Uni Emirat Arab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari United Arab Emirates)
Lompat ke: navigasi, cari
Uni Emirat Arab
الإمارات العربيّة المتّحدة
Al-Imārāt al-‘Arabīyah al-Muttaḥidah (Arab)
Bendera
Moto
Lagu kebangsaan
عيشي بلادي
‘Išiy bilādī
Ibu kota Abu Dhabi
23°36′LU 58°33′BT / 23,6°LU 58,55°BT / 23.600; 58.550
Kota terbesar Dubai
24°57′LU 55°20′BT / 24,95°LU 55,333°BT / 24.950; 55.333
Bahasa resmi Arab
Pemerintahan Monarki semi-konstitusional1
 -  Presiden Khalifah bin Zayid al-Nahyan
 -  Perdana Menteri Muhammad bin Rasyid al-Maktum
Legislatif المجلس الوطني الإتحادي‎
Al-Majlis al-Watani al-Ittihadi
Kemerdekaan
 -  Dari Britania Raya 2 Desember 1971 
Luas
 -  Total 83.600 km2 (116)
 -  Perairan (%) dapat diabaikan
Penduduk
 -  Perkiraan 2015 9.157.000 (93)
 -  Kepadatan 99/km2 (109)
PDB (KKB) Perkiraan 2015
 -  Total $643.846 miliar[1] (32)
 -  Per kapita $65.037[1] (7)
PDB (nominal) Perkiraan 2015
 -  Total $440.181 miliar[1] (31)
 -  Per kapita $44.770[1] (23)
Gini n/a
IPM (2013) Steady 0,827 (sangat tinggi) (40)
Mata uang Dirham Uni Emirat Arab (د.إ.) (AED)
Zona waktu Waktu Standar Teluk (GST) (UTC+4)
Lajur kemudi kanan[2][3]
Kode ISO 3166 AE
Ranah Internet .ae dan امارات.
Kode telepon +971
1 Dalam sistem monarki semi-konstitusional, perdana menteri adalah pemegang kekuasaan eksekutif pada pemerintahan; namun raja masih memiliki kekuatan politik yang cukup besar untuk melaksanakan kebijakannya sendiri.
2 Luas pasti negara ini masih belum diketahui sebab negara ini juga memiliki klaim terhadap sejumlah pulau di Teluk Persia yang masih dalam sengketa, dimana informasi mengenai luas pulau-pulau tersebut belum tersedia. Selain itu, negara ini juga tidak memiliki batas wilayah daratan yang jelas, khususnya batas wilayahnya dengan Arab Saudi.

Uni Emirat Arab (disingkat UEA) (bahasa Inggris: United Arab Emirates) adalah sebuah negara federasi dari tujuh emirat yang kaya akan minyak bumi. Tujuh emirat ini adalah: Abu Dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras al-Khaimah, Sharjah dan Umm al-Qaiwain,UEA adalah tempat bagi bangunan tertinggi di dunia (burj khalifa)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Negara-negara bagian (lebih dikenal sebagai emirat) di sepanjang pesisir pantai Teluk Persia memberikan hak pertahanan dan urusan luar kepada Kerajaan Britania Raya pada abad kesembilan belas. Pada tahun 1971, enam dari negara-negara bagian ini - Abu Dhabi, Ajman, Fujairah, Sharjah, Dubai, dan Umm al-Qaiwain - bergabung untuk mendirikan Uni Emirat Arab. Pada tahun 1972, Ras al-Khaimah menyertai mereka.

Asal[sunting | sunting sumber]

Permukiman manusia yang paling awal dikenal di UEA tanggal dari periode Neolitik, 5500 SM. Pada tahap awal, ada bukti interaksi dengan dunia luar, terutama dengan peradaban di utara di Persia. Kontak ini bertahan dan menjadi luas, mungkin didorong oleh perdagangan di tembaga dari Pegunungan Hajar, yang dimulai sekitar 3000 SM. Asing perdagangan, motif berulang dalam sejarah daerah ini strategis, berkembang juga pada masa kemudian, difasilitasi oleh domestikasi dari unta pada akhir milenium kedua SM.

