Surat Yudas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
3 Yohanes       Surat Yudas       Wahyu 1
Codex Alexandrinus, 400-440 M

Kolofon (catatan pengantar) di akhir Surat Yudas pada Codex Alexandrinus yang dibuat sekitar tahun 400-440 M.
Kitab: Surat Yudas
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 26
Kategori: Surat-surat Am

Surat Yudas merupakan salah satu dari kumpulan surat rasuli yang terakhir pada bagian Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen.[1] Surat ini ditulis untuk memperingatkan para pembacanya supaya waspada terhadap guru-guru palsu yang menyebut dirinya Kristen.[2] Dalam surat yang pendek ini, yang isinya mirip dengan surat Petrus yang kedua, penulis memberi dorongan kepada para pembacanya supaya terus berjuang untuk iman.[2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Surat Yudas hanya terdiri dari 1 pasal, yang dibagi atas 25 ayat.
  • Salah satu naskah kuno tertua yang memuat bagian pasal ini dalam bahasa Yunani adalah Papirus 72 (diperkirakan dibuat sekitar abad ke-3 atau ke-4 M).

Penulis[sunting | sunting sumber]

Di awal surat ini tertera nama penulisnya: "Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus".[3][4] Ada sejumlah nama Yudas yang lain dalam Alkitab bagian Perjanjian Baru, kebanyakan percaya bahwa Yudas, saudara Yesus[5] merupakan penulis surat Yudas, meskipun dalam keseluruhan surat Yudas, tidak pernah disinggung mengenai relasi khusus dengan Yesus, selain sebagai "hamba Yesus Kristus."[1] Dengan demikian, Yakobus yang dimaksudkan adalah Yakobus, saudara lain dari Yesus Kristus[5] yang tertera namanya dalam Yakobus 1:1 sebagai penulis surat Yakobus dan merupakan kepala jemaat perdana di Yerusalem, tetapi bukan rasul Yakobus bin Alfeus.[1]

Waktu Penulisan[sunting | sunting sumber]

Surat Yudas ditulis dalam jangka waktu antara penulisan Surat Yakobus dan penulisan Surat 2 Petrus.[1] Surat Yakobus diperkirakan ditulis sebelum tahun 62 Masehi, karena Yakobus mati syahid pada tahun itu[1] sedangkan rasul Petrus diduga mati syahid tahun 64-67 Masehi. Jadi disimpulkan surat Yudas ini ditulis antara tahun 62-67 Masehi.[1] Robinson menyakini surat ini ditulis pada tahun 61-62 M, pada periode yang sama dengan surat 2 Petrus, sedangkan surat Yakobus pada tahun 47-48 M.[6] Ada juga yang berpendapat bahwa Surat Yakobus ditulis sekitar tahun 80/90 Masehi dan Surat 2 Petrus tahun 125 Masehi, sehingga diduga surat Yudas ditulis tahun 100 Masehi.[1]

Perhitungan lain adalah dari perkiraan usia Yudas yang diyakini sudah mati sebelum tahun 70 M. Hal ini didasarkan atas dua inferensi: * (1) Yudas adalah adik laki-laki Yesus (bukan abang yang dilahirkan dari perkawinan Yusuf sebelumnya sebagaimana suatu tradisi yang tidak diterima banyak kalangan dan tanpa pembuktian nyata), dari pembacaan Matius 13:55/Markus 6:3. Dengan demikian Yudas kemungkinan lahir antara tahun 4 SM dan 10 M, dan jika ia menulis suratnya pada tahun 70 M, ia bisa jadi berusia paling sedikit 60 tahun dan mungkin 70-an. Meskipun mungkin saja Yudas hidup lebih lama lagi (tidak ada bukti eksternal), tahun 70 M paling masuk akal sebagai batas akhir (terminus ad quem').[7]

