Dewapi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dalam wiracarita Mahabharata, Dewapi adalah putra sulung Raja Pratipa dari Hastinapura. Ia merupakan seorang bangsawan dan pangeran yang budiman namun ia menolak untuk mewarisi tahta sebab ia tidak tertarik untuk menjadi raja. Ia lebih memilih untuk mengabdikan hidupnya demi alam semesta. Oleh karena hal tersebut, adiknya yang bernama Santanu diangkat menjadi Raja Hastinapura. Kemudian, Dewapi pergi ke hutan untuk bertapa.

Versi Wisnupurana[sunting | sunting sumber]

Sementara Dewapi mengasingkan diri ke dalam hutan untuk menjadi pertapa, Santanu dan para brahmana mendiskusikan masalah kenapa hujan tidak turun di kerajaan Kuru selama 12 tahun. Akhirnya mereka membuat kesimpulan bahwa Dewapilah yang seharusnya menjadi raja, sebab hanya putra sulung yang boleh menjadi raja. Bila bukan putra sulung yang menjadi raja, maka itu adalah pelanggaran. Kemudian Santanu mengutus menterinya yang bernama Asmasari untuk menjadi pengkhotbah di tengah hutan. Asmasari menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan kitab suci agar perlahan-lahan Dewapi melenceng dari ajaran kitab suci.

Ketika para brahmana dan Santanu masuk ke tengah hutan, mereka bertemu dengan Dewapi dan menawarkan kerajaan. Namun saat ditemui, Dewapi sudah melenceng dari ajaran kitab suci sehingga ia tidak layak menjadi raja. Akhirnya Santanu kembali ke kerajaannya dan meneruskan tugasnya sebagai raja. Kemudian turunlah hujan di kerajaannya.

Referensi[sunting | sunting sumber]