Bom Sibolga 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pengeboman Sibolga 2019
Lokasi kota Sibolga di Sumatra Utara.
LokasiJalan Cenderawasih, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatra Utara
 Indonesia
Tanggal12 Maret 2019 (2019-03-12)-13 Maret 2019 (2019-03-13)
14:00 - 01:20 (WIB)
Jenis serangan
Bom bunuh diri
SenjataBom pipa
Korban luka
2
PelakuJamaah Ansharut Tauhid (JAT)
Penyerang1
MotifTeror

Teror bom Sibolga 2019 adalah sebuah teror bom yang terjadi pada Selasa, 12 Maret 2019 sore hingga Rabu, 13 Maret 2019 dini hari.[1][2] terjadi di Jalan Cendrawasih, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatra Utara.[2].

Pelaku[sunting | sunting sumber]

Pelaku adalah warga setempat yang merupakan anggota Jamaah Ansharut Tauhid.

Kronologi[sunting | sunting sumber]

Sebelum terjadinya penggrebekan, Densus 88 Antiteror telah menangkap seorang terduga teroris bernama Husain Alkas Abu Hamzah di sekitar Sibolga. Penangkapan tersebut terjadi pada Selasa, 12 Maret 2019 siang sekitar pukul 14:23 WIB.[3]. Setelah itu, pelaku dibawa ke rumahnya untuk dilakukan penggeledahan. Sebelumnya, pihak kepolisian sempat memberi himbauan kepada keluarga terduga teroris untuk segera menyerahkan diri.[4] Setelah proses tersebut gagal, Densus 88 Antiteror meminta tolong kepada warga sekitar untuk mendampingi dalam proses penggrebekan rumah keluarga terduga teroris, di Jalan Cenderawasih,[1][4] yaitu dengan melakukan upaya negosiasi dan pembujukan agar istri dan anak terduga teroris segera menyerahkan diri mereka,[3] namun upaya tersebut kembali gagal. Dengan gagalnya upaya tersebut, maka pihak kepolisian kemudian memutuskan untuk mendobrak masuk ke rumah terduga teroris.[1][2][4]

Ledakan pertama terjadi saat pihak kepolisian mendobrak pintu rumah terduga teroris. Akibat dari ledakan tersebut, satu orang polisi dan seorang warga mengalami luka serius.[4][5] Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 14:30 WIB.[6]

Ledakan kedua terjadi pukul 01:20 WIB[7]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Hestiana Dharmastuti (13 Maret 2019, 08:19 WIB). "Fakta-fakta Terbaru Ledakan Bom di Sibolga". Detik News. Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  2. ^ a b c Iil Askar Monza (12 Maret 2019). "Lewat Pengeras Suara Masjid, Ulama Bujuk Terduga Teroris Menyerah". Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  3. ^ a b Andita Rahma (12 Maret 2019, 19:02 WIB). "Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris di Sumatra Utara". Tempo. Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  4. ^ a b c d Tim detikcom (12 Maret 2019, 21:53 WIB). "Detik-detik Penggerebekan Rumah Terduga Teroris di Sibolga". Detik News. Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  5. ^ David Oliver Purba (12 Maret 2019, 20:54 WIB). "Cerita Saksi Mata Saat Ledakan di Sibolga, Upaya Negosiasi hingga Dugaan Teroris Lemparkan Bom". Kompas. Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  6. ^ Vincentius Jyestha (13 Maret 2019, 09:00 WIB). "BREAKING NEWS: Istri Terduga Teroris Sibolga Meledakkan Diri Pakai Bom". Warta Kota, Tribun News. Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  7. ^ "Kronologi Bom Meledak Tiga Kali di Sibolga, Istri Terduga Teroris Belum Menyerah". Warta Kota, Tribun News. 13 Maret 2019, 08:26 WIB. Diakses tanggal 13 Maret 2019.