Paus Leo II
Leo II | |
|---|---|
| Uskup Roma | |
| Gereja | Gereja Katolik |
Awal masa kepausan | 16 April 682 |
Akhir masa kepausan | 28 Juni 683 |
| Pendahulu | Agato |
| Penerus | Benediktus II |
| Imamat | |
Pelantikan kardinal | 5 Desember 680 oleh Agato |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1 Januari 611 Sisilia, Kekaisaran Bizantium |
| Meninggal | 28 Juni 683 (umur 72 tahun) Roma, Kekaisaran Bizantium |
| Orang tua | Paulus |
| Orang kudus | |
| Hari peringatan | 28 Juni (3 Juli, kalender sebelum tahun 1970) |
| Paus lainnya yang bernama Leo | |
Paus Leo II (ca 01 Januari 611 – 28 Juni 683) adalah Uskup Roma dari tanggal 17 Agustus 682 hingga kematiannya pada tanggal 28 Juni 683. Salah satu paus dari Kepausan Bizantium, ia digambarkan oleh seorang penulis biografi sezaman sebagai sosok yang adil dan berilmu. Ia dikenang sebagai seorang santo dalam Martirologi Romawi.[1]
Kehidupan Awal
[sunting | sunting sumber]Paus Leo II dilahirkan di Sisilia dalam sebuah keluarga Kristen yang taat. Sedikit yang diketahui mengenai masa mudanya, tetapi catatan menunjukkan bahwa ia memiliki kecakapan dalam bahasa Yunani dan Latin, dua bahasa utama dalam liturgi dan teologi Gereja pada waktu itu. Pendidikan rohaninya diperkaya oleh pemahaman mendalam tentang Alkitab, musik liturgi, serta tradisi gerejawi.
Sebagai seorang rohaniwan, Leo menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pelayanan pastoral dan karya misioner. Sebelum menjadi paus, ia dikenal sebagai diakon di Roma, di mana ia membantu memimpin berbagai urusan gereja, termasuk pengembangan liturgi dan pendidikan para imam.
Kepausan
[sunting | sunting sumber]Leo II dipilih menjadi paus pada tahun 681, tetapi penahbisannya sebagai pemimpin Tahta Suci baru dilaksanakan pada 17 Agustus 682. Penundaan ini terkait dengan masalah administratif antara Gereja Katolik dan kekaisaran Bizantium, yang kala itu memiliki pengaruh besar terhadap pengesahan paus.
Pernyataan Doktrin dan Konsili Konstantinopel III
[sunting | sunting sumber]Paus Leo II dikenal atas dukungannya yang penuh terhadap keputusan Konsili Konstantinopel III (680–681). Konsili ini mengutuk ajaran sesat Monotelitisme, yang mengklaim bahwa Yesus Kristus hanya memiliki satu kehendak ilahi, bukan dua kehendak (ilahi dan manusiawi) sebagaimana diimani oleh Gereja. Leo menegaskan bahwa ajaran tersebut bertentangan dengan ajaran yang benar mengenai sifat Kristus sebagai Allah yang menjadi manusia.
Dalam sebuah surat kepada Kaisar Bizantium Konstantinus IV, Leo II menekankan perlunya kesatuan gereja dan kepatuhan terhadap kebenaran Injil. Ia juga mengkritik beberapa pendahulunya, termasuk Paus Honorius I, yang dianggap telah gagal melawan Monotelitisme.
Pembaharuan Liturgi
[sunting | sunting sumber]Salah satu kontribusi besar Leo II adalah dalam bidang liturgi. Ia dikenal sebagai pencinta musik suci dan memperbaiki penggunaan chant dalam liturgi Roma. Paus Leo II mempromosikan pengembangan chant Gregorian, yang kemudian menjadi dasar bagi musik liturgi di Gereja Barat.
Hubungan dengan Kekaisaran Bizantium
[sunting | sunting sumber]Paus Leo II memelihara hubungan baik dengan Kekaisaran Bizantium. Ia mendukung upaya Kaisar Konstantinus IV untuk menegakkan perdamaian dan menegaskan kesatuan iman di seluruh wilayah kekaisaran. Melalui diplomasi yang bijaksana, Leo II berhasil mempererat hubungan antara Gereja Barat dan Timur.
Warisan dan Wafat
[sunting | sunting sumber]Leo II dikenal sebagai paus yang rendah hati dan sangat peduli terhadap umatnya. Ia mengutamakan pelayanan kepada kaum miskin dan tertindas, serta dikenal sebagai pembela keadilan dalam menghadapi ketidakadilan sosial pada zamannya. Dedikasi Leo terhadap liturgi, teologi, dan perdamaian gereja menjadikannya tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik.
Paus Leo II wafat pada 28 Juni 683. Jenazahnya dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Gereja Katolik mengenangnya sebagai paus yang beriman teguh dan pengajar iman yang benar.
Kanonsasi dan Peringatan
[sunting | sunting sumber]Paus Leo II dihormati sebagai seorang santo dalam Gereja Katolik. Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 3 Juli, sesuai dengan kalender liturgi Gereja. Namanya dikenang sebagai simbol dedikasi terhadap kesatuan dan kemurnian iman Kristen.
| Didahului oleh: Agato |
Paus 682 – 683 |
Diteruskan oleh: Benediktus II |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama "catholic"
- Duffy, Eamon. Saints and Sinners: A History of the Popes. New Haven: Yale University Press, 2001.
- Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford: Oxford University Press, 1986.
- Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. London: Kegan Paul, Trench, Trübner & Co., 1914.
- Kirsch, Johann Peter. "Pope Leo II." The Catholic Encyclopedia. Vol. 9. New York: Robert Appleton Company, 1910.