Natrium nitrit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
"E250" beralih ke halaman ini. Untuk telepon seluler, lihat Samsung SGH-E250.
Natrium nitrit
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 7632-00-0
PubChem 24269
Nomor EINECS 231-555-9
ChEBI 78870
ChemSpider 22689
Nomor RTECS RA1225000
SMILES N(=O)[O-].[Na+]
InChI 1/HNO2.Na/c2-1-3;/h(H,2,3);/q;+1/p-1
Sifat
Rumus molekul NaNO2
Massa molar 68.9953 g/mol
Penampilan padatan putih atau agak kekuningan
Densitas 2.168 g/cm3
Titik lebur 271 °C
Kelarutan dalam air 71.4 g/100 mL (0 °C)
84.8 g/100 mL (25 °C)
160 g/100 mL (100 °C)
Kelarutan larut dalam metanol (4.4 g/100 mL)
etanol
agak larut dalam dietil eter (0.3 g/100 mL)
sangat larut dalam amonia
Keasaman (pKa) ~9
−14.5·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1.65
Struktur
Struktur kristal Trigonal
Termokimia
Entalpi pembentukan standarfHo) −359 kJ/mol[1]
Entropi molar standar (So) 106 J/mol K
Energi bebas GibbsfG) −295 kJ/mol
Bahaya
Klasifikasi EU Oksidator O Beracun T Beracun bagi lingkungan N
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
3
1
 
Frasa-R R8, R25, R50
Frasa-S (S1/2), S45, S61
LD50 180 mg/kg (tikus, oral)
Senyawa terkait
Anion lain
Natrium nitrat
Kation lainnya Kalium nitrit
Amonium nitrit
Litium nitrit
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Natrium nitrit adalah suatu senyawa anorganik dengan rumus kimia NaNO2. Senyawa ini adalah bubuk kristalin putih hingga agak kekuningan yang sangat larut dalam air dan higroskopis. Senyawa ini adalah pelopor yang berguna untuk berbagai senyawa organik, seperti obat-obatan, pewarna, dan pestisida, namun mungkin paling dikenal sebagai makanan tambahan untuk mencegah botulisme.

Senyawa ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat terpenting yang dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar.[2]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Garam ini disiapkan dengan mengolah natrium hidroksida dengan campuran nitrogen dioksida dan nitrat oksida:

2 NaOH + NO2 + NO → 2 NaNO2 + H2O

Konversi ini peka terhadap keberadaan oksigen, yang dapat menyebabkan sejumlah natrium nitrat yang bervariasi.

Di masa lalu, natrium nitrit dibuat dengan mengurangi natrium nitrat dengan berbagai logam.[3][4]

Reaksi kimia[sunting | sunting sumber]

Di laboratorium, natrium nitrit dapat digunakan untuk menghilangkan kelebihan natrium azida.[5][6]

2 NaN3 + 2 NaNO2 + 2 H+ → 3 N2 + 2 NO + 2 Na+ + 2 H2O

Di atas 330 °C natrium nitrit terurai (di udara) sampai natrium oksida, nitrat oksida dan nitrogen dioksida.[7]

2 NaNO2 → Na2O + NO + NO2

Natrium nitrit juga dapat digunakan dalam produksi asam nitrat melalui asam sulfat. Reaksi ini pertama kali menghasilkan asam nitrat dan natrium sulfat:

NaNO2 + H2SO4 → 2 HNO2 + Na2SO4

Asam nitrat kemudian, dalam kondisi normal, terurai:

HNO2NO2 + NO + H2O

Nitrogen dioksida dari dekomposisi sebelumnya kemudian disalurkan melalui kondensor atau peralatan distilasi fraksional untuk bereaksi dengan air dan menghasilkan asam nitrat:

NO2 + H2OHNO3 + HNO2

Toksisitas[sunting | sunting sumber]

