Bencana alam di Indonesia sejak tahun 2004
Artikel ini memerlukan pemutakhiran informasi. |
Berikut ini adalah kronologi bencana alam di Indonesia. Salah satu bencana alam yang paling besar yang menimpa kawasan Indonesia adalah Tsunami Aceh 2004. Antara tahun 2009 hingga 2010 bencana yang paling sering terjadi di Indonesia adalah banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami.[1] Selain itu letak geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik menyebabkan negara ini rentan terhadap gunung meletus. Selain itu Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia[2] Rata-rata setiap tahun terdapat sebuah gunung berapi yang meletus di Indonesia.
Berikut adalah kronologi bencana alam di Indonesia yang menimbulkan korban jiwa mulai dari yang paling akhir terjadi.
2025
[sunting | sunting sumber]Tektonik
[sunting | sunting sumber]- 2 Maret 2025: Pergerakan tanah di Desa Cikondang, Cineam, Kab Tasikmalaya menyebabkan 55 rumah rusak berat, 35 rumah rusak dekat, dua masjid rusak dan dua madrasah rusak. Sebanyak 14 kolam ikan dan 10 hektar kebun warga juga terdampak. Sebanyak 223 warga terpaksa mengungsi akibat pergerakan tanah yang melanda sejak pertengahan Februari 2025 ini.[3]
- 7 April 2025 : Sebanyak 10 rumah dan 35 jiwa terdampak bencana tanah bergerak melanda Kampung Babut Tengah, Cibabat, Cimahi, pada Senin, 7 April 2025.[4]
- 10 April 2025 : Warga Bogor mendengar dentuman keras saat gempa darat dangkal berkekuatan magnitudo 4,1 menggetarkan Kota Bogor, Kamis, 10 April 2025 malam. Gempa akibat aktivitas Sesar Citarik ini tidak mengakibatkan terbentuknya sesar permukaan hingga likuefaksi. Namun, pemantauan aktivitas Gunung Gede diperketat karena lokasinya dekat dengan pusat gempa. Meski aktivitasnya meningkat, status Gunung Gede masih berada di Level 1 atau normal.[5]
- Berdasarkan data BMKG, pusat gempa ada di kedalaman sekitar 5 km yang termasuk tektonik kerak dangkal. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, episenter gempa Bogor terletak di jalur Sesar Citarik yang memiliki mekanisme geser mengiri. Terkait gemuruh, Daryono mengatakan bahwa fenomena tersebut biasa terjadi pada gempa dangkal, karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan. Gemuruh tersebut adalah bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal.
- Menurut Miat (69), warga Ranggamekar, Bogor, kejadian ini adalah yang pertama ia rasakan dalam 30 tahun terakhir.
- 13 April 2025 : Rentetan ratusan gempa dangkal terus terjadi di Sesar Kolaka, Sulawesi Tenggara. Terakhir, pada Minggu, 13 April 2025, gempa dangkal bermagnitudo 2,5 kembali mengguncang Loea, Kolaka Timur, bagian dari total 507 gempa dalam tiga bulan terakhir sejak Januari 2025. Saat itu, gempa bermagnitudo 4,9 terjadi dan disusul ratusan gempa lainnya. Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, menuturkan, rentetan gempa yang terus menerus terjadi di Kolaka Timur menimbulkan pertanyaan. Sebab, menurut pola umum yang biasa terjadi, gempa susulan biasanya selesai dalam kurun 45 hari setelah gempa utama. "Dugaan saya, setelah gempa awal itu, batuan dangkal belum terdeformasi secara utuh sehingga terus bergerak," ujarnya.[6]
- 19 April 2025 : Gempa tektonik bermagnitudo 4,6 yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sianok mengguncang Padang Panjang pada Sabtu, 19 April 2025 malam, pukul 20.47 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,44 derajat Lintang Selatan dan 100,45 derajat Bujur Timur pada kedalaman 10 km. Hingga Sabtu pukul 21.09, pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.[7]
- Kepala Subbidang Kedaruratan BPBD Padang Panjang, Irelisofa, mengatakan, di Silaing Bawah, Padang Panjang, gempa terasa hanya beberapa detik, tetapi entakan pertama relatif terasa kuat. Sementara itu di Nagari Singkarak, X Koto Singkarak, Solok, gempa terasa bergetar dan mengentak ke bawah, bukan berayun.
- 23 Mei 2025 : Gempa bermagnitudo 6 mengguncang Bengkulu pada Jumat, 23 Mei 2025, pukul 02.52 WIB. Gempa ini menyebabkan 192 rumah rusak dan 800 warga terdampak. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,18 Lintang Selatan dan 102,07 Bujur Timur, dengan kedalaman 84 km.[8]
- 11 Juni 2025 : Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, sejak Rabu, 11 Juni 2025, hingga mengakibatkan 57 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, 8 rumah rusak ringan, 249 warga terdampak hingga harus mengungsi, dan rusaknya jalan umum. Luas area terdampak mencapai 18.757 meter persegi, yang sebelumnya telah diklasifikasikan sebagai zona kerentanan gerakan tanah menengah. Adapun pergerakan tanah masih berlangsung saat berita ini diturunkan.[9]
- 24 Juli 2025 : Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Poso pada Kamis, 24 Juli 2025, pukul 20.06 WIB. Sesudah itu, puluhan gempa susulan terjadi, dengan kekuatan gempa susulan terbesar mencapai M 5,5. Berdasarkan lokasi episentrum yang berada di darat dalam kedalaman 10 kilometer, gempa tersebut merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas pergerakan geser di zona Sesar Poso.[10]
- Sebanyak 14 rumah rusak berat dan 92 rumah rusak ringan. Selain itu, gempa juga menyebabkan kerusakan pada satu gereja dan satu sekolah TK. Sementara itu, para pasien dan keluarga di RSUD Poso dan RS Sinar Kasih Tentena sempat dievakuasi keluar bangunan. Desa-desa terdampak adalah Desa Tokilo, Desa Tindoli, dan Desa Tolambo di Kecamatan Pamona Tenggara, lalu Desa Pendolo di Kecamatan Pamona. Pengungsi di dua kecamatan telah mencapai 609 keluarga yang terdiri atas lebih dari 2.000 jiwa.
- 17 Agustus 2025 : Gempa bermagnitudo 6 terjadi di Poso, Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 06.38 WITA pagi. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 km. Gempa disebabkan akibat aktivitas Sesar Tokararu dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Satu gereja dan beberapa rumah rusak. Puluhan anggota jemaat yang sedang beribadah dilaporkan terluka. Berdasarkan laporan sementara, 29 orang terluka, dengan rincian 13 orang dirujuk ke RSUD Poso, 2 kritis, dan 6 lainnya dirawat di Puskesmas Tokorondo. Sebagian besar warga di Poso Pesisir, seperti di Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura dan Lape, merasakan dampak guncangan. Di Poso, gempa dirasakan kuat selama lebih kurang 15 detik. Di Sigi, guncangan dirasakan sedang selama 7 detik. Selain itu, gempa juga terasa di Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja dan Mamuju.[11]
- 20 Agustus 2025 : Gempa bumi magnitudo 4,7 melanda Bekasi pada Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 19.54 WIB malam. "Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu sumber gempa Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat (West Java Back-arc Thrust)," jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. "Episentrum gempa M 4,7 semalam ada di selatan segmen Citarum karena West Java Back-arc Thrust itu dipping (miring) ke selatan," ujarnya.[12]
- Gempa ini mengakibatkan 41 rumah rusak, 1 aula rusak dan 111 orang terdampak. Kerusakan ini terjadi di enam kecamatan, yakni 26 rumah di Tegalwaru, 6 rumah di Telukjambe Barat, 5 rumah di Ciampel, 3 rumah di Pangkalan, 1 rumah di Klari, dan 1 aula di Tirtamulya. Selain itu, beberapa fasilitas umum turut terdampak, di antaranya 1 kantor kecamatan, 1 puskesmas, 2 mushala, dan 2 gedung sekolah dasar negeri.[13]
- 19 September 2025 : Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M 6,5 mengguncang Nabire, Papua Tengah, Jumat, 19 September 2025, pukul 03.19 WIT dini hari. Episentrum gempa terletak pada koordinat 3,47 LS dan 135,49 BT. Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 24 kilometer, tergolong dangkal dan berpotensi memicu kerusakan. Gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas Sesar Anjak Weyland, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Akibatnya, sejumlah bangunan rusak, jembatan terputus, serta jaringan listrik dan telekomunikasi terganggu. Dampak gempa juga dirasakan di Wasior, Teluk Wondama; Enarotali, Paniai; Timika, Mimika; hingga Pulau Biak.[14]
- Sebelumnya, pada Jumat, 6 Februari 2024 pukul 06.05, gempa berkekuatan M 6,9 mengguncang Nabire. Sedikitnya 23 orang tewas, 28 orang luka berat, dan 51 orang lainnya luka ringan.
- 30 September 2025 : Pulau Sapudi di Sumenep menjadi wilayah terdampak paling parah akibat gempa bumi bermagnitudo 6,5, Selasa, 30 September 2025, pukul 23.49 WIB. BPBD Sumenep menyebut 30 bangunan di Pulau Sapudi rusak akibat gempa, termasuk Puskesmas Gayam. Selain itu, tiga warga Gayam terluka akibat terkena material bangunan terdampak gempa. Sementara itu, gempa ini dirasakan dalam intensitas lemah di Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban hingga Bali.[15]
- Berdasarkan data BMKG, pusat gempa ada di 7,35 LS dan 114,22 BT. Lokasinya berada di perairan, sekitar 20 kilometer barat daya Pelabuhan Sapudi. Kedalaman gempa tercatat 11 kilometer. Sementara itu, menurut USGS Amerika Serikat, gempa tercatat M 6,0 di 7,24 LS dan 114,17 BT pada kedalaman 13,9 km. Sementara GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman mencatat, pusat gempa berada pada 7,18 LS dan 114,22 BT. Kekuatan gempa M 5,9 pada kedalaman 20 km.
- Sebelumnya, Pulau Sapudi tercatat juga pernah terdampak gempa pada 11 Oktober 2018 pukul 01.44. Saat itu, gempa M 6 berlokasi di 7,46 LS dan 114,44 BT. Koordinat ini tidak jauh dari gempa saat ini.
- 5 November 2025 : Gempa bermagnitudo 4,8 mengguncang Tarakan pada 5 November 2025, pukul 17.37 WIB. Gempa dangkal di kedalaman 10 km ini mengakibatkan 12 rumah rusak ringan dan berat. Menurut BMKG, Gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Tarakan. Sesar ini memiliki karakteristik utama sesar mendatar (strike-slip fault) dengan potensi maksimum magnitudo 7.[16]
- 27 November 2025 : Gempa berkekuatan magnitudo 6,3 terjadi pada Kamis, 27 November 2025 pukul 11.56 WIB, 62 kilometer barat laut Sinabang, Simeulue, Aceh, dengan kedalaman 10 km. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah tebing yang memiliki potensi gerakan tanah, terutama saat hujan. Gempa bumi dangkal itu diakibatkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa itu memiliki mekanisme pegerakan naik (thrust fault). Hingga Kamis siang, gempa ini menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan korban luka akibat runtuhan bangunan.[17]
- Saat gempa terjadi, ajang prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (PORA) IV tahun 2025 cabang karate sedang berlangsung di Gedung Serbaguna Simeulue di Sinabang, ibu kota Simeulue. Saat itu gedung dipenuhi atlet yang sedang bertanding dan ratusan penonton. Guncangan gempa yang terasa cukup kuat membuat orang-orang di dalam Gedung Serbaguna panik dan berhamburan keluar. Ada 11 atlet yang terluka akibat berdesakan di pintu keluar. Ada juga yang terluka karena jatuh terpeleset. Semua atlet yang terluka telah mendapat perawatan di rumah sakit. Dari jumlah itu, empat atlet harus menjalani rawat inap. Adapun kondisi Gedung Serbaguna Simeulue rusak ringan, yaitu ada bagian tembok yang terkelupas.
Vulkanik
[sunting | sunting sumber]- 10 Januari 2025 : Badan Geologi mengingatkan kepada para pendaki Gunung Ciremai untuk tidak turun ke dasar kawah. Saat cuaca mendung atau hujan, mereka juga diminta untuk tidak beraktivitasi di dekat kawah dalam radius 500 meter, untuk menghindari potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi.[18]
- Potensi bahaya Gunung Ciremai yang mungkin terjadi saat ini berupa akumulasi gas vulkanik di dasar kawah. Erupsi Gunung Ciremai tercatat berskala kecil, menghasilkan abu vulkanik disertai embusan gas. Sebaran lontaran material batuan pijar serta hujan abu lebat mencapai radius 1,5 kilometer dari kawah/puncak. Berdasarkan pengamatan visual terhadap aktivitas Gunung Ciremai di wilayah Kuningan, Majalengka, dan Cirebon, periode 1-31 Desember 2024, terdapat aktivitas embusan gas dari arah kawah/puncak.
- "Masyarakat pendaki disarankan untuk mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Ciremai," ujar Kepala Badan Geologi.
- 11 Januari 2025 : Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, memuntahkan material vulkanik setinggi lebih dari 4.00 meter saat erupsi pada Sabtu (11/1).[19]
- 20 Maret 2025 : Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur telah terjadi sebanyak enam kali terhitung sejak Kamis, 20 Maret 2025, malam, hingga Jumat, 21 Maret 2025 pagi. Erupsi ini menyebabkan satu warga kritis luka bakar akibat terkena kerikil & abu panas material letusan saat tengah bekerja di kebun Desa Nurabelen, Ile Bura, Flores Timur.[20]
- 19 Mei 2025 : Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur mengalami erupsi pada Minggu, 18 Mei 2025. Kali ini tinggi kolom erupsi mencapai 6.000 meter di atas kawah. Hujan abu terjadi di berbagai sisi gunung. Erupsi terjadi 15 kali sejak pukul 00.00 hingga 18.00 WITA. Erupsi terbesar dengan kolom abu mencapai 6.000 di atas puncak terjadi pada pukul 14.05 WITA. Puncak gunung itu berada pada ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut.[21]
- 7 Juni 2025 : Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu, 7 Juni 2025, pukul 06.27 WIB. Tinggi kolom abu mencapai sekitar 900 meter di atas puncak. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berlevel Waspada (level II). Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak.[22]
- 17 Juni 2025 : Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi pada Selasa, 17 Juni 2025, pukul 17.35 WITA dengan kolom abu teramati setinggi sekitar 10 kilometer di atas puncak, atau setara 11.584 meter di atas permukaan laut.[23]
- 7 Juli 2025 : Pada Senin, 7 Juli 2025, pukul 11.05 WITA, Gunung Lewotobi Laki-Laki mengalami erupsi hingga menimbulkan kolom abu setinggi 18.000 meter di atas kawah (lebih kurang 19.584 meter di atas permukaan laut). Awan panas berembus 5 kilometer ke arah utara dan timur laut. Pada Senin pagi, Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere sudah ditutup sementara.[24]
- 9 Juli 2025 : Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak 7 kali dalam 15 jam terakhir pada Rabu, 9 Juli 2025. Letusan terjadi pada pukul 00.31 (kolom letusan 400 meter di atas puncak, atau 4.076 mdpl), 06.26 (800 meter di atas puncak), 08.14 (1.000 meter di atas puncak), 10.23 (tak teramati secara visual, terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 118 detik), 13.02 (amplitudo 22 mm, durasi 99 detik), 14.37 (amplitudo 22 mm, durasi 118 detik), dan 15.15. Masyarakat diminta tak beraktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan (8 km dari pusat erupsi). Warga juga diminta tak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.[25]
- 16 Juli 2025 : Gunung Marapi di Agam mengalami erupsi pada Rabu, 16 Juli 2025, pukul 10.42 WIB. Ketinggian kolom abu sekitar 1,2 kilometer di atas puncak gunung atau sekitar 4.091 meter di atas permukaan laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,5 mm dan durasi sementara saat laporan dibuat sekitar 47 detik. Masyarakat diharapkan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, Kawah Verbeek. Sepanjang Juli ini, Gunung Marapi telah mengalami tujuh kali letusan dan sebelas kali embusan. Dari ketujuh letusan itu, hanya letusan 16 Juli yang terpantau ketinggian erupsinya. Adapun yang lain tertutup kabut.[26]
- 23 Juli 2025 : Gunung Marapi di Agam kembali mengalami erupsi pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 07.32 pagi, hingga menghasilkan kolom abu setinggi 1,6 kilometer di atas puncak atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut. Erupsi yang terekam dengan amplitudo maksimum 30,5 milimeter dan berdurasi sekitar 1 menit 18 detik ini juga disertai dentuman keras dan getaran yang mengagetkan warga.[27]
- Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, mengatakan, dentuman itu seperti suara meriam. Erupsi juga disertai getaran yang terasa hingga ke dalam rumah warga. "Dentumannya sangat keras, sampai radius 10 km masih terdengar," katanya. Ismail Damar, seorang petani di Sungai Pua, Agam, menyatakan, pagi itu dirinya dan tiga petani lain sedang bekerja di ladang, menyiapkan air untuk tanaman, di radius 5 kilometer dari puncak. "Tiba-tiba terdengar dentuman keras dan tanah terasa bergetar. Kami lihat langsung ke arah gunung. Setelah dentuman, terdengar bunyi gemuruh dari puncak cukup lama," kata Ismail. Ia menjelaskan, abu vulkanik akibat erupsi itu cenderung terbagi ke dua arah, yakni ke arah Kota Padang Panjang dan ke arah Nagari Bukik Batabuah, Candung, Agam. Abu pun juga mulai terbawa angin ke wilayah tempat tinggal Ismail di Jorong Lukok, Nagari Sariak, yang berada di antara dua titik tersebut. Menurut Ismail, sudah relatif lama Marapi tidak meletus sekuat ini. Pada 16 dan 18 Juli lalu, Marapi juga mengalami erupsi dengan kolom abu 1,2 km dan 1 km, tetapi dentumannya tidak sekuat erupsi pada Rabu pagi ini.
- 29 Juli 2025 : Sekitar 500 jiwa dari 149 keluarga yang menghuni wilayah Sumberlangsep, Lumajang, terisolasi sejak Selasa, 29 Juli 2025 akibat jembatan limpas Sungai Regoyo tertutup air dan material lahar hujan Gunung Semeru—pasir bercampur batu. Hingga Kamis, 31 Juli 2025, akses ke dusun itu belum pulih.[28]
- Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang mengatakan, untuk penanganan jangka pendek, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas telah mengalihkan aliran air sungai ke sisi timur untuk mengurangi debit air. Diharapkan, warga bisa menyeberang melalui badan sungai. Sejauh ini, pejalan kaki bisa melewatinya, tetapi sepeda motor ataupun kendaraan roda empat belum bisa melintas. Peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi. Pada bulan April dan Mei 2025, Sumberlangsep juga terisolasi akibat banjir lahar.
- Selain banjir lahar, hujan deras juga sempat mengakibatkan tebing di jalur Piket Nol di Candipuro—yang menghubungkan Malang-Lumajang—longsor pada Selasa, 29 Juli 2025. Keesokan harinya, pada Rabu, 30 Juli 2025, longsor kembali terjadi di titik berbeda, hingga membuat lalu lintas tersendat.
- Aktivitas vulkanik erupsi Semeru masih terjadi dengan status Waspada (Level II). Sepanjang Kamis, 31 Juli 2025, pagi-siang, setidaknya dua kali Semeru bererupsi, masing-masing pukul 00.05 WIB dan 08.04 WIB. Namun, visual letusan tidak teramati.
- 12 Agustus 2025 : Gunung Marapi mengalami dua kali erupsi beruntun pada Selasa, 12 Agustus 2025 pagi. Ketinggian kolom abu pada letusan pertama tak terlihat, sedangkan pada letusan kedua mencapai 1,6 kilometer dari puncak gunung. Erupsi pertama terekam pada pukul 07.10 WIB, dengan amplitudo maksimul 19,6 mm dan durasi sekitar 34 detik. Erupsi kedua terjadi pada 08.39 WIB, dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan durasi sekitar 34 detik.[29]
- Wali Jorong Batur, Poni Zulheri mengatakan, saat erupsi terjadi, ia sedang berada di radius lebih dari 5 km dari puncak, tepatnya di permukiman Jorong Batur, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar. "Biasanya saat erupsi terdengar dentuman. Tadi tidak terdengar dentuman, sudah erupsinya (kolom abu) saja naik ke atas," jelasnya. Menurutnya, warga sempat khawatir terjadi hujan abu di permukiman, tetapi ternyata tidak terjadi. Hujan abu hanya sampai ke lahan pertanian yang berjarak sekitar 3 km dari puncak.
- 26 Agustus 2025 : Terdapat peningkatan suhu secara signifikan pada Kawah II (Tiwu Nuwa Muri Koo Fai) di Gunung Kelimutu sebagai dampak aktivitas vulkanik, dari hanya 25,3 derajat celcius pada 14 Agustus menjadi 34,2 derajat celcius pada 26 Agustus. Peningkatan suhu ini diikuti dengan bau belerang yang sangat menyengat dan terlihat asap pada permukaan air danau. Baik warga maupun wisatawan diminta tidak mendekati tepi Kawah II untuk menghindari potensi terjadinya letusan freatik. Sementara itu, Status Gunung Kelimutu masih berada pada Level I (normal).[30]
- Berbeda dengan erupsi magmatis, erupsi freatik memiliki ciri-ciri pertanda khusus, di antaranya kegempaan, penggembungan tubuh gunung, atau perubahan kimia air danau kawah. Beberapa gunung Indonesia yang berpotensi mengalami erupsi freatik yang tiba-tiba adalah Kawah Sileri Dieng, Kawah Ijen, Gunung Kerinci, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Bromo dan Gunung Rinjani.
- Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang mengandung air hingga 501 meter kubik itu sudah beberapa kali mengalami erupsi freatik pada masa lampau. Pada tahun 1938, dilaporkan terjadi letusan freatik pada bulan Mei hingga Juni. Pada 1967, kawah tersebut berubah warna dari hijau menjadi putih karena lebih banyak diendapkan oleh tembusan fumarola, sebagai dampak kenaikan aktivitas gunung. Kemudian, pada 3 Juni 1968, terjadi letusan dalam air kawah tersebut. Letusan ini didahului dengan suara mendesis, lalu disusul dengan semprotan air coklat kehitam-hitaman yang mencapai ketinggian 10 meter.
- HW (50) pemandu wisata Danau Kelimutu, mengatakan, kondisi semacam itu sudah pernah terjadi. Ia mengaku masih berani membawa tamu ke puncak selama tidak ada kenaikan status Gunung Kelimutu. Kunjungan ke puncak Kelimutu biasa terjadi menjelang pagi hari. Di puncak, mereka melihat detik-detik matahari terbit. Pagi hari biasanya tidak ada kabut, sehingga bisa menyaksikan dengan jelas danau tiga warna. Kawah I dikenal dengan nama lokal Tiwu Ata Polo, Kawah II Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, dan Kawah III Tiwu Ata Bupu. Kerap kali, Kawah Tiwu Ata Polo menunjukkan warna merah, Kawah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai berwarna hijau zamrud, dan Kawah Tiwu Ata Mbupu berwarna putih. Namun, sesekali, warna ketiganya bisa pula menjadi seragam.
- 19 November 2025 : Gunung Semeru mengalami erupsi pada Rabu, 19 November 2025, pukul 16.00 WIB. Satu jam setelah erupsi, status Gunung Semeru dinaikkan dari Waspada (II) ke Awas (IV). Awan panas menerjang Gladak Perak, jembatan utama penghubung Malang dan Lumajang. Tinggi kolom letusan Semeru mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 meter di atas permukaan laut. PVMBG merekomendasikan agar warga tidak beraktivitas di radius 8 kilometer dari puncak serta menghindari kawasan selatan tenggara sejauh 20 km.[31]
- PVMBG juga meminta warga menghindari tepi sungai Besuk Kobokan hingga 500 meter karena adanya awan panas dan aliran lahar. Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu puncak Semeru, termasuk Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat serta anak-anak sungai Besuk Kobokan.
- Di Candipuro, Lumajang, ada 22 keluarga yang mengungsi di kantor kecamatan. Sejumlah warga yang bermukim di lereng gunung mulai mengungsi, seperti di Oro-Oro Ombo, Pronojiwo; dan Supit Urang, Pronojiwo.
- Erupsi Gunung Semeru berdampak pada dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Hingga Kamis, 20 November 2025, petang, sebanyak 963 warga mengungsi, dengan rincian 807 warga Pronojiwo dan 156 warga Candipuro. Di Pronojiwo, para pengungsi tersebar di beberapa tempat, seperti kios bensin mini Supiturang, SDN 4 Supiturang, Masjid Nurul Jadid Supiturang, SDN 02 Sumberurip, kantor Bumdes Sumberurip dan Masjid Oro-oro Ombo. Adapun di Candipuro, warga mengungsi ke rumah kepala desa Sumbermujur dan Kantor Kecamatan Candipuro.[32]
- Tiga orang terluka akibat material panas dan banjir lahar. Dua warga—H (49) dan istrinya N (42), warga Banyakan, Kediri—mengalami luka bakar karena terkena material panas saat tengah melintas di Jembatan Gladak Perak. Satu orang lagi, H (44), warga Sumbersari, terjebak di rumah saat ada banjir lahar. Hingga Kamis, 20 November 2025, siang, ada 21 rumah warga rusak berat di Supiturang. Bangunan SD Supiturang 02 dan sebuah mushala rusak berat. Selain itu, 120 ternak kambing dan 4 sapi ikut terdampak.
- Sebanyak 187 pendaki di Ranu Kumbolo telah dievakuasi pada Kamis, 20 November 2025, sore. Evakuasi pendaki mulai berlangsung sejak Kamis pukul 07.00 WIB hingga pemberangkatan kelompok terakhir pukul 09.30 WIB. Mereka turun ke titik awal pendakian di Ranupani. Semanya sampai di Ranupani pada pukul 14.30 WIB. Ratusan pendaki tersebut tidak terjebak erupsi Semeru. Mereka memang sedang beraktivitas di Ranu Kumbolo. Namun, kondisi mereka aman. Hal itu karena guguran awan panas mengarah ke selatan dan tenggara, sedangkan Ranu Kumbolo berada di utara.
- Warga Sumbersari, Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, H (49), menuturkan, saat guguran awan panas berlangsung, dirinya hendak makan dan shalat Ashar. Namun, tiba-tiba dia melihat suasana dari arah Semeru gelap dan gumpalan awan keputihan bergulung. "Saat itu saya menunggu evakuasi. Sempat ada yang bilang 'aman' sehingga saya masuk ke dalam rumah. Namun, gumpalan asapnya semakin besar. Saya pun ikut evakuasi. Setelah itu, saya lihat rumahnya lenyap," kata H yang berpindah lokasi pengungsian dari Masjid Supiturang ke SDN Supiturang 04.
- Meskipun demikian, tidak sedikit warga Sumbersari yang kembali ke rumah untuk mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan. Pada Kamis, 20 November 2025, pukul 05.00 WIB pagi, warga yang mengungsi kembali ke rumah dengan berjalan kaki karena jalan yang erputus material vulkanik. MK (50), misalnya. Ia kembali ke rumahnya setelah malam sebelumnya mengungsi, untuk mengevakuasi burung peliharaannya. Rumahnya hancur. "Saat sirine bahaya erupsi terdengar pada pukul 15.30 WIB, keluarga langsung mengungsi. Saya sendiri mengungsi menjelang maghrib," ujarnya.
- Hujan deras memicu terjadinya erupsi sekunder di lereng Semeru pada Jumat, 21 November 2025 siang hingga sore. Banjir lahar hujan melanda sepanjang Besuk Kobokan di Candipuro, Lumajang. Erupsi sekunder terjadi saat material hasil awan panas guguran yang terendap di sungai berkontak dengan air sehingga terjadi perubahan fasa air menjadi fasa uap bertekanan tinggi di sepanjang aliran lahar. Adapun banjir lahar hujan terjadi akibat erupsi sekunder yang disertai hujan deras. Hal ini menyebabkan terbentuknya asap pekat abu-abu kehitaman bertekanan, diiringi suara gemuruh dan hujan abu tebal. Akibatnya, badan Jembatan Gladak Perak yang membentang di atas Besuk Kobokan tertutup asap dengan jarak pandang sangat pendek.
- Warga berharap tumpukan material di Besuk Kobokan segera disodet. Mereka khawatir tumpukan material itu akan mengganggu jalur air saat banjir lahar hujan terjadi. Salah satu warga Gumukmas, Supit Urang, Pronojiwo, Lumajang, U (33), mengatakan, keluarganya tidak berani tinggal di rumah meski rumahnya tidak mengalami kerusakan. Rumah U hanya tertimbun pasir sebatas lantai. Dia pun memilih mengungsi ke rumah ibunya di Piket Nol, Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang.
- Awan panas guguran yang menerjang sebagian Sumbersari pada Rabu, 19 November 2025, tidak hanya membawa pasir dalam jumlah besar ke daerah itu, tetapi juga melempar bebatuan berukuran besar ke pekarangan warga.
- Kesibukan perbaikan jaringan listrik yang putus tengah terlihat di beberapa sudut Sumbersari dan Gumukmas. Ada sekitar 28 tiang listrik yang terdampak, termasuk transformator (trafo).[33]
- Banjir lahar hujan kembali terjadi di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru pada Sabtu, 22 November 2025. Banjir lahar hujan sudah mengalir di Kali Lanang dan Besuk Kobokan pada 10.50 WIB. Memasuki hari ketiga pasca erupsi, ratusan warga masih tinggal di lokasi pengungsian. Hingga Sabtu, sebanyak 645 jiwa mengungsi ke sejumlah lokasi di Pronojiwo, seperti di SMPN 2 Pronojiwo, SDN 4 Supiturang dan rumah keluarga atau kerabat. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, telah didirikan dapur umum di Balai Desa Sumberurip, Balai Desa Sumberejo, dan Balai Desa Oro-Oro Ombo. Menurut rencana, dapur umum menyediakan 300 nasi bungkus per lokasi. Sementara itu, warga yang mengungsi di Candipuro dilaporkan sudah nihil dan pulang ke rumah masing-masing.[34]
- Pada Minggu, 23 November 2025, warga nekat melewati jembatan Sungai Regoyo di Sumberlangsep, Jugosari, Candipuro, Lumajang, yang tertimbun material vulkanik erupsi sekunder Gunung Semeru. Putusnya akses jalan sempat membuat 137 keluarga di dusun itu terisolasi. Jembatan Sungai Regoyo merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Sumberlangsep dengan daerah luar.[35]
- 21 November 2025 : Aktivitas Gedung Merapi masih berada pada Level III (Siaga) setelah dua kejadian awan panas guguran pada Jumat, 21 November 2025 malam. Kejadian pertama terjadi pada pukul 21.23 WIB, dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 57 mm, durasi 206 detik, mengarah ke barat daya hulu Kali Bebeng. Kejadian berikutnya berlangsung pada pukul 22.59, juga dengan jarak luncur 2.000 meter, amplitudo maksimum 40 mm, durasi 121,36 detik ke arah yang sama.[34]
Hidrometeorologi
[sunting | sunting sumber]Januari 2025
[sunting | sunting sumber]- 6 Januari 2025 : Belasan rumah di Kampung Tapos, Desa Sirnaraja, Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda pada Senin (6/1) pukul 17.30. Hingga saat ini ada 14 rumah rusak sedang dan 1 rumah rusak berat.[36]
- 7 Januari 2025 : Curah hujan yang tinggi mengakibatkan longsor di Kampung Sukapinggir, Desa Jayagiri, Lembang, Bandung, Selasa (7/1). Peristiwa itu membuat teras sebuah rumah rusak terseret longsor.[36]
- 8 Januari 2025 : Hujan deras yang mengguyur kawasan selatan Garut pada Rabu (8/1) pukul 15.00 - 18.00 menyebabkan banjir di sejumlah titik di Pameungpeuk. Banjir juga menggenangi SMPN 1 Pameungpeuk sehingga menganggu kegiatan belajar mengajar. Luapan air tersebut berasalah dari wilayah Rancailat, Desa Bojong dan kawasan Pasir Pogor. Masalah pendangkalan saluran air akibat sedimentasi pun menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang. Meski air mulai surut pada malam hari, warga masih harus membersihkan sisa-sisa genangan yang membawa lumpur dan sampah pada Kamis (9/1).[37]
- 8 Januari 2025 : Cuaca buruk di Bandung Barat menyebabkan bencana longsor di Saguling. Akses warga di Kampung Cimanggu terancam putus akibat guguran tanah. Peristiwa longsor yang menggerus badan jalan tersebut terjadi pada Rabu (8/1) pukul 0.00. Pada malam pergantian hari itu, hujan deras sedang mengguyur wilayah Cimanggu. Longsor juga terjadi di Desa Girimukti (satu titik longsor) dan Desa Jati (dua titik longsor, satu pohon tumbang menimpa rumah).[38]
- 8 Januari 2025 : Akibat angin kencang, sebanyak 40 rumah di Gekbrong, Cianjur, rusak. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Loji dan Perumahan Tirta Nirwana, Rabu (8/1) petang, pukul 16.00 hingga 16.45. Berdasarkan kesaksian warga, daerah tersebut sempat digutur hujan gerimis. Namun, setelah hujan reda, tiba-tiba ada angin kencang. "Saya langsung menyelamatkan anak dan istri. Saat keluar rumah, atap sudah ambruk," ujarnya.[39]
- 9 Januari 2025 : Angin kencang menyebabkan tumbangnya satu pohon mahoni besar di jalan penghubung Cipeundeuy - Cikalongwetan di perbatasan wilayah Cipeundeuy dan Sukahaji, Bandung Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (9/1) sekitar pukul 15.00. Pohon ambruk menimpa bangunan perusahaan ekspedisi pengiriman paket dan sebuah rumah yang ada di sekitarnya. Saksi mata, yang tengah bekerja saat kejadian, segera melarikan diri tatkala pohon menimpa bangunan. "Lumpat ka pengker (Saya lari ke belakang bangunan)," jelasnya.[38]
- 13 Januari 2025 : Longsor terjadi di kawasan Perumahan Tiban Koperasi, Kota Batam, Senin (13/1) dini hari. Hujan deras tiga hari berturut-turut memicu runtuhnya material tebing di sekitar perumahan. Setidaknya lima rumah warga tertimbun longsor. "Korban ada sembilan orang. Lima korban selamat, sedangkan empat tertimbun. Dari empat itu, dua orang ditemukan meninggal, dua lainnya dalam pencarian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau.[40]
- 15 Januari 2025 : Ruas Jalan Nasional Cikijing, Majalengka - Kuningan kembali tertutup longsor sepanjang kurang lebih 10 meter saat hujan deras yang terjadi Rabu (15/1) malam.[41]
- Arus lalu lintas kendaraan menuju Kuningan atau sebaliknya untuk sementara dialihkan melalui jalur alternatif. Dari arah Cikijing menuju Kuningan melalui jalan Cidulang - Jagasari - Cipulus - wilayah Kecamatan Darma, Kuningan (jalan desa Gunungsirah - Parung).
- Alat berat telah diterjunkan pada Kamis dini hari dan material tanah sudah bersih pada Kamis siang. Namun, lumpur belum sepenuhnya bersih sehingga kendaraan belum diperkenankan melintas.
- 15 Januari 2025 : SDN 2 Sindanglaya, Sukamantri, Ciamis tertimpa tebing longsor pada Rabu (15/1) malam sekitar pukul 2022. Hal itu dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tatar galuh Ciamis. Longsor ini mengakibatkan jendela ruang kelas pecah sehingga sebagian material tanah masuk ke dalam kelas. Sementara itu, lemari buku terdorong hingga isinya jatuh berhamburan. Pada waktu yang hampir bersamaan, juga terjadi longsor di Girilaya, Panawangan, Ciamis. Tembok penahan tebing rumah sepanjang 8 meter dan tinggi 6 meter runtuh menutup badan jalan desa.[42]
- 16 Januari 2025 : Bencana tanah longsor dan pergerakan tanah terjadi pada akses jalan poros penghubung Ciroyom - Purwaraharja, Tasikmalaya. Bencana tersebut terjadi pada Kamis (16/1) setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Tasikmalaya.[43]
- Tebing longsor terjadi di beberapa desa di Kuningan dalam waktu nyaris bersamaan, Kamis (16/1) malam. Longsor tersebut terjadi di Pamupukan, Kaduagung, Karangkancana, serta Cilebak. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Akan tetapi, beberapa rumah warga rusak dan jalan tertimbun.
- 17 Januari 2025 : Banjir yang melanda Bandar Lampung, Jumat (17/1) sore merenggut dua korban jiwa. Seorang warga ditemukan tewas terseret arus sungai dan satu warga lainnya tewas tersengat listrik saat banjir akibat meluapnya Sungai Way Belau itu terjadi.[44]
- Sebelum terseret banjir, korban sedang memperbaiki genteng rumah yang bocor saat hujan deras. Ia tak sengaja tergelincir dan jatuh ke aliran sungai yang tepat berada di samping rumahnya, hingga terbawa arus. Jasad korban ditemukan pada jarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Sementara itu, korban lainnya tidak sengaja memegang tiang listrik bertegangan tinggi saat banjir terjadi.
- Lokasi banjir terparah terjadi di Way Lunik, Panjang dan Pesawahan, Teluk Betung Selatan. Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesisir Barat dan Pesawaran.
- Sebelumnya, banjir bandang juga pernah melanda kawasan tersebut pada 2016. Setelah itu, Pemkot Bandar Lampung membangun beronjong sungai di sisi kiri dan kanan untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda daerah itu. Namun, kali ini, Sungai Way Belau meluap tak terbendung.
- 20 Januari 2025 : Hujan deras yang melanda Desa Kasimpar, Petungkriyono, Pekalongan, pada Senin sore, 20 Januari 2025, memicu tanah longsor. Rumah warga dan sejumlah kendaraan yang melintas tertimbun. Hingga Selasa sore, 21 Januari 2025, pukul 17.39, BNPB mencatat, 17 korban longsor berhasil ditemukan. Sementara itu, laporan jumlah korban hilang bertambah dari sebelumnya tiga orang menjadi sembilan orang.[45]
- 28 Januari 2025 : Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (28/1) sore mengakibatkan sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir. Hingga Rabu (29/1) malam, genangan air masih merendam sejumlah ruas jalan dan kawasan penduduk. Ribuan warga pun terpaksa mengungsi.[46]
- Di Jakarta Utara, wilayah Kelapa Gading menjadi salah satu area terdampak paling parah. Jalan Boulevard Barat Raya menuju Bundaran Mall Kelapa Gading terendam banjir. Sejumlah pengendara nekat menerobos genangan setinggi 50 cm. Beberapa di antaranya mogok dan terpaksa didorong. Banjir juga melanda kawasan pusat perbelanjaan Lotte Mart. Sejumlah akses perumahan di Kelapa Gading turut terdampak, termasuk Jalan Gading Kirana yang berada di sebelah Lotte Mart. Di Jakarta Pusat, banjir setinggi 30 cm juga sempat menggenangi Jalan Medan Merdeka Barat yang berada di sekitar Monumen Nasional, Selasa (28/1) malam. Namun, pada Rabu (29/1) dini hari sudah surut. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan melaporkan, hingga Rabu (29/1) pukul 17.00 WIB, banjir masih merendam 36 RT dan 16 ruas jalan di Ibu Kota. "Total warga mengungsi 2.808 jiwa, tersebar di sejumlah titik pengungsian," kata Yohan. Mayoritas wilayah terdampak berada di Jakarta Barat dengan 34 RT terendam. Titik-titik banjir di Jakarta Barat terdapat di Kaliangke, Tegal Alur, Kalideres, Cengkareng Barat, Tanjung Duren Utara, Rawa Buaya, hingga Jelambar. Ketinggian air mencapai satu meter. Banjir juga terjadi di wilayah Jakarta Timur, yaitu 1 RT di Bidara Cina.
- Banjir juga merendam enam titik di Kota Tangerang. BPBD Kota Tangerang menyebut, banjir kali ini tergolong cukup parah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Titik banjir itu berada di Benda, Neglasari dan Perum Bandara Mas IX Blok Z Selapajang Jaya. "Di kecamatan Benda, ketinggian air rata-rata mencapai 100 sentimeter. Di lokasi ini, warga telah diungsikan di beberapa titik," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Ubaidillah Anshar. Bahkan, akses menuju Terminal 2 Bandara Soetta juga dilaporkan sempat tidak bisa dilalui kendaraan karena tergenang banjir, Selasa (28/1) malam. Jalan Tol Sedyatmo menuju Bandara Soetta juga ikut terkena banjir.
- Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi mengklaim pihaknya telah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi banjir di Ibu Kota. Namun, hujan ekstrem yang terjadi pada Selasa (28/1) di luar prediksi. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan yang diperkirakan hanya berintensitas sedang hingga lebat ternyata berubah menjadi cuaca ekstrem. "Petang hingga malam kemarin, hujan sangat lebat, bahkan setara dengan kejadian banjir pada 2020-2021," ujar Teguh saat ditemui di TMII, Rabu (29/1). Meski demikian, Teguh bersyukur karena kondisi Bendung Katulampa pada Selasa malam masih terpantau normal. Hal itu membuat banjir hanya terjadi di wilayah Jakarta Barat, Utara dan Timur. Menurut Teguh, daya tampung infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta saat ini hanya mampu menampung hingga 150 milimeter curah hujan per hari. "Nah kemarin, tadi malam itu, curah hujannya sampai dengan 368 milimeter," kata Teguh. "Untuk meminimalkan potensi luapan kali Ciliwung, Sodetan Ciliwung telah beroperasi dengan dibukanya pintu air tersebut," kata Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta, Hendri.
- 28 Januari 2025 : Banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Mamuju pada Minggu (26/1/2025) malam. Banjir tersebut menyebabkan lalu lintas di Trans-Sulawesi lumpuh. Selain itu, empat warga di Mamuju dan dua warga di Luwu tewas tertimbun longsoran.[47]
- Longsor yang menyebabkan kematian warga terjadi di Mamunyu, Mamuju, pada Minggu, pukul 23.15 WITA. Empat korban tewas itu yakni Nurlela (24), Nasril (40), Aisyah (4), dan seorang balita berusia satu bulan. Sementara itu, di Luwu, longsor yang terjadi pada Sabtu (25/1) malam menewaskan Alex (31) dan Ian Pasande (50). Longsor juga menimbun empat kendaraan roda empat.
