Gempa bumi Jawa Barat 2009

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gempa Bumi Ramadhan 2009
2009-September-Java-quake-shake-map-USGS.jpg
Gempa bumi Jawa Barat 2009 is located in Indonesia
Gempa bumi Jawa Barat 2009
Waktu UTC2009-09-02 07:55:01
ISC
USGS-ANSS
Tanggal setempatRabu 2 September 2009 (12 Ramadhan/Puasa 1430H)
Waktu setempat14:55:21 WIB
Kekuatan7,3
Kedalaman49 km (30.8 miles)
Episentrum7°46′41″S 107°19′41″E / 7.778°S 107.328°E / -7.778; 107.328Koordinat: 7°46′41″S 107°19′41″E / 7.778°S 107.328°E / -7.778; 107.328
Wilayah bencanaIndonesia Indonesia
Intensitas maks.VI MMI[1]
Tsunami20 cm
LandslidesYa[2]
Korban81 orang tewas[3]
42 orang hilang[4]

Gempa Bumi Ramadhan 2009 atau Gempa Bumi Jawa 2009 adalah gempa tektonik yang terjadi pada Rabu 2 September 2009 (12 Ramadhan/Puasa 1430H) pada pukul 14:55:21 WIB dengan pusat gempa di laut sekitar 142 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat berkekuatan 7,3 pada Skala Richter.[5] Gempa bumi ini dirasakan di seluruh pulau Jawa sehingga ke seluruh pulau Nusa Tenggara.[6]

Guncangan gempa bumi[sunting | sunting sumber]

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan BMKG telah dirasakan masyarakat di seluruh pulau Jawa hingga Bali. Guncangan gempa bumi terkuat berada di selatan Cianjur, Garut, Ciamis, Cilacap, Kota Bandung serta sebagian Sukabumi dan Tasikmalaya berupa guncangan V-VI MMI. Kemudian III-IV MMI di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa ini juga dirasakan di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Lampung. Gempa tektonik tersebut terjadi akibat tumbukan lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Tanah longsor[sunting | sunting sumber]

Akibat guncangan gempa bumi, beberapa saat setelah puncak gempa terjadi sebuah tebing perbukitan di Desa Cikangkareng, Cibinong, Cianjur longsor menimbun permukiman penduduk di Dusun Babakan Caringin. Sekitar lima hektar perkampungan itu tertimbun bebatuan dengan ukuran mulai dari sebesar kerikil hingga sebesar mobil.[7]. Sebanyak 27 orang ditemukan tewas dan diduga masih terdapat 42 korban yang tertimbun. Sisa longsoran setebal 15-30 meter itu kini dijadikan kuburan masall[8]

Tsunami[sunting | sunting sumber]

Gempa bumi ini dinyatakan berpotensi tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sehingga dikeluarkan peringatan dini tsunami. Kemudian tak beberapa lama dicabut[9] setelah tsunami kecil setinggi 100 cm terpantau di pesisir Pameungpeuk, Garut, 20 cm di Pangandaran dan 15 cm di Palabuhanratu, Sukabumi[10].

Dampak dan korban[sunting | sunting sumber]

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ribuan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dikarenakan gempa. Menurut data Rekapitulasi Dampak Kejadian Bencana Gempa Bumi Jawa Barat korban meninggal terbanyak yang ditemukan ada di Kabupaten Cianjur, yaitu 31 orang. Sementara itu sebanyak 1.254 orang mengalami luka-luka. Akibat bencana ini sebanyak 63.717 rumah rusak berat dan 131.275 rumah rusak ringan. Sarana umum lain, seperti masjid yang mengalami rusak berat berjumlah 2.010 unit, sekolah dan madrasah rusak berat 1.089 unit, kantor rusak berat 232 unit, dan pondok pesantren sebanyak 19 unit[11]. Total puluhan ribu bangunan rumah maupun gedung perkantoran di Indramayu, Cianjur, Ciamis, dan Kuningan rusak.[12][13]. Sebuah rumah sakit dilaporkan mengalami kerusakan.[14]. Begitu juga dinding Plaza Semanggi Jakarta yang dilaporkan retak[15].

Gempa susulan[sunting | sunting sumber]

Terjadi gempa susulan berkekuatan 4,9 pada Skala Richter pada pukul 16:28 WIB pada Rabu 2 September 2009 (12 Ramadhan/Puasa 1430H).[16] Terjadi gempa di Yogyakarta pada 7 September 2009 berkekuatan 6,8 skala Richter yang diperkirakan terkait dengan yang terjadi sebelumnya di Jawa Barat. Gempa ini tidak menimbulkan kerusakan.[17] Sebanyak 30 pelajar Universitas dari Malaysia di Indonesia turut membantu korban gempa di Jawa Barat, sebagai sularelawan mencari korban yang hilang.[18]

Referensi[sunting | sunting sumber]