Kabupaten Sumbawa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sumbawa Besar (kota))
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Sumbawa
Lambang Kabupaten Sumbawa
Lambang
Motto: 
Sabalong Samalewa
Lokasi NTB Kabupaten Sumbawa.svg
Kabupaten Sumbawa is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa is located in Indonesia
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa
Koordinat: 8°44′S 117°40′E / 8.74°S 117.67°E / -8.74; 117.67
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat
Tanggal peresmian9 Agustus 1958
11 Agustus 1958
Dasar hukumUU No.64 Tahun 1958 dan
UU No.69 Tahun 1958
Ibu kotaSumbawa Besar
Pemerintahan
 • BupatiMahmud Abdullah[1]
 • Wakil BupatiDewi Noviani
Luas
 • Total6.643,98 km2 (2,565,26 sq mi)
Populasi
 • Total509.753 jiwa
 • Kepadatan77/km2 (200/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 88,96%
Hindu 10,05%
Kristen 0,92%
- Katolik 0,50%
- Protestan 0,42%
Buddha 0,06%
Lainnya 0,01%[4]
 • BahasaIndonesia
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode pos
84310-84388
Kode telepon(+62)371
Kode Kemendagri52.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan24[2]
Jumlah kelurahan8[2]
Jumlah desa157[2]
DAURp 821.927.598.000,-(2018)[5]
PADRp 144.011.520.890,-
APBDRp 1.632.004.948.475,-[5]
IPM64,89 (2016)[6]
Bandar udaraSultan Muhammad Kaharuddin III
Situs webhttp://www.sumbawakab.go.id/
Pantai di Pulau Moyo

Kabupaten Sumbawa adalah sebuah kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Sumbawa Besar. Kabupaten ini terletak di sebagian besar bagian barat Pulau Sumbawa.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Sumbawa punya lima gunung. Gunung Batu Lanteh mempunyai ketinggian 1.730 meter di atas permukaan laut, Gunung Takan 1.400 meter, Gunung Jaran Pusang 1.283 meter, Gunung Tongo 1.167 meter dan Gunung Dodo 1.147 meter.[7] Secara astronomis, Kabupaten Sumbawa terletak antara posisi 116°42’ sampai dengan 118°22’ Bujur Timur dan 8°8’ sampai dengan 9°7’ Lintang Selatan dengan luas wilayah 6.643,98 km².[3]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumbawa memiliki luas wilayah 6.643,98 km² dengan batas wilayah sebagai berikut;

Utara Laut Flores dan Teluk Saleh
Timur Kabupaten Dompu
Selatan Samudra Hindia
Barat Kabupaten Sumbawa Barat

Wilayah Kabupaten Sumbawa juga mencakup sejumlah pulau-pulau di sebelah utara Pulau Sumbawa, termasuk Pulau Moyo (pulau terbesar), Pulau Medang, Pulau Panjang, Pulau Liang, Pulau Ngali dan Pulau Rakit. Pada tanggal 18 Desember 2003, bagian barat wilayah Kabupaten Sumbawa dimekarkan menjadi kabupaten baru, yakni Kabupaten Sumbawa Barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tana Samawa atau yang sekarang disebut Kabupaten Sumbawa, kelahirannya tidak lepas dari kelahiran Bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan ditetapkan Undang-undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 yang merupakan landasan konstitusional dalam rangka penyelenggaraaan pemerintahan baik di pusat maupun di daerah. Sebagaimana dinyatakan dalam pasal 18 UUD 1945 (sebelum amendemen), yaitu: Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara dan hak-hak asal usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.

Selanjutnya pemerintah di Tana Samawa menjadi Swapraja Sumbawa yang bernaung dibawah Provinsi Sunda Kecil, sejak saat itu pemerintahan terus mengalami perubahan mencari bentuk yang sesuai dengan perkembangan yang ada sampai dilikuidasinya daerah pulau Sumbawa pada tangal 22 Januari 1959.