Dengan lalu lintas darat AD kafilah abad pertama antara Suriah dan kota-kota di Irak selatan dimulai. Juga, ada perjalanan yg berlayar di laut ke pelabuhan penting Omana (mungkin saat ini Umm al-Qaiwain) dan kemudian ke India. Rute ini adalah sebuah alternatif untuk rute Laut Merah yang digunakan oleh Roma. Mutiara yang telah dieksploitasi di daerah selama ribuan tahun namun saat ini perdagangan mencapai ketinggian baru. Pelayaran juga merupakan andalan dan Pameran besar ini diselenggarakan di Dibba, mendatangkan pedagang dari sejauh Cina.

Politik[sunting | sunting sumber]

Majelis Tertinggi memuat pemerintah-pemerintah dari tujuh negara bagian. Jabatan Presiden dan Wakil Presiden dilantik oleh Majelis Tertinggi setiap lima tahun. Majelis Tertinggi juga melantik barisan kabinet sementara Majelis Federasi Kebangsaan yang mempunyai anggota sebanyak 40 orang dari ketujuh negara bagian meneliti dan membincangkan undang-undang yang dicadangkan. Terdapat satu sistem mahkamah persekutuan; semua negara bagian kecuali Dubai dan Ras al-Khaimah telah menyertai sistem persekutuan ini; semua negeri mempunyai undang-undang sekuler dan Islam untuk kasus-kasus sipil, kejahatan, dan mahkamah tinggi.

Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan merupakan Presiden kesatuan ini sejak pendirian negara ini sampai hari kematiannya pada 2 November 2004. Anak lelakinya, Khalifa bin Zayed Al Nahayan dilantik menjadi presiden keesokkan harinya.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kekayaan Uni Emirat Arab berdasarkan pengeluaran minyak dan gas yaitu 33% dari GDP negara itu. Emirat Arab adalah negara penghasil minyak ketiga terbesar di kawasan teluk setelah Arab Saudi dan Iran. Sejak 1973, Uni Emirat Arab telah mengalami perubahan dari negara kecil yang terletak di gurun menjadi negara modern dengan taraf kehidupan yang tinggi.

Wilayah[sunting | sunting sumber]

Emirat Arab memiliki 7 negara bagian:

Geografi[sunting | sunting sumber]

Peta Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab terletak di barat daya Asia dan dikelilingi Teluk Oman dan Teluk Persia di antara Oman dan Arab Saudi. Ia adalah sebuah negara yang mempunyai dataran yang kering kerontang dan mempunyai padang pasir yang luas dengan gunung-gunung disebelah timur. Kedudukan strategisnya menjadikannya tempat persinggahan ekspor dan impor minyak dunia.

Perjanjian perbatasan di antara Uni Emirat Arab dan Arab Saudi pada tahun 1974 dan 1977 tidak pernah disebarkan kepada umum. Oleh itu perbatasan yang tepat untuk kedua negara hanya diketahui oleh pemerintahan masing-masing.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Uni Emirat Arab berpenduduk sebanyak 9,3 juta jiwa dan yang warganegara asli UEA sangat sediki jauh melebihi pendatang dengan angka mencapai 85%, yang kebanyakan datang dari Asia Selatan. Kebanyakan masyarakat pribumi datang dari keturunan Persia. Tingkat pertumbuhan penduduknya rendah dibandingkan negara-negara tetangganya. Sekitar 80% penduduknya bisa membaca dan menulis.

Populasi historis
Tahun Jumlah
Pend.
  
±% p.a.  
1963 95 —    
1968 180,226 +13.66%
1975 557,887 +17.52%
1980 1,042,099 —    
1985 1,379,303 —    
1995 2,411,041 —    
1999 2,938,000 —    
2005 4,106,427 —    
2010 8,264,070 —    
2011 8,925,096 —    
2012 9,205,651 —    
2013 9,346,129[6] —    
Sources:[4][5]
Residential buildings in Dubai

