Nahusa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Nahusa
नहुष
Jatuhnya Nahusa dari tandu yang dipikul para resi.
Jatuhnya Nahusa dari tandu yang dipikul para resi.
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama Nahusa
Ejaan Dewanagari नहुष
Ejaan IAST Nahusha
Kitab referensi Mahabharata; Purana
Kasta Ksatriya
Dinasti Candra
Anak Yati, Yayati, dll.

Dalam mitologi Hindu, Nahusa (Sanskerta: नहुष; Nahusha) adalah putra Ayu, keturunan Pururawa. Nahusa menikah dengan Asokasundari dan menurunkan Yayati. Kisahnya dituturkan berulang-ulang dengan berbagai variasi di bagian-bagian yang berbeda dalam Mahabharata dan juga Purana.

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Saat Nahusa masih bayi, ia diculik oleh seorang raksasa bernama Hunda karena ada ramalan yang mengatakan bahwa Hunda akan tewas di tangan putra Raja Ayu dari Dinasti Candra. Hunda menyerahkan Nahusa kepada juru masaknya untuk dimasak. Karena tidak tega untuk membunuh Nahusa, maka juru masaknya membawa bayi tersebut ke asrama seorang resi (orang suci; orang bijak) bernama Wasista. Sebagai pengganti Nahusa, ia menyajikan daging kijang kepada Hunda. Hal itu tidak diketahui oleh Hunda.

Nahusa adalah nama pemberian Resi Wasista karena sifatnya yang tidak kenal takut meskipun masih bayi. Ia dibesarkan oleh sang resi dan diajari berbagai ilmu, termasuk seni berperang. Setelah Nahusa dewasa, sang resi menjelaskan asal-usulnya. Sang resi juga berkata bahwa Nahusa ditakdirkan untuk membunuh raksasa Hunda dan menikahi Asokasundari, putri cantik yang disekap oleh Hunda. Akhirnya Nahusa berangkat menuju kediaman Hunda di Nandanakarana untuk berperang. Hunda menanggapi tantangannya. Saat mengetahui bahwa raksasa itu akan terbunuh, para dewa memberi bantuan kepada Nahusa berupa berbagai macam senjata. Dewa Indra—pemimpin para dewa—juga memberi bantuan berupa sebuah kereta perang. Dengan bantuan para dewa, perang tersebut dimenangkan oleh Nahusa. Kemudian, Nahusa pergi mencari Asokasundari, dan berhasil membebaskannya. Mereka menikah dan dikaruniai enam putra.

Akhirnya Nahusa menemui Raja Ayu, ayahnya sendiri yang tidak dilihatnya selama bertahun-tahun. Mereka berkumpul kembali sebagai satu keluarga. Nahusa diangkat menjadi raja setelah Ayu pensiun.

Nahusa menggantikan Indra[sunting | sunting sumber]

Kitab Skandapurana juga memiliki catatan riwayat Raja Nahusa. Diceritakan bahwa pada suatu zaman, Indra (raja para dewa) membunuh seorang brahmana bernama Wiswarupa karena Wiswarupa lebih memuliakan persembahan untuk para raksasa daripada persembahan untuk para dewa. Karena telah membunuh brahmana, maka Indra melakukan suatu dosa. Personifikasi dosa tersebut mengejar Indra. Akhirnya, Indra bersembunyi di dasar sebuah danau, sementara personifikasi dosa itu menunggunya di tepi danau. Wrehaspati, guru para dewa, pergi mencari Indra dan menemukannya di dasar sebuah danau. Indra mengakui kesalahannya dan ia meminta agar jabatannya digantikan oleh orang lain. Akhirnya, para dewa mengangkat Nahusa sebagai raja para dewa.

Saat menjabat sebagai raja para dewa, Nahusa dilayani para resi agung, dewa, bidadari, dan bidadara. Namun Saci (yang juga disebut Indrani, atau permaisuri Indra) tidak hadir menemaninya. Nahusa pun berkata kepada para dewa bahwa selama ia menjabat sebagai Indra yang baru, maka Indrani harus berada di sisinya. Maka dari itu, ia menganggap bahwa Saci harus duduk di sampingnya. Wrehaspati pun menemui Saci, namun Saci menolak karena Nahusa hanya menyelenggarakan 99 yadnya (upacara suci), sementara Indra sudah melangsungkan 100 yadnya. Tetapi Saci berkata bahwa ia bersedia berada di sisi Nahusa apabila Nahusa datang kepadanya dengan menaiki wahana yang digerakkan dengan sesuatu yang tidak pantas dipakai untuk menggerakkan wahana.

Syarat yang diajukan oleh Saci disampaikan kepada Nahusa. Nahusa memutuskan untuk menaiki tandu yang dipikul oleh brahmana, sebab brahmana adalah kaum yang bergerak di bidang kerohanian, dan tidak pantas melakukan pekerjaan kasar seperti memikul tandu. Maka, Nahusa merasa bahwa syarat yang diajukan oleh Saci dapat ia penuhi. Nahusa pun menaiki tandu yang dipikul oleh dua brahmana, di mana salah satu brahmana yang memikulnya adalah Resi Agastya. Karena tergesa-gesa, Nahusa kehilangan keseimbangan dan tanpa sengaja kakinya menyentuh kepala Resi Agastya. Akhirnya sang resi marah dan mengutuknya menjadi ular. Nahusa pun jatuh ke bumi dan hidup sebagai ular.

Setelah Nahusa gagal menjadi pengganti Indra, Resi Narada menyarankan agar para dewa menunjuk putra Nahusa—Yayati—sebagai Indra yang baru. Saran itu pun diterima. Namun saat tiba di surga, Yayati memuji dirinya sendiri yang telah melakukan banyak kebajikan selama tinggal di bumi. Kesombongan Yayati tidak diterima oleh para dewa sehingga ia ditolak untuk menggantikan Indra.

Silsilah[sunting | sunting sumber]

 
 
 
Nahusa
 
 
 
Asokasundari
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dewayani
 
 
 
Yayati
 
 
 
 
 
 
 
 
Sarmista
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Yadu
 
Turwasu
 
Druhyu
 
Anu
 
Puru
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Yadu menurunkan
wangsa Yadawa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Puru menurunkan
wangsa Paurawa


Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Didahului oleh:
Ayu
Raja Dinasti Candra
ke-3
Diteruskan oleh:
Yayati