  • (2) Hegesippus menceritakan bagaimana cucu-cucu Yudas dibawa ke hadapan kaisar Domitian karena mereka dicurigai hendak menggulingkan pemerintahan Romawi. Tetapi mereka menjelaskan bahwa kerajaan yang mereka nanti-nantikan bersifat eskatologis dan sorgawi, bukan politis dan duniawi. Domitian kemudian menyuruh mereka pergi dan mengakhiri penganiayaan atas gereja. Meskipun cerita ini dicurigai kebenarannya, fakta bahwa cucu-cucu Yudas, bukan ayah mereka atau Yudas sendiri, yang dibawa ke hadapan Domitian mengindikasikan bahwa Yudas rupanya sudah meninggal sebelum tahun 96 M.[7]

Pada awal abad ke-3, surat Yudas tersebar luas di kalangan umat Kristen, tetapi selanjutnya sampai abad ke-4 jarang dikutip oleh bapa gereja.[1] Eusebius dari Kaisarea mencatat bahwa ada sejumlah jemaat yang tidak mengakui keaslian surat ini, meskipun pada abad ke-5 surat ini mulai dipakai lagi oleh gereja.[1]

Konteks Penerima[sunting | sunting sumber]

Di awal surat tertulis "kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus."[3]. Jelas bahwa surat ini ditujukan secara khusus kepada sekelompok murid-murid Yesus yang "terpanggil", "dikasihi" dan "dipelihara", bukan kepada orang luar.[8]

Surat Yudas memiliki ciri menggunakan kepustakaan apokrif Yahudi.[9] Sebagai seorang Yahudi, penulis surat Yudas bisa dengan bebas memanfaatkan Perjanjian Lama dan beberapa kitab dari tradisi Yahudi.[1]

Ayat-ayat terkenal[sunting | sunting sumber]

  • Yudas 1:20: Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
  • Yudas 1:21: Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Muatan Teologi[sunting | sunting sumber]

Kemusnahan Sodom dan Amora (Gomora), John Martin, 1852.

Dalam surat Yudas, terdapat penekanan terhadap tema penghakiman.[10] Yudas mengutip perkataan Henokh yang mengatakan bahwa Tuhan akan melaksanakan penghakiman pada hari kedatangannya (Yudas 1:14-15).[10] Ia berbicara tentang malaikat-malaikat yang tidak taat yang ditahan olehnya dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar (Yudas 1:6).[10] Kehancuran Sodom dan Gomora dikutip sebagai contoh dari hukuman siksaan api kekal (Yudas 1:7).[10]

Tiga analogi kelautan[sunting | sunting sumber]

Ada tiga kiasan atau analogi yang berkaitan dengan kelautan digunakan pada Yudas 1:12-13 yang unik. Yudas tidak dikenal sebagai seorang nelayan (cucu-cucunya mengaku berprofesi sebagai tukang (kayu), sebagaimana kakek buyut mereka, dengan bukti tangan-tangan mereka yang kasar di hadapan kaisar Domitian), sehingga nampaknya analogi ini diberikan untuk kepentingan para pembacanya. Analogi ini juga lebih tepat untuk laut lepas, bukan danau seperti Danau Galilea.[7] Pada ayat 12, Yudas menyebut guru-guru palsu itu adalah "noda (σπιλάδες, spilades, = batu karang tersembunyi di bawah permukaan laut yang berbahaya) dalam perjamuan kasihmu." Metafora pertama ini digunakan Yudas untuk memperingatkan bahaya yang mengancam di bawah permukaan air, yang dapat menenggelamkan kapal yang mengira berlayar di perairan yang aman. Pada ayat 13 ia berbicara mengenai “ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri", yaitu gambaran jelas tentang kejijikan yang dibawa mereka. Kiasan terakhir adalah "bagaikan bintang-bintang (yang berpindah)" (ἀστέρες πλανῆται, asteres planētai), sehingga bukanlah penuntun yang terpercaya bagi para pelaut untuk mengetahui posisi mereka yang tepat. Jadi, dalam ketiga kiasan kelautan ini, para guru palsu adalah berbahaya, tidak bermoral (menjijikkan), dan tidak dapat dipercaya sebagai pemimpin. Yudas juga menggunakan kiasan yang berhubungan dengan pertanian, tetapi analogi ini tidaklah unik karena juga dipakai pada sumber-sumber Perjanjian Lama maupun sastra Yahudi lain. Dari kiasan-kiasan kelautan ini dapat disimpulkan bahwa Yudas menulis kepada suatu jemaat yang berlokasi di dekat pantai Laut Tengah, antara lain mungkin kota Efesus.[7]