Kelahiran Kabupaten Sumbawa tidak terlepas dari pembentukan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 dan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 yang merupakan tonggak sejarah terbentuknya Daswati I Nusa Tenggara Barat dan Daswati II dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari:

  • Daswati II Lombok Barat
  • Daswati II Lombok Tengah
  • Daswati II Lombok Timur
  • Daswati II Sumbawa
  • Daswati II Dompu
  • Daswati II Bima

Sesuai dengan ketentuan pasal 7 ayat 1 Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang PS Kepala Daerah Swantantra Tingkat I NTB menetapkan likuidasi daerah Pulau Sumbawa pada tanggal 22 Januari 1959 dilanjutkan dengan pengangkatan dan pelantikan PS Kepala Daerah Swantantra Tingkat II Sumbawa, Sultan Muhammad Kaharuddin III sebagai Kepala Daerah Swantantra Tingkat II Sumbawa. Oleh karena itu tanggal 22 Januari 1959 dijadikan hari lahirnya Kabupaten Sumbawa yang ditetapkan dengan Keputusan DPRD Kabupaten Sumbawa Nomor 06/KPTS/DPRD, tanggal 29 Mei 1990 dengan jumlah kecamatan 14 wilayah yang terdiri dari:

  • Kecamatan Empang
  • Kecamatan Sumbawa
  • Kecamatan Plampang
  • Kecamatan Batu Lanteh
  • Kecamatan Lape Lopok
  • Kecamatan Utan Rhee
  • Kecamatan Moyo Hilir
  • Kecamatan Alas
  • Kecamatan Moyo Hulu
  • Kecamatan Seteluk
  • Kecamatan Ropang
  • Kecamatan Taliwang
  • Kecamatan Lunyuk
  • Kecamatan Jereweh

Perkembangan selanjutnya, dalam rangka implementasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, kabupaten Sumbawa dimekarkan dan bertambah 5 kecamatan, sehingga menjadi 19 kecamatan, yaitu:

Aspirasi masyarakat yang berkembang dipandang perlu adanya pemekaran kecamatan lagi, sehingga pada tahun 2003 berkembang menjadi 25 kecamatan dengan bertambahnya 6 kecamatan baru, yaitu:

  • Kecamatan Tarano
  • Kecamatan Maronge
  • Kecamatan Unter Iwes
  • Kecamatan Rhee
  • Kecamatan Buer
  • Kecamatan Moyo Utara

Pada perkembangan selanjutnya, kecamatan Lunyuk pecah menjadi dua:

  • Kecamatan Lunyuk
  • Kecamatan Orong telu

Dengan ditetapkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2003, tanggal 18 Desember 2003, Kabupaten Sumbawa resmi dimekarkan menjadi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat dengan pembagian; Kabupaten Sumbawa meliputi 20 kecamatan, sedangkan 5 kecamatan menjadi bagian dari Kabupaten Sumbawa Barat, yaitu:

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati[8] Awal menjabat Akhir menjabat Wakil Bupati Keterangan Referensi
1
Sultan Muhammad Kaharudin III
1959
1960
2
H. Madilaoe, A.D.T
1960
1965
3
Sudarli, B.A (Penjabat)
1965
1967
4
Drs. Hasan Usman (Penjabat)
1967
1972
1972
1974
1974
1979
5
H. Madilaoe, A.D.T.
1979
1984
1984
1989
6
H. Jakub Koswara, S.E.
1989
1994
1994
1999
7
Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si.
(Penjabat)
1999
2000
Lowong
8
Drs. H.A. Latief Majid, SH
2000
2005
Drs. H. Machfud Ahmad (Penjabat)
Maret 2005
Agustus 2005
9
Drs. H. Jamaluddin Malik
2005
2010
Muhammad Jabir
H. Muhammad Nur, S.H., M.H.
25 Agustus 2010
10 November 2010
Ir. Mukhlis, M.Si. (Penjabat)
15 November 2010
17 Januari 2011
(9)
Drs. H. Jamaluddin Malik
17 Januari 2011
2016
Arasy Muhkan
[9]
Drs. H. Rasyidi (Pelaksana Harian)
18 Januari 2016
30 Januari 2016
[10]
Drs. H. Supran, M.M. (Penjabat)
1 Februari 2016
16 Februari 2016
[11]
10
Bupati Sumbawa M. Husni Djibril.png H. M. Husni Djibril, B.Sc.
17 Februari 2016
17 Februari 2021
Mahmud Abdullah
17 Februari 2021
April 2021
[12]
11
H. Mahmud Abdullah
26 April 2021
Petahana
Dewi Noviany
[13]


Berikut ini adalah nama-nama bupati yang pernah menjabat di Kabupaten Sumbawa, yaitu:

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dalam dua periode terakhir.[14][15]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 0 Increase 4
Logo Gerindra.svg Gerindra 5 Steady 5
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 6 Steady 6
GOLKAR logo.png Golkar 6 4
Partai NasDem.svg NasDem 4 Steady 4
Logo Partai Berkarya.svg Berkarya (baru) 1
PKS logo 2020.png PKS 3 Increase 4
Logo PPP.svg PPP 5 4
Logo Partai Amanat Nasional.png PAN 5 4
Logo Hanura.svg Hanura 5 3
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 4 Increase 5
Bulan Bintang.jpg PBB 1 0
Lambang PKPI PKPI 1 Steady 1
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 11 Increase 12

