Citrānggadā

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dalam wiracarita Mahabharata, Citrānggadā (Sanskerta: चित्राङदा ; Citrāngadā) adalah anak perempuan Raja Citrasena dari Manipur, dan merupakan salah satu istri Arjuna. Mereka pertama kali bertemu pada saat Arjuna mengasingkan diri di Manipur.

Saat Citrānggadā dan Arjuna bertemu, mereka saling jatuh cinta. Pada waktu itu, Arjuna berstatus sebagai pria beristri dua. Meskipun sudah memiliki dua istri, Arjuna melamar Citrānggadā. Karena Citrasena tidak memiliki keturunan lelaki, dan Citrānggadā adalah anak satu-satunya, maka Citrasena berat hati untuk menyerahkan puterinya. Ia mengizinkan Citrānggadā menikah dengan Arjuna dengan syarat apabila anak mereka berjenis kelamin laki-laki, maka Arjuna harus menyerahkan anak tersebut guna mewarisi tahta Manipur sehingga tidak boleh mengikuti jejak ayahnya dari Hastinapura. Arjuna mengikuti persyaratan tersebut.

Dengan restu dari ayahnya, Citrānggadā menikah dengan Arjuna. Dari pernikahan tersebut, Citrāggadā memiliki seorang putera yang diberi nama Babruwahana. Sesuai dengan janji Arjuna, anak tersebut diserahkan kepada Citrasena sebagai calon Raja Manipur. Citrānggada berpisah dengan Arjuna setelah Arjuna tinggal di Manipur dalam waktu yang tidak lama.

Riwayat Citrānggadā versi Rabindranath Tagore[sunting | sunting sumber]

Rabindranath Tagore mengambil kisah Citrānggadā dan mengubahnya menjadi sebuah drama yang diringi tarian, seperti drama musikal pada zaman sekarang dimana cerita dibumbui dengan musik dan pemain memerankan seorang tokoh dengan melakukan tarian. Cerita Tagore berbeda sedikit dengan kisah Citrānggadā dalam Mahabharata. Dia membuat perubahan pada tokoh dan memberinya jalan kehidupan baru.

Dalam cerita Tagore, Citrānggadā adalah anak semata wayang dari Raja Manipur. Sebagai pewaris tahta, dia didandani seperti pria dan menjadi pelindung negeri. Rakyatnya bergantung kepadanya demi keselamatan mereka. Pada suatu hari, dia bertemu dengan Arjuna yang sedang berburu di tengah hutan. Kemudian dia jatuh cinta kepada Arjuna. Arjuna kagum dengan kemampuannya bertarung dan menyangka bahwa ia seorang lelaki. Citrānggadā jatuh cinta dengan Arjuna namun ia sadar bahwa Arjuna tidak akan mencintainya dalam kepribadian sebagai lelaki.

Pada suatu hari, Citrānggadā memperoleh berkah dari seorang resi sehingga ia berubah menjadi wanita cantik. Ketika ia bertemu lagi dengan Arjuna, mereka saling jauth cinta. Meski ia sadar bahwa ia memiliki segala yang ia mau, namun dalam hati ia hanya berharap agar Arjuna menjadi cinta sejatinya. Ketika perampok menyerbu kerajaannya, Arjuna tahu dari penduduk bahwa puteri mahkota mereka adalah kesatria yang paling tangguh di kerajaannya dan mereka heran mengapa sang puteri kini tidak ada untuk melindungi mereka. Arjuna tertegun setelah mendengar cerita tentang wanita tersebut. Lalu Citrānggadā muncul dan menyelamatkan kerajaannya sebelum ia menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya kepada Arjuna. Kemudian Arjuna menikahi Citrānggadā.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]