Lompat ke isi

Paus Yohanes VII

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yohanes VII
Uskup Roma
Mosaik Bizantium Yohanes VII, ca705
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
1 Maret 705
Akhir masa kepausan
18 Oktober 707
PendahuluYohanes VI
PenerusSisinnius
Informasi pribadi
Lahir650
Rossano di Calabria, Kekaisaran Bizantium
Meninggal18 Oktober 707 (umur 56–57 tahun)
Paus lainnya yang bernama Yohanes
Santo Yosef, dari Oratorium Yohanes VII

Paus Yohanes VII (Latin: Ioannes VII; c. 650 – 18 Oktober 707) adalah uskup Roma dari tanggal 1 Maret 705 hingga kematiannya pada tanggal 18 Oktober 707. Ia adalah seorang etnis Yunani, salah satu paus Bizantium, tetapi memiliki hubungan yang lebih baik dengan Kerajaan Lombardia, yang memerintah sebagian besar Italia, daripada dengan Kaisar Yustinianus II, yang memerintah

Kehidupan Awal

[sunting | sunting sumber]

Yohanes VII lahir pada tahun 650 di Rossano, Calabria, sebuah wilayah yang pada masa itu merupakan bagian dari Kekaisaran Bizantium. Ia berasal dari keluarga yang kaya dan terpandang. Ayahnya, Plato, adalah seorang pejabat tinggi di Kekaisaran Bizantium, sedangkan ibunya, Blatta, dikenal sebagai seorang wanita yang saleh dan berpendidikan. Latar belakang keluarganya yang berada di bawah pengaruh budaya Yunani-Bizantium membuat Yohanes VII sangat terlatih dalam teologi, seni, dan sastra Bizantium.

Pemilihan sebagai Paus

[sunting | sunting sumber]

Setelah kematian Paus Yohanes VI pada tahun 705, Yohanes VII dipilih sebagai penerusnya. Ia dilantik sebagai Paus pada tanggal 1 Maret 705. Pemilihannya mencerminkan keinginan Gereja Roma untuk mempertahankan hubungan baik dengan Kekaisaran Bizantium, mengingat latar belakangnya sebagai putra seorang pejabat Bizantium.

Kepemimpinan Gereja

[sunting | sunting sumber]

Sebagai Paus, Yohanes VII dikenal karena karya-karyanya dalam memperindah tempat-tempat ibadah di Roma. Ia sangat mencintai seni sakral dan memulai beberapa proyek renovasi serta dekorasi basilika dan gereja. Salah satu karyanya yang terkenal adalah restorasi Gereja Santa Maria Antiqua di Forum Romanum, di mana ia menambahkan mosaik-mosaik indah yang mencerminkan gaya Bizantium.

Hubungan dengan Kekaisaran Bizantium

[sunting | sunting sumber]

Paus Yohanes VII menghadapi tantangan yang signifikan dalam hubungannya dengan Kekaisaran Bizantium, terutama terkait kontroversi Monotelitisme yang terus menjadi perdebatan teologis pada masa itu. Meski ia berusaha menjaga hubungan damai dengan Kaisar Yustinianus II, ia tetap mempertahankan ajaran Gereja yang menolak ajaran Monotelitisme sebagai bid'ah.

Ia menerima Liber Diurnus Romanorum Pontificum, sebuah dokumen yang berisi ketetapan dari Konsili Konstantinopel III, namun ia menolak untuk menandatangani beberapa pasal yang dianggap bertentangan dengan ajaran iman. Meskipun demikian, Yohanes VII berusaha untuk tidak memperburuk hubungan dengan Kekaisaran, dan ia dikenal sebagai seorang mediator yang bijak.

Pembela Keindahan Liturgi

[sunting | sunting sumber]

Paus Yohanes VII sangat menghargai keindahan dalam liturgi Gereja. Ia sering disebut sebagai pelopor dalam penggunaan seni sebagai sarana untuk mendekatkan umat kepada Allah. Dalam beberapa dokumen, ia mendorong para imam untuk menjaga keindahan altar, pakaian liturgi, dan musik yang digunakan dalam ibadah.

Akhir Hidup

[sunting | sunting sumber]

Paus Yohanes VII wafat pada tanggal 18 Oktober 707. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus, dan jasadnya ditempatkan dalam sebuah sarkofagus yang dihias dengan ukiran yang indah. Pemerintahannya sebagai Paus meninggalkan warisan besar dalam seni sakral dan penghormatan kepada tradisi liturgis Gereja.

Warisan dan Pengaruh

[sunting | sunting sumber]

Meskipun kepemimpinannya singkat, Yohanes VII dihormati sebagai seorang Paus yang mencintai keindahan dan perdamaian. Ia diingat karena usahanya untuk memperbaiki hubungan antara Roma dan Konstantinopel, serta kontribusinya dalam seni Gereja. Nama Yohanes VII tetap dikenang dalam sejarah Gereja Katolik sebagai simbol keharmonisan antara iman dan seni.

Catatan Tambahan

[sunting | sunting sumber]

Paus Yohanes VII adalah Paus pertama yang lahir dari wilayah Kekaisaran Bizantium, menjadikannya tokoh penting dalam mempererat hubungan antara tradisi Latin Roma dan tradisi Yunani Bizantium.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Claudio Rendina, I Papi. Storia e segreti, Newton Compton, Rome, 1984.
Didahului oleh:
Yohanes VI
Paus
705707
Diteruskan oleh:
Sisinnius