Taliwang, Sumbawa Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Taliwang
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat
KabupatenSumbawa Barat
Pemerintahan
 • CamatSuryaman, S.Stp
Populasi
 • Total51,203 jiwa (2.015)[1] ]</ref> jiwa
Kode pos
84455
Kode Kemendagri52.07.02 Edit the value on Wikidata
Luas375,93 km²[2]
Desa/kelurahan15
Kapal SS Van Heemskerk dari KPM di Teluk Taliwang pada tahun 1920.

Taliwang adalah sebuah kecamatan yang juga merupakan ibu kota kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Tanggal 13 Maret 1621, Kerajaan Taliwang yang kuat mau mengadakan pembangkangan terhadap kekuasaan Gowa, ditundukkan kembali oleh sejumlah pasukan pilihan Kerajaan Gowa yang dikirim ke sana.
  • Raja-raja di Taliwang yang merupakan keturunan raja-raja Banjar, biasanya bergelar Pangeran atau Gusti.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Seteluk
Timur Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea
Selatan Kecamatan Jereweh
Barat Selat Alas

Pembagian administrasi[sunting | sunting sumber]

  1. Arab Kenangan
  2. Banjar
  3. Batu Putih
  4. Bugis
  5. Dalam
  6. Kertasari (Labuan Kertasari)
  7. Kuang
  8. Labuan Lalar
  9. Lalang Liang
  10. Menala
  11. Sampir
  12. Seloto
  13. Sermong
  14. Tamekan
  15. Telaga Bertong

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Berikut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumbawa Barat yang berada di Kecamatan Taliwang

Sekretariat[sunting | sunting sumber]

Badan[sunting | sunting sumber]

  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Badan Kepegawaian Daerah
  • Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
  • Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah
  • Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
  • Badan Lingkungan Hidup

Dinas[sunting | sunting sumber]

  • Dinas Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset
  • Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
  • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil[pranala nonaktif permanen]
  • Dinas Pekerjaan Umum
  • Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian
  • Dinas Tata Ruang Kota
  • Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
  • Dinas Kebersihan, pertamanan dan PMK
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Pemuda dan Olahraga
  • Dinas Pendidikan

Daftar Datu Taliwang[sunting | sunting sumber]

  • Raja-raja Taliwang, kerajaan vasal Majapahit.
  • Dewa Lengit Ling Kertasari, kerajaan vasal Sultan Sumbawa, Dewa Maja Paruwa (1623 M).[4]
  • Lala Ratna Ayu Kencana Dewi (Putri Raja Taliwang) + Raden Mas Panji Tilar Negara (Putra Mahkota Seleparang), sekitar 1636 M[5]
  • Dewa Mas Pamayan (Raden Untalan), menurut sejarawan Belanda H. J. de Graaf, Mas Pamayan adalah putera raja Selaparang yang dilantik menjadi raja Selaparang dan Sumbawa pada 30 November 1648.[6][7]
  • Mas Surabaya + Raden Subangsa Pangeran Taliwang, sekitar 1660 M.[8]
  • Amas Mattaram Karaeng Taliwang (bin Raden Subangsa + Mas Surabaya)[9]
  • Amasa Samawa Dewa Mas Madinah bin Amas Bantan[10][11]
  • Jalaluddin Dewa Ling Gunung Setia (1725-1732)[12]
  • I Mappasusung Dewa Sesung Mappadusu (bin Dewa Maja Jereweh Karaeng Jerewe)(1732-1758)
  • Gusti Amin, Pangeran Laya Kusuma (17xx-1762)[13]
  • Gusti Aceh (1762-1765)[14]
  • Dewa Mappaconga Mustafa Datu Taliwang (1765-1775)
  • Datu Busing Lalu Komak (1775-1777)
  • Lalu Paewa (1850-1870)[15]
  • Nene Ranga Mele Manyurang.
  • Daeng Mesir bin Sultan Amaroe'llah
  • Daeng Mapaconga.
  • Muhammad Kaimuddin
  • Mohamad Kaharoedin, Datoe Taliwang.[16]

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Makanan khas Taliwang: Ayam Taliwang

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Pantai Balad
  • Pantai Kertasari
  • Pantai Batu Rengala
  • Pantai Moro
  • Pantai Nangaboru
  • Pantai Batupayung
  • Danau Lebo

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Perda No 10 Tahun 2008[pranala nonaktif permanen]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat
  2. ^ Luas Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat 2014
  3. ^ Lalu Mantja (1984). Sumbawa pada masa dulu: suatu tinjauan sejarah. Indonesia: Rinta. hlm. 26. 
  4. ^ https://ihinsolihin.wordpress.com/2014/01/09/sejarah-singkat-pengislaman-kerajaan-sumbawa/
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-08. Diakses tanggal 2018-03-08. 
  6. ^ (Indonesia) Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 44. 
  7. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-08. Diakses tanggal 2018-03-08. 
  8. ^ Hägerdal, Hans (2001). Hindu rulers, Muslim subjects: Lombok and Bali in the seventeenth and eighteenth centuries (dalam bahasa Inggris). Indonesia: White Lotus Press. hlm. 183. ISBN 9747534118.  ISBN 9789747534115
  9. ^ Mukhlis Paeni, ‎Edward Lamberthus Poelinggomang, ‎Ina Mirawati · (2002). Batara Gowa: messianisme dalam gerakan sosial di Makassar. Indonesia. hlm. 108. ISBN 9794205141.  ISBN
  10. ^ https://ihinsolihin.wordpress.com/sastra/silsilah-kesultanan-sumbawa/
  11. ^ http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
  12. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-12-20. Diakses tanggal 2016-12-11. 
  13. ^ Mantja, Lalu (1984). Sumbawa pada masa dulu: suatu tinjauan sejarah. Indonesia: Rinta. hlm. 134. 
  14. ^ http://aryheritage.blogspot.co.id/2016/11/makam-makam-tua-di-pulausumbawa-nusa.html
  15. ^ http://kabarntb.com/sambangi-taliwang-raja-gowa-tallo-sebut-silsilah-taliwang-gowa-tallo-punya-hubungan-erat/
  16. ^ Overeenkomsten met inlandsche vorsten in den Oost-Indischen Archipel (dalam bahasa Belanda). 31. Landsdrukkerij. 1857. hlm. 17.