Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
IUCN Kategori II (Taman Nasional)
Peta memperlihatkan letak Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Peta memperlihatkan letak Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Bukit Tigapuluh NP
Lokasi di Sumatra
LetakSumatra, Indonesia
Koordinat1°0′S 102°30′E / 1.000°S 102.500°E / -1.000; 102.500Koordinat: 1°0′S 102°30′E / 1.000°S 102.500°E / -1.000; 102.500
Luas143.143 hektare

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (juga disebut Bukit Tigapuluh) adalah taman nasional yang terletak di Sumatra, Indonesia. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh terletak pada lintas provinsi dan kabupaten, yaitu di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir di provinsi Riau, dan Kabupaten Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat di provinsi Jambi. [1] Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ditetapkan sebagai kawasan taman nasional melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 539/KPTS-II/1995. [2]

Taman ini memiliki luas kira-kira 143.143 hektare dan secara ekologis, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh merupakan kawasan yang memiliki tipe ekosistem hutan tropis dataran rendah (low land tropical rain forest), sehingga mempunyai keragaman hayati yang tinggi dan hampir seluruh spesies flora dan fauna di Pulau Sumatera, terdapat di kawasan Taman Nasional ini. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh terkenal sebagai tempat terakhir spesies terancam seperti orangutan sumatera, harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, tapir asia, beruang madu dan berbagai spesies burung yang terancam. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh juga merupakan tempat tinggal bagi Orang Rimba dan Talang Mamak.

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh kini mendapat ancaman serius dari penebangan hutan ilegal dan penanaman minyak sawit.[3] Melansir Kompas (2019), mnyusutnya habitat kawasan ini, mengakibatkan peningkatan konflik antara manusia dan gajah sumatra 4 kali lipat selama 10 tahun terakhir. Menurut Frankfurt Zoological Society, 346 konflik pada tahun 2018 mengakibatkan 9.161 pohon karet dan sawit, 2.475 batang tanaman dan pondok rusak, serta kematian seekor gajah, terjadi seiring menyusutnya tutupan hutan hujan dataran rendah ekosistem Bukit Tigapuluh ini.[4]

Hutan TNBT ini punya 84.042 ha arela penyangga berupa tutupan hutan alam pada 2009, dan merosot tersisa 34.814 ha saja. Pada 1980an, ada sekitar 400 ekor gajah yang hidup dan tak sampai 150 ekor tersisa 3 dekade kemudian.[4]

Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh menjadi 20 kawasan prioritas global untuk konservasi harimau oleh pakar spesies pada tahun 2006 dan juga dijadikan sebagai daerah konservasi untuk proyek pelepasliaran orangutan Sumatera.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Haryono, Moh. (2012). "Model Pengembangan Pengelolaan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Secara Terintegrasi". Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 9 (1): 34. 
  2. ^ Prititania, Farha Shera. "KERAGAMAN JENIS HAYATI DAN PENGELOLAAN KAWASAN DI RESOR GRANIT, TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH, RIAU (Biodiversity and Region Management in Granit Resort Bukit Tigapuluh National Park, Riau" (dalam bahasa Inggris). 
  3. ^ http://www.tigertrust.info/sumatran_tiger_where.asp?ID=NP4&catID=9
  4. ^ a b "Habitat Gajah Terus Susut", Kompas, 10 Juni 2019, hlm.16
  5. ^ "Bukit Tiga Puluh | WWF Indonesia". www.wwf.or.id. Diakses tanggal 2020-06-20. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]