- Sejumlah kecamatan di Mamuju juga terendam banjir. Tiga kecamatan terdampak parah banjir yaitu Mamuju, Kalukku dan Simboro. Banjir mulai menerjang sekitar pukul 21.00 WITA.
- Hingga hari ketujuh operasi pencarian korban longsor di Kasimpar, Petungkriyono, Pekalongan, petugas gabungan berhasil menemukan 25 korban tewas. Sebelumnya dilaporkan ada 28 orang hilang diduga menjadi korban longsor yang terjadi Senin (20/1) malam. Namun, dua orang yang dicari ternyata berhasil ditemukan di rumah kerabatnya.
- Sementara itu, ada satu orang lain yang masih dilaporkan hilang, yakni Teguh Imanto, warga Kayupuring, Petungkriyono. "Pencarian tetap kami lakukan di sektor bawah, dari Jembatan Sipingit sampai ke Doro, hingga ke daerah muara. Hal itu disebabkan memang yang bersangkutan tidak pernah mencapai lokasi longsor di Kasimpar. (Teguh) menjadi korban bencana di tempat lain, jaraknya sekitar 11 kilometer dari Kasimpar," kata Komandan Komando Distrik Militer 07/10 Pekalongan, Letnan Kolonel (Inf) Rizky Aditya.
- Sebelumnya, para saksi melihat Teguh terseret arus di sekitar Jembatan Sipingit, Kayupuring, pada Senin petang. Ia terseret setelah mencoba menyeberangi Jembatan Sipingit yang terendam air karena hujan deras.
- Akibat bencana ini, akses delapan dukuh di empat desa di Petungkriyono (Yosorejo, Tlogopakis, Songgodadi, Kayupuring) masih putus.
- Hujan deras sekitar satu jam pada Senin petang di Kendari membuat sejumlah wilayah di kota itu lumpuh. Ketinggian air berkisar 30 sentimeter hingga di atas 1 meter. Kawasan Tugu Religi Kendari yang baru saja direvitalisasi juga tergenang.
- Di Banjarmasin, banjir yang telah berlangsung dua minggu terus meluas.
- Sudah tiga pekan warga di belantaran Sungai Martapura, Teluk Selong Ulu, Banjar, bertahan di rumahnya yang terendam banjir.
Februari 2025
[sunting | sunting sumber]- 12 Februari 2025 : Banjir menerjang sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Hujan deras selama beberapa hari terakhir memicu luapan air sungai.[48]
- Hingga Rabu (12/2) banjir parah terjadi di Maros, sebagian Makassar dan Gowa. Longsor juga terjadi di Goa. Banjir kali ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan, terutama di hulu sungai. Hal ini menyebabkan meluapnya Sungai Maros, Sungai Jeneberang, dan Sungai Jenelata.
- Di Gowa, warga yang berdiam di sekitar aliran Sungai Bilibili diungsikan ke tempat aman. Hal ini dilakukan karena sejak Selasa siang, pintu pelimpah Bendungan Bilibili dibuka karena elevasi air sudah di atas batas normal. "Sesuai SOP dan untuk mempertahankan volume air normal, maka kami akan mengurangi volume air di waduk dengan membuka pintu pelimpah. Total outflow bendungan 475,22 meter kubik per detik," kata Suryadarma Hasyim, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jenebrang. Adapun debit air di Bendung Kampili, yang menjadi gabungan outflow Bendungan Bilibili dan Sungai Jenelata, mencapai 1.000 meter kubik per detik.
- 21 Februari 2025 : Hujan deras yang memicu banjir di Bandar Lampung menewaskan tiga warga. Mereka adalah Haryadi Prabowo (39) dan Rosmaini (35), suami istri di Gang Kelinci, Kelurahan Gedung Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, serta Sutiyen (33). Sutiyen tewas di Jalan Pangeran Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, karena mobil yang ia kendarai terseret arus banjir.[49]
- 24 Februari 2025 : Longsor terjadi pada Senin hingga Selasa (24-25/2/2025) di Sumedang, Garut, Bogor, Banjar dan Bandung. Total 16 rumah warga dan dua fasilitas terdampak longsor di Bandung, Garut, Sumedang dan Bogor. Tiga warga di Bogor mengalami luka-luka. Longsor juga menyebabkan tembok dan kirmir (tanggul penahan air sungai) di Pasar Ancol, Kota Bandung, roboh.[50]
- Di Lampung, tiga mahasiswa program kuliah kerja nyata di Desa Batu Menyan, Teluk Pandan, ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Way Sabu, Teluk Pandan, Pesawaran. Banjir bandang melanda saat mahasiswa tersebut berenang di sungai, Senin (24/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Ketiga korban meninggal adalah Risky Kurniawan (24), Ricky Anggara (23), dan Dedi Muhammad Sanjaya (22).
Maret 2025
[sunting | sunting sumber]- 2 Maret 2025 : Hujan dengan intensitas lebat dari Minggu, 2 Maret 2025, sore hingga malam menyebabkan hunian warga di bantaran Sungai Ciliwung terendam dan sebagian rusak serta sejumlah jembatan desa terputus. Seorang warga tewas dalam peristiwa tersebut.[51]
- Banjir bandang terjadi di kawasan Puncak, Minggu, 2 Maret 2025, sekitar pukul 20.30 WIB. Sungai Ciliwung meluap dan berdampak terhadap 423 warga di Kampung Pensiunan, Tugu Selatan, Cisarua. Di Tugu Selatan, sebanyak 119 rumah terendam, sementarai di Bojong Gede, 137 rumah terdampak. Banjir juga tercatat melanda Cijeruk, Sukaraja, Megamendung, Sukamakmur, Leuwisadeng, dan Babakan Madang. Delapan jembatan putus akibat banjir. Dua ruas yang putus sudah dibangun jembatan sementara.
- 2 Maret 2025 : Jalan nasional lintas Sumatera di Desa Tukum,Kab Bungo, Jambi ambles akibat hujan deras, Minggu, 2 Maret 2025 sore. Akibatnya, aktivitas lalu lintas di jalan penghubung Sumatera Barat dan Jambi tersebut lumpuh total. Jalan ambles karena gorong-gorong di bawahnya tak kuat menampung debit air akibat curah hujan yang tinggi.[52]
- Polda Jambi mengalihkan arus kendaraan roda dua dan roda empat melalui Jalan Jambi - Padang Lama, melalui Kab Tebo. Sedangkan kendaraan roda enam ke atas diminta menggunakan Jalan Kerinci - Solok Selatan. Sementara itu, angkutan batubara bertonase besar diimbau untuk tidak beroperasi sementara waktu, karena kondisi medan tempuh yang curam di beberapa titik.
- Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Jambi mengatakan mulai Senin, 3 Maret 2025, pihaknya akan memasang jembatan bailey untuk menghubungkan jalan yang putus. Jembatan bailey merupakan jembatan sementara yang terbuat dari rangka baja ringan yang mudah dipindahkan.
- 3 Maret 2025 : Hujan deras sejak Senin hingga Selasa (3-4/3/2025) di hulu sungai dan wilayah Jabodetabek mengakibatkan banjir parah di beberapa daerah.[53]
- Di Jakarta, banjir berasal dari luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan dan Kali Krukut. Beberapa daerah terdampak banjir, terutama di Rawajati, Pejaten Timur, dan Gedong, yang dekat dengan Kali Ciliwung.
- Kali Bekasi meluap karena hujan deras di kawasan hulu di Bogor serta hujan lokal di Kota Bekasi. Setidaknya tujuh kecamatan kebanjiran hingga Selasa sore. Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa menjadi daerah terdampak banjir paling parah. Luapan Kali Bekasi juga menjebol tanggul Mega Bekasi Hypermall dan merendam lantai dasar mal. Air mulai masuk ke mal Mega Bekasi Hypermall pada Selasa, 4 Maret 2025, pukul 08.00 pagi. Dalam waktu sekitar satu setengah jam, air telah memenuhi lantai dasar. Puluhan pedagang yang bersiap membuka toko pagi itu langsung naik mengungsi ke lantai atas.[54] Banjir kali ini merupakan banjir kedua yang melanda mal tersebut, setelah terakhir kali terjadi pada tahun 2017.
- Di Tangerang Selatan, banjir melanda Ciputat Timur, Ciputat, Pondok Aren, Pamulang, Serpong Utara dan Jurangmangu. Penrumahan Pondok Maharta dan Perumahan Taman Mangu menjadi wilayah yang paling terdampak banjir.
- Di Bogor, ruas jalan menuju Stasiun Batutulis rusak akibat longsor yang dipicu hujan sejak senin. Akibatnya, operasionalisasi stasiun dihentikan sementara.
- 5 Maret 2025 : BPBD Jakarta melaporkan, hingga Rabu, 5 Maret 2025 siang, ada 30 RT yang masih dilanda banjir akibat hujan deras serta luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Angke. Banjir mengakibatkan 3.419 warga Jakarta mengungsi. ke beberapa lokasi penampungan. Sebanyak 500 warga mengungsi ke GOR Pengadegan dan 737 warga mengungsi ke GOR Otista.[55]
- Banjir juga berdampak terhadap 52.000 warga Kota dan Kabupaten Bekasi. Banjir juga masih merendam Telukjambe Barat, Karawang Barat dan Pangkalan. Sebanyak 10.180 jiwa terdampak dan 375 warga mengungsi ke beberapa lokasi di Karangligar, Telukjambe Barat.
- Hingga Rabu, 5 Maret 2025, siang, lantai dasar Mega Bekasi Hypermall masih terendam air akibat luapan sungai di belakang mal.[54]
- Di Tebet, seorang bocah tiga tahun tewas saat dievakuasi. Kejadian bermula saat korban dan keluarganya akan dievakuasi menggunakan perahu karet, Selasa, 4 Maret 2025, pukul 14.51 WIB. Saat dalam perjalanan menuju tempat evakuasi, perahu terbalik akibat arus deras. Anak laki-laki tersebut baru berhasil dievakuasi pada Rabu, 5 Maret 2025, pukul 01.00 WIB, tak jauh dari titik awal korban terbawa arus. Warga mengevakuasi korban ke rumah neneknya di Tebet.
- Di Karawang, Tim SAR menemukan jenazah Amanillah Bayu Pratama (14), yang sebelumnya terseret banjir di Mulya Jaya, Telukjambe Barat. Bayu berasal dari Purbalingga dan tercatat sebagai santri di salah satu ponpes di Telukjambe Barat.
- Di Bogor, Asep Maulana (59) tewas terseret air bah luapan Sungai Cisarua yang datang secara tiba-tiba. Asep terseret air setelah berhasil menyelamatkan istrinya. Pada Senin, 3 Maret 2025, pagi, jasadnya berhasil ditemukan di Bendungan Ciawi.
- 5 Maret 2025 : Jembatan Noyo di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara putus sejak Rabu, 5 Maret 2025, akibat diterjang aliran sungai yang sangat besar setelah hujan deras berjam-jam. Pilar beton jembatan yang berada di tengah sungai roboh dihantam arus. Badan jembatan pun ikut terbawa arus sungai. Jembatan provinsi sepanjang 90 meter itu merupakan penghubung utama Nias Barat dengan pusat perekonomian Kepulauan Nias di Kota Gunungsitoli. Hingga Jumat, 7 Maret 2025, masyarakat menyeberangi sungai itu dengan perahu kecil, dengan dikenakan tarif Rp 20.000 per orang atau Rp 50.000 per sepeda motor. Sementara itu, kendaraan roda empat harus memutar puluhan kilometer sehingga menambah waktu perjalanan hingga lima jam.[56]
- 6 Maret 2025 : Longsor yang dipicu oleh hujan deras terjadi di sembilan kecamatan di Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 6 Maret 2025, pukul 7 malam. Longsor terjadi di Kadudampit, Curugkembar, Simpenan dan Waluran, Bantargadung, Warungkiara, Sagaranten, Lengkong dan Jampang Tengah.[57]
- Akibat kejadian ini satu orang anak berinisial NS di Kecamatan Simpenan dilaporkan tewas. Selain itu lima orang masih dalam pencarian. Dari lima orang itu, dua orang merupakan warga asal Simpenan, sementara tiga orang lainnya warga Lengkong. Selain itu, sebanyak sembilan rumah dan 11 fasilitas umum juga dilaporkan rusak.
- Lokasi-lokasi longsor di Sukabumi bagian selatan itu juga pernah dilanda banjir dan longsor pada awal Desember 2024. Saat itu, total 34 kecamatan terdampak, 10 orang tewas dan 2 orang lainnya hilang.
- Sementara itu, banjir juga melanda Gedebage, Bandung akibat luapan Sungai Rancanumpang, Kamis, 6 Maret 2025, sore. Luapan air masuk ke permukiman di Rancanumpang, Riung Bandung, dan Summarecon. SDN 216 Sondariah juga ikut terdampak banjir ini.
- 8 Maret 2025 : Bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi menyebabkan tiga orang tewas dan lima orang hilang. Dari lima korban hilang itu, dua orang adalah warga Kecamatan Simpenan dan tiga lainnya satu keluarga di Kecamatan Lengkong. Sementara itu, dari tiga korban tewas, satu orang berasal dari Kecamatan Simpenan dan dua lainnya, yakni ibu dan anak, berasal dari Kecamatan Palabuhanratu. Saat ini tercatat 16 rumah rusak dan 145 rumah terendam banjir di Jampang Tengah, Ciemas, Jampang Kulon dan Kadudampit. Satu jembatan di Bojongkopo, Kec Simpenan, ambles karena fondasinya tak kuat menahan arus sungai yang deras.[58]
- Pada Sabtu, Wakil Presiden Gibran meninjau jembatan penghubung Desa Cidadap - Desa Loji di Kecamatan Simpenan yang ambles diterjang banjir pada Kamis, 6 Maret 2025, malam. Wapres dan rombongan juga meninjau titik terdampak lainnya, yaitu Terminal dan Pasar Semimodern Palabuhanratu yang hancur diterjang air.
- Banjir akibat luapan Sungai Citarum kembali terjadi di Bojongasih Bojongsoang, Bandung, sekitar pukul 5 sore atau dua jam setelah hujan deras. Di Kota Bandung, longsor merusak delapan makam di Tempat Pemakaman Umum Nagrog, Ujung Berung. Pada hari yang sama, longsor juga terjadi di gunung sampah setinggi 10 meter pada Zone 3 Tempat Pembuangan Sampah Akhir Sarimukti.[59]
- 9 Maret 2025 : Rel kereta api di Kilometer 32 antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug terendam banjir akibat luapan Sungai Tuntang. Lintasan itu merupakan tulang punggung jalur kereta api bagian utara Pulau Jawa antara Stasiun Tawang, Semarang dan Pasar Turi Surabaya.[60]
- 12 Maret 2025 : Sekitar seratus rumah terendam banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Banjir terjadi di Nagari Pelangai Gadang, Kec Ranah Pesisir; dan Nagari Kampung Tangah, Kec Ranah Ampek Hulu Tapan, Rabu, 12 Maret 2025, sore. Hujan deras yang melanda wilayah itu pada Rabu siang sampai sore menyebabkan Sungai Pelangai Gadang di Nagari Pelangai Gadang dan Sungai Tapan di Nagari Kampung Tangah meluap hingga ke permukiman.[61]
- 15 Maret 2025 : Banjir melanda Sumedang pada Sabtu, 15 Maret 2025. Banjir dipicu luapan Sungai Cimande akibat guyuran hujan sejak Sabtu siang hingga malam. Banjir merendam rumah warga di empat desa di Cimanggung, di antaranya Cihanjuang, Sindanggalih, Sindangpakuon dan Sukadana.[62]
- Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, telah meninjau lokasi banjir dan DAS Cimande pada Minggu, 16 Maret 2025. Berdasarkan peninjauan, ditemukan permukiman dan kios warga di hulu dan daerah sempadan sungai. Selain itu, terdapat pendangkalan sungai akibat tumpukan sediman lumpur dan penyempitan Jembatan Pangsor karena tumpukan sampah.
- 16 Maret 2025 : Banjir bandang dan longsor melanda kawasan pariwisata Parapat di Simalungun, Sumatera Utara, Minggu, 16 Maret 2025.[62]
- Akibat hujan deras pada Minggu sore hingga malam, arus besar banjir bandang muncul dari Sungai Batu Gaga membawa material lumpur, batu, dan batang pohon. Banjir bandang tersebut menghantam jalan nasional lintas Sumatera di sekitar Pantai Bebasa Parapat. Jalan nasional lintas Sumatera di kawasan itu lumpuh tertimbun batu dan lumpur. Layanan Rumah Sakit Umum Daerah Parapat juga lumpuh karena banjir. Setelah banjir reda, lumpur setinggi 50 sentimeter menumpuk di jalan dan rumah-rumah warga. Longsor juga terjadi di jalan lintas Sumatera di Nagori Sibaganding, Girsang Sipangan Bolon, sekitar satu kilometer dari Pantai Bebas Parapat.
- Untuk menghindari bahaya longsor, jalan di daerah terdampak hanya dilalui kendaraaan dari arah Toba ke Medan. Sementara kendaraan yang datang dari arah Medan menuju Toba dialihkan ke jalan alternatif dari Simpang Talang menuju Simpang Sitahuan.
- 22 Maret 2025 : Ratusan kendaraan terjebak banjir setinggi lebih dari 1 meter di jalur Trans-Sulawesi, Sambandete, Oheo, Konawe Utara. Jalur ini menghubungkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, sekalisug menjadi jalur satu-satunya warga Konawe Utara untuk menuju arah perbatasan. Untuk menyeberang, pengendara mengandalkan rakit yang dibuat warga sekitar, dengan tarif Rp 800.000 untuk sekali menyeberang bagi mobil angkutan. Sementara itu, akses warga kecamatan lain di Konawe Utara, seperti di Langgikima, Landawe dan Wiwirano, juga terputus. Di Langgikima, akses menuju wilayah ini terputus sejak Jumat, 21 Maret 2025 malam.[63]
- 22 Maret 2025 : Longsor terjadi di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu, 22 Maret 2025 sekitar pukul 00.10 WITA. Kejadian ini menyebabkan empat karyawan tertimbun. Kemudian, malam itu juga, satu orang ditemukan selamat. Keesokan harinya, pada Minggu sekitar pukul 18.30 WITA, satu korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Adapun dua korban lainnya belum ditemukan.
- Longsor terjadi di area fasilitas penyimpanan tailing PT QMB New Energy Materials di Kilometer 8. Tailing dalam bentuk bubur tanah dengan kandungan air sekitar 30 persen yang disimpan di fasilitas penyimpanan tailing akan berubah menjadi lumpur ketika ditimpa hujan dengan intensitas lebat. Curah hujan tinggi juga menyebabkan area penyimpanan yang menampung belasan juta ton tailing rentan longsor.[64]
April 2025
[sunting | sunting sumber]- 3 April 2025 : Longsor terjadi di jalur penghubung Kota Batu ke Kabupaten Mojokerto, tepatnya di jalan raya Pacet-Sumberbrantas, KM 69+500, di daerah Watutumpang Cangar, pada Kamis, 3 April 2025. Longsor terjadi pukul 11.30 WIB, ketika wilayah Cangar-Pacet turun hujan dengan intensitas tinggi.[65]
- Akibat peristiwa ini, satu korban meninggal. Korban merupakan pengendara mobil yang tengah melintas. Saat ditemukan, korban berada di dalam mobil Avanza hitam yang tertimbun longsor. Diperkirakan, ada dua mobil dan satu sepeda motor yang terjebak di bawah longsoran. Longsoran bukit setebal 1,2 meter dengan panjang 30 meter di sisi kanan Km 69+500 itu menutup lajur jalan.
- 4 April 2025 : Hingga Jumat, 4 April 2025, total sudah ada sepuluh jenazah korban longsor jalur Cangar-Pacet (Batu-Mojokerto) yang ditemukan dan dievakuasi.[66]
- Enam jenazah korban yang dibawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu telah diserahkan ke pihak keluarga pada Jumat petang. Keenam jenazah itu adalah RA (28), SNRS (6), PQR (2), W (71), J (61) dan S (70). Keenamnya merupakan satu keluarga warga Sukodono, Sidoarjo, yang dievakuasi dari Toyota Innova. Mereka bepergian dalam rangka silaturahmi Idul Fitri ke rumah besan di Selecta, Batu.
- Adapun tiga korban lainnya yang merupakan satu keluarga adalah AFM (28), FH (27) dan MFZ (3,5), warga Urung-urung, Jatijejer, Trawas, Mojokerto yang dievakuasi dari mobil pikap Granmax, sekitar 30 meter dari Innova. Kondisi kedua mobil rusak parah dan berada di dasar sungai kecil, terimpit material longsor yang berasal dari tebing seberang jalan, tepat di samping tikungan dekat obyek wisata Coban Watu Ondo, Batu.
- UPT Tahura Raden Soerjo telah menutup empat lokasi wisata di kawasan itu usai terjadinya longsor. Keempat lokasi itu antara lain pemandian air panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang dan Wisata Panorama Putung Sewo. Penutupan sementara dilakukan lantaran adanya cuaca ekstrem, hujan deras, dan potensi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacet-Cangar.