Sementara zat kimia ini akan mencegah pertumbuhan bakteri, senyawa ini dapat menjadi racun dalam jumlah tinggi untuk hewan dan manusia. LD50 natrium nitrit dalam tikus adalah 180 mg/kg dan LDLo pada manusia adalah 71 mg/kg, berarti seorang dengan berat 65 kg harus setidaknya mengkonsumsi 4.6 g untuk mengakibatkan kematian.[8] Untuk mencegah toksisitas tersebut, natrium nitrit (dicampur dengan garam) yang dijual sebagai aditif makanan dicelup merah muda terang agar tidak terkecoh dengan garam biasa atau gula pasir. Nitrit tidak terdapat secara alami pada sayuran dalam jumlah banyak.[9] Namun, nitrat ditemukan pada sayuran yang tersedia secara komersial dan studi di daerah pertanian intensif di Portugal utara menemukan kadar nitrat residual dalam 34 sampel sayuran, termasuk varietas kubis, selada, bayam, peterseli dan lobak yang berbeda antara 54 dan 2440 mg/kg, misalnya kangkung keriting (302.0 mg/kg) dan kembang kol hijau (64 mg/kg).[10][11] Boiling vegetables lowers nitrate but not nitrite.[10] Fresh meat contains 0.4–0.5 mg/kg nitrite and 4–7 mg/kg of nitrate (10–30 mg/kg nitrate in cured meats).[9] Kehadiran nitrit dalam jaringan hewan merupakan konsekuensi metabolisme nitrit oksida, suatu neurotransmitter penting.[12] Nitrit oksida dapat dibuat secara de novo dari nitrit oksida sintase mempergunakan arginin atau dari nitrat atau nitrit yang ditelan.[13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles (edisi ke-6th). Houghton Mifflin Company. hlm. A23. ISBN 0-618-94690-X. 
  2. ^ "WHO Model List of EssentialMedicines" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diakses tanggal 25 September 2016. 
  3. ^ Wolfgang Laue, Michael Thiemann, Erich Scheibler, Karl Wilhelm Wiegand "Nitrates and Nitrites" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2002, Wiley-VCH, Weinheim.doi:10.1002/14356007.a17_265. Article Online Posting Date: 15 June 2000
  4. ^ Hao, Zhi-wei; Xu, Xin-hua; Wang, Da-hui (March 2005). "Reductive denitrification of nitrate by scrap iron filings". Journal of Zhejiang University SCIENCE. 6B (3): 182–186. doi:10.1631/jzus.2005.B0182. 
  5. ^ "Sodium Azide". Hazardous Waste Management. Northeastern University. March 2003. 
  6. ^ Committee on Prudent Practices for Handling, Storage, and Disposal of Chemicals in Laboratories, Board on Chemical Sciences and Technology, Commission on Physical Sciences, Mathematics, and Applications, National Research Council (1995). Prudent practices in the laboratory: handling and disposal of chemicals. Washington, D.C.: National Academy Press. ISBN 0-309-05229-7. 
  7. ^ Stern, Kurt H. (1972). "High Temperature Properties and Decomposition of Inorganic Salts; Part 3. Nitrates and Nitrites" (PDF). J. Phys. Chem. US Naval Research Laboratory. 1 (3): 750–751. doi:10.1063/1.3253104. Diakses tanggal 15 March 2014. 
  8. ^ http://msds.chem.ox.ac.uk/SO/sodium_nitrite.html
  9. ^ a b Dennis, M. J.; Wilson, L. A. (2003). "Nitrates and Nitrites". Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition. hlm. 4136. doi:10.1016/B0-12-227055-X/00830-0. ISBN 978-0-12-227055-0. 
  10. ^ a b Leszczyńska, Teresa; Filipiak-Florkiewicz, Agnieszka; Cieślik, Ewa; Sikora, ElżBieta; Pisulewski, Paweł M. (2009). "Effects of some processing methods on nitrate and nitrite changes in cruciferous vegetables". Journal of Food Composition and Analysis. 22 (4): 315–321. doi:10.1016/j.jfca.2008.10.025. 
  11. ^ Correia, Manuela; Barroso, Ângela; Barroso, M. Fátima; Soares, Débora; Oliveira, M. B. P. P.; Delerue-Matos, Cristina (2010). "Contribution of different vegetable types to exogenous nitrate and nitrite exposure". Food Chemistry. 120 (4): 960–966. doi:10.1016/j.foodchem.2009.11.030. 
  12. ^ Meulemans, A.; Delsenne, F. (1994). "Measurement of nitrite and nitrate levels in biological samples by capillary electrophoresis". Journal of Chromatography B. 660 (2): 401–404. doi:10.1016/0378-4347(94)00310-6. 
  13. ^ Southan, G; Srinivasan, A (1998). "Nitrogen Oxides and Hydroxyguanidines: Formation of Donors of Nitric and Nitrous Oxides and Possible Relevance to Nitrous Oxide Formation by Nitric Oxide Synthase". Nitric Oxide. 2 (4): 270–86. doi:10.1006/niox.1998.0187. PMID 9851368. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]