Gempa bumi Banten 2019

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gempa bumi Banten 2019
Gempa bumi Banten 2019 berlokasi di Indonesia
Gempa bumi Banten 2019
Gempa bumi Banten 2019 (Indonesia)
Waktu UTC2019-08-02 12:03:27
ISC
USGS-ANSS
Tanggal setempat2 Agustus 2019 (2019-8-2)
Waktu setempat19:03:27 WIB
Kekuatan6,9 Mw
Kedalaman48 km (30 mi)
Episentrum7°32′S 104°35′E / 7.54°S 104.58°E / -7.54; 104.58Koordinat: 7°32′S 104°35′E / 7.54°S 104.58°E / -7.54; 104.58
Intensitas maks.V (Sedang)
TsunamiTidak
Korban5 orang tewas
4 orang luka-luka
1.050 orang mengungsi

Gempa bumi Banten 2019 adalah sebuah gempa dengan magnitudo 6,9[1][2] yang melanda Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2019, Pukul 19.05 WIB di Samudera Hindia. Pusat gempa berjarak 164 km dari Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten dengan kedalaman 48 Km. Guncangan gempa bumi ini dirasakan sebagian besar masyarakat di pulau Jawa dan sebagian Sumatera bagian selatan.

Dampak dan guncangan[sunting | sunting sumber]

Guncangan terkuat dirasakan di wilayah bagian selatan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak berupa guncangan IV-V MMI. Kemudian IV-V MMI di Sukabumi, Bandar Lampung, Jakarta, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Bogor dan Bekasi. Serta dirasakan II-III MMI di Bandung, Purwakarta, Tanggamus, Krui, Garut, Cilacap, Kebumen, Semarang dan Bantul. Sementara gempa dirasakan di Kediri, Kotabumi, Pesawaran, Malang dan Denpasar berupa I-II MMI. BNPB mencatat dampak gempa ini mengakibatkan 5 orang meninggal dunia karena sakit, panik dan kelelahan. Korban meninggal 2 orang warga Kabupaten lebak, 2 orang dari Kabupaten Sukabumi dan 1 orang dari Kabupaten Pandeglang[3].

Selain itu terdapat 4 orang mengalami luka-luka dan 1.050 orang sempat mengungsi namun kemudian sudah kembali ke rumah[4]. Gempa ini juga menyebabkan ratusan rumah rusak. Diantaranya di Banten dilaporkan 2 rumah rusak sedang dan 116 rusak ringan, terbanyak di Kabupaten Pandeglang. Di Jawa Barat terdapat 13 rumah rusak berat, 30 rusak sedang dan 62 rusak ringan, terbanyak di Kabupaten Sukabumi yakni 6 rumah rusak berat, 22 rusak sedang dan 43 rusak ringan. Sementara itu sebanyak 10 unit fasilitas umum juga rusak, 4 diantaranya tempat ibadah[5].

Potensi tsunami[sunting | sunting sumber]

Gempa bumi ini dinyatakan berpotensi tsunami oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sehingga dikeluarkan peringatan dini Tsunami untuk wilayah pesisir selatan dan barat provinsi Banten, Lampung, selatan Jawa Barat bagian barat dan Bengkulu dengan ketinggian 0-3 meter dengan perkiraan gelombang tsunami mencapai bibir pantai pada pukul 19.35 WIB[6][7]. Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada Jumat, 2 Agustus 2019, pukul 21:37 WIB[8].

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang terjadi di zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia di selatan Banten[9]. Namun demikian sumbernya bukan berada di bidang kontak subduksi tersebut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu penyesaran oblique yaitu kombinasi gerakan mendatar dan naik[10] dengan arah sobekan batuan tegak lurus utara-selatan[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]