- 21 April 2025 : Hujan deras sejak Senin, 21 April 2025, dini hari membuat banjir menerjang sejumlah titik di Bandar Lampung. Tiga warga di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, tewas saat banjir terjadi. Kunawari (50) ditemukan tak bernyawa seusai tertimpa lemari di dalam rumahnya saat banjir. Piyan (15) dan Diding (45) ditemukan tewas di kolong mobil.[49]
Mei 2025
[sunting | sunting sumber]- 16 Mei 2025 : T (70), warga Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, terbawa derasnya aliran sungai saat banjir di Sungai Bruni, dekat rumah korban pada Jumat, 16 Mei 2025. Saat peristiwa terjadi, T sedang berada di dapur yang lokasinya di pinggir kelokan Sungai Bruni yang airnya meluap akibat hujan deras.[67]
- 19 Mei 2025 : Curah hujan yang tinggi selama beberapa jam memicu tanah longsor di Dusun Kebon Agung, Desa Depok, RT 016 RW 007, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Senin, 19 Mei 2025 sore. Akibatnya, tiga rumah tertimbun, tujuh rumah lainnya rusak dan enam warga dilaporkan hilang.[68] Enam orang itu ialah M (90), N (36), T (65), Y (50), N (70) dan T(2). Mereka masih punya hubungan keluarga dan tinggal di tiga rumah yang tersapu longsor.[67]
- 21 Mei 2025 : Hujan berjam-jam mengakibatkan banjir pada empat kampung di Desa Tanjungsari, Sukaresik, Tasikmalaya, pada Rabu 21 Mei 2025, yaitu Bojongsoban, Hegarsari, Mekarsari, dan Cicalung. Sekitar 4.000 rumah warga tergenang dan akses jalan terdampak. Banjir dipicu meluapnya Sungai Citanduy dan Cikidang. Hujan turun sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari. Ketinggian air di empat kampung tersebut mencapai 50 sentimeter hingga 2 meter.[67]
- 30 Mei 2025 : Selepas hujan deras yang terjadi sejak Kamis, 29 Mei 2025, banjir menerjang sedikitnya 16 lokasi di Tangerang Selatan, Jumat, 30 Mei 2025. Selain itu, hujan tersebut juga memicu longsor pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang. Bahkan longsoran gunung sampah hampir mendekati rumah warga. "Rumah saya bersebelahan langsung dengan TPA, jadi ketika hujan turun, baunya sangat menyengat, sampai membuat saya mual," kata Agus (45), warga yang tinggal di sebelah TPST Cipeucang. Longsoran sampah hampir mengubur rumahnya.[69]
- Wilayah terdampak banjir paling parah ada di perumahan Puri Bintaro Indah, Jombang, Ciputat, dengan ketinggian banjir mencapai 120 cm dan total 250 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, tanggul Perumahan Serpong Lagoon jebol pada Kamis pukul delapan malam, hingga mengakibatkan banjir setinggi 50 cm dengan total 80 kepala keluarga terdampak. "Total ada sembilan kelurahan terdampak banjir. Diantaranya, Serpong, Serpong Utara, Jombang, Pamulang Timur, Pondok Kacang Timur dan Rawa Buntu. Sebanyak 1.500 keluarga terdampak," papar Komandan Regu Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan.
Juni 2025
[sunting | sunting sumber]- 8 Juni 2025 : Pada Minggu, 8 Juni 2025 petang, hujan mengguyur Jawa Timur dengan deras, sehingga mengakibatkan meluapnya percabangan, terusan, dan anak sungai di Daerah Aliran Sungai Bengawan dan Bengawan Brantas, hingga menerjang Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Lamongan dan Tuban.[70]
- Di Jombang, banjir menerjang tujuh kecamatan, yakni Jombang, Sumobito, Kesamben, Kudu, Mojowarno, Mojoagung, dan Tembelang. Lebih dari 1.000 keluarga dan lebih dari 400 hektar lahan pertanian terdampak banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter tersebut. Di Mojokerto, banjir menerjang Mojoanyar dan Dawarblandong. Sebanyak lebih dari 300 keluarga dan 300 hektar lahan pertanian terdampak. Di Gresik, banjir menerjang Balongpanggang, Benjeng dan Gresik. Lebih dari 400 kelaurga dan 500 hektar lahan pertanian terdampak banjir akibat luapan Kali Lamong.
- Menurut BMKG, sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur, mengalami kemarau basah, yang dipicu suhu muka laut hangat, angin monsun aktif, La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2025.
- 28 Juni 2025 : Hujan menyebabkan longsor di beberapa titik di Malang dan Garut.[71]
- Pada Sabtu, 28 Juni 2025, sekitar pukul 07.00 WIB, longsor terjadi di jalan raya Ampelgading yang menghubungkan Malang dengan Lumajang. Akibatnya, jalan tidak bisa dilalui dari kedua arah. Tim gabungan dari BPBD Malang, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, PMI, Polri, TNI, serta masyarakat bahu-membahu membersihkan material longsor. Pada pukul 11.40 WIB, satu ruas jalur tersebut mulai bisa dilewati. Pembersihan terus dilakukan hingga akhirnya jalan bisa dilalui kembali pada pukul 13.45 WIB. Sementara itu, hujan juga memicu longsor di Sidodadi, Tirtoyudo, Ampelgading, Malang.
- Sejumlah kawasan di Garut dilanda longsor dalam empat hari terakhir. Pada Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 06.30 WIB, longsor terjadi di Jalan Raya Cilawu. Hujan yang terjadi sejak Jumat malam membuat tebing tanah setinggi tiga meter longsor ke jalan alternatif penghubung Garut - Tasikmalaya tersebut. Longsor juga menyebabkan tiang listrik di pinggir jalan ambruk. Akibatnya, sambungan listrik rumah di sekitar lokasi kejadian terputus. Longsor terjadi di tiga titik, yakni di pertigaan Cikangkung, Bojong Talang, dan Citengek. Kawasan itu dikenal rawan longsor karena minim tegakan pohon. Arus lalu lintas di daerah itu dialihkan ke jalur Wanaraja-Limbangan-Malangbong, mulai dari perempatan Sukadana.
- Longsor juga terjadi di Kiara Rambay RT 001/002, Girimukti, Cisewu, Garut, pada Rabu, 25 Juni 2025, pukul 18.30 WIB. Longsor menimbun satu rumah yang mengakibatkan empat penghuni rumah—yang masih berkerabat satu sama lain—tewas. Mereka adalah Mar'ah (70), bersama anak-menantu, Mardi (38) dan Linda (32), serta cucu, Fajar (3). Saat kejadian, hujan turun deras dengan durasi berjam-jam.
- 29 Juni 2025 : Banjir melanda sejumlah lokasi di Kota Kendari dengan ketinggian air mencapai 1,8 meter. Hingga Minggu, 29 Juni 2025 sore, banjir masih menggenangi ratusan rumah, mengakibatkan ribuan warga terdampak. Banjir paling parah terjadi di Lepo-lepo, dekat aliran Kali Wanggu.[72]
Juli 2025
[sunting | sunting sumber]- 7 Juli 2025 : Banjir dan tanah longsor melanda Jakarta dan kota-kota sekitarnya sejak Sabtu, 5 Juli 2025 hingga Senin, 7 Juli 2025 malam. Ratusan warga di Jakarta mengungsi sementara tiga orang tewas tertimbun longsoran di Bogor.[73]
- Luapan air di Jakarta berasal dari Kali Krukut, Angke, Pesanggrahan, Ciliwung dan Sunter. Sebanyak 650 warga mengungsi ke masjid, sekolah, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), dan tenda darurat. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menuturkan, ini pertama kali dirinya menghadapi tiga banjir sekaligus : banjir lokal karena hujan deras, kiriman dari hulu sehingga kali meluap, dan rob. Dinas Sumber Daya Air Jakarta mengoperasikan semua pompa stasioner yang berjumlah 605 buah. "Air harus dipompa perlahan karena rob di pesisir. Kalau tidak dipompa, beberapa kawasan strategis pasti tergenang, seperti Bundaran HI dan Istana Negara," tutur Pramono.
- Di Tangerang Selatan, hujan deras sejak Senin sore menyebabkan banjir di 14 titik dan longsor di satu titik.
- Hujan juga mengguyur Kota Bogor sejak Sabtu hingga Minggu. Warga di kawasan Puncak dan sekitar aliran Ciliwung dan Cisadane menjadi yang paling terdampak. Di Babakan Peundeuy, Bogor Timur, sebuah tanggul penahan tanah rusak akibat dihantam derasnya aliran Ciliwung.
- Di Kabupaten Bogor, longsor, angin kencang dan banjir terjadi di 45 titik. Sebanyak 449 jiwa terdampak, termasuk satu orang luka ringan, 1 orang hilang dan tiga orang tewas. Tiga orang tewas itu berada di daerah Megamendung dan Cisarua. Dua korban pertama adalah dua wisatawan asal Jakarta yang sedang menginap di vila.
September 2025
[sunting | sunting sumber]- 10 September 2025 : Sebanyak 13 orang tewas akibat banjir yang terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Timur. Hujan berintensitas tinggi yang turun di tengah kemarau itu memicu banjir dalam dua hari terakhir.[74]
- Hingga Rabu, 10 September 2025 pukul 17.00 WITA, sembilan orang tewas dan dua lainnya hilang akibat banjir di Bali. Adapun empat orang tewas dan empat lainnya hilang di NTT. Untuk Bali, banjir terjadi di Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung dan Denpasar. J (37), warga Denpasar mengatakan, mereka tidak menyangka cuaca buruk datang. Biasanya hujan datang pada Desember hingga Februari. "Makanya, orang-orang pada kaget semua. Musim hujan semakin tidak menentu," katanya.
- Sementara itu, di Nagekeo, NTT, terjadi banjir bandang yang menyebabkan empat orang tewas dan empat orang lainnya masih dalam pencarian. Lokasinya di Kelewae, Boawae. Longsor juga terjadi di sepanjang jalur lintas Boawae-Mauponggo. Kondisi paling parah terjadi di Mauponggo. Namun, hingga kini, situasi di daerah itu belum bisa dipastikan karena keterbatasan akses dan sinyal komunikasi yang terputus.
- Peneliti iklim BMKG mengatakan, bulan Agustus - September seharusnya menjadi puncak musim kemarau di NTT dan Bali. "Banjir di puncak musim kemarau di wilayah Bali dan NTT seperti ini baru terjadi kali ini," katanya.
- Data curah hujan yang dilaporkan Stasiun Klimatologi NTT menunjukkan, intensitas hujan di Mataloko-Golewa, Ngada, yang berbatasan dengan Nagekeo selatan pada Senin lalu mencapai 182 mm per hari. Adapun di Ende, intensitas hujan mencapai 201,9 mm per hari, dan di Bajawa 62,1 mm per hari. Sementara itu, curah hujan di Stasiun Klimatologi Bali pada 9 hingga 10 September mencapai 385 mm per hari. Curah hujan ekstrem di Bali ini merupakan yang tertinggi dalam catatan sejarah di wilayah ini.
- Hujan deras terjadi sejak Selasa, 9 September 2025, malam. Di Bali, banjir melanda Denpasar, Jembrana, Gianyar, Tabanan dan Klungkung. Total ada sembilan korban meninggal dunia di Bali, dengan rincian lima orang di Denpasar, dua di Jembrana, serta masing-masing satu di Badung dan Gianyar. Dua orang lainnya masih belum ditemukan. Sementara itu, juga terdapat 18 titik longsor di Gianyar, Karangasem dan Badung. Sebanyak 16 bangunan jebol diterjang air.[75]
- Terdapat 81 titik banjir di Kota Denpasar. Wisatawan asing yang baru keluar dari bandara kebingungan. Seorang turis asal Jerman, Martin, menceritakan pengalamannya saat harus dievakuasi menggunakan perahu karet di Kuta. "I thought Bali was paradise. Today it feels like disaster island," ujarnya dengan wajah pucat. Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Kumbasari tak kuasa menahan air mata. Dagangannya hanyut terbawa arus. "Sayur, baju, semua hilang. Baru kemarin saya beli stok dari Bedugul, sekarang habis," katanya sambil mengais sisa plastik di antara lumpur.
- Empat orang dilaporkan tewas di NTT. Mereka semua adalah satu keluarga yang terjebak di pondok saat arus deras datang. Sementara itu, akses ke beberapa desa masih putus. Desa Wolokisa masih terisolasi. Bantuan belum bisa masuk.
- 11 September 2025 : Berikut adalah data dampak banjir di Bali, pada 11 September 2025, pukul 12.00 WITA :[76]
- Denpasar : 82 titik banjir, pada wilayah terparah, genangan mencapai lebih dari 1 meter
- Jembrana : 8 titik banjir, ratusan rumah tergenang, korban jiwa terseret arus
- Tabanan : 22 titik banjir, lima kecamatan terdampak (Baturiti, Marga, Tabanan, Kediri, Kerambitan)
- Badung : 17 titik banjir
- Gianyar : 25 titik banjir
- Klungkung : 7 titik banjir, terparah di Banjar Pancingan, Kusamba, Dawan
- Karangasem : 2 titik banjir
- 27 titik longsor; 16 unit bangunan roboh, 3 unit jembatan jebol, 19 pohon tumbang; 14 orang meninggal (Denpasar 8, Badung 1, Gianyar 3, Jembrana 2); 2 dalam pencarian; 232 pengungsi Denpasar, 327 pengungsi Jembrana
- Ahli tata kota dari Universitas Udayana, Ngakan Ketut Acwin Dwijendra, menyatakan bahwa Banjir yang terjadi Rabu lalu merupakan siklus 25 tahunan, tetapi efeknya menjadi dua kali lipat dibandingkan dengan banjir sebelumnya karena pengaruh cuaca ekstrem.
- 27 September 2025 : Angin puting beliung terjadi di tiga desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu, 21 September 2025. Desa-desa yang terdampak antara lain Ngranget, Segulung dan Padas. Sebanyak 53 rumah rusak dan sejumlah pohon roboh akibat peristiwa ini.[77]
Oktober 2025
[sunting | sunting sumber]- 22 Oktober 2025 : Pada Jumat 24 Oktober 2025, Jalan Kaligawe, Kota Semarang terdampak genangan banjir yang terjadi sejak Rabu, 22 Oktober 2025. Banjir tersebut sempat memutus akses jalur pantura hingga menyebabkan kemacetan panjang selama belasan jam.[78]
- 26 Oktober 2025 : HD (5) tewas setelah mobilnya tertimpa pohon tumbang di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Minggu, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Pohon tumbang akibat angin kencang. Naas, HD tengah melintas di lokasi kejadian. Butuh waktu 1,5 jam bagi petugas untuk melakukan evakuasi jenazah.[79]
- Pada hari yang sama, lapangan padel di Taman Villa Meruya, Kembangan, Jakarta Barat, ambruk terkena angin kencang. Hanya berlapis kain, atap tempat olahraga dengan enam lapangan itu mudah ambruk.
- 26 Oktober 2025 : Hampir sepekan sejumlah wilayah utara Kota Semarang masih tergenang banjir.[80]
- 26 Oktober 2025 : P (15), seorang santriwati, tewas tertimbun longsor di Pondok Pesantren Attohiriyah, Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Minggu, 26 Oktober 2025. Kejadian itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah itu sejak Minggu sore.[81]
- 26 Oktober 2025 : Kawasan Kabupaten Barru diterjang banjir hingga ketinggian 70 sentimeter sejak Minggu, 26 Oktober 2025 malam. Banjir paling tinggi menggenangi Kecamatan Barru dan Mallusetasi. Banjir lalu merendam jalan trans-Sulawesi.[81]
- 27 Oktober 2025 : Sudah hampir sepekan, sejumlah ruas jalan dan permukiman di kawasan Jalan Kaligawe, Kota Semarang, masih tergenang banjir.[82]
- 28 Oktober 2025 : Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluasnya genangan banjir di sejumlah wilayah utara Semarang. Genangan terparah terjadi di wilayah Kaligawe dan Genuk.[83]
- 29 Oktober 2025 : Atap lantai dua asrama putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani di Blimbing, Besuki, Situbondo roboh seusai diterjang hujan angin pada Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 01.00 WIB dini hari. Atap ambruk, mengenai plafon, hingga menimpa santriwati yang saat itu seluruhnya sedang tidur. Saat kejadian, terdapat 19 orang santriwati yang berada di kamar itu. "Kejadian itu menyebabkan 14 santriwati dilarikan ke rumah sakit. Dua di antaranya dirawat intensif. Sekitar pukul 05.00 WIB, kami terima kabar bahwa seorang santriwati meninggal dunia," kata Kapolres Situbondo.[84]
November 2025
[sunting | sunting sumber]- 1 November 2025 : Longsor di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, memakan korban empat nyawa. Pada Minggu, 2 November 2025, FPW (19) dan R (15) ditemukan pukul 09.00 WIB dan 09.30 WIB. Sebelumnya S (60) ditemukan pada pukul 00.05 WIB dan W (53) ditemukan pukul 00.15 WIB. W (30) mengalami luka, tetapi berhasil selamat. Mereka semua adalah satu keluarga dan berada di dalam rumah yang sama saat longsor terjadi. Longsor tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 14.00 - 22.00 WIB, hingga mengakibatkan longsor tebing setinggi 30 meter di belakang rumah korban.[85]
- 1 November 2025 : Pada Sabtu, 1 November 2025 malam, hujan deras mengakibatkan dua orang hilang di Dusun Lebaksari, Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Dua orang yang masih dicari adalah RYS (27) dan anaknya ARS (6). Mereka dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Glidik yang tengah meluap. Saat itu suami dan ayah korban, TS (34) sedang membawa mereka dengan mengendarai sepeda motor dari Tegalrejo menuju Lebaksari sekitar pukul 19.00 WIB. Di tengah perjalanan, di atas jembatan, tiba-tiba mereka terjebak luapan air sungai. Mereka berhenti dengan maksud memutar arah. Namun, kondisi air semakin besar. Istrinya terlepas dari tangan suaminya dan terbawa arus sungai. Setelah dilakukan pencarian, sepeda motor korban berhasil ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi mereka terseret arus.[85]
- 1 November 2025 : Sebanyak 15 orang dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai dan tertibun longsor di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu, 1 November 2025. Kelimabelas korban merupakan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mereka dilaporkan terbawa arus sungai yang meluap saat hendak menyeberang untuk kembali ke rumah setelah beraktivitas di sekitar ibu kota distrik. Meski saat itu turun hujan, mereka tetap menyeberang. Hujan memicu arus deras dan menyebabkan sungai meluap. Hal itu juga membuat tebing longsor dan menimpa korban. Saat ini, akses transportasi dari kampung-kampung di wilayah Dal menuju ibukota distrik hanya bisa dilakukan dengan menyeberangi sungai.[86]
- 2 November 2025 : Sebanyak 137 rumah warga di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, rusak akibat diterjang puting beliung pada Minggu, 2 November 2025 , sekitar pukul 14.00 WIB. Wilayah yang tersapu angin meliputi RT 001 dan 002, RW 002, Dusun Krajan; dan RT 001-005, RW 006, Dusun Semanding. Gumpalan awan hitam berputar lalu berubah menjadi pusaran angin, mengoyak atap rumah warga yang sebagian besar terbuat dari seng dan asbes. Sebelum terjadi puting beliung, cuaca di kawasan itu cerah berawan. Saat kejadian, hujannya tidak lebat, hanya gerimis.[86]
- 2 November 2025 : Hujan deras pada Minggu, 2 November 2025 sore, menyebabkan sejumlah pohon di Kota Malang tumbang. Pohon menimpa dua sepeda motor di Jalan Mayjen Sungkono dan satu mobil di Jalan Raya Gadang.[85]
- 6 November 2025 : Air rob menggenangi kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 6 November 2025. BPBD Jakarta memprediksi 10 wilayah berpotensi terkena banjir rob hingga 12 November 2025, yaitu : Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Priok, Kalibaru, Muara Angke dan Penjaringan. Ancaman banjir rob disebabkan fenomena supermoon dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian air laut.[87]
- 7 November 2025 : Jembatan Cikaleho, Cipaku, Ciamis, longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat, 7 November 2025. Jembatan tersebut merupakan bagian dari jalan nasional penghubung Ciamis Cirebon (jalur menuju Tol Cipali).[88]
- 13 November 2025 : Hujan deras sejak siang memicu longsor yang menerjang belasan rumah warga di Tarukahan dan Cibuyut, Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Kamis, 13 November 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Longsor ini menyebabkan 3 orang tewas dan 20 orang lainnya masih dalam pencarian. Korban tewas adalah MDL (15), JL (20), dan Y (45). Semuanya berasal dari Tarukahan. Sebanyak 12 rumah rusak berat dan 16 rumah lainnya dalam status terancam longsor.[89] Material longsor tidak hanya menimbun permukiman, tetapi juga menyebabkan penurunan tanah sedalam lebih kurang 2 meter dan retakan dengan panjang mencapai 25 meter. Luasan area terdampak sekitar 6,5 hektar.
