Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tanjung Jabung Barat)
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Transkripsi bahasa daerah
 • abjad Jawiتنجوڠ جابوڠ بارت
Sungai Pengabuan
Sungai Pengabuan
Lambang resmi Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Motto: 
Serengkuh dayung, serentak ke tujuan
Peta
Peta
Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Sumatra
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Peta
Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Indonesia
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Indonesia)
Koordinat: 1°03′S 102°56′E / 1.05°S 102.93°E / -1.05; 102.93
Negara Indonesia
ProvinsiJambi
Tanggal berdiri10 Agustus 1965
Dasar hukumUndang-Undang No. 7
Ibu kotaKuala Tungkal
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiAnwar Sadat
 • Wakil BupatiHairan
Luas
 • Total5.009,82 km2 (1,934,30 sq mi)
Populasi
 • Total323.466
 • Kepadatan64/km2 (170/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 93,40%
Kristen 6,13%
Protestan 5,57%
Katolik 0,56%
Buddha 0,41%
Konghucu 0,03%
Hindu 0,01%
Kepercayaan 0,02%[2]
 • BahasaBahasa Indonesia, Melayu, Jawa, Banjar, dan lain-lain
 • IPMKenaikan 68,16 (2021)
sedang[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon+62 742
Pelat kendaraanBH xxxx E*
Kode Kemendagri15.06 Edit the value on Wikidata
DAURp 549.231.597.000,- (2020)[4]
Situs webtanjabbarkab.go.id

Tanjung Jabung Barat adalah kabupaten di provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayahnya 5.009,82 km² dengan populasi 323.466 jiwa pada tahun 2021[2] dan ibukotanya ialah Kuala Tungkal, yang bagian dari kecamatan Tungkal Ilir. Kabupaten ini terbagi menjadi 13 kecamatan dan memiliki 20 kelurahan serta 114 desa. Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan pemekaran dari Kabupaten Tanjung Jabung.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau
Timur Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Selat Berhala
Selatan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi
Barat Kabupaten Tebo

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lambang Kabupaten Tanjung Jabung.[5]

Seiring bergulirnya perkembangan zaman berdasarkan keputusan Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk Pulau Sumatra di Kota Bukittinggi (Sumbar) pada tahun 1946 tanggal 15 April 1946, maka pulau Sumatra di bagi menjadi 3 (tiga) Provinsi, yaitu provinsi Sumatra Tengah, Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Selatan, pada waktu itu Daerah Keresidenan Jambi terdiri dari Batanghari dan Sarolangun Bangko, tergabung dalam Provinsi sumatera Tengah yang dikukuhkan dengan undang–undang darurat Nomor 19 Tahun 1957, kemudian dengan terbitnya undang–undang Nomor 61 Tahun 1958 pada tanggal 6 januari 1958 Keresidenan Jambi menjadi Provinsi Tingkat I Jambi yang terdiri dari : Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Kerinci.

Pada tahun 1965 wilayah Kabupaten Batanghari dipecah menjadi 2 (dua) bagian yaitu : Kabupaten Dati II Batanghari dengan Ibu kota Kenaliasam, Kabupaten Dati II Tanjung Jabung dengan Ibu kotanya Kuala Tungkal. Kabupaten Dati II Tanjung Jabung diresmikan menjadi daerah kabupaten pada tanggal 10 Agustus 1965 yang dikukuhkan dengan Undang–Undang Nomor 7 Tahun 1965 (Lembaran Negara Nomor 50 Tahun 1965), yang terdiri dari Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Tungkal Ilir dan kecamatan Muara Sabak.

Setelah memasuki usianya yang ke-34 dan seiring dengan bergulirnya Era Desentralisasi daerah, di mana daerah di beri wewenang dan keleluasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri, maka kabupaten Tanjung Jabung sesuai dengan Undang-undang No.54 Tanggal 4 Oktober 1999 tentang pemekaran wilayah kabupaten dalam Provinsi Jambi telah memekarkan diri menjadi dua wilayah yaitu : 1. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sebagai Kabupaten Induk dengan Ibu kota Kuala Tungkal 2. Kabupaten Tanjung Jabung Timur Sebagai Kabupaten hasil pemekaran dengan Ibu kota Muara Sabak

Kabupaten yang beribu kota di Kuala Tungkal ini memiliki masyarakat yang heterogen. Suku Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Minangkabau, Melayu Palembang, Tionghoa, Melayu Kerinci dan berbagai etnis berbaur di kabupaten yang terkenal dengan julukan kota bersama ini. Dengan hasil pertanian dan perkebuanan yang cukup melimpah kabupaten ini terus berkembang. Kelapa, Kelapa Sawit, Pinang, dan beraneka buah-buahan adalah sumber daya alam yang banyak terdapat di daerah ini. Juga kekayaan minyak bumi dan gas yang saat ini dikelola oleh perusahaan asing juga merupakan kekayaan asli dari daerah ini.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
No-image-available.png Drs.
Moh. Amir
(Pejabat Sementara)
1965
1967
No-image-available.png Drs.
M. Radja’i
(Pejabat Sementara)
1967
1968
1
Bupati Tanjabbar Hasanuddin Kamaruddin.jpg Hasanuddin Kamaruddin
1968
1979
1
2
No-image-available.png Drs.
Alamsyah Braksan
(Pelaksana Tugas)
1979
1981
2
Bupati Tanjabbar Toegino.jpg Drs.
Toegino
1981
1985
3
No-image-available.png Abd. Muaz Joezak
(Pejabat Sementara)
1985
1986
No-image-available.png Drs.
Hasyim Hanafi
(Pejabat Sementara)
1986
1986
3
Bupati Tanjabbar Slamet Barus.jpg Selamat Barus
1986
1996
4
5
4
Bupati Tanjabbar Ahmad Sugeng.jpg Achmad Sugeng
1996
2001
6
5
UsmanErmulan-RegentofWestTanjungJabung.jpg Drs. H.
Usman Ermulan
M.M.
27 Januari 2001
April 2005
7
[ket. 1]
[ket. 2]
Dr. Ir. H.
Safrial
M.S.
Safrial.png Dr. Ir. H.
Safrial
M.S.
April 2005
27 Januari 2006
6
27 Januari 2006
27 Januari 2011
8
(2005)
H. M.
Yamin
S.H.
(5)
UsmanErmulan-RegentofWestTanjungJabung.jpg Drs. H.
Usman Ermulan
M.M.
27 Januari 2011
27 Januari 2016
9
(2010)
Dr.
Katamso. SA
S.E., M.E.
No-image-available.png Ir. H.
Ahmad Fauzi Ansori
M.T.P.
(Penjabat)
27 Januari 2016
17 Februari 2016
[ket. 3]
(6)
Safrial.png Dr. Ir. H.
Safrial
M.S.
17 Februari 2016
17 Februari 2021
10
(2015)
Drs. H.
Amir Sakib
No-image-available.png Ir. H.
Agus Sanusi
M.Si.
(Pelaksana Harian)
17 Februari 2021
26 Februari 2021
[ket. 4]
7
Bupati Tanjabbar Anwar Sadat.jpg Drs. H.
Anwar Sadat
M.Ag.
26 Februari 2021
Petahana
11
(2020)
Hairan
S.H.
Keterangan
  1. ^ Bupati Tanjung Jabung Barat setelah pemekaran pada tahun 1999.
  2. ^ Mengundurkan diri pada 2005 karena mencalonkan diri sebagai Gubernur pada Pemilihan umum Gubernur Jambi 2005.
  3. ^ Ditunjuk sebagai Penjabat Bupati karena Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pemilihan umum Bupati Tanjung Jabung Barat 2015, Safrial dan Amir Sakib dilantik mengikuti jadwal pelantikan pada 17 Februari 2016.
  4. ^ Mengisi kekosongan jabatan Bupati setelah masa jabatan Safrial dan Amir Sakib berakhir pada 17 Februari 2021.
Representatif
  Non Partisan/Penugasan Pemerintah
  Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
  Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra)

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah komposisi anggota DPRD Tanjung Jabung Barat dalam empat periode terakhir.[6][7][8][9][10]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
PPRN (baru) 1
PDK (baru) 0 Kenaikan 1
PBR (baru) 1 Penurunan 0
PKPB (baru) 2 Penurunan 1
PBB 1 Steady 1 Steady 1 Steady 1
PPP 4 Penurunan 2 Penurunan 1 Steady 1
Demokrat (baru) 0 Kenaikan 4 Penurunan 2 Steady 2
PKS 1 Steady 1 Kenaikan 2 Steady 2
PKB 4 Penurunan 3 Kenaikan 4 Steady 4
PAN 4 Steady 4 Kenaikan 5 Steady 5
Golkar 9 Penurunan 4 Kenaikan 5 Kenaikan 6
PDI-P 4 Kenaikan 7 Penurunan 6 Kenaikan 8
Hanura (baru) 0 Kenaikan 1 Penurunan 0
Gerindra (baru) 1 Kenaikan 6 Penurunan 3
NasDem (baru) 2 Steady 2
Berkarya (baru) 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Kenaikan 35 Steady 35
Jumlah Partai 9 Kenaikan 12 Penurunan 11 Steady 11


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki 13 kecamatan, 20 kelurahan dan 114 desa (dari total 141 kecamatan, 163 kelurahan dan 1.399 desa di seluruh Jambi). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 322.058 jiwa dengan luas wilayahnya 4.649,85 km² dan sebaran penduduk 69 jiwa/km².

Pada tahun 2011, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluarkan 13 perda tentang pemekaran desa/kelurahan. Perda tersebut adalah Perda No. 13 s/d 25. Berdasarkan 13 perda tersebut, jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi bertambah, yang semula berjumlah 54 desa bertambah 60 desa kemudian menjadi 114 desa. Sedangkan jumlah kelurahan yang semula berjumlah 16 kelurahan bertambah 4 kelurahan kemudian menjadi 20 kelurahan. Maka secara keseluruhan jumlah desa/kelurahan yang semula berjumlah 70 desa/kelurahan berkembang menjadi 134 desa/kelurahan.

Di Kecamatan Tungkal Ilir, awalnya berjumlah 6 desa/kelurahan yang kemudian dimekarkan menjadi 10 desa/kelurahan dan Hasil pemekarannya yaitu, Kelurahan Kampung Nelayan merupakan pemekaran dari Kelurahan Tungkal II, Kelurahan Patunas merupakan pemekaran dari Kelurahan Tungkal III, Kelurahan Sriwijaya merupakan pemekaran dari Kelurahan Tungkal IV Kota, dan Kelurahan Sungai Nibung merupakan pemekaran dari Kelurahan Tungkal Harapan.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, adalah sebagai berikut:

Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
15.06.07 Batang Asam 1 10 Desa
Kelurahan
15.06.11 Bram Itam 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.04 Betara 1 11 Desa
Kelurahan
15.06.12 Kuala Betara 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.05 Merlung 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.09 Muara Papalik 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.03 Pengabuan 1 12 Desa
Kelurahan
15.06.08 Renah Mendaluh 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.10 Seberang Kota 1 7 Desa
Kelurahan
15.06.13 Senyerang 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.06 Tebing Tinggi 1 9 Desa
Kelurahan
15.06.02 Tungkal Ilir 8 2 Desa
Kelurahan
15.06.01 Tungkal Ulu 1 9 Desa
Kelurahan
TOTAL 20 114

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Suku asli yang mendiami provinsi Jambi terdiri dari suku Jambi, Batin, Suku Anak Dalam/ Kubu, Kerinci, Melayu, dan suku Pindah.[11] Akan tetapi, dari keseluruhan penduduk, mayoritas warga Tanjung Jabung Barat adalah orang Jawa dan Banjar. Setidaknya ada 4 suku bangsa di kabupaten ini yang memiliki jumlah signifikan yakni suku Jawa, Banjar, Jambi, dan Melayu.[12]

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk Tanjung Jabung Barat yang berasal dari suku Jawa sebanyak 97.805 jiwa atau 35,31%, diikuti oleh orang Banjar sekitar 79.345 jiwa atau 28,65%.[12] Kemudian suku Jambi sebanyak 31.962 jiwa atau 11,54%, kemudian suku asal Sumatera lainnya sekitar 21.103 jiwa atau 7,62%, diikuti orang Melayu sebanyak 19.716 jiwa atau 7,12%.[13] Suku lainnya yakni Bugis sekitar 11.861 jiwa atau 4,28%, orang Minangkabau sebanyak 7.423 jiwa atau 2,68%, dan selebihnya adalah orang Tionghoa serta suku lainnya sebanyak 2,80%.[12]

No Suku Jumlah 2010 %
1 Jawa 97.805 35,31%
2 Banjar 79.345 28,65%
3 Jambi 31.962 11,54%
4 Asal Sumatera* 21.103 7,62%
5 Melayu 19.716 7,12%
6 Bugis 11.861 4,28%
7 Minangkabau 7.423 2,68%
8 Asal Jawa* 5.046 1,82%
9 Suku lainnya* 2.696 0,98%
Tanjung Jabung Barat 276.957 100%

Suku asal Sumatra lainnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, didominasi oleh orang Batak, kemudian asal Sumatra Selatan, dan Kerinci, selebihnya adalah orang Aceh, Nias, dan suku lainnya asal Sumatra. Sementara suku asal Jawa lainnya kebanyakan adalah orang Sunda. Suku lainnya, didominasi oleh warga keturunan Tionghoa, kemudian suku asal Kalimantan sebagian besar adalah suku Banjar, dan dari Sulawesi sebagian besar adalah orang Bugis.[13]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Dalam bidang kesehatan, di Tanjung Jabung Barat memiliki rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Tanjung Jabung Barat sendiri memiliki sebuah rumah sakit umum yang termasuk dalam Badan Layanan Umum Daerah dan Puskesmas di setiap kecamatan yang ada.

RSUD Suryah Khairuddin Merlung

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

  1. RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal
  2. RSUD Suryah Khairuddin Merlung

Puskesmas yang ada di Kuala Tungkal

  1. Puskesmas I Kuala Tungkal
  2. Puskesmas II Kuala Tungkal
  3. Puskesmas Pembantu Kuala Tungkal

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Water Front City di Kuala Tungkal
  2. Ancol Beach di Kuala Tungkal
  3. Taman PKK di Kuala Tungkal
  4. Pemandian Air Hangat di Desa Pematang Buluh Kec. Betara
  5. Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Kec. Batang Asam yang berbatasan dengan Kab. Tebo
  6. Air Terjun Bukit Pinang Bawah di Tanjung Bojo yang dapat dilalui di Jalan Lintas Timur Sumatra
  7. Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur yang membentang dari Kecamatan Seberang Kota, Tungkal I, sampai ke Pangkal Babu.
  8. Air Terjun Pelang di Dusun Gemuruh Pelabuhan Dagang
  9. Wisata Alam Pelatihan Gajah di Tungkal Ulu
  10. Taman Wisata Lestari Indah di Muntialo Kecamatan Betara
  11. Pelabuhan Roro (diresmikan pada Februari 2017)
  12. Balai Adat Tanjung Jabung Barat di Jalan Prof. Sri Soedewi, Desa Pembengis
  13. Taman Pondok Cinta di Parit IV Jalan Manunggal II Ujung Kuala Tungkal
  14. Jembatan Rawa Karindangan di Desa Pematang Buluh Kec. Betara
  15. Taman Disparpora di Halaman Kantor Dinas Disparpora Kab. Tanjung Jabung Barat
  16. Taman Persitaj di samping kanan Stadion Karya Bhakti Kuala Tungkal
  17. Bukit Batu Suban di Kecamatan Batang Asam
  18. Bukit Pematang Genting di Desa Tanjung Bojo
  19. Bukit Kausar yang berada di Merlung
  20. Danau Provit di Betara

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan[sunting | sunting sumber]

Semua pelabuhan ini terletak di Kuala Tungkal

  1. Pelabuhan Roro
  2. Pelabuhan Marina Batam
  3. Pelabuhan Ampera
  4. Pelabuhan LLASDP
  5. Pelabuhan Kwatik
  6. Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Tanjung Jabung Barat Dalam Angka 2020". www.tanjabbarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2 April 2022. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 3 Desember 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  5. ^ Profil Daerah Kabupaten dan Kota (edisi ke-1). Penerbit Kompas. 2001. 
  6. ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjung Jabung Barat". tanjabbarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-03-06. 
  7. ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjung Jabung Barat". tanjabbarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2020-03-06. 
  8. ^ "Pemilu DPRK 2004-Indonesia". pemilu.asia. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  9. ^ "Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanjung Jabung Barat". tanjabbarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  10. ^ Supriyadi, Edy. "35 Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat Resmi Dilantik". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  11. ^ Herliyanto, Wahyu (16 Maret 2021). "Mengenal 4 Suku Asli Jambi, Orang SAD Paling Awal Datang Ke Jambi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2 April 2022. 
  12. ^ a b c "Penduduk Menurut Administrasi dan Suku Bangsa". jambi.bps.go.id. (2010). Diakses tanggal 2 April 2022. 
  13. ^ a b "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010" (PDF). demografi.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 23, 36–41. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-07-12. Diakses tanggal 2 April 2022. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]