Taliwang, Sumbawa Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Taliwang
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kabupaten Sumbawa Barat
Pemerintahan
 • Camat Suryaman, S.Stp
Luas 375,93 km²[1]
Jumlah penduduk

51.203 jiwa (2015)[2]

]</ref>
Kepadatan 136 jiwa/km²
Desa/kelurahan 15
Kapal SS Van Heemskerk dari KPM di Teluk Taliwang pada tahun 1920.

Taliwang adalah sebuah kecamatan yang juga merupakan ibu kota kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

  • Tanggal 13 Maret 1621, Kerajaan Taliwang yang kuat mau mengadakan pembangkangan terhadap kekuasaan Gowa, ditundukkan kembali oleh sejumlah pasukan pilihan Kerajaan Gowa yang dikirim ke sana.
  • Raja-raja di Taliwang yang merupakan keturunan raja-raja Banjar, biasanya bergelar Pangeran atau Gusti.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Seteluk
Selatan Kecamatan Jereweh
Barat Selat Alas
Timur Kecamatan Brang Ene dan Kecamatan Brang Rea

Pembagian administrasi[sunting | sunting sumber]

  1. Arab Kenangan
  2. Banjar
  3. Batu Putih
  4. Bugis
  5. Dalam
  6. Kertasari (Labuan Kertasari)
  7. Kuang
  8. Labuan Lalar
  9. Lalang Liang
  10. Menala
  11. Sampir
  12. Seloto
  13. Sermong
  14. Tamekan
  15. Telaga Bertong

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Berikut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumbawa Barat yang berada di Kecamatan Taliwang

Sekretariat[sunting | sunting sumber]

Badan[sunting | sunting sumber]

  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Badan Kepegawaian Daerah
  • Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
  • Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah
  • Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
  • Badan Lingkungan Hidup 

Dinas[sunting | sunting sumber]

  • Dinas Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset
  • Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
  • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  • Dinas Pekerjaan Umum
  • Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian
  • Dinas Tata Ruang Kota
  • Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
  • Dinas Kebersihan, pertamanan dan PMK
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Pemuda dan Olahraga
  • Dinas Pendidikan

Daftar Datu Taliwang[sunting | sunting sumber]

  • Raja-raja Taliwang, vazal Majapahit.
  • Dewa Langit Ling Kertasari, vazal Sultan Sumbawa Dewa Maja Paruwa (1623 M).[4]
  • Lala Ratna Ayu Kencana Dewi (Putri Raja Taliwang) + Raden Mas Panji Tilar Negara (Putra Mahkota Seleparang), sekitar 1636 M[5]
  • Dewa Mas Pamayan (Raden Untalan)
Menurut Sejarawan Belanda, H. J. de Graaf menyatakan bahwa Mas Pamayan adalah putera raja Selaparang yang dilantik menjadi raja Selaparang dan Sumbawa pada tanggal 30 November 1648.[6][7]
  • Amas Cini
  • Amas Goa
  • Amas Panghulu + Raden Subangsa alias Pangeran Taliwang, sekitar 1660 M.
  • Amas Bantan[8]
  • Amasa Samawa Dewa Mas Madinah[9][10]
  • Kalaluddin Dewa Ling Gunung Setia (1725-1732)[11]
  • I Mappasusung Dewa Sesung Mappadusu (1732-1758)
  • Gusti Amin (17xx-1762)[12]
  • Gusti Aceh (1762-1765)[13]
  • Dewa Mepaconga Mustafa (1765-1775)
  • Datu Busing Lalu Komak (1775-1777)
  • Lalu Paewa (1850-1870)[14]
  • Nene Ranga Mele Manyurang.
  • Daeng Mesir.
  • Daeng Mapaconga.
  • Muhammad Kaimuddin

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Makanan khas Taliwang: Ayam Taliwang

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Pantai Balad
  • Pantai Kertasari
  • Pantai Batu Rengala
  • Pantai Moro
  • Pantai Nangaboru
  • Pantai Batupayung
  • Danau Lebo

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Perda No 10 Tahun 2008

Referensi[sunting | sunting sumber]