Kitab Yunus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Alkitab Ibrani
Tanach.jpg
Portal Yahudi
Portal Kristen

Kitab Yunus adalah kitab kelima dalam kumpulan kitab yang disebut Nabi-nabi Kecil dalam Perjanjian Lama. Kitab ini berbeda dengan kitab-kitab nabi lainnya karena kitab ini tidak berisi ucapan-ucapan sang nabi kepada Israel, melainkan menceritakan pengalaman Nabi Yunus, ketika ia mencoba menghindari perintah Tuhan, tetapi akhirnya berangkat untuk menyampaikan perayaan Tuhan kepada penduduk Kota Niniwe.[1]

Dalam bahasa Ibrani, Yunus disebut Yonah yang berarti “merpati”. Nama ayahnya adalah Amitai yang berarti kebenaran Allah.[2] Tokoh Yunus sendiri didasarkan pada tokoh yang dikenal hidup pada masa pemerintahan Yerobeam II (786-746 SM). Raja ini memperluas perbatasan negerinya dari Hamat sampai Laut Mati.[2] Dalam Perjanjian Lama, Yunus bin Amittai disebutkan di luar kitab Yunus sendiri hanya sekali yakni dalam 2 Raja-raja 14:25 (untuk informasi lebih jauh tentang tokoh ini sendiri, lihat artikel Yunus). Kitab ini sendiri kemungkinan disunting pada masa pasca-pembuangan (setelah 530 SM) dan didasarkan pada tradisi lisan yang telah diturunkan sejak abad ke-8 SM. Yunus dianggap sebagai salah seorang nabi kecil karena buku aslinya ditulis bersama-sama dengan kitab-kitab kenabian lainnya yang lebih kecil dalam sebuah gulungan saja (yang juga dikenal sebagai "Kitab yang Duabelas").[1]

Sebagai bagian dari Perjanjian Lama, kitab ini terdapat dalam Tanakh Yahudi dan Alkitab Kristen. Kisahnya mempunyai sejarah penafsiran yang menarik dan telah menjadi cerita termasyhur melalui cerita-cerita populer anak-anak. Dalam Yudaisme kitab ini adalah Haftarah untuk dibaca pada sore hari pada perayaan Yom Kippur karena kisahnya sendiri menceritakan kesediaan Allah untuk mengampuni mereka yang bertobat.[1]

Sumber Naskah[sunting | sunting sumber]

  • Teks Masoret (bahasa Ibrani, abad ke-10 M). Dalam naskah ini kitab Yunus terdiri dari 1328 kata Ibrani.
  • Septuaginta (bahasa Yunani; abad ke-3 SM)
  • Naskah Laut Mati (bahasa Ibrani, abad ke-2 SM), terutama:[3]
    • 4Q76a (4QXIIa)
    • 4Q81f (4QXIIf)
    • 4Q82g (4QXIIg)
    • Wadi Murabba’at Minor Prophets (MurXII)
    • Nahal Hever (8HevXIIgr)

Garis besar Kitab Yunus[sunting | sunting sumber]

KItab Yunus pada intinya adalah sebuah cerita tentang sifat Allah. Karena itu, kitab ini dapat dibagi menjadi empat bagian, masing-masing dipisahkan kira-kira menurut pasalnya: (1) Kedaulatan Allah, (2) Pembebasan Allah, (3) Belas kasih Allah, dan (4) Kebenaran Allah. Kitab ini juga dapat dibagai sebagai berikut:

  • Pengutusan pertama Allah dan pemberontakan Yunus
    • Pembebasan Allah atas Yunus dan doa syukur Yunus
  • Pengutusan kedua Allah dan ketaatan Yunus
    • Pembebasan Allah atas Niniwe dan sungut-sungut Yunus yang menunjukkan rasa tidak berterima kasihnya

Dalam paruhan pertama kitab ini, pembebasan Allah diperlihatkan melalui kedaulatan-Nya. Di paruhan kedua, pembebasan Allah diperlihatkan melalui belas kasih-Nya. Akhirnya, Allah menyatakan kebenaran-Nya dengan memilih untuk memaksa dan berubah pikiran.[1]

Kitab Yunus terdiri dari4 pasal dan seluruhnya terbagi atas 48 ayat.[1]

Isi kitab[sunting | sunting sumber]

Tuhan menyuruh dia pergi ke kota Niniwe, ibukota kerajaan Asyur, musuh Israel. Tetapi Yunus tidak mau pergi ke kota itu untuk menyampaikan pesan Tuhan, karena ia yakin bahwa kalau orang Niniwe berhenti berbuat dosa, Tuhan tidak akan menjalankan rencana-Nya untuk menghancurkan kota itu. Akhirnya, setelah sempat dilemparkan ke dalam laut dan berada di dalam perut ikan besar selama tiga hari, Yunus menaati perintah Tuhan, tetapi kemudian ia mendongkol, karena Niniwe tidak jadi dihancurkan.[1]