Berikut ini adalah nama-nama Ketua DPRD yang pernah menjabat di Kabupaten Sumbawa, yaitu:

  • 1960 - 1965 A. Azis Rachiem
  • 1965 - 1967 A. Azis Rachiem
  • 1967 - 1972 R. Soerjo Soempeno
  • 1972 - 1977 H.A. Aziz, L.T.
  • 1977 - 1982 Moch. Munir
  • 1982 - 1987 Moch. Munir
  • 1987 - 1992 A. Samad Maemun, B.A.
  • 1992 - 1997 Drs. H. Umar Hasan
  • 1997 - 1999 H.M. Djari Djailani
  • 1999 - 2004 Muh. Amin, S.H.
  • 2004 - 2009 Muh. Amin, S.H.
  • 2009 - 2014 H. Farhan Bulkiyah, S.P.
  • 2014 - 2019 L. Budi Suryata, S.P.
  • 2019 - 2024 Abdul Rafiq

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumbawa terdiri dari 24 Kecamatan, 8 Kelurahan dan 157 Desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 509.234 jiwa dengan luas wilayah 6.643,98 km² dan sebaran penduduk 76 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sumbawa, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
52.04.05 Alas 8 Desa
52.04.17 Alas Barat 8 Desa
52.04.07 Batu Lanteh 6 Desa
52.04.20 Buer 6 Desa
52.04.14 Empang 10 Desa
52.04.19 Labangka 5 Desa
52.04.18 Labuhan Badas 7 Desa
52.04.29 Lantung 4 Desa
52.04.12 Lape 4 Desa
52.04.27 Lenangguar 4 Desa
52.04.02 Lunyuk 7 Desa
52.04.26 Lopok 7 Desa
52.04.24 Maronge 4 Desa
52.04.09 Moyo Hilir 10 Desa
52.04.10 Moyo Hulu 12 Desa
52.04.23 Moyo Utara 6 Desa
52.04.28 Orong Telu 4 Desa
52.04.13 Plampang 11 Desa
52.04.21 Rhee 4 Desa
52.04.11 Ropang 5 Desa
52.04.08 Sumbawa 8 -- Kelurahan
52.04.22 Unter Iwes 8 Desa
52.04.06 Utan 9 Desa
52.04.25 Tarano 8 Desa
TOTAL 8 157

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Makanan khas[sunting | sunting sumber]

Sumbawa memiliki beberapa makanan khas, antara lain:[18]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pelantikan Bupati/Wakil Sumbawa Terpilih Masa Jabatan 2021-2026". www.biroumum.ntbprov.go.id. Diakses tanggal 10 Juni 2021. 
  2. ^ a b c d "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 05-12-2018. 
  3. ^ a b "Kabupaten Sumbawa Dalam Angka 2021" (pdf). www.sumbawakab.bps.go.id. hlm. 8, 45. Diakses tanggal 10 Juni 2021. 
  4. ^ "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 10 Juni 2021. 
  5. ^ a b "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  6. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2016". Diakses tanggal 2018-07-06. 
  7. ^ M. Junus Melalatoa, 1988. Ensiklopedi nasional Indonesia, Jilid 15. Jakarta: Cipta Adi Pustaka. p. 387.
  8. ^ https://www.sumbawakab.go.id/sejarah-kab.-sumbawa.html
  9. ^ https://majalah.tempo.co/read/album/135702/pelantikan-jamaluddin-malik-arasy-muhkan
  10. ^ http://pulausumbawanews.net/2016/01/17/rasydi-ditunjuk-jadi-plh-bupati-sumbawa/
  11. ^ https://www.rmol.id/read/2016/02/02/234319/Resmi,-Supran-Pejabat-Bupati-Sumbawa-
  12. ^ http://sumbawakab.go.id/read/5246/sekda-sumbawa-hasan-basri-ditunjuk-sebagai-pelaksana-harian-bupati-sumbawa.html
  13. ^ "Pelantikan Bupati/Wakil Sumbawa Terpilih Masa Jabatan 2021-2026". www.biroumum.ntbprov.go.id. Diakses tanggal 10 Juni 2021. 
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Sumbawa 2014-2019
  15. ^ Perolehan Kursi DPRD Sumbawa 2019-2024
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  18. ^ http://kebudayaan.sumbawakab.go.id/kategori/id/7

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]