Demografi di UEA sangat beragam. Tahun 2010, penduduk UEA diperkirakan mencapai 8,264,070,[4] tetapi hanya 13% saja yang benar-benar berkebangsaan UEA atau Emirat,[7] sedangkan mayoritasnya merupakan penduduk ekspatriate atau pendatang dari negara lain.[8] Tingkat migrasi UEA ada di angka 21.71, merupakan Tertinggi di dunia.[9] Dibawah hukum pemerintahan pusat UEA no. 17, seorang ekspatriate dapat mengajukan diri untuk menjadi warganegara UEA setelah tinggal menetap selama 20 tahun, dengan catatan tidak pernah terlibat dalam tindak kriminal dan harus fasih dalam bahasa Arab[10]. Bagaimanapun juga, untuk menjadi warganegara disana tidak didapatkan dengan mudah, sehingga banyak orang yang tinggal di UEA hidup tanpa punya status warganegara (dijuluki Bidun).[butuh rujukan] Tahun 2016, jumlah orang emirat sekitar 12%.

Disana terdapat 1.4 juta jiwa warga Emirat.[11] Berdasarkan etnik, warga UEA sangatlah beragam. Berdasarkan laporan CIA, 19% merupakan orang Emirati, 23% merupakan warga Arab lainnya, sepertinya (Orang Mesir, Orang Yordania) and Iran, 50% lainnya berasal dari Asia Selatan, dan 8% lagi merupakan warga ekspansi negara lain termasuk Orang Barat dan Asia Timur (perkiraan tahun 1982).[12]

Tahun 2009, warga Emirati dicatat mencapai 16.5% dari total jumlah penduduk; Dari Asia Selatan (Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka and India) merupakan kelompok terbanyak, mencapai 58.4%; Orang Asia lainnya yakni (Orang Filipina, Iran)[13] sekitat 16.7% sedangkan ekspariate dari negara barat mencapai 8.4%.[14]

Orang India dan Pakistan berjumlah 37% dari penduduk di tiga Emirat – Dubai, Sharjah, dan Ajman. Dalam catatan statistik tahun 2014 melalui catatan atau data dari Euromonitor International merilis lima daftar negara asal terbanyak di Tiga Emirat, yakni: India (25%), Pakistan (12%), Emirat (9%), Bangladesh (7%), dan Filipina (5%).[15]

Warga Eropa sangat bertumbuh disana khususnya di kota-kota multietnik seperti Dubai.[16] Ekspariate dunia barat khusunya Eropa, Australia, Amerika Utara dan Amerika Latin mencapai 500,000 jiwa dari populasi UEA.[14][17] Lebih dari 100,000 berkebangsaan Inggris tinggal di negara ini.[18] Tempat persinggahan para penduduk ekspansi dari yang bukan berasal dari negara Arab.[12][19]

Sekitar 88% dari penduduk Uni Emirat Arab adalah urban.[20] Rata-rata usia bertahan hidup adalah 76.7 tahun (2012), merupakan yang tertinggi dari semua negara di Arab.[21][22] Dengan seks rasio Laki-laki/perempuan yakni 2.2 dari total populasi dan seks rasio untuk usia 15–65 adalah 2.75 age group, ketidakseimbangan seks rasio penduduk merupakan ketidakseimbangan gender terbesar kedua di dunia setelah Qatar.[23]

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di UEA (Pew Research)[24][25]
Agama Percent
Islam
  
76%
Kristen
  
12.6%
Hindu
  
6.6%
Buddha
  
2%
Lainnya
  
1%
Tanpa Agama
  
1%

Islam adalah yang terbesaf dan menjadi agama resmi negara UEA. Pemerintah memberikan wewenang kepada polisi untuk menjaga toleransi dalam beragama dan jarang terlibat dalam aktifitas keagamaan non-Muslim.[26] Hal yang sama juga diterapkan oleh warga non muslim dengan tidak mencampuri urusan keagamaan Islam dalam berbagai hal.

The government imposes restrictions on spreading other religions through any form of media as it is considered a form of proselytizing. There are approximately 31 churches throughout the country, one Hindu temple in the region of Bur Dubai,[27] one Sikh Gurudwara in Jebel Ali and also a Buddhist temple in Al Garhoud.