Amanat kitab Yunus ialah bagaimana Tuhan berkuasa mutlak atas ciptaan-Nya. Tetapi lebih-lebih, buku ini menggambarkan Tuhan Yang Maha penyayang dan pengampun, Tuhan yang lebih suka mengampuni dan menyelamatkan suatu bangsa daripada menghukum dan menghancurkannya, biarpun bangsa itu musuh umat-Nya sendiri.[1]

Konon kitab Yunus ditulis olehnya sendiri. Kitab Yunus dirujuk oleh Yesus dalam Perjanjian Baru (Matius 12:39, 40; Lukas 11:29).[1]

Kaitan dengan Yesus Kristus[sunting | sunting sumber]

Yesus Kristus menggunakan kisah yang dicatat dalam Kitab Yunus, terutama pasal 1 dan 3, ini sebagai suatu analogi untuk peristiwa kematian dan kebangkitan yang segera akan dialami-Nya.[4] Analogi Yesus ini bergantung pada pengakuan dua kenyataan sejarah:

  • (1) fakta sejarah mengenai pengalaman Yunus di dalam perut ikan besar, dan
  • (2) fakta sejarah bahwa pertobatan penduduk kota Niniwe akibat pemberitaan nabi Yunus.[5]

Sesungguhnya, frasa "tanda nabi Yunus" nampaknya dipakai berulangkali dalam berbagai pengajaran Yesus, karena muncul lebih dari sekali pada catatan Injil Matius mengenai kehidupan pelayanan Kristus.[6] Dengan demikian setiap pandangan akan Kitab Yunus bahwa kitab itu bukan mencatat sejarah sebenarnya harus menjelaskan bagaimana Yesus menggunakannya sebagai fakta.[7]

Fakta sejarah[sunting | sunting sumber]

Kitab Yunus memuat kisah yang luar biasa yaitu seseorang ditelan oleh ikan besar hidup-hidup dan kemudian dimuntahkan kembali, tetapi di samping itu mengandung informasi aktual yang dapat dibuktikan keberadaannya dalam sejarah:[8]

  • Bentuk kitab ini adalah cerita sejarah (bukan perumpamaan)
  • Yunus bin Amitai memang benar ada. Ada catatan sejarah di luar kitab Yunus, yaitu 2 Raja-raja 14:25 yang menunjukkan bahwa ia hidup pada zaman raja Israel, Yerobeam, yang memerintah dari sekitar tahun 787 - 747 SM.
  • Orang Yahudi meyakini kisah Yunus adalah sejarah (Flavius Yosefus. Antiquitates Iudaicae. IX, 10, 2).
  • Orang Kristen memandang kisah Yunus sebagai sejarah, terutama karena dikutip oleh Yesus Kristus (Matius 12:39, 40; Lukas 11:29).
  • Niniwe adalah kota yang benar-benar pernah ada dan sudah dilakukan penggalian arkeologi untuk membuktikannya.
  • Periode kerajaan Asyur pada zaman Yunus sudah dapat dijabarkan oleh peneliti arkeologi dan sejarah, yaitu suatu periode kekacauan di dalam negeri, yang mendukung pernyataan pada Yunus 3:6-9. Dengan penetapan masa hidup Yunus sekitar tahun 787 - 747 SM yaitu pemerintahan raja Yerobeam, maka berarti ia tiba di Niniwe setelah masa pemerintahan Salmaneser III yang penuh pertumpahan darah (859 - 824 SM), melibatkan 32 ekspedisi perang. war campaigns. Juga berarti sebelum pemerintahan raja lain yang penuh peperangan, yaitu Tiglat-Pileser III yang memerintah dari tahun 745-727 SM. Jadi Yunus tiba di Niniwe yang dipimpin oleh sejumlah raja-raja lemah di Asyur. Periode yang meliputi kira-kira 50 tahun pertama abad ke-8 SM ini ditandai dengan perang saudara yang terus menerus, kekacauan penerusan tahta di istana, perselisihan agama dan perang terbuka antar kelompok dalam negeri, sehingga dikatakan dalam kitab Yunus: "yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri."[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h Pengantar Alkitab, Lembaga Alkitab Indonesia, 2002.
  2. ^ a b Frank M. Boyd. 2006, Kitab Nabi-nabi Kecil. Jawa Timur: Gandum Mas.
  3. ^ Transkrip Naskah Laut Mati
  4. ^ Lihat Matius 12:39-41
  5. ^ Lihat Lukas 11:29-32
  6. ^ Lihat Matius 12:39; Matius 16:4
  7. ^ The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  8. ^ Jonah and the Whale - Is the Jonah and the whale account scientifically and historically plausible? ("Yunus dan ikan paus" - Apakah kisah Yunus dan ikan paus secara ilmiah dan sejarah mungkin terjadi?") oleh Ken Demyer. Diakses 30 September 2013.
  9. ^ Yunus 4:11

Lihat pula[sunting | sunting sumber]