Pulau Handeuleum
Tampilan
| Koordinat | |
|---|---|
| Negara | Indonesia |
| Gugus kepulauan | - |
| Provinsi | Banten |
| Kabupaten | Pandeglang |
| Luas | 8 ha; |
| Populasi | - |
| Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<div style="clear:both;"></div>'.. | |
| Situs Warisan Dunia UNESCO | |
|---|---|
| Kriteria | Alam: vii, ix |
| Referensi | 608 |
| Pengukuhan | 1991 (ke-15) |
Pulau Handeuleum merupakan pulau terbesar di antara gugusan pulau-pulau karang di teluk Selamat Datang Banten di sebelah timur laut semenanjung Ujung Kulon.
Bersama Pulau Peucang dan Pulau Panaitan, Pulau Handeuleum termasuk dalam wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Oleh karena itu Pulau Handeuleum juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Selama proses translokasi Badak Jawa, pulau Handeuleum dan sekitarnya dinyatakan tertutup untuk kunjungan wisatawan mulai 1 September sampai 30 Oktober 2025.[1] [2]
Daya tarik
[sunting | sunting sumber]- Di pulau ini dipenuhi oleh hutan bakau, seperti padi-padi (Lumnitzera racemosa), api-api (Avicennia), bakau-bakau (Rhizophora), bogem (Sonneratia alba), pidada (Bruguiera) dan lain-lain. [3]
- Pulau ini merupakan habitat aneka hewan liar, seperti Rusa Timor (Rusa timorensis), burung Merak Hijau (Pavo muticus), monyet kra (Macaca fascicularis), babi celeng (Sus scrofa) dan berbagai jenis burung liar. Di perairan dan hutan mangrove sekitar pulau ini hidup Crocodilus Porosus,[4] Ular Sanca, Ular Cincin Emas, dan lain-lain.
- Berbeda dengan Pulau Peucang dan Pulau Panaitan, pulau ini tidak memiliki pantai berpasir putih.
- Karena Pulau Handeuleum memiliki karang yang banyak dan akar pohon bakau, tidak memungkinkan untuk melakukan snorkeling.
- Pulau Handeuleum berada tak jauh dari sungai Cigenter yang memiliki pesona alam yang asri dengan menelusuri sungai ini, dapat menggunakan sampan.
- Dulu terdapat rumah singgah (guest house) yang mampu menampung hingga 12 orang, tapi sekarang kondisinya sudah telantar sehingga tidak layak huni. Namun jika diizinkan oleh petugas jagawana setempat, pulau inipun bisa digunakan untuk camping atau berkemah.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Penutupan Obyek Wisata Pulau Handeuleum dan sekitarnya". 2025-08-14. ;
- ↑ Ardiyanto, Budi (2025-08-16). "Pulau Handeuleum di Ujung Kulon Ditutup Sementara September–Oktober Demi Pelestarian Badak Jawa". Editor Indonesia. Diakses tanggal 2025-08-16.
- ↑ Author. "Handeuleum Island". Ujung Kulon Ecotour. Diakses tanggal 2025-08-16.
- ↑ Alwan, Hairul (2024-02-14). "Nelayan Sumur Tewas Diterkam Buaya di Sekitar Pulau Handeuleum Ujung Kulon". Suara Banten. Diakses tanggal 2025-08-15.