Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 7000

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tōkyō Metro seri 7000)
Lompat ke: navigasi, cari
KRL Tōkyō Metro 7000
KRL Tokyo Metro 7123F sedang berhenti di Stasiun Depok
Beroperasi? Ya
Perusahaan yang memproduksi Kawasaki Heavy Industries, Nippon Sharyō, Tokyu Car Corporation
Digantikan oleh Tokyo Metro 10000 series
Tahun pembuatan 1974-1990
Tahun dinas 2010-sekarang
Formasi 8 atau 10 kereta per set (Jepang)
8 kereta per set (Indonesia)
Nomor armada 7001F-7034F
Kapasitas 1.136 penumpang (rata-rata)
Operator Tokyo Metro
PT KAI Commuter Jabodetabek
Jalur Tokyo Metro Yūrakuchō Line
Tokyo Metro Fukutoshin Line
KA Commuter Jabodetabek
Data teknis
Bodi gerbong Alumunium Alloy
Panjang gerbong 20.000 mm
Lebar 2.800 mm
Tinggi 4.145 mm
Pintu 4 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum 110 km/jam
Berat 276 ton (rata-rata)
Percepatan 3,3 km/h/s
Perlambatan 3,5 km/h/s (normal)
4,5 km/h/s (darurat)
Sistem traksi Automatic Variable Field Chopper (Indonesia)
VVVF-IGBT (Jepang)
Daya mesin 150 kW x 20 = 3.200 kW
Transmisi Static Inverter (SIV)
Tipe: Mitsubishi Electric Static Inverter (NC-FAT120A)
Pasokan tenaga Listrik Aliran Atas (LAA)
Sistem listrik 1.500 V DC
Metode pengambilan arus Pantograf
Bogie FS-388, FS-388A, FS-515 dengan pegas udara
Rem kereta Electropneumatic Regenerative Brake
Sistem keselamatan Tokyo Metro CS-ATC & ATO, Seibu ATS, Tobu ATS
Alat perangkai Shibata Coupling
Lebar sepur 1067 mm

Kereta rel listrik Tōkyō Metro 7000 (東京地下鉄7000系 Tōkyō Chikatetsu 7000-kei?) adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang beroperasi di lintas Jabodetabek. Pada awalnya dioperasikan masing-masing dengan 10 kereta per set, namun hanya dioperasikan dengan 8 kereta akibat terbatasnya panjang peron. Semua rangkaiannya berwarna sama, yaitu warna merah di bagian muka, perak di badan dan strip berwarna kuning-merah. Semua set Tokyo Metro 7000 perawatannya dilakukan di Dipo KRL Depok.[1]

Nomor rangkaian[sunting | sunting sumber]

  • 7117F
  • 7121F*
  • 7122F
  • 7123F

*Tidak dioperasikan karena kecelakaan karena kecelakaan di Bintaro pada 9 Desember 2013. KRL ini telah dikirim ke Stasiun Cikaum untuk dirucat seluruh keretanya, kecuali kereta nomor 7121 yang saat itu langsung bertabrakan dan hancur, kereta ini disimpan di Balai Yasa Manggarai.

Formasi asli KRL Tokyo Metro 7000 di Jepang :

Nomor 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
Penomoran KuHa 7100 SaHa 7200 MoHa 7300 MoHa 7400 SaHa 7500 SaHa 7600 MoHa 7700 MoHa 7800 MoHa 7900 KuMoHa 7000
Kodifikasi TC T M1 M2 Tc1 Tc2 M1 M2 M1 MC2

Daftar rangkaian[sunting | sunting sumber]

Formasi KRL Tokyo Metro 7000 di Indonesia dan di Jepang :

Nomor 8 7 6 5 4 3 2 1
Penomoran KuHa 7100 SaHa 7200 MoHa 7300 MoHa 7400 SaHa 7500 SaHa 7600 MoHa 7900 KuMoHa 7000
Kodifikasi TC T M1 M2 Tc1 Tc2 M1 MC2
  1. 7117F: 7117 - 7217 - 7317 - 7417 - 7517 - 7617 - 7917 - 7017 (7717 dan 7817 dilepas). Memakai penomoran baru Kemenhub, K1 1 10 01 (7117) hingga K1 1 10 10 (7017).
  2. 7121F: 7121 - 7221 - 7321 - 7421 - 7521 - 7621 - 7921 - 7021 (7721 dan 7821 dilepas). Memakai penomoran baru Kemenhub, K1 1 10 11 (7121) hingga K1 1 10 20 (7021). Tidak beroperasi.
  3. 7122F: 7122 - 7222 - 7322 - 7422 - 7522 - 7622 - 7922 - 7022 (7722 dan 7822 dilepas). Memakai penomoran baru Kemenhub, K1 1 10 21 (7122) hingga K1 1 10 30 (7022).
  4. 7123F: 7123 - 7223 - 7323 - 7423 - 7523 - 7623 - 7923 - 7023 (7723 dan 7823 dilepas). Memakai penomoran baru Kemenhub, K1 1 10 31 (7123) hingga K1 1 10 40 (7023).

Insiden[sunting | sunting sumber]

Kondisi kejadian saat KRL Tokyo Metro 7121F anjlok dan terbakar.
  • Pada tanggal 9 Desember 2013, terjadi kecelakaan di pos jaga perlintasan KA Pondok Betung (PJL 57A), Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada pukul 11.20 WIB. Rangkaian KRL tersebut menabrak truk tangki Pertamina dikarenakan sang sopir truk menerobos perlintasan kereta tersebut akibat terlambat ditutup. Rangkaian tersebut adalah Tokyo Metro 7121F yang kereta depannya (KuHa 7121) anjlok, ringsek, dan meleleh di bagian depannya akibat ledakan dari truk tangki tersebut. Kejadian ini menewaskan tujuh orang termasuk masinis Darman Prasetyo, asisten masinis Agus Suroto, dan teknisi KA (TKA) Sofyan Hadi. Akibat kerusakan dari KRL ini sudah terlalu parah dan tidak dapat diperbaiki, maka KRL ini berhenti beroperasi.[2]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah KA Edisi Juni 2014
  2. ^ Majalah KA Edisi Januari 2014

Pranala luar[sunting | sunting sumber]