Asokasundari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Asokasundari (Dewanagari: अशोकसुन्दरी,IASTAśokasundarī, अशोकसुन्दरी) adalah seorang wanita yang lahir dari pohon Kalpawreksa, menurut mitologi Hindu. Ia menikah dengan Nahusa, raja keturunan Dewa Bulan (Candra).

Kelahiran[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab Padmapurana diceritakan bahwa Dewa Siwa dan Dewi Parwati berjalan-jalan di sebuah hutan bernama Nandanakarana di wilayah pegunungan Kailasha. Di sana ada berbagai macam pohon, termasuk pohon istimewa yang disebut Kalpawreksa. Dewi Parwati tidak pernah melihat pohon itu sebelumnya. Ia pun menanyakan keistimewaan pohon itu kepada suaminya, Dewa Siwa. Siwa menjelaskan bahwa Kalpawreksa adalah pohon yang dapat mengabulkan permohonan. Untuk menguji kemampuan pohon itu, Parwati meminta seorang wanita cantik. Pada saat itu juga, seorang wanita cantik muncul dari pohon itu. Wanita itu menanyakan alasan Parwati yang menginginkan kehadirannya. Parwati menjawab bahwa ia hanya menguji kemampuan pohon Kalpawreksa. Parwati memberinya nama Asokasundari. Parwati pun berkata bahwa Asokasundari ditakdirkan menjadi permaisuri Nahusa putra Ayu, raja keturunan Candra.

Asokasundari dan Hunda[sunting | sunting sumber]

Seorang raksasa bernama Hunda melewati hutan Nandanakarana. Hunda terpesona dengan kecantikan Asokasundari dan berniat menikahinya. Hunda menghampiri Asokasundari untuk melamarnya, namun lamaran itu ditolak sebab Asokasundari sudah diberi tahu bahwa kelak ia akan menikah dengan Raja Nahusa putra Ayu, keturunan Candra. Maka dari itu, ia memutuskan untuk tidak menikah dengan lelaki selain Nahusa. Hunda pun meninggalkan Asokasundari, namun ia tidak menyerah. Dengan ilmu ilusi yang dikuasainya, ia berubah menjadi seorang wanita. Hunda dengan wujud wanita menghampiri Asokasundari dan berkata bahwa suaminya dibunuh oleh raksasa Hunda. Ia mengajak Asokasundari untuk pergi ke tempat pertapaannya di tepi sungai Gangga untuk membalas dendam. Asokasundari yang tidak berprasangka buruk pun mengikutinya. Saat sampai di tepi sungai Gangga, Hunda kembali ke wujudnya semula dan memaksa Asokasundari ikut ke kediamannya. Asokasundari pun bersumpah bahwa suaminya—Nahusa—akan membunuh Hunda.

Asokasundari dan Nahusa[sunting | sunting sumber]

Saat Asokasundari diculik, Nahusa belum lahir. Saat tahu bahwa Nahusa telah lahir, Hunda segera pergi ke kediaman Raja Ayu untuk menculiknya. Hunda memerintahkan pelayannya untuk memasak Nahusa. Tetapi pelayannya membawa Nahusa ke kediaman Resi Wasista. Di sana, Nahusa dididik dan diajari ilmu perang. Saat Nahusa dewasa, sang resi memberi tahu asal-usulnya dan takdirnya untuk membunuh Hunda dan menikahi Asokasundari. Akhirnya Nahusa berperang dengan Hunda. Setelah Hunda dibunuh, ia menemukan Asokasundari yang sedang dipingit. Akhirnya ia menikah dengan Asokasundari. Mereka dikaruniai beberapa putra. Di antara putra-putranya, putranya yang kedua—yang bernama Yayati—diangkat menjadi raja setelah putra sulungnya—Yati—menolak.

Silsilah[sunting | sunting sumber]

Sukra
 
Jayanti
 
Nahusa
 
 
 
Asokasundari
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dewayani
 
 
 
 
 
 
Yayati
 
 
 
 
 
Sarmista
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Yadu
 
Turwasu
 
Druhyu
 
Anu
 
Puru
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Yadu menurunkan
wangsa Yadawa
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Puru menurunkan
wangsa Paurawa


Referensi[sunting | sunting sumber]