- Tim SAR gabungan menemukan delapan korban longsor pada Sabtu, 15 November 2025. Seluruh korban dalam kondisi meninggal. Dengan demikian, korban tewas longsor Majenang menjadi 11 orang, sementara 13 lainnya masih dicari. Delapan korban tewas itu adalah R (60), MH (6), NI (30), A (70), F (5), DS (29) dan S (28).[90]
- Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah dan dua bagian tubuh korban longsor di Desa Cibeunying. Kedua korban yang baru ditemukan ialah K (47) dan DR di Dusun Cibuyut, Minggu, 16 November 2025. K ditemukan di worksite A-2 pukul 12.03 WIB, sedangkan DR di worksite A-1 pukul 14.58 WIB. Dengan tambahan itu, korban meninggal bencana longsor mencapai 13 orang.[91]
- 14 November 2025 : Sebuah taksi tertimpa pohon beringin yang tumbang saat hujan deras disertai angin kencang di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Sawah Besar, Jakarta, Jumat, 14 November 2025.[92]
- 16 November 2025 : Dua kejadian longsor terjadi di Pandanarum, Banjarnegara, masing-masing pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB dan Minggu, 16 November 2025. "Sabtu sudah ada pergeseran. BPBD memperingatkan warga. Kemudian Minggunya baru longsor besar," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Sebanyak 2 orang meninggal, 27 orang hilang, 13 luka-luka, 30 rumah rusak, dan 823 orang mengungsi akibat bencana ini.[93]
- Sebanyak 26 orang diduga tertimbun longsor yang menerjang Situkung, Pandanarum, Banjarnegara. Kepala SAR Semarang mengatakan, operasi pencarian pada Selasa, 18 November 2025, sempat terkendala pergerakan tanah yang labil. "Tanahnya seperti bubur. Terdengar suara rekahan-rekahan. Situasi ini membahayakan tim SAR sehingga sementara kami minta turun dari lokasi," katanya. Lokasi tanah longsor mencakup RT 001, 002, 003, dan 004 di RW 003 Situkung. Berdasarkan evaluasi, retakan pada dinding tanah itu sudah muncul sejak 2017, tetapi tidak disadari dan tidak dilaporkan oleh masyarakat.[94]
- Pada Selasa, 18 November 2025, terdapat sekitar 120 warga mengungsi di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pandanarum. Longsor terjadi pada Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. "Kejadiannya cepat banget. Tiba-tiba tanah longsor datang. Saya sedang di luar dekat rumah," ujar R (51), warga Situkung. Begitu mengetahui ada longsor, ia bergegas kembali ke rumah untuk mencari anggota keluarganya. Mereka kemudian menyelamatkan diri ke kawasan hutan di perbukitan. Mereka bertahan dari gempuran dingin kabut malam dan kengerian dalam ketidaktahuan. "Saya enggak tahu nasib warga lainnya bagaimana," ujarnya. Kemudian, R termasuk dalam 10 warga yang berhasil dievakuasi tim SAR pada Minggu malam. Mereka dibawa ke pengungsian di Kantor Kecamatan Pandanarum, lalu dipindahkan ke Gedung IPHI. Pada Senin, 17 November 2025, petang, jumlah pengungsi di Gedung IPHI bertambah dengan kedatangan 41 warga lainnya yang dievakuasi dari hutan. "Kalau enggak salah, tahun 2017 pernah longsor, tetapi cuma sampai lapangan, enggak kena rumah-rumah," katanya.
- Dua warga yang tewas dalam bencana itu adalah D, warga RT 004/003 Situkung; dan L, warga RT 002/003 Situkung. Kedua korban adalah perempuan. D ditemukan di Sektor C Operasi SAR pada Senin, 17 November 2025. Adapun L juga dievakuasi dari Sektor C, tetapi ia meninggal saat dirawat di RSUD Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara. Sementara itu, 931 warga Pandanarum mengungsi ke lima lokasi, antara lain Gedung IPHI dan Gedung Olahraga Desa Pringamba.
- Cakupan tanah longsor seluas 10,7 hektar. Bentang tanah longsor dari mahkota (puncak longsoran) di Bukit Guntur sampai lokasi terjauh sepanjang 1 kilometer. Di bagian puncak longsoran, kemiringannya 80 derajat. Kondisi geologis lokasi tanah longsor ialah batu pasir, batu lempung, dan breksia andesit. Berdasarkan data geologi Banjarnegara-Pemalang, lokasi tanah longsor itu tidak masuk dalam sesar atau zona patahan aktif. Namun, diketahui ada rekahan atau patahan baru dan terus berkembang.[95]
- Operasi pencarian korban longsor di Pandanarum diakhiri, meskipun masih terdapat 11 korban yang belum ditemukan hingga hari ke-10 pencarian. Adapun pada Selasa, 25 November 2025, petugas menemukan lima jasad korban longsor Banjarnegara. Dengan tambahan itu, total korban yang ditemukan hingga hari terakhir pencarian menjadi sebanyak 17 orang.
- 21 November 2025 : Kemunculan bibit siklon tropis 9B di Selat Malaka sejak 21 November 2025 memicu cuaca ekstrem dan bencana banjir serta longsor di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Bencana lebih besar berpotensi terjadi seiring menguatnya sistem tekanan rendah ini menjadi siklon tropis. Bibit siklon yang kini telah menjadi siklon tropis Senyar kini bergerak mendekati pesisir Aceh. Hingga beberapa hari ke depan, siklon tropis ini diprediksi bakal bergerak di atas Aceh dan Sumatera Utara.[96]
- Artikel utama : Banjir dan longsor Sumatra 2025
- 23 November 2025 : Jembatan Cikaleho di Cipaku, Ciamis amblas akibat hujan deras pada Minggu, 23 November 2025. Jembatan yang menjadi bagian jalan nasional penghubung Ciamis - Cirebon (akses menuju Tol Cipali) tersebut ditutup sementara, sehingga arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif dari arah Banjar menuju Cirebon lewat Cisaga, Rancah, Rajadesa dan Hayawang; serta dari arah Ciamis melalui Cihaurbeuti, Panumbangan, Panjalu, Kawali, hingga Cikijing, Majalengka.[97]
- 24 November 2025 : Di Jawa Timur, hujan deras yang turun pada Senin, 24 November 2025, mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa daerah, salah satunya di Pasuruan. Hingga Selasa siang, banjir masih merendam belasan dusun di tiga kecamatan. Di Mojokerto, tebing setinggi 70 meter longsor dengan lebar 15 meter dan tebal 1,5 meter. Longsor yang terjadi di daerah Kutukan, Sendi, di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo itu sempat menutup jalur alternatif Batu - Mojokerto.
Desember 2025
[sunting | sunting sumber]- 4 Desember 2025 : BMKG mengeluarkan peringatan banjir rob di pesisir Jakarta yang diprediksi terjadi pada 1-8 Desember 2025 akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fenomena fase bulan purnama dan perige (supermoon).
- Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPPSU) dan petugas Satpol PP membantu mendorong sepeda motor warga yang mogok menembus banjir rob di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (4/12).[98]
- 4 Desember 2025 : Banjir melanda Kota Malang pada Kamis (4/12) sore. Berdasarkan data BPBD Kota Malang, banjir menggenangi 39 titik di tiga kecamatan, yakni Blimbing, Lowokwaru, dan Sukun. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi sejumlah rumah terendam. Banjir berlangsung beberapa jam, setelah itu surut.[99]
- Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jatim di Karangploso, Malang, mengatakan, hujan pada Kamis sore turun secara merata. Di wilayah Blimbing, curah hujan mencapai 113 mm per hari. "Ini masuk kategori sangat lebat di atas 100 mm. Sementara di kantor BMKG hanya 74,3 mm itu sudah termasuk sangat lebat. Biasanya, di Blimbing, paling tinggi 40-50 mm selama November. Pernah 109 mm pada 31 Oktober," ujarnya.
- 4 Desember 2025 : Banjir dan longsor menerjang 15 kecamatan di Kabupaten Bandung akibat cuaca ekstrem sejak Kamis (4/12). Pemkab Bandung telah menetapkan status tanggap darurat terkait bencana yang berdampak pada 34.977 warga di wilayah tersebut. Tiga kecamatan yang terdampak banjir terparah adalah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Berdasarkan data sementara, lebih dari 2.000 rumah terendam banjir. Sementara itu, empat rumah tertimbun longsor di Wargaluyu, Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Jumat (5/12) sore.[100]
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan regulasi yang menginstruksikan penghentian sementara izin pembangunan perumahan di kawasan Bandung Raya (Bandung, Kab Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Cimahi).[101]
- 8 Desember 2025 : Banjir luapan Kali Citarum dan Kali Cibeet memutus Jalan Desa Karangligar menuju Desa Tegal Luhur di Telukjambe Barat, Karawang, Senin (8/12). Banjir luapan tersebut terjadi setiap tahun sejak 2007, tetapi pada lima tahuh terakhir, banjir yang terjadi kian memburuk.[102]
- 20 Desember 2025 : Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan air Sunagi Gung meluap hingga mengakibatkan banjir bandang di Tegal, Sabtu (20/12). Dalam rekaman video, terlihat banjir membawa ranting-ranting pohon menerjang kolam Pemandian Air Panas Pancuran 13 Guci, Tegal. Akibatnya, tempat wisata itu hilang tergerus arus air sungai yang sangat deras. Termasuk jembatan kecil untuk penyeberangan pengunjung.[103]
2024
[sunting | sunting sumber]Tektonik
[sunting | sunting sumber]- 18 September 2024 : Gempa bermagnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu, 18 September 2024, pukul 09.41 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 7,24 derajat lintang selatan dan 107,52 derajat bujur timur (-7.24, 107.52), sekitar 36,81 km selatan pusat Kota Bandung. Gempa tersebut disebabkan oleh pergerakan Sesar Garsela, salah satu sesar paling aktif di Jawa Barat, yang memanjang dari selatan Garut hingga ke selatan Bandung. Dampak gempa tersebut di Kabupaten Bandung cukup bersifat merusak karena lapisan batuan kuarter (batuan sedimen & batuan gunung api) di wilayah itu sedang mengalami pelapukan. Gempa tersebut mengkibatkan 5 orang luka berat dan 14 orang luka ringan.[104]
Vulkanik
[sunting | sunting sumber]- 4 November 2024 : Sepuluh orang meninggal dunia akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Senin, 4 November 2024 dini hari. Korban meninggal dunia umumnya karena tertimpa batu berukuran besar dari puncak gunung dan menembus atap rumah warga.[105]
- Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tersebut mengalami erupsi pada Senin (4/11) pagi, pukul 02.48 WITA. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi kurang lebih tiga menit lima detik. Selain menimbulkan korban jiwa, erupsi tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dan gedung sekolah ikut terbakar akibat semburan erupsi.[106]
- Sebelumnya, PVMBG telah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari level III Siaga menjadi Level IV mulai Minggu (3/11) pukul 24.00 WITA.
Hidrometeorologi
[sunting | sunting sumber]- 31 Oktober 2024 : Puting beliung yang terjadi di Kabupaten Lebak, pada 31 Oktober hingga 2 November 2024 mengakibatkan 43 rumah rusak, dengan rincian 18 rumah rusak di Desa Pajagan dan Mekarsari (Kecamatan Sajira) dan 25 rumah rusak di Desa Cikamunding (Kecamatan Cilograng). Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah yang terhempas oleh angin kencang. BPBD Lebak memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[107]
- 7 November 2024 : Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kab Pandeglang mencatat ada 12 kejadian pohon tumbang dari 3 - 7 November 2024. Sebagian besar kejadian terjadi di wilayah selatan, termasuk di Kecamatan Pulosari, Cibaliung, Jiput dan Kaduhejo.[108]
- 9 November 2024 : Sejumlah rumah di Kampung Pasir Honje, Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, Kab Bandung Barat, rusak akibat terdampak angin kencang pada Sabtu (9/11), sekitar pukul 12.00 WIB. Empat unit rumah mengalami rusak, terutama di bagian atap.[109]
- 9 November 2024 : Akibat intensitas hujan tinggi, Kota Cimahi dikepung bencana pohon tumbang yang menutup sejumlah jalan pada Sabtu (9/11) siang. "Pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Baros, Jalan Mahar Martanegara, Jalan Sriwijaya, Jalan Pasantren, Jalan Dustira, Jalan Gatot Subroto. Belum lagi di kawasan pemukiman," jelas Ketua Pelaksana BPBD Kota Cimahi. "Kejadian terjadi sekitar jam 14.00 WIB. Bahkan tadi sempat hujan es disusul angin kencang. Lalu terjadi tiga pohon tumbang menimpa sebagian bangunan," papar Ketua Bidang Rohani Gereja Santo Ignatius. Gereja ini tertimpa oleh salah satu dari tiga pohon yang tumbang tersebut.[110]
- 9 November 2024 : Sebanyak 55 unit rumah di Kabupaten Lebak rusak diterjang angin puting beliung pada Sabtu (9/11) sekitar pukul 14.30. "Ada 55 rumah rusak akibat puting beliung di Cibadak dan Curugbitung. Rinciannya, di Pasarkeong 50 rumah, Kadu Agung Timur satu rumah, BTN Mandala Desa Kadu Agung tiga rumah dan Curugbitung satu rumah," jelas Kepala Pelaksana BPBD Lebak. Hujan disertai angin dan petir tersebut juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan mengganggu akses lalu lintas di Jalan Bypass Soekarno-Hatta.[111]
- 18 November 2024 : Atap rumah dan kios milik warga Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang beterbangan dihantam angin puting beliung pada Senin (18/11) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Delapan unit bangunan mengalami kerusakan pada bagian atapnya.[112]
- 27 November 2024 : C (61) tewas setelah kepalanya tertimpa ranting besar di daerah perkebunan karet Jalan Cimahi, Area Perkebunan PTPN Cikumpay, Desa Cimahi, Kec Campaka, Kab Purwakarta pada Rabu (27/11) sore, pada pukul 17.30. Sebelumnya, korban bersama menantunya berboncengan motor menuju arah pulang ke rumah, setelah selesai kontrol dari RS Bhakti Husada Campaka. Pada saat kejadian, cuaca sedang hujan lebat disertai angin kencang. Sementara itu, pengendara motor AF (28) mengalami luka robek di pelipis mata sebelah kiri dan bahu sebelah kanan. AF sudah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhakti Husada Campaka.[113]
- 28 November 2024 : Hujan deras sepanjang hari di Pangandaran menyebabkan pohon tumbang di Jalan Nasional Kalipucang - Pangandaran, Blok Emplak, Kec Kalipucang.[114]
- 3 Desember 2024 : Sebanyak 500 rumah di Kab Serang terdampak banjir sejak Selasa (3/12) akibat intensitas hujan yang tinggi, sehingga mengakibatkan air sungai meluap. "Untuk di Kec Padarincang, ada 300 rumah di Desa Citasuk, lalu 35 rumah di Desa Barugbug, 47 rumah di Desa Bugel. Sementara di Desa Tengkurak, Kec Tirtayasa, ada sebanyak 117 rumah yang terendam banjir," kata Plt Kepala BPBD Kab Serang. Selain itu, air juga disebut masih menggenang dua kecamatan lainnya, yakni di Kec Cinangka dan Kec Rancasanggal.[115]
- Selain banjir, cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon tumbang. "Pertama di Kec Bojonegara, Karangkepuh, menutup akses dan menimpa dua kendaraan. Lalu di Puloampe dan Cinangka, pohon tumbang dan menutup jalan. Selain itu, di Kec Kopo, Desa Nanggung, pohon menimpa rumah dan satu warung. Lalu di Gunungsari, pohon tumbang, menimpa rumah," pungkasnya.
- 4 Desember 2024 : "Pohon tumbang mendominasi bencana di Pariaman dalam dua pekan terakhir," kata Sekretaris BPBD Kota Pariaman. Pohon tumbang itu tidak saja menimpa jalan, tetapi juga teras dan dapur rumah warga, serta objek wisata. Selain pohon tumbang, Desa Cubadak Aie ditimpa bencana longsor pada Senin (2/12). Sementara itu, pada Minggu (1/12), seorang anak yang sedang mandi di muara sungai hanyut terbawa arus saat terjadinya air laut pasang naik.[116]
- 4 Desember 2024: Kapolres Pandeglang mengecek kondisi korban banjir di Kampung Timur, Desa Pagelaran, Kec Pagelaran, Kab Pandeglang. "Tidak hanya di Pagelaran, tapi juga mau ke Cikeusik dan sebagainya. Ini yang paling dekat dari Pandeglang," ujarnya di lokasi pengungsian banjir Kampung Timur.[117]
- 4 Desember 2024 : Angin kencang mengakibatkan rubuhnya tiang rambu lalu lintas di Jalan Sunter Kemayoran, Jakarta Utara, sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (4/12). Seorang pengendara tertimpa tiang tersebut, hingga mengakibatkan luka pada kakinya dan bagian depan motornya hancur.[118]
- 4 Desember 2024 : Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kab Pandeglang mencatat ada sekitar 18 Kecamatan di Kab Pandeglang terdampak banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. Beberapa kecamatan tersebut di antaranya : Cikeusik, Angsana, Bojong, Cibaliung, Cigeulis, Cisata, Labuan, Munjul, Pagelaran, Pulosari, Saketi, Sindangresmi, Sobang, Sukaresmi, Panimbang, Picung dan Menes.[119]
- Dari wilayah tersebut, Patia dan Angsana disebut sebagai daerah terdampak paling parah. Banjir menyebabkan banyak akses jalan terputus, terutama di desa-desa di Kec Patia. Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian warga.
- Menurut data BPBD-PK, sebanyak sekitar 15 ribu jiwa (4.432 keluarga) terdampak banjir. Sebagian warga telah mengungsi, sementara lainnya memilih bertahan di rumah. Kebanyakan pengungsi berasal dari Kec Pagelaran.
- 4 Desember 2024 : Petugas gabungan BPBD Kab Cianjur mengevakuasi 296 jiwa (110 KK) warga Desa Mekarsari, Kec Agrabinta, yang terdampak banjir setinggi dua meter. "Debit air di Sungai Cibuni yang membentang di wilayah Agrabinta masih tinggi dan terus meluap, sehingga dengan cepat menggenangi perkampungan yang dilintasi, termasuk Desa Mekarsari dan Desa Sukamanah," ujar Kepala Pelaksana BPBD Cianjur.[120]
- 4 Desember 2024 : Sejak seminggu terakhir, angin kencang yang melanda perairan sekitar Pamayangsari, Kec Cipatujah, Kab Tasikmalaya telah mengganggu aktivitas melaut nelayan setempat. Angin kencang yang terjadi berpotensi menimbulkan gelombang besar di laut, hingga meningkatkan risiko perahu terbalik. Banyak dari nelayan memanfaatkan waktu tersebut untuk merawat perahu dan memperbaiki alat tangkap sambil menunggu cuaca kembali normal. "Biasanya kalau melaut dan sedang ramai, hasil tangkapan ikan bisa sampai 15 ton. Namun sekarang, paling hanya mendapatkan dua kwintal juga agak sulit," ungkap Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab Tasikmalaya.[121]
- 4 Desember 2024 : Tiga rumah di Kampung Cireundeu Girang, Desa Cireundeu, Kecamatan Cilograng, Lebak mengalami rusak akibat tertimpa longsor dan pohon tumbang pada Rabu (4/12). Sementara itu, sinyal seluler di kampung tersebut dilaporkan mati total.[122]
- 4 Desember 2024 : Bencana longsor di Kampung Lebak Manggah, Desa Cidikit, Kec Bayah, Lebak, mengakibatkan 65 kepala keluarga harus mengungsi. Bencana itu terjadi pada Rabu (4/12). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Longsor tersebut merusak 60 rumah, dengan kerusakan terparah terjadi pada tiga rumah. Dari 65 KK tersebut, total terdapat 180 jiwa, termasuk 20 balita dan 15 lansia. Longsor yang terjadi di kawasan tersebut merupakan longsor pertama setelah puluhan tahun. Selain merusak rumah, longsor juga berdampak pada ladang kebun dan sawah warga yang ikut tertimbun longsor dari tebing. Longsor ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, dua hari dua malam. "Warga paling sekarang pengennya minta lahan baru, buat bikin kampung baru untuk ditinggalin", ujar Relawan BPBD Kec Bayah.[123]
- 5 Desember 2024 : Ruas jalan Cipanas - Citorek - Warungbanten (Desa Sukamaju, Kec Sobang, Kab Lebak) menuju kawasan wisata Negeri di Atas Awan, Kab Lebak, terputus akibat tanah longsor sepanjang 150 meter pada Kamis (5/12), pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, di ruas jalan tersebut, terjadi hujan sejak Rabu (4/12) malam hingga Kamis pagi.[124]
- Selain itu, longsor juga terjadi di empat titik lain di Lebak, yakni di Jalan Desa Darmasari Bayah, Jalan Cidikit Bayah, Pasir Gobong Bayah dan Jalan Ciseel Muncang. Longsor disebabkan curah hujan yang tinggi sejak Senin (2/12) sampai Kamis (5/12). Saat ini, ruas jalan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak masih belum bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
- 5 Desember 2024 : Sebanyak 24 rumah rusak akibat pergeseran tanah di Kampung Cirangkong, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru, Kab Purwakarta.[125]
- 5 Desember 2024 : Cuaca ekstrem yang melanda Kab Pandeglang antara 28 November hingga 4 Desember 2024 telah menyebabkan 14 pohon tumbang yang tersebar di 12 kecamatan.[126]
- 5 Desember 2024 : BPBD Kab Solok Selatan mencatat 34 rumah warga rusak akibat angin kencang yang melanda daerah itu, Kamis (5/12). Sebanyak 36 KK dengan 133 jiwa di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh terdampak oleh peristiwa ini.[127]
- Jorong Batang Lolo : Enam rumah dan satu sekolah rusak, 4 KK serta 17 jiwa terdampak
- Jorong Sungai Rambutan : 27 rumah rusak, 32 KK serta 116 jiwa terdampak
- Kecamatan Sangir : Satu unit Billboard berukuran besar roboh dan menimpa warung di dekatnya
- 5 Desember 2024 : Hujan deras mengakibatkan longsor parah di area hutan dan persawahan dekat permukiman warga di Kampung Cibarengkok, Desa Cidikit, Kec Bayah, Kab Lebak, pada Kamis (5/12) pagi. Tidak ada korban jiwa, tetapi area persawahan warga banyak yang rusak akibat longsor.[128]
- 7 Desember 2024 : Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, meninjau lokasi banjir di Desa Pagelaran, Pandeglang menggunakan perahu karet. Sebelumnya, banjir menerjang 18 kecamatan di Pandeglang. Akibatnya, 4.432 KK atau sekitar 15 ribu jiwa terdampak bencana tersebut.[129]
- 7 Desember 2024 : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kab Serang mencatat ada sebanyak 212 hektar lahan pertanian terdampak banjir di Kab Serang. Jumlah tersebut tersebar di Padarincang (70 ha), Ciruas (20 ha), Jawilan (25 ha), Bandung (5 ha), Mancak (35 ha) serta Pontang (57 ha). Usia tanamnya bervariatif, mulai dari 0 - 35 hari setelah tanam. Pada usia 0-14 hari setelah tanam, padi sangat rentan mengalami puso ketika terlalu lama terendam air. "Sudah terendam sekitar dua - tiga hari. Posisinya baru mulai tanam. Kalau lebih dari tiga hari saja terendam biasanya bisa puso," ujar Sekretaris DKPP Kab Serang.[130]
- Ia mengaku belum mendapati laporan terkait titik-titik baru lahan pertanian yang terdampak banjir. "Kemungkinan ada potensi titik baru di Tunjung Teja dekat Jalan Tol dan Pulokencana, Pontang," jelasnya. Apabila ada tanaman milik petani yang mengalami puso, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten agar para petani mendapatkan pergantian bibit. Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah dengan mendaftarkan lahan pertanian mereka pada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). "Mereka bisa mendapatkan klaim Rp 6 juta per hektar hanya dengan membayar 30 ribu, sehingga bisa menutupi modal tanam berikutnya," ujarnya.