Based on the Ministry of Economy census in 2005, 76% of the total population was Muslim, 9% Christian, and 15% other (mainly Hindu).[28] Census figures do not take into account the many "temporary" visitors and workers while also counting Baha'is and Druze as Muslim.[28] Among Emirati Muslim citizens, 85% are Sunni, while Shi'a are 15%, mostly concentrated in the emirates of Sharjah and Dubai.[28] Omani immigrants are mostly Ibadi, while Sufi influences exist too.[29]

Largest cities[sunting | sunting sumber]

Templat:Largest cities of the United Arab Emirates

Languages[sunting | sunting sumber]

Arabic is the national language of the United Arab Emirates. The Gulf dialect of Arabic is spoken natively by the Emirati people.[30] Since the area was occupied by the British until 1971, English is the primary lingua franca in the UAE. As such, a knowledge of the language is a requirement when applying for most local jobs. Other world languages are represented by expatriate population drawn from a wide mix of nationalities.

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Uni Emirat Arab mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan masyarakat Arab lain di seluruh dunia. Pemerintah berdedikasi untuk mempertahankan unsur-unsur tradisional dalam kesenian dan kebudayaan termasuk melalui Yayasan Kebudayaan Abu Dhabi. Perubahan dalam kehidupan sosial juga berubah - perasaan terhadap kaum wanita sedang berubah, dan olahraga-olahraga baru sedang terkenal di samping balap unta.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "United Arab Emirates". International Monetary Fund. 
  2. ^ "List of left- & right-driving countries". 
  3. ^ "Guide to Driving in UAE – Drive Safe in UAE". 
  4. ^ a b "UAE National Bureau of Statistics" (PDF). 
  5. ^ "United Arab Emirates". World Gazetteer. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 July 2009. 
  6. ^ "Population (Total)". World Bank. 
  7. ^ "Population leaps to 8.19 million". The National. Abu Dhabi. 30 May 2010. 
  8. ^ Andrzej Kapiszewski (22 May 2006). "Arab versus Asian migrant workers in the GCC countries" (PDF). UN Department of Economic and Social Affairs. 
  9. ^ "Net migration rate". Cia.gov. 
  10. ^ Camille Paldi (13 July 2010) UAE Islamic Finance. I Love The UAE. Retrieved 27 September 2013.
  11. ^ Habboush, Mahmoud. (10 October 2013) Call to naturalise some expats stirs anxiety in the UAE. Uk.reuters.com. Retrieved 10 October 2015.
  12. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama WorldFactbook
  13. ^ "Labor Migration in the United Arab Emirates: Challenges and Responses". Migration Policy Institute. 18 September 2013.
  14. ^ a b Andy Sambidge (7 October 2009). "UAE population hits 6m, Emiratis make up 16.5%". ArabianBusiness.com. 
  15. ^ "Indians, Pakistanis make up 37% of Dubai, Sharjah, Ajman population". gulfnews.com. Diakses tanggal 7 August 2015. 
  16. ^ "Expat numbers rise rapidly as UAE population touches 6m". Uaeinteract.com. 
  17. ^ Mcintosh, Lindsay (16 June 2008). "Terror red alert for 100,000 British expats in Dubai". The Scotsman. 
  18. ^ Giles Whittell (15 March 2010). "British pair face jail for kissing in Dubai restaurant". The Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 May 2010. 
  19. ^ "Editorial: The Ideal Prince". Arabnews.com. 3 November 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 July 2012. 
  20. ^ "Table 3.10 Urbanization" (PDF). World Development Indicators. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 March 2009. 
  21. ^ "Life expectancy at birth". The World Factbook. 
  22. ^ "Average life expectancy in UAE rises to 75 years". Uaeinteract.com. 
  23. ^ "Sex ratio". The World Factbook. Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 November 2013. 
  24. ^ Pew Research Center's Religion & Public Life Project: United Arab Emirates. Pew Research Center. 2010.
  25. ^ United Arab Emirates. International Religious Freedom Report 2007. State.gov. Retrieved 27 September 2013.
  26. ^ "International Religious Freedom Report for 2012 – United Arab Emirates". Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor. 
  27. ^ Bassma Al Jandaly (5 April 2008). "Churches and temples in the UAE". Gulf News. 
  28. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama religiousfreedom
  29. ^ "Islam: Sunnis and Shiites" (PDF). investigativeproject.org. 23 February 2004. 
  30. ^ Christensen, Shane (2010). Frommer's Dubai. John Wiley & Sons. p. 174. ISBN 978-0-470-71178-1.