Antilegomena
Antilegomena (Greek αντιλεγόμενα) adalah sebuah istilah yang digunakan oleh Eusebius dari Kaisaria.[1] Eusebius dari Kaisaria adalah seorang sejarawan gereja lama.[1] Istilah ini digunakan untuk menunjuk pada berbagai tulisan yang dipersoalkan atau yang diragukan kebenarannya.[1] Kemudian istilah ini dipakai juga untuk membedakan tulisan-tulisan yang pada umumnya ditolak sebagai firman Allah.[1] Tulisan-tulisan yang dipersoalkan namun pada umumnya diterima sebagai tulisan-tulisan kanonik adalah Kitab Yakobus, 2 Petrus, Surat 2 dan 3 Yohanes, serta Kitab Yudas.[1] Sementara itu, tulisan-tulisan yang dipersoalkan namun dipandang sebagai tulisan-tulisan non kanonik antara lain Kisah Paulus, Gembala Hermas, Wahyu kepada Petrus, Surat Barnabas, dan Didakhe.[1]