Kaitan dengan kitab-kitab lain dalam Alkitab[sunting | sunting sumber]

Dalam Surat Yudas, disebutkan mengenai sejumlah nama dan kejadian yang dicatat kisahnya dalam kumpulan kitab Taurat Musa, khususnya dalam Kitab Kejadian (Kain; Henokh/keturunan ketujuh dari Adam; kehancuran kota Sodom dan Gomora), Kitab Keluaran ("Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir"), Kitab Bilangan (Bileam dan Korah), dan Kitab Ulangan (mayat Musa). Selain itu juga disebutkan mengenai malaikat Mikhael yang hanya disebutkan dalam Kitab Daniel di dalam Alkitab Ibrani (bagian Ketuvim), atau Wahyu kepada Yohanes di dalam bagian Perjanjian Baru. Sejumlah ungkapan nampaknya dikutip dari kitab-kitab para nabi (Nevi'im) misalnya Kitab Zakharia. Rujukan mengenai "hidup kekal" dalam Yesus Kristus, yang disebut sebagai "Penguasa" dan "Tuhan", menunjukkan kaitan dengan kitab-kitab Injil. Sebagian isi surat juga berkaitan dengan surat Yakobus dan Surat 2 Petrus. Nubuat mengenai "pengejek-pengejek" pada waktu kemudian juga berkaitan dengan Surat 1 Timotius yang ditulis oleh rasul Paulus.

Kaitan dengan surat 2 Petrus[sunting | sunting sumber]

Terdapat sejumlah kemiripan antara ayat-ayat dalam surat Yudas dan surat 2 Petrus sebagai berikut:[11]

Surat 2 Petrus Isi Surat Yudas Isi
2 Petrus 1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan Yudas 3 Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus
2 Petrus 1:12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. Yudas 5 Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu ...
2 Petrus 2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Yudas 4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
2 Petrus 2:3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. Yudas 16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
2 Petrus 2:4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; Yudas 6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar
2 Petrus 2:6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian Yudas 7 sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
2 Petrus 2:10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan Yudas 8 Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
2 Petrus 2:11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. Yudas 9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"
2 Petrus 2:12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, Yudas 10 Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.
2 Petrus 2:15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. Yudas 11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
2 Petrus 2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. Yudas 12,13 Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. 13 Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
2 Petrus 2:18 Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan. Yudas 16 Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.
2 Petrus 3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. Yudas 17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
2 Petrus 3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Yudas 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
2 Petrus 3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. Yudas 24 Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. Yudas 25 Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Surat Yudas
Didahului oleh:
Surat 3 Yohanes
Perjanjian Baru
Alkitab
Diteruskan oleh:
Wahyu kepada Yohanes

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j C. Groenen. 1984. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. Hlm.371.
  2. ^ a b Bambang Subandrijo. 2010. Menyingkap Pesan-pesan Perjanjian Baru 2. Bandung: Bina Media Informasi. Hal. 64.
  3. ^ a b Yudas 1:1
  4. ^ M. E . Duyverman. 1992. Pembimbing ke Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hal. 204.
  5. ^ a b Matius 13:55; Markus 6:3
  6. ^ John Arthur Thomas Robinson (1919-1983). "Redating the New Testament". Westminster Press, 1976. 369 halaman. ISBN 10: 1-57910-527-0; ISBN 13: 978-1-57910-527-3
  7. ^ a b c d Jude: Introduction, Argument, and Outline oleh Daniel B. Wallace, professor of New Testament Studies pada Dallas Theological Seminary.
  8. ^ Bill Cowder. The Danger of False Teachers. Insight from Jude. Grand Rapids, Michigan: RBC Ministries. 2011.
  9. ^ D. Guthrie, dkk. 2003. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 Matius-Wahyu. Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF. hal.884.
  10. ^ a b c d (Indonesia)Donald Guthrie. 1992. Teologi Perjanjian Baru 3. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hlm.217.
  11. ^ A Comparison of Text between 2 Peter and Jude ("Perbandingan teks antara surat 2 Petrus dan surat Yudas")

Pranala luar[sunting | sunting sumber]