- 9 Desember 2024 : Dapur rumah warga Kampung Cikadueun, Desa Kadudampit, Kec Saketi, Pandeglang ambruk pada Senin (9/12) pukul 07.00 WIB akibat mengalami tanah bergerak yang diakibatkan tumpahan air dari jalan raya Labuan - Pandeglang. "Karena hujan kan enggak berhenti dari kemarin. Terus ada saluran air dari jalan raya tidak ketampung, meluap terus mengalir ke halaman rumah. Akhirnya beginilah, longsor," ujar pemilik rumah. Tanah bergerak menarik pondasi bangunan, hingga mengakibatkan bagian dapur ambruk dan bagian lantai retak. "Waktu kejadian, ada keluarga di rumah. Namun, karena sudah tahu, pada lari ke atas. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk sementara, rumah ditinggalin dulu. Soalnya kalau diisi, takut. Jadi, adik saya mengungsi dulu ke rumah keluarga terdekat," katanya.[131]
- 9 Desember 2024 : Hujan deras yang melanda wilayah Kec Cileles merendam SDN 1 Daroyon di Kampung Cibugang, Desa Daroyon, Kec Cileles, Lebak, pada Senin (9/12). Saat ini, kondisi Sungai Cipeutey masih meluap, sehingga air terus naik. Tercatat terdapat tiga titik banjir : di Jalan Utama SDN 1 Daroyon, akses ke Kampung Pasir Karang dan akses ke Kampung Cileber, Desa Daroyon.[132]
- 9 Desember 2024 : Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram mengakibatkan ratusan rumah warga di Lingkungan Parwa, Kel Abian Tubuh Baru, Kec Sandubaya, terendam banjir pada Senin (9/12). Bahkan, air Sungai Unus juga meluap, masuk ke dalam rumah warga. "Setiap tahun kami jadi daerah langganan banjir," ujar warga setempat. "Air kiriman dari hulu Sungai Unus dan Breyok yang terus bertambah, debit air terus bertambah," ujar Plt Kepala BPBD Kota Mataram.[133]
- 17 Desember 2024 : Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut menyebabkan tebing setinggi 10 meter longsor di Kampung Kadulempeng, Desa Wangunjaya, Kec Banjarwangi, Kab Garut. Longsor terjadi pada Selasa sore (17/12) pukul 15.30 WIB. Longsor yang menutupi jalan baru berhasil dibersihkan sekitar pukul 23.00 WIB.[134]
- 17 Desember 2024 : Hujan deras yang mengguyur wilayah Salawu, Tasikmalaya pada Selasa (17/12) menyebabkan tanah longsor yang menggerus lahan persawahan warga dan menutup akses jalan menuju objek wisata Kampung Naga.[135]
- 19 Desember 2024 : Rumah warga rusak tertimpa pohon petai yang tumbang di Dusun Sirnagalih, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, pada Kamis (19/12) pukul 14.05. Tiupan angin pada siang hari di Pangandaran cukup kencang, hampir merata di semua kecamatan.[136]
- 20 Desember 2024 : Hujan lebat yang mengguyur Lebak mengakibatkan akses jalan menuju wisata Negeri di Atas Awan (Gunung Luhur) kembali longsor, tepatnya di Jalan Cipanas - Citorek, dekat Kantor Desa Citorek Timur, Kec Cibeber, Lebak, Jumat (20/12). Akses jalan milik provinsi tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat yang hendak beraktivitas ke Gunung Luhur. Saat ini, kondisi jalan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.[137]
- 21 Desember 2024 : Sebanyak 85 hektar sawah di Kab Serang mengalami puso akibat terendam banjir. Jumlah tersebut tersebari di Mancak, Pontang, Ciruas serta Tunjung Teja. Mayoritas tanaman yang mengalami puso adalah tanaman padi dibawah 30 hari. Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kab Serang telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pertanian Provinsi Banten agar para petani yang terdampak bisa mendapatkan bantuan pergantian benih. Sementara itu, bagi petani yang sudah tergabung dalam Asuransi Usaha Tani Padi akan mendapat sekitar 6 juta rupiah per hektar. "Namun, memang minat petani untuk ikut asuransi masih sangat kurang. Padahal hanya 48 ribu per hektar, cuman mereka masih susah. Karena kalau tidak terjadi apa-apa, mereka tidak mendapatkan apapun," ujar Kepala DKPP Kab Serang.[138]
- 21 Desember 2024 :Sebuah pohon kerai payung di Taman Kota Tasikmalaya roboh saat hujan deras pada hari Jumat (20/12), pukul 16.00 WIB. Akibatnya, akses lalu lintas di Jalan Pemuda tertutup penuh oleh pohon yang roboh.[139]
- 21 Desember 2024 : Angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Jatinagara, Ciamis pada Sabtu (21/12) sore, pukul 16.30 WIB. Angin kencang tersebut merusak belasan rumah dan menumbangkan setidaknya delapan pohon besar yang menimpa rumah dan masjid. "Betul terjadi puting beliung yang menyapu 37 rumah warga di tiga desa Kecamatan Jatinagara. Itu meliputi 18 rumah di Desa Dayeuhluhur, 18 rumah di Desa Jatinagara, dan 1 rumah di Desa Mulyasari," ujarnya.[140]
- 21 Desember 2024 : Fenomena angin puting beliung yang muncul dari arah laut terjadi di Pantai Pamugarang, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran, Sabtu (21/12) pukul 16.55 WIB. Pusaran angin yang tingginya mencapai puluhan meter tersebut bergerak dari barat ke utara dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam. Salah satu warung yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian sempat terkena dampaknya. Selanjutnya, pusaran angin tersebut menghilang sesampainya di darat. Seorang warga setempat, A (39) menjelaskan bahwa angin puting beliung sering terlihat dari laut sebelum bergerak ke daratan. "Biasanya seperti itu," ujarnya. Menurutnya, fenomena ini dapat diamati dengan jelas di sepanjang Pantai Barat Pangandaran.[141]
- 21 Desember 2024 : Hujan deras mengakibatkan longsor di Desa Tanjungsari, Kec Salawu, Kab Tasikmalaya, pada Sabtu (21/12). Material longsor menutupi akses jalan utama desa.[142]
- 23 Desember 2024 : Hujan deras sejak pagi sampai sore mengakibatkan beberapa daerah di Agam terdampak banjir dan longsor. Selain di Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kec Tanjung Raya, banjir dan longsor juga terjadi di Jorong Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kec Palembayan, Senin (23/12) siang. Akibat longsor tersebut, akses jalan provinsi ruas Palembayan - Matur terputus.[143]
- 23 Desember 2024 : Sekitar 64 rumah warga di Nagari Aia Gadang terendam banjir akibat luapan Sungai Batang Saman, Pasaman, Senin (23/12) malam. Luapan itu dipicu oleh curah hujan yang tinggi sejak Senin siang. Banjir juga mengakibatkan terputusnya akses transportasi dari Simpang Empat menuju Ujung Gading.[144]
- 24 Desember 2024 : Setelah diguyur hujan deras pada Selasa (24/12), sejumlah di Malang terendam banjir.[145]
- Banjir parah di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, disebabkan meluapnya Sungai Amprong. Banjir belum surut hingga Rabu (25/12) pukul 00.00 WIB.
- Banjir merendam kawasan Kampung Warna Warni di bagian bawah Jodipan. Sungai Brantas naik meluap masuk ke pemukiman. Alarm peringatan banjir di kawasan ini sempat berbunyi pada Selasa sore.
- Banjir juga terjadi di Kota Batu, tepatnya di kawasan sentra kuliner depan Alun Alun Kota Batu. Sementara itu di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, tembok sebuah bangunan di belakang Plaza Batu ambrol usai diterjang hujan deras.
- 24 Desember 2024 : Banjir melanda sejumlah permukiman di Kecamatan Waru, Sidoarjo, sejak Selasa sore (24/12), setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut selama tiga jam sejak pukul 14.00 WIB. Genangan mulai membanjiri sekitar pukul 16.00 WIB dan air terus naik hingga Rabu (25/12). Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Tropodo, Perumahan Delta Sari dan Pepelegi.[146]
- 25 Desember 2024 : Banjir bandang akibat intensitas hujan tinggi melanda 12 kelurahan di wilayah timur Bima sejak Selasa (24/12) sekitar pukul 13.00 WITA. Banjir tersebut merendam permukiman warga dan lahan pertanian. Kelurahan - kelurahan yang terdampak antara lain Dodu, Nungga, Kendo, Ntobo, Penaraga, Penanae, Lewirato, Sadia, Mande, Manggemaci, Pane, Paruga dan Tanjung.[147]
- Pada Rabu (25/12), Banjir di wilayah timur Bima sudah surut. Namun, di wilayah barat Bima, banjir masih berlangsung dan diperkirakan akan segera surut, seiring sudah stabilnya kondisi di hulu.
- 25 Desember 2024 : Pemkot Mataram melakukan penanganan dampak gelombang pasang yang menyebabkan kerusakan rumah warga di kawasan pesisir pantai. Penanganan dilakukan dengan pendistribusian karung untuk diisi pasir sebagai tanggul sementara.[148]
- Dilaporkan ada 4 unit rumah rusak berat di Lingkungan Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro. Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan, terdapat 44 KK terdampak di Lingkungan Kampung Bugis, belasan KK di Kelurahan Ampenan Selatan, dan 20 KK di Mapak, Kecamatan Sekarbela.
- 4 Desember 2024 : Banjir bandang melanda Kab Sukabumi pada Rabu (4/12) akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari terakhir. Tingginya debit air membuat sejumlah warga terjebak, khususnya di Palabuhanratu dan Pabuaran Sagaranten. Ketinggian air mencapai 80 - 90 sentimeter menyebabkan permukiman tergenang dan akses jalan terputus. Proses evakuasi berlangsung dramatis, terutama di Kampung Rangcabungur. Pada kampung tersebut, gang-gang sempit terendam air setinggi pinggang orang dewasa. Evakuasi dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Tim gabungan dengan peralatan seadanya harus melawan derasnya arus banjir untuk mengevakuasi beberapa bayi bersama ibu mereka. "Ada dua hingga tiga bayi yang berhasil kami evakuasi dari lokasi. Prosesnya sangat menegangkan, tetapi syukur semuanya berhasil diselamatkan," ujar Kepala Satuan Samapta Polres Sukabumi.[149]
- Dilaporkan, banjir melanda tujuh kecamatan di Kab Sukabumi, termasuk Kec Ciemas, Palabuhan Ratu dan Gegerbitung. Selain itu, tanah longsor terjadi di 14 titik, dengan dampak terparah di Kec Simpenan, Palabuhan Ratu dan Warungkiara. Pergerakan tanah dilaporkan di empat lokasi, termasuk Desa Sukamaju di Kec Cikembar dan Desa Bantargadung di Kec Bantargadung.[150]
- Banjir bandang melanda Kab Sukabumi pada Rabu (4/12) akibat luapan Sungai Cikaso dan Cibening. Wilayah terdampak meliputi Kampung Parungseah, Desa Curug Luhur, Kec Sagaranten, hingga Desa Purabaya dan Neglasari. Camat Sagaranten melaporkan bahwa banjir melanda Kampung Cieurih, Desa Datarnangka, yang berbatasan dengan Kec Pabuaran.
- Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat menyampaikan pada Rabu (4/12) sekitar pukul 05.00 WIB, sebuah jembatan ambruk di ruas jalan Loji - Puncak Darma, Km Bdg 161+784. "Panjang jembatan ambruk sekitar 12 meter. Sementara jalur ditutup sambil menunggu perbaikan yang kini sedang dilaksanakan," ujarnya.
- Sungai Cikaso yang melintasi Kampung Parungseah, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kab Sukabumi, meluap setelah diguyur hujan deras sehari semalam. Pada Rabu (4/12) pagi, luapan sungai menyebabkan sejumlah mobil terseret arus dan puluhan rumah terendam.[151]
- Kepala Pelaksana BPBD Kab Sukabumi menyebut, wilayah terdampak banjir tersebar di enam kecamatan (Desa Sangrawyang dan Desa Loji, Kecamatan Simpenan; Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok; Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak; serta Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten) , longsor di tujuh kecamatan (Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu; Desa Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara; Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong), dan pergerakan tanah di dua kecematan, yakni Desa Sukamaju, Kec Cikembar dan Desa Bantargadung, Kec Bantargadung.[152][153]
- Pemkab Sukabumi menetapkan status tanggap darurat setelah puluhan kecamatan di wilayah tersebut diterjang bencana. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, pada Rabu malam (4/12). "Status tanggap darurat sudah ditetapkan hari ini dan posko bencana sudah didirikan di Pendopo Pelabuhanratu. Status ini berlaku selama tujuh hari, dimulai hari ini," ujar Ade.[154]
- Curah hujan tinggi sejak 3 - 4 Desember 2024 menyebabkan 13 tanah longsor, 9 banjir, 7 angin kencang dan 4 pergerakan tanah. Sebanyak 22 kecamatan terdampak, 103 KK dan 243 jiwa terpengaruh. Di antaranya, 46 KK dan 93 jiwa mengungsi akibat pergeseran tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar. Bencana juga menyebabkan kerusakan rumah, dengan 1 rumah rusak berat di Desa Loji, Kecamatan Simpenan; 3 rumah rusak sedang dan 36 rumah rusak ringan. Selain itu, 10 rumah terendam banjir, dengan 8 di Desa Mandrajaya, Kec Ciemas; 1 di Desa Cidadap, Kec Cidadap; dan 1 di Desa Cidadap, Kec Cidadap, dan 1 di Desa Cilangkap, Kec Lengkong.
- "Banjir di Pelabuhanratu sudah mulai surut. Saya telah berkomunikasi dengan camat setempat. Di lokasi terparah, ada pasien yang dibantu oleh jajaran Polres Sukabumi untuk dibawa ke rumah sakit," lanjut Sekda.
- Ia juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Sagaranten dan Pabuaran, masih sulit dijangkau karena akses jalan terputus. "Kami masih lost contact dengan daerah-daerah tersebut, namun kami telah menyiapkan tiga jalur alternatif untuk wilayah timur, tengah dan barat," ujarnya.
- 5 Desember 2024 : Curah hujan tinggi meluapkan air sungai hingga membanjiri wilayah Sagaranten, Sukabumi. Menurut BMKG, banjir bandang Sagaranten ini disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu luapan Sungai Cikaso dan curah hujan ekstrem yang mencapai lebih dari 100 mm dalam waktu singkat. Selama dua hari terakhir diguyur hujan deras, dilaporkan ada 27 desa di 20 kecamatan di Sukabumi yang terdampak. Sebanyak 61 personel Tim SAR Delta Resimen I Pasukan Pelopor Polri dikerahkan ke Sagaranten untuk mengevakuasi masyarakat terdampak, pada Kamis (5/12).[155]
- Jumlah korban meninggal dalam peristiwa bencana pergerakan tanah di Kab Sukabumi dilaporkan sebanyak tiga orang. Sementara itu, masih ada empat orang yang masih dalam tahap pencarian. Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak sebanyak 103 kepala keluarga.
- Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin, meninjau lokasi bencana di Sukabumi pada Kamis (5/12). Titik pertama yang ditinjau yaitu di Desa Sukamaju, Kec Cikembar, yang mengalami pergerakan tanah. Titik kedua, lokasi banjir di Puskesmas Palabuhanratu. Selanjutnya, jalur Sabuk Loji-Palangpang, akses menuju Geopark Ciletuh, yang terputus akibat longsor dan jembatan ambruk. "Ini jalan penanganan sendiri butuh proses satu setengah bulan ya. Ini ada tiga titik. Satu setengah bulan bersama, paralel pengerjaan. Jalan sini (akses menuju Geopark Ciletuh) terputus, dan ada alternatif melalui pertigaan Waluran," pungkas Bey.[156]
- Berdasarkan data BPBD Kab Sukabumi, tercatat 133 bencana selama tiga hari tersebut. Rinciannya terdiri dari 66 tanah longsor, 35 banjir, 15 angin kencang dan 17 pergerakan tanah. Bencana ini berdampak pada 34 kecamatan. Sebanyak 180 KK atau 461 jiwa terdampak, 96 KK atau 247 jiwa mengungsi dan 143 KK atau 239 jiwa terancam. Satu orang dilaporkan meninggal, sementraa empat orang lainnya dinyatakan hilang. Sebanyak 85 rumah rusak ringan, 12 rumah rusak sedang,15 rumah rusak berat, 90 rumah terancam, 45 rumah terendam, 21 sarana lainnya mengalami kerusakan, 34 hektar sawah dan lahan rusak. "Iya, barusan dapat laporan lagi, katanya ada tiga warga yang meninggal dunia akibat terdampak bencana tanah longsor," ujar Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, saat meninjau lokasi bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kamis (5/12). "Kalau yang tiga orang itu, katanya jasadnya ini sudah ditemukan," paparnya.[157]
- Bencana ini juga membuat terputusnya aliran listrik ke 138.000 pelanggan. Akibatnya, data terkait korban bencana terlambat, karena terputusnya saluran komunikasi. Menurut laporan PLN saat ini, sekitar 57.000 pelanggan sudah bisa kembali mendapatkan akses listrik. "Yang tidak bisa tersambungkan karena ada jalan yang tidak bisa ditempuh oleh PLN. Jadi, data memang agak terhambat. Kami akan update lewat Posko Utama Pelabuhan Ratu," pungkas Bey.[158]
- 6 Desember 2024 : Hasil rekapitulasi sementara BPBD Kab Sukabumi mencatat bencana tanah longsor terjadi di 13 titik, banjir sembilan titik, angin kencang tujuh titik dan pergerakan tanah terjadi di empat titik yang terjadi di 22 kecamatan. Jumlah warga yang terdampak sebanyak 103 kepala keluarga (KK) atau 243 jiwa, mengungsi sebanyak 46 KK atau 93 jiwa, terancam sebanyak 7 KK atau 19 jiwa, serta satu orang meninggal dunia.[159]
- 7 Desember 2024 : Personel SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor di Kampung Cisarakan, Simpenan, Kab Sukabumi, Sabtu (7/12). Akibat musibah ini, lima warga meninggal dunia.[160]
- Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti meninjau penganganan pasca bencana banjir dan longsor di Sukabumi, Sabtu (7/12).[161]
- Titik pertama kunjungan berlokasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Pelabuhan Ratu, yang merupakan hilir Sungai Cipalabuan. Ia mengatakan, terjadi pendangkalan di Sungai Cipalabuan, sehingga perlu dilakukan pengerukan sedimen oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Ditjen Sumber Daya Air. Saat ini, BBWS Citarum telah memobilisasi 1 unit ekskavator dan dump truck untuk mengeruk sedimen Sungai Cipalabuhan sepanjang 200 meter. Selain itu, juga dilakukan pemasangan geobag di sungai Cipalabuan dengan total panjang sekitar 100 meter untuk penanganan tebing kritis dan luapan sungai. Lalu, telah diturunkan satu unit mini excavator serta pompa Alkon untuk membantu membersihkan satu unit puskesmas di Pelabuhan Ratu, serta untuk mengembalikan aliran Sungai Ciracas (anak Sungai Cipalabuan). Sementara itu, untuk sungai lainnya, akan segera ditangani bersama Pemprov dan Pemkab setelah akses jalannya bisa dilalui.
- Diana melanjutkan lokasi tinjauan ke ruas Jalan Nasional ruas Cikembang-Bagbagan-Batas Banten dan ruas Jalan Bagbagan-Jampang Kulon. Pada kedua ruas tersebut, terdapat 44 titik pohon tumbang, tanah longsor dan jalan retak. "Ada 37 titik sudah fungsional dari 44 titik. Sisanya 7 titik belum fungsional karena akses belum terbuka," ungkapnya. Mobilisasi alat berat telah dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta - Jawa Barat dengan mengerahkan 15 alat berat yang tersebar di titik-titik penanganan. Rinciannya : wheel loader 1 unit, excavator 4 unit, dump truck 3 unit, pick up 1 unit, mini excavator 2 unit, backhoe loader 2 unit, self loader 2 unit, serta melibatkan sekitar 35 orang tenaga padat karya yang tersebar sepanjang 92 km. "Untuk penanganan permanen kita sudah hitung-hitung, kita fokus pada penanganan tanggap darurat dulu, membuka akses mengalirkan logistik, termasuk kebutuhan BBM," jelasnya.
- Saat ini, Satuan Tugas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat, Ditjen Cipta Karya telah melakukan assessment kebutuhan sarana prasarana yang dibutuhkan sejak 4 Desember 2024. Mereka juga telah memobilisasi Sarpras di Posko Yayasan Al Hikmah, dengan rincian 3 unit toilet portabel, 2 unit hidran umum (kapasitas 2.000 liter), 1 unit biority septic tank (kapasitas 1.000 liter), 2 unit tenda ukuran 4 x 3,25 meter, 2 unit tenda ukuran 6 x 12 meter, dan 100 batang pipa PVC ukuran 8 inci sepanjang 504 meter untuk membantu jaringan JDU Perumdam yang terputus dan tidak beroperasi selama tiga hari.
- Bersamaan, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengungkapkan bahwa Kemensos telah menyalurkan bantuan senilai Rp 2,1 miliar. Logistik yang disalurkan berupa makanan siap saji, makanan anak, selimut, kasur, tenda gulung, tenda serbaguna, tenda keluarga, family kit, kids ware, toilet portabel, velbed, lauk pauk siap sajai, sandang dewasa dan sandang anak.
- Jembatan jalur wisata Pelabuhan Ratu - Geopark Ciletuh terputus di Kab Sukabumi, Sabtu (7/12). Hujan ekstrem dengan intensitas tinggi yang melanda Kab Sukabumi pada Rabu (5/12) membuat Sungai Cisantri meluap dan mengakibatkan terputusnya jembatan akses wisata menuju Geopark Ciletuh.[162]
- Berdasarkan data yang dihimpun BPBD pada Sabtu (7/12), sebanyak 10 orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian. Banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah terjadi di 328 titik di 39 kecamatan dan mengakibatkan 892 KK atau 2.871 jiwa terpaksa mengungsi.[163]
- Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti meninjau penganganan pasca bencana banjir dan longsor di Sukabumi, Sabtu (7/12).[161]
- 8 Desember 2024 : Sebagian jalan yang sempat rusak dan tertutup material longsor sudah bisa dilewati kendaraan secara terbatas pada Minggu (8/12).[164]
- Jalan Cikembar - Jampang Tengah - Kiaradua : Sudah bisa dilewati semua jenis kendaraan secara bergantian di tiga titik (KM 146+400, KM 139+050, KM 148+400)
- Jalan Cibadak - Cikidang - Pelabuhan Ratu : Bisa dilewati melalui jalan nasional
- Jalan Waluran - Malereng - Palangpang - Puncak Darma - Cisaar : Bisa dilewati
- Jalan Kiaradua—Waluran : Bisa dilewati
- Jalan Surede - Tegalbuleud - Sidangbarang : Bisa dilewati
- Jalan Sukabumi (Baros) - Sagaranten : Masih dalam perbaikan. Beton retak dan amblas
- Jalur Cisaat - Sp. Loji : Terputus. Amblas badan jalan (gorong - gorong)
- Jalur Sp. Loji - Puncak Darma : Terputus akibat ambruknya Jembatan Cihaur
- Jalur Tegalbuleud - Sagaranten : Terputus akibat amblasnya Jembatan Cilengka
- Jalur Waluran - Jampang Kulon : Terputus karena amblas
- Ruas Bagbagan - Kiaradua : Sudah tembus untuk dilalui, tetapi masih ada potensi longsoran. Masih banyak sisa material tanah di badan jalan.
- 9 Desember : Petugas SAR brimob merapikan puing-puing dampak pergeseran tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Senin (9/12). Berdasarkan data BPBD Sukabumi, sekitar 30 unit rumah dan satu masjid rusak. Sebanyak 42 KK atau sekitar 120 jiwa mengungsi.[165]
- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi menerjunkan 50 personel petugas teknik untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di Sukabumi sejak hari pertama pasca bencana. PLN UP3 Bekasi juga mengirimkan berbagai sarana pendukung, di antaranya satu unit mobil PDKB SL (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan Sederhana), satu unit minibus, satu unit ranger 4x4, dua unit mobil pickup, dua unit mobil engkel, dan genset 5,5 kVa.[166]
- 11 Desember 2024 : Menurut data Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar, per 11 Desember 2024 pukul 19.00 WIB, dari 128 titik bencana yang terjadi pada ruas jalan provinsi, sebanyak 58 titik sudah dibersihkan dari material longsor. Pada 44 titik amblas, lima titik di antaranya sudah mendapat penanganan dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat. Pada 20 titik banjir, semuanya sudah suru. Dua jembatan yang ambruk atau rusak berat saat ini dalam proses penanganan dengan pemasangan jembatan Bailey. Empat jembatan yang rusak rungan sudah diperbaiki.[167]
- Ruas Sukabuni - Sagaranten : Sudah bisa dilalui secara bergantian
- Ruas Cikembar- Jampang Tengah - Kiara Dua : Sudah bisa dilalui secara bergantian
- Ruas Waluran - Malereng - Palangpang - Puncak Darma - Cisaar : Sudah bisa dilalui secara bergantian
- Ruas Tegalbuleud - Sagaranten : Sudah bisa dilalui secara bergantian
- Ruas Cibadak - Cikidang - Palabuhan Ratu : Sudah bisa dilalui secara bergantian
- Jalur Cisaar - Sp Loji : Terputus, saat ini dalam penanganan. Alternatif via jalan desa.
- Jalur Sp Loji - Puncak Darma : Dalam penanganan darurat jembatan Bailey
- Jalur Kiara Dua - Waluran : Jalan Nasional, sudah bisa dilalui
- Jalur Bagbagan - Kiara Dua : Jalan Nasional, sudah bisa dilalui
- Jalur Surade - Tegalbuleud - Sindangbarang : Jalan Nasional, sudah bisa dilalui
- Jalur Cibadak - Pelabuhan Ratu : Jalan Nasional, sudah bisa dilalui
- Jalur Waluran - Jampang Kulon : Jalan Nasional, belum bisa dilalui
Serangan hewan
[sunting | sunting sumber]- Juni 2024 : Painah (51), warga Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, tewas diserang buaya saat beraktivitas di pinggir Sungai Way Semaka pada Juni 2024.[168]
- 21 September 2024 : Pada 21 September 2024, Karim Yulianto (46), warga Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, ditemukan tewas diterkam harimau sumatera.[168]
- 7 November 2024 : Beberapa hewan hutan di sekitar puncak Gunung Marapi turun ke permukiman warga. "Kami menerima laporan masyarakat. Kemudian mengecek dan melihat langsung, ada beberapa ekor monyet jenis simpai, kijang, hingga beruang madu yang turun ke sekitar permukiman warga. Ini menjadi kecemasan warga, karena jika dilihat ke masa sebelumnya, hewan-hewan gunung juga turun ke permukiman warga sebelum erupsi utama di awal Desember 2023 lalu," ujar Kepala Desa Bukik Batabuah, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam. Ia menyebut, ada sekitar 1.300 jiwa yang bermukim dan beraktivitas normal di radius 4 - 5 kilometer dari puncak Gunung Marapi. Sebagian besar warga itu bekerja sebagai petani, penggarap kebun serta pencari buah-buahan hutan.[169]
- 8 Desember 2024: "Hampir setiap hari ada laporan dari masyarakat di rumahnya ada sarang tawon vespa. Sehingga kita kerahkan anggota lakukan OTT (operasi tangkap tangan)", ucap Kepala UPTD Damkar Kota Banjar, Minggu (8/12). Menurutnya, sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, sudah ada puluhan sarang tawon yang ditangani petugas Damkar Kota Banjar. Pasalnya, sengatan tawon vespa bahaya. Jika telat ditangani bisa menyebabkan seseorang sampai meninggal dunia.[170]
- 25 Desember 2024 : Jumlah kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) kepada manusia di Tanahdatar semakin meningkat setiap tahun. "Dengan rincian 180 gigitan pada tahun 2020, 110 gigitan pada 2021, 195 gigitan pada 2022, 712 gigitan pada 2023, yang didominasi gigitan anjing," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanahdatar. Untuk menangani masalah tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi, vaksinasi dan penjaringan hewan liar. Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan penjaringan anjing liar selama 2024, Dinas Pertanian dan tim telah melakukan penjaringan di sembilan titik, termasuk yang atas permintaan dari nagari-nagari. "Di antaranya Nagari Simabur, Batu Basa, Cubadak, Batipuh Ateh, Labuah, Sawah Tangah, Baringin, Tabek Patah dan terakhir pada 23 Desember lalu di Baringin, kawasan Lapangan Cindua Mato dan sekitarnya," ujarnya.[171]
- 30 Desember 2024 : Seorang warga penggarap lahan tewas diserang sekelompok gajah di kawasan Register 39 Hutan Lindung Kota Agung Utara, Tanggamus, Senin, 30 Desember 2024. Sebelumnya dilaporkan bahwa sekelompok gajah memakan pisang di kawasan hutan yang digarap menjadi kebun Blok 3, Pekon Gunung Doh, Bandar Negeri Semuong, Tanggamus.[172]
- Saat itu, Suarni (63) dan suaminya, Safaruddin (65) sudah diajak oleh sejumlah warga untuk meninggalkan lokasi guna menyelamatkan diri dari kawanan gajah. Namun, Suarni menolak. Tak lama, kawanan gajah mulai mengobrak-abrik bagian belakang pondok. Suarni akhirnya diserang gajah hingga tewas dalam kondisi mengenaskan.
2016
[sunting | sunting sumber]- 24 September: Banjir bandang terjadi di Kabupaten Garut dan Sumedang menyebabkan 34 orang tewas.[173]
2014
[sunting | sunting sumber]Selama tahun 2014, tercatat terdapat 1.525 kejadian bencana, yang menyebabkan 566 orang tewas, 2,66 juta jiwa mengungsi dan menderita, lebih dari 51 ribu rumah rusak, dan ratusan bangunan umum rusak. Kerugian ekonomi mencapai puluhan triliunan rupiah. Bencana alam meliputi kebakaran hutan dan lahan, banjir, banjir bandang dan longsor. Sebanyak 99 persen bencana di Indonesia selama 2014 adalah bencana hidrometeorologi. Puting beliung adalah jenis bencana yang paling dominan selama 2014 yaitu 496 kejadian, kemudian banjir (458) dan longsor (413). Walaupun puting beliung adalah bencana yang paling banyak terjadi selama 2012-2014, tetapi longsor adalah bencana paling mematikan. Pada tahun 2014, 60 persen (343 jiwa) dari dari total korban meninggal akibat bencana adalah disebabkan longsor. Konsentrasi bencana terbanyak adalah di Provinsi Jawa Barat (290 kejadian), Jawa Tengah (272), Jawa Timur (213), Aceh (51), dan Sumatera Selatan (480). Dilihat dari sebaran kab/kota, maka paling banyak ada di Bogor (37), Bandung (31), Sukabumi (29), Garut (26), dan Cianjur (23).[174][175]
- 13 Februari: Gunung Kelud meletus di Jawa Timur
- Januari: Gunung Sinabung meletus di Sumatera Utara
2013
[sunting | sunting sumber]- 2 Juli: Gempa berkekuatan 6,2 SR terjadi di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan jumlah korban tewas mencapai 39 jiwa.
2012
[sunting | sunting sumber]Gempa bumi Aceh 2012 adalah rentetan gempa bumi di lepas pantai barat Sumatra yang mulai terjadi pada tanggal 11 April 2012 pukul 15:38:37 WIB dengan kekuatan 8,6 Mw. Gempa ini terjadi pada kedalaman 22.9 km dengan pusat gempa berada 500 km dari kota Banda Aceh, Aceh.[4] Gempa bumi ini menyebabkan 5 orang tewas yang disebabkan shock dan serangan jantung, sementara itu 1 orang dilaporkan kritis dan 6 orang lainnya mengalami luka-luka.[3]
Gempa bumi ini tercatat sebagai gempa terbesar yang diakibatkan pergerakan sesar geser (strike-slip fault), mengalahkan gempa serupa di San Francisco tahun 1906 (magnitudo 7,9) dan gempa bumi Wairarapa di Selandia Baru tahun 1855 (magnitudo 8,2)[5]
2011
[sunting | sunting sumber]Gempa bumi Sumatera Utara 2011 yang terjadi di 30 km sebelah tenggara Tarutung, Sumatera Utara dengan kekuatan 5,5 skala richter pada pukul 07:08 WIB 14 Juni 2011. Sebelumnya, terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,9 skala Richter dengan kedalaman 10 km dengan pusat gempanya berada di 178 Km tenggara Tahuna, Sulawesi Utara dan tidak berpotensi tsunami.
2010
[sunting | sunting sumber]- 26 Oktober: Gunung Merapi meletus di Jawa Tengah, memaksa lebih dari 100.000 orang dievakuasi dan menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal.
- 25 Oktober: Gempa 7.7 SR dirasakan di sebelah barat Sumatera Barat. Alaram tsunami yang tidak berbunyi menyebabkan lebih dari 400 orang meninggal di Kepulauan Mentawai dan lebih dari 15.000 orang kehilangan tempat tinggal. Puluhan orang masih tidak ditemukan.[176]
- 4 Oktober: Banjir melanda Wasior di Papua Barat menyebabkan sedikitnya 148 orang meninggal.
- 23 Februari: Sedikitnya 85 orang meninggal atau hilang setelah terjadi tanah longsor di dekat Bandung
2009
[sunting | sunting sumber]- 8 November: Tanah longsor di Palopo, Sulawesi Selatan menyebabkan sedikitnya 30 orang meninggal.
- 30 September: Gempa bumi Padang menyebabkan sedikitnya 1.117 orang meninggal.
- 2 September: Gempa mengguncang Jawa, menyebabkan sedikitnya 100 orang meninggal.
2007
[sunting | sunting sumber]- 26 Desember: Lebih dari130 orang meninggal dalam banjir dan tanah longsor di Jawa.
- Juli: Lebih dari130 orang meninggal dalam banjir dan tanah longsor di Sulawesi.
- 6 Maret: Gempa bumi Sumatra menyebabkan sedikitnya 73 orang meninggal.
- 1 Februari: Banjir Jakarta menyebabkan sedikitnya 80 orang meninggal.
2006
[sunting | sunting sumber]- 24-29 Desember: Lebih dari 300 orang hilang atau meninggal setelah terjadi banjir di Sumatra, yang menyebabkan 350.000 kehilangan tempat tinggal.
- 17 Juli: 650 orang meninggal di Jawa setelah gempa bumi di dasar laut menyebabkan terjadinya tsunami.
- 20-24 Juni: banjir di Sulawesi menyebabkan sedikitnya 350 orang meninggal atau hilang, dan 13.000 kehilangan tempat tinggal.
- 27 Mei: Gempa bumi di Yogyakarta menyebabkan sedikitnya 5.800 orang meninggal dan satu setengah juta orang kehilangan tempat tinggal.
- 28 Maret: Gempa bumi sebesar 8.6 SR mengguncang Nias dan menyebabkan sedikitnya 900 orang meninggal.
2004
[sunting | sunting sumber]- 26 Desember: Gempa bumi di dekat pesisir utara pulau Sumatra mengakibatkan tsunami yang memakan lebih dari 220.000 korban dari negara-negara di sekitar Samudera Hindia, termasuk 168.000 korban dari Indonesia.
- 26 November: Gempa Bumi dan Banjir Bandang di Nabire, Papua
- 26 Maret: Debris Slide (Longsor) Gunung Bulu Bawakaraeng. Runtuhnya dinding kaldera area pos 7-9 Gunung Bulu Bawakaraeng.
Referensi dan pranala luar
[sunting | sunting sumber]- ↑ Bencana Alam di Indonesia Didominasi Banjir
- ↑ (Inggris) A Catalogue of Deadly Disasters in Indonesia[pranala nonaktif permanen]
- ↑ FLO (2 Maret 2025) "Warga Tasikmalaya Ramadhan di Pengungsian" Kompas. hal 4
- ↑ Abdan Syakura (9 April 2025) "Tanah Bergerak di Kota Cimahi" Kompas. hal 8
- ↑ RAM/CHE (12 April 2025) "Warga Mendengar Dentuman Keras" Kompas. hal 1
- ↑ JAL (14 April 2025) "Anomali di Sesar Kolaka Butuh Riset Seismik" Kompas. hal 11
- ↑ JOL (21 April 2025) "Dipicu Sesar Sianok, Gempa M 4,6 Guncang Padang Panjang" Kompas. hal 11
- ↑ VIO (25 Mei 2025) "Gempa Rusak Ratusan Rumah di Bengkulu" Kompas. hal 4
- ↑ FLO (16 Juni 2025) "Bencana Pergerakan Tanah : Puluhan Rumah Rusak dan Ratusan Warga Terdampak di Purwakarta" Kompas. hal 11
- ↑ REN (26 Juli 2025) "Khawatir Getaran Susulan, Warga Mengungsi" Kompas. hal 11
- ↑ REN (18 Agustus 2025) "Banyak Korban akibat Gempa Poso" Kompas. hal 11
- ↑ AIK/FLO/RAM (22 Agustus 2025) "13 Gempa Susulan Melanda Karawang" Kompas. hal 15
- ↑ Ahmad Arif (25 Agustus 2025) "Sesar Citarik, dari Palabuhan Ratu hingga Bekasi" Kompas. hal 8
- ↑ KAT/AIK/CHE (20 September 2025) "Gempa M 6,5 Guncang Nabire" Kompas. hal 11
- ↑ BRO/CHE/DIA (2 Oktober 2025) "Gempa Sumenep : Pulau Sapudi Paling Terdampak" Kompas. hal 11
- ↑ Sucipto (10 November 2025) "Gempa Tarakan dan Cerita Rakyat Tidung" Kompas. hal 11
- ↑ VIN/CHE (28 November 2025) "Warga Simeulue Diminta Menjauhi Tebing" Kompas. hal 15
- ↑ Tati Purnawati (10 Januari 2025) "Jangan Turun Ke Dasar Kawah Ciremai" Pikiran Rakyat. hal 4
- ↑ AP/HANDOUT/Indonesian Geological Agency (13 Januari 2025) "Erupsi Gunung Ibu" Kompas. hal 1
- ↑ FRN/CHE/AIK (22 Maret 2025) "Erupsi Lewotobi, 7 Penerbangan Dibatalkan" Kompas. hal 15
- ↑ FRN (19 Mei 2025) "Lewotobi Laki-laki Erupsi hingga 6.000 Meter" Kompas. hal 11
- ↑ Cornelius Helmy Herlambang (8 Juni 2025) "Sejumlah Gunung Api Mulai Bergeliat" Kompas. hal 4
- ↑ Arnoldine Shanon (18 Juni 2025) "Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki" Kompas. hal 8
- ↑ FRN/AVE (8 Juli 2025) "Letusan Lewotobi Tertinggi Sejak 2023" Kompas. hal 11
- ↑ BRO/FRN/AVE (10 Juli 2025) "Semeru Erupsi, Warga Diminta Waspada" Kompas. hal 11
- ↑ JOL (17 Juli 2025) "Marapi Erupsi Lagi" Kompas. hal 11
- ↑ JOL (24 Juli 2025) "Gunung Marapi Setinggi 1,6 Kilometer" Kompas. hal 11
- ↑ WER (1 Agustus 2025) "Banjir Lahar Hujan Semeru Isolasi Warga" Kompas. hal 15
- ↑ JOL (13 Agustus 2025) "Gunung Marapi Bererupsi, Kolom Abu Mencapai 1,6 Kilometer" Kompas. hal 11
- ↑ CHE/FRN (28 Agustus 2025) "Suhu Kawah Gunung Kelimutu Meningkat, Waspadai Letusan Freatik" Kompas. hal 11
- ↑ NIT/DIA/WER/CHE/NIK (20 November 2025) "Semeru Erupsi, Awan Panas Terjang Gladak Perak" Kompas. hal 1
- ↑ WER/DIA/BAH/CIP/NIT (21 November 2025) "Terdampak Erupsi, 963 Warga Mengungsi" Kompas. hal 1
- ↑ WER/DIA (22 November 2025) "Hujan Deras Picu Erupsi Sekunder di Aliran Lahar" Kompas. hal 1
- 1 2 FLO/CHE/NIK (23 November 2025) "Awan Panas Berguguran, Merapi Siaga" Kompas. hal 15
- ↑ Rahana Patria Gupta (24 November 2025) "Menyeberangi Jembatan yang Tertimbun Material Vulkanik Semeru" Kompas. hal 1
- 1 2 Bambang Arifianto, Dewiyatini (8 Januari 2025) "Longsor Seret Teras Rumah Warga" Pikiran Rakyat. hal 3
- ↑ Aep Hendy S (10 Januari 2025) "Hujan Deras, Pameungpeuk Banjir" Pikiran Rakyat. hal 4
- 1 2 Bambang Arifianto (10 Januari 2025) "Longsor Gerus Jalan, Akses Warga Terancam Putus" Pikiran Rakyat. hal 3
- ↑ Muhammad Ginanjar (10 Januari 2025) "Disapu Puting Beliung, Puluhan Rumah di Gekbrong Rusak" Pikiran Rakyat. hal 4
- ↑ NDU/JOL (14 Januari 2025) "Longsor di Batam, Dua Warga Tewas" Kompas. hal 11
- ↑ Aris Mohamad Fitrian, Tati Purnawati (17 Januari 2025) "Longsor Sempat Tutup Jalan Cikijing" Pikiran Rakyat. hal 4
- ↑ Nurhandoko Wiyoso (17 Januari 2025) "Tebing Runtuh Timpa SDN 2 Sindanglaya" Pikiran Rakyat. hal 4
- ↑ Ajun Mahrudin, Aris Mohamad Fitrian (18 Januari 2025) "Harus Waspada, Bencana Alam Terjang Tasikmalaya" Pikiran Rakyat. hal 5
- ↑ VIO (19 Januari 2025) "Banjir di Bandar Lampung Renggut Korban Jiwa" Kompas. hal 4
- ↑ Taufiqurrahman (22 Januari 2025) "Hujan Deras di Pekalongan Picu Longsor" Harian Disway. hal 1
- ↑ BCG (30 Januari 2025) "Jakarta Dikepung Banjir" Rakyat Merdeka. hal 1
- ↑ XTI/REN/NIK/JAL/JUM (28 Januari 2025) "Longsor di Mamuju dan Luwu, 6 Orang Tewas" Kompas. hal 11
- ↑ REN (13 Februari 2025) "Banjir Terjang Sejumlah Kabupaten di Sulsel" Kompas. hal 11
- 1 2 VIO (22 April 2025) "Banjir Terjang Lampung, Tiga Warga Tewas" Kompas. hal 11
- ↑ FLO/VIO (26 Februari 2025) "Longsor Landa Lima Daerah di Jabar" Kompas. hal 11
- ↑ CHE/RAP/MTK/DAN (4 Maret 2025) "Alih Fungsi Lahan Picu Banjir Bandang di Puncak" Kompas. hal 1
- ↑ JOL/ITA (4 Maret 2025) "Jalan Ambles di Bungo, Lintas Sumatera Terputus" Kompas. hal 11
- ↑ DAN/TIK/RAP/SYA/INA/NIA/CHE/TIO/AIK (5 Maret 2025) "Jabodetabek Butuh Solusi Atasi Banjir" Kompas. hal 1
- 1 2 Raynard Kristian, Bonanio Pardede (6 Maret 2025) "Banjir Di Mega Bekasi Hypermall" Kompas. hal 12
- ↑ CHE/RAP/DAN/TIK/DYT/NIA/BOW/MTK/NCA (6 Maret 2025) "Bantuan Logistik Dibutuhkan Pengungsi Banjir Jabodetabek" Kompas. hal 1
- ↑ ITA/NSA (8 Maret 2025) "Jembatan Noyo di Nias Terputus" Kompas. hal 11
- ↑ CHE (8 Maret 2025) "Longsor, Satu Tewas dan Lima Masih Dicari" Kompas. hal 15
- ↑ CHE/NCA (9 Maret 2025) "Lima Korban Banjir dan Longsor di Sukabumi Masih Dicari" Kompas. hal 1
- ↑ DAN/CHE (10 Maret 2025) "Hujan Lebat Hingga 13 Maret, Modifikasi Cuaca Dilakukan" Kompas. hal 1
- ↑ NDU (25 Maret 2025) "PT KAI Antisipasi Gangguan Perjalanan" Kompas. hal 2
- ↑ CHE/JOL (14 Maret 2025) "BPK Diminta Audit Alih Fungsi Lahan di Jabar" Kompas. hal 11
- 1 2 NSA/VIO/FLO (18 Maret 2025) "Banjir-Longsor, RSUD dan Jalinsum Lumpuh" Kompas. hal 11
- ↑ JAL (23 Maret 2025) "Banjir Memutus Trans-Sulawesi di Konawe Utara" Kompas. hal 4
- ↑ REN (25 Maret 2025) "Pekerja IMIP Tertimbun Longsoran, Satu Tewas dan Dua Hilang" Kompas. hal 12
- ↑ WER (4 April 2025) "Longsor di Jalur Pacet-Cangar di Mojokerto-Batu, Satu Tewas" Kompas. hal 11
- ↑ WER (5 April 2025) "Korban Longsor di Pacet-Canger Bertambah" Kompas. hal 11
- 1 2 3 WER/FLO (23 Mei 2025) "Dua Korban Longsor Trenggalek Ditemukan" Kompas. hal 11
- ↑ WER (21 Mei 2025) "Evakuasi Korban Terkendala Akses" Kompas. hal 11
- ↑ RAM (31 Mei 2025) "Banjir Landa Tangsel" Kompas. hal 12
- ↑ Ambrosius Harto Manumoyoso (11 Juni 2025) "Banjir Melanda Brang Wetan Saat Kemarau Basah" Kompas. hal 15
- ↑ CHE/DIA/JAL (29 Juni 2025) "Hujan Picu Longsor di Malang-Garut" Kompas. hal 4
- ↑ JAL (30 Juni 2025) "Banjir Landa Kendari, Ribuan Warga Terdampak" Kompas. hal 10
- ↑ FLO/RAP/DAN/MTK (8 Juli 2025) "Banjir Landa Jakarta dan Sekitarnya" Kompas. hal 1
- ↑ FRN/AIK/WER/DIA (11 September 2025) "Banjir Saat Kemarau di Bali-NTT, 13 Orang Tewas" Kompas. hal 1
- ↑ BYU (11 September 2025) "Banjir Parah di Bali dan NTT : 15 Orang Meninggal" Rakyat Merdeka. hal 1
- ↑ BRO/NIT/FRN/WER/AVE/INA/NIA (12 September 2025) "Dilanda Banjir, Saatnya Pulau Bali Berbenah" Kompas. hal 1
- ↑ Siswowidodo (23 September 2025) "Puting Beliung" Rakyat Merdeka. hal 7
- ↑ P Raditya Mahendra Yasa (25 Oktober 2025) "Banjir di Pantura Semarang" Kompas. hal 1
- ↑ Rhama Purna Jati (28 Oktober 2025) "Hujan Intensitas Tinggi Mengintai Jakarta" Kompas. hal 12
- ↑ P Raditya Mahendra Yasa (27 Oktober 2025) "Banjir di Semarang" Kompas. hal 15
- 1 2 FLO/JAL (28 Oktober 2025) "Jabar Darurat Bencana, Banjir Landa Sulsel" Kompas. hal 11
- ↑ P Raditya Mahendra Yasa (28 Oktober 2025) "Banjir Tak Kunjung Surut" Kompas. hal 1
- ↑ P Raditya Mahendra Yasa (29 Oktober 2025) Kompas. hal 11
- ↑ DIA/BRO (30 Oktober 2025) "Atap Roboh, Satu Santri Meninggal" Kompas. hal 15
- 1 2 3 WER/CHE (3 November 2025) "Hujan Deras Picu Bencana di Sejumlah Daerah" Kompas. hal 11
- 1 2 KAT/WER (4 November 2025) "Hilang Terseret Arus, 15 Warga Nduga Masih Dicari" Kompas. hal 15
- ↑ Fakhri Fadlurrohman (7 November 2025) "Rob di Pesisir Jakarta Utara" Kompas. hal 1
- ↑ Adeng Bustomi (9 November 2025) "Jalan Amblas" Rakyat Merdeka. hal 14
- ↑ CHE/DRI (15 November 2025) "Longsor Terjang Majenang, 20 Masih Dicari" Kompas. hal 15
- ↑ DRI (16 November 2025) "13 Orang Masih Dicari" Kompas. hal 15
- ↑ JOL (17 November 2025) "Alat Berat dan Anjing Pelacak Dikerahkan" Kompas. hal 11
- ↑ Totok Wijayanto (15 November 2025) "Taksi Tertimpa Pohon Tumbang" Kompas. hal 12
- ↑ Taufiqul Rahman (18 November 2025) "Longsor di Cilacap dan Banjarnegara, Puluhan Orang Masih Hilang" Harian Disway. hal 2
- ↑ BRO/XTI/WER/CHE (19 November 2025) "Pencarian Korban Terhambat Tanah Labil" Kompas. hal 1
- ↑ Ambrosius Harto Manumoyoso (19 November 2025) "Longsor Membawa Duka di Banjarnegara" Kompas. hal 1
- ↑ Ahmad Arif (27 November 2025) "Pergerakan Langka Siklon di Sumatera" Kompas. hal 8
- ↑ Antara Foto (25 November 2025) "Amblas" Rakyat Merdeka. hal 6
- ↑ Agus Susanto (5 Desember 2025) Kompas. hal 12
- ↑ WER (6 Desember 2025) "Hujan Deras dan Drainase Buruk, Malang Terendam Banjir" Kompas. hal 11
- ↑ ITA/NDU/FLO/BRO (7 Desember 2025) "Harga Bahan Makanan Melambung" Kompas. hal 1
- ↑ FLO/VIO (9 Desember 2025) "Izin Perumahan di Bandung Raya Distop" Kompas. hal 12
- ↑ Agus Susanto (9 Desember 2025) Kompas. hal 12
- ↑ Rakyat Merdeka (22 Desember 2025) "Banjir Bandang di Guci Jadi Pelajaran Pentingnya Jaga Alam"
- ↑ SSL (19 September 2024) "Gempa Akibat Sesar Garsela" Rakyat Merdeka. hal 5
- ↑ Adiyansyah Lubis (4 November 2024) "Korban Tewas Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Bertambah jadi 10 Orang" Radar Sumbar
- ↑ Adiyansyah Lubis (4 November 2024) "Gunung Lewotobi di Flores Erupsi, 8 Orang Dilaporkan Tewas" Radar Sumbar
- ↑ Nurandi (4 November 2024) "43 Rumah Warga Lebak Rusak Terdampak Puting Beliung" Radar Banten
- ↑ Moch Madani Prasetia (9 November 2024) "Angin Kencang, 12 Pohon di Pandeglang Tumbang" Radar Banten
- ↑ Hendra Hidayat (9 November 2024) "Empat rumah di Batujajar Bandung Barat Rusak Terdampak Hujan Disertai Angin Kencang" Radar Bandung
- ↑ Hendra Hidayat (9 November 2024) "Bencana Pohon Tumbang Kepung Kota Cimahi" Radar Bandung
- ↑ Mastur Huda (9 November 2024) "55 Rumah di Lebak Rusak Diterjang Puting Beliung" Radar Banten
- ↑ Purnama Irawan (18 November 2024) "Dihantam Angin Puting Beliung, Atap Rumah Warga Sumur Terbang" Radar Banten
- ↑ Yat (29 November 2024) "Pemotor Tewas Tertimpa Pohon Karet di Campaka" Radar Karawang
- ↑ Deni Nurdiansah (28 November 2024) "Hujan Lebat, Pohon Tumbang ke Jalan di Pangandaran" Radar Tasik
- ↑ Ahmad Rizal Ramdhani, Agung S Pambudi (4 Desember 2024) "500 Rumah di Kabupaten Serang Terdampak Banjir" Radar Banten
- ↑ Agoes Embun (4 Desember 2024) "Dua Pekan Terakhir, Kota Pariaman Alami Sejumlah Bencana" Radar Sumbar
- ↑ Purnama Irawan (4 Desember 2024) "Banjir Pagelaran Belum Surut, Kapolres Pandeglang Salurkan Bantuan" Radar Banten
- ↑ Wly (4 Desember 2024) "Tiang Rambu Lalu Lintas Roboh Menimpa Warga Sunter Jaya" Lampu Merah News
- ↑ Moch Madani Prasetia (4 Desember 2024) "Hujan Deras Tak Kunjung Reda, BPBD: 18 Kecamatan di Pandeglang Terendam" Radar Banten
- ↑ Khalia Gadish Nihala (4 Desember 2024) "Ratusan Jiwa Terdampak Banjir Dua Meter di Cianjur" Pelita Karawang
- ↑ Radika Robi Ramdani (4 Desember 2024) "Angin Kencang Memaksa Nelayan Pamayangsari Tasikmalaya Menunda Aktivitas Melaut" Radar Tasik
- ↑ Nurandi (4 Desember 2024) "Tiga Rumah di Lebak Tertimpa Longsor" Radar Banten
- ↑ Nurandi (9 Desember 2024) "Terdampak Longsor, 65 KK Warga Desa Cidikit di Lebak Mengungsi" Radar Banten
- ↑ Khalia Gadish Nihala (7 Desember 2024) "Akibat Longsor, Ruas Jalan Cipanas-Citorek di Banten Terputus" Pelita Karawang
- ↑ Raka (5 Desember 2024) "24 Rumah Masih Rusak Akibat Pergeseran Tanah di Purwakarta" Radar Karawang
- ↑ Moch. Madani Prasetia (5 Desember 2024) "Cuaca Ekstrem Sebabkan 14 Pohon Tumbang di Pandeglang, BPBD-PK Ingatkan Warga Waspada" Radar Banten
- ↑ Adiyansyah Lubis (5 Desember 2024) "Puluhan Rumah di Solok Selatan Rusak akibat Angin Kencang" Radar Sumbar
- ↑ Nurandi (7 Desember 2024) "Longsor Parah Terjang Desa Cidikit Bayah" Radar Banten
- ↑ Moch. Madani Prasetia (7 Desember 2024) "Al Muktabar Dayung Perahu Karet Tinjau Banjir di Pagelaran Pandeglang" Radar Banten
- ↑ Ahmad Rizal Ramdhani (7 Desember 2024) "212 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Kebanjiran" Radar Banten
- ↑ Purnama Irawan (9 Desember 2024) "Tanah Bergerak Sebabkan Dapur Rumah di Saketi Ambruk" Radar Banten
- ↑ Nurandi (9 Desember 2024) "Banjir Terjang Lebak, SDN 1 Daroyon di Cileles Terendam Banjir" Radar Banten
- ↑ DIR (10 Desember 2024) "Sungai Unus Meluap, Ratusan Warga Lingkungan Parwa Mengungsi" Radar Lombok
- ↑ Agi Sugiana (18 Desember 2024) "Hujan Deras, Tebing Setinggi 10 Meter Alami Longsor di Banjarwangi Garut" Radar Tasik
- ↑ Diki Setiawan (18 Desember 2024) "Tasik Hujan, Objek Wisata Kampung Naga Dilanda Longsor" Radar Tasik
- ↑ Deni Nurdiansah (19 Desember 2024) "Lagi, Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Tertimpa Pohon Tumbang" Radar Tasik
- ↑ Nurandi (21 Desember 2024) "Jalan Citorek-Cipanas Longsor Sepanjang 50 Meter" Radar Banten
- ↑ Ahmad Rizal Ramdhani (21 Desember 2024) "508 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Terendam Banjir, 85 Hektare Puso" Radar Banten
- ↑ Rangga Jatnika (21 Desember 2024) "Pohon di Taman Kota Tasikmalaya Tumbang, Menutup Akses Jalan" Radar Tasik
- ↑ Fatkhur Rizqi (22 Desember 2024) "Angin Puting Beliung Menyapu 37 Rumah di Jatinagara Kabupaten Ciamis, Warga Histeris" Radar Tasik
- ↑ Deni Nurdiansah (21 Desember 2024) "Warga di Pantai Pamugaran Pangandaran Panik, Angin Puting Beliung Muncul dari Arah Laut" Radar Tasik
- ↑ Radika Robi Ramdani (22 Desember 2024) "Emak-Emak Turun Tangan Atasi Longsor yang Tutupi Jalan di Salawu Kabupaten Tasikmalaya" Radar Tasik
- ↑ Yun. S (24 Desember 2024) "Sungai Taleh Palembayan Ditimpa Bencana, Warga Goro Bersihkan Material" Marapi Post
- ↑ Adiyansyah Lubis (24 Desember 2024) "Sungai Batang Saman Meluap, Puluhan Rumah di Pasaman Barat Terendam Banjir" Radar Sumbar
- ↑ Tim Redaksi (25 Desember 2024) "Sungai Amprong Meluap, Kota Malang Dikepung Banjir" Sumsel Update
- ↑ Ghinan Salman (26 Desember 2024) "Sidoarjo Terendam" Harian Disway. hal 1
- ↑ rat (25 Desember 2024) "Banjir Kota Bima Mencekam, 12 Kelurahan Terdampak" Radar Lombok
- ↑ gal (25 Desember 2024) "Tenda Darurat Didirikan di Bagek Kembar" Radar Lombok
- ↑ E. Syamsir (4 Desember 2024) "Banjir Bandang Terjang Sukabumi, Polri Evakuasi Ibu dan Bayi dari Gang Sempit" Halo Terkini
- ↑ Khalia Gadish Nihala (4 Desember 2024) "BNPB: Banjir, Longsor, dan Pergerakan Tanah Landa Sukabumi" Pelita Karawang
- ↑ Tim Redaksi (4 Desember 2024) "Banjir Sungai Cikaso di Sukabumi: Puluhan Rumah Terendam dan Mobil Hanyut Akibat Hujan Deras" Tangerang Update
- ↑ Rajo Mengiyan (4 Desember 2024) "Banjir Bandang Sukabumi, Rumah Terendam dan Puluhan Mobil Terseret Arus" Wawai News
- ↑ Adem/BNN (4 Desember 2024) "Akibat Cuaca Ekstrim: BPBD dan Dinas BMPR Jabar Gerak Cepat Atasi Jembatan Ambruk di Sukabumi" Bandungpos
- ↑ Eko Iskandar (5 Desember 2024) "22 Kecamatan Terdampak Bencana, Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat" Radar Bekasi
- ↑ Deros (5 Desember 2024) "Hujan Deras, 27 Desa di Kecamatan Sukabumi Terkena Banjir Bandang" Info Bekasi
- ↑ Kandar (5 Desember 2024) "Bencana Sukabumi Dilaporkan Tiga Korban Meninggal dan Empat Masih Dalam Pencarian" WawaiNews
- ↑ OKE/RS (5 Desember 2024) "Bencana di Sukabumi Meluas: 133 Kejadian Alam Terjang 34 Kecamatan, Korban Jiwa Tiga Orang" Radar Bekasi
- ↑ Ali Yusuf (5 Desember 2024) "Kunjungi Lokasi Banjir Bandang Sukabumi, Bey Minta Fokuskan 3 Hal" Radar Bandung
- ↑ YUD (6 Desember 2024) "Bantu Korban Banjir Bandang" Rakyat Merdeka. hal 15
- ↑ Tim Redaksi (8 Desember 2024) "5 Tewas Tertimbun Longsor" Rakyat Merdeka
- ↑ KPJ (8 Desember 2024) "Pemerintah Targetkan Penanganan Darurat Rampung Dua Minggu" Rakyat Merdeka. hal 3
- ↑ Tim Redaksi (8 Desember 2024) "Akses Jalan Terputus" Rakyat Merdeka. hal 4
- ↑ SSL (9 Desember 2024) "10 Orang Meninggal, Ribuan Jiwa Mengungsi" Rakyat Merdeka. hal 5
- ↑ Rajo Mengiyan (9 Desember 2024) "Update Bencana Sukabumi-Cianjur, Sejumlah Jalan Mulai Bisa Dilewati Kendaraan" Wawai News
- ↑ Tim Redaksi (10 Desember 2024) "Bereskan Puing" Rakyat Merdeka. hal 6
- ↑ Ton, Bams (9 Desember 2024) "PLN Bekasi Terjunkan 50 Personel untuk Pulihkan Kelistrikan di Sukabumi Pasca Bencana" Bekasi Guide
- ↑ Tim Redaksi (13 Desember 2024) "Semua Ruas Jalan Yang Tertimpa Longsor di Cianjur dan Sukabumi Sudah Bisa Dilalui" Ini Jabar
- 1 2 VIO (21 Juni 2025) "Belasan Kematian, Jejak Rebutan Ruang Hidup" Kompas. hal 11
- ↑ Agoes Embun (7 November 2024) "Warga Khawatir, Hewan Gunung Marapi Turun ke Pemukiman" Radar Sumbar
- ↑ Anto Sugiarto (8 Desember 2024) "Sarang Tawon Bikin Resah Warga, Damkar Kota Banjar Telah Tangani Puluhan Sarang" Radar Tasik
- ↑ Adiyansyah Lubis (25 Desember 2024) "Distan: Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Tanahdatar Meningkat setiap Tahun" Radar Sumbar
- ↑ VIO (4 Maret 2025) "Gajah Liar Rusak Puluhan Pondok" Kompas. hal 8
- ↑ Korban Tewas Banjir Garut Jadi 34 Orang
- ↑ http://bnpb.go.id/berita/2351/566-tewas-akibat-bencana-alam-2014%5B%5D
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-04. Diakses tanggal 2015-01-04.
- ↑ Jerman Ribut Gara-gara Alarm Tsunami Mentawai