747. Templat:Cite news
  748. Templat:Cite news
  749. Templat:Cite news
  750. Templat:Cite web
  751. Templat:Cite news
  752. Templat:Cite news
  753. Templat:Cite news
  754. Templat:Cite web
  755. Templat:Cite news
  756. Templat:Cite news
  757. Templat:Cite news
  758. Templat:Cite news
  759. 1 2 Templat:Cite news
  760. Templat:Cite news
  761. Templat:Cite news
  762. Templat:Cite news
  763. Templat:Cite news
  764. Templat:Cite web
  765. Templat:Cite news
  766. 1 2 Templat:Cite news
  767. Templat:Cite news
  768. Templat:Cite news
  769. Templat:Cite web
  770. 1 2 Templat:Cite news
  771. Templat:Cite news
  772. Templat:Cite web
  773. Templat:Cite news
  774. Templat:Cite news
  775. Templat:Cite web
  776. Templat:Cite news
  777. 1 2 Templat:Cite news
  778. Templat:Cite news
  779. Templat:Cite web
  780. Templat:Cite news
  781. Templat:Cite news
  782. Templat:Cite web
  783. Templat:Cite web
  784. Templat:Cite news
  785. 1 2 3 Templat:Cite news
  786. Templat:Cite news
  787. Templat:Cite news
  788. Templat:Cite news
  789. 1 2 Templat:Cite news
  790. Templat:Cite news
  791. 1 2 Templat:Cite web
  792. Templat:Cite web
  793. Templat:Cite web
  794. Templat:Cite web
  795. 1 2 3 4 5 Templat:Cite news
  796. Templat:Cite news
  797. Templat:Cite news
  798. Templat:Cite news
  799. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Templat:Cite web
  800. Templat:Cite news
  801. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Templat:Cite news
  802. Templat:Cite news
  803. Templat:Cite news
  804. Templat:Cite web
  805. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Templat:Cite news
  806. 1 2 3 4 Templat:Cite news
  807. Templat:Cite web
  808. Templat:Cite web
  809. Templat:Cite news
  810. Templat:Cite web
  811. Templat:Cite web
  812. Templat:Cite news
  813. Templat:Cite news
  814. Templat:Cite news
  815. Templat:Cite news
  816. Templat:Cite web
  817. Templat:Cite news
  818. Templat:Cite news
  819. Templat:Cite news
  820. Templat:Cite web
  821. Templat:Cite news
  822. Templat:Cite web
  823. Templat:Cite news
  824. Templat:Cite news
  825. Templat:Cite web
  826. Templat:Cite news
  827. Templat:Cite web
  828. Templat:Cite news
  829. Templat:Cite news
  830. Templat:Cite news
  831. Templat:Cite news
  832. Templat:Cite news
  833. Templat:Cite news
  834. Templat:Cite news
  835. Templat:Cite news
  836. Templat:Cite news
  837. Templat:Cite news
  838. Templat:Cite news
  839. Templat:Cite news
  840. Templat:Cite news
  841. Templat:Cite web
  842. Templat:Cite news
  843. Templat:Cite web
  844. Templat:Cite web
  845. Templat:Cite news
  846. 1 2 Templat:Cite web
  847. Templat:Cite news
  848. Templat:Cite news
  849. Templat:Cite news
  850. Templat:Cite news
  851. Templat:Cite news
  852. Templat:Cite news
  853. Templat:Cite news
  1. Berdasarkan sejumlah sumber:[58][59][82][83][84][85][86][87][88][89][90][91]
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan