Kabupaten Tanjung Jabung Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tanjung Jabung Barat)
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Lambang Kab Tanjung Jabung Barat.png
Lambang Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Moto: Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan


Lokasi Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.svg
Peta lokasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Koordinat:
Provinsi Jambi
Dasar hukum Undang-undang No.54
Tanggal 10 Agustus 1965
Ibu kota Kuala Tungkal
Pemerintahan
 - Bupati Drs. H. Usman Ermulan, MM
 - DAU Rp. 387.991.551.000.-(2013)[1]
Luas 5009,82km²
Populasi
 - Total 293.594 jiwa (2012)[2]
 - Kepadatan
Demografi
 - Kode area telepon +62742
Pembagian administratif
 - Kecamatan 13
 - Kelurahan 20
 - Desa 114
 - Situs web http://tanjabbarkab.go.id

Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayahnya 5.009,82 km² dengan populasi 293.594 jiwa pada tahun 2012. Ibukotanya ialah Kualatungkal. Kabupaten ini terbagi menjadi 13 kecamatan yang terbagi lagi menjadi 20 kelurahan dan 114 desa. Dulunya dengan Kabupaten Tanjung Jabung Timur kabupaten ini membentuk Kabupaten Tanjung Jabung.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Seiring bergulirnya perkembangan zaman berdasarkan keputusan Komite Nasional Indonsia (KNI) untuk Pulau Sumatera di Kota Bukitinggi (Sumbar) pada tahun 1946 tanggal 15 April 1946, maka pulau Sumatera di bagi menjadi 3 (tiga) Provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Tengah, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Selatan, pada waktu itu Daerah Keresidenan Jambi terdiri dari Batanghari dan Sarolangun Bangko, tergabung dalam Provinsi sumatera Tengah yang dikukuhkan dengan undang - undang darurat Nomor 19 Tahun 1957, kemudian dengan terbitnya undang - undang Nomor 61 Tahun 1958 pada tanggal 6 januari 1958 Keresidenan Jambi menjadi Provinsi Tingkat I Jambi yang terdiri dari : Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Kerinci.

Pada tahun 1965 wilayah Kabupaten Batanghari dipecah menjadi 2 (dua) bagian yaitu : Kabupaten Dati II Batanghari dengan Ibukota Kenaliasam, Kabupaten Dati II Tanjung Jabung dengan Ibukotanya Kuala Tungkal. Kabupaten Dati II Tanjung Jabung diresmikan menjadi daerah kabupaten pada tanggal 10 Agustus 1965 yang dikukuhkan dengan Undang - Undang Nomor 7 Tahun 1965 (Lembaran Negara Nomor 50 Tahun 1965), yang terdiri dari Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Tungkal Ilir dan kecamatan Muara Sabak.

Setelah memasuki usianya yang ke-34 dan seiring dengan bergulirnya Era Desentralisasi daerah, dimana daerah di beri wewenang dan keleluasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri, maka kabupaten Tanjung Jabung sesuai dengan Undang-undang No.54 Tanggal 4 Oktober 1999 tentang pemekaran wilayah kabupaten dalam Provinsi Jambi telah memekarkan diri menjadi dua wilayah yaitu :

1. Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sebagai Kabupaten Induk dengan Ibukota Kuala Tungkal

2. Kabupaten Tanjung Jabung Timur Sebagai Kabupaten hasil pemekaran dengan Ibukota Muara Sabak

Kabupaten yang beribukota di Kuala Tungkal ini memiliki masyarakat yang heterogen. Suku Banjar, Minang, Melayu, Jawa, Bugis dan berbagai etnis berbaur di kabupaten yang terkenal dengan julukan kota bersama ini. Dengan hasil pertanian dan perkebuanan yang cukup melimpah kabupaten in terus berkembang. Kelapa, Sawit, Pinang, dan beraneka buah-buahan adalah sumber daya alam yang banyak terdapat di daerah ini. Juga kekayaan minyak bumi dan gas yang saat ini dikelola oleh perusahaan asing juga merupakan kekayaan asli dari daerah ini.

Daftar Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Renah Mendaluh
  2. Batang Asam
  3. Tebing Tinggi
  4. Tungkal Ulu
  5. Merlung
  6. Muara Papalik
  7. Senyerang
  8. Pengabuan
  9. Bram Itam
  10. Betara
  11. Kuala Betara
  12. Seberang Kota
  13. Tungkal Ilir

Lambang Daerah[sunting | sunting sumber]

1 Bidang Dasar lambang berbentuk perisai yang memiliki 5 (lima) sudut warna kuning cerah dengan dua garis tepi berwarna hitam yang melambangkan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berideologi Pancasila dan dalam menjalankan roda pemerintahan berdasarkan Undang Undang Dasar 1945.
2 Bintang berisi 5 (lima) berwarna kuning emas melambangkan bahwa bagaimanapun bentuk dan keanekaragaman yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
3 Payung berwarna orange dengan enam ruas melambangkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki adat istiadat yang mengayomi segala aspek kehidupan dalam masyarakat etnis, agama maupun budaya. Lima ruas dipandang sebagai agama yang ada di Indonesia dan satu ruas dipandang representatif mewakili dari pada etnis-etnis yang heterogen, melambangkan dalam pengambilan keputusan para tua tanganai dan tokoh adat, sebelumnya memandang etnis dan agama yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
4 Bambu Runcing menyilang yang diikat dengan kain berwarna merah melambangkan asal mula perjuangan rakyat Tanjung Jabung Barat. Bambu runcing merupakan persenjataan yang digunakan dalam perjuangan. Seutas kain berwarna merah merupakan sebutan pejuang selempang merah karena setiap pejuang mempunyai tanda pengenal dengan tanda kain merah yang diikatkan atau dilingkarkan di tubuh para pejuang tersebut.
5 Perahu layar merupakan lambang atau ciri yang menggambarkan salah satu potensi alam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Layar berwarna Putih melambangkan kesucian masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Perahu dan tonggak berwarna kuning melambangkan bahwa apapun potensi yang ada dalam Kabupaten Tanjung Jabung Barat keseluruhannya adalah milik Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
6 Garis panjang ombak yang melengkok-lengkok melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat yang heterogen dengan keanekaragaman etnis, agama, ras dan sebagainya menjadi penopang untuk tegak, maju dan berkembangnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan memanfaatkan potensi yang ada.
7 Gambar air yang mengalir di depan perahu melambangkan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang memiliki potensi sektor pertambangan.
8 Lima buah batu bata putih melambangkan jumlah kecamatan yang ada pada saat pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
9 Gong berwarna coklat muda melambangkan bahwa dalam pengambilan keputusan lebih mengutamakan kemufakatan sebagaimana kata pepatah “Bulat Air Dek Pembuluh Bulat Kata Dek Mufakat”.
10 Padi berwarna kuning berjumlah 10 biji pada sebelah kiri dan 8 biji pada sebelah kanan yang terletak di sebelah kiri dalam lambang melambangkan pangan bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat dan sekaligus mencerminkan sejarah tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tanggal 10 Agustus.
11 Daun Kelapa berwarna hijau berjumlah 65 (enam puluh lima) helai yang terletak di sebelah kanan dalam lambang melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat dapat berguna dimana dan kapan saja, karena ia dapat hidup dimanapun, sekaligus mencerminkan sejarah tahun lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tahun 1965.
12 Rantai putih yang menghubungkan gambar padi dan daun kelapa melambangkan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat, saling bantu membantu atau bekerja sama dalam setiap masalah yang dihadapi dalam masyarakat.
13 Pita berwarna orange yang bertuliskan “SERENGKUH DAYUNG SERENTAK KE TUJUAN” melambangkan bahwa masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berbeda etnis dan agama bersama-sama dalam memajukan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang sangat potensial untuk mencapai Tanjung Jabung Barat yang lebih maju dan berkembang.

Komunikasi dan Media Elektronik[sunting | sunting sumber]

  1. LPPL Radio Siaran Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Barat (RSPD) 94.0 FM (Milik Pemerintah)
  2. LPPL Tungkal Televisi (TTV) 48 UHF (Milik Pemerintah)
  3. RKIN ( Radio Kelapa Indah ) 99.8 FM (Swasta)

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  1. RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal
  2. RS Cipta Medika
  3. RSUD KH. Daud Arif Terjun Jaya Kec. Betara

Perbatasan[sunting | sunting sumber]

Batas-Batas Kabupaten Tanjung Jabung Barat :

Utara : Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau

Barat : Kabupaten Tebo

Selatan : Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Muaro Jambi

Timur : Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Selat Berhala

Jarak Ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal) ke beberapa kota dalam Propinsi Jambi[sunting | sunting sumber]

Kuala Tungkal - Sungai Penuh 543 km

Kuala Tungkal - Bangko 373 km

Kuala Tungkal - Sarolangun 300 km

Kuala Tungkal - Muara Bulian 182 km lewat Kota Jambi

Kuala Tungkal - Sengeti 95 km lewat Jalan Lintas Timur

Kuala Tungkal - Muara Sabak 130 km lewat Jalan Mendahara Ulu-Geragai

Kuala Tungkal - Muara Bungo 356 km lewat Muara Bulian

Kuala Tungkal - Muara Tebo 303 km lewat Muara Bulian

Kuala Tungkal - Kota Jambi 128 km lewat Jalan Lintas Timur

Wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Water Front City di Kuala Tungkal
  2. Ancol Beach di Kuala Tungkal
  3. Pemandian Air Hangat di Pematang Buluh
  4. Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Kec. Batang Asam yang dekat dengan wilayah Kab. Tebo
  5. Air Terjun Bukit Pinang Bawah di Tanjung Bojo yang dilalui Jalan Lintas Timur Sumatera
  6. Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur yang membentang Tungkal Ilir sampai Pangkal Duri Kec. Mendahara
  7. Air Terjun Pelang di Dusun Gemuruh Pelabuhan Dagang
  8. Wisata Alam Pelatihan Gajah di Tungkal Ulu
  9. Taman Wisata Lestari Indah di Muntialo Kec. Betara

Pelabuhan[sunting | sunting sumber]

Semua pelabuhan ini terletak di Kuala Tungkal

  1. Pelabuhan Roro
  2. Pelabuhan Marina Batam
  3. Pelabuhan Ampera
  4. Pelabuhan LLASDP
  5. Pelabuhan Kwatik
  6. Pelabuhan Tanggo Rajo Ulu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ "BPS Kabupaten Tanjung Jabung Barat". 2014-02-12. Diakses 2